KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) JASA LAINNYA
PEKERJAAN: Paket Meeting Pertemuan Nasional Terkait Peran Desa, Tempat Kerja
(Workplace), Dinas Sosial dan Institusi BAZNAS dalam Penanggulangan AIDS-
Tuberculosis-Malaria (ATM)
1. LATAR : Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan
BELAKANG Permendesa Nomor 7 Tahun 2023 tentang Rincian
Prioritas Penggunaan Dana Desa menjadi babak baru
terhadap pengakuan dan penghormatan atas Desa sebagai
kesatuan pemerintahan terkecil yang berprakarsa.
Undang-Undang Desa memandatkan Dana Desa sebagai
Dana rekognisi Negara kepada Desa, agar desa berdaya
menjalankan kewenangannya. Oleh karenanya, Dana
Desa harus berdampak pada peningkatan kualitas hidup
manusia di Desa yang dimulai dari pemenuhan layanan
kesehatan. Seluruh warga desa memiliki kesempatan hidup
yang sama dan tidak ada yang luput dari perhatian Negara
dalam pemenuhan kebutuhan dasar salah satunya adalah
kesehatan melalui perwujudan Desa Peduli Kesehatan.
Desa Peduli Kesehatan sebagai salah satu tipologi desa,
merupakan elemen penting yang bukan hanya
mewujudkan Goals SDGs ke-3 (Desa Sehat Sejahtera),
dapat pula berkontribusi terhadap pencapaian komitmen
Indonesia di tingkat global untuk eliminasi AIDS-
Tuberkulosis-Malaria (ATM).
Indonesia telah menyelenggarakan upaya pencegahan dan
pengendalian Tuberkulosis sejak sebelum kemerdekaan
yaitu di zaman Hindia Belanda dimana terdapat beberapa
kegiatan TB, seperti: Perkumpulan Centrale Vereniging
Voor Tuberculose Bestrijding (CVT) yang dibentuk pada
1908 dan kemudian tahun 1939 didirikan 15 sanatorium
untuk perawatan pasien TB paru dan 20 consultatiebureau
yang memberi penyuluhan dan pengobatan. Pun demikian
dengan Malaria, komando Presiden Soekarno untuk
pemberantasan Malaria pada 12 November 1959 kemudian
ditetapkan sebagai Hari Kesehatan Nasional. Kasus HIV-
AIDS pertama di Indonesia sebenarnya telah ada di Rumah
Sakit Islam Jakarta pada tahun 1985 namun secara resmi
baru pada tahun 1987 Indonesia melaporkan kasus di Bali
ke WHO, Indonesia menjadi negara ke 13 di Asia yang
melaporkan kasus AIDS. Saat ini, meski telah banyak
kemajuan dicapai, pencegahan dan pengendalian AIDS,
Tuberkulosis dan Malaria masih menjadi tantangan
pembangunan kesehatan di Indonesia. The Global Fund to
fight AIDS, Tuberculosis and Malaria (GF ATM) telah
mendukung Indonesia lebih dari USD 400 million untuk
grant tahun 2022 - 2026 untuk AIDS, Tuberculosis, and
Malaria (ATM) dimana Tuberkulosis sebagai penerima
dengan jumlah terbesar.
Di sisi lain, Kementerian Tenaga Kerja memiliki peran
penting dalam mendukung upaya pencegahan dan
pengendalian HIV/AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di
Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui
program-program kesehatan dan keselamatan kerja yang
ditujukan bagi pekerja dan masyarakat. Dalam rangka
mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
2030, khususnya target yang berfokus pada pencegahan
dan pengendalian penyakit menular, termasuk HIV/AIDS,
Tuberkulosis, dan Malaria, Kementerian Tenaga Kerja
berkomitmen untuk meningkatkan upaya pendukungnya.
Dalam konteks ini, Kementerian Tenaga Kerja berperan
dalam: Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan pekerja
dan masyarakat tentang HIV/AIDS, Tuberkulosis, dan
Malaria; mendukung upaya pencegahan dan pengendalian
penyakit tersebut melalui program-program kesehatan dan
keselamatan kerja K3; dan meningkatkan akses ke layanan
kesehatan dan pendukung bagi pekerja dan masyarakat
yang terkena dampak penyakit tersebut. Dengan demikian,
Kementerian Tenaga Kerja berharap dapat berkontribusi
secara signifikan dalam upaya mencapai target SDGs 2030
dan meningkatkan kualitas hidup pekerja dan masyarakat
di Indonesia.
Kementerian Sosial pun memiliki perannya tersendiri dalam
mendukung upaya pencegahan dan pengendalian
HIV/AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di Indonesia. Sebagai
lembaga yang bertanggung jawab atas kesejahteraan
sosial masyarakat, Kementerian Sosial berkomitmen untuk
meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang terkena
dampak penyakit tersebut. Kementerian Sosial memiliki
peran penting dalam mendukung upaya pencegahan dan
pengendalian HIV/AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria melalui
beberapa cara, antara lain: meningkatkan kesadaran dan
pengetahuan masyarakat tentang HIV/AIDS, Tuberkulosis
dan Malaria; memberikan pendampingan dan dukungan
kepada masyarakat yang terkena dampak penyakit
tersebut dan berkoordinasi dengan Kementerian
Kesehatan dan Lembaga Swadaya Masyarakat terkait
upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS,
Tuberkulosis dan Malaria.
Selain itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai
lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di
Indonesia, turut memiliki peran strategis dalam mendukung
program penanggulangan HIV/AIDS, Tuberkulosis, dan
Malaria di masyarakat. Penyakit-penyakit ini masih menjadi
ancaman kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama
bagi masyarakat yang berada di daerah-daerah terpencil
dan berpenghasilan rendah.
Atas hal tersebut diatas, SR ADINKES, atas dukungan
Kementerian Kesehatan, Kementerian Desa serta
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia akan
melaksanakan Pertemuan Nasional untuk melakukan
penguatan peran desa, tempat kerja (workplace), Dinas
Sosial dan Institusi Baznas dalam penanggulangan ATM,
sesuai dengan workplan dari SR ADINKES (Budget Line
3230).
2. MAKSUD DAN : Tujuan dari pelaksanaan Pertemuan Nasional Monev ini
TUJUAN adalah:
1. Tujuan Umum:
a. Meningkatkan perhatian Pemerintah Desa dan
Pemerintah Kabupaten/Kota melalui OPD Non Dinkes,
tempat kerja (workplace), Dinas Sosial dan Institusi
Baznas kepada upaya - upaya PP ATM, dibuktikan
dengan meningkatnya Dana Desa, OPD Non - Dinkes,
tempat kerja (workplace), Dinas Sosial dan Institusi
Baznas untuk kegiatan mendukung PP - ATM, semua
dalam koordinasi Bappeda Kab/kota dan Dinas
Kesehatan Kab/Kota.
b. Meningkatkan kapasitas Tim RSSH Adinkes
dalam pengolahan data dan administrasi project.
2. Tujuan Khusus:
a. Melakukan diseminasi buku Panduan Fasilitasi
Desa Peduli Kesehatan untuk konteks penanggulangan
ATM di Daerah dan Desa termasuk memasukkan contoh-
contoh baik penganggaran ATM di desa (proposal dan
RAB nya);
b. Melakukan Review Peraturan Menteri
Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 13 Tahun
2022 tentang Penanggulangan Tuberkulosis di Tempat
Kerja; Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
No. Kep. 68/Men/IV/2004 Tentang Pencegahan dan
Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja;
c. Mendorong Dinas Ketenagakerjaan untuk
meningkatkan Program Penanggulangan HIV/AIDS dan
Tuberkulosis di tempat kerja;
d. Meningkatkan perencanaan, anggaran serta
pelaksanaan sub kegiatan terkait dukungan terhadap
orang terdampak HIV/AIDS, Tuberkulosis dan Malaria di
masyarakat sesuai kewenangan (berdasarkan data yang
dimiliki) Kementerian Sosial.
e. Meningkatkan kepemimpinan Dinas
Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Dinas Tenaga
Kerja, Transmigrasi dan Energi serta Dinas Sosial dalam
pelaksanaan program penguatan perencanaan dan
anggaran untuk ATM (RSSH ATM);
f. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Dinas
Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi dalam
pencegahan yang efektif serta pengobatan dan
pengendalian ATM di Desa termasuk melalui berbagi
(sharing) praktik baik desa dan tempat kerja (workplace)
yang telah dilakukan dalam penanggulangan ATM;
g. Menyepakati tindak lanjut bersama untuk adanya
peran desa, tempat kerja (workplace), Dinas Sosial dan
Institusi Baznas dan alokasi belanja untuk
penanggulangan ATM;
h. Memperkuat tim kerja RSSH ATM di Provinsi
sekaligus memperluas jejaring kerjasama para pihak
dalam penanggulangan ATM di Desa dan tempat kerja
(workplace) sehingga semakin lebih baik dari tahun
sebelumnya;
i. Meningkatkan kapasitas PC dan AFA dalam
penginputan data 1P, 1P Kemitraan, 1P Realisasi, 1P
Realisasi Kemitraan, 1K, 1K Kemitraan, 1K Realisasi dan
1K Realisasi Kemitraan.
3. TARGET/ : Target/sasaran yang ingin dicapai terkait dengan
SASARAN pengadaan jasa penyelenggaraan Pertemuan Nasional
Terkait Peran Desa, Tempat Kerja (Workplace), Dinas
Sosial dan Institusi BAZNAS dalam Penanggulangan
AIDS-Tuberculosis-Malaria (ATM)
4. NAMA : Nama organisasi yang menyelenggarakan
ORGANISASI /melaksanakan
PENGADAAN pengadaan jasa :
KONSULTANSI K/L/D/I : Kementerian Kesehatan RI
Satker/SKPD : Sekretariat Jenderal/Biro Perencanaan
dan Angaran
PPK : Hibah Langsung Unit Kerja Biro Perencanaan dan
Anggaran
5. SUMBER DANA : a. Sumber dana yang diperlukan untuk membiayai
DAN PERKIRAAN Pengadaan Jasa Lainnya berasal dari Dana Hibah oleh
BIAYA Global Fund Komponen RSSH dengan Budget Line 3230
b. Total Pagu : Rp. 1,-
c. Total perkiraan biaya yang diperlukan : Rp. 1,-
6. RUANG : a. Ruang lingkup pekerjaan/ Pengadaan Jasa
LINGKUP, Lainnya dalam bidang Paket Meeting
LOKASI b. Lokasi pengadaan pekerjaan/ Pengadaan Jasa
PEKERJAAN, Lainnya di Kabupaten Badung, Provinsi Bali
FASILITAS
PENUNJANG
7. PRODUK YANG Hasil/produk yang akan dihasilkan dari Pengadaan Jasa
DIHASILKAN Lainnya
Terselenggaranya kegiatan Pertemuan Nasional Terkait
Peran Desa, Tempat Kerja (Workplace), Dinas Sosial dan
Institusi BAZNAS dalam Penanggulangan AIDS-
Tuberculosis-Malaria (ATM)
8. WAKTU : Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan Pengadaan
PELAKSANAAN Jasa Lainnya 4 hari (tanggal pelaksanaan kegiatan 29
YANG April – 02 Mei 2025)
DIPERLUKAN
9. PENDEKATAN : Metode kerja yang harus dilakukan oleh Penyedia Jasa
DAN Lainnya dalam melaksanakan pekerjaan, sesuai dengan
METODOLOGI persyaratan yang ditetapkan oleh PPK.
10. SPESIFIKASI JUMLAH ATAU KUANTITAS
Peserta Kegiatan Pertemuan Nasional Terkait Peran Desa, Tempat Kerja (Workplace),
Dinas Sosial Dan Institusi Baznas Dalam Penanggulangan Aids-Tuberculosis-Malaria
(ATM) rincian peserta kegiatan, sebagai berikut:
Tim ADINKES Pusat : 5 Orang
No Posisi Nama
1 Executive Director dr. Krishnajaya, MS
2 Program Advisor Prof. dr. Yanri W. Subroto, SpPD, KPTI, FINASIM
3 Program Advisor Halik Sidik, ST, ME
4 Technical Advisor dr. Ferdinand Laihad, MPH
5 Technical Advisor dr. Iskandar Zulkarnain, MSc
Tim RSSH SR ADINKES : 10 Orang
No Posisi Nama
1 Program Manager Drs. Sawidjan Gunadi, M.Kes.
2 Program Coordinator Caprina Runggu Hasiholan, SKM, M Epid.
3 Monev Coordinator Dita Ratna Kristina Iriani, ST
4 Monev Officer 1 Ade Mulya Nasrun, SKM, M Epid
5 Monev Officer 2 Citra Yunila Lestari, SKM
6 Program Officer Adhika Paramasatya, SKM, MKM
7 Internal Control Tiara Puspasari Sipayung, SE
8 Finance Assistant Yayah Andrianti, SE
9 Assistant Finance Admin Rozliana Jibran, SE
10 Admin & HR Staff Nurul Maghfirah, SE
Tim Kementerian Kesehatan : 8 Orang
No Posisi Jumlah
Orang
1 Pejabat Pembuat Komitmen Hibah Unit Kerja Biro Perencanaan dan 1
Anggaran Kantor Pusat Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan
2 BPP Hibah Unit Kerja Biro Perencanaan dan Anggaran Kantor Pusat 1
Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan
3 Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) 1
4 Staff Procurement Global Fund 1
5 MnE PR RSSH 2
6 PMU Lead 1
7 Program / ME Manager ATMR 1
Tim ADINKES Provinsi : 101 Orang
No Posisi Jumlah
Orang
1 Prov. Aceh 2
2 Prov. Bali 3
3 Prov. Bangka Belitung 2
4 Prov. Banten 4
5 Prov. Bengkulu 3
6 Prov. DIY 2
7 Prov. DKI Jakarta 2
8 Prov. Gorontalo 2
9 Prov. Jambi 2
10 Prov. Jawa Barat 8
11 Prov. Jawa Tengah 5
12 Prov. Jawa Timur 5
13 Prov. Kalimantan Barat 2
14 Prov. Kalimantan Selatan 2
15 Prov. Kalimantan Tengah 2
16 Prov. Kalimantan Timur 5
17 Prov. Kalimantan Utara 2
18 Prov. Lampung 2
19 Prov. Maluku 2
20 Prov. Maluku Utara 2
21 Prov. NTB 3
22 Prov. NTT 4
23 Prov. Papua Barat Daya 2
24 Prov. Papua Selatan 2
25 Prov. Papua Tengah 2
26 Prov. Riau 3
27 Prov. Sulawesi Barat 2
28 Prov. Sulawesi Selatan 3
29 Prov. Sulawesi Tengah 2
30 Prov. Sulawesi Tenggara 2
31 Prov. Sulawesi Utara 3
32 Prov. Sumatera Barat 2
33 Prov. Sumatera Selatan 2
34 Prov. Sumatera Utara 2
35 Prov. Papua 2
36 Prov. Kepulauan Riau 2
37 Prov. Papua Pegunungan 2
38 Prov. Papua Barat 2
Undangan dari Provinsi : 76 Orang
No Posisi Jumlah
Orang
1 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi 38
2 Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi 38
Narasumber : 15 Orang
No Posisi Nama
1 Gubernur Provinsi Bali Dr. Ir. Wayan Koster, MM
2 Menteri Desa dan Pembangunan Daerah H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd.
Tertinggal
3 Wakil Menteri Dalam Negeri Dr. H. Bima Arya Sugiarto, S.I.P.
4 Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Ir. Restuardy Daud, M.Sc
Kemendagri
5 Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Dra. Haiyani Rumondang, MA
Ketenagakerjaan dan Keselamatan Kesehatan
Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Republik
Indonesia
6 Direktur P2PM Kemenkes dr. Ina Agustina Isturini, M.K.M.
7 Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial/DJRS Dr. Ir. Harry Hikmat, M.Si.
Kementerian Sosial
8 Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Putu Anom Agustina, S.IP., M.Si.
Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali
9 Kepala Badan Perencanaan Pembangunan I Wayan Wiasthana Ika Putra
Daerah Provinsi Bali
10 Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar Prov. dr. Anak Agung Ayu Agung
Bali Candrawati, M.Kes.
11 Kepala Dinas Kesehatan Kab. Bantul Prov. DIY dr. Agus Tri Widiyantara, M.M.R.
12 Ketua Badan Amil Zakat RepubIik Indonesia Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA
13 International Labour Organization dr. Rafael Nanda R., MKK
14 Kepala Desa Terpilih di Kota Denpasar, Bali.
15 PJK3 PT. Indonesia Power di Prov. Bali
Total 215 Orang
11. SPESIFIKASI MUTU
Spesifikasi Paket Meeting
Pertemuan Nasional Terkait Peran Desa, Tempat Kerja (Workplace), Dinas Sosial dan
Institusi BAZNAS dalam Penanggulangan AIDS-Tuberculosis-Malaria (ATM)
1. Jumlah Peserta 215 orang, untuk paket meeting fullboard single 13 orang, fullboard
twin 196 orang dan Fullday Meeting 6 orang.
2. Fasilitas Ruangan Pertemuan :
a. Ruang pertemuan utama dengan kapasitas minimal 400 orang
b. 1 (satu) Ruang pertemuan terpisah dengan kapasitas 50
c. Ruangan untuk panitia
d. Ruang tunggu VIP
e. Meja dan Kursi registrasi untuk 8 Orang
f. Panggung dan podium disediakan ketika acara hari pertama saat pembukaan dan
hari terakhir saat penutupan
g. Fasilitas diatas panggung meja panjang dengan jumlah kursi 6 orang
h. Pada saat pembukaan akan dilakukan Set up Round table
i. Pada hari kegiatan akan dilakukan Set up classroom
j. TV Matador untuk monitor dari atas Panggung
k. Free Akses Wifi
l. Peralatan Zoom Meeting (Kamera,sound system, Microphone Wireless 6 buah,
Kabel Rol tiap meja, layar standar dan proyektor
m. Fasilitas ATK (Notepad, Pulpen/pencil)
n. Permen penyegar & air mineral
o. Petugas hotel di setiap ruangan
p. Menu Makanan Halal + BBQ
3. Fasilitas Kamar : sarapan, wifi gratis, fasilitas pembuat teh dan kopi, dua botol air
mineral, safe deposit box, mini bar.
Paket Meeting dengan rincian berikut:
Hari Paket Fullboard Jumlah Peserta
Lunch, 2x Coffee Break (diberikan saat 209
I
Pembukaan), Dinner, Kamar
Breakfast, Coffee Break 1, Lunch, Coffee 209
II
Break 2, Dinner, Kamar
II Coffee Break 1, Lunch, Coffee Break 2, 6
Breakfast, Coffee Break 1, Lunch, Coffee 209
III
Break 2, Dinner, Kamar
IV Breakfast 209
a. Rincian paket meeting
Jumlah Jumlah
Tanggal Jenis Jumlah Orang
Hari (Rp)
Rp. 1,-
29 April – Paket Meeting 13 orang
02 Mei Fullboard 3 Hari
2025 (Single)
29 April – Paket Meeting 196 Orang
02 Mei Fullboard 3 Hari
2025 (Twin Shared)
30 April Paket Meeting 1 Hari 6 Orang
2025 Fullday
Total Rp. 1,-
PPK Hibah
Biro Perencanaan dan Anggaran
Lampiran 1
JADWAL ACARA PERTEMUAN NASIONAL
TERKAIT PERAN DESA, TEMPAT KERJA (WORKPLACE), DINAS SOSIAL & INSTITUSI
BAZNAS DALAM PENANGGULANGAN AIDS-TUBERCULOSIS-MALARIA (ATM)
HARI KE – 1
(Selasa, 29 April 2025)
Waktu (WIB) Materi/Deskripsi Narasumber/PIC
16.00 - 18.30 150’ Registrasi Peserta Panitia (RSSH Adinkes)
18.00 - 18.10 10’ Pembukaan Panitia (RSSH Adinkes)
18.10 - 20.25 135’ Materi Panel ● dr. M. Subuh, MPPM
● Pengantar Pertemuan: Profil (Ketua Umum PP ADINKES)
Kontribusi Dana Desa, Tempat Kerja
(Workplace), Dinas Sosial dan Institusi
Baznas RI dalam Penanggulangan AIDS
- TBC - Malaria (ATM) (60’)
● Pemantauan Anggaran Dana ● H. Yandri Susanto,
Desa dalam Pencegahan dan S.Pt., M.Pd. (Menteri Desa dan
Pengendalian Penyakit (60’) Pembangunan Daerah
Tertinggal Republik Indonesia)
● Moderator
● Diskusi (15’)
Launching Award 2025 & Launching Panitia (RSSH Adinkes)
20.25 - 21.00 35’ Buku Pedoman Dana Desa untuk ATM
HARI KE – 2
(Rabu, 30 April 2025)
Waktu (WIB) Materi/Deskripsi Narasumber/PIC
07.50 – 08.00 10’ Pengisian Pre - Test Panitia (RSSH Adinkes)
08.00 – 10.15 135’ Diskusi Panel ● Ir. Restuardy Daud,
● Peran Kemendagri mendorong M.Sc. (Direktur Jenderal Bina
Penganggaran Daerah untuk Pembangunan Daerah,
Pengendalian AIDS-TBC-Malaria (ATM) Kemendagri)
serta hasil monitoring besaran anggaran
ATM Tahun 2025 pada SIPD (60’)
● Fasilitasi Desa dalam
Pembangunan Kesehatan serta ● Drs. FX Nugroho Setijo
Pemantauan Anggaran Desa untuk Nagoro, M.Si (Dirjen
AIDS-Tuberkulosis-Malaria tahun 2024 Percepatan Pembangunan
dan rencana pemantauan tahun 2025 Daerah Tertinggal (PPDT)
(60’) Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi)
● Diskusi (15’) ● Moderator
10.15 - 10.25 10’ Coffee Break
10.25 - 12.40 135’ Diskusi Panel ● Putu Anom Agustina,
● Peran Dinas Pemberdayaan S.IP., M.Si. (Kepala Dinas
Masyarakat dalam Mobilisasi Dana Pemberdayaan Masyarakat,
Desa untuk AIDS – TBC – Malaria Desa, Kependudukan dan
(ATM) (60’) Catatan Sipil Provinsi Bali)
● Mobilisasi Peran Sektor dan CSR ● I Wayan Wiasthana Ika
dalam Penanggulangan ATM oleh Putra (Kepala Badan
Kepala Bappeda Provinsi Bali (60’) Perencanaan Pembangunan
Daerah Provinsi Bali)
● Moderator
● Diskusi (15’)
12.40 - 13.25 45’ ISHOMA
13.25 - 14.25 60’ Pengalaman Baik (Best Practice) Kepala Desa Terpilih di
Pelaksanaan dan Penganggaran Provinsi Bali
Percepatan ATM di desa serta contoh
TOR dan RAB Kegiatan ATM di Desa
14.25 - 14.35 10’ Coffee Break
14.35 - 17.50 195’ Materi Panel ● Dra. Haiyani
● Peran serta dan Partisipasi Rumondang, MA. (Ditjen
Perusahaan terhadap Program AIDS, Binwasnaker & K3,
Tuberkulosis, Malaria terkait Kementerian Ketenagakerjaan
Pengawasan Kemenaker (Implementasi Republik Indonesia)
Permenaker RI No. 13 Tahun 2022
tentang Penanggulangan TBC di
Tempat Kerja dan Kemenaker No. Kep.
68/Men/IV/2004 Tentang Pencegahan
dan Penanggulangan HIV/AIDS di
Tempat Kerja) (60’)
● E-Learning dan Penerapan
AIDS-TC-Malaria (ATM) di Tempat Kerja ● dr. Rafael Nanda R,
(60’) MKK (International Labour
Organization/ILO)
● Pencegahan dan
Penanggulangan AIDS-TBC-Malaria ● PJK3 PT. Indonesia
(ATM) di Tempat Kerja (60’) Power di Prov. Bali
● Diskusi (15’)
● Moderator
17.50 - 18.45 55’ ISHOMA
18.45 - 21.00 135’ Materi Panel ● dr. Anak Agung Ayu
● Pengalaman Baik (Best Practice) Agung Candrawati, M.Kes
Pelaksanaan dan Penganggaran Social (Kepala Dinas Kesehatan Kota
Contracting di Kota Denpasar (60’) Denpasar Prov. Bali)
● Pengalaman Baik (Best Practice)
Pelaksanaan dan Penganggaran Social ● dr. Agus Tri
Contracting di Kabupaten Bantul (60’) Widiyantara, M.M.R. (Kepala
Dinas Kesehatan Kab. Bantul
● Diskusi (15’) Prov. DIY)
● Moderator
HARI KE – 2 KELAS AFA
(Rabu, 30 April 2025)
08.00 - 10.00 120’ Evaluasi Hasil Audit Eksternal 2024 Internal Control
(2 Jam oleh IC)
10.00 - 10.15 15’ Coffee Break
10.15 - 12.00 105’ Pelatihan Aplikasi Pajak Coretax KPP Pratama Setiabudi
(3 Jam oleh KPP)
12.00 - 13.00 60’ ISHOMA
13.00 - 15.00 120’ Update tools dan penginputan data Tim Monev
monev
15.00 - 15.16 15’ Coffee Break
15.15-17.00 165’ Pelatihan penyegaran penginputan data Tim Monev
1K, 1K Kemitraan dan 1K Realisasi
11.25 - 12.25 60’ ISOMA
11.25 - 12.25 120’ Pelatihan penyegaran penginputan data Tim Monev
1K, 1K Kemitraan dan 1K Realisasi
HARI KE – 3
(Kamis, 1 Mei 2025)
Waktu (WIB) Materi/Deskripsi Narasumber/PIC
08.00 - 11.25 205’ Materi Panel ● dr. Ina Agustina
● Arah Kebijakan DAK Kesehatan Isturini, M.K.M (Direktur P2P
dalam Pembangunan Kesehatan di Kementerian Kesehatan)
Daerah: Kegiatan Prioritas
Penanggulangan AIDS - Tuberculosis-
Malaria di Daerah untuk Tahun 2025 -
2026 (60’)
● Kemitraan dan Kolaborasi dalam ● Dr. Ir. Harry Hikmat,
Mengatasi Masalah Kesehatan M.Si. (Direktur Jenderal
Masyarakat Penderita AIDS-TBC- Rehabilitasi Sosial/DJRS
Malaria (60’) Kementerian Sosial)
● Coffee Break (10’)
● Dukungan Kontribusi dan ● Prof. Dr. KH. Noor
Kolaborasi Baznas terhadap Program Achmad, MA (Kepala Badan
ATM (60’) Amil Zakat Republik Indonesia)
● Moderator
● Diskusi (15’)
11.25 - 12.25 60’ ISHOMA Panitia (RSSH Adinkes)
12.25 - 14.25 120’ Diskusi Kelompok dan Paparan untuk Panitia (RSSH Adinkes)
RTL
14.25 - 15.25 10’ Coffee Break Panitia (RSSH Adinkes)
15.25 - 18.00 155’ Diskusi Kelompok dan Paparan untuk Panitia (RSSH Adinkes)
RTL
HARI KE – 3 KELAS AFA
(Kamis, 1 Mei 2025)
11.25 - 12.25 120’ Penginputan data 1K, 1K Kemitraan dan Tim Monev
1K Realisasi
11.25 - 12.25 15’ COFFEE BREAK
11.25 - 12.25 75’ Penginputan data 1K, 1K Kemitraan dan Tim Monev
1K Realisasi
11.25 - 12.25 60’ ISHOMA
12.25 - 18.00 285’ Bergabung dengan PC untuk Diskusi Panitia (RSSH Adinkes)
Kelompok dan Paparan untuk RTL
HARI KE – 4
(Jumat, 02 Mei 2025)
Waktu (WIB) Materi/Deskripsi Narasumber/PIC
08.00 - 08.30 30’ Pengisian Post – Test dan Evaluasi Tim RSSH
Kegiatan
08.30 - 10.30 120’ Penetapan Tindak Lanjut (Strategi Dana Tim RSSH
Desa, Tempat Kerja, Dinas Sosial dan
Institusi Baznas untuk PP ATM) dan
Penutupan
10.30 - 10.40 10’ Coffee Break
10.40 - 12.00 80’ Rangkuman Pertemuan & Penutupan Ketua Umum Adinkes
Pertemuan