Paket Meeting Pertemuan Evaluasi Sero Survei 2021-2023 Kegiatan Sero Survei Antibodi Sars-Cov-2 Berbasis Komunitas Di Indonesia Tahun 2023

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 47179047
Date: 9 March 2023
Year: 2023
KLPD: Kementerian Kesehatan
Work Unit: Kantor Pusat Sekretariat Jenderal
Procurement Type: Jasa Lainnya
Method: Pengadaan Langsung
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 450,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 450,000,000
Winner (Pemenang): PT Sunindo Primaland
NPWP: 0*6**7****42**2
RUP Code: 41666026
Work Location: Yogyakarta - Yogyakarta (Kota)
Participants: 1
Attachment
KERANGKA  ACUAN KEGIATAN                             
Paket Meeting Pertemuan Evaluasi Sero Survei 2021-2023 Kegiatan Sero Survei
   Antibodi SARS-CoV-2 Berbasis Komunitas di Indonesia Tahun 2023         
                                                                          
    A. Pendahuluan                                                        
             Coronavirus Disease (COVID-19) merupakan penyakit infeksi SARS-
      CoV-2. Kasus Coronavirus Disease (COVID-19) pertama kali diketahui pada awal
                                                                          
      bulan Desember 2019 di Kota Wuhan Provinsi Hubei Tiongkok. Hasil identifikasi
      penyebab infeksi yaitu virus corona jenis baru yang belum pernah ada
      sebelumnya.1 WHO memberi nama virus tersebut Severe acute respiratory
      syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dan nama penyakitnya dikenal dengan
                                                                          
      Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).2 Pada tanggal 11 Maret 2020 WHO
      menetapkan COVID-19 sebagai pandemi.3                               
             Secara global, jumlah kasus baru mingguan cukup stabil di sekitar 3%
      selama minggu ke 28 November sampai dengan 4 Desember 2022 dibandingkan
      dengan minggu sebelumnya dengan kisaran 3 juta kasus baru yang dilaporkan.
                                                                          
      Jumlah kematian mengalami penurunan sebesar 17% dibandingkan dengan 
      minggu sebelumnya. Pada bulan Desember 2022, sebanyak 647 kasus konfirmasi
      dan 6.6 kematian dilaporkan secara global.                          
             Pandemi telah berlangsung selama tiga tahun, dengan berbagai cara
                                                                          
      agar dapat menangani infeksi yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Berbagai
      penelitian baik di tatalaksana sampai dengan pencegahan dengan vaksinasi sudah
      dilakukan. Hampir seluruh dunia telah melakukan vaksinasi. Salah satu upaya
      pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian vaksinasi, karena
      penyebaran COVID-19 sangat cepat maka diperlukan vaksin yang efektif dan aman
                                                                          
      dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi COVID-19.7 Sebanyak 92,6%
      penduduk Indonesia telah mendapatkan vaksinasi tahap pertama, dan 72,02%
      telah mendapatkan vaksinasi tahap kedua. Herd immunity atau disebut juga
      sebagai kekebalan populasi adalah kekebalan yang didapat dari vaksinasi ataupun
                                                                          
      infeksi sebelumnya di suatu masyarakat. WHO sendiri mendukung tercapainya
      herd immunity melalui vaksinasi agar suatu penyakit tidak tersebar dalam populasi.
      Untuk mencapai herd immunity ini dibutuhkan vaksinasi sesuai proporsi
      masyarakat. Proporsi masyarakat yang divaksinasi untuk mencapai herd immunity
      berbeda untuk tiap penyakit. Misalnya untuk campak, baru tercapai herd immunity
                                                                          
      apabila populasi yang divansinasi mencapai 95%.8                    
             Hasil sero survei antibodi SARS-CoV-2 yang dilaksanakan oleh 
      Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, dan Fakultas Kesehatan
      Masyarakat Universitas Indonesia pada November – Desember tahun 2021
                                                                          
      menunjukkan bahwa proporsi penduduk dengan antibodi SARS-CoV-2 lebih tinggi
      di wilayah aglomerasi dibandingkan dengan wilayah non aglomerasi. Selain itu,
      sebanyak 72,8% penduduk di Indonesia yang belum divaksinasi dan belum pernah
      terdeteksi COVID-19 telah memiliki antibodi SARS-CoV-2. Survei tersebut juga
      menunjukkan bahwa proporsi penduduk yang sudah mempunyai antibodi SARS-
      CoV-2 cukup tinggi pada semua kelompok umur. Pada anak-anak kelompok usia
      1-11 tahun, sebanyak 71,6% telah memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2,
                                                                          
      sedangkan pada usia 12-18 tahun yang belum divaksin menunjukkan proporsi yang
      lebih tinggi yaitu sebesar 75,7%. Proporsi penduduk yang memiliki titer antibodi
      SARS-CoV-2 tertinggi ditemukan pada kelompok usia 19-29 tahun, yaitu sebesar
      90,8%.                                                              
                                                                          
             Sero survei SARS-CoV-2 ketiga di Indonesia yang dilakukan pada bulan
      Juli 2022 menunjukkan sebagian besar penduduk telah memiliki antibodi SARS-
      CoV-2 (98,5%; CI 95% 98.0-98.8) (gambar 4). Prevalensi ini lebih tinggi
      dibandingkan dengan studi sebelumnya yang pernah dilakukan di Jakarta, Jawa
      Timur, dan Yogyakarta pada tahun 2020 dan awal 2021, bahkan meningkat sekitar
                                                                          
      10% bila dibandingkan dengan sero survei antibodi SARS-CoV-2 yang sama yang
      dilakukan pada responden yang sama pada Desember 2021. Bila dibandingkan
      dengan negara lain, maka prevalensi penduduk dengan antibodi SARS-CoV-2 pada
      serosurvei ketiga hampir sama dengan hasil serosurvei di India yang dilakukan
                                                                          
      pada akhir tahun 2021. Kenaikan kadar antibodi ini dapat disebabkan oleh
      vaksinasi, infeksi, re-infeksi maupun breakthrough infeksi. Kenaikan kadar antibodi
      SARS-CoV-2 karena infeksi dapat dilihat pada kelompok yang belum mendapatkan
      vaksinasi, yaitu sebesar 963,4, U/ml, lebih rendah bila dibandingkan dengan kadar
      antibodi penduduk yang mendapatkan vaksinasi 1,2 dan booster, masing-masing
                                                                          
      sebesar 1682,0 U/ml, 1852,0 U/ml, dan 4496,0 U/ml .                 
             Beberapa studi melaporkan adanya penurunan imunitas (waning  
      immunity) vaksin COVID-19, yaitu antara lain: Levin E.G, et al. (2021) melaporkan
      adanya penurunan respon humoral pada individu yang telah menerima dosis kedua
                                                                          
      vaksin BNT162b2 (Pfizer-BioNTech) di Israel, terutama pada laki-laki, di antara
      orang-orang berusia 65 tahun atau lebih, dan orang-orang dengan imunosupresi.9
      Hasil yang serupa, didapatkan pada studi yang dilakukan pada 231 tenaga
      Kesehatan di Belgia yang telah mendapatkan dua dosis regimen vaksin BNT162b2
      (Pfizer-BioNTech)10 , di Estonia11 dan Qatar12. Studi yang dilakukan di China
                                                                          
      pada partisipan uji klinik vaksin Coronavac menunjukkan adanya penurunan titer
      antibodi netralisasi setelah 6-8 bulan pemberian dua dosis vaksin Coronavac.13
      Hasil ini serupa dengan yang dilaporkan oleh studi yang dilakukan di Thailand,
      dimana menunjukkan penurunan titer antibodi 3 bulan setelah pemberian dua dosis
                                                                          
      Coronavac.14                                                        
             Jumlah kasus COVID-19 terkonfirmasi maupun infeksi subklinis tanpa
      gejala, status vaksinasi penduduk, dan sifat alami antibodi COVID-19 yang
      bertahan beberapa bulan, mempengaruhi profil antibodi penduduk Indonesia.
      Survei serologi dilaksanakan sebagai upaya untuk mengetahui kekebalan di tingkat
                                                                          
      populasi sehingga dapat menjadi dasar rencana pengendalian pandemi  
      berkelanjutan. Selain itu dengan mengetahui kekebalan di populasi berdasarkan
      umur, jenis kelamin, dan wilayah dapat menjadi basis kebijakan untuk program
      vaksinasi yang akan datang.                                         
             Hasil pemeriksaan titer antibodi pada sero survei ini akan dibandingkan
                                                                          
      dengan hasil serosurvei COVID-19 yang dilakukan pada sero survei sebelumnya
      sehingga dapat dilihat perubahan titer antibodi dari waktu ke waktu. Untuk
      mengetahui status imunitas masyarakat maka akan dilakukan pemeriksaan antibodi
      kuantitatif. Metode pemeriksaan yang akan digunakan menggunakan Electro-
                                                                          
      Chemiluminescence Immunoassay (ECLIA) Anti-SARS-CoV-2. Studi serosurvei ini
      dirancang sebagai kajian cepat untuk menentukan dasar kebijakan pemerintah
      dalam pengendalian COVID-19.                                        
                                                                          
    B. Sumber Pendanaan                                                   
                                                                          
             Paket Meeting Pertemuan Evaluasi Sero Survei 2021-2023 Kegiatan Sero
      Survei Antibodi SARS-CoV-2 Berbasis Komunitas di Indonesia Tahun    
      2023menggunakan pendanaan Dana Hibah world Bank (DFAT Trust Fund) TA
      2022 - 2023 pada Satuan Kerja Biro Keuangan dan BMN dengan Pagu Rp. 
                                                                          
      450.000.000                                                         
                                                                          
    C. Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan                                 
      Paket Meeting Pertemuan Evaluasi Sero Survei 2021-2023 Kegiatan Sero Survei
      Antibodi SARS-CoV-2 Berbasis Komunitas di Indonesia Tahun 2023 memiliki
                                                                          
      jangka waktu pengerjaan sejak penandatanganan kontrak selama 4 (empat) hari
      kalender.                                                           
                                                                          
    D. Spesifikasi                                                        
                                                                          
      Paket Meeting Pertemuan Evaluasi Sero Survei 2021-2023 Kegiatan Sero Survei
      Antibodi SARS-CoV-2 Berbasis Komunitas di Indonesia Tahun 2023 terlampir.
                                                                          
    E. Lingkup Pekerjaan                                                  
     Lingkupnya Paket Meeting Pertemuan Evaluasi Sero Survei 2021-2023 Kegiatan
                                                                          
     Sero Survei Antibodi SARS-CoV-2 Berbasis Komunitas di Indonesia Tahun 2023
     Menyediakan Paket Pertemuan lengkap dengan kamar untuk menginap, ruang rapat
     pertemuan, makan dan snack serta perlengkapan pendukung lainnya yang 
     tercantum dalam spesifikasi teknis.                                  
                                                                          
                                                                          
                                                                          
    F. Metode Pelaksanaan                                                 
      Paket Meeting Pertemuan Evaluasi Sero Survei 2021-2023 Kegiatan Sero Survei
      Antibodi SARS-CoV-2 Berbasis Komunitas di Indonesia Tahun 2023 dilaksanakan
                                                                          
      dengan metode pengadaan yang dikecualikan.                          
    G. Kualifikasi Penyedia                                               
      Persyaratan yang diperlukan sebagai penyedia adalah Mempunyai pengalaman
      dibidang Paket Meeting Fullboard Pertemuan sesuai spesifikasi teknis yang
                                                                          
      diminta.                                                            
                                                                          
    H. Keluaran                                                           
      Keluaran yang diminta dari penyedia adalah terpenuhinya kebutuhan Paket
                                                                          
      Meeting Pertemuan Evaluasi Sero Survei 2021-2023 Kegiatan Sero Survei Antibodi
      SARS-CoV-2 Berbasis Komunitas di Indonesia Tahun 2023 sesuai jumlah, kualitas
      dan waktu yang ditentukan.                                          
                                                                          
    I. Penutup                                                            
                                                                          
      Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan pedoman standart yang harus dipenuhi
      oleh penyedia barang/jasa.                                          
                                     Pejabat Pembuat Komitmen             
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                     Budiyanto, ST, M.Tr.AP               
                                     NIP. 198204262010121004