KERANGKA ACUAN KEGIATAN
Paket Meeting Pertemuan Evaluasi Sero Survei 2021-2023 Kegiatan Sero Survei
Antibodi SARS-CoV-2 Berbasis Komunitas di Indonesia Tahun 2023
A. Pendahuluan
Coronavirus Disease (COVID-19) merupakan penyakit infeksi SARS-
CoV-2. Kasus Coronavirus Disease (COVID-19) pertama kali diketahui pada awal
bulan Desember 2019 di Kota Wuhan Provinsi Hubei Tiongkok. Hasil identifikasi
penyebab infeksi yaitu virus corona jenis baru yang belum pernah ada
sebelumnya.1 WHO memberi nama virus tersebut Severe acute respiratory
syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dan nama penyakitnya dikenal dengan
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).2 Pada tanggal 11 Maret 2020 WHO
menetapkan COVID-19 sebagai pandemi.3
Secara global, jumlah kasus baru mingguan cukup stabil di sekitar 3%
selama minggu ke 28 November sampai dengan 4 Desember 2022 dibandingkan
dengan minggu sebelumnya dengan kisaran 3 juta kasus baru yang dilaporkan.
Jumlah kematian mengalami penurunan sebesar 17% dibandingkan dengan
minggu sebelumnya. Pada bulan Desember 2022, sebanyak 647 kasus konfirmasi
dan 6.6 kematian dilaporkan secara global.
Pandemi telah berlangsung selama tiga tahun, dengan berbagai cara
agar dapat menangani infeksi yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Berbagai
penelitian baik di tatalaksana sampai dengan pencegahan dengan vaksinasi sudah
dilakukan. Hampir seluruh dunia telah melakukan vaksinasi. Salah satu upaya
pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian vaksinasi, karena
penyebaran COVID-19 sangat cepat maka diperlukan vaksin yang efektif dan aman
dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi COVID-19.7 Sebanyak 92,6%
penduduk Indonesia telah mendapatkan vaksinasi tahap pertama, dan 72,02%
telah mendapatkan vaksinasi tahap kedua. Herd immunity atau disebut juga
sebagai kekebalan populasi adalah kekebalan yang didapat dari vaksinasi ataupun
infeksi sebelumnya di suatu masyarakat. WHO sendiri mendukung tercapainya
herd immunity melalui vaksinasi agar suatu penyakit tidak tersebar dalam populasi.
Untuk mencapai herd immunity ini dibutuhkan vaksinasi sesuai proporsi
masyarakat. Proporsi masyarakat yang divaksinasi untuk mencapai herd immunity
berbeda untuk tiap penyakit. Misalnya untuk campak, baru tercapai herd immunity
apabila populasi yang divansinasi mencapai 95%.8
Hasil sero survei antibodi SARS-CoV-2 yang dilaksanakan oleh
Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, dan Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Indonesia pada November – Desember tahun 2021
menunjukkan bahwa proporsi penduduk dengan antibodi SARS-CoV-2 lebih tinggi
di wilayah aglomerasi dibandingkan dengan wilayah non aglomerasi. Selain itu,
sebanyak 72,8% penduduk di Indonesia yang belum divaksinasi dan belum pernah
terdeteksi COVID-19 telah memiliki antibodi SARS-CoV-2. Survei tersebut juga
menunjukkan bahwa proporsi penduduk yang sudah mempunyai antibodi SARS-
CoV-2 cukup tinggi pada semua kelompok umur. Pada anak-anak kelompok usia
1-11 tahun, sebanyak 71,6% telah memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2,
sedangkan pada usia 12-18 tahun yang belum divaksin menunjukkan proporsi yang
lebih tinggi yaitu sebesar 75,7%. Proporsi penduduk yang memiliki titer antibodi
SARS-CoV-2 tertinggi ditemukan pada kelompok usia 19-29 tahun, yaitu sebesar
90,8%.
Sero survei SARS-CoV-2 ketiga di Indonesia yang dilakukan pada bulan
Juli 2022 menunjukkan sebagian besar penduduk telah memiliki antibodi SARS-
CoV-2 (98,5%; CI 95% 98.0-98.8) (gambar 4). Prevalensi ini lebih tinggi
dibandingkan dengan studi sebelumnya yang pernah dilakukan di Jakarta, Jawa
Timur, dan Yogyakarta pada tahun 2020 dan awal 2021, bahkan meningkat sekitar
10% bila dibandingkan dengan sero survei antibodi SARS-CoV-2 yang sama yang
dilakukan pada responden yang sama pada Desember 2021. Bila dibandingkan
dengan negara lain, maka prevalensi penduduk dengan antibodi SARS-CoV-2 pada
serosurvei ketiga hampir sama dengan hasil serosurvei di India yang dilakukan
pada akhir tahun 2021. Kenaikan kadar antibodi ini dapat disebabkan oleh
vaksinasi, infeksi, re-infeksi maupun breakthrough infeksi. Kenaikan kadar antibodi
SARS-CoV-2 karena infeksi dapat dilihat pada kelompok yang belum mendapatkan
vaksinasi, yaitu sebesar 963,4, U/ml, lebih rendah bila dibandingkan dengan kadar
antibodi penduduk yang mendapatkan vaksinasi 1,2 dan booster, masing-masing
sebesar 1682,0 U/ml, 1852,0 U/ml, dan 4496,0 U/ml .
Beberapa studi melaporkan adanya penurunan imunitas (waning
immunity) vaksin COVID-19, yaitu antara lain: Levin E.G, et al. (2021) melaporkan
adanya penurunan respon humoral pada individu yang telah menerima dosis kedua
vaksin BNT162b2 (Pfizer-BioNTech) di Israel, terutama pada laki-laki, di antara
orang-orang berusia 65 tahun atau lebih, dan orang-orang dengan imunosupresi.9
Hasil yang serupa, didapatkan pada studi yang dilakukan pada 231 tenaga
Kesehatan di Belgia yang telah mendapatkan dua dosis regimen vaksin BNT162b2
(Pfizer-BioNTech)10 , di Estonia11 dan Qatar12. Studi yang dilakukan di China
pada partisipan uji klinik vaksin Coronavac menunjukkan adanya penurunan titer
antibodi netralisasi setelah 6-8 bulan pemberian dua dosis vaksin Coronavac.13
Hasil ini serupa dengan yang dilaporkan oleh studi yang dilakukan di Thailand,
dimana menunjukkan penurunan titer antibodi 3 bulan setelah pemberian dua dosis
Coronavac.14
Jumlah kasus COVID-19 terkonfirmasi maupun infeksi subklinis tanpa
gejala, status vaksinasi penduduk, dan sifat alami antibodi COVID-19 yang
bertahan beberapa bulan, mempengaruhi profil antibodi penduduk Indonesia.
Survei serologi dilaksanakan sebagai upaya untuk mengetahui kekebalan di tingkat
populasi sehingga dapat menjadi dasar rencana pengendalian pandemi
berkelanjutan. Selain itu dengan mengetahui kekebalan di populasi berdasarkan
umur, jenis kelamin, dan wilayah dapat menjadi basis kebijakan untuk program
vaksinasi yang akan datang.
Hasil pemeriksaan titer antibodi pada sero survei ini akan dibandingkan
dengan hasil serosurvei COVID-19 yang dilakukan pada sero survei sebelumnya
sehingga dapat dilihat perubahan titer antibodi dari waktu ke waktu. Untuk
mengetahui status imunitas masyarakat maka akan dilakukan pemeriksaan antibodi
kuantitatif. Metode pemeriksaan yang akan digunakan menggunakan Electro-
Chemiluminescence Immunoassay (ECLIA) Anti-SARS-CoV-2. Studi serosurvei ini
dirancang sebagai kajian cepat untuk menentukan dasar kebijakan pemerintah
dalam pengendalian COVID-19.
B. Sumber Pendanaan
Paket Meeting Pertemuan Evaluasi Sero Survei 2021-2023 Kegiatan Sero
Survei Antibodi SARS-CoV-2 Berbasis Komunitas di Indonesia Tahun
2023menggunakan pendanaan Dana Hibah world Bank (DFAT Trust Fund) TA
2022 - 2023 pada Satuan Kerja Biro Keuangan dan BMN dengan Pagu Rp.
450.000.000
C. Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan
Paket Meeting Pertemuan Evaluasi Sero Survei 2021-2023 Kegiatan Sero Survei
Antibodi SARS-CoV-2 Berbasis Komunitas di Indonesia Tahun 2023 memiliki
jangka waktu pengerjaan sejak penandatanganan kontrak selama 4 (empat) hari
kalender.
D. Spesifikasi
Paket Meeting Pertemuan Evaluasi Sero Survei 2021-2023 Kegiatan Sero Survei
Antibodi SARS-CoV-2 Berbasis Komunitas di Indonesia Tahun 2023 terlampir.
E. Lingkup Pekerjaan
Lingkupnya Paket Meeting Pertemuan Evaluasi Sero Survei 2021-2023 Kegiatan
Sero Survei Antibodi SARS-CoV-2 Berbasis Komunitas di Indonesia Tahun 2023
Menyediakan Paket Pertemuan lengkap dengan kamar untuk menginap, ruang rapat
pertemuan, makan dan snack serta perlengkapan pendukung lainnya yang
tercantum dalam spesifikasi teknis.
F. Metode Pelaksanaan
Paket Meeting Pertemuan Evaluasi Sero Survei 2021-2023 Kegiatan Sero Survei
Antibodi SARS-CoV-2 Berbasis Komunitas di Indonesia Tahun 2023 dilaksanakan
dengan metode pengadaan yang dikecualikan.
G. Kualifikasi Penyedia
Persyaratan yang diperlukan sebagai penyedia adalah Mempunyai pengalaman
dibidang Paket Meeting Fullboard Pertemuan sesuai spesifikasi teknis yang
diminta.
H. Keluaran
Keluaran yang diminta dari penyedia adalah terpenuhinya kebutuhan Paket
Meeting Pertemuan Evaluasi Sero Survei 2021-2023 Kegiatan Sero Survei Antibodi
SARS-CoV-2 Berbasis Komunitas di Indonesia Tahun 2023 sesuai jumlah, kualitas
dan waktu yang ditentukan.
I. Penutup
Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan pedoman standart yang harus dipenuhi
oleh penyedia barang/jasa.
Pejabat Pembuat Komitmen
Budiyanto, ST, M.Tr.AP
NIP. 198204262010121004