KERANGKA ACUAN KERJA
(KAK)
PEKERJAAN
Jasa Konsultan Feasibility Study Gedung Trauma Centre
Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sitanala Tangerang
Tahun 2023
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT
JENDERAL PELAYANAN KESEHATAN
RSUP Dr. SITANALA TANGERANG
Jalan Dr. Sitanala Nomor 99 Kotak Pos 513 Tangerang 15001
TANGERANG
KERANGKA ACUAN KERJA
JASA KONSULTAN FEASIBILITY STUDY GEDUNG TRAUMA CENTRE
RUMAH SAKIT UMUM PUSAT Dr. SITANALA TANGERANG
URAIAN PENDAHULUAN
1. Latar Belakang : 1. Pekerjaan yang direncanakan adalah merupakan
bagian lingkup Kegiatan Konsultan Feasibility Gedung
Trauma Centre Rumah Sakit Umum Pusat dr Sitanala
2. Pengguna Anggaran adalah Rumah Sakit Umum
Pusat dr. Sitanala Tangerang yang dalam hal ini adalah
Rumah Sakit Umum Pusat dr. Sitanala Tangerang
2. Maksud dan Tujuan : 1. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk
bagi Konsultan Perencana yang memuat masukan,
azas, kriteria, keluaran, dan proses yang harus
dipenuhi dan diperhatikan serta diinterprestasikan ke
dalam tugas Perencana.
2. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan
Feasibility Gedung Trauma Centre dapat
melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk
menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini.
3. Tujuan kegiatan yaitu memberikan penjelasan
serta saran penyelesaian terhadap Perencana dalam
pembangunan Gedung Trauma Centre..
3. Sasaran : Sasaran dari Feasibility Study Gedung Trauma Center :
a. Teridentifikasinya berbagai aspek pendukung
kinerja Rumah Sakit.
b. Terumuskannya berbagai hal spesifik dari setiap
kegiatan kinerja Rumah Sakit serta dampaknya
terhadap daerah Provinsi Banten
c. Terumuskannya berbagai alternatif
rekomendasi/usulan mengenai tata cara
pengelolaan dan Jasa Feasibility Study Gedung
Trauma Center:
Kelembagaan/ Kewenangan instansi
Persyaratan teknis dan Administrasi
Tata cara pengelolaan
4. Lokasi Kegiatan : RSUP Dr. Sitanala Tangerang
5. Sumber : A Biaya Jasa Konsultan :
Pendanaan 1. Untuk pekerjaan ini diperlukan pagu biaya Rp.
159.816.000 (Seratus Lima Puluh Sembilan Juta
Delapan Ratus Enam Belas Ribu Rupiah) termasuk
pajak dan mengikuti pedoman teknis dalam Peraturan
Menteri Pekerjaan Umum No. 22/PRT/M/2018 tentang
Pembangunan Bangunan Gedung Negara.
2. Biaya pekerjaan Jasa Konsultan Feasibility Gedung
Trauma Centre dan tata cara pembayaran diatur
secara kontraktual setelah melalui tahapan proses
pengadaan jasa konsultansi Feasibility Gedung
Trauma Centre sesuai peraturan yang berlaku terdiri
dari
a. honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang.
b. materi dan penggandaan laporan.
c. pembelian bahan dan ATK.
d. pembelian atau sewa peralatan.
e. biaya rapat-rapat.
f. biaya perjalanan (lokal)
g. jasa dan overhead Perencana.
h. biaya komunikasi.
i. biaya dokumentasi.
j. pajak dan iuran daerah lainnya.
Pembayaran biaya Konsultan Feasibility Gedung
Trauma Centre didasarkan pada hasil-hasil laporan
yang telah dibuat.
3.
B. Sumber Dana: DIPA RSUP dr. Sitanala Tangerang
Tahun Anggaran 2023
Jasa Konsultan Feasibility Gedung Trauma Centre
Rumah Sakit Umum Pusat dr. Sitanala Tangerang
6. Nama dan : 1 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) : Femby Maulazat
Organisasi Pejabat Tarba, S.Kom
Pembuat Komitmen 2. Nama Kegiatan : Jasa Konsultan Feasibility Gedung
(PPK) Trauma Centre Rumah Sakit Umum Pusat dr. Sitanala
Tangerang,
3. Alamat : JI. DR. Sitanala No. 99 Karang Sari, Kec.
Neglasari, Kota Tangerang, Banten 15121
7. Ruang : Lingkup pekerjaan feasibility study rumah sakit yaitu :
Lingkup a. Persiapan
b. Survey lapangan
c. Fakta dan analisis
d. Penyusunan rancangan rencana
8. Metodologi : Melakukan pengkajian terhadap kondisi Rumah Sakit, faktor sosial-
ekonomi, tingkat aksesibility dan kebutuhan (Demand) serta faktor
keamanan, kenyamanan dan faktor pendukung lainnya. Pengkajian ini
dimaksudkan untuk melihat potensi dan kecenderungan
perkembangan kebutuhan (Demand) serta ketersediaan pelayanan
(Supply) rumah sakit.
Tahapan Pekerjaan
a. Persiapan Survei
1. Persiapan dasar berupa pengkajian data/ informasi dan literatur
yang telah ada yang berkaitan dengan study pengembangan
Rumah sakit yang hasilnya dapat berupa asumsi dan hipotesa
mengenai perspektif kondisi Rumah Sakit.
2. Mempersiapkan instrumen survey berupa :
Peta-peta dasar bagi kawasan study
Menyusun daftar data/ informasi yang diperlukan
Menyusun daftar pertanyaan (Quesionaire)
Instrumen dan peralatan lainnya
b. Kegiatan Survei
1. Survey data instansional, berupa pengumpulan perekaman data
dari instansi- instansi. Hasil yang diharapkan adalah uraian, data
angka atau peta mengenai keadaan wilayah, keadaan
kawasan study secara keseluruhan dan wilayah disekitarnya.
2. Survey keadaan rumah sakit yang ada dengan tinjauan :
Peran dan fungsi Rumah Sakit dalam melayani karakteristik
pasien dalam berbagai jenis penyakit.
Kondisi Fasilitas dan tingkat pelayanan kesehatan terhadap
pasien.
3. Survey lapangan untuk menguji data instansional dan untuk
mengetahui keadaan yang sebenarnya, sehingga hasil yang
diharpakan adalah tersusunnya data-data yang mencakup :
Lingkup wilayah (Makro)
Lingkup kawasan study (Mikro) yang perlu dipetakan adalah
penggunaan tanah, kondisi bangunan/ lingkungan, topografi/
kemiringan tanah, geologi/ daya dukung tanah, Hidrologi/
sumber air kondisi jalan dan sanitasi. Disamping itu perlu
ditambahkan data mengenai penggunaan bangunan,
panjang lebar jalan menurut fungsinya, jenis dan kondisi
perkerasan, saluran pengeringan, jaringan utilitas (Listrik, air
bersih dan air limbah dan sebagainya).
Survey objek khusus berupa pengisian daftar pertanyaan
yang diajukan antara lain kepada stage holder.
Observasi dan interview untuk melengkapi survey tersebut
diatas dan untuk memperoleh data/ informasi yang lebih rinci.
c. Kompilasi Data
1. Pekerjaan kompilasi data adalah suatu tahap proses seleksi
data, tabulasi dan pengelompokkan/ mensistematisasikan data
sesuai dengan kebutuhan. Hasil yang diharapkan adalah
tersusunnya Buku Kompilasi data yang disajikan secara
sitematik dan siap untuk di analisis, dilengkapi dengan tabel,
angka-angka, diagram dan peta.
2. Jenis data dan sistematikanya adalah sebagai berikut :
Skala makro (wilayah) mencakup data pokok tentang :
a). Aspek kebijaksanaan regional yang diduga berpengaruh
pada perkembangan rumah sakit.
b). Aspek Kependudukan
c). Aspek perekonomian
d). Aspek Sumber daya alam antara lain :
- Aspek Fasilitas dan pelayanan dan prasarana.
Skala Mikro (Kawasan study) mencakup data pokok tentang
a) Aspek sosial
b) Aspek perekonomian
c) Aspek fisik dasar
d) Aspek tata guna tanah yang secara umum dirinci
menurut jenis-jenis penggunaan.
e) Aspek fasilitas pelayanan
f) Aspek administrasi/ pengelolaan
g) Selain data kuantitatif (angka-angka) juga secara kualitatif
mengenai kondisi eksisting,mengenai potensinya dan
mengenai masalah yang dihadapi.
d. Kegiatan Analisis
Merupakan penilaian terhadap berbagai keadaan yang dilakukan
berdasarkan prinsip-prinsip pendekatan dan metode serta teknis
analisis study yang dapat dipertanggung jawabkan baik secara
ilmiah maupun secara praktis.
Berhubung kegiatan analisis ini merupakan salah satu kunci
keberhasilan penyusunan study, maka sebelum langkah kegiatan
ini dimulai, hendaknya prinsip-prinsip pendekatan dan metode serta
teknis analisis dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tim teknis.
Dalam tahap analisis, hasil yang dihrapkan adalah :
1. Di dalam keseluruhan analisis pada prinsipnya terdapat empat
jenis penilaian umum yaitu :
Analisis keadaan dasar adalah menilai kondisi pada saat
sekarang
Analisis kecenderungan perkembangan yaitu menilai
kecenderungan masa lalu sampai sekarang dan
kemungkinan di masa depan
Analisis sistem kebutuhan ruang yaitu menilai hubungan
ketergantungan antara sub sistem atau antar fungsi dan
pengaruhnya.
Analisis kemampuan pengelolaan, pengawasan dan
personalia baik pada saat sekarang maupun diperlukan di
masa depan.
2. Hal-hal pokok yang dianalisis adalah :
Perkiraan volume kegiatan analisis terhadap study
pengembangan rumah sakit ini akan bergantung pada
perkiraan volume kegiatan pasien yang datang, untuk itu
faktor- faktor penting seperti daya tampung pasien yang
sesuai dengan kebutuhan ruang yang ada dalam
perkembangan waktu beberapa tahun terakhir.
Penentuan elemen kawasan study serta hubungan
fungsionalnya Dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran
mengenai elemen-elemen penting yang menunjang kegiatan
operasional dikawasan study yaitu :
a) Gambaran kegiatan operasional kawasan study
b) Elemen primer dan sekunder dan selain itu diuraikan
mengenai hubungan fungsional secara internal maupun
secara eksternal.
Analisis kebutuhan ruang
Mengenai Cara perhitungan kebutuhan ruang serta hasil
perhitungan kebutuhan ruang.
Penilaian penggunaan ruang yang ada
Analisis penilaian penggunaan yang ada dikawasan study
ini diperlukan untuk memberikan indikasi apakah kebutuhan
fasilitas yang baru dikawasan ini harus dilakukan melalui :
a) Pengaturan peruntukkan lahan kembali
b) Perluasan kawasan yang sudah ada
c) Kedua-duanya
Analisis fisik kawasan study dan sekitarnya melihat pengaruh
kondisi fisik setempat maupun tata guna lahannya terhadap
kemungkinan pengembangan kawasan tersebut meliputi :
a) Kawasan study dan kondisi sekitarnya mengenai
beberapa aspek fisik meliputi : jenis-jenis bangunan,
kondisi lahan (Kontur), batas-batas kawasan study dan
sebagainya.
b) Kawasan study dan kawasan sentra ekonomi yang sudah
ada mengenai aktivitas dan gambaran kawasan sentra
ekonomi yang ada di RSUP Dr. Sitanala Tangerang yang
memiliki akses ke kawasan study.
c) Batas- batas area pengembangan dari hasil analisis
sebelumnya dapat direkomendasikan luas dan lokasi
areal yang memungkinkan untuk digunakan bagi
pengembangan kawasan study.
Analisis Mikro (Kawasan study) meliputi :
a) Analisis perekonomian
b) Analisis khusus unsur-unsur utama kawasan study
e. Kegiatan Penyusunan Rancangan Rencana
Sebelum penyusunan laporan akhir, terlebih dahulu disusun suatu
alternatif rancangan laporan akhir sebagai bahan bahasan.
Rancangan laporan hasil akhir tersebut merupakan rumusan hasil
study.
Rancangan laporan akhir akan memuat :
1. Rumusan tujuan study pengembangan rumah sakit
2. Rumusan kebijaksanaan dasar study mencakup :
Persyaratan penempatan elemen-elemen
Pemilihan areal pengembangan
Analisis tapak pengembangan
3. Rumusan kebijaksanaan dasar yang dijabarkan dalam bentuk
rekomendasi dan konsep-konsep pengembangan meliputi :
Konsep dan pengembangan objek study di masa depan
yang memberikan gambaran sketsa lokasi elemen-elemen
primer.
Rekomendasi dan objek pengembangan
khusus,merupakan konsep yang lebih mendalam baik teknis
maupun programnya.
f. Penyusunan Laporan Akhir
1. Menyempurnakan rancangan laporan akhir sesuai dengan
alternatif yang disarankan/ dirumuskan dalam rapat konsultansi
pemantapan di RSUP Dr. Sitanala Tangeranhg.
2. Menyusun laporan akhir dalam bentuk buku laporan akhir study
pengembangan rumah sakit berisi uraian, keterangan, angka-
angka, dan diagram yang kesemuanya lebih lengkap dari
rancangan laporan akhir.
9. Waktu : Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini diperkirakan 2 (Dua) bulan
Pelaksanaan kalender. Untuk melaksanakan tugas, Konsultan harus mencari sendiri
informasi yang dibutuhkan selain informasi yang diberikan pemberi
tugas dalam pengarahan tugas, konsultan harus memeriksa
kebenaran informasi dalam pelaksanaan tugasnya apabila terjadi
kesalahan informasi maka menjadi tanggung jawab konsultan
perencana, dan untuk melaksanakan tugas ini konsultan perencana
harus menyediakan tenaga ahli yang yang memenuhi kebutuhan
proyek.
10. Tenaga Ahli : Agar menghasilkan output yang optimal, pelaksanaan kegiatan ini
diperlukan keahlian dengan tingkat disiplin ilmu sekurang-kurangnya
setingkat Strata 2 (S2) untuk Team Leader dan Strata 1 (S1) untuk
Tenaga Ahli. Tenaga yang disediakan oleh pelaksana (Konsultan)
harus memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman sesuai
dengan bidangnya. Tenaga Profesional yang dibutuhkan adalah
sebagai berikut :
10.1. Team leader (Ahli Manajemen RS)
Persyaratan :
1. Sarjana (S2) Ahli Manajemen RS (S2 MARS) lulusan
Universitas / Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi
Swasta yang telah terakreditasi.
2. Memiliki NPWP
3. Berpengalaman sebagai Koordinator Penyusunan feasibility
study dan Perencanaan Wilayah minimal 5 tahun.
Tugas dan Tanggung Jawab :
a. Melakukan koordinasi terhadap seluruh pekerjaan yang
dilakukan oleh seluruh anggota tim mulai dari awal hingga
akhir pekerjaan;
b. Memberikan arahan terhadap anggota tim dan juga
melakukan kajian ♠ kajian mengenai pendekatan dalam
menyusun feasibility study rumah sakit.
c. Bertanggungjawab kepada Koordinator Tim dalam
pelaksanaan pekerjaan khususnya di bidang perencanaan
rumah sakit.
d. Bertanggung jawab terhadap keakuratan data, kelengkapan
dan ketepatatan waktu, sesuai Jadwal waktu yang telah
ditetapkan.
10.2. Ahli Landscape
Persyaratan :
1. Sarjana (S1) Teknik Arsitektur atau Arsitektur Landscape
lulusan Universitas / Perguruan Tinggi Negeri atau
Perguruan Tinggi Swasta yang telah terakreditasi.
2. Memiliki NPWP & Sertifikat Keahlian (SKA) dari LPJK.
3. Berpengalaman dalam bidang Desain Landscape suatu
kawasan minimal 4 tahun.
Tugas dan Tanggung Jawab :
a. Berkoordinasi dengan Pimpinan Tim Perencanaan dan para
tenaga ahli lainnya secara rutin dan periodik terkait dengan
kondisi & validasi data lapangan, pengembangan konsep
landscape kawasan, dan strategi teknis desain secara
lengkap.
b. Melakukan analisis kondisi landscape kawasan dan
perancangan landscape kawasan
c. Bertanggung jawab penuh atas hasil perencanaan dan
desainnya sesuai dengan bidang keahlian, baik pada
dokumen tertulis, maupun pada dokumen gambar
tekniknya.
d. Dalam melaksanakan tugas, Ahli Landscape bertanggung
jawab kepada Team Leader.
10.3. Ahli Arsitektur
Persyaratan :
1. Sarjana (S1) Teknik Arsitektur lulusan Universitas /
Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta yang
telah terakreditasi.
2. Memiliki NPWP & Sertifikat Keahlian (SKA) dari LPJK.
3. Berpengalaman dalam bidang Desain Interior dan
Eksterior Perencanaan Gedung Khususnya Gedung
Rumah Sakit minimal 4 tahun.
Tugas dan Tanggung Jawab :
a. Membuat konsep perancangan yang menyangkut eksterior
dan interior bangunan.
b. Bertanggung jawab penuh terhadap seluruh hasil
perumusan konsep desain banguanan gedung serta hal-hal
lainnya yang tekait.
c. Mengkoordinir tenaga drafter dalam membuat gambar kerja.
d. Dalam melaksanakan tugas, Ahli Arsitektur bertanggung
jawab kepada Team Leader.
10.4. Ahli Lingkungan
Persyaratan :
1. Sarjana (S1) Teknik Lingkungan lulusan Universitas /
Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta yang
telah terakreditasi.
2. Memiliki NPWP & Sertifikat Keahlian (SKA) dari LPJK.
3. Berpengalaman dalam bidang Perencanaan Lingkungan
atau Study Penataan Kawasan minimal 4 tahun.
Tugas dan Tanggung Jawab :
a. Bertugas mnyusun konsep desain sistem persampahan dan
limbah rumah sakit, serta hal-hal lainnya yang terkait dengan
studi lingkungan suatu kawasan.
b. Dalam melaksanakan tugas, Ahli Lingkungan bertanggung
jawab kepada Team Leader.
10.5. Ahli Geologi
Persyaratan :
1. Sarjana (S1) Teknik geologi lulusan Universitas / Perguruan
Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta yang telah
terakreditasi.
2. Memiliki NPWP & Sertifikat Keahlian konsultansi bidang ke-
PU-an dari LPJK.
3. Berpengalaman dalam melakukan pelaksanaan penyelidikan
struktur tanah dan penyelidikan material minimal 4 tahun.
Tugas dan Tanggung Jawab :
a. Melakukan Identifikasi pengolahan dan analisis data
material, dan harus menjamin bahwa data, analisis dan
Penelitian Material yang dihasilkan adalah benar, akurat, siap
digunakan untuk tahap perencanaan.
b. Dalam melaksanakan tugas, ahli geologi bertanggung jawab
kepada team leader.
10.6. Ahli Kesehatan
Persyaratan :
1. Sarjana (S1) Kesehatan Masyarakat lulusan Universitas /
Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta yang
telah terakreditasi.
2. Memiliki NPWP
3. Berpengalaman dalam melakukan manajemen database,
membangun perencanaan keuangan serta mengatur
pelayanan di suatu intansi kesehatan minimal 4 tahun.
Tugas dan Tanggung Jawab :
a. Melakukan Analisis perencanaan kesehatan yang baik
dan bagaimana mengatur pelayanan agar dapat berjalan
dengan baik.
b. Dalam melaksanakan tugas, ahli kesehatan masyarakat
bertanggung jawab kepada team leader.
10.7. Ahli Pengukuran
Persyaratan :
1. Sarjana (S1) Teknik Sipil atau Teknik Geodesi lulusan
Universitas / Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi
Swasta yang telah terakreditasi.
2. Memiliki NPWP & Sertifikat Keahlian (SKA) dari LPJK.
3. Berpengalaman dalam bidang Survey Pengukuran minimal 4
tahun.
Tugas dan Tanggung Jawab :
a. Mengkoordinasikan semua personil yang terlibat dalam
pengukuran data tentang keadaan dilapangan, topografi dan
pengambilan data lapangan untuk bahan bangunan,
khususnya bangunan gedung.
b. Membuat perhitungan analisa data hasil pengukuran
dilapangan
c. Bertanggung jawab penuh terhadap seluruh hasil
pengukuran.
d. Dalam melaksanakan tugas, Ahli Pengukuranl bertanggung
jawab kepada Team Leader.
10.8. Ass. Tenaga Ahli
Ass. Tenaga ahli yang dibutuhkan diantaranya, Ass Ahli
Landscape, Ass Ahli Arsitektur, Ass Ahli Lingkungan dan
Surveyor.
Persyaratan :
1. Minimal pendidikan adalah lulusan Diploma 3 sesuai bidang
ilmu.
2. Berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan di
bidangnya masing2 minimal 3 tahun.
Tugas dan Tanggung Jawab : membantu semua pekerjaan
atau tugas yang dikerjakan oleh tenaga ahli.
.
10.9. Tenaga Pendukung
Tenaga Pendukung yang diperlukan untuk pekerjaan ini adalah
1. Drafter adalah seorang lulusan STM dengan pengalaman
dalam mengoperasikan Autocad minimal 5 Tahun.
2. Operator Komputer adalah seorang lulusan Diploma III
Teknik Komputer dengan pengalaman dalam
mengoperasikan program komputer minimal 3 Tahun.
3. Tenaga Administrasi adalah seorang lulusan SMU/SMK
dengan pengalaman dalam bidang administrasi baik itu
surat-menyurat, penagihan dll minimal 5 Tahun
11. Keluaran / : Seluruh kegiatan ini dituangkan dalam bentuk laporan yang harus
Output diserahkan secara bertahap meliputi :
Laporan Pendahuluan
Isi dari laporan ini adalah uraian ringkas mengenai rencana awal
pelaksanaan pekerjaan berdasarkan sebagian dari data primer dan
sekunder yang sudah diperoleh, juga dimasukkan methodologi
serta pendekatan teknis pelaksanaan pekerjaan. Laporan
pendahuluan ini dibuat sebanyak 10 (Sepuluh) eksemplar dan
harus dibahas bersama tim teknis, serta diserahkan paling lambat
15 (Lima Belas) hari setelah SPMK ( Surat Perintah Mulai Kerja )
diterbitkan.
Laporan Antara
Isi dari laporan ini adalah hasil kompilasi data serta hasil analisis
sesuai dengan tujuan dan sasaran perencanaan. Laporan antara
dibuat sebanyak 10 (sepuluh) buku, diserahkan selambat-
lambatnya 45 (Empat Puluh Lima) hari kalender setelah
dikeluarkannya Surat Perintah Melaksanakan Kerja (SPMK).
Draft Laporan Akhir,
Isi laporan ini adalah hasil akhir dari seluruh rangkaian kegiatan
pelaksanaan pekerjaan termasuk rancangan awal tentang rumusan
kebijaksanaan dasar study, rumusan kebijaksanaan dasar yang
dijabarkan dalam bentuk rekomendasi dan konsep - konsep
pengembangan serta rekomendasi dan konsep pengembangan
obyek khusus.
Laporan ini disampaikan 75 (tujuh puluh lima) hari setelah SPMK (
Surat Perintah Mulai Kerja ) diterbitkan dan setelah laporan
pendahuluan diterima oleh pemberi tugas. Disampaikan 10
(Sepuluh) eksemplar.
Laporan Akhir,
bentuk akhir dari keseluruhan rangkaian pelaksanaan pekerjaan
study dan merupakan penyempurnaan dari Draft Laporan Akhir
sesuai dengan catatan dalam berita acara pembahasan yang
diserahkan 90 (Sembilan Puluh) hari setelah SPMK atau 7 hari
sebelum berakhirnya Jangka Waktu pelaksanaan., dibuat
sebanyak 10 (Sepuluh) eksemplar.
Seluruh Dokumen Perencanaan dan Laporan juga diserahkan
dalam bentuk Soft Copy sebanyak 5 Disk.
12. Jenis : Jenis kontrak Jasa Konsultan Feasibility Study Gedung Trauma Center
Kontrak Rumah Sakit Umum Pusat dr. Sitanala Tangerang ini Lumpsum.
Tangerang, 12 Juli 2023
Mengetahui,
Pejabat Pembuat Komitmen Non Medik
RSUP Dr. Sitanala Tangerang
Femby Maulazat Tarba, A.Md
NIP. 198411242009121001
RAB HARGA PERHITUNGAN SENDIRI (HPS)
Tangerang, 12 Juli 2023
Mengetahui,
Pejabat Pembuat Komitmen Non Medik
RSUP Dr. Sitanala Tangerang
Femby Maulazat Tarba, A.Md
NIP. 198411242009121001