SPESIFIKASI TEKNIS PENGADAAN PAKET MEETING
PEKERJAAN: Pengadaan Paket Meeting Pelatihan Jarak Jauh Mikroskopis Malaria Bagi Tenaga ATLM
1. LATAR BELAKANG : Tujuan program penanggulangan malaria di Indonesia adalah untuk
mencapai eliminasi malaria secara bertahap selambat-lambatnya tahun
2030. Tahapan eliminasi yaitu dari tingkat kabupaten/kota, provinsi,
regional dan nasional. Capaian eliminasi tingkat kabupaten/kota pada
tahun 2022 yaitu sebanyak 372 kabupaten /kota.
Secara nasional kasus malaria selama tahun 2010 – 2022 cenderung
menurun yaitu pada tahun 2010 angka API sebesar 1,96 per 1000,
sampai dengan tahun 2022 menjadi 1,3 per 1000 penduduk dengan
jumlah kasus 388,782. Kabupaten/kota endemis tinggi malaria masih
terkonsentrasi di kawasan timur Indonesia yaitu Papua, Papua Barat dan
NTT, dan hanya satu provinsi di luar wilayah timur yang masih memiliki
kabupaten endemis tinggi yaitu Provinsi Kalimantan Timur di Kabupaten
Penajam Paser Utara.
Malaria merupakan penyakit yang dapat mengakibatkan kematian jika
tidak diobati dan ditangani dengan baik. kasus kematian akibat malaria
dilaporkan dari beberapa daerah di Indonesia. Tren kematian akibat
malaria terus menurun, pada tahun 2022 dilaporkan 81 kasus kematian
yang dilaporkan dari 21 provinsi, dengan kasus kematian tertinggi di
Provinsi Papua sebanyak 22 kasus.
Salah satu Kebijakan Program Pengendalian Malaria untuk mencapai
tujuan eliminasi malaria di Indonesia adalah semua penderita malaria
klinis yang ditemukan dan dilakukan pencarian oleh fasilitas pelayanan
kesehatan (fasyankes) harus dilakukan diagnosis atau konfirmasi secara
mikroskopis. Bagi fasilitas pelayanan kesehatan yang belum memiliki
kemampuan pemeriksaan mikroskopis dilakukan dengan diagnosis
cepat (Rapid Diagnostic Test/RDT), sehingga tidak ada lagi pengobatan
penderita malaria tanpa konfirmasi laboratorium untuk mencegah
terjadinya resistensi obat malaria.
Persentase suspek malaria yang dikonfirmasi laboratorium baik
menggunakan mikroskopis maupun RDT pada tahun 2022 adalah 99%
dengan jumlah pemeriksaan 2.957.743 dari 2.988.414 suspek yang
diperiksa dengan positivity rate (PR) adalah 13%.
Berdasarkan laporan dari SISMAL (system informasi dan surveilans
malaria) tahun 2022, dari 5.409 faskes yang melapor terdapat 6.073
tenaga ATLM, 4.384 diantaranya belum pernah dilatih mikroskopis
malaria. Sedangkan dari 1.349 orang mikroskopis yang mengikuti uji
kompetensi, hanya 847 orang yang memenuhi syarat untuk dapat
melakukan pemeriksaan mikroskopis malaria.
Kualitas pelayanan laboratorium malaria sangat diperlukan dalam
menegakkan diagnosis dan sangat tergantung pada kompetensi dan
kinerja petugas laboratorium di setiap jenjang fasilitas pelayanan
kesehatan. Penguatan laboratorium pemeriksaan malaria yang
berkualitas dilakukan melalui pengembangan jejaring dan pemantapan
mutu laboratorium pemeriksa malaria mulai dari tingkat pelayanan
seperti laboratorium Puskesmas, Rumah Sakit serta laboratorium
kesehatan swasta sampai ke laboratorium rujukan uji silang di tingkat
Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat.
2. MAKSUD DAN TUJUAN : a. Maksud
1. Maksud pekerjaan/pengadaan Paket Meeting Pelatihan Jarak
Jauh Mikroskopis Malaria Bagi Tenaga ATLM untuk mampu
melaksanakan pemeriksaan malaria di laboratorium pemeriksa
malaria
b. Tujuan
1. Menjelaskan gambaran umum Malaria
2. Melakukan penggunaan dan pemeliharaan mikroskop
dengan baik
3. Melakukan pembuatan dan pewarnaan sediaan darah
Malaria sesuai standar
4. Mengidentifikasi sediaan darah malaria sesuai standar
5. Melakukan pemeriksaan malaria menggunakan RDT (Rapid
Diagnostic Test/Tes diagnostik cepat)
6. Melakukan manajemen laboratorium pemeriksa Malaria.
7. Melakukan pemantapan mutu laboratorium pemeriksa
Malaria.
8. Melakukan pengelolaan Keselamatan dan Keamanan Kerja
Laboratorium malaria
3. TARGET/ SASARAN : Target/ sasaran yang ingin dicapai terkait dengan Pengadaan Paket Meeting
Pelatihan Jarak Jauh Mikroskopis Malaria Bagi Tenaga ATLM adalah Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota dan fasilitas pelayanan kesehatan
4. NAMA ORGANISASI : Nama organisasi yang menyelenggarakan/melaksanakan pengadaan barang:
PENGADAAN BARANG
a. K/L/D/I : Kemenkes RI
b. Satker/SKPD : Setditjen P2P
c. PPK : PPK Unit I Direktorat P2PM
5. SUMBER DANA DAN : a. Sumber dana yang diperlukan untuk membiayai Pengadaan Pelatihan
PERKIRAAN BIAYA
Tatalaksana Kasus Malaria berasal dari dari DIPA Satker Sesditjen
P2P tahun 2023
b. Total perkiraan biaya yang diperlukan :
Rp. 333344..556600..000000,-,- (tiga ratus tiga puluh empat juta lima ratus enam
(Tiga Ratus Tiga Puluh Empat Juta Lima Ratus Enam Puluh Ribu Rupiah)
puluh ribuh rupiah).
6 JANGKA WAKTU Waktu yang dibutuhkan : 29 Oktober – 4 November 2023
PELAKSANAAN
PEKERJAAN/ WAKTU
DIBUTUHKAN
7 TENAGA AHLI/ -
TERAMPIL
8 SPESIFIKASI TEKNIS Spesifikasi terlampir
9 PELATIHAN -
LAMPIRAN SPESIFIKASI TEKNIS PENGADAAN PAKET MEETING FULLBOARD PELATIHAN
JARAK JAUH MIKROSKOPIS MALARIA BAGI TENAGA ATLM
Nama Pekarjaan
Pengadaan Paket Meeting Fullboard Pelatihan Jarak Jauh Mikroskopis Malaria Bagi Tenaga ATLM:
•
Tanggal 29 Oktober – 4 November 2023 (7 hari/ 6 Malam)
•
Jumlah Peserta 74 Orang
Termasuk :
• Penerapan Protokol Kesehatan;
• Makan: 3 kali/hari (makan pagi, makan siang dan makan malam).
• Rehat kopi dan kudapan: 2 kali per hari.
• Ruang pertemuan dan fasilitasnya :
a) Ruang pertemuan (Auditorium) dan mampu menampung 74 orang (Round Table)
serta dilengkapi dengan AC;
b) Kursi dan meja;
c) Sound system (mic wireless, standing mic, loudspeaker);
d) Unlimited wireless internet in meeting rooms;
e) Flipchart;
f) Air minum;
g) Pulpen dan block note
• Lokasi Kegiatan : Bogor, Jawa Barat