SPESIFIKASI TEKNIS
PENGADAAN PAKET MEETING FULBOARD
KEGIATAN PERTEMUAN OJT MICROPLANNING IMUNISASI
DALAM PELAKSANAAN IMUNISASI KEJAR TA 2024
I. Latar Belakang
Arah pembangunan kesehatan saat ini menitikberatkan pada upaya promotif
dan preventif tanpa meninggalkan aspek kuratif dan rehabilitatif. Salah satu upaya
preventif yaitu dengan dilaksanakannya pemberian imunisasi. Imunisasi merupakan
upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap
suatu penyakit, sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak
akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.
Imunisasi merupakan layanan kesehatan esensial yang melindungi individu
yang rentan mengalami Penyakit - penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi
(PD3I) seperti penyakit campak, rubela, polio, difteri, pertusis, tetatus neonatorum.
Imunisasi terbukti sangat cost effective dalam menurunkan angka kesakitan,
kecacatan dan kematian akibat PD3I. Dengan memberikan imunisasi yang tepat
waktu, individu dan masyarakat akan tetap terlindungi dan kemungkinan kejadian luar
biasa (KLB) PD3I pun akan menurun.
Dua tahun masa pandemi Covid-19 di Indonesia (2020-2021) telah
menyebabkan terjadinya penurunan cakupan imunisasi rutin di berbagai tingkatan
administrasi. Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap dan Imunisasi Anak Usia di Bawah
Dua Tahun rerata angka penurunannya sebesar 6,9%. Di tahun 2022 target cakupan
imunisasi meningkat signifikan, namun kasus PD3I bermunculan di hampir 50%
wilayah Indonesia. Hal ini terjadi karena tingginya cakupan imunisasi di tahun 2022
tidak merata di seluruh wilayah Indonesia. Masih ada 11 provinsi dan 167
kabupaten/kota yang belum mencapai target 90%. Indonesia sebagai negara ke-3
tertinggi dalam jumlah anak dengan zero dose juga harus mengejar penurunan
angka zero dose tersebut sesuai dengan tujuan global yaitu mengurangi angka zero
dose sebesar 25% pada tahun 2025, dan sebesar 50% pada tahun 2030. Diperlukan
upaya yang masif untuk melacak sasaran yang sama sekali belum mendapatkan
imunisasi dan yang belum lengkap status imunisasinya. Anak yang tidak
mendapatkan imunisasi sesuai jadwal yang seharusnya perlu dilengkapi status
imunisasinya melalui kegiatan imunisasi kejar.
Pelaksanaan imunisasi kejar dimaksudkan untuk memenuhi kelengkapan imunisasi
yang harus diberikan baik pada bayi, balita dan anak usia sekolah. Salah satu faktor
yang menentukan keberhasilan pelaksanaan imunisasi kejar adalah perencanaan/
micro planning. Guna memperbaiki micro planning khususnya dalam pelaksanaan
imunisasi kejar, maka perlu dilaksanakan OJT Micro planning dalam pelaksanaan
imunisasi kejar khsususnya di daerah zero dose tinggi.
II. Tujuan Kegiatan :
a. Tujuan Umum :
Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam menyusun perencanaan/
microplanning dalam pelaksanaan Imunisasi Kejar;
b. Tujuan Khusus :
1. Meningkatnya pengetahuan petugas dalam pelaksanaan Imunisasi kejar
2. Meningkatnya kemampuan dan ketrampilan petugas dalam penyusunan
microplanning pelaksanaan Imunisasi kejar
III. Waktu Kegiatan :
Kegiatan pelaksanaan OJT Microplanning Imunisasi dalam Pelaksanaan Imunisasi
Kejar yang akan dilaksanakan selama 4 (empat) hari pada minggu ke-3 Maret (20-23
Maret 2024).
IV. Tempat Kegiatan :
Kegiatan OJT Microplanning Imunisasi dalam Pelaksanaan Imunisasi Kejar akan
dilaksanakan secara luring (tatap muka) di salah satu hotel di wilayah Kota Bekasi,
Jawa Barat.
V. Peserta dan Narasumber Kegiatan :
1. Peserta dalam kegiatan OJT Microplanning Imunisasi dalam Pelaksanaan
Imunisasi Kejar adalah 83 pengelola program imunisasi Provinsi/Kabupaten/kota
di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa
Timur.
2. Narasumber pertemuan berasal dari Dit. Pengelolaan Imunisasi, Organisasi
Profesi (IDAI dan PAEI); Komnas KIPI, Salah satu Kab/Kota di Jawa Timur dan
Banten.
3. Moderator berasal dari Kabupaten/Kota di Jawa Tengah dan DKI Jakarta.
4. Fasilitator dalam praktek penyusunan micropanning berasal dari Direktorat
Pengelolaan Imunisasi, dan mitra pembangunan
VI. Metode :
Kegiatan OJT Microplanning Imunisasi dalam Pelaksanaan Imunisasi Kejar ini
dilakukan secara luring (tatap muka) berupa :
1. Pemaparan materi dari narasumber Dit. Pengelolaan Imunisasi tentang
kebijakan imunisasi dan update capaian program imunisasi nasional, Imunisasi
kejar dan microplanning; Pemateri dari WHO tentang PIRI for Zero dose
Strategy; Pemateri dari IDAI tentang Pentingnya Imunisasi Lengkap pada Anak
dan Imunisasi Ganda; Kombas KIPI tentang Keamanan Vaksin dan Pemateri dari
PAEI menyampaikan tentang Risiko PD3I di wilayah kantong imunisasi; Pemateri
dari Kabupaten/Kota terpilih menyampaikan tentang Rencana dan Strategi dalam
menurunkan angka zero dose.
2. Praktik penyusunan micropanning, Identifikasi masalah dan solusi oleh peserta
dan fasilitator;
3. Diskusi dan tanya jawab, penyampaian kesimpulan, dan rencana tindak lanjut
pasca pertemuan
VII. Agenda Acara :
Agenda acara tentatif untuk kegiatan OJT Microplanning Imunisasi dalam
Pelaksanaan Imunisasi Kejar adalah sebagai berikut :
Narasumber/
Waktu Kegiatan Ket
Moderator
Hari 1 : Rabu, 20 Maret 2024
12.00 – 14.00 Registrasi Panitia
14.00 – 14.10 Pre Test Panitia
Direktur Pengelolaan
14.10 – 14.40 Pembukaan
Imunisasi
Presentasi
Direktur Pengelolaan
14.40 – 15.10 Kebijakan Nasional dan Update
Imunisasi
Capaian Program Imunisasi
Pentingnya Imunisasi Lengkap pada
15.10 – 16.40 IDAI
Anak dan Imunisasi Ganda
16.40 – 17.10 PIRI for Zero dose Strategy WHO Indonesia
17.10 - Istirahat
Hari 2 : Kamis, 21 Maret 2024
08.00 – 08.30 Kuis dan refleksi
Panel 1
• Keamanan Vaksin Komnas KIPI
08.30 – 10.00
• Risiko PD3I di wilayah kantong PAEI
imunisasi
10.00 – 10.30 Diskusi dan tanya jawab
Panel 2
• Rencana dan Strategi dalam Kako di Jawa Timur
10.30 – 12.00
menurunkan angka zero dose Kako di Banten
(Jawa Timur dan Banten)
12.00 – 12.30 Diskusi dan tanya jawab
12.30 – 13.30 Istirahat Siang
13.30 – 14.00 Materi pelaksanaan Imunisasi kejar Kemkes (Tim 1)
14.00 – 14.30 Materi mikroplaning Imunisasi kejar Kemkes (Tim 1)
14.30 – 14.45 Diskusi dan tanya jawab
Praktik penyusunan mikroplaning
14.45 – 17.00 WHO dan Kemkes
Imunisasi kejar
17.00 - Istirahat
Hari 3 : Jum’at, 22 Maret 2024
08.00 – 08.30 Kuis dan refleksi
Materi penyusunan mikroplaning
08.30 – 09.00 Kemkes (Tim 1)
Imunisasi rutin
09.00 – 09.45 Diskusi dan tanya jawab
Penyusunan mikroplaning Imunisasi
09.45 – 12.00 WHO dan kemkes
rutin
12.00 – 13.00 Istirahat
Penyusunan mikroplaning Imunisasi
13.00 – 15.00 WHO dan kemkes
rutin
15.00 – 15.30 Istirahat
Paparan Hasil mikroplaning
15.30 – 16.45 Kab/Kota terpilih
imunisais rutin pada kako terpilih
16.45 – 17.00 Post Test
17.00 - Istirahat
Hari 4 : Sabtu, 23 Maret 2024
Kesimpulan Kegiatan dan
Dit Pengelolaan
08.00 – 11.00 Penyampaian Rencana Tindak
Imunisasi
Lanjut
Penutupan dan penyelesaian
11.00 -
administrasi
VIII. Pembiayaan
Pelaksanaan kegiatan Pertemuan OJT Microplanning Imunisasi dalam Pelaksanaan
Imunisasi Kejar TA 2024 bersumber dari DIPA APBN Satker Setditjen P2P untuk Dit.
Pengelolaan Imunisasi Tahun Anggaran 2024 disesuaikan dengan HPS dengan Pagu
sebesar Rp. 315.609.000 (tiga ratus lima belas juta enam ratus sembilan juta
rupiah).
IX. Spesifikasi Kegiatan
Harga Satuan Jumlah
No Spesifikasi Volume
(Rp) (Rp)
Pengadaan Paket Meeting Kegiatan
Pertemuan OJT Microplanning Imunisasi
dalam Pelaksanaan Imunisasi Kejar TA
2024
Peserta Daerah, Fullboard meeting twin
1 8 3 or x 3 hr 931,000 231,819,000
share (20 - 23 Maret 2024)
- Kamar tidur (42 kmr)
- Sarapan (83 or x 3hr)
- Makan siang (83 or x 3 hr) Minimal 3
macam Protein hewani terdapat
sayuran dan buah 3 macam
- Makan malam (83 or x 3 hr) Minimal 2
macam Protein hewani terdapat
sayuran dan buah 3 macam
- Makan ringan pagi (83 or x 3 hr)
Jajanan pasar dan cake
- Makan ringan sore (83 or x 3 hr)
Dimsum, rebusan dan jajanan pasar
Narasumber, Fullboard meeting twin share
2 5 or x 3 hr 931,000 13,965,000
(20 - 23 Maret 2024)
- Kamar tidur (3 kmr)
- Sarapan (5 or x 3 hr)
- Makan siang (5 or x 3 hr) Minimal 3
macam Protein hewani terdapat
sayuran dan buah 3 macam
- Makan malam (5 or x 3 hr) Minimal 2
macam Protein hewani terdapat
sayuran dan buah 3 macam
- Makan ringan pagi (5 or x 3 hr)
Jajanan pasar dan cake
- Makan ringan sore (5 or x 3 hr)
Dimsum, rebusan dan jajanan pasar
Peserta Pusat dan LS/LP,Fullboard
3 2 5 or x 3 hr 931,000 69,825,000
meeting twin share (20 - 23 Maret 2024)
- Kamar tidur (13 kmr)
- Sarapan (25 or x 3 hr)
- Makan siang (25 or x 3 hr) Minimal 3
macam Protein hewani terdapat
sayuran dan buah 3 macam
- Makan malam (25 or x 3 hr) Minimal 2
macam Protein hewani terdapat
sayuran dan buah 3 macam
- Makan ringan pagi (25 or x 3 hr)
Jajanan pasar dan cake
- Makan ringan sore (25 or x 3 hr)
Dimsum, rebusan dan jajanan pasar
4 Meeting rooms
- Kapasitas ruang minimal 200 org
- Ruangan full AC
- Panggung dan podium disediakan
selama acara berlangsung
- Tersedia handsanitizer di depan meja
registrasi dan di dalam ruangan
- Standard sound system + wirelees mic
5 buah
- Screen pada ruang pertemuan minimal
2 layar dan di lengkapi dengan LCD
- Flipchart dan spidol, ATK (notes dan
pensil) sebanyak 113 paket
- Air mineral botol, permen
- Koneksi internet (wi fii)
- Pointer minimal 1 buah di ruang
pertemuan
- Layout ruangan Round Table
Jumlah (Rp) 315,609,000
X. Spesifikasi Kegiatan
NO NAMA PEKERJAAN
1 Pertemuan tanggal 20 – 23 Maret 2024
2 Peserta Daerah, Narasumber dan Peserta Pusat dan LS/LP dengan rincian
paket meeting sebagai berikut
a. Paket meeting fullboard tanggal 20 - 23 Maret 2024 (83 or x 3 hr)
b. Paket meeting fullboard tanggal 20 - 23 Maret 2024 (5 or x 3 hr)
c. Paket meeting fullboard tanggal 20 - 23 Maret 2024 (25 or x 3 hr)
Ruang Pertemuan Utama minimal Kapasitas 200 orang dengan pengaturan
3
jarak sesuai protocol Kesehatan dengan rincian :
a. Pembukaan dan penutupan dilakukan diruangan pertemuan utama dengan
kapasitas minimal 200 orang.
b. Ruangan full AC
c. Panggung dan podium disediakan ketika acara pembukaan dan penutupan
d. Disediakan Mushola yang cukup untuk mengakomodir seluruh narasumber dan
peserta
e. Disediakan Transit Room dan Ruang Sekretariat
f. Satu Kamar 2 orang
g. Tersedianya handsanitizer di depan meja registrasi dan di dalam ruangan.
h. Peralatan di ruang meeting
1) Standard Sound System + Wirelees Mic minimal 5 buah diruang pertemuan
2) Screen pada ruang pertemuan terdapat minimal 2 layar dan dilengkapi
dengan LCD,
3) Flipchart dan spidol,
4) ATK (Notes dan Pensil) sebanyak 113 paket,
5) Air mineral botol, permen,
6) Koneksi Internet (Wi fii)
7) Pointer minimal 1 buah diruang pertemuan
8) Round table
9) Termasuk breakfast, makan siang, makan ringan 2 kali sehari dan makan
malam.
Jakarta, Maret 2024
Pejabat Pembuat Komitmen
Satker Setditjen P2P untuk Dit. Pengelolaan
Imunisasi,
Dhany Yuliatmoko, SKM, M. Epid