SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN: Paket Meeting Fullboard Diseminasi Hasil Studi Inventori Tuberkulosis
Tahun 2023-2024 di Yogyakarta, Tanggal 19 s.d. 22 Juni 2024
1. LATAR BELAKANG Berdasarkan Global TB Report 2023, Indonesia
merupakan negara dengan beban TBC tertinggi kedua di
dunia, dibawah India. WHO memperkirakan 1.060.000 kasus
TBC di Indonesia dengan angka notifikasi kasus yaitu 821.200
kasus. Pada tahun 2000-2019 Indonesia menggunakan
metode berdasarkan Inventory Study sebagai baseline
perhitungan estimasi insiden TBC di Indonesia. Pada tahun
2020, Indonesia merupakan penyumbang terbesar kedua
terhadap penurunan angka notifikasi kasus TBC dibandingkan
tahun 2019 dengan dampak paling nyata yang disebabkan oleh
pandemi COVID-19. Angka estimasi kasus 969.000 pada
Global TB Report 2022 di asumsikan secara modeling,
dikarenakan hasil inventory study tahun 2016-2017 tidak dapat
dipergunakan kembali menjadi baseline untuk estimasi insiden.
Adapun perhitungan estimasi insiden TBC pada tahun 2022
tidak mempertimbangkan perkiraan kasus yang tidak
terlaporkan (under-reporting), modeling salah satunya hanya
mempertimbangkan kasus tidak terdiagnosis (under-
diagnosed).
Indonesia telah berkomitmen untuk eliminasi TBC pada
tahun 2030, hal ini sudah sejalan dengan dikeluarkannya
Peraturan Presiden sebagai bentuk komitmen tersebut dengan
melibatkan lintas sektor dalam melaksanakan penanggulangan
TBC. Berdasarkan strategi nasional TBC tahun 2020-2024,
target utama pada tahun 2030 ialah dengan menurunkan
insidensi TBC 65/100.000 penduduk dan menurunkan
kematian TBC menjadi 6/100.000. Berdasarkan dengan situasi
diatas, komitmen, target dan dalam upaya pemantauan tren
epidemiologi TBC serta dampak dari program pengendalian
TBC diperlukan intervensi berbasis evidence-based.
Studi Inventori dilakukan untuk mengukur kasus tidak
terlaporkan (under- reporting) pada fasilitas pelayanan
kesehatan dalam upaya penentuan perkiraan insiden di
Indonesia. Saat ini kegiatan studi Inventori telah selesai
melakukan proses analisis data dan pembuatan laporan, untuk
menyampaikan hasil dari kegiatan yang dilakukan diperlukan
diseminasi kepada stakeholder terkait.
2. MAKSUD Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut :
DAN TUJUAN 1. Mengetahui hasil hitungan tingkat under-reporting kasus
TBC pada sistem surveilans TBC nasional dan estimasi
insiden TBC secara nasional.
2. Memperoleh gambaran under-reporting kasus TBC pada
sistem surveilans TBC nasional berdasarkan jenis
fasyankes Puskesmas dan non Puskesmas;
3. Memperoleh gambaran under-reporting kasus TBC
terhadap pelaporan sistem surveilans TBC nasional
berdasarkan status kepemilikan fasyankes;
4. Memperoleh gambaran under-reporting kasus TBC di
fasyankes menurut umur, jenis kelamin, tipe TBC dan
wilayah;