SPESIFIKASI TEKNIS
WORKSHOP MANAJEMEN SAMPEL PD3I
di 4 PROVINSI TERPILIH, 2024
A. Latar Belakang
Indonesia masih menghadapi masalah-masalah kesehatan masyarakat khususnya
penyakit-penyakit infeksi yang dilaporkan dapat menyebabkan Kejadian Luar Biasa (KLB)/
Wabah seperti Demam Berdarah Dengue, Malaria, Rabies, Anthrax, Diphtheria, Polio,
Campak, Pertussis, Keracunan Makanan dll. Strategis Nasional Kemenkes 2020 - 2024,
menyebutkan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) merupakan salah satu
potensi dan permasalahan di Indonesia. Hal ini diakibatkan oleh rendahnya cakupan
imunisasi di daerah yang menyebabkan meningkatnya beberapa kasus Penyakit yang Dapat
Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) dan berpotensi bisa menjadi sumber penularan ke daerah
lain. Peningkatan kasus PD3I diikuti dengan meningkatnya pengiriman dan pemeriksaan
spesimen PD3I.
Saat ini, laboratorium-laboratorium di Indonesia memiliki kapasitas yang berbeda-
beda dalam pemeriksaan sampel kasus Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi
(PD3I) yang dimulai dari laboratorium di Pusat Kesehatan Masyarakat, laboratorium Rumah
Sakit (Kabupaten/Kota dan Provinsi) dan Laboratorium Rujukan Nasional sesuai dengan
tugas pokok dan fungsi masing-masing.
Sabagai salah satu upaya penanggulangan KLB PD3I perlu dilakukan penguatan
surveilans PD3I dan sistem kewaspadaan dini dan respon (SKDR) berbasis laboratorium.
Selain itu, juga diperlukan pengembangan jejaring laboratorium dan penguatan kualitas
sumber daya manusia serta peningkatan kapasitas laboratorium-laboratorium yang ada baik
di tingkat pusat maupun daerah. Laboratorium-laboratorium kesehatan masyarakat tersebut
diharapkan dapat berfungsi untuk mengkonfirmasi dan mengidentifikasi penyebab penyakit
(etiologi) yang akan berguna dalam mengendalikan penyebaran penyakit di masyarakat
Faktor lain yang juga menjadi penting adalah kemampuan manajemen sampel PD3I
mulai dari proses pengambilan, pengiriman dan pemeriksaan sampel. Manajemen sampel
PD3I yang baik dan sesuai ketentuan akan meningkatkan kualitas dan keakuratan
pemeriksaan sampel PD3I. Untuk itu, akan dilaksanakan Pertemuan Penguatan Manajemen
Sampel PD3I bagi petugas surveilans dan laboratorium untuk meningkatkan pengetahuan
dan kemampuan manajemen sampel spesimen PD3I.
Untuk itu dibutuhkan penguatan di laboratorium-laboratorium yang ada di seluruh
Indonesia sebagai salah satu strategi antisipasi mendukung program surveilans PD3I
termasuk juga kesiapan menghadapi infeksi penyakit emerging dan re-emerging di Indonesia
dengan melaksanakan Pertemuan Penguatan Manajemen Sampel PD3I bagi petugas
surveilans dan laboratorium di empat (4) provinsi terpilih untuk meningkatkan pengetahuan
dan kemampuan manajemen sampel spesimen PD3I.
B. Tujuan
Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia petugas surveilans dan tenaga
laboratorium dalam manajemen pengambilan, penyimpanan, pengiriman dan pemeriksaan
spesimen PD3I.
C. Kegiatan
Workshop Manajemen Sampel PD3I untuk petugas surveilans dinas Kesehatan Provinisi,
Kabupaten/ Kota dan petugas laboratorium labkesda/ RS.
D. Peserta
1. Petugas Surveilans di Provinsi Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Nusa
Tenggara Barat.
2. Petugas Surveilans di kabupaten/kota se Provinsi Riau, Kalimantan Barat,
Kalimantan Tengah dan Nusa Tenggara Barat.
3. Tenaga laboratorium dari Laboratorium Kesehatan Daerah atau RS (Provinsi/
Kabupaten/Kota)
4. WHO Indonesia
E. Narasumber
1. Direktorat Pengelolaan Imunisasi
2. Direktorat Tata Kelola Kesehatan Masyarakat
3. Tim Kerja Imunisasi WUS, Surveilans PD3I dan KIPI
4. Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan, Jakarta
5. Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya
6. Laboratorium Surveilans dan Faktor Risiko Biofarma, Bandung
7. Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Yogyakarta
8. WHO Indonesia
F. Tempat dan waktu pelaksanaan
Tempat pelaksanaan sesuai agenda dan waktu pelaksanaan Trimester III – IV
Tahun 2024
G. Pembiayaan
Kegiatan ini menggunakan dana Hibah PLN WHO untuk Direktorat Pengelolaan
Imunisasi Tahun Anggaran 2024 disesuaikan dengan HPS sebesar Rp
301.464.000,- (tiga ratus satu juta empat ratus enam puluh empat ribu rupiah)
H. Pengadaan paket meeting tersebut dengan jumlah sebesar dengan rincian sebagai
berikut :
Harga Satuan
No Spesifikasi Volume Jumlah
(Rp)
524119 Workshop of VPD Specimen Management
for Surveillance Officer at Central Kalimantan
Province
1 Fullboard Meeting 19 – 22 Agustus 2024) 79 or x 3 hr 1.272.000 301.464.000
- Kamar tidur (79 kamar)
- Sarapan (79 org x 3 hr)
- Makan siang (79 org x 3 hr)
- Coffee Break Pagi (79 or x 3 hr)
- Coffee Break Sore (79 or x 3 hr)
2 Ruang Meeting
- Kapasitas ruangan minimal 80 orang
- Ruangan full AC
- Panggung dan Podium selama kegiatan
3 - Air mineral, sanitasi kit dan ATK untuk
79 orang
- Sound system dan wireless Mic 2 buah
yang bisa tersambung dengan zoom
- Infocus dan Screen yang tersambung
dengan zoom
- Disediakan flipchart dan spidol
- Layout ruangan round table
Total 301.464.000
I. Spesifikasi Layanan
Spesifikasi layanan Pengadaan Paket Meeting Kegiatan Workshop of VPD Specimen
Management for Surveillance Officer at Central Kalimantan Province sebagaimana
terlampir
NO NAMA PEKERJAAN
1 Pertemuan tanggal 19– 20 Agustus 2024
2 Rincian paket meeting sebagai berikut
Paket meeting fullboard untuk peserta pusat, provinsi dan peserta kabupaten
tanggal 19– 22 Agustus 2024 (79 or x 3 hr)
3 Ruang Pertemuan Utama minimal Kapasitas 80 orang dengan dengan rincian :
a. Pembukaan dan penutupan dilakukan diruangan pertemuan utama dengan
kapasitas minimal 80 orang.
b. Ruangan full AC
c. Panggung dan podium disediakan ketika acara pembukaan dan penutupan
d. Satu kamar untuk dua orang
e. Tersedianya handsanitizer di depan meja registrasi dan di dalam ruangan.
f. Peralatan di ruang meeting
1) Standard Sound System + Wirelees Mic minimal 4 buah diruang pertemuan
yang bisa terhubung dengan zoom
2) Screen pada ruang pertemuan terdapat minimal 2 layar dan dilengkapi
dengan LCD
3) Flipchart dan spidol,
4) ATK (Notes dan Pensil) sebanyak 80 paket,
5) Air mineral botol, permen,
6) Koneksi Internet (Wifi)
7) Round table dengan memperhatikan protokol kesehatan,
8) Termasuk breakfast, makan siang, rehat kopi 2 kali sehari dan makan
malam.
Jakarta, Agustus 2024
Pejabat Pembuat Komiten Hibah Langsung
Unit Kerja Dit. Pengelolaan Imunisasi,