SPESIFIKASI TEKNIS
NATIONAL MEETING SURVEILLANCE OFFICERS PROVINCES
(PERTEMUAN KOORDINASI PETUGAS SURVEILANS PD3I)
TAHUN 2024
I. LATAR BELAKANG
Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai target global eradikasi Polio, eliminasi
Campak- Rubela/Congenital Rubella Syndrome (CRS) dan mempertahankan status
eliminasi Tetanus Neonatal dan Maternal (ETMN). Pengendalian terhadap penyakit
Difteri dan Pertusis masih merupakan salah satu target nasional yang harus
diperhatikan. Berdasarkan pemetaan terhadap risiko transmisi penyakit-penyakit
tersebut, saat ini Indonesia masih dianggap berisiko tinggi dengan
mempertimbangkan capaian cakupan imunisasi, kinerja surveilans PD3I dan akses
terhadap fasilitas kesehatan.
Pandemi COVID-19 yang berlangsung sejak tahun 2020 telah memberikan dampak
terhadap banyak program esensial termasuk program imunisasi dan surveilans
Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Dalam dua (2) tahun
terakhir terjadi penurunan cakupan imunisasi dan penurunan kinerja surveilans PD3I,
sehingga berdampak terhadap peningkatan kasus-kasus PD3I serta terjadinya
kejadian luar biasa (KLB) PD3I di beberapa daerah. Sejak tahun 2022 hingga saat ini
telah dilaporkan 12 kasus kelumpuhan yang disebabkan oleh virus polio (11 kasus
disebabkan oleh virus polio tipe 2 dan 1 kasus oleh virus polio tipe 1). Kasus tersebut
berasal dari 8 provinsi yaitu Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua
Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan dan yang terbaru adalah dari Banten.
Selama tahun 2024 telah dilaporkan 13 KLB Campak pasti di 12 kabupaten/kota di
10 provinsi, 5 KLB suspek campak di 5 kabupaten/kota di 5 provinsi, 49 KLB difteri
yang tersebar di 45 kabupaten/kota di 19 provinsi serta 132 kabupaten/kota
terdampak pertusis di 26 Provinsi, 14 kasus tetanus neonatorum.
Mengingat saat ini penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia semakin terkendali,
maka kita dapat kembali fokus dalam melaksanakan dan memantau program
imunisasi dan surveilans PD3I. Surveilans PD3I merupakan kunci untuk melakukan
pemantauan risiko KLB PD3I melalui upaya penemuan kasus sedini mungkin dan
memberikan rekomendasi intervensi yang tepat, sehingga dapat meminimalisasi
jumlah kasus dan luas daerah yang terdampak KLB.
Berdasarkan hal tersebut maka salah satu upaya yang penting yang dilakukan sejak
akhir tahun 2021 sampai saat ini adalah dengan melakukan monitoring evaluasi
melalui desk review surveilans PD3I serta desk kegiatan Hospital Record Review
(HRR) kasus AFP dan PD3I lainnya secara rutin setiap dua (2) minggu sekali (secara
daring/luring) bagi petugas surveilans di seluruh provinsi dan kabupaten/kota. Upaya
ini diharapkan dapat meningkatkan kembali kinerja surveilans AFP dan PD3I, agar
setiap tahun dapat mencapai target indikator yang telah ditetapkan dan dapat
mengantisipasi penambahan timbulnya KLB PD3I.
II. TUJUAN
Umum
Meningkatkan performa/pencapaian kinerja surveilans PD3I agar mencapai target yang telah
ditetapkan
Khusus
1. Melakukan review kinerja surveilans PD3I tahun 2023 dan tahun 2024;
2. Mengidentifikasi tantangan dan solusi/strategi pencapaian target indikator dan
pelaksanaan surveilans aktif/pasif/HRR untuk penemuan kasus AFP dan PD3I
lainnya;
3. Meningkatkan kewaspadaan dini dan kesiapsiagaan terhadap timbulnya KLB PD3I.
III. Metode
1. Presentasi
2. Tanya jawab dan curah pendapat
3. Diskusi
IV. PESERTA DAN NARASUMBER
Peserta dan Naras sumber kegiatan ini adalah 121 orang, dengan rincian:
1. Perwakilan dinas kesehatan provinsi se-Indonesia (Kasie/Koordinator Surveilans
dan Imunisasi serta PJ surveilans PD3I) masing-masing 2 orang : 76
2. Lintas Program terkait dan Mitra Pembangunan : 40
Narasumber kegiatan ini adalah sejumlah 5 orang adalah:
1. Komite Ahli Nasional Surveilans PD3I : 1
2. Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota dengan Kinerja Terbaik (Best Practice) : 2
3. Tim Kerja Imunisasi WUS, Surveilans PD3I dan KIPI, Dit. Pengelolaan Imunisasi : 1
4. WHO - EPI Indonesia : 1
V. WAKTU DAN TEMPAT
Pertemuan dilaksanakan Provinsi Jawa Barat.
VI. Timeline
2024
Activities
May June July Aug Sept Oct
National Meeting VPD Surveillance
27-30
Officer Provinces
Agust
VII. Pembiayaan
Kegiatan paket meeting fullboard ini menggunakan dana Hibah PHLN CDC Tahun
Anggaran 2024 untuk Direktorat Pengelolaan Imunisasi sebesar Rp 337.953,000,-.
Jakarta, Juli 2024
Ketua Tim Kerja Imunisasi WUS,
Surveilans PD3I dan KIPI
dr. Endang Budi Hastuti, MKM
NIP 197112222002122001
LAMPIRAN
PENGADAAN PAKET MEETING
NATIONAL MEETING SURVEILLANCE OFFICERS PROVINCES
(PERTEMUAN KOORDINASI PETUGAS SURVEILANS PD3I)
No Spesifikasi
1 Pertemuan fullboard selama 3 hari (tanggal 27-30 Agustus 2024)
2 Kamar twin share setiap hari (61 kamar)
3 3 x Makan ; 2x Coffee Break setiap hari
4 Fasilitas Kamar : AC, Air Panas, TV dan Air Mineral
5 Fasilitas Meeting Room : LCD, screen, flip chart, AC, sound system, wireless mic,
pointer, ATK (notes dan pensil), air mineral, permen, koneksi internet (WIFI), meja
registrasi, ruang pertemuan berbentuk round table, stop kontak pada tiap-tiap meja
Pejabat Pembuat Komitmen Hibah Co-Ag US CDC
Arif Wisudyastomo, S.Kom, M.M