SPESIFIKASI TEKNIS KEGIATAN
PELATIHAN PELATIH KONSELING MENYUSUI
TAHUN 2024
Kementerian Negara/Lembaga : Kementerian Kesehatan
Unit Eselon I/II : Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat/
Direktorat Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak
Program : Pembinaan Kesehatan Masyarakat
Sasaran Hasil (Outcome) : Meningkatnya ketersediaan dan keterjangkauan
pelayanan kesehatan yang bermutu bagi seluruh
masyarakat.
Indikator Kinerja Program :
1. Persentase persalinan di fasilitas pelayanan
kesehatan (PF)
2. Cakupan kunjungan Antenatal
3. Cakupan kunjungan Neonatal
4. Persentase bayi usia kurang dari 6 bulan
mendapat ASI Eksklusif
Kegiatan : Pembinaan gizi masyarakat dan kesehatan
keluarga
Sasaran : Meingkatnya perbaikan gizi masyarakat dan
kesehatan keluarga Indikator Kinerja Kegiatan :
1. Jumlah kabupaten/kota yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan ibu
dan bayi baru lahir.
2. Persentase kabupaten/kota yang
melaksanakan surveilans gizi.
3. Persentase bayi usia kurang dari 6 bulan
mendapat ASI Eksklusif.
Klasifikasi Rincian Output (KRO) : Pelatihan bidang pendidikan.
Indikator KRO : Terlaksananya pelatihan terkatait pembinaan gizi
masyarakat dan kesehatan keluarga.
Rincian Output (RO) : Pelatihan Pelatih Konseling Menyusui
Indikator RO : Bertambahnya pelatih pelatihan konseling
menyusui
Volume Keluaran (Output) : Satuan Ukur
Keluaran (Output) : Orang Penanda
Anggaran (Tagging) : Prioritas Nasional
A. Latar Belakang
1. Dasar Hukum
a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pembangunan Jangka
Panjang Nasional 2005-2025.
b. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
c. Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Menengah Nasional Tahun 2020-2024.
d. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 21 Tahun 2020 tentang Rencana
Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2020-2024.
2. Tugas Fungsi/Kebijakan:
a. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 450/MENKES/SK/IV/2004 tentang
Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Secara Eksklusif pada Bayi di Indonesia.
b. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu
Eksklusif.
c. Peraturan Presiden Nomor 42 tahun 2013 tentang Gerakan Nasional
Percepatan Perbaikan Gizi.
d. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 tahun 2014 tentang Upaya Perbaikan
Gizi
e. Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 41 tahun 2014 tentang Pedoman Gizi
Seimbang (PGS).
f. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 88 Tahun 2014 tentang Standar Tablet
Tambah Darah bagi Wanita Usia Subur dan Ibu Hamil.
g. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2015 tentang Standar Kapsul
Vitamin A bagi Bayi, Anak Balita dan Ibu Nifas.
h. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 51 Tahun 2016 tentang Standar Produk
Suplementasi Gizi.
i. Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2018 tentang GERMAS.
j. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis
Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidang
Kesehatan.
k. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan
Masyarakat.
l. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 78/PMK.02/2019 tentang Standar Biaya
Masukan Tahun Anggaran 2020.
3. Gambaran Umum Singkat:
Pembangunan kesehatan menyebutkan bahwa arah kebijakan dalam
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yaitu
meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan menuju cakupan
kesehatan semesta dengan penekanan pada penguatan pelayanan kesehatan
dasar (Primary Health Care) dan peningkatan upaya promotif dan preventif
didukung oleh inovasi dan pemanfaatan teknologi. Salah satu strategi RPJMN
2020- 2024 tersebut adalah meningkatnya status kesehatan dan gizi ibu dan anak.
Namun, masih banyak masalah gizi yang dihadapi oleh Indonesia. Hasil
Riskesdas 2018 menunjukkan masih tingginya permasalahan gizi pada balita di
Indonesia, antara lain sebanyak 30,8% balita mengalami Stunting, balita kurus dan
sangat kurus sebanyak 10,2% dan balita gemuk sebanyak 8%. Selain itu diperoleh
data prevalensi Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) sebesar 6,2% dan sebanyak
22,7% bayi lahir dengan panjang badan kurang dari 48 cm. Terjadinya masalah
gizi tersebut didasari berbagai hal salah satunya karena kurangnya asupan gizi
yang tidak optimal serta karena praktik pengasuhan yang kurang tepat. Riskesdas
2018 mendapatkan bahwa cakupan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) pada bayi baru
lahir sebesar 58,2% sedangkan cakupan ASI Eksklusif 6 bulan di Indonesia
sebesar 37,3%. Sedangkan data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI)
memperlihatkan terjadinya penurunan prevalensi ASI Eksklusif dari 64,5% pada
tahun 2018 menjadi 52,5% pada tahun 2021.
Kementerian Kesehatan RI menetapkan Strategi Pemberian Makanan Bayi
dan Anak (PMBA) sesuai Global Strategy on Infant and Child Feeding, yaitu pola
pemberian makan terbaik bagi bayi dan anak sejak lahir sampai umur 24 bulan
sebagai berikut: (1) Menyusui segera dalam waktu satu jam pertama setelah
bayi lahir (IMD), (2) Menyusui secara eksklusif sejak lahir sampai bayi
berumur 6 bulan, (3) Mulai memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)
yang baik dan benar sejak bayi berumur 6 bulan; dan (4) Tetap menyusui sampai
anak berumur 24 bulan atau lebih. Ketersediaan konselor menyusui di Indonesia
saat ini belum menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Untuk
mendukung peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga kesehatan dalam
melakukan konseling menyusui diperlukan pelatihan konseling menyusui yang
dapat dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia. Dalam upaya ini, perlu disiapkan
tenaga pelatih untuk membentuk konselor menyusui di kabupaten/kota di
Indonesia. Oleh karena itu Direktorat Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak melakukan
pelatihan pelatih (TOT) Konseling Menyusui.
4. Tujuan Pelatihan
a. Tujuan Umum: Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan tenaga
kesehatan sebagai pelatih pelatihan konseling menyusui yang dapat melatih
secara efektif.
b. Tujuan Khusus: Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu:
1) Menjelaskan konsep menyusui.
2) Melakukan evaluasi kegiatan menyusui.
3) Menjelaskan tantangan menyusui pada ibu dan bayi.
4) Melakukan dukungan pada keberhasilan menyusui.
5) Melakukan konseling menyusui.
6) Melatih pada pelatihan konseling menyusui.
B. Penerima Manfaat
Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah tenaga kesehatan di tingkat
pusat, provinsi dan lembaga yang bergerak pada dukungan menyusui.
1. Perwakilan provinsi, sebanyak 100 orang dari 38 Provinsi).
Syarat peserta:
a. Tenaga kesehatan dokter, nutrisionis ahli, bidan dan atau mempunyai
Surat Tanda Registrasi (STR).
b. Bertugas di Ibu kota provinsi atau kabupaten/kota.
c. Sudah pernah mengikuti pelatihan konseling menyusui dan/atau pelatihan
PMBA.
2. Peserta Pusat dan Daerah
Peserta pusat adalah peserta yang berasal dari institusi pusat, antara lain:
Syarat peserta:
a. Tenaga kesehatan: dokter, nutrisionis ahli, bidan dan atau mempunyai
Surat Tanda Registrasi (STR).
b. Diutamakan: sudah/pernah mengikuti pelatihan pelatih konseling
menyusui modul 40 jam WHO-UNICEF.
Peserta berasal dari Instansi:
1) BBPK/Bapelkes
2) Jurusan Gizi Poltekkes
3) Direktorat Gizi dan KIA: 5 peserta
4) Dinkes Provinsi
5) Dinkes Kabupaten/Dinkes Kota
Dari data tersebut maka jumlah total peserta adalah 100 orang dengan jumlah
fasilitator yang dibutuhkan setiap angkatan adalah 10 orang fasilitator (1:5) dalam
2 kelas@25 orang.
3. Tim Fasilitator. Tim fasilitator adalah fasilitator yang akan memfasilitasi kegiatan.
Syarat Fasilitator:
a. Fasilitator senior merupakan penyusun kurikulum modul pelatihan konseling
menyusui.
b. Memahami modul pelatihan konseling menyusui secara utuh.
c. Memiliki komitmen yang tinggi dalam memfasilitasi pelatihan konseling
menyusui. Fasilitator:
1) dr. Wiyarni Pambudi, Sp. A (FK Univ. Tarumanegara).
2) dr. Hikmah Kurniasari, MKM, IBCLC, CIMI (RS Sari Asih Ciputat).
3) drg. Elizabeth Maria Tuti Nurhayati (I-KLAN)
4) Siti Zulaikhah, SST, Bdn (I-KLAN)
5) Aulia Yuliana Hidayati, M.Keb (AIMI)
6) Ir. Dian Anggorowati (PERSAGI)
7) Fajrinayanti, SKM, MKM (Dinkes Kota Depok)
8) Fida Faridah Isfahani, S.Gz (Dinkes Kota Serang)
9) dr. Lenggang Annisaqodri (AIMI)
10) Rian Anggraini, SKM, MKM (Direktorat Gizi dan KIA)
5. Master of Trainer (MoT) dan Quality Control (QC).
Pengampu dalam kegiatan ini adalah BBPK Ciloto sehubungan dengan kegiatan
dilaksanakan di Kota Bogor. Pada pelaksanaan pelatihan ini setiap angkatan
dibantu oleh Master of Trainer (MOT) dari BBPK Ciloto sebanyak 2 (dua) orang
dan Quality Control (QC) dari BBPK Ciloto 1 (satu) orang. Kegiatan dibantu oleh
panitia lokal sebanyak 2 (dua) orang dengan rincian 1 (satu) orang dari BBPK
Ciloto dan 1 (satu) orang dari Dinkes Kota Bogor yang menjadi lokasi praktek.
C. Strategi Pencapaian dan Metode Pelaksanaan Untuk mencapai tujuan pelatihan,
kegiatan dilakukan secara blended learning dengan materi pembelajaran disusun
dalam struktur program sebagai berikut:
JAM PELAJARAN
No. MATA PELATIHAN T P PL Total
SM SM Klasikal Klasikal JPL
A. Mata Pelatihan Dasar (MPD
1. Kebijakan dukungan menyusui dalam 1 0 0 0 1
program peningkatan pemberian ASI di
Indonesia
Sub Total A 1 0 0 0 1
B. Mata Pelatihan Inti (MPI)
1. Konsep menyusui 2 0 0 0 2
2. Evaluasi kegiatan menyusui 2 2 0 0 4
3. Tantangan menyusui pada ibu dan bayi 3 4 0 0 7
4. Dukungan pada keberhasilan menyusui 4 6 0 0 10
5. Konseling menyusui 2 2 3 6 13
6. Teknik melatih konseling menyusui 5 0 7 0 12
Sub Total B 18 14 10 6 48
C. Mata Pelatihan Penunjang (MPP)
1. Building Learning Commitment (BLC) 0 2 0 0 2
2. Antikorupsi 2 0 0 0 2
3. Rencana Tindak Lanjut (RTL) 1 1 0 1 2
Sub Total C 3 3 0 0 6
TOTAL “A+B+C” 22 17 10 6 55
Keterangan:
T = penyampaian Teori,
P = Penugasan di kelas,
PL = Praktik Lapangan.
1 jpl @ 45 menit
SM = sinkronus maya (pembelajaran secara online)
Berikut ini beberapa keterangan terkait strategi pencapaian kegiatan dan metode
pelaksanaan antra lain:
1. Pelatihan pelatih konseling menyusui di tingkat pusat dilaksanakan secara
blended learning terdiri dari 5 hari pelatihan secara daring/online dengan jumlah
39 JPL dan 2 hari pelatihan secara luring/offline dengan jumlah 16 JPL. Total
keseluruhan adalah 55 JPL.
2. Pelatihan secara daring/online menggunakan platform zoom. Pelatihan secara
luring/offline dilaksanakan di fasilitas salah satu hotel di daerah kab/kota Bogor
(melihat situasi lokasi praktek lapangan).
3. Metode pelaksaan kegiatan ini dilakukan dengan proses pembelajaran metode
ceramah interaktif ynag dikombinasikan dengan tanya jawab, latihan kasus dan
simulasi.
4. Pelatihan yang dilaksanakan mengacu pada Pedoman Pelatihan Pelatih
Konseling Menyusui yang telah diakreditasi oleh Direktorat Tenaga Kesehatan
Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2022.
5. Salah satu keluaran yang diharapkan dari pelatihan ini adalah peserta mampu
melakukan pelatihan konsling menyusui dan terus meningkatkan kompetensi
dalam melakukan konseling menyusui.
Pelatihan dilaksanakan selama 8 hari dengan jadwal sebagai berikut dengan rincian
sebagai berikut:
Online Offline
ANGKATAN I
Hari, Tanggal Senin-Jum’at, 9 – 13 September Selasa-Jumat, 17 – 20
2024 September 2024
Waktu 08.00-selesai (jadwal terlampir) 08.00-selesai (Jadwal terlampir
Tempat Zoom meeting (link menyusul) Bogor, Jawa Barat
ANGKATAN II
Hari, Tanggal Senin-Jum’at, 23 – 27 Selasa-Jumat, 1 – 4 Oktober
September 2024 2024
Waktu 08.00-selesai (jadwal terlampir) 08.00-selesai (Jadwal terlampir
Tempat Zoom meeting (link menyusul) Bogor, Jawa Barat
D. Alat dan Bahan yang dibutuhkan:
1. Kurikulum dan modul pelatihan pelatih konseling menyusui 55 JPL.
2. Formulir-formulir.
3. Boneka dan model payudara
4. Cangkir, spuit dan NGT
5. ATK (flipchart, spidol, dsb)
6. Bahan kontak, dll
E. Output/Keluaran
1. Penambahan data pelatih konseling menyusui.
2. Laporan kegiatan pelaksanaan pelatihan.
F. Pembiayaan Anggaran biaya kegiatan pelatihan pelatih konseling menyusui
bersumber dari Anggaran APBN Satker Setditjen Kesmas Tahun 2024.
JADWAL PELATIHAN TOT KONSELING MENYUSUI
BOGOR, 9 – 20 September 2024
HARI/ MATA PELATIHAN PELATIH/
TANGGAL/ FASILITATOR
JAM
DARING
Senin, 9 September 2024
08.00 – 08.30 Pembukaan dan Panitia
pretest
08.30 – 10.00 BLC MOT
10.00 – 10.15 Break pagi
10.15 – 11.00 Kebijakan dukungan menyusui dalam program
peningkatan pemberian ASI di
Indonesia Direktorat Gizi dan
KIA
11.00 – 12.30 Antikorupsi MOT
12.30 – 13.15 ISHOMA
13.15 – 14.00 MP 1. Konsep Menyusui Fasilitator
Materi Pokok 1. Pentingnya Menyusui
14.00 – 14.45 MP 1. Konsep Menyusui Fasilitator
Materi Pokok 2. Cara kerja menyusui
14.45 – 15.30 MP.2 Evaluasi kegiatan menyusui Fasilitator
Materi Pokok 1. Tata cara penilaian proses menyusui
DARING
Selasa, 10 September 2024
07.45 – 08.15 Refleksi Pembelajaran MOT
08.15 – 09.00 MP 2. Evaluasi kegiatan
Menyusui Fasilitator
Materi Pokok 2. Tata cara pengaturan posisi bayi pada
payudara
09.00 – 09.45 Penugasan MPI 1. Evaluasi kegiatan menyusui
Materi Pokok 1 Fasilitator BOR
09.45 – 10.30 Penugasan MP 2. Evaluasi kegiatan menyusui
Materi Pokok 2 Fasilitator BOR
10.30 – 10.45 Break Pagi
10.45 – 11.30 MPI 3. Tantangan menyusui pada ibu dan bayi
Materi Pokok 1. Tantangan menyusui pada ibu: Fasilitator
Kondisi payudara
11.30 – 12.15 MPI 3. Tantangan menyusui pada ibu dan bayi
Materi Pokok 1. Tantangan menyusui pada ibu: Fasilitator
Pasokan ASI dan Kesehatan Ibu
12.15 – 13.15 ISHOMA
13.15 – 15. 30 Penugasan MPI 3. Tantangan menyusui pada ibu dan Fasilitator BOR
bayi.
Meteri Pokok 1. Tantangan menyusui pada ibu
(Latihan kasus kondisi payudara, Latihan kasus
pasokan ASI dan diskusi Kesehatan ibu masing-
masing 45 menit)
DARING
Rabu, 11 September 2024
07.45 – 08.15 Refleksi Pembelajaran MOT
08.15 – 09.00 MPI 3. Tantangan menyusui pada ibu
dan bayi Fasilitator
Materi Pokok 2. Tantangan menyusui
pada bayi
09.00 – 09.45 Penugasan MPI 3. Tantangan menyusui
pada ibu dan bayi. Fasilitator BOR
Materi Pokok 2. Tantangan menyusui
pada bayi (latihan kasus)
09.45 – 10.00 Break pagi
10.00 – 10.45 MPI 4. Dukungan pada keberhasilan
menyusui Fasilitator
Materi Pokok 1 dan 2. Kode Internasional
pemasaran produk pengganti ASI dan
dukungan antenatal
10.45 – 11.30 Penugasan MPI 4. Dukungan pada
keberhasilan menyusui. Fasilitator BOR
Materi Pokok 1. (Latihan kasus Kode)
11.30 – 12.30 ISHOMA
12.30 – 13.15 Penugasan MPI 4. Dukungan pada keberhasilan
menyusui Fasilitator BOR
Materi Pokok 2. (Simulasi dukungan antenatal)
13.15 – 14.00 MPI 4. Dukungan pada keberhasilan menyusui
Materi Pokok 3. Dukungan pada saat persalinan Fasilitator
14.00 – 14.45 Penugasan MPI 4. Dukungan pada keberhasilan
menyusui Fasilitator BOR
Materi Pokok 3. Simulasi IMD
14.45 – 15.30 MPI 4. Dukungan pada keberhasilan menyusui
Materi Pokok 3. Dukungan pasca persalinan (sampai Fasilitator
mempertahankan menyusui 2 tahun atau lebih)
DARING
Kamis, 12 September 2024
07.45 – 08.15 Refleksi Pembelajaran MOT
08.15 – 09.00 MPI 4. Dukungan pada
keberhasilan menyusui Fasilitator
Materi Pokok 3. (Memerah ASI dan Relaktasi)
09.00 – 11.15 Penugasan MPI 4. Dukungan pada keberhasilan
menyusui Fasilitator BOR
Materi Pokok 3 (Latihan kasus mempertahankan
menyusui. Simulais memerah ASI dan memberi
minum dengan cangkir, simulasi relaktasi)
11.15 – 12.00 MPI 5. Konseling menyusui Fasilitator
Materi Pokok 1. Konsep konseling menyusui
12.00 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 13.45 MPI 5. Konseling menyusui Fasilitator
Materi Pokok 2. Tata cara konseling menyusui
13.45 – 15.15 Penugasan MPI 5. Konseling menyusui
Materi Pokok 2. Konsep konseling menyusui Fasilitator BOR
DARING
Jumat, 13 September 2024
07.45 – 08.15 Refleksi Pembelajaran MOT
08.15 – 09.45 MPI 6. Teknik Melatih MOT
09.45 – 10.00 Break Pagi
10.00 – 12.15 MPI 6. Teknik Melatih MOT
12.15 – 13.15 ISHOMA
13.15 – 14.00 Briefing kegiatan Offline Panitia
14.00 – Selesai Tugas Mandiri
LURING
Selasa, 17 September 2024
14.00 – 16.00 Registrasi Peserta
LURING
Rabu, 18 September 2024
07.30 – 08.00 Pengkondisian peserta Panitia
08.00 – 10.15 Penugasan MPI 5. Konseling menyusui Fasilitator Kelompok
(Simulasi konseling menyusui) Kecil
10.15 – 12.30 MPI 6. Teknik melatih (Praktik microteaching)
MOT:
12.30 – 13.30 ISHOMA
13.30 – 15.00 MPI 6. Teknik melatih (Praktik MOT
microteaching)
15.00 – 15.30 ISTIRAHAT
15.30 – 17.00 MPI 6. Teknik melatih (Praktik
microteaching) MOT
LURING
Kamis, 19 September 2024
07.30 – 13.30 Praktik Lapangan MPI 5. Konseling Menyusui Fasilitator
13.30 – 14.15 ISHOMA
14.15 – 15.45 RTL MOT:
15.45 – 16.30 Posttest & Tes Sumatif Panitia dan MOT
16.30 – 16.45 Penutupan Panitia
LURING
Jum’at, 20 September 2024
08.00 – 11.00 Penyelesaian Administrasi Panitia
SPESIFIKASI PAKET PELATIHAN TOT KONSELING MENYUSUI
1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Pelatihan ToT Konseling Menyusui angkatan 1 akan dilaksanakan pada hari selasa-jum’at
tanggal 17-20 September dan angkatan 2 akan di laksanakan pada hari selasa-jum’at
tanggal 1-4 Oktober 2024 di Bogor, Jawa Barat.
2. Jumlah Peserta
Jumlah peserta keseluruhan adalah 86 orang dengan rincian:
Peserta Dinkes Provinsi 50 orang
Peserta Pusat 36 orang
URAIAN VOLUME
Fullboard Peserta Daerah 50 orang x 3 malam x 2 kali
Fullboard Peserta Pusat 36 orang x 3 malam x 2 kali
3. Rincian Pekerjaan
a. Kamar twin bed
b. Sarapan, makan siang, makan malam dan dua kali snack setiap harinya
c. Ruangan meeting kapasitas 100 orang (set up ruangan akan berganti-ganti
tergantung kebutuhan peserta)
d. Ruangan sekretariat kapasitas 10 orang
e. Free wifi
f. Sound system
g. Standar screen dan LCD di masing-masing ruangan
h. Air mineral botol
i. Flipchart dan spidol
j. Petugas hotel yang standby di ruangan selama acara berlangsung
Pejabat Pembuat Komitmen
Direktorat Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak
Kartika Wahyu Dwi Putra, SKM, M.Kes
NIP 198809042010121004