SPESIFIKASI TEKNIS KEGIATAN
PEKERJAAN: Pengadaan Paket Meeting Workshop Manajemen dan Analisis Data
SKDR bagi Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat
1. LATAR : Munculnya pandemi COVID-19 di tahun 2020 hingga dinyatakan
BELAKANG
sebagai status endemis di tahun 2023, menunjukkan bahwa negara
memiliki risiko yang besar terkait munculnya penyakit infeksi
emerging maupun penyakit berpotensi KLB/wabah baik yang
muncul dari dalam negeri ataupun yang sifatnya importasi dari
negara lain. Pada tahun 2023 hingga pertengahan tahun 2024,
Kementerian Kesehatan telah menerima laporan beberapa KLB
yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia seperti KLB Difteri,
KLB Malaria untuk wilayah dengan status bebas eliminasi, KLB
Polio, KLB Campak, KLB DBD, KLB Chikungunya, dan KLB Rabies.
Kelompok yang paling terdampak adalah anak-anak, lanjut usia,
serta orang-orang yang memiliki keterbatasan akses terhadap
pelayanan kesehatan.
Saat ini ada 24 penyakit yang dipantau baik melalui laporan harian
maupun laporan mingguan dari fasilitas pelayanan kesehatan
seperti Puskesmas dan Rumah Sakit melalui aplikasi Sistem
Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). Kegiatan ini sudah
diinisiasi sejak tahun 2009, dan saat ini sudah melibatkan seluruh
dinas kesehatan, puskesmas, Balai Kekarantinaan Kesehatan
(BKK), laboratorium kesehatan masyarakat, dan sebagian besar
rumah sakit. Hal ini merupakan salah satu upaya penguatan
ketahanan nasional dalam rangka untuk meningkatkan kapasitas
pencegahan, deteksi dini dan respon terhadap penyakit potensial
KLB.
Indonesia melaksanakan evaluasi Joint External Evaluation (JEE) di
tahun 2023 yang merupakan evaluasi 5 tahunan terhadap kapasitas
ketahanan nasional. Pada evaluasi yang diikuti oleh asesor
internasional tersebut, ada beberapa gap yang teridentifikasi antara
lain adalah masih terbatasnya penggunaan data untuk mendukung
penyusunan kebijakan serta komunikasi baik lintas program dan
lintas sektor dalam bentuk diseminasi informasi terhadap
penanganan penyakit potensial KLB. Pada kegiatan evaluasi sistem
surveilans yang juga dilakukan di tahun 2023, menunjukkan bahwa
aspek leadership dan manajerial (koordinasi-komunikasi lintas
sektor, perencanaan, penganggaran) menjadi salah satu komponen
dengan daya ungkit terhadap aspek-aspek teknis lainnya. Dengan
mempertimbangkan hal tersebut, maka diperlukan suatu
peningkatan kapasitas Dinas Kesehatan dalam konteks manajemen
dan analisa data surveilans.
Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Surveilans dan
Kekarantinaan Kesehatan telah mengembangkan kurikulum
Manajemen dan Analisis Data dan dilanjutkan dengan kegiatan
Workshop Manajemen dan Analisis Data SKDR bagi 16 provinsi
dari Sumatra dan Jawa yang telah dilakukan di Batam. Kegiatan
workshop Manajemen dan Analisis Data SKDR di kabupaten/kota
ini merupakan lanjutan dari workshop untuk provinsi yang telah
dilakukan sebelumnya. Kegiatan ini akan dihadiri oleh petugas
provinsi dan kabupaten/kota di provinsi Jawa Barat.
2. MAKSUD DAN : Meningkatkan kapasitas petugas surveilans provinsi dan
TUJUAN
kabupaten/kota dalam Manajemen dan Analisis Data SKDR
3. TARGET/ : Target/sasaran yang ingin dicapai dalam kegiatan workshop ini
SASARAN
adalah Kepala Bidang P2P, petugas surveilans provinsi, dan
penanggung jawab program (Lampiran 1)
4. NAMA : Nama organisasi yang menyelenggarakan/melaksanakan
ORGANISASI
pengadaan Jasa Lainnya:
PENGADAAN
KONSULTANSI a. K/L/D/I : Kementerian Kesehatan RI
b. SATKER : Sekretariat Ditjen P2P
c. PPK : Hibah Langsung unit kerja direktorat P2PM
5. SUMBER DANA : a. Sumber dana yang diperlukan untuk membiayai Pengadaan
DAN
Jasa Lainnya berasal dari Dana Hibah oleh Global Fund
PERKIRAAN
BIAYA Komponen Malaria dengan Budget Line 2212
b. Total perkiraan biaya yang diperlukan : Rp. 307.230.000,-
6. RUANG : a. Ruang lingkup pekerjaan/ Pengadaan Jasa Lainnya dalam
LINGKUP,
bidang Paket Meeting Fullboard
LOKASI
PEKERJAAN, b. Lokasi pengadaan pekerjaan/ Pengadaan Jasa Lainnya di
FASILITAS
Provinsi Jawa Barat
PENUNJANG
7. PRODUK YANG Hasil/produk yang akan dihasilkan dari Pengadaan Jasa Lainnya
DIHASILKAN
Terselenggaranya kegiatan Workshop Manajemen dan Analisis
Data SKDR bagi kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat yang
dilaksanakan di Provinsi Jawa Barat
8. WAKTU : Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan Pengadaan Jasa
PELAKSANAAN
Lainnya adalah 4 hari (tanggal pelaksanaan kegiatan 1 – 4
YANG
DIPERLUKAN Oktober 2024).
9. KUALIFIKASI : -
YANG
DIPERLUKAN
10 PENDEKATAN : Metode kerja yang harus dilakukan oleh Penyedia Jasa Lainnya
DAN
dalam melaksanakan pekerjaan, sesuai dengan persyaratan yang
METODOLOGI
ditetapkan oleh PPK.
11 SPESIFIKASI : Spesifikasi Paket Fullboard (Lampiran 2 dan 3).
TEKNIS
12 LAPORAN : -
KEMAJUAN
PEKERJAAN
Lampiran 1.
PESERTA KEGIATAN PAKET MEETING
Pertemuan Workshop Manajemen dan Analisis Data SKDR
bagi Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat
Jumlah narasumber dan peserta kegiatan sebanyak 110 orang, dengan rincian sebagai
berikut:
i. Peserta Pusat berjumlah 17 orang dengan rincian :
1. Dit SKK : 10 orang
2. GF ATMR : 7 orang
a. PME Manager
b. ME C19RM
c. Admin GF ATMR
d. IC GF ATMR
e. Kasir GF ATMR
f. Procurement GF ATMR
g. UKPBJ
ii. Peserta Dinas Kesehatan Provinsi (3 orang):
Jumlah peserta Provinsi sebanyak 3 orang berasal dari Provinsi Jawa Barat.
Peserta provinsi berjumlah 3 orang yaitu :
• PJ Surveilans (1 orang)
• PJ Program Penyakit Berpotensi KLB/Wabah (2 orang)
iii. Peserta Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota berjumlah 81 orang, dengan
rincian :
Jumlah peserta kabupaten/kota sebanyak 81 orang berasal dari seluruh
Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat. Peserta kabupaten/kota masing-masing
3 orang yaitu PJ Surveilans (1 orang) dan PJ Program Penyakit Berpotensi
KLB/Wabah (2 orang), dengan rincian kabupaten dan kota sebagai berikut :
1. Kabupaten Bandung (3 orang)
2. Kabupaten Bandung Barat (3 orang)
3. Kabupaten Bekasi (3 orang)
4. Kabupaten Bogor (3 orang)
5. Kabupaten Ciamis (3 orang)
6. Kabupaten Cianjur (3 orang)
7. Kabupaten Cirebon (3 orang)
8. Kabupaten Garut (3 orang)
9. Kabupaten Indramayu (3 orang)
10. Kabupaten Karawang (3 orang)
11. Kabupaten Kuningan (3 orang)
12. Kabupaten Majalengka (3 orang)
13. Kabupaten Pangandaran (3 orang)
14. Kabupaten Purwakarta (3 orang)
15. Kabupaten Subang (3 orang)
16. Kabupaten Sukabumi (3 orang)
17. Kabupaten Sumedang (3 orang)
18. Kabupaten Tasikmalaya (3 orang)
19. Kota Bandung (3 orang)
20. Kota Banjar (3 orang)
21. Kota Bekasi (3 orang)
22. Kota Bogor (3 orang)
23. Kota Cimahi (3 orang)
24. Kota Cirebon (3 orang)
25. Kota Depok (3 orang)
26. Kota Sukabumi (3 orang)
27. Kota Tasikmalaya (3 orang)
iv. Peserta UPT Kekarantinaan Kesehatan berjumlah 1 orang, dengan rincian :
Jumlah peserta UPT Kekarantinaan Kesehatan sebanyak 1 orang berasal dari
BKK Bandung (1 orang)
v. Narasumber berjumlah 8 orang dengan rincian:
1. Kementerian Kesehatan (Tim Kerja Surveilans, 1 orang)
2. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (1 orang)
3. PAEI (1 orang)
4. PHEOC (2 orang)
5. PKMK Universitas Gajah Mada (3 orang)
v. Narasumber Pembiayaan Mandiri:
1. WHO Indonesia (2 orang)
2. HSP
Lampiran 2.
Spesifikasi Paket Meeting
Pertemuan Workshop Manajemen dan Analisis Data SKDR
bagi Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat
1. Pertemuan Tanggal 1 - 4 Oktober 2024 (selama 4 Hari).
2. Jumlah Peserta sebanyak 110 orang dengan rincian paket meeting yaitu 110 orang
dengan fullboard untuk tanggal 1 - 4 Oktober 2024
3. Ruang Pertemuan Utama Kapasitas 110 Orang dengan rincian:
a. Pembukaan dan penutupan dilakukan diruang pertemuan utama dengan
kapasitas 110 orang.
b. Panggung dan podium disediakan ketika acara hari pertama saat pembukaan
dan hari terakhir saat penutupan.
c. Menggunakan meja bulat
d. Tim hotel ada yang stanby pada saat kegiatan
e. Snack and lunch tersedia 15 menit sebelum jadwal
Paket Fullboard dengan rincian berikut:
Hari Paket Fullboard Jumlah Peserta
I Lunch, Coffee Break, Dinner 110 orang
II Breakfast, Coffee Break 1, Lunch, 110 orang
Coffee Break 2, Dinner
III Breakfast, Coffee Break 1, Lunch, 110 orang
Coffee Break 2, Dinner
IV Breakfast, Coffee Break 110 orang
f. Peralatan di ruang Meeting:
1. Standart Sound System + Wireless Mic minimal 2 buah di ruang pertemuan
2. Screen pada ruang pertemuan kelas besar terdapat minimal 2 layar yang
masing-masing dilengkapi dengan LCD
3. Ruang sekretariat
4. ATK (Notes dan Pensil)
5. Air Mineral Botol, Permen
6. Koneksi Internet (WIFI)
7. Colokan listrik di masing-masing meja
8. Flipchart
9. Round Table
10. Rincian paket meeting
No Paket Meeting Jumlah Durasi
Fullboard Meeting
1 110 Orang 3 Malam
(1 - 4 Oktober 2024)
Lampiran 3.
Pertemuan Workshop Manajemen dan Analisis Data SKDR
bagi Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat
Waktu Judul Materi Narasumber
Hari 1
10.00 – 12.00 Registrasi dan Pembukaan Panitia
12.00 – 13.00 Istirahat dan Makan Siang
13.00 – 13.30 Pembukaan
● Laporan Panitia ● Tim Kerja Surveilans
● Sambutan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi ● Kepala Dinas Kesehatan
Provinsi
● Direktur Surveilans dan
● Arahan dan pembukaan workshop Kekarantinaan Kesehatan
13.30 – 14.00 Pre-test Panitia(TimkerSurveilans)
14.00 – 15.30 Materi 1: Ketua Tim Kerja Surveilans
Konsep Dasar Epidemiologi;
Konsep Dasar Kewaspadaan Dini
15.30 – 16.00 Coffee Break -
16.00 – 17.00 Materi 2: TIM
Analisis data surveilans berbasis SKDR Surveilans/PHEOC, WHO
Indonesia, PKMK UGM
Hari 2
08.00 – 10.00 Sesi Praktik 1: TIM
Analisis data surveilans berbasis SKDR Surveilans/PHEOC, WHO
Indonesia, PKMK UGM
10.00 – 10.15 Coffee break
10.15 – 12.15 Lanjutan Sesi Praktik 1 : TIM
Analisis data surveilans berbasis SKDR Surveilans/PHEOC, WHO
Indonesia, PKMK UGM
PHEOC/WHO/Surveilans
12.15 – 13.15 Istirahat dan Makan Siang -
13.15 – 14.15 Materi 3 : TIM
Pengumpulan, pengolahan, pengelolaan dan validasi Surveilans/PHEOC/FETP,
data surveilans WHO Indonesia, PAEI, PKMK
UGM
14.15 – 15.15 Sesi Praktik 2 : TIM
Pengumpulan, pengolahan, pengelolaan dan validasi Surveilans/PHEOC/FETP,
data surveilans WHO Indonesia, PAEI, PKMK
UGM
PHEOC/Surveilans
15.15 – 15.45 Coffee break
15.45 – 16.45 Lanjutan Sesi Praktik 2 : TIM
Pengumpulan, pengolahan, pengelolaan dan validasi Surveilans/PHEOC/FETP,
data surveilans WHO Indonesia, PAEI, PKMK
UGM
Hari 3
08.00 – 10.00 Lanjutan Sesi Praktik 2 : TIM
Pengumpulan, pengolahan, pengelolaan dan validasi Surveilans/PHEOC/FETP,
data surveilans WHO Indonesia, PAEI, PKMK
UGM
10.00 – 10.15 Coffee Break -
10.15 – 11.15 Materi 4:
Diseminasi informasi dalam menyampaikan hasil PKMK UGM/RCCE
analisis data kepada pimpinan, lintas program dan
masyarakat -
11.15 – 12.15 Sesi Praktik 3 PKMK UGM/RCCE
Diseminasi informasi dalam menyampaikan hasil
analisis data kepada pimpinan, lintas program dan
masyarakat
12.15 – 13.15 Istirahat dan Makan Siang
13.15 – 14.15 Materi 5: TIM
Manajemen data surveilans pada situasi khusus Surveilans/PHEOC/FETP,
WHO Indonesia
14.15 – 15.15 Sesi Praktik 4 TIM
Manajemen data surveilans pada situasi khusus Surveilans/PHEOC/FETP,
WHO Indonesia
15.15 – 15.45 Coffee break
15.45 – 17.00 Lanjutan Sesi Praktek 4 TIM
Manajemen data surveilans pada situasi khusus Surveilans/PHEOC/FETP,
WHO Indonesia
Hari 4
08.00 – 09.00 Penyusunan Rencana Tindak Lanjut dan Evaluasi Tim Kerja Surveilans
09:00 – 09.15 Coffee Break -
09.15 – 09.45 Post Test Panitia (Timker Surveilans)
09.45 – 12.00 Penutupan, penyerahan sertifikat dan administrasi Panitia(Timker Surveilans)