Spesifikasi Teknis
Pengadaan Paket Meeting Kegiatan Congenital Rubella
Syndrome (Crs) Strengthening Meeting For Surveillance Officer In
Provinces And Sentinel Hospital
I. LATAR BELAKANG
Dalam pertemuan regional SEARO bulan Maret 2023 disepakati bahwa Indonesia bersama
dengan negara Asia Tenggara lainnya akan mencapai target eliminasi campak-rubela/CRS
yang didahului dengan interrupted (pemutusan) transmisi virus campak-rubela pada tahun
2026. Untuk mencapai target tersebut, Indonesia telah melakukan pengendalian rubela
melalui surveilans rubela sejalan dengan imunisasi rubela yang telah masuk ke dalam
Program Imunisasi Nasional secara bertahap pada tahun 2017 - 2018. Selain itu dalam hal
pengendalian Congenital Rubella Syndrome (CRS), telah dilaksanakan surveilans CRS yang
dimulai di 18 Rumah Sakit (RS) di 15 provinsi terpilih sejak tahun 2015. Surveilans CRS
diperlukan untuk mengetahui epidemiologi dan beban penyakit CRS di masyarakat. Data
surveilans CRS juga dapat digunakan sebagai alat advokasi untuk mendapatkan dukungan
yang kuat dari pemerintah dalam program pengendalian Rubela di Indonesia.
Untuk membangun sistem surveilans CRS di Indonesia yang dapat mewakili seluruh wilayah
Indonesia telah dilakukan pengembangan surveilans sentinel CRS pada tahun 2022 dengan
menambah 4 RS sentinel sehingga menjadi 22 sentinel RS CRS di 19 provinsi terpiih. Untuk
memastikan surveilans CRS tetap terlaksana dengan baik serta Indonesia dapat mencapai
eliminasi Campak-Rubela/CRS sesuai target yang telah ditetapkan, maka perlu dilakukan
monitoring dan evaluasi pelaksanaan surveilans CRS secara berkala dan berjenjang.
Salah satu upaya monitoring dan evaluasi, telah dilakukan pertemuan secara daring yaitu
melakukan webinar pertemuan nasional surveilans CRS pada bulan Februari 2024, dan
setiap 6 minggu sekali melakukan pertemuan desk review kinerja surveilans PD3I
berdasarkan regional. Setelah dua kali pelaksanaan desk review surveilans CRS maka kinerja
surveilans CRS telah memenuhi target indikator reporting rate triwulan ketiga tahun 2024
(data per 31 Juli 2024) yaitu 1,62/10.000 kelahiran hidup di provinsi sentinel. Namun jika
dilihat per RS sentinel maka masih ada 6 RS (27%) yang belum mencapai target, dan
hanya 62,2% suspek CRS dilakukan pemeriksaan spesimen serum (target ≥80%). Selain itu
belum terdapat koordinasi yang optimal antara RS sentinel CRS dan dinas kesehatan
provinsi maupun dinas kesehatan kabupaten/kota setempat.
Dengan mempertimbangkan hal tersebut dan untuk mengoptimalkan review dan evaluasi
kinerja seluruh RS sentinel CRS, maka diperlukan kegiatan Seminar Nasional Surveilans CRS
yang akan dilaksanakan secara luring pada bulan Oktober 2024. Upaya ini diharapkan dapat
lebih meningkatkan kinerja surveilans CRS, agar setiap tahun dapat mencapai target
indikator yang telah ditetapkan.
II. TUJUAN
Umum
Meningkatkan kinerja surveilans CRS di RS sentinel.
Khusus
1. Meningkatkan koordinasi antara anggota tim CRS di RS sentinel, sehingga dapat
meminimalisasi kasus yang tidak terlaporkan;
2. Meningkatkan koordinasi antara RS sentinel dan dinas kesehatan
provinsi/kabupaten/kota;
3. Melakukan review kinerja surveilans CRS tahun 2024;
4. Membahas tantangan dan solusi pada pelaksanaan surveilans CRS;
5. Menetapkan rencana tindak lanjut yang akan dilakukan agar dapat dapat mencapai
indikator reporting rate surveilans CRS pada akhir tahun 2024;
III. PESERTA
Cakupan kegiatan adalah berskala nasional.
Hal ini dibuktikan oleh jenis peserta yang terdiri dari:
1. Perwakilan Komite Ahli Nasional Surveilans PD3I;
2. 22 RS sentinel CRS di 19 provinsi, masing-masing terdiri dari:
a. Penanggung jawab surveilans CRS dinas kesehatan provinsi;
b. Manajemen RS;
c. Koordinator tim CRS / Koordinator data / petugas surveilans tim CRS RS.
3. Koordinator Laboratorium Rujukan Campak-Rubela:
Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan Jakarta
4. Pusat:
a. Ketua Tim Kerja Standarisasi Klinis, Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan
b. Ketua Tim Kerja Pembiayaan Kesehatan dan Jaminan Kesehatan, Direktorat
Pelayanan Kesehatan Rujukan
c. Ketua Tim Kerja Kesehatan Maternal, Neonatal, dan Penurunan AKI AKB, Direktorat
Gizi dan KIA
d. Ketua Tim Kerja Gangguan Indera dan Fungsional, Direktorat P2PTM
e. Kepala Administrasi dan Umum Direktorat Pengelolaan Imunisasi
f. Ketua Tim Kerja Imunisasi Dasar dan Baduta, Dit. Pengelolaan Imunisasi
g. Ketua Tim Kerja Imunisasi Tambahan dan Khusus, Dit. Pengelolaan Imunisasi
h. Ketua Tim Kerja Imunisasi Usia Sekolah dan Sumber Daya Imunisasi, Dit.
Pengelolaan Imunisasi
i. Ketua Tim Kerja Imunisasi WUS, Surveilans PD3I dan KIPI, Dit. Pengelolaan
Imunisasi
j. Tim NPO Surveilans-Imunisasi WHO-EPI Indonesia
k. Tim Epidata WHO-EPI Indonesia
l. Tim Kerja Imunisasi WUS, Surveilans PD3I dan KIPI, Dit. Pengelolaan Imunisasi
IV. MODERATOR
Moderator berasal dari Komite Ahli Nasional Surveilans PD3I dan Tim Kerja Imunisasi WUS,
Surveilans PD3I dan KIPI
V. NARASUMBER
Narasumber berasal dari:
1. Direktorat Pengelolaan Imunisasi
2. Komite Ahli Nasional Surveilans PD3I
3. Tim Kerja Imunisasi WUS, Surveilans PD3I dan KIPI
4. Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan Jakarta
5. WHO Indonesia
VI. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Seminar Nasional Surveilans CRS dilaksanakan pada hari Selasa s.d. Jumat, tanggal 8-11
Oktober 2024. Kegiatan dilaksanakan secara luring di Avenzel Hotel and Convention, Jl.
Raya Kranggan No.69, RT.002/RW.016, Cibubur, Kec. Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa
Barat.
VII. AGENDA KEGIATAN
TENTATIVE AGENDA
SEMINAR NASIONAL SURVEILANS CONGENITAL RUBELLA SYNDROME (CRS)
BEKASI, 8 - 11 OKTOBER 2024
PEMBICARA &
NO WAKTU (WIB) KEGIATAN
MODERATOR
Selasa, 8
1 13.00 - 15.00 Registrasi Peserta Luar Daerah Panitia
Oktober
2024 15.00 - 15.30 BREAK Panitia
15.30 – 16.30 SESI 1 Komli PD3I
Hasil pertemuan 9th Regional
Verification Committee (RVC) meeting Dr. dr. Tri Yunis Miko,
on MR elimination, M.Sc.- Komli PD3I
Nepal 23 - 25 September 2024
16.30 - 19.30 ISHOMA Panitia
19.30 - 20.30 SESI 2 Komli PD3I
Prof. Dr. dr. Hinky Hindra
Hasil Pertemuan Komite Ahli PD3I,
Irawan Satari, SpA(K),
Bandung 25-28 Juni 2024
M.Trop - Komli PD3I
20.30 SELESAI HARI PERTAMA Panitia
2 Rabu, 9
PEMBUKAAN
08.30 - 09.00
Okt
MC
Pembukaan:
- Menyanyikan Lagu Indonesia
Raya
- Laporan Ketua Panitia - Ketua Tim Kerja
Imunisasi WUS,
Surveilans PD3I dan
KIPI
- Sambutan WHO Indonesia - dr. Stephen Chacko
- Arahan Sambutan dan - Direktur Pengelolaan
Pembukaan Imunisasi
- Pembacaan Doa
- Foto Bersama
Moderator: Tim
Kerja Imunisasi
SESI 2
WUS, Surveilans
PD3I dan KIPI
dr. Prima Yosephine,
Kebijakan Eliminasi Campak-
09.00 - 09.45 MKM - Direktur
Rubela/CRS Indonesia
Pengelolaan Imunisasi
Stranas Elminasi Campak-
Niprida Mardin, SKM,
09.45 - 10.30 Rubela/CRS Indonesia 2025-
M.Kes - Komli PD3I
2029
dr. Mursinah SpMK -
Situasi Terkini Pemeriksaan CRS Balai Besar
10.30 - 11.15
di Lab Nasional Campak-Rubela Laboratorium Biologi
Kesehatan Jakarta
10.15 - 10.30 BREAK (RESERVED) Panitia
SESI 3: Surveilans CRS:
Moderator: Komli
11.15 - 12.45 Review Data, Tantangan &
PD3I
Solusi di
RSU Dr. Zainoel Abidin
Dinas Kesehatan
RSUP H. Adam Malik, Medan
Provinsi dan
RSUP Dr. Johannes Leimena RS sentinel CRS
Ambon
12.45 - 13.30 ISHOMA Panitia
SESI 3: Surveilans CRS:
Moderator:Komli
13.30 - 15.00 Review Data, Tantangan &
PD3I
Solusi di
RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie
Ternate
Dinas Kesehatan
RSUD Prof. Dr. W Z Johannes
Provinsi dan
Kupang
RS sentinel CRS
RSU Daerah Jayapura
15.00 - 15.30 BREAK Panitia
Moderator: Tim Kerja
Imunisasi WUS,
15.30 - 17.00 SESI 5
Surveilans PD3I dan
KIPI
Evaluasi Pencatatan Pelaporan Ni’mah Hanifah, SGz -
Surveilans CRS WHO EPI Indonesia
17.00 SELESAI HARI KEDUA Panitia
3 Kamis, 10 08.30 - 10.00 SESI 6: DISKUSI
Okt
1. Meningkatkan penemuan kasus :
NTT, Papua, Sumut, DKI, Jateng, Komli PD3I,
DIY Tim Kerja Imunisasi
2. Meningkatkan pengambilan dan WUS, Surveilans PD3I
pemeriksaan spesimen: dan KIPI,
Maluku, Sumbar, Jabar, Jatim, Balai Besar Laboratorium
Kalsel, Sulsel, Sulut Biologi Kesehatan
3. Meningkatkan kualitas data: Jakarta,
Malut, Aceh, Riau, Sumsel, Bali, Direktorat Pengelolaan
Kaltim Imunisasi
10.00 - 10.30 BREAK Panitia
10.30 - 12.00 SESI 7: PAPARAN HASIL DISKUSI Moderator: Komli PD3I
1. Meningkatkan penemuan kasus: Dinas Kesehatan Provinsi
NTT, Papua, Sumut, DKI, Jateng, dan
DIY RS sentinel
12.00 - 13.30 ISHOMA Panitia
13.30 - 15.00 SESI 7: PAPARAN HASIL DISKUSI Moderator: Komli PD3I
2. Meningkatkan pengambilan dan
Dinas Kesehatan Provinsi
pemeriksaan spesimen:
dan
Maluku, Sumbar, Jabar, Jatim,
RS sentinel
Kalsel, Sulsel, Sulut
15.00 - 15.30 BREAK Panitia
15.30 - 17.00 SESI 8: PAPARAN HASIL DISKUSI Moderator: Komli PD3I
3. Meningkatkan kualitas Dinas Kesehatan Provinsi
data:Malut, Aceh, Riau, Sumsel, dan
Bali, Kaltim" RS sentinel
17.00 SELESAI HARI KETIGA Panitia
4 Jumat, 11 SESI 8 MC
Okt Wakil Ketua Tim Kerja
08.30 - 10.00 Kesepakatan dan RTL Imunisasi WUS,
Surveilans PD3I dan KIPI
10.00 - 10.15 BREAK Panitia
Ketua Tim Kerja
10.15 - 10.30 Penutupan Imunisasi WUS,
Surveilans PD3I dan KIPI
10.30 - 11.00 Penyelesaian Administrasi Panitia
SELESAI KEGIATAN PESERTA
11.00 KEMBALI KE DAERAH MASING- Panitia
MASING
VIII. MATERI PEMBELAJARAN
No Judul Materi Deskripsi Narasumber
1 Hasil pertemuan 9th - Update progress eliminasi campak- Dr. dr. Tri Yunis Miko,
Regional Verification rubela/CRS regional Asia Tenggara M.Sc.- Komli PD3I
Committee (RVC) meeting - Update progress eliminasi campak-
on MR elimination, rubela/CRS Indonesia
Nepal 23 - 25 September
2024
2 Hasil Pertemuan Komite Ahli - Rekomendasi Komite Ahli Nasional Prof. Dr. dr. Hinky
PD3I, Bandung 25-28 Juni Surveilans PD3I terkait program eliminasi Hindra Irawan Satari,
2024 campak-rubela/CRS SpA(K), M.Trop , Paed-
- Rekomendasi Komite Ahli Nasional Komli PD3I
Surveilans PD3I terkait surveilans CRS
3 Kebijakan Eliminasi Campak- - Kebijakan Indonesia dalam mencapai dr. Prima Yosephine,
Rubela/CRS Indonesia eliminasi campak-rubela/CRS MKM - Direktur
- Update situasi imunisasi campak-rubela Pengelolaan Imunisasi
dan surveilans campak-rubela/CRS di
Indonesia tahun 2024
- Tantangan, Solusi dan Upaya untuk
mencapai eliminasi campak-rubela/CRS
4 Stranas Eliminasi Campak- - Rencana Strategi Nasional Eliminasi Niprida Mardin, SKM,
Rubela/CRS Indonesia 2025- Campak-Rubela/CRS Indonesia 2025-2029 M.Kes - Komli PD3I
2029 - Tahapan dalam eliminasi campak-
rubela/CRS
- Strategi 5 pilar untuk mencapai eliminasi
campak-rubela/CRS
5 Situasi Terkini Pemeriksaan - Update situasi jejaring laboratorium dr. Mursinah, SpMK -
CRS di Lab Nasional rujukan campak-rubela/CRS Balai Besar
Campak-Rubela - Update situasi pemeriksaan laboratorium Laboratorium Biologi
kasus suspek CRS di Indonesia tahun 2024 Kesehatan Jakarta
6 Evaluasi Pencatatan - Review alur pencatatan dan pelaporan Ni’mah Hanifah, SGz. -
Pelaporan Surveilans CRS surveilans CRS WHO EPI Indonesia
- Evaluasi hasil pencatatan dan pelaporan
surveilans CRS tahun 2024
IX. CV NARASUMBER
1. Nama Narasumber : Dr. dr. Tri Yunis Miko Wahyono, M.Sc.
Tempat Tanggal Lahir : Jakarta, 30 Juni 1964
Riwayat Pendidikan
a. S1 : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Jakarta
(1983-1990)
b. S2 : S2: College of Public Health University of Philippines-
Manila,Phillipine (1997-1999)
c. S3 : S3: Program Doktor Studi Epidemiologi Program Pascasarjana
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI),
Jakarta (2007-2013)
Pengalaman Bekerja:
a. Staf Pengajar : 1993-sekarang
Departemen
Epidemiologi FKM
UI
b. Peneliti Pusat : 1993-sekarang
Penelitian
Kesehatan FKM UI
c. Sekretaris Program : 2000-2009
Studi Epidemiologi
Program
Pascasarjana FKM
UI
d. Ketua Departemen : 2013-2017
Epidemiologi FKM
UI (2013-2017)
Sertifikat Pendidik :
Sertifikat TPK :
2. Nama Narasumber : Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, SpA(K)., MTrop.,Paed
Tempat Tanggal Lahir : Tokyo, 10 Juni 1954
Riwayat Pendidikan
a. S1 : Dokter umum, FKUP, 1981
b. S2 : Spesialis Anak, FKUI, 1992
Master of Tropical Pediatrics, Liverpool School of Tropical
Medicine, UK,1995
Konsultan Penyakit Infeksi Tropis, Kolegium IDAI, 2002
c. S3 : Doktor dalam bidang Kedokteran, FKUI, 2012
Pengalaman Bekerja:
a. Kepada Puskesmas : 1981-1986
di kab Bandung,
Jabar, 1981-1986
b. Dokter Spesialis : 1993
Anak, RSU Manna,
Bengkulu Selatan,
1993
c. Staf Pengajar di : 1994-sekarang
Divisi Infeksi dan
Pediatri Tropis, Dep
IKA, FKUI
d. Guru besar Tetap
Dep IKA FKUI : 2018-sekarang
e. Wakil Ketua Komite : 2022-sekarang
Ahli Nasional
Surveilans PD3I
Sertifikat Pendidik :
Sertifikat TPK :
3. Nama Narasumber : dr. Prima Yosephine, MKM
Tempat Tanggal Lahir : Medan, 05 Oktober 1968
Riwayat Pendidikan
a. S1 : Dokter umum, FK USU, 1992
b. S2 : FKM UI, 2009
c. S3 :
Pengalaman Bekerja:
a. Direktur : Desember 2022 – sekarang
Pengelolaan
Imunisasi
b. Plt. Direktur : Februari 2022 – Desember 2022
Pengelolaan
Imunisasi
c. Koordinator : Februari 2022 – Desember 2022
Substansi Imunisasi
Rutin
d. Plt Direktur : November 2020 – Februari 2022
Surveilans dan
Karantina
Kesehatan
Sertifikat Pendidik :
Sertifikat TPK :
4. Nama Narasumber : Niprida Mardin, SKM, M.Kes
Tempat Tanggal Lahir : Maninjau, 18 November 195d
Riwayat Pendidikan
a. S1 : School of Public Health Univercity of Indonesia, majoring of
Epidemiology 1989
b. S2 : Master Degree of Epidemiology, Faculty of Public Health,
Univercity of Indonesia 2003
:
c. S3
Pengalaman Bekerja:
a. UNICEF INO as : 2021-2022
Provincial
coordinator for
West Sumatera and
Jambi Province for
COVId-19
vaccination and
routine
immunization
b. National : 2005-2019
Professional Officer
on EPI Program
(Immunization and
Surveillance) WHO -
INO
c. Kepala Seksi : 2004-2005
Imunisasi, Subdit
Imunisasi, Ditjen
P2M
d. Tecnical : 1981-1990
Surveillance Staff
Sertifikat Pendidik :
Sertifikat TPK :
5. Nama Narasumber : dr. Mursinah, SpMK
Tempat Tanggal Lahir : Tangerang, 8 Juli 1977
Riwayat Pendidikan
a. S1 : Kedokteran Umum, FKUI, 1995
b. S2 : Spesialis Mikrobiologi Klinik, FKUI, 2015
c. S3 :
Pengalaman Bekerja:
a. Staf Badan : tahun 2008 - 2021
Litbamgkes
b. Staf Badan : tahun 2022-2023
Kebijakan
Pembangunan
Kesehatan (BKPK)
c. Staf Balai Besar : tahun 2024 - sekarang
Laboratorium
Biologi Kesehatan
Dirjen Kesmas
Sertifikat Pendidik :
Sertifikat TPK :
6. Nama Narasumber : Ni’mah Hanifah, SGz
Tempat Tanggal Lahir : Yogyakarta, 12 Feb 1994
Riwayat Pendidikan
a. S1 : Gizi Kesehatan, UGM, 2012
b. S2 :
c. S3 :
Pengalaman Bekerja:
a. WHO EPI Indonesia : 2019-sekarang
(Epidata team)
b. WHO Technical : 2018-2019
Officer Papua
Sertifikat Pendidik :
Sertifikat TPK :
X. BIAYA
Kegiatan ini menggunakan Dana Hibah PHLN WHO Tahun Anggaran 2024 disesuaikan
dengan HPS Sebesar Rp. 268.128.000,- (dua ratus enam puluh delapan juta seratus dua
puluh delapan ribu rupiah) untuk Direktorat Pengelolaan Imunisasi.
XI. SPESIFIKASI LAYANAN
Harga Satuan
No Spesifikasi Volume Jumlah
(Rp)
524119 Congenital Rubella Syndrome
(CRS) Strengthening Meeting for
Surveillance Officer in Provinces
and Sentinel Hospital
1 Fullboard Meeting 8 – 11 Oktober 2024) 96 or x 3 hr 931.000 268.128.000
- Kamar tidur (48 kamar)
- Sarapan (96 org x 3 hr)
- Makan siang (96 org x 3 hr)
- Coffee Break Pagi (96 or x 3 hr)
- Coffee Break Sore (96 or x 3 hr)
2 Ruang Meeting
- Kapasitas ruangan minimal 100 orang
- Ruangan full AC
- Panggung dan Podium selama
kegiatan
- Air mineral, sanitasi kit dan ATK untuk
96 orang
- Sound system dan wireless Mic 6 buah
yang bisa tersambung dengan zoom
- Infocus dan Screen yang tersambung
dengan zoom
- Disediakan flipchart dan spidol
- Layout ruangan round table
Total 268.128.000
NO NAMA PEKERJAAN
1 Pertemuan tanggal 8 - 11 Oktober 2024
2 Rincian paket meeting sebagai berikut
Paket meeting fullboard untuk peserta pusat, provinsi dan peserta kabupaten
tanggal 8 - 11 Oktober 2024 (96 org x 3 hr)
3 Ruang Pertemuan Utama minimal Kapasitas 100 orang dengan dengan rincian :
a. Pembukaan dan penutupan dilakukan diruangan pertemuan utama dengan
kapasitas minimal 100 orang
b. Ruangan full AC
c. Panggung dan podium disediakan ketika acara pembukaan dan penutupan
d. Satu kamar untuk dua orang
e. Disediakan Tempat Sholat/Mushola yang cukup untuk mengakomodir seluruh
Peserta, Panitia dan narasumber dengan disediakan peralatan Sholat seperti
Sajadah, Mukena, Sarung dan disediakan alas kaki apabila lokasi Mushola
berbeda dengan lokasi ambil wudhu
f. Tersedianya handsanitizer di depan meja registrasi dan di dalam ruangan.
g. Peralatan di ruang meeting
1) Standard Sound System + Wirelees Mic minimal 6 buah diruang pertemuan
yang bisa terhubung dengan zoom
2) Screen pada ruang pertemuan terdapat minimal 2 layar dan dilengkapi
dengan LCD
3) Flipchart dan spidol,
4) ATK (Notes dan Pensil) sebanyak 80 paket,
5) Air mineral botol, permen,
6) Koneksi Internet (Wifi)
7) Round table dengan memperhatikan protokol kesehatan,
8) Termasuk breakfast, makan siang, rehat kopi 2 kali sehari dan makan
malam.
Pejabat Pembuat Komitmen Hibah Langsung
unit kerja Dit. Pengelolaan Imunisasi,