RINGKASAN PELAKSANAAN PEKERJAAN
Dalam RAN Eliminasi Kanker Leher Rahim 2023-2030 mencakup
berdasarkan 4 pilar aksi, yakni Pilar 1: Pemberian Layanan; Pilar 2: Edukasi,
Pelatihan, dan Penyuluhan; Pilar 3: Fasilitator Kemajuan; dan, Pilar 4: Tata Layanan
dan Koordinasi. Pada pilar 1 terdapat 3 prioritas utama, yakni :
Prioritas 1, Imunisasi : Semua anak perempuan menerima vaksinasi lengkap
pada usia 11 dan 12 tahun (Kelas 5 dan 6 atau setara). Semua anak perempuan
yang tidak bersekolah menerima vaksinasi pada usia 11 dan 12 tahun. Semua
anak perempuan yang belum menerima vaksinasi harus menerima vaksinasi
lanjutan pada usia 15 tahun. Vaksinasi lanjutan akan diberikan kepada semua
perempuan dewasa yang berusia di atas 21 hingga 26 tahun, sesuai permintaan
dan kebutuhan.
Prioritas 2, Skrining : Semua wanita berusia antara 30 hingga 69 tahun
diskrining menggunakan tes DNA HPV sebagai metode skrining utama. Adapun
target skrining pada RAN secara keseluruhan adalah sebagai berikut:
Fase I (tahun 2023-2027) : 53.852.250 (70%) wanita usia 30-69 tahun
Fase II (tahun 2028-2030) : 69.255.250 (75%) wanita usia 30-69 tahun (target
kumulatif)
Prioritas 3, Tatalaksana : Semua wanita dengan pra-kanker mendapatkan
pengobatan Semua wanita dengan kanker invasif mendapatkan penanganan
yang tepat.
Berdasarkan RAN Elimasi Kanker Leher Rahim pada Pilar I – Prioritas 2,
Kementerian Kesehatan akan menetapkan skrining menggunakan metode DNA
HPV menjadi program nasional yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap
yaitu tahap I di 16 provinsi (Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung,
Banten, Jawa Barat, DIY, Jawa Tengah, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat,
Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara) termasuk Provinsi DKI
Jakarta yang pada tahun 2023 telah menjadi daerah percontohan. Kemudian, pada
tahap berikutnya akan diperluas ke 22 provinsi dan selanjutnya ke seluruh provinsi.
Untuk melakukan implementasi RAN Elimasi Kanker Leher Rahim, Kementerian
Kesehatan melakukan beberapa upaya, meliputi advokasi, koordinasi,
sosialisasi, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui On The Job
Training.