SPESIFIKASI TEKNIS JASA LAINNYA
PEKERJAAN: Paket Meeting On The Job Training (OJT) Sistem Informasi
Surveilans Malaria (SISMAL) V.3 dan Surveilans Migrasi Malaria
Bagi Balai Karantina Kesehatan (BKK)
1. LATAR : Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi
BELAKANG
permasalahan kesehatan masyarakat yang sangat mempengaruhi angka
kematian dan kesakitan bayi, anak balita dan ibu hamil serta dapat
menurunkan produktivitas tenaga kerja. Pengendalian malaria di Indonesia
telah dituangkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan tentang
Penanggulangan Malaria di Indonesia bertujuan untuk mewujudkan
masyarakat yang hidup sehat terbebas dari penularan malaria pada tahun
2030.
Kemajuan program malaria di Indonesia terlihat antara lain dari semakin
banyaknya kabupaten/kota yang mencapai eliminasi malaria, capaian
kelengkapan laporan SISMAL, dan tren penurunan API. Tahun 2023
sebanyak 389 Kabupaten/Kota telah mencapai eliminasi malaria, yang
mencakup sejumlah 232.867.904 penduduk (85%). Capaian kelengkapan
laporan SISMAL tahun 2022 juga meningkat dari 95% dan sampai bulan
Oktober tahun 2023 dengan transisi penggunaan sismal V.3 menurun
menjadi 83%. Angka kesakitan malaria berdasarkan Annual Paracite
Incidence (API) di Indonesia selama 5 tahun terkahir cenderung
mengalami peningkatan yaitu dari 0.99 per 1000 penduduk pada 0.85
dengan jumlah kasus sebanyak 222 085 pada tahun 2018 menjadi 1,5
dengan jumlah kasus sebanyak 418.546 pada tahun 2023.
Pada Tahun 2023 Kemajuan program malaria juga menunjukkan hasil
yang menggembirakan yaitu dengan bertambahnya jumlah Provinsi yang
dinyatakan eliminasi malaria yaitu DKI Jakarta, Bali, Jawa Timur dan Jawa
Barat. Salah satu intervensi yang penting dalam mencapai eliminasi
malaria adalah dengan menjadikan Surveilans sebagai salah satu core
intervention, hal tersebut tertuang dalam pilar Global Technical Strategy
for Malaria 2016–2030 dan diterjemahkan dalam dokumen Rencana Aksi
Nasional Percepatan Eliminasi Malaria 2016-2030 dalam strategi
mentransformasi surveilans malaria menjadi inti intervensi eliminasi
malaria. Intervensi kunci dari strategi tersebut salah satunya yaitu
Penguatan sistem data dan manajemen data malaria.
Untuk mempermudah dan meningkatkan validitas pencatatan dan
pelaporan Program Penanggulangan Malaria dari tingkat UPK sampai ke
Pusat (Tim Kerja Malaria) maka dibuat sebuah sistem elektronik
pencatatan dan pelaporan. Sistem informasi malaria yang disebut SISMAL
V2 yang sepenuhnya digunakan pada Tahun 2019. Dengan kelengkapan
88% sebanyak 11.325 fasyankes telah melaporkan data malaria melalui
SISMAL V2 pada Tahun 2021 dan dengan kelengkapan 95% dari 12.406
fasyankes sebanyak 11.780 fasyankes telah melaporkan data malaria
melalui SISMAL V3 pada Tahun 2023.
Salah satu tantangan dalam mencapai status bebas malaria atau
mempertahankan status eliminasi malaria adalah terkait mobilitas
penduduk yang semakin meningkat seperti migrant worker yang pulang
terkena malaria di tempat mereka bekerja di suatu wilayah. Sedangkan
daerah asal mereka masih merupakan reseptif malaria dan lingkungan
yang kondusif untuk mendukung perkembang biakan vektor malaria. Pada
tahap pembebasan juga diperlukan penguatan surveilans seperti kegiatan
deteksi dini tehadap penduduk yang migrasi dari dari non-endemis malaria
ke daerah endemis malaria dan sebaliknya. Dengan demikian kegiatan
surveilans migrasi menjadi salah satu kegiatan yang efisien dan efektif
yang pelaksanaannya dilakukan di pelayanan kesehatan dan Kantor
Kesehatan Pelabuhan.
Secara umum pelaksanaan surveilans migrasi terdapat pada buku
pedoman surveilans dan system informasi malaria, namun demikian
pelaksanaan kegiatannya di lapangan secara spesifik tentang kegiatan
surveilans migrasi malaria dan pencatatan pelaporan serta banyak
informasi penting lainnya perlu untuk dikembangkan
2. MAKSUD DAN :
TUJUAN
3. TARGET/ : Target/sasaran yang ingin dicapai dalam kegiatan On The Job
SASARAN
Training (OJT) Sistem Informasi Surveilans Malaria (SISMAL) V.3
dan Surveilans Migrasi Malaria Bagi Balai Karantina Kesehatan
(BKK) di Batam Provinsi Kepulauan Riau (Lampiran 1)
4. NAMA : Nama organisasi yang menyelenggarakan/melaksanakan
ORGANISASI
pengadaan Jasa Lainnya:
PENGADAAN
KONSULTANSI a. K/L/D/I : Kementerian Kesehatan RI
b. SATKER : Sekretariat Ditjen P2P
c. PPK : Hibah Langsung unit kerja direktorat P2PM
5. SUMBER DANA : a. Sumber dana yang diperlukan untuk membiayai Pengadaan
DAN
Jasa Lainnya berasal dari Dana Hibah oleh Global Fund
PERKIRAAN
BIAYA Komponen Malaria dengan Budget Line 100
b. Total perkiraan biaya yang diperlukan : Rp. 1,-
6. RUANG : a. Ruang lingkup pekerjaan/ Pengadaan Jasa Lainnya dalam
LINGKUP,
bidang Paket Meeting Fullboard
LOKASI
PEKERJAAN, b. Lokasi pengadaan pekerjaan/ Pengadaan Jasa Lainnya di
FASILITAS
Batam Provinsi Kepulauan Riau
PENUNJANG
7. PRODUK YANG Hasil/produk yang akan dihasilkan dari Pengadaan Jasa Lainnya
DIHASILKAN
Terselenggaranya kegiatan On The Job Training (OJT) Sistem
Informasi Surveilans Malaria (SISMAL) V.3 dan Surveilans Migrasi
Malaria Bagi Balai Karantina Kesehatan (BKK) di Batam Provinsi
Kepulauan Riau
8. WAKTU : Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan Pengadaan Jasa
PELAKSANAAN
Lainnya adalah 4 hari 3 malam (tanggal pelaksanaan kegiatan
YANG
DIPERLUKAN 2 - 5 Desember 2024) di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.
9. KUALIFIKASI : -
YANG
DIPERLUKAN
10 PENDEKATAN : Metode kerja yang harus dilakukan oleh Penyedia Jasa Lainnya
DAN
dalam melaksanakan pekerjaan, sesuai dengan persyaratan yang
METODOLOGI
ditetapkan oleh PPK.
11 SPESIFIKASI : Spesifikasi Paket Fullboard Meeting (Lampiran 2 dan 3).
TEKNIS
12 LAPORAN : -
KEMAJUAN
PEKERJAAN
PPK Hibah Langung
Unit Kerja Direktorat P2PM
Utama Pranata, SE, M.KM
NIP. 198302252006041001
Lampiran 1.
PESERTA KEGIATAN PAKET MEETING
On The Job Training (OJT) Sistem Informasi
Surveilans Malaria (SISMAL) V.3 dan Surveilans Migrasi Malaria
Bagi Balai Karantina Kesehatan (BKK)
Peserta kegiatan sebanyak 136 orang yang berasal dari pusat dan daerah dengan rincian
sebagai berikut :
1. Peserta
Peserta pusat yang dibiayi penyelenggara sebanyak 41 orang terdiri dari:
1. Anggota Tim Kerja Malaria (10 orang)
2. PPK Hibah Langsung GF ATM
3. BPP Hibah Langsung GF ATM
4. UKPBJ (2 orang)
5. Staf Dit. P2PM (4 orang)
6. Manager PME GF ATMR dan Planner GF Malaria (2 orang)
7. Monitoring dan Evaluasi (ME) GF Malaria (5 orang)
8. Staf GF ATMR (6 orang)
9. Komisi Ahli Malaria (10 orang)
Peserta pusat pembiayaan mandiri
1. WHO
2. UNDP
3. UNICEF
2. Peserta Daerah
Peserta provinsi sebanyak 90 orang yang terdiri dari :
a. Dinas Kesehatan Provinsi Kep. Riau 2 orang
b. Dinas Kesehatan Kota Batam 2 orang
c. Pengelola Program Malaria dari 35 provinsi sebagai berikut :
1. Dinas Kesehatan Provinsi Aceh
2. Dinas Kesehatan Provinsi Bali
3. Dinas Kesehatan Provinsi Banten
4. Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu
5. Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
6. Dinas Kesehatan Provinsi DK Jakarta
7. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo
8. Dinas Kesehatan Provinsi Jambi
9. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat
10. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah
11. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur
12. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat
13. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan
14. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah
15. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur
16. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara
17. Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
18. Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau
19. Dinas Kesehatan Provinsi Lampung
20. Dinas Kesehatan Provinsi Maluku
21. Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
22. Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat
23. Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur
24. Dinas Kesehatan Provinsi Papua
25. Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat
26. Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya
27. Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan
28. Dinas Kesehatan Provinsi Riau
29. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan
30. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah
31. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara
32. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara
33. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat
34. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan
35. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara
d. Pengelola Program Malaria Balai Karantina Kesehatan yang berasal dari 51 BKK
sebagai berikut :
No Nama UPT Provinsi
1 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Aceh
Banda Aceh
2 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Aceh
Sabang
3 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Aceh
Lhokseumawe
4 Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Bali
Denpasar
5 Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Banten
Soekarno Hatta
6 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banten
Banten
7 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Bengkulu
Bengkulu
8 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Daerah Istimewa
Yogyakarta Yogyakarta
9 Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan DKI Jakarta
Tanjung Priok
10 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Gorontalo
Gorontalo
11 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Jambi
Jambi
12 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Jawa Barat
Bandung
13 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Jawa Tengah
Semarang
14 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Jawa Tengah
Cilacap
15 Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Jawa Timur
Surabaya
16 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Jawa Timur
Probolinggo
17 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Kalimantan Barat
Pontianak
18 Loka Kekarantinaan Kesehatan Kalimantan Barat
Entikong
19 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Kalimantan Selatan
Banjarmasin
20 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Kalimantan Tengah
Palangkaraya
21 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Kalimantan Tengah
Sampit
22 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Kalimantan Timur
Balikpapan
23 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Kalimantan Timur
Samarinda
24 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Kalimantan Utara
Tarakan
25 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Kepulauan Bangka
Pangkal Pinang Belitung
26 Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Kepulauan Riau
Batam
27 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Kepulauan Riau
Tanjung Balai Karimun
28 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Kepulauan Riau
Tanjung Pinang
29 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Lampung
Panjang
30 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Maluku
Ambon
31 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Maluku Utara
Ternate
32 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Nusa Tenggara
Mataram Barat
33 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Nusa Tenggara
Kupang Timur
34 Loka Kekarantinaan Kesehatan Labuan Nusa Tenggara
Bajo Timur
35 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Papua
Jayapura
36 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Papua
Biak
37 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Papua Barat
Manokwari
38 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Papua Barat Daya
Sorong
39 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Papua Selatan
Merauke
40 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Riau
Dumai
41 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Riau
Pekanbaru
42 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Riau
Tembilahan
43 Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Sulawesi Selatan
Makassar
44 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sulawesi Tengah
Poso
45 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sulawesi Tengah
Palu
46 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Sulawesi Tenggara
Kendari
47 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Sulawesi Utara
Manado
48 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sulawesi Utara
Bitung
49 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Sumatera Barat
Padang
50 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Sumatera Selatan
Palembang
51 Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Sumatera Utara
Medan
Lampiran 2.
Spesifikasi Paket Meeting On The Job Training (OJT) Sistem Informasi
Surveilans Malaria (SISMAL) V.3 dan Surveilans Migrasi Malaria
Bagi Balai Karantina Kesehatan (BKK)
1. Pertemuan akan dilaksanakan pada tanggal 2 - 5 Desember 2024 (selama 4 hari 3 malam) di
Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.
2. Total peserta dan narasumber yaitu 136 orang peserta luring/offline dengan rincian paket
meeting fullboard 136 peserta untuk tanggal 2 - 5 Desember 2024
3. Ruang pertemuan utama kapasitas minimal 136 orang dengan pengaturan jarak sesuai
protokol kesehatan dengan rincian:
a. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan di ruang pertemuan utama dengan kapasitas
minimal 136 orang
b. Panggung dan podium disediakan ketika acara hari pertama saat pembukaan dan hari
terakhir saat penutupan.
c. Pengaturan peserta 2 orang per kamar akan dilakukan oleh panitia penyelenggara.
d. Sterilisasi ruangan setelah kegiatan selesai (per hari).
e. Rincian paket fullboard meeting:
Hari Paket Fullboard Jumlah
Peserta
I Lunch, Coffee Break, Dinner 136 orang
II Breakfast, Coffee Break 1, Lunch, Coffee Break 2, Dinner 136 orang
III Breakfast, Coffee Break 1, Lunch, Coffee Break 2, Dinner 136 orang
IV Breakfast, Coffee Break 1 136 orang
f. Peralatan di ruang Meeting:
1) Standard Sound System + Wireless Mic minimal 5 buah di masing-masing ruang
pertemuan,
2) Screen pada ruang pertemuan terdapat minimal 4 proyektor/LCD dan 4 layar,
3) Whiteboard/flipchart dan Spidol sebanyak 1 paket,
4) ATK (Notes dan Pensil) sebanyak 136 orang per hari,
5) Air Mineral Botol dan Permen,
6) Koneksi Internet (WIFI),
7) Pointer minimal 1 buah,
8) Kabel roll listrik disetiap meja,
9) Round Table,
10) Rincian paket meeting
No Paket Meeting Jumlah Durasi Unit Cost Total Budget
1 Fullboard meeting (2-5 Desember 2024) 136 org 3 Malam
TOTAL BUDGET
PPK Hibah Langung
Unit Kerja Direktorat P2PM
Utama Pranata, SE, M.KM
NIP. 198302252006041001
Lampiran 3.
JADWAL TENTATIVE
Waktu Agenda Pembicara/Fasilitator
Senin, 2 Desember 2024
11.00 – 12.00 WIB Kedatangan Peserta Panitia
12.00 – 13.00 WIB ISHOMA
13.00 – 14.00 WIB Registrasi Peserta Panitia
14.00 – 14.15 WIB Coffee Break
14.15 – 16.00 WIB Lanjut : Registrasi Peserta Panitia
Selasa, 3 Desember 2024
Pembukaan :
1. Pembacaan Doa Panitia
2. Lagu Indonesia Raya Panitia
3. Laporan Panitia Pelaksana Ketua Tim Kerja Malaria
4. Sambutan Selamat Datang Provinsi Kep. Riau / Kepala Dinkes Prov. Kepri/Kepala BKK Batam
07.30 – 08.45 WIB BKK Batam Plt. Direktur P2PM
5. Arahan sekaligus Pembukaan Panitia
6. Dokumentasi
08.45 – 09.00 WIB Coffee break
09.00 - 09.45 WIB Kebijakan Surveilans Malaria Ketua Tim Kerja Malaria
09.45 – 10.45 WIB Sosialisasi Surveilans Migrasi Malaria bagi BKK KOMLI
10.45 – 11.00 WIB Diskusi
11.00 – 11.45 WIB Best Practice Dinas Kesehatan Provinsi kegiatan Surveilans Migrasi Dinas Kesehatan Provinsi
11.45 – 12.30 WIB Best Practice Dinas Kesehatan Provinsi kegiatan Surveilans Migrasi Balai Karantina Kesehatan
12.30 – 13.00 WIB Diskusi
13.00 – 14.00 WIB ISHOMA
14.00 - 15.00 WIB Evaluasi Pelaksanaan Surveilans Migrasi Malaria bagi BKK KOMLI
Pencatatan dan Pelaporan pada Sismal Surveilans Informasi Malaria
15.00 – 15.30 WIB
(SISMAL) V.3
15.30 – 15.45 WIB Coffee Break
15.45 – 16.30 WIB Diskusi Anggota Tim Kerja Malaria
Rabu, 4 Desember 2024
08.00 - 10.15 WIB Implementasi Sismal Informasi dan Surveilans Malaria (Sismal) V.3 Dadang dan Tim ME
10.15 – 10.30 WIB Coffee Break
10.30 – 12.00 WIB Diskusi Kelompok Tim ME, Dadang, Timkerja Malaria, Komli
12.00 - 13.00 WIB ISHOMA
13.00 - 14.00 WIB Lanjutan Diskusi Kelompok Tim ME, Dadang, Timkerja Malaria, Komli
14.00 - 16.00 WIB Pemaparan Kelompok
16.00 - 16.15 WIB Coffee Break
16.15 - selesai Diskusi
Kamis, 5 Desember 2024
08.00 - 09.00 WIB Rencana Tindak Lanjut Tim ME
09.00 – 09.15 WIB Coffee Break
09.15 – 10.00 WIB Penutupan Ketua Tim Kerja Malaria
10.00 WIB Peserta Kembali ke Daerang Masing-masing