Biaya Pembangunan Tool Gate Dan Pagar Di Pantai Batu Belek Lembongan

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 3640433
Date: 29 May 2023
Year: 2023
KLPD: Kab. Klungkung
Work Unit: Dinas Pariwisata
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Gabungan Lumsum dan Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 954,900,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 742,615,095
Winner (Pemenang): CV Sinar Adhitya Makmur
NPWP: 904416047907000
RUP Code: 38171754
Work Location: Kecamatan Nusa Penida - Klungkung (Kab.)
Participants: 13
Applicants
0904416047907000Rp 708,180,000
0022182240907000Rp 728,475,540
0016634461907000-
0018727800906000-
0936110808901000-
0021521786906000-
0318095643907000-
0027882836907000-
0749193330907000-
0850877895903000-
0023529597907000-
0210644696907000-
0415103233907000-
Attachment
METODE   PELAKSANAAN    PEKERJAAN                           
                                                                            
                                                                            
                                                                            
KEGIATAN          : PENGELOLAAN DESTINASI PARIWISATA KABUPATEN/KOTA         
                                                                            
PEKERJAAN         : PEMBANGUNAN TOOL GATE DAN PAGAR DI PANTAI BATU          
                                                                            
                   BELEK LEMBONGAN                                          
                                                                            
LOKASI            : KABUPATEN KLUNGKUNG                                     
                                                                            
TAHUN ANGGARAN    : 2023                                                    
                                                                            
  I.  PENDAHULUAN                                                           
                                                                            
                                                                            
                                                                            
      Metode Pelaksanaan Kontruksi merupakan kunci untuk dapat mewujudkan seluruh perencana
  menjadi bentuk bangunan fisik. Metode pelaksanaan pekerjaan merupakan penjabaran tata cara dan teknik-
                                                                            
  teknik pelaksanaan pekerjaan yang akan dilaksanakan di lapangan dan inti dari seluruh kegiatan dalam
  system menajemen kontruksi.                                               
                                                                            
      Penyusunan metode pelaksanaan pekerjaan dimaksudkan untuk mencapai keberhasilan dalam hal
                                                                            
  mutu, efisiensi waktu dan optimalisasi biaya pelaksanaan, dimana pekerjaan terealisasi sesuai dengan waktu
  yang telah ditentukan, biaya yang telah dianggarkan dan kualitas pekerjaan sesuai dengan yang di
                                                                            
  rencanakan.                                                               
                                                                            
      Metode pelaksanaan yang dipaparkan akan digunakan sebagai acuan kerja untuk melaksanakan
  pekerjaan Pembangunan Tool Gate Dan Pagar Di Pantai Batu Belek Lembongan yang isinya diuraikan
                                                                            
  keterkaitan dari masing-masing pekerjaan maupun antara pekerjaan terhadap spesifikasi yang telah
  diisyaratkan.                                                             
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
  II. SISTEM MANAJEMEN  KESELAMATAN  KONSTRUKSI  (SMKK)                     
  Peraturan Perundang-undangan dan persyaratan SMKK yang wajib dipunyai dan dipenuhi dalam
                                                                            
  pelaksanaan paket pekerjaan ini adalah                                    
                                                                            
            •   Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2
                                                                            
                tahun 2022 Tentang Cipta Kerja;                             
            •   UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja               
                                                                            
            •   UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi                
            •   PP No. 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan SMK3                 
                                                                            
            •   Peraturan Menteri PU No 10 tahun 2021 tentang pedoman sistem manajemen
                keselamatan konstruksi                                      
                                                                            
            •   Instruksi Menteri PUPR Nomor: 02/IN/M/2020 tentang Protokol 
            •   Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dalam
                                                                            
                Penyelenggaraan Jasa Konstruksi.                            
                                                                            
  Membuat Prarencana SMKK untuk segala kegiatan keteknikan konstruksi dalam mewujudkan proses
  pekerjaan konstruksi yang handal, aman, dan ramah lingkungan. Dalam hal ini, Penyedia Jasa membuat
                                                                            
  Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) yang berisikan segala kegiatan untuk menjamin dan
                                                                            
                                                                            
  melindungi keselamatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat
  kerja.                                                                    
                                                                            
                                                                            
  III. METODE PELAKSANAAN                                                   
  3.1. LINGKUP PEKERJAAN                                                    
                                                                            
      Lingkup Pekerjaan Pembangunan Tool Gate Dan Pagar Di Pantai Batu Belek Lembongan.
  Untuk pekerjaan utama adalah pekerjaan beton                              
                                                                            
  3.2. PEK. PEMBUATAN PAPAN NAMA PROYEK                                     
                                                                            
      1. Pelaksanaan :                                                      
        Papan nama proyek merupakan pertanda bahwa pada lokasi dimaksud akan dilakukan
                                                                            
        kegiatan/pembangunan. Pekerjaan pembuatan papan nama proyek di buat dan di pasang dibagian
        depan halaman proyek sehingga mudah dilihat umum. Ukuran dan redaksi papan nama tesebut
                                                                            
        90 x 150 cm dengan tiang setinggi 250 cm atau sesuai dengan petunjuk Pemerintah Daerah
        setempat atau Direksi. Keterangan yang umumnya dimuat pada papan nama proyek, antara lain:
                                                                            
          •   Judul Kegiatan                                                
          •   Nilai Kegiatan                                                
                                                                            
          •   Nomor Kontrak                                                 
          •   Waktu Pelaksanaan (sesuai kontrak)                            
                                                                            
          •   Subur Dana                                                    
          •   Kontraktor Pelaksana                                          
                                                                            
          •   Konsultan Pengawas                                            
         Untuk bagian bawah pada tiang penyngga akan dicor beton untuk perkuatan dan pemasangannya
                                                                            
         dimulai data pelaksaan pekerjaan sampai dengan selesai masa pekerjaan. Sisa-sisa dari material
         dari pembuatan papan nama yang mengotori areal kerja akan dikumpulkan dan dibuang keluar
                                                                            
         lokasi pekerjaan pada tempat yang telah disediakan.                
      2. Peralatan yang digunakan:                                          
                                                                            
        Gergaji, Palu, Meteren, Linggis, Cangkul, Ceton dan Alat Bantu.     
      3. Bahan                                                              
                                                                            
        Balok Kayu, Triplek 12 mm, Paku usuk, Banner papan nama, pasak, dan bahan pedukung
        lainnya.                                                            
                                                                            
      4. Identifikasi bahaya dan resiko dan pengendalian resiko K3 :        
             JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3    PENGENDALIAN RESIKO K3           
                                                                            
           •  Cidera terkena perakatan kerja → • Menggunakan APD Berupa Helm,
              Luka Ringan                   Sarung Tangan Dan Sapayu Bot    
                                                                            
      5. Personil saat pekerjaan                                            
           •  Pelaksana                   : 1 Orang                         
                                                                            
           •  K3                          : 1 Orang                         
                                                                            
  3.3. PEK. PENGUKURAN DAN PEMASANGAN  BOWPLANK                             
                                                                            
      1. Pelaksanaan:                                                       
        a. Pekerjaan pengukuran dilakukan dengan menggunakan pesawat theodolith. Pengukuran ini
           sangat penting karena merupakan dasar dari pembangunan proyek, posisi bangunan baik
                                                                            
           arah horizontal maupun venrtikal.                                
        b. Peil bangunan umumnya diambil dari As jalan atau titik tertentu yang disepakati bersama
                                                                            
           dengan Direksi Teknis, dan menjadi acuan selanjutnya dalam melaksanakan pekerjaan.
                                                                            
        c. Setelah pekerjaan pengukuran dilanjutkan dengan pekerjaan pasang bouwpank. Bouplank
           adalah alat bantu untuk membuat sudut (90°) dan ketinggian/elevasi lantai.
                                                                            
        d. Bouwplank dibuat dari kayu terentang (kayu hutan kelas IV) ukuran minimum 3/20 cm
           yang utuh dan kering. Bouwplank dipasang dengan tiang-tiang dari kayu sejenis ukuran 5/7
                                                                            
           cm dan dipasang pada setiap jarak satu meter. Papan harus lurus dan diketam halus pada
           bagan atasnya.                                                   
                                                                            
        e. Pemasangan bouwplank dilakukan pada jarak minimal 1 m di luar denah yang akan dibuat,
           tujuannya agar bouwplank tidak terbongkar saat penggalian pondasi.
                                                                            
        f. Bouwplank harus menunjukan ketinggian  0.00 dan As Kolom/dinding. Letak dan
           ketinggian permukaan bouwplank harus dijaga dan dipelihara agar tidak berubah selama
           pekerjaan berlangsung.                                           
                                                                            
        g. Letak dan ketinggian permukaan bouwplank selanjutnya akan dijaga dan dipelihara agar
           tidak berubah selama pekerjaan berlangsung.                      
                                                                            
        h. Sisa-sisa material dari pekerjaan pemasangan bouwplank yang sudah tidak digunakan akan
           dikumpulkan dan dibuang ke luar lokasi pekerjaan pada tempat yang telah disediakan.
                                                                            
      2. Peralatan yang digunakan:                                          
        Theodolit, waterpas, gergaji, palu, benang sipat dan alat bantu.    
                                                                            
      3. Bahan                                                              
        Balok Kayu Kayu albesia, Papan Kayu Kayu albesia, dan paku usuk     
                                                                            
      4. Identifikasi bahaya dan resiko dan pengendalian resiko K3 :        
             JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3    PENGENDALIAN RESIKO K3           
                                                                            
           •  Cidera terkena perakatan kerja → • Menggunakan APD Berupa Helm,
              Luka Ringan                   Sarung Tangan Dan Sapayu Bot    
                                                                            
      5. Personil saat pekerjaan                                            
           •  Pelaksana                   : 1 Orang                         
                                                                            
           •  K3                          : 1 Orang                         
                                                                            
  3.4. PEKERJAAN TANAH                                                      
                                                                            
 3.4.1. Pekerjaan Galian Tanah                                              
      1. Pelaksanaan :                                                      
                                                                            
        a. Seluruh area galian akan dibersihkan terlebih dahulu sesuai dengan petunjuk
           Pengawas/Direksi Teknis.                                         
                                                                            
        b. Setelah posisi titik ukur tetap ditentukan, berdasarkan titik tetap tersebut dilakukan
           pengukuran terhadap titik dan elevasi galian tanah. Tandai hasil pengukuran dengan
                                                                            
           menggunakan patok kayu yang diberi warna cat dan tarik benang sebagai acuan.
        c. Penggalian tanah kemudian dilakukan dengan acuan patok dan benang yang telah dipasang.
                                                                            
           Galian akan disesuaikan dengan jenis pondasi yang akan dibuat, untuk pondasi menerus dari
           pasangan batu kali maka penggalian dilakukan sepanjang denah bangunan. Bila pondasi
                                                                            
           poer/setempat maka penggaliannya hanya di sudut-sudut bangunan atau pada tumpuan yang
           tempat pemasangan kolom.                                         
        d. Tanah sisa galian dibuang pada area yang telah ditentukan dan tidak mengganggu
                                                                            
           pelaksanaan pekerjaan. Galian tanah untuk pondasi dilakukan sampai kedalaman dan lebar
           sesuai rencana. Pada setiap periode tertentu kedalaman galian tanah selalu diperiksa dengan
                                                                            
           menggunakan alat ukur manual atau dengan theodolith.             
                                                                            
                                                                            
                                                                            
        e. Pengaman akan dilakukan terhadap dinding tepi galian agar tidak longsor dengan
           memberikan suatu dinding penahan atau penunjang sementara atau lereng yang cukup.
                                                                            
        f. Langka-langkah pengamanan akan dilakukan terhadap bangunan lain yang berada dekat
           dengan lubang galian yaitu dengan memberikan penunjang sementara pada bangunan
                                                                            
           tersebut sehingga dapat dijamin bangunan tersebut tidak akan mengalami kerusakan.
        g. Pekerjaan ini disesuikan dengan ukuran galian yang akan dibuat ditambah dengan kelebihan
           galian di bagian kanan dan kiri sebesar 10 cm untuk mempermudah pekerjaan.
                                                                            
        h. Bila ada genangan air dalam galian maka harus disediakan pompa drainase secukupnya
           supaya air dapat segera dipompa ke luar, sehingga tidak mengganggu proses pekerjaan.
                                                                            
        i. Saat penggalian tanah sangat memungkinkan ditemukannya banyak potongan kayu, atau
           intalasi kable/pipa air yang tertanam dibawah tanah. Jika hal ini dijumpai, maka segera
                                                                            
           melaporkan kepada direksi/pengawas lapangan.                     
        j. Galian sekala besar dilakukan dengan alat berat seperti Excavator PC 200. Panjang dan lebar
                                                                            
           galian dikerjakan sesuai profil yang telah dipasang sesuai gambar rencana dengan galian
           tanah digali sampai peil yang telah ditentukan yang kemudian mendapat persetujuan direksi
                                                                            
           dan pengawas.                                                    
        k. Untuk galian sekala kecil dilakukan secara manual menggunakan tenaga manusia yang
           dibantu dengan alat bantu seperti belincong, cangkul, sekop dan lainnya.
                                                                            
      2. Peralatan yang digunakan:                                          
        Excavator PC 200, Cangkul, Belincong, Sekop, Linggis, Meteran, Theodolith dan Alat Bantu
                                                                            
        Lainnya.                                                            
      3. Identifikasi bahaya dan resiko dan pengendalian resiko K3 :        
                                                                            
             JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3    PENGENDALIAN RESIKO K3           
          •  Tertimbun longsoran → Luka Berat • Menggunakan APD Berupa Helm,
                                                                            
          •  Terkena alat berat→ Luka Berat Sarung Tangan Dan Sapatu Bot    
                                                                            
          •  Terjatuh ke lubang galian → Luka • Membuatn turap penahan tanah
             Ringan                   •   Membuat pagar pelindung atau sefty
                                                                            
                                          line                              
                                      •   Memasang rambu-rambu atau tanda-  
                                                                            
                                          tanda                             
      4. Personil saat pekerjaan                                            
                                                                            
           •  Pelaksana                   : 1 Orang                         
                                                                            
           •  K3                          : 1 Orang                         
                                                                            
 3.4.2. Pekerjaan Urugan Kembali                                            
      1. Pelaksanaan:                                                       
                                                                            
        a. Sebelum memulai pekerjaan urugan tanah kembali, terlebih dahulu dilakukan
                                                                            
           pengupasan lapisan tanah atas (stripping) minimal setebal 30 cm untuk
           menghilangkan lapisan rumput, sisa-sisa akar tanaman, tanah humus dan benda-
                                                                            
           benda lainnya yang dapat mengganggu kekuatan tanah.              
        b. Kondisi area pekerjaan pengurugan dicek dan dipastikan tidak terdapat genangan air
                                                                            
           dan lumpur. Apabila terdapat genangan air dan lumpur sesegera mungkin genangan
           tersebut akan disedot menggunakan pompa air sampai tidak lagi terdapat genangan
                                                                            
           air dan lumpur pada lokasi pengurugan.                           
                                                                            
                                                                            
        c. Setelah lokasi pengurugan siap, Penghamparan timbunan tanah akan dilakukan apis
           demi lapis dengan ketebalan lapisan maksimum 30 (tiga puluh) cm, disiram/dibasahi,
                                                                            
           diratakan dan kemudian dipadatkan dengan alat mekanis (stamper). 
        d. Setiap lapis dari pengurugan tanah kering ini dipadatkan sampai sekurang kurangnya
                                                                            
           menjadi 90% dari kepadatan kering maksimum menurut Modified Proctor Test
                                                                            
           (ASTM D 1557).                                                   
        e. Bahan urugan yang gunakan harus bebas dari segala kotoran atau humus.
                                                                            
        f. Selama pemadatan dilakukan, keseragaman jenis tanah dipermukaan harus dijaga
           agar dapat diperoleh hasil pemadatan yang merata.                
                                                                            
        g. Pekerjaan urugan tanah akan dilakukan serapi mungkin agar tidak mengotori area
                                                                            
           sekitar dan tidak mengganggu pekerjaan lainya.                   
        h. Kelebihan volume tanah hasil galian akan dipindahkan sementara dan diletakkan
                                                                            
           pada lokasi yang tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan yang akan atau sedang
           berlangsung.                                                     
                                                                            
      2. Peralatan yang dipergunakan:                                       
        Cangkul, Gerobak Dorong, Sekop, Temper dan Alat Bantu Lainnya.      
                                                                            
      3. Bahan                                                              
        Tartu ( Tanah Berbatu).                                             
                                                                            
      4. Identifikasi bahaya dan resiko dan pengendalian resiko K3 :        
             JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3    PENGENDALIAN RESIKO K3           
                                                                            
          •  Terjatuh ke lubang galian → Luka • Menggunakan APD Berupa Helm,
                                                                            
             Ringan                       Sarung Tangan Dan Sapatu Bot      
                                      •   Memasang rambu-rambu atau tanda-  
                                                                            
                                          tanda                             
                                                                            
                                                                            
      5. Personil saat pekerjaan                                            
           •  Pelaksana                   : 1 Orang                         
                                                                            
           •  K3                          : 1 Orang                         
                                                                            
                                                                            
 3.4.3. Pekerjaan Urugan Pasir                                              
                                                                            
      1. Pelaksanaan :                                                      
         a. Urugan pasir dilakukan pada dasar galian pondasi atau dibawah beton rabat untuk lantai
                                                                            
           bangunan.                                                        
         b. Pasir diratakan dengan menggunakan tarikan kayu dan selalu dikontrol ketebalan dari pasir
                                                                            
           tesebut.                                                         
         c. Ukuran dari ketebalan urugan pasir diseuaikan dengan gambar rencana dan material pasir
                                                                            
           disesuaikan dengan spesifikasi teknis dan merupakan dalam keadaan padat.
         d. Pasir dibasahi dengan air dan dipadatkan dengan menggunakan stamper agar memperoleh
                                                                            
           kondisi urugan yang benar-benar padat dan rata.                  
         e. Ditempat yang sulit dilakukan pemadatan dengan alat, pemadatan akan dikerjakan dengan
           tenaga manusia yang mendapatkan persetujuan dari direksi dan pengawas.
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
         f. Material pasir sisa dari pekerjaan urugan yang masih akan digunakan akan dikumpulkan
           dan ditempatkan secara rapi diluar area lantai kerja agar tidak mengganggu aktivitas
                                                                            
           pekerjaan selanjutnya.                                           
      2. Peralatan yang digunakan:                                          
                                                                            
         Cangkul, Sekop, Stamper dan Alat Bantu Lainnya.                    
      3. Bahan                                                              
         Pasir urug.                                                        
                                                                            
      4. Identifikasi bahaya dan resiko dan pengendalian resiko K3 :        
             JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3    PENGENDALIAN RESIKO K3           
                                                                            
          •  Terpeleset → Luka Ringan •   Menggunakan APD Berupa Helm,      
                                                                            
                                          Sarung Tangan Dan Sapatu Bot      
      5. Personil saat pekerjaan                                            
                                                                            
           •  Pelaksana                   : 1 Orang                         
           •  K3                          : 1 Orang                         
                                                                            
                                                                            
                                                                            
  3.5. PEKERJAAN PONDASI                                                    
                                                                            
 3.5.1. Pekerjaan Pasangan Batu Kosong                                      
      1. Pelaksanaan :                                                      
                                                                            
         a. Sebelum pekerjaan batu kosong dilakukan pastikan galian tanah dan urugan pasir dibawah
           pondasi telah dilaksanakan.                                      
         b. Batu kosong yang digunakan merupakan batu sungai yang dibelah dan tidak porous, bersih,
                                                                            
           besar dari batu yang digunakan tidak lebih dari 30 cm. Pasangan batu kosong dilakukan
           sebelum pemasangan batu kali.                                    
                                                                            
         c. Batu kosong yang akan dipasang sebelumnya akan dibersihkan dan dibasahi seluruh
           permukannya.                                                     
                                                                            
         d. Pemasangan batu kosong dipasang dengan ketebalan sesuai dengan yang diisyaratkan dan
           pada lokasi yang ditentukan pada gambar rencana kontruksi dan sudah mendapatkan
                                                                            
           persetujuan dari pengawas/direksi lapangan.                      
         e. Batu-batu sisa pasangan batu kosong akan dipindahkan dan dirapikan agar tidak
                                                                            
           mengganggu lingkungan sekitar.                                   
      2. Peralatan yang digunakan:                                          
                                                                            
         Cetok, Benang Sipat, Meteran, Ember, Gerobak Dorong, dan Alat Bantu Lainnya
      3. Bahan :                                                            
         Batu kali dan pasir urug                                           
                                                                            
      4. Identifikasi bahaya dan resiko dan pengendalian resiko K3 :        
             JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3    PENGENDALIAN RESIKO K3           
                                                                            
          •  Terjepit atau tertimpa batu atau alat • Menggunakan APD Berupa Helm,
                                                                            
             berat → Luka Berat           Sarung Tangan Dan Sapatu Bot      
                                                                            
                                                                            
      5. Personil saat pekerjaan                                            
           •  Pelaksana                   : 1 Orang                         
                                                                            
           •  K3                          : 1 Orang                         
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
 3.5.2. Pekerjaan Pasangan Pondasi Batu Kali 1 Pc : 5 Ps                    
      1. Pelaksanaan :                                                      
                                                                            
         a. Batu kali yang dipergunakan merupakan batu kali yang dibelah atau batu gunung yang keras
           dan tidak porous dan bersih, besar batu tidak lebih dari 30 cm. Batu-batu tersebut sekurang-
                                                                            
           kurangnya mempunyai tiga bidang pecah. Pemasangan sesuai dengan dimensi pada gambar.
           Perbandingan campuran yang dipakai sebagai perekat adalah 1 Pc : 5 Ps.
                                                                            
         b. Pondasi pemasangan batu kali dialasi dengan pasir urug yang bersih dan tidak
           mengandung benda yang lebih besar dari 1,5 cm dengan ketebalan sesuai dengan gambar
           kerja. Kemudian disiram dengan air.                              
                                                                            
         c. Pada setiap pokok galian dibuatkan profil pondasi dari kayu atau bamboo dengan ukuran
           sesuai dengan ukuran pondasi yang akan dibuat.                   
                                                                            
         d. Batu kali ditata saling berkait/tidak boros, direkatkan dengan adukan campuran
         e. 1 Pc : 5 Ps. Bahan-bahan seperti pasir, semen dan air adukan pasangan batu kali
                                                                            
           mengikuti ketentuan yang digunakan dalam pekerjaan beton.        
         f. Setelah selesai pemasangan pondasi batu kali, semua acuan/profil akan dicabut dari
                                                                            
           lubang pondasi dan pekerjaan urugan kembali dapat dilaksanakan.  
         g. Sebelum berumur minimal 2 hari pasangan pondasi batu kali tidak boleh diinjak atau
                                                                            
           dibebani yang dapat mengakibatkan keretakan pada pondasi.        
         h. Untuk mencegah pengeringan yang terlalu cepat dari pengaruh sinar matahari,
                                                                            
           pondasi batu kali akan disiram air minimal sampai dengan 7 hari setelah pemasangan.
         i. Pasangan pondasi batu kali dikerjakan sebagai dudukan sloof struktur maupun
           praktis sesuai dengan gambar rencana.                            
                                                                            
         j. Sisa – sisa batu dari pasangan batu kali akan dipindahkan dan dirapikan peletakannya.
      2. Peralatan yang digunakan:                                          
                                                                            
         Cetok, Benang Sipat, Meteran, Ember, Gerobak Dorong dan Alat Bantu Lainnya
      3. Bahan                                                              
                                                                            
         Batu kali, pasir urug, dan semen PC (Semen Portland, Semen Tonasa /Dynamix/Conch @40 kg)
                                                                            
                                                                            
      4. Identifikasi bahaya dan resiko dan pengendalian resiko K3 :        
             JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3    PENGENDALIAN RESIKO K3           
                                                                            
          •  Terjepit atau tertimpa batu atau alat • Menggunakan APD Berupa Helm,
             berat → Luka Berat           Sarung Tangan Dan Sapatu Bot      
                                                                            
      5. Personil saat pekerjaan                                            
           •  Pelaksana                   : 1 Orang                         
                                                                            
           •  K3                          : 1 Orang                         
                                                                            
  3.6. PEKERJAAN PEMBESIAN                                                  
                                                                            
      Pekerjaan Pembesian Tulangan dikerjakan pada awal proyek. Hal tersebut untuk mempercepat
  pekerjaan karena tidak terkait atau berpengaruh dengan pekerjaan lain. sebelum pemasangan besi dilakukan
                                                                            
  pembersihan agar terhindar dari karat, pengecekan dimensi besi agar sesuai dengan spekteknis Kemudian
  dilanjutkan dengan pemotongan besi agar sesuai dengan ukuran dimensi yang telah disesuaikan dalam
                                                                            
  gambar kerja. Pekerjaan pembesian mengacu pada gambar kerja.              
                                                                            
      Pekerjaan ini dilaksanakan pada minggu ke Penyimpanan Besi Beton Hal-hal yang harus
  diperhatikan dalam tahap penyimpanan :                                    
                                                                            
                                                                            
                                                                            
        •  Tumpukan besi jangan sampai bersentuhan dengan tanah. Oleh karena itu harus diganjal
           dengan balok beton.                                              
                                                                            
        •  Besi harus berjarak minimal 5 cm dari logam yang lain.           
        •  Besi harus terlindung dari kotoran, karat, benturan dan minyak.  
                                                                            
        •  Cara pelaksanaan dalam tahap penyimpanan :                       
        •  Setiap bandel besi harus terdiri dari satu jenis besi (bentuk dan diameter)
                                                                            
        •  Jarak antar ikatan adalah sekitar 2 m.                           
        •  Di dalam label ditulis panjang, type, nomer referensi dan kode besi.
                                                                            
      1. Pekerjaan :                                                        
         1.1. Pekerjaan Persiapan                                           
                                                                            
                • Ada gambar kerja/shop drawing.                            
                • Mempelajari gambar kerja/shop drawing.                    
                                                                            
                • Buistat.                                                  
                • Menyiapkan bahan, alat dan tenaga kerja.                  
                                                                            
         1.2. Pemotongan dan Pembengkokan Besi :                            
                • Gunakan meja yang kuat dan rata.                          
                                                                            
                • Siapkanlah gambar acuan.                                  
                • Cek diameter besi atau wiremesh.                          
                                                                            
                • Cek kembali besi-besi yang telah dibengkokkan.            
                • Cek ukuran mandrel benar-benar pas. Inside radius >2d untuk besi kekuatan
                                                                            
                  rendah, 3d untuk besi kekuatan tinggi.                    
                • Jika ada besi yang susah dibengkokkan maka boleh dipanaskan dengan
                                                                            
                  persetujuan engineer.                                     
                • Ikuti perubahan schedule pembesian dan dapatkan dokumen terbaru.
                                                                            
                • Pembengkokan menggunakan alat barbender.                  
         1.3. Pemasangan Besi Beton                                         
                                                                            
                • Besi harus bersih (dari kotoran, minyak).                 
                • Perletakan tulangan pembesian harus diatur sehingga ada ruang tersedia untuk
                                                                            
                  proses pemadatan beton.                                   
                • Jika ada besi yang perlu disambung maka harus ada overlapping yang sesuai
                                                                            
                  perhitungan atau spesifikasi teknis.                      
                • Suatu ketika mungkin perlu merakit tulangan dahulu di luar bekisting baru
                                                                            
                  kemudian meletakkan sesuai posisinya.                     
                • Flow proses penyimpanan hingga pemasangan harus direncanakan paling efektif
                                                                            
                  dan efisien.                                              
         1.4. Seting pembesian di lokasi pekerjaan                          
                                                                            
                • Dirikan scaffolding jika diperlukan untuk pemasangan pembesian yang berdad
                  diketinggian seperti kolom dan balok serta pelat.         
                                                                            
                • Pasang unting-unting pada as kolom, sloff dan balok pelat.
                • Pasang penggapit tulangan pada jarak tertentu.            
                                                                            
                • Masukkan begel yang diperlukan.                           
                • Dirikan semua besi tulangan, kemudian ikat pada penggapit.
                                                                            
                • Ikat begel pada jarak tertentu, sesuai shop drawing.      
                • Pasang beton decking secukupnya.                          
                                                                            
                                                                            
      2. Alat yang digunakan                                                
                                                                            
            Barbender, Gerinda, Meteran, dan alat pendukung lainnya         
                                                                            
                                                                            
      3. Bahan                                                              
            Besi Beton                                                      
                                                                            
                                                                            
      4. Identifikasi bahaya dan resiko dan pengendalian resiko K3 :        
             JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3    PENGENDALIAN RESIKO K3           
                                                                            
          •  Tertusuk Besi → Luka sedang • Menggunakan APD Berupa Helm,     
                                                                            
          •  Terpelanting → Luka ringan   Sarung Tangan, Sapatu Bot, Kaca   
          •  Kecelakan alat kerja → Luka berat pelindung, dan lainnya       
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
      5. Personil saat pekerjaan berlangsung :                              
           •  Pelaksana                   : 1 Orang                         
                                                                            
           •  K3                          : 1 Orang                         
                                                                            
  3.7. PEKERJAAN BEGISTING                                                  
                                                                            
      Pemasangan begesting harus kuat dan kokoh agar pada saat melakukan pengecoran begesting tidak
  mudah lepas yang akan mengakibatkan hasil beton yang tidak bagus. Diharapkan sebelum melakukan
  pengecoran pekerjaan begesting dan pembesian dicek terlebih dahulu        
                                                                            
                                                                            
    1. Pekerjaan :                                                          
         1.1. Pekerjaan Persiapan                                           
                                                                            
                • Ada gambar kerja.                                         
                • Mempelajari gambar kerja.                                 
                                                                            
                • Menyiapkan lahan/pembersihan.                             
                • Menyiapkan alat ukur.                                     
                                                                            
                • Menyiapkan alat kerja/sarananya.                          
                • Menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan.                   
                                                                            
         1.2. Pekerjaan Pelaksanaan                                         
                • Marking posisi begisting sesuai gambar rencana            
                                                                            
                • Fabrikasi bekisting.                                      
                • Olesi minyak bekisting pada bagian yang akan terkena beton.
                                                                            
                • Dirikan bekisting sesuai rencana.                         
                • Pasang form tie pada jarak-jarak tertentu.                
                                                                            
                • Cek dimensi dan siku-siku pada begisting.                 
                • Pasang perancah atau scaffolding untuk pekerjaan begisting yang berada di
                                                                            
                  ketinggian.                                               
                • Pasang penggapit bekisting.                               
                                                                            
                • Pasang skoor dengan menggunakan pipe support pada keempat sisinya.
                • Cek kevertikalan bekisting dengan menggunakan unting-unting pada 4 sisi.
                                                                            
                • Kuatkan skoor dan penggapit.                              
    2. Alat yang digunakan                                                  
                                                                            
                                                                            
            Gergaji kayu, schafolding, palu, kapak, meteran dan alat dukung lainnya.
    3. Bahan                                                                
                                                                            
            Kayu kelas III, Paku 5 cm – 12 cm, Minyak bekisting, Balok kayu kelas II, Plywood tebal
            9 mm, dan Bambu.                                                
                                                                            
                                                                            
    4. Identifikasi bahaya dan resiko dan pengendalian resiko K3 :          
                                                                            
             JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3    PENGENDALIAN RESIKO K3           
          •  Tertusuk paku → Luka sedang • Menggunakan APD Berupa Helm,     
                                                                            
          •  Kecelakan alat kerja → Luka sedang Sarung Tangan, Sapatu Bot, Kaca
          •  Infeksi pada mata dan pernafasan → pelindung, dan lainnya      
                                                                            
             Luka sedang                                                    
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
    5. Personil saat pekerjaan berlangsung :                                
                                                                            
           •  Pelaksana                   : 1 Orang                         
           •  K3                          : 1 Orang                         
                                                                            
  3.8. PEKERJAAN BETON                                                      
                                                                            
      Pekerjaan Pengecoran beton dikerjakan setelah pekerjaan pembesian, pekerjaan begesting sudah
  selesai dan juga sudah dilakukan pemeriksaan oleh direksi dan pengawas lapangan. Kemudian dilanjutkan
                                                                            
  dengan melakukan pekerjaan pengecoran sesuai dengan mutu beton yang diperlukan. Dalam pengecoran
  disiapkan sebuah vibrator untuk menggetarkan gerak beton agar beton tersebar dengan rata dan
                                                                            
  mendapatkan hasil beton yang maksimal.                                    
                                                                            
 3.8.1. Pekerjaan Beton Rabat dan Lantai Kerja                              
                                                                            
      1.3. Pelaksanaan:                                                     
         a. Mempersiapkan mix disign sesuai kebutuhan                       
         b. Melakukan trial mix di batching plan sesuai dengan mix design   
                                                                            
         c. Perencanaan dan persiapan sebelum pengecoran                    
         d. Jika menggunakan ready mix maka pemesanan dilakukan dan di informasikan kepada
                                                                            
           konsultan pengawas                                               
         e. Melakukan pekerjaan pengukuran untuk menentukan leveling lantai.
                                                                            
         f. Memastikan lokasi untuk lantai kerja sudah terdapat urugan pasir dengan ketebalan sesuai
           rencana dan telah diratakan.                                     
                                                                            
         g. Membersihkan area untuk lantai kerja dari sampah dan kotoran yang mengganggu
           pelaksanaan pekerjaan.                                           
                                                                            
         h. Memasang patok dan leveling lantai kerja yang diperlukan sebagai acuan untuk menentukan
           ketebalan rabatan atau bisa juga dengan membuat kepalaan dengan jarak 1 m untuk leveling
           lantai kerja.                                                    
                                                                            
         i. Setalah lokasi untuk lantai kerja siap, adukan dituang ke area dengan menggunakan talang
           cor atau ember.                                                  
                                                                            
         j. Adukan rabatan diratakan dengan menggunakan cangkul maupun sendok adukan/raskam
           sampai ketinggian yang telah ditentukan dengan cara melakuka tarikan benang dari patok
                                                                            
           level satu dengan yang lainnya.                                  
                                                                            
                                                                            
         k. Pekerjaan beton rabat dilakukan dengan rapi dan untuk sisa-sisa adukan yang digunakan
           sebagai rabatan akan dikumpulkan dan dibuang keluar lokasi pekerjaan.
                                                                            
      1.4. Peralatan yang digunakan:                                        
         Cetok, Ember, Kasut, Cangkul, Sekop, Gerobak Dorong, Concrete Mixer Dan Alat Bantu
                                                                            
         Lainnya.                                                           
      1.5. Bahan :                                                          
         Beton mutu f'c = 7,4 Mpa (K100)                                    
                                                                            
           •  Semen PC (Semen Portland, Semen Tonasa /Dynamix/Conch @40 kg) 
           •  Pasir beton                                                   
                                                                            
           •  Kerikil (Maks 30 mm)                                          
                                                                            
           •  Air.                                                          
      1.6. Identifikasi bahaya dan resiko dan pengendalian resiko K3 :      
                                                                            
             JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3    PENGENDALIAN RESIKO K3           
          •  Tertimpa Concrete Mixer → Luka • Menggunakan APD Berupa Helm,  
                                                                            
             Berat                        Sarung Tangan Dan Sapatu Bot      
          •  Cedera terkena benda tajam saat • Memastikan Concrete Mixer layak
                                                                            
             mengaduk campuran→ Luka ringan pakai                           
                                                                            
                                                                            
      1.7. Personil saat pekerjaan berlangsung :                            
                                                                            
           •  Pelaksana                   : 1 Orang                         
           •  K3                          : 1 Orang                         
                                                                            
                                                                            
 3.8.2. Pekerjaan Beton Sloof                                               
      1. Pelaksanaan:                                                       
         a. Mempersiapkan mix disign sesuai kebutuhan                       
                                                                            
         b. Melakukan trial mix di batching plan sesuai dengan mix design   
         c. Perencanaan dan persiapan sebelum pengecoran                    
                                                                            
         d. Jika menggunakan ready mix maka pemesanan dilakukan dan di informasikan kepada
           konsultan pengawas                                               
                                                                            
         e. Pekerjaan sloof dilakukan setelah pekerjaan dibawahnya sudah selesai dilaksanakan.
         f. Besi yang digunakan dengan kualitas sesuai spesifikasi teknis dengan diameter besi
           tulangan sesuai dengan gambar rencana.                           
                                                                            
         g. Merangkai potongan besi sesuai dengan bentuk sloof yang telah direncanakan.
         h. Memasang rangkaian besi tulangan pada lokasi sloof yang akan dibuat.
                                                                            
         i. Penyiapan bekisting sesuai dengan bentuk akhir beton dan kuat menerima beban selama
           pelaksanaan, serta dapat dibongkar dengan mudah tanpa menimbulkan kerusakan pada
                                                                            
           konstruksi.                                                      
         j. Bekisting dipasang sehingga membungkus besi tulangan, posisi bekisting dibuat benar-
                                                                            
           benar tegak.                                                     
         k. Antara tulangan dengan bekisting beton dipasang beton decking dengan ketebalan yang
                                                                            
           disesuaikan terhadap ketebalan selimut beton lengkap dengan kawat pengikat. Pemasangan
           beton decking dilaksanakan sedemikian rupa, agar ketebalan selimut beton yang dihasilkan
                                                                            
           menjadi rata.                                                    
         l. Pengecoran beton dilaksanakan dengan pengawasan atau persetujuan Direksi.
         m. Pengecoran dilakukan dengan tertib, rapi dan teratur dengan cara-cara semestinya.
                                                                            
                                                                            
         n. Bila pengecoran menggunakan ready mix, maka pekerjaan yang tidak bisa di jangkau oleh
           beton ready mix menggunakan Concrete Pump kapasitas 80 m3/jam    
                                                                            
         o. Alat vibrator digunakan selama waktu pengecoran agar tidak terjadi rongga udara pada
           beton atau terjadi keropos beton.                                
                                                                            
         p. Beton yang sudah dicor kemudian dilindungi dari gangguan luar/cuaca dan senantiasa
           dibasahi selama 28 hari agar tercapai mutu beton yang direncanakan.
         q. Pembukaan bekisting dilakukan setelah beton memiliki umur yang cukup dan dilakukan
                                                                            
           dengan hati-hati dan sepengetahuan Direksi atau atas petunjuk dari Direksi.
         r. Sisa – sisa material dari pekerjaan beton sloof maupun pembongkaran bekisting yang masih
                                                                            
           digunakan kembali pada pekerjaan selanjutnya akan ditata dan disusun dengan rapi,
           sedangkan untuk material yang sudah tidak dipergunakan kembali akan dibuang keluar
                                                                            
           lokasi pekerjaan pada tempat yang telah disediakan.              
                                                                            
                                                                            
      2. Peralatan yang digunakan:                                          
         Cetok, Ember, Gerobak Dorong, Sekop, Cangkul, Bar Cutter, Bar Bender, Compressor,
         Concrete Vibrator, Concrete Mixer, Concrete Pump dan Alat Bantu Lainnya.
                                                                            
      3. Bahan :                                                            
         Beton                                                              
           •  Semen PC (Semen Portland, Semen Tonasa /Dynamix/Conch @40 kg) 
                                                                            
           •  Pasir beton                                                   
           •  Kerikil (Maks 30 mm)                                          
                                                                            
           •  Air.                                                          
                                                                            
                                                                            
      4. Identifikasi bahaya dan resiko dan pengendalian resiko K3 :        
             JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3    PENGENDALIAN RESIKO K3           
          •  Tertimpa Concrete Mixer → Luka • Menggunakan APD Berupa Helm,  
                                                                            
             Berat                        Sarung Tangan Dan Sapatu Bot      
                                                                            
          •  Terkena gergaji→ Luka Berat • Memastikan Concrete Mixer layak  
          •  Menginjak paku→ Luka Berat   pakai                             
                                                                            
          •  Tertimpa Besi→ Luka Berat •  Pengambilan besi dengan cara benar
          •  Terkena alat potong besi/gerinda→ dan menggunakan alat safty berupa
                                                                            
             Luka Berat                   sarung tangan                     
                                      •   Mengambil atau membersihkan sisa- 
                                                                            
                                          sisa paku yang digunakan atau yang
                                                                            
                                          berjatuhan selama pekerjaan       
                                          bekisting.                        
                                                                            
                                                                            
      5. Personil saat pekerjaan berlangsung :                              
           •  Pelaksana                   : 1 Orang                         
                                                                            
           •  K3                          : 1 Orang                         
                                                                            
 3.8.3. Pekerjaan Beton Kolom                                               
      1. Pelaksanaan:                                                       
                                                                            
         a. Mempersiapkan mix disign sesuai kebutuhan                       
         b. Melakukan trial mix di batching plan sesuai dengan mix design   
                                                                            
         c. Perencanaan dan persiapan sebelum pengecoran                    
                                                                            
         d. Jika menggunakan ready mix maka pemesanan dilakukan dan di informasikan kepada
           konsultan pengawas                                               
                                                                            
         e. Pekerjaan kolom dilakukan setelah pekerjaan dibawahnya sudah selesai dilaksanakan.
         f. Besi yang digunakan dengan kualitas sesuai spesifikasi teknis dengan diameter besi
                                                                            
           tulangan sesuai dengan gambar rencana.                           
         g. Merangkai potongan besi sesuai dengan bentuk kolom yang telah direncanakan.
         h. Memasang rangkaian besi tulangan pada lokasi kolom yang akan dibuat.
                                                                            
         i. Penyiapan bekisting sesuai dengan bentuk akhir beton dan kuat menerima beban selama
           pelaksanaan, serta dapat dibongkar dengan mudah tanpa menimbulkan kerusakan pada
                                                                            
           konstruksi.                                                      
         j. Bekisting dipasang sehingga membungkus besi tulangan, posisi bekisting dibuat benar-
                                                                            
           benar tegak.                                                     
         k. Antara tulangan dengan bekisting beton dipasang beton decking dengan ketebalan yang
                                                                            
           disesuaikan terhadap ketebalan selimut beton lengkap dengan kawat pengikat. Pemasangan
           beton decking dilaksanakan sedemikian rupa, agar ketebalan selimut beton yang dihasilkan
                                                                            
           menjadi rata.                                                    
         l. Pengecoran beton dilaksanakan dengan pengawasan atau persetujuan Direksi.
         m. Pengecoran dilakukan dengan tertib, rapi dan teratur dengan cara-cara semestinya.
                                                                            
         n. Bila pengecoran menggunakan ready mix, maka pekerjaan yang tidak bisa di jangkau oleh
           beton ready mix menggunakan Concrete Pump kapasitas 80 m3/jam    
                                                                            
         o. Alat vibrator digunakan selama waktu pengecoran agar tidak terjadi rongga udara pada
           beton atau terjadi keropos beton.                                
                                                                            
         p. Beton yang sudah dicor kemudian dilindungi dari gangguan luar/cuaca dan senantiasa
           dibasahi selama 28 hari agar tercapai mutu beton yang direncanakan.
                                                                            
         q. Pembukaan bekisting dilakukan setelah beton memiliki umur yang cukup dan dilakukan
           dengan hati-hati dan sepengetahuan Direksi atau atas petunjuk dari Direksi.
                                                                            
         r. Sisa – sisa material dari pekerjaan beton sloof maupun pembongkaran bekisting yang masih
           digunakan kembali pada pekerjaan selanjutnya akan ditata dan disusun dengan rapi,
                                                                            
           sedangkan untuk material yang sudah tidak dipergunakan kembali akan dibuang keluar
           lokasi pekerjaan pada tempat yang telah disediakan.              
                                                                            
                                                                            
      2. Peralatan yang digunakan:                                          
         Cetok, Ember, Gerobak Dorong, Sekop, Cangkul, Bar Cutter, Bar Bender, Compressor,
                                                                            
         Concrete Vibrator, Concrete Mixer, Concrete Pump dan Alat Bantu Lainnya.
                                                                            
                                                                            
      3. Bahan :                                                            
         Beton                                                              
                                                                            
           •  Semen PC (Semen Portland, Semen Tonasa /Dynamix/Conch @40 kg) 
           •  Pasir beton                                                   
                                                                            
           •  Kerikil (Maks 30 mm)                                          
           •  Air.                                                          
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
      4. Identifikasi bahaya dan resiko dan pengendalian resiko K3 :        
             JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3    PENGENDALIAN RESIKO K3           
                                                                            
          •  Tertimpa Concrete Mixer → Luka • Menggunakan APD Berupa Helm,  
             Berat                        Sarung Tangan Dan Sapatu Bot      
                                                                            
          •  Tertimpa tumpukan kayu→ Luka • Memastikan Concrete Mixer layak 
                                                                            
             Berat                        pakai                             
          •  Terkena gergaji→ Luka Berat • Memastikan penyimapan kayu       
                                                                            
          •  Menginjak paku→ Luka Berat   tersusun rapid an pengambilannya  
          •  Tertimpa Besi→ Luka Berat    dengan cara yang benar            
                                                                            
          •  Terkena alat potong besi/gerinda→ • Pengambilan besi dengan cara benar
             Luka Berat                   dan menggunakan alat safty berupa 
                                                                            
                                          sarung tangan                     
                                      •   Mengambil atau membersihkan sisa- 
                                                                            
                                          sisa paku yang digunakan atau yang
                                                                            
                                          berjatuhan selama pekerjaan       
                                          bekisting..                       
                                                                            
                                                                            
      5. Personil saat pekerjaan berlangsung :                              
                                                                            
           •  Pelaksana                   : 1 Orang                         
           •  K3                          : 1 Orang                         
                                                                            
                                                                            
                                                                            
 3.8.4. Pekerjaan Kolom Praktis, Ring Balok Praktis                         
      1. Pelaksanaan:                                                       
                                                                            
            a. Kolom Praktis                                                
            b. Mempersiapkan mix disign sesuai kebutuhan                    
                                                                            
            c. Melakukan trial mix di batching plan sesuai dengan mix design
            d. Perencanaan dan persiapan sebelum pengecoran                 
                                                                            
            e. Pekerjaan Kolom praktis dilakukan bersamaan dengan pengerjaan pasangan bata
               ringan.                                                      
                                                                            
            f. Pekerjaan pengukuran dilakukan untuk menentukan posisi kolom praktis bangunan
               sesuai dengan gambar rencana.                                
            g. Memasang rangkaian besi tulangan pada lokasi kolom yang akan dibuat.
                                                                            
            h. Stek besi untuk penguat dinding pasangan bata ringan dipasang dengan baik dan
               disesuaikan dengan ketentuan pada gambar rencana maupun spesifikasi teknis.
                                                                            
            i. Mempersiapkan bekisting sesuai dengan bentuk akhir dari beton dan kuat menerima
               beban selama pelaksanaan, serta dapat dibongkar dengan mudah tanpa menimbulkan
                                                                            
               kerusakan pada konstruksi.                                   
            j. Bekisting dipasang sehingga membungkus besi tulangan, posisi bekisting dibuat
                                                                            
               benar-benar tegak. Celah – celah papan dibuat serapat mungkin agar air adukan yang
               keluar dari bekisting.                                       
                                                                            
            k. Antara tulangan dengan bekisting beton dipasang beton deking secara merata sesuai
               dengan kebutuhan lengkap dengan kawat pengikat.              
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
            l. Sebelum pengecoran dilakukan, terlebih dahulu akan diperiksa kekuatan acuan yang
               sudah terpasang/dipabrikasi dan dipastikan semua ukuran sesuai dengan gambar
                                                                            
               rencana.                                                     
            m. Setelah area siap, pengecoran dilaksanakan dengan campuran yang telah diisyartkan
                                                                            
               dalam spesifikasi. Adukan beton diratakan dan dipadatkan agar tidak terdapat
               keropos pada beton.                                          
            n. Beton yang sudah dicor kemudian dilindungi dari gangguan luar/ cuaca dan
                                                                            
               senantiasa dibasahi selama 28 hari agar tercapai mutu beton sesuai dengan yang
               direncanakan.                                                
                                                                            
            o. Pembukaan bekisting dilakukan setelah beton memiliki umur yang cukup dan
               dilakukan dengan hati-hati dan atas petunjuk pengawas/direksi pekerjaan.
                                                                            
            p. Sisa – sisa material dari pekerjaan kolom praktis maupun pembongkaran bekisting
               yang masih digunakan kembali pada pekerjaan selanjutnya akan ditata dan disusun
                                                                            
               dengan rapi, sedangkan untuk material yang sudah tidak dipergunakan kembali akan
               dibuang keluar lokasi pekerjaan pada tempat yang telah disediakan.
                                                                            
         A. Ring Balok Praktis                                              
           a. Pekerjaan pengukuran dilakukan untuk menentukan posisi balok ring praktis bangunan
              sesuai dengan gambar rencana.                                 
                                                                            
           b. Balok ring praktis dikerjakan setelah pasangan bata telah dipasang sampai pada
              ketinggian dimana ring praktis akan ditempatkan sesuai dengan gambar rencana.
                                                                            
           c. Memasang rangkaian besi tulangan pada lokasi ring praktis yang akan dibuat. Stek besi
              untuk penguat dinding pasangan bata ringan dipasang dengan baik dan disesuaikan
                                                                            
              dengan ketentuan pada gambar rencana maupun spesifikasi teknis.
           d. Mempersiapkan bekisting sesuai dengan bentuk akhir dari beton dan kuat menerima
                                                                            
              beban selama pelaksanaan, serta dapat dibongkar dengan mudah tanpa menimbulkan
              kerusakan pada konstruksi.                                    
                                                                            
           e. Bekisting dipasang sehingga membungkus besi tulangan, posisi bekisting dibuat benar-
              benar tegak. Celah – celah papan dibuat serapat mungkin agar air adukan yang keluar
                                                                            
              dari bekisting.                                               
           f. Antara tulangan dengan bekisting beton dipasang beton deking secara merata sesuai
              dengan kebutuhan lengkap dengan kawat pengikat.               
                                                                            
           g. Sebelum pengecoran dilakukan, terlebih dahulu akan diperiksa kekuatan acuan yang
              sudah terpasang/dipabrikasi dan dipastikan semua ukuran sesuai dengan gambar
                                                                            
              rencana.                                                      
           h. Setelah area siap, pengecoran dilaksanakan dengan campuran yang telah
                                                                            
              diisyaratkan dalam spesifikasi. Adukan beton diratakan dan dipadatkan agar tidak
              terdapat keropos pada beton.                                  
                                                                            
           i. Beton yang sudah dicor kemudian dilindungi dari gangguan luar/ cuaca dan senantiasa
              dibasahi selama 28 hari agar tercapai mutu beton sesuai dengan yang direncanakan.
                                                                            
           j. Pembukaan bekisting dilakukan setelah beton memiliki umur yang cukup dan
              dilakukan dengan hati-hati dan atas petunjuk pengawas/direksi pekerjaan. Celah-
                                                                            
              celah/rongga antara ring praktis dengan pasangan bata ringan diberikan adukan secara
              menyeluruh pada rongga tersebut.                              
           k. Sisa – sisa material dari pekerjaan kolom praktis maupun pembongkaran bekisting
                                                                            
              yang masih digunakan kembali pada pekerjaan selanjutnya akan ditata dan disusun
                                                                            
                                                                            
              dengan rapi, sedangkan untuk material yang sudah tidak dipergunakan kembali akan
              dibuang keluar lokasi pekerjaan pada tempat yang telah disediakan.
                                                                            
      2. Peralatan yang digunakan:                                          
         Ember, Gerobak Dorong, Sekop, Cangkul, Bar Cutter, Bar Bender, Compressor, Molen dan Alat
                                                                            
         Bantu.                                                             
      3. Bahan                                                              
         Beton                                                              
                                                                            
           •  Semen PC (Semen Portland, Semen Tonasa /Dynamix/Conch @40 kg) 
           •  Pasir beton                                                   
                                                                            
           •  Kerikil (Maks 30 mm)                                          
                                                                            
           •  Air.                                                          
                                                                            
      4. Identifikasi bahaya dan resiko dan pengendalian resiko K3 :        
                                                                            
             JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3    PENGENDALIAN RESIKO K3           
                                                                            
          •  Tertimpa Concrete Mixer → Luka • Menggunakan APD Berupa Helm,  
             Berat                        Sarung Tangan Dan Sapatu Bot      
                                                                            
          •  Tertimpa tumpukan kayu→ Luka Berat • Memastikan Concrete Mixer layak
          •  Terkena gergaji→ Luka Berat  pakai                             
                                                                            
          •  Menginjak paku→ Luka Berat • Memastikan penyimapan kayu        
                                                                            
          •  Tertimpa Besi→ Luka Berat    tersusun rapi dan pengambilannya  
          •  Terkena alat potong besi/gerinda→ dengan cara yang benar       
                                                                            
             Luka Berat               •   Pengambilan besi dengan cara benar
                                          dan menggunakan alat safty berupa 
                                                                            
                                          sarung tangan                     
                                      •   Mengambil atau membersihkan sisa- 
                                                                            
                                          sisa paku yang digunakan atau yang
                                          berjatuhan selama pekerjaan       
                                                                            
                                          bekisting.                        
                                                                            
                                                                            
      5. Personil saat pekerjaan berlangsung :                              
           •  Pelaksana                   : 1 Orang                         
                                                                            
           •  K3                          : 1 Orang                         
                                                                            
 3.8.5. Pekerjaan Beton Balok, Balok Anak                                   
                                                                            
      1. Pelaksanaan:                                                       
       a. Mempersiapkan mix disign sesuai kebutuhan                         
                                                                            
       b. Melakukan trial mix di batching plan sesuai dengan mix design     
       c. Perencanaan dan persiapan sebelum pengecoran                      
       d. Jika menggunakan ready mix maka pemesanan dilakukan dan di informasikan kepada
                                                                            
         konsultan pengawas                                                 
       e. Pekerjaan balok dilakukan setelah pekerjaan kolom selesai dilaksanakan dan umur
                                                                            
         kolom telah memenuhi persyaratan.                                  
       f. Melakukan pekerjaan pengukuran untuk menentukan posisi dan elevasi balok sesuai
                                                                            
         dengan gambar rencana.                                             
                                                                            
                                                                            
       g. Penyiapan bekisting dan acuan sesuai dengan bentuk akhir beton dan kuat menerima
         beban selama pelaksanaan, serta dapat dibongkar dengan mudah tanpa menimbulkan
                                                                            
         kerusakan pada konstruksi.                                         
       h. Merangkai potongan besi sesuai dengan bentuk balok yang telah direncanakan.
                                                                            
       i. Memasang rangkaian besi tulangan pada lokasi balok yang akan dibuat.
       j. Bekisting dipasang sehingga membungkus besi tulangan, posisi bekisting dibuat benar-
         benar tegak.                                                       
                                                                            
       k. Antara tulangan dengan bekisting beton dipasang beton decking dengan ketebalan yang
         disesuaikan terhadap ketebalan selimut beton lengkap dengan kawat pengikat.
                                                                            
         Pemasangan beton decking dilaksanakan sedemikian rupa, agar ketebalan selimut beton
         yang dihasilkan menjadi rata.                                      
                                                                            
       l. Pengecoran beton dilaksanakan dengan pengawasan atau persetujuan Direksi.
         Pengecoran dilakukan dengan tertib, rapi dan teratur dengan cara- cara semestinya.
                                                                            
       m. Bila pengecoran menggunakan ready mix, maka pekerjaan yang tidak bisa di jangkau oleh
         beton ready mix menggunakan Concrete Pump kapasitas 80 m3/jam      
                                                                            
       n. Alat vibrator digunakan selama waktu pengecoran agar tidak terjadi rongga udara
         pada beton atau terjadi keropos beton.                             
       o. Beton yang sudah dicor kemudian dilindungi dari gangguan luar/cuaca dan senantiasa
                                                                            
         dibasahi selama 28 hari agar tercapai mutu beton yang direncanakan.
       p. Pembukaan bekisting dilakukan setelah beton memiliki umur yang cukup dan dilakukan
                                                                            
         dengan hati-hati dan sepengetahuan Direksi atau atas petunjuk dari Direksi.
       q. Sisa – sisa material dari pekerjaan balok beton maupun pembongkaran bekisting yang
                                                                            
         masih digunakan kembali pada pekerjaan selanjutnya akan ditata dan disusun dengan
         rapi, sedangkan untuk material yang sudah tidak dipergunakan kembali akan dibuang
                                                                            
         keluar lokasi pekerjaan pada tempat yang telah disediakan.         
      2. Peralatan yang digunakan:                                          
                                                                            
         Ember, Gerobak Dorong, Sekop, Cangkul, Bar Cutter, Bar Bender, Compressor, Concrete
         Vibrator, Concrete Mixer Dan Alat Bantu.                           
                                                                            
                                                                            
      3. Bahan                                                              
         Beton                                                              
                                                                            
           •  Semen PC (Semen Portland, Semen Tonasa /Dynamix/Conch @40 kg) 
           •  Pasir beton                                                   
                                                                            
           •  Kerikil (Maks 30 mm)                                          
                                                                            
           •  Air.                                                          
      4. Identifikasi bahaya dan resiko dan pengendalian resiko K3 :        
                                                                            
             JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3    PENGENDALIAN RESIKO K3           
          •  Tertimpa Concrete Mixer → Luka • Menggunakan APD Berupa Helm,  
                                                                            
             Berat                        Sarung Tangan Dan Sapatu Bot      
          •  Tertimpa tumpukan kayu→ Luka Berat • Memastikan Concrete Mixer layak
                                                                            
          •  Terkena gergaji→ Luka Berat  pakai                             
          •  Menginjak paku→ Luka Berat • Memastikan penyimapan kayu        
                                                                            
          •  Tertimpa Besi→ Luka Berat    tersusun rapi dan pengambilannya  
                                                                            
                                          dengan cara yang benar            
                                                                            
                                                                            
          •  Terkena alat potong besi/gerinda→ • Pengambilan besi dengan cara benar
             Luka Berat                   dan menggunakan alat safty berupa 
                                                                            
          •  Terjatuh dari ketinggian→ Luka Berat sarung tangan             
                                      •   Mengambil atau membersihkan sisa- 
                                                                            
                                          sisa paku yang digunakan atau yang
                                                                            
                                          berjatuhan selama pekerjaan       
                                          bekisting.                        
                                                                            
                                                                            
      5. Personil saat pekerjaan berlangsung :                              
                                                                            
           •  Pelaksana                   : 1 Orang                         
           •  K3                          : 1 Orang                         
                                                                            
                                                                            
                                                                            
 3.8.6. Pekerjaan Beton Plat Lantai                                         
      1. Pelaksanaan:                                                       
                                                                            
       a. Mempersiapkan mix disign sesuai kebutuhan                         
       b. Melakukan trial mix di batching plan sesuai dengan mix design     
                                                                            
       c. Perencanaan dan persiapan sebelum pengecoran                      
       d. Jika menggunakan ready mix maka pemesanan dilakukan dan di informasikan kepada
                                                                            
         konsultan pengawas                                                 
       e. Melakukan pekerjaan pengukuran untuk menentukan elevasi plat.     
                                                                            
       f. Bekisting dan acuan dipasang sesuai dengan bentuk akhir beton dan kuat menerima beban
         selama pelaksanaan, serta dapat dibongkar dengan mudah tanpa menimbulkan kerusakan
                                                                            
         pada konstruksi.                                                   
       g. Memasang rangkaian besi tulangan pada lokasi plat yang akan dibuat.
       h. Untuk pemasangan wiremesh, terlebih dahulu dilakukan pengukuran luas wiremesh
                                                                            
         sesuai dengan luas bidang yang telah diperhitungkan sebelumnya. Apabila luasan tersebut
         masih kurang, maka akan ditambahkan overlap kurang lebih 15 cm.    
                                                                            
       i. Ukuran diameter wiremesh yang dipasang disesuaikan dengan kebutuhan yang telah
         direncanakan.                                                      
                                                                            
       j. Material wiremesh yang berkarat tidak akan digunakan dalam pelaksanaan pembesian.
       k. Antara tulangan dengan bekisting beton dipasang beton decking dengan ketebalan yang
                                                                            
         disesuaikan terhadap ketebalan selimut beton lengkap dengan kawat pengikat. Pemasangan
         beton decking dilaksanakan sedemikian rupa, agar ketebalan selimut beton yang dihasilkan
                                                                            
         menjadi rata.                                                      
       l. Pengecoran plat dilakukan bersamaan dengan pengecoran balok.      
                                                                            
       m. Pengecoran beton dilaksanakan dengan pengawasan atau persetujuan Direksi.
       n. Bila pengecoran menggunakan ready mix, maka pekerjaan yang tidak bisa di jangkau oleh
         beton ready mix menggunakan Concrete Pump kapasitas 80 m3/jam      
                                                                            
       o. Pengecoran dilakukan dengan tertib, rapi dan teratur dengan cara-cara semestinya.
       p. Alat vibrator digunakan selama waktu pengecoran agar tidak terjadi rongga udara
                                                                            
         pada beton atau terjadi keropos beton.                             
       q. Beton yang sudah dicor kemudian dilindungi dari gangguan luar/cuaca dan senantiasa
                                                                            
         dibasahi selama 28 hari agar tercapai mutu beton yang direncanakan.
                                                                            
                                                                            
                                                                            
       r. Pembukaan bekisting dilakukan setelah beton memiliki umur yang cukup dan
         dilakukan dengan hati-hati dan sepengetahuan Direksi atau atas petunjuk dari Direksi.
                                                                            
       s. Sisa – sisa material dari pekerjaan beton plat lantai maupun pembongkaran bekisting
         yang masih digunakan kembali pada pekerjaan selanjutnya akan ditata dan disusun
                                                                            
         dengan rapi, sedangkan untuk material yang sudah tidak dipergunakan kembali akan
         dibuang keluar lokasi pekerjaan pada tempat yang telah disediakan. 
      2. Peralatan yang digunakan:                                          
                                                                            
         Ember, Gerobak Dorong, Sekop, Cangkul, Bar Cutter, Bar Bender, Compressor, Concrete
         Vibrator, Concrete Mixer Dan Alat Bantu.                           
                                                                            
      3. Bahan                                                              
         Beton                                                              
                                                                            
           •  Semen PC (Semen Portland, Semen Tonasa /Dynamix/Conch @40 kg) 
           •  Pasir beton                                                   
                                                                            
           •  Kerikil (Maks 30 mm)                                          
           •  Air.                                                          
                                                                            
      4. Identifikasi bahaya dan resiko dan pengendalian resiko K3 :        
             JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3    PENGENDALIAN RESIKO K3           
                                                                            
          •  Tertimpa Concrete Mixer → Luka • Menggunakan APD Berupa Helm,  
                                                                            
             Berat                        Sarung Tangan Dan Sapatu Bot      
          •  Tertimpa tumpukan kayu→ Luka Berat • Memastikan Concrete Mixer layak
                                                                            
          •  Terkena gergaji→ Luka Berat  pakai                             
          •  Menginjak paku→ Luka Berat • Memastikan penyimapan kayu        
                                                                            
          •  Tertimpa Besi→ Luka Berat    tersusun rapi dan pengambilannya  
          •  Terkena alat potong besi/gerinda→ dengan cara yang benar       
                                                                            
             Luka Berat               •   Pengambilan besi dengan cara benar
                                                                            
          •  Terjatuh dari ketinggian→ Luka Berat dan menggunakan alat safty berupa
                                          sarung tangan                     
                                                                            
                                      •   Mengambil atau membersihkan sisa- 
                                          sisa paku yang digunakan atau yang
                                                                            
                                          berjatuhan selama pekerjaan       
                                          bekisting.                        
                                                                            
                                      •   Menggunakan APD berupa safety belt
                                          saat bekerja pada elevasi yang tinggi
                                                                            
                                                                            
                                                                            
      5. Personil saat pekerjaan berlangsung :                              
                                                                            
           •  Pelaksana                   : 1 Orang                         
           •  K3                          : 1 Orang                         
                                                                            
                                                                            
                                                                            
  3.9. PEKERJAAN PENUTUP DINDING DAN LANTAI                                 
 3.8.1. Pekerjaan Pasangan Dinding Batu Batako                              
                                                                            
      1. Pelaksanaan :                                                      
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
         a. Sebelum memulai pekerjaan pasangan batako, terlebihdahulu menyerahkan contoh material
           yang akan dipergunakan kepada Pengawas/Direksi Teknis. Minimal 3 (tiga) contoh dari
                                                                            
           hasil produk yang berlainan, untuk mendapatkan persetujuan.      
         b. Tidak diperkenankan memasang batu batako dengan keadaan yang ukurannya dari setngah.
                                                                            
         c. Mengukur bidang bawah dinding yang akan di bangun dinding batako, kemudian
           melakukan penarikan benang antara sudut-sudut dinding, dan menggunakan alat bantu
           waterpass untuk memastikan penarikan benang lurus.               
                                                                            
         d. Menyiapkan setting out posisi.                                  
         e. Batako dipasang tegak lurus dan berada pada garis-garis yang seharunya dengan bentang
                                                                            
           benang yang sipat datar.                                         
         f. Dinding yang menempel pada kolom beton harus diberi angker besi setiap jak 40 cm.
                                                                            
         g. Untuk lapisan dasar menggunakan semen instan dan tebarkan secara merata.
         h. Letakan batako diatas adukan semen instan, tekan permukaan bata (menggunakan palu karet
                                                                            
           agar rata sesuai dengan tarikan benang.                          
         i. Letakan blok pada masing-masing ujung dinding periksa kerataan dengan waterpas.
                                                                            
         j. Gunakan pecahan batako untuk meratakan permukaan dinding.       
         k. Pemasangan harus dijaga kerapiannya, baik dalam arah vertical maupun horizontal.
         l. Pemasangan batako yang tekena udara terbuka, selama waktu-waktu hujan lebat harus
                                                                            
           diberi perlindungan dengan menutup bagian atas dari tembok.      
         m. Pembobokan pasangan batako untuk pemasangan instalasi listrik, air dll menggunakan
                                                                            
           gerinda/alat potong, dan dilakukan setelah pasangan bata ringan berumur minimal 7 hari.
         n. Semua sisa-sisa pekerjaan pasangan dibersihkan, dikumpulkan dan dipindahkan keluar
                                                                            
           lokasi pekerjaan, kemudian dibuang pada tempat yang telah disediakan untuk pembuangan
           material yang tidak digunakan.                                   
                                                                            
      2. Peralatan yang digunakan:                                          
         Sendok Semen, Gergaji, Palu Karet, Gerinda/Alat Pemotong, Ember, Benang, Meteran,
                                                                            
         Gerobak Dorong, Scissors Lift, dan Alat Bantu Lainnya.             
      3. Bahan                                                              
                                                                            
         Batako                                                             
      4. Identifikasi bahaya dan resiko dan pengendalian resiko K3 :        
                                                                            
             JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3    PENGENDALIAN RESIKO K3           
          •  Cidera terkena alat kerja → Luka • Menggunakan APD Berupa Helm,
                                                                            
             Ringan                       Sarung Tangan Dan Sapatu Bot      
          •  Tertimpa Batu Bata Ringan → Luka • Memeriksa kelayakan alat-alat kerja
                                                                            
             Berat                    •   Memasang jaring pengaman          
      5. Personil saat pekerjaan berlangsung :                              
                                                                            
           •  Pelaksana                   : 1 Orang                         
           •  K3                          : 1 Orang                         
                                                                            
                                                                            
                                                                            
 3.8.2. Pekerjaan Plesteran                                                 
                                                                            
      1. Pelaksanaan:                                                       
         A. Plesteran Permukaan Dinding:                                    
                                                                            
           a. Semua permukaan yang akan diplester dibersihkan, bebas dari serpihan karbon lepas
              dan bahan lainnya yang mengganggu.                            
                                                                            
                                                                            
           b. Pekerjaan plesteran hanya diperkenankan setelah selesainya pemasangan intalasi
              listrik dan air dan seluruh bagian yang akan menerima plesteran telah terlindungi di
                                                                            
              bawah atap.                                                   
           c. Pekerjaan plesteran dapat dimulai setelah pekerjaan persiapan dan pembersihan
                                                                            
              selesai.                                                      
           d. Plesteran menggunakan Semen PC (Semen Portland, Semen Tonasa /Dynamix/Conch
              @40 kg)                                                       
                                                                            
           e. Perbandingan campuran adukan/plesteran disesuikan dengan spesifikasi teknis atau
              langsung dari prabriknya.                                     
                                                                            
           f. Untuk memperoleh permukaan yang rapid an sempurna, bidang plesteran dibagi-bagi
              dengan kepala plesteran yang dipasangi kelos-kelos sementara dari bamboo.
                                                                            
           g. Kepala plesteran dibuat pada setiap jarak 100 cm, dipasang tegak dengan
              menggunakan kepingan kayu lapis tebal 6 mm untuk patokan kerataan bidang.
                                                                            
           h. Setekah kepala plesteran diperiksa kesikuannya dan keratannya, permukaan dinding
              baru dapat ditutup dengan plesteran sampai rata dan tidak ada kepingan-kepingan kayu
                                                                            
              yang tertinggal dalam plesteran.                              
           i. Seluruh permukaan plesteran harus rata dan rapi, kecuali bila pasangan akan dilapisi
              dengan bahan lain.                                            
                                                                            
           j. Sisa – sisa pekerjaan yang telah selesai harus segera dibersihkan.
           k. Tali air (naad) selebar 4 mm digunakan pada bagian-bagian permukaan dengan bukaan
                                                                            
              dinding atau bagian lain yang ditentukan dalam Gambar Kerja, dibuat dengan
              mengguanakan profil kayu khusus untuk itu yang telah diserut rata, rapi dan siku.
                                                                            
              Tidak diperkenankan membuat tali air dengan menggunakan baja tulangan.
         B. Plesteran Permukaan Beton:                                      
                                                                            
           a. Permukaan beton yang akan diberi plesteran harus dikasarkan, dibersihkan dari
              bagian-bagian yang lepas dan dibasahi air, kemudian diplester.
                                                                            
           b. Permukaan beton harus bersih dan bahan-bahan cat, minyak, lemak, lumut dan
              sebagainya sebelumnya pekerjaan plesteran dimulai.            
                                                                            
           c. Permukaan beton harus dibersihkan menggunakan kawat baja. Setelah plesteran
              selesai dan mulai mengeras, permukaan plesteran dirawat dengan penyiram air.
           d. Plesteran yang ridak sempurna, misalnya bergelombang, retak-retak, tidak tegak lurus
                                                                            
              dan sebagainya harus diperbaiki.                              
      2. Peralatan yang digunakan:                                          
                                                                            
         Sendok Semen, Kasut, Jidar, Ember, Cetok, Waterpass, Scaffolding, Scissors Lift dan Alat
         Bantu Lainnya.                                                     
                                                                            
      3. Bahan                                                              
         Semen PC (Semen Portland, Semen Tonasa /Dynamix/Conch @40 kg)      
                                                                            
      4. Identifikasi bahaya dan resiko dan pengendalian resiko K3 :        
             JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3    PENGENDALIAN RESIKO K3           
                                                                            
          •  Cidera terkena alat kerja → Luka • Menggunakan APD Berupa Helm,
             Ringan                       Sarung Tangan Dan Sapatu Bot      
                                                                            
                                      •   Memeriksa kelayakan alat-alat kerja
                                                                            
                                      •   Pemeriksaan kelayakan alat-alat kerja
      5. Personil saat pekerjaan berlangsung :                              
                                                                            
           •  Pelaksana                   : 1 Orang                         
                                                                            
           •  K3                          : 1 Orang                         
                                                                            
 3.8.3. Pekerjaan Acian                                                     
      1. Pelaksanaan:                                                       
                                                                            
         a. Terlebih dahulu pastikan bahwa kondisi permukaan plesteran rata, lurus pada bagian sudut
           dan siap untuk diaci.                                            
                                                                            
         b. Membersihkan permukaan yang akan diaci dari kotoran dan debu.   
         c. Apabila permukaan yang akan diaci terlihat kering, permukaan disiram dengan sedikit air
                                                                            
           untuk membasahi dinding tersebut.                                
         d. Setelah plesteran disiram air sampai jenuh sehingga plesteran menjadi rata, halus, tidak
                                                                            
           ada bagian yang bergelombang, tidak ada bagian yang retak dan setelah plesteran berumur
           8 (delapan) hari atau sudah kering total.                        
                                                                            
         e. Pengacian harus diratakan dengan menggunakan jdaran untuk memperoleh hasil acian
           yang rata.                                                       
         f. Acian menggunakan semen instan dengan ketebalan yang dianjurkan ± 1,5 mm tergantung
                                                                            
           dari kerataan dasar permukaannya.                                
         g. Hasil acian tidak perlu digosok dengan menggunakan kertas semen, ampals atau
                                                                            
           sejenisnya.                                                      
         h. Hasil pekerjaan acian harus rapi dan tidak terdapan gelombang, retakan, dan tidak rata.
                                                                            
         i. Setelah pengacian selesai dilakukan, selama 7 hari harus selalu menyiram bagian
           permukaan yang diaci dengan ari sampai jenuh, sekurang-kurangnya dua kali setiap
                                                                            
           harinya.                                                         
         j. Sisa-sisa pekerjaan acian atau adukan yang mengotori lantai kerja dibersihkan dengan cara
                                                                            
           dikumpulkan menggunakan cetok atau alat bantu lainnya, kemudian dipindahkan atau
           dibuang keluar lokasi pekerjaan.                                 
                                                                            
      2. Peralatan yang digunakan:                                          
         Sendok Semen, Kasut, Ember, Scaffolding, Jidar, dan Alat Bantu Lainnya.
      3. Bahan                                                              
                                                                            
         Semen PC (Semen Portland, Semen Tonasa /Dynamix/Conch @40 kg)      
      4. Identifikasi bahaya dan resiko dan pengendalian resiko K3 :        
                                                                            
             JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3    PENGENDALIAN RESIKO K3           
                                                                            
          •  Cidera terkena alat kerja → Luka • Menggunakan APD Berupa Helm,
             Ringan                       Sarung Tangan Dan Sapatu Bot      
                                                                            
                                      •   Pemeriksaan kelayakan alat-alat kerja
      5. Personil saat pekerjaan berlangsung :                              
                                                                            
           •  Pelaksana                   : 1 Orang                         
           •  K3                          : 1 Orang                         
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                               Semarapura, 23 Mei 2023      
                                                   Di Buat Oleh             
                                                 CV. JAYA DESAIN            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                               I Komang Mahayana, ST        
                                                    Direktur
Tenders also won by CV Sinar Adhitya Makmur
Authority
27 June 2023Finishing Puskeswan PayanganPemerintah Daerah Kabupaten GianyarRp 1,300,000,000
19 June 2024Belanja Modal Bangunan Gedung Untuk Pos Jaga-Belanja Pembangunan Pos Balawisata (Pos Uluwatu)Kab. BadungRp 750,000,000
5 September 2022Pembangunan Pura Dan Dpt Di Pura Dalem Desa Adat Badung Desa Melinggih Kec. PayanganKab. GianyarRp 750,000,000
12 July 2019Pembangunan Balai Banjar Sengguan BiteraPemerintah Daerah Kabupaten GianyarRp 750,000,000
26 April 2024Pembangunan Spam Jaringan Perpipaan Di Desa Bedulu Kec. BlahbatuhKab. GianyarRp 700,000,000
2 July 2019Pembangunan Wantilan Pura Puseh Desa Pakraman Tumbakasa, Desa Sebatu, Kecamatan TegallalangPemerintah Daerah Kabupaten GianyarRp 600,000,000
12 June 2020Rehabilitasi Saluran Drainase Jalan Ir. Sukarno,tampaksiringKab. GianyarRp 600,000,000
30 May 2024Belanja Pemeliharaan Bangunan Gedung - Bangunan Gedung Tempat Kerja - Bangunan Fasilitas Umum -Pemeliharaan Ruang Ganti Di Dtw Mengening, Belanja Modal Bangunan Gedung - Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Kerja - Belanja Modal Bangunan Fasilitas Umum -Pembuatan Toilet Di Dtw Mengening,belanja Modal Bangunan Gedung - Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Kerja - Belanja Modal Bangunan Fasilitas Umum - Pembuatan Plang Nama Obyek Dalam Aksara Bali Di Dtw MangeningKab. GianyarRp 560,000,000
11 August 2025Pembangunan Spam Jaringan Perpipaan Di Desa Sebatu Kec. TegallalangKab. GianyarRp 500,000,000
22 May 2019Peningkatan Jaringan Irigasi Tirta PetakPemerintah Daerah Kabupaten GianyarRp 499,963,000