| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0317045227922000 | Rp 1,247,669,909 | - | |
| 0821273794954000 | - | - | |
| 0017204793922000 | - | - | |
| 0030296222922000 | Rp 1,165,583,014 | Tidak menyampaikan bukti kepemilikan truck dalam surat sewa beruapa stnk & bpkb | |
| 0810736694922000 | Rp 1,223,000,000 | Surat penyataan yng disampiakan tidak sesuai Dokumen KAK | |
| 0922967658922000 | - | - | |
Wawasan Timur Pratama | 02*6**1****22**0 | - | - |
| 0317371052922000 | - | - | |
| 0316877182922000 | - | - | |
| 0026852707922000 | - | - | |
| 0025371451922000 | - | - | |
| 0702217621922000 | - | - | |
| 0027432459922000 | - | - | |
CV Tiga Saudagar | 05*6**6****22**0 | - | - |
| 0824036941922000 | - | - | |
CV Tekko Engineering | 06*4**4****25**0 | - | - |
CV Emmanuella Konstruksi | 09*8**0****22**0 | - | - |
| 0026852665922000 | - | - | |
Achiera | 09*8**4****22**0 | - | - |
BAB II
PASAL 1
1.1. LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan yang harus dilaksanakan adalah sesuai dengan yang dinyatakan dalam
gambar rencana, Uraian Rencana Kerja dan Syarat-syarat Teknis, Daftar Kuantitas
dan penjelasan tambahan lainnya yang diberikan.
Lingkup pekerjaan ini terdiri dari :
1. PEKERJAAN PERSIAPAN
2. PEKERJAAN BETON & PASANGAN
3. PEKERJAAN PINTU, JENDELA DAN BOUVEN
4. PEKERJAAN ATAP DAN LANGIT – LANGIT
5. PEKERJAAN PENGECATAN, FINISHING & LAIN-LAIN
1.2. RENCANA JADWAL PEKERJAAN
- Kontraktor Pelaksana harus membuat jadwal pelaksanaan pekerjaan yang
mencakup strategi penanganan, urutan pekerjaan untuk menyelesaikan
pekerjaan tepat waktu sesuai target kontrak.
- Program yang harus diserahkan oleh Kontraktor harus sesuai untuk membuat
rekaman kemajuan pekerjaan terus menerus dari keseluruhan pekerjaan.
1.3. SARANA KERJA
Kontraktor juga wajib memasukkan identifikasi dari tempat kerja, nama, jabatan
dan keahlian masing-masing anggota pelaksana pekerjaan, serta inventarisasi
peralatan yang digunakan dalam melaksanakan pekerjaan ini. Kontraktor wajib
menyediakan tempat penyimpanan bahan/material dilokasi yang aman dari
segala kerusakan, kehilangan dan hal – hal yang dapat mengganggu pekerjaan
lain. Semua sarana persyaratan kerja, sehingga kelancaran dan memudahkan
kerja dilokasi dapat tercapai.
- Kontraktor Pelaksana wajib menempatkan minimal 1 orang pelaksana
lapangan dan 1 orang logisitik di lokasi pekerjaan.
- Kontraktor Pelaksana wajib menyediakan peralatan pekerjaan jika dibutuhkan
sesuai arahan konsultan maupun tim teknis walaupun alat yang dimaksud tidak
ada di dalam penawaran.
1.4. BESTEK DAN GAMBAR
1) Kontraktor Pelaksana diwajibkan meneliti gambar-gambar dan bestek
mengenai pekerjaan ini.
2) Dalam hal terjadi perbedaan dan atau pertentangan dalam gambar - gambar
yang ada dalam buku uraian pekerjaan ini, maupun pekerjaan yang terjadi
akibat keadaan di lokasi, Kontraktor diwajibkan melaporkan hal tersebut
kepada Perencana/ Konsultan Pengawas secara tertulis untuk mendapatkan
keputusan pelaksanaan di lokasi setelah Konsultan Pengawas berunding
terlebih dahulu dengan tim teknis dan PPK. Ketentuan tersebut di atas tidak
dapat dijadikan alasan oleh Kontraktor untuk memperpanjang waktu
pelaksanaan.
3) Semua ukuran yang tertera dalam gambar adalah ukuran jadi, dalam keadaan
selesai/terpasang.
4) Bila ada keraguan mengenai ukuran mana yang akan dipakai dan dijadikan
pegangan Kontraktor wajib berunding terlebih dahulu dengan Perencana.
Mengingat masalah ukuran ini sangat penting, Kontraktor diwajibkan
memperhatikan dan meneliti terlebih dahulu semua ukuran yang tercantum
seperti peil - peil, ketinggian, lebar ketebalan, luas penampang dan lain –
lainnya sebelum memulai pekerjaan.
5) Kontraktor tidak dibenarkan mengubah dan atau mengganti ukuran – ukuran
yang tercantum di dalam gambar pelaksanaan tanpa sepengetahuan Konsultan
Pengawas.
6) Kontraktor harus menyediakan dengan lengkap masing - masing dua salinan,
segala gambar - gambar, spesifikasi teknis, agenda, berita - berita perubahan
dan gambar - gambar pelaksanaan yang telah disetujui di tempat pekerjaan.
Dokumen - dokumen ini harus dapat dilihat Konsultan Pengawas dan Direksi
setiap saat sampai dengan serah terima kesatu. Setelah serah terima kesatu,
dokumen - dokumen tersebut akan didokumentasikan oleh Pemberi Tugas.
1.5. DAERAH KERJA KONTRAKTOR
- Daerah Kerja Kontraktor adalah diusulkan oleh Kontraktor dan disetujui oleh
Penanggung Jawab Pekerjaan/Pejabat Pembuat Komitmen.
- Kontraktor harus memberitahu Direksi Pengawas/Ahli Teknik secara tertulis
lokasi daerah kerja yang diusulkan.
1.6. KEAMANAN
- Kontraktor harus memberitahukan kepada : Pemberi Tugas atau Pejabat
Pembuat Komitmen; nama, alamat, nomor telepon yang harus dihubungi bila
terjadi kecelakaan.
- Kontraktor harus memperhatikan pelaksanaan dan persyaratan K-3 untuk para
pekerjanya.
- Kontraktor harus membuat tanda-tanda khusus untuk keamanan pekerjaan
dan lalu lintas khususnya daerah kerja proyek.
1.7. KONDISI LAHAN PEKERJAAN
❖ Selama masa pekerjaan konstruksi, Kontraktor harus memelihara kebersihan,
keamanan antara lain :Mengatur tempat/gudang bahan bangunan sedemikian
rupa.
a) Kotoran, sampah-sampah harus dibuang/dibersihkan dari daerah
pekerjaan.
b) Bila tidak dibuang langsung keluar dari lapangan akan dikumpulkan
disuatu tempat pengumpulan menunggu pembuangan dari lapangan.
❖ Jalan-jalan proyek harus selalu bersih dari kotoran berupa genangan air, sisa-
sisa material bongkaran dan bahan-bahan lainnya.
1.8. DATUM dan PEIL
❖ Peil / titik ukur referensi (bench mark) untuk proyek ini adalah elevasi lantai
dasar bangunan (+ 0,00 m). untuk mana semua level permukaan diukur untuk
kontrak ini.
❖ Semua ukuran dan peil (titik ukur) tercantum dalam gambar adalah benar,
tetapi Kontraktor diharuskan mengadakan pengukuran ulang yang sama dan
hal-hal khusus lain yang terdapat di tanah dan harus segera memberitahukan
setiap penyimpangan pada gambar kepada Direksi Pengawas.
1.9. PENGUKURAN LEVEL
❖ Kontraktor harus memberitahukan Direksi Pengawas sekurang-kurangnya
dalam waktu 24 jam, bila akan mengadakan levelling pada semua bagian dari
pada pekerjaan.
❖ Kontraktor harus menyediakan atas biaya Kontraktor semua bantuan yang
diperlukan Direksi Pengawas dalam mengadakan penelitian levelling tersebut.
❖ Pekerjaan akan diberhentikan beberapa saat bila perlu untuk mengadakan
penelitian kelurusan maupun level dari bagian-bagian pekerjaan.
❖ Kontraktor harus merawat sebaik-baiknya semua peralatan survey untuk
pekerjaan tersebut.
1.10. PEMBERITAHUAN KEGIATAN
❖ Tidak ada pekerjaan penting yang dilaksanakan diluar jam kerja tanpa
persetujuan Direksi Teknis dan Pengawas secara tertulis.
❖ Bila ada pekerjaan / kegiatan dilaksanakan diluar jam kerja, Kontraktor harus
memberitahukan kepada Direksi Teknis dan Pengawas secara tertulis.
❖ Hal ini penting bagi pengawas untuk mengatur jadwal inspeksi/jadwal
pengawasan.
1.11. PERTEMUAN LAPANGAN
❖ Pertemuan antara Direksi Teknis, Pengawas dan Kontraktor penting sekali dan
harus diadakan secara teratur 1 (satu) minggu sekali untuk mendiskusikan
kemajuan pekerjaan dan permasalahan yang mungkin timbul.
❖ Detil kemajuan pekerjaan sampai dengan hari itu harus diserahkan kepada
Direksi Teknis dan Pengawas dipertemuan tersebut.
1.12. GAMBAR-GAMBAR KERJA
❖ Kontraktor harus menyiapkan atas biayanya sendiri dan menyerahkan kepada
Direksi Teknis dan Pengawas dalam 2 (dua) rangkap pada kesempatan
pertama semua detil gambar kerja dari semua bagian-bagian pekerjaan
permanen yang menjadi tanggung jawabnya terhadap desain maupun
spesifikasinya atau untuk mana Kontraktor harus membuat gambar kerja
secara detil untuk pelaksanaan konstruksi di lapangan.
❖ Bila ada perubahan terhadap gambar yang dibuat oleh Kontraktor, Direksi
Teknis dan Pengawas akan membuat catatan-catatan maupun perubahan di
gambar copy tersebut, dan kemudian 1 (satu) lembar dikembalikan kepada
Kontraktor untuk pedoman pelaksanaan di lapangan sesuai perubahan itu.
Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi /Konsultan Pengawas 3 (tiga)
copy tambahan Gambar Kerja yang disetujui.
❖ Bila Kontraktor berkeinginan untuk merubah/memodifikasi detil dari pada
pekerjaan permanen bila ada, dimana Kontraktor tidak ikut bertanggung-
jawab terhadap desain atau spesifikasi, maka Kontraktor akan menyiapkan
gambar detil atas biayanya sendiri, dan menyerahkan kepada Direksi Teknis
dan Pengawas, memberitahu Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas
perobahan-perobahan yang diusulkan, atau bila diperlukan, informasi lebih
lanjut seperti itu, perhitungan dan sebagainya seperti yang mungkin diminta.
❖ Dalam hal dimana gambar-gambar untuk setiap pekerjaan yang tercantum
dalam Kontrak atau diminta untuk disediakan oleh Kontraktor atas ijin Direksi
Teknis dan Pengawas, atau dimana Kontraktor memilih mengusulkan
modifikasi atas Desain Direksi /Konsultan Pengawas, setiap perubahan
terhadap gambar yang diminta oleh Direksi /Pengawas harus dibuat tanpa
biaya tambahan.
1.13. FOTO-FOTO DAN DOKUMENTASI
❖ Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan harus diambil foto-fotonya prestasi
0% kondisi lapangan untuk dituangkan dalam laporan pendahuluan.
❖ Pengambilan foto dokumentasi pelaksanaan secara teratur untuk kemajuan
setiap item pekerjaan harus diambil pada kondisi 0%, 25%, 50%, 75% dan
100% (selesai) untuk dilaporkan setiap bulannya yang disusun dalam album.
1.14. LAPORAN-LAPORAN DAN GAMBAR-GAMBAR
❖ Semua laporan, catatan-catatan, diagram-diagram, gambar-gambar dan
sebagainya yang dibuat oleh Kontraktor harus rangkap 3 (tiga) selama
pekerjaan berlangsung kecuali diberitahukan lain oleh Direksi Pengawas.
1.15. CATATAN DAN PEMAKAIAN BAHAN
❖ Kontraktor harus membuat rekaman secara detail dari bahan-bahan yang
diterima (yang masuk lapangan penumpukan atau gudang, disekitar
lapangan).
❖ Catatan-catatan / rekaman-rekaman tersebut dituangkan dalam laporan harian
dan harus diserahkan kepada Pengawas secara rutin / periodik.
1.16. LAPORAN HARIAN, MINGGUAN DAN BULANAN
Kontraktor wajib membuat Laporan Harian (buku harian proyek), Laporan
Mingguan dan Laporan Bulanan yang berisikan segala kegiatan yang dilakukan
oleh kontraktor dan yang berkaitan dengan proyek, termasuk diantaranya
dokumentasi, catatan dan pemakaian bahan, penyelidikan lapangan dan test
material serta saran-saran & teguran dari Direksi atau Pengawas. Laporan harian
(buku harian proyek) harus diberi halaman, hari, tanggal, waktu/jam dan
ditandatangani oleh wakil-wakil dari Direksi, Pengawas maupun Kontraktor.
PASAL 2
SPESIFIKASI STANDAR
2.1. SPESIFIKASI STANDAR
❖ Semua standard atau peraturan yang dipakai dalam dokumen kontrak ini atau
penggantinya adalah merupakan edisi yang terbaru.
❖ Semua persyaratan dan ketentuan dari material yang dipakai, kwalitas dan
syarat-syarat pelaksanaan pekerjaan haruslah sesuai dengan pekerjaan
dimaksud.
❖ Bila bahan-bahan atau barang-barang disyaratkan untuk memenuhi salah satu
dari standard atau peraturan di atas, maka bahan-bahan, barang-barang atau
kemasannya harus mencantumkan merk serta spesifikasinya dari sertifikat
dagang yang terdaftar.
2.2. PENYIMPANAN BAHAN-BAHAN
❖ Semua bahan-bahan yang akan digunakan untuk pekerjaan permanen harus
disimpan di tempat yang sesuai untuk masing-masing sifat bahan-bahan
tersebut sebaik-baiknya.
❖ Bila perlu ada yang harus ditutup/dilindungi untuk menghindarkan dari
kerusakan/keausan dari sebab apapun.
❖ Penyimpanan bahan-bahan yang spesifik harus sebaik-baiknya sesuai yang
dipersyaratkan.
2.3. SUMBER BAHAN
❖ Sejauh mungkin seperti yang diwajibkan dalam Kontrak, Kontraktor harus
semaksimum mungkin menggunakan bahan-bahan/barang-barang, peralatan-
peralatan produksi dalam negeri. Kecuali bahan-bahan/barang-barang tersebut
tidak bisa didapatkan maka bisa diganti dengan bahan-bahan/barang-barang
yang setara dan yang telah disetujui oleh Direksi Tekni dan Pengawas secara
tertulis.
2.4. PEKERJAAN PERSIAPAN
Pekerjaan persiapan minimal terdiri dari :
a. Pembersihan lapangan di areal kegiatan.
b. Mobilisasi dan demobilisasi
c. Pembuatan barak pekerja dan gudang
d. Penyediaan sistem penerangan lokasi dan air bersih / air minum, papan nama
proyek, dan lain-lain.
e. Pembongkaran bagian-bagian bangunan yang akan diganti
PASAL 3
PEKERJAAN PEMBONGKARAN
Dalam hal pekerjaan rehabilitasi, pekerjaan pembongkaran merupakan tanggungjawab
kontraktor.
3.1. Penyedia Barang/Jasa melakukan pembongkaran pada bangunan yang akan
direkonstruksi/direhab/diperbaiki sesuai dengan item pekerjaan yang ada
misalnya yaitu:
a. Bongkar penutup atap.
- Pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan gambar dan petunjuk rencana atau
pengawas.
- Matikan listrik di area kerja untuk menghindari kecelakaan
- Pembongkaran penutup atap ini harus dilaksanakan dengan hati-hati agar
tidak mengakibatkan kerusakan pada konstruksi bagian lain.
- Gunakan APD seperti sarung tangan, kacamata, helm dan tali pengaman
tubuh (body harness).
- Hasil bongkaran dibuatkan catatan dan didokumentasikan lalu disimpan
pada tempat tersendiri dan tidak dibiarkan berserakan.
b. Bongkar penutup plafond dan rangka plafon
1. Persiapan Awal
o Matikan aliran listrik ke area plafon (jika ada instalasi listrik di plafon).
o Pasang penutup di area kerja (terpal/cover lantai) untuk melindungi
lantai dan mempermudah pembersihan.
o Pemasangan scaffolding atau tangga yang stabil dan aman jika
diperlukan.
o Identifikasi struktur plafon (material panel & jenis rangka) dan titik
sambung antar elemen.
2. Pembongkaran Panel Plafon
o Lepas panel plafon secara hati-hati mulai dari sisi terluar ke dalam.
o Jika menggunakan sistem sekrup/paku, gunakan obeng atau linggis kecil
untuk melepas panel.
o Panel diturunkan dan ditumpuk di area khusus (untuk dibuang atau
digunakan kembali).
3. Pembongkaran Rangka Plafon Yang Rusak
o Setelah panel dibuka, lepaskan rangka plafon secara bertahap:
o Untuk rangka hollow atau baja ringan: gunakan bor atau gerinda untuk
melepas sambungan.
o Turunkan rangka dengan hati-hati untuk menghindari cedera atau
kerusakan struktur lainnya.
4. Pembersihan Area
o Kumpulkan seluruh material bongkaran dan simpan ditempat yang
telah disiapkan.
o Pisahkan material yang bisa digunakan kembali (jika ada).
o Bersihkan debu dan kotoran dari plafon dan area kerja.
5. Pemeriksaan Akhir
o Pastikan tidak ada elemen plafon atau rangka yang masih tergantung
atau longgar.
o Lakukan pengecekan visual terhadap struktur atas (rangka atap atau
lantai atas) bila diperlukan.
o Dokumentasikan progres pembongkaran (foto sebelum dan sesudah).
6. Catatan Tambahan
o Jika ditemukan instalasi listrik, pipa AC, atau ducting di dalam plafon,
koordinasikan dengan teknisi listrik/ME sebelum melanjutkan
pembongkaran.
o Sebelum dipasang plafon baru, pastikan area atas plafon dibersihkan
dari sarang binatang, debu, dan kelembaban.
o Wajib menggunakan APD lengkap (sarung tangan, helm, masker,
kacamata).
o Pastikan tidak ada orang di bawah area kerja saat pembongkaran.
c. Teknis Pekerjaan Pembongkaran Dan Penggantian Sealant Kaca
1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi pembongkaran sealant lama pada sambungan
kaca dan aluminium, pembersihan area kerja, serta pemasangan
kembali sealant baru untuk menjamin kekedapan air dan tampilan
estetis bangunan.
2. Peralatan
• Cutter atau pisau scraper
• Sikat kawat halus dan lap kain bersih
• Vacuum cleaner portable / blower
• Masking tape (lakban kertas)
• Caulking gun (pistol dempul/tembakan lem)
• Tangga atau scaffolding lengkap dengan pengaman
• Alat pelindung diri (helm, sarung tangan, sepatu, sabuk
pengaman, kacamata kerja)
3. Uraian Pekerjaan
A. Persiapan
• Lakukan inspeksi kondisi sealant lama dan ukur panjang total
sambungan yang akan diganti.
• Siapkan area kerja, pasang tanda pengaman, dan pastikan cuaca
kering.
• Pastikan kaca dan aluminium dalam kondisi stabil dan aman
sebelum bekerja.
B. Pembongkaran Sealant Lama
• Potong dan kupas sealant lama dengan cutter atau scraper secara
hati-hati agar tidak merusak kaca atau frame.
• Bersihkan sisa sealant dengan solvent dan kain bersih.
• Gunakan sikat kawat halus untuk mengangkat sisa material di
sudut-sudut sambungan.
• Pastikan seluruh area bersih, kering, dan bebas dari debu atau
minyak.
3.2. Sebelum dilakukan pembongkaran Penyedia Barang/Jasa harus mendapat izin
pembongkaran dari Pemberi Tugas serta izin-izin lain dari Pihak Sekolah termasuk
izin pemakaian jalan, tempat pembuangan puing dan lain-lain. Kelalaian dalam
hal ini, resiko menjadi tanggung jawab Penyedia Barang/Jasa.
3.3. Dalam pelaksanaan pembongkaran ini Kontraktor wajib membuat usulan
rencana pembongkaran minimal menyebutkan :
a. Metode Pembongkaran
b. Waktu pengangkatan bongkaran
c. Lokasi pembuangan bongkaran
d. Pengamanan terhadap instalasi M/E
e. Jangka waktu pelaksanaan
f. Lain-lain yang berkenaan dengan pembongkaran ini.
3.4. Seluruh hasil bongkaran material dari komponen yang dibongkar yang tidak
digunakan lagi harus ditempatkan pada tempat yang telah di tentukan oleh
Direksi sedangkan yang masih mempunyai nilai diserahkan ke pengguna jasa
untuk diproses lebih lanjut sebagaimana peraturan yang berlaku terhadap aset-
aset negara.
PASAL 4
PEKERJAAN PEMASANGAN RANGKA DAN PENUTUP ATAP
4.1 Pekerjaan Penutup Atap
a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta
pelaksanaan pekerjaan pemasangan penutup atap seperti tampak pada
gambar rencana.
b. Penutup atap dari bahan atap metal tebal 0.30 mm TCT anodizing dengan
garansi warna tipe Az100, digunakan pada lantai 4 untuk menutupi area
DAK yang terbuka
c. Sebelum mendatangkan bahan ke lokasi pekerjaan, Kontraktor harus
menyerahkan contoh bahan kepada Direksi / Pengawas Lapangan untuk
mendapatkan persetujuan.
d. Atap tidak cacat, lecet, karatan atau penyot atau yang dianggap cacat oleh
Direksi/Konsultan Pengawas. Atap yang dianggap cacat ini harus disingkirkan
dari lokasi pekerjaan.
e. Pemasangan atap disusun sesuai dengan petunjuk teknis dari pabrik
pembuatnya. Dudukan gelombang pada sambungan atap harus tepat dan
tidak ada celah, bila hal tersebut terjadi, atap harus diganti sampai diperoleh
sambungan gelombang atap yang tepat tanpa celah.
f. Pemasangan atap menggunakan baut roofing, kokoh, tidak karatan dan
diberi karet ring baut.
g. Penutup nok harus dipasang saling overlapping tanpa celah dengan jarak
overlapping sesuai petunjuk dari pabrik pembuatnya.
h. Pemasangan rabung atau bubungan menggunakan bubungan metal berpasir
4.2 Teknis Pemasangan
a. Pemasangan Lembaran Spandek
• Mulai dari sisi berlawanan arah angin dominan untuk mencegah air masuk ke
sambungan overlap.
• Overlap samping (sambungan antar lembar): 1-2 gelombang.
• Overlap memanjang (jika lebih dari 6 m): minimal 200 mm (dengan sealant
pada sambungan).
• Gunakan benang lurus untuk memastikan arah pemasangan sejajar dan rapi.
b. Penguncian dan Penyekrupan
• Gunakan sekrup roofing (hex head self-drilling) lengkap dengan ring karet
neoprene.
• Jarak antar sekrup ±20–30 cm pada tumpuan gording.
• Hindari mengencangkan sekrup terlalu dalam agar pasir tidak terkelupas.
• Gunakan sekrup anti-karat (SS304/galvanis) untuk area luar.
• Berikan sealant tambahan di setiap titik sambungan (terutama di overlap dan
ujung nok).
• Ratakan dengan jari/plastik untuk hasil rapi dan maksimal menahan bocor.
• Bersihkan sisa serbuk bor dan serpihan logam dari permukaan atap dan nok.
• Bila ada goresan, lapisi kembali dengan cat penutup (touch-up) senada
spandek berpasir.
• Periksa ulang apakah semua sambungan dan sekrup sudah kedap dan rapi.
• Jangan memotong nok dengan gerinda kecepatan tinggi (dapat membakar
pasir lapisan luar). Gunakan gunting baja jika perlu.
• Hindari pemasangan nok saat hujan atau permukaan atap licin.
c. Finishing
• Bersihkan permukaan spandek dari serbuk bor dan potongan logam
menggunakan sapu lembut.
• Hindari penggunaan cairan kimia keras untuk membersihkan atap.
• Periksa kembali seluruh sekrup dan pastikan tidak ada kebocoran.
d. Keselamatan Kerja
• Gunakan safety harness saat bekerja di ketinggian.
• Kenakan sepatu anti-selip.
• Jangan menginjak langsung pada lembaran spandek—gunakan papan tapak
agar beban menyebar.
4.3 Pekerjaan Rangka Atap
Teknis Pelaksanaan Pemasangan Rangka Atap Baja Ringan Dengan Tiang Baja
Ringan Di Atas Plat Beton (Dak)
1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi pemasangan struktur atap baja ringan yang berdiri di atas
tiang baja ringan, di mana tiang tersebut dipasang dan diankur ke plat beton
lantai DAK. Lingkup pekerjaan meliputi:
• Pemasangan titik dudukan dan anchor di DAK,
• Pemasangan tiang baja ringan sebagai penyangga kuda-kuda,
• Perakitan dan pemasangan kuda-kuda baja ringan,
• Pemasangan reng dan penutup atap,
• Pemeriksaan kekuatan dan kelurusan struktur.
2. Bahan Dan Peralatan
A. Bahan
• Profil baja ringan (SNI 8399:2017):
✓ Mutu baja: G550 (kekuatan tarik minmum 550 MPa) sesuai SNI
8399:2017 tentang Baja Lapis Tipis.
✓ Lapisan pelindung: AZ100 (lapisan Aluminium-Zinc 100 g/m²)
sesuai standar AS 1397 atau setara.
✓ Profil: C75 × 0,75 mm (tinggi 75 mm, tebal nominal 0,75 mm).
✓ ex Bluescope / TASO / Kencana Truss / setara
• Reng: profil U40 atau sejenis.
• Plat dudukan / Base Plate galvanis (2–3 mm) untuk pengikat ke beton.
• Dynabolt / Anchor Bolt (Ø10–12 mm, panjang 75 mm atau sesuai
perhitungan).
• Baut Self Drilling Screw (SDS) galvanis berbagai ukuran.
• Bracket & connector plate sesuai sistem rangka.
• Sealant atau anti karat pada sambungan terbuka (opsional).
• Penutup atap (spandek) bila termasuk dalam lingkup.
B. Peralatan
• Mesin bor beton dan bor SDS
• Mesin screw gun
• Gunting baja ringan / circular saw
• Waterpass, meteran, unting-unting
• Tangga / scaffolding
• Alat ukur digital (laser level)
• APD lengkap (helm, sarung tangan, safety belt, sepatu safety)
3. Tenaga Kerja
• Mandor baja ringan
• Tukang pasang baja ringan
• Tukang bor dan alat bantu (helper)
• Pengawas lapangan / petugas K3
4. Tahapan Pekerjaan
A. Persiapan
• Periksa kondisi plat beton (DAK):
• Pastikan permukaan rata, kuat, dan bebas retak di titik pemasangan
tiang.
• Tentukan posisi tiang baja ringan berdasarkan gambar kerja dan marking
di lapangan.
• Siapkan seluruh alat dan material di lokasi yang aman dan kering.
• Pasang perancah / scaffolding untuk akses kerja di ketinggian.
B. Pemasangan Base Plate Dan Anchor
• Tandai titik dudukan tiang sesuai jarak pada gambar.
• Bor lubang pada plat beton menggunakan bor beton Ø12 mm sedalam
±8–10 cm.
• Pasang base plate baja galvanis di atas titik bor, kemudian kunci dengan
dynabolt / anchor bolt.
• Pastikan base plate rata dan tegak lurus terhadap bidang atap (gunakan
waterpass).
C. Pemasangan Tiang Baja Ringan
• Potong profil baja ringan sesuai tinggi desain atap (biasanya 1–1,5 m dari
DAK ke titik kuda-kuda bawah).
• Pasang tiang tegak lurus di atas base plate, kemudian kunci dengan baut
SDS dari dua sisi.
• Gunakan bracing pengaku diagonal antar tiang agar kokoh dan tidak
goyah.
• Pastikan seluruh tiang berada dalam satu garis dan ketinggian sama (cek
dengan selang air atau laser level).
D. Perakitan Dan Pemasangan Kaso Baja Ringan Sebagai Pangkuan Gording
1. Umum
Pekerjaan ini meliputi pemasangan elemen kaso baja ringan yang
berfungsi sebagai:
• Dudukan (tumpuan) bagi gording atap, dan
• Pengikat horisontal antar tiang baja ringan,
sehingga keseluruhan sistem struktur atap menjadi kaku, stabil, dan
mampu menahan beban atap serta tekanan angin.
2. Tujuan Pekerjaan
• Menyediakan pengaku horizontal antar tiang agar tidak bergoyang.
• Menjadi elemen dudukan gording untuk meneruskan beban ke tiang
dan kuda-kuda.
• Membentuk sistem rangka atap yang stabil, kuat, dan presisi.
3. Uraian Pekerjaan
A. Persiapan
• Melakukan pengukuran dan marking posisi tiang baja ringan di atas
plat beton (DAK).
• Menentukan elevasi atau tinggi pemasangan kaso sesuai dengan
gambar kerja dan kemiringan atap.
• Memastikan seluruh tiang baja ringan telah terpasang tegak dan
sejajar.
B. Pemotongan dan Persiapan Material
• Potong profil kaso baja ringan (C/U section) sesuai jarak antar
tiang.
• Periksa profil agar tidak bengkok dan bebas karat.
• Siapkan baut SDS galvanis, bracket L, atau connector plate sesuai
sistem yang digunakan.
C. Pemasangan Kaso Sebagai Pengikat Antar Tiang
• Pasang kaso secara horizontal menghubungkan antar tiang baja
ringan.
• Pastikan posisi kaso rata dan lurus dengan menggunakan waterpass.
• Kencangkan sambungan ke tiang dengan baut SDS galvanis minimal
dua titik pada setiap pertemuan.
• Bila bentangan panjang, gunakan penyambungan overlap minimal
150 mm dan kencangkan dengan dua baut SDS.
• Tambahkan bracing diagonal jika jarak antar tiang melebihi 1,5 m
untuk memperkuat sistem pengaku.
E. Pemeriksaan dan Finishing
• Periksa seluruh sambungan baut dan kekakuan struktur.
• Pastikan tidak ada sambungan longgar, miring, atau bergeser.
• Lakukan uji stabilitas ringan (goresan tangan) untuk memastikan
rangka tidak goyah.
• Bersihkan area kerja dari sisa potongan profil atau baut.
4. Hasil Akhir Yang Diharapkan
• Kaso baja ringan terpasang rata, lurus, dan kuat di antara tiang-
tiang.
• Tiang-tiang menjadi terkait secara horizontal dan tidak mudah
bergeser.
• Sistem dudukan gording terbentuk dengan baik dan siap menerima
beban atap.
6. Pengendalian Mutu (Quality Control)
• Cek ketebalan profil baja ringan sesuai spesifikasi pabrikan.
• Pastikan setiap sambungan menggunakan minimal 2 baut SDS dan
tidak longgar.
• Pemeriksaan kelurusan kaso menggunakan waterpass.
• Pastikan sistem pengaku antar tiang dan kaso kaku dan tidak
mengalami deformasi.
4.4 Pemasangan Reng
• Setelah kuda-kuda kokoh dan lurus, pasang reng baja ringan dengan jarak
sesuai jenis atap.
• Pastikan semua baut SDS pada reng terpasang rapat dan tidak miring.
• Lakukan overlap dan penyekrupan sesuai petunjuk pabrikan atap.
a. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3)
• Gunakan APD lengkap (helm, safety belt, sarung tangan, sepatu).
• Pastikan scaffolding dan tangga stabil dan terkunci.
• Jangan bekerja saat angin kencang atau hujan.
• Pastikan area di bawah DAK bersih dan aman dari orang yang lewat.
• Pastikan alat listrik (bor, screw gun) dalam kondisi baik dan terisolasi.
b. Pengendalian Mutu (Quality Control)
• Pastikan seluruh material memiliki sertifikat pabrikan dan ketebalan sesuai
spesifikasi.
• Base plate harus terpasang kuat dan tidak goyah.
• Tiang berdiri tegak 90° terhadap bidang DAK.
• Sambungan antar profil harus rapat, kuat, dan bebas karat.
• Pastikan semua hasil pekerjaan sesuai gambar kerja dan perhitungan struktur.
PASAL 5
PEKERJAAN PLAFON DAN RANGKA
A. UMUM
A.1 Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini mencakup pengadaan material, persiapan, dan pemasangan
plafon PVC pada rangka plafon, sesuai dengan gambar kerja dan spesifikasi
teknis.
A.2 Standar Acuan
• SNI 03-1746-2000: Tata cara pelaksanaan plafon pada bangunan gedung
• SNI 03-2836-2002: Tata cara perencanaan dan pemasangan rangka plafon
logam ringan
• Petunjuk teknis pabrikan produk PVC
A.3 Persyaratan Umum
• Bahan yang digunakan harus baru, tidak cacat, dan sesuai standar mutu.
• Tenaga kerja harus berpengalaman dan memahami cara kerja plafon PVC.
B. BAHAN
B.1 Panel PVC
• Bahan: Polyvinyl Chloride (PVC)
• Ukuran: Panjang 4 m, lebar 25 cm, ketebalan min. 7,5 mm
• Tipe: Hollow (berongga), finishing glossy/doff, motif kayu/marmer
• Sifat: Tahan air, anti rayap, ringan, dan tahan lembap
• Ex Shunda atau setara
B.2 Rangka Plafon
• Bahan: Hollow galvanis 40x40x0.4 mm (utama), 20x40x0.4 mm (reng)
B.3 Aksesoris
• List trim PVC
• Sekrup self-drilling untuk hollow
• Bracket/L-bracket dan angkur
• Lem atau clip khusus (bila diperlukan)
• Sealant putih
C. PELAKSANAAN
C.1 Persiapan
• Pastikan tinggi plafon sesuai rencana
• Ruang kerja bersih dan bebas hambatan
• Instalasi listrik dan pekerjaan di atas plafon selesai
C.2 Pemasangan Rangka ( untuk rangka yang rusak dan perlu diganti )
• Hollow utama 40x40 mm dipasang di posisi atas dengan jarak 60 cm
• Hollow reng 20x40 mm melintang di posisi bawah tiap 60 cm
• Pemasangan rangka baik itu 40x40 mm tebal 0,4 mm maupun yang
20x40 tebal 0,4 mm disisi dekat tembok jaraknya 20 cm dari pinggir
tembok baik arah memanjang atau melintang
• Rangka harus rata dan lurus
• Gunakan gantungan hollow 20x40 ke kuda-kuda ( untuk kuda-kuda baja
ringan) dan ke kanal C tambahan ( untuk kuda-kuda kayu ) dengan jarak
penggantung sesuai gambar
C.3 Pemasangan Panel PVC
• Mulai dari salah satu sisi ruangan
• Sambungkan tiap panel dengan sistem interlock
• Sekrup panel ke rangka pada alur tersembunyi
• Potong panel sesuai ukuran menggunakan cutter atau gerinda halus
• Pasang list trim di seluruh sisi plafon
C.4 Pemasangan List
1. List sudut (corner list):
Digunakan untuk memperindah pertemuan antara plafon dengan
dinding.Umumnya berbentuk L atau segitiga dekoratif.
2. List sambungan (join list):
Digunakan untuk menyambung antar panel plafon PVC pada pertemuan
sambungan tengah (misalnya ruangan panjang atau lebar > 4 m).
Bisa berbentuk T, H, atau model rata sesuai desain plafon.
3. Alat dan Bahan
• List PVC (sudut & sambungan)
• Cutter/gergaji kecil
• Meteran
• Pensil dan penggaris siku
• Sekrup/lem PVC
• Bor listrik
• Lem sealant (opsional)
• Waterpass atau laser level
4. Langkah Pemasangan
4.1 Pemasangan List Sudut (Cornice)
• Persiapan
✓ Pastikan plafon sudah terpasang rapi.
✓ Bersihkan pertemuan plafon dan dinding dari debu.
✓ Tentukan titik awal pemasangan (biasanya dari pojok belakang
ruangan).
✓ Pengukuran dan Pemotongan Sudut
Jenis-jenis sambungan sudut:
Jenis Sudut Potongan List Cara Memotong
Sudut dalam 90° 45° ke arah dalam Potong dua list pada sudut
45°, sisi dalam lebih panjang
Sudut luar 90° 45° ke arah luar Potong dua list, sisi luar lebih
panjang
Sudut tidak simetris Sesuaikan dengan alat ukur Gunakan penggaris
sudut digital atau template kertas
• Pemasangan
✓ Gunakan sekrup kecil dengan bor listrik.
✓ Jangan terlalu kencang agar list tidak pecah.
✓ Masukkan sisi panel PVC ke dalam alur list sambungan (T/H).
✓ Pasang list sambungan terlebih dahulu di rangka, lalu pasang
panel satu per satu dari sisi list.
✓ Pastikan panel dan list terkunci rapat.
• Sambungan antar list
✓ Potong list pada 90° lalu rapatkan ujungnya.
✓ Bisa diberi sedikit sealant putih jika ada celah.
✓ Tentukan titik sambungan antar panel plafon
✓ Ukur panjang area dan sesuaikan dengan panjang maksimal panel
(biasanya 3–6 meter).
✓ Jika perlu sambung, gunakan join list.
C.5 Finishing
• Bersihkan permukaan plafon dari debu dan sisa potongan
• Rapikan sambungan dan berikan sealant jika perlu
• Pastikan panel terpasang rapi, lurus, dan tidak bergelombang
D. KETENTUAN TAMBAHAN
• Hindari pemasangan dekat sumber panas langsung
• Lubang lampu dibuat dengan potongan rapi
• Instalasi lampu dan listrik selesai sebelum plafon ditutup
E. PENGUJIAN DAN PENERIMAAN
• Pemeriksaan kelurusan dan kekencangan plafon
• Tidak boleh ada bagian bergelombang atau renggang
• Sekrup tersembunyi dan tidak merusak tampilan
• Warna dan motif panel seragam
PASAL 6
PEKERJAAN PENGECATAN DINDING
1. LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan ini meliputi seluruh kegiatan pengecatan permukaan dinding baru maupun
lama (plesteran, beton, atau gypsum board), mulai dari persiapan permukaan, pelapisan
dasar (primer), hingga pelapisan akhir sesuai warna dan jenis cat yang ditentukan dalam
spesifikasi teknis atau gambar kerja.
2. TUJUAN PEKERJAAN
• Memberikan perlindungan permukaan dinding dari cuaca, kelembaban, dan
jamur.
• Meningkatkan tampilan estetika bangunan dengan warna dan hasil akhir yang
rapi.
• Memastikan hasil pengecatan kuat menempel, merata, dan tahan lama.
3. BAHAN DAN PERALATAN
A. Bahan
• Cat tembok sesuai spesifikasi (misal: acrylic emulsion paint, latex paint, atau cat
eksterior weatherproof).
• Wall sealer / alkali resisting primer untuk lapisan dasar.
• Dempul tembok (wall putty) untuk menutup pori dan retakan halus.
• Thinner atau air bersih (sesuai jenis cat).
• Amplas halus (nomor 400–1000).
B. Peralatan
• Kuas, roller, dan spray gun (jika diperlukan)
• Bak cat, tangga, scaffolding
• Amplas, kape, dan pisau dempul
• Kain lap dan ember air
• APD: masker, sarung tangan, kacamata, helm
4. TENAGA KERJA
• Tukang cat berpengalaman
• Mandor / pengawas pekerjaan finishing
• Helper (pembantu tukang)
5. TAHAPAN PEKERJAAN
A. Persiapan Permukaan
• Pastikan plesteran atau acian kering sempurna (minimal 14 hari setelah
pengerjaan).
• Bersihkan permukaan dari debu, minyak, jamur, atau kotoran lainnya.
• Ratakan bagian yang tidak halus dengan amplas atau kape.
• Tutup retak halus atau lubang kecil menggunakan dempul tembok (wall putty).
• Biarkan kering, lalu amplas halus sampai permukaan rata.
B. Pengecatan Lapisan Dasar (Sealer / Primer)
• Campur wall sealer / alkali resisting primer dengan air sesuai petunjuk pabrikan.
• Aplikasikan satu lapis merata dengan kuas atau roller.
• Fungsi lapisan ini adalah untuk:
- Menutup pori dinding,
- Menetralisir kadar alkali semen,
- Memperkuat daya rekat cat utama.
• Biarkan mengering minimal 2–4 jam sebelum melanjutkan pengecatan lapisan
berikutnya.
C. Pengecatan Lapisan Antara (Intermediate / Undercoat)
• Setelah primer kering, aplikasikan cat lapisan pertama (undercoat) menggunakan
roller atau kuas.
• Ratakan cat dan hindari bekas sapuan.
• Biarkan kering sesuai waktu yang dianjurkan (±2–4 jam).
• Periksa hasil — jika masih belum rata, dapat diamplas halus ringan.
D. Pengecatan Lapisan Akhir (Top Coat)
• Aplikasikan lapisan cat akhir sesuai warna yang ditentukan.
• Gunakan roller atau spray gun agar hasil rata dan halus.
• Lakukan pengecatan 2 lapis untuk hasil maksimal, dengan jarak waktu
pengeringan antar lapisan sesuai rekomendasi produk.
• Periksa warna, keseragaman, dan daya tutup cat.
E. Pekerjaan Finishing dan Pembersihan
• Setelah lapisan akhir kering, lakukan inspeksi visual.
• Rapikan tepi dinding, kusen, atau plafon yang terkena cipratan cat.
• Bersihkan peralatan kerja dengan air atau thinner.
• Pastikan area kerja bersih dan aman setelah pekerjaan selesai.
6. PENGENDALIAN MUTU (QUALITY CONTROL)
• Permukaan dinding halus, rata, dan bebas noda.
• Warna cat sesuai dengan sample / mock-up yang disetujui.
• Tidak terdapat gelembung, retak rambut, atau noda belang.
• Daya rekat cat diuji dengan gores ringan / test tape (tidak mudah terkelupas).
• Ketebalan lapisan cat sesuai spesifikasi (biasanya ±35–50 mikron untuk 2 lapis).
7. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)
• Gunakan masker dan sarung tangan untuk menghindari iritasi dan bau cat.
• Pastikan sirkulasi udara baik, terutama di ruang tertutup.
• Hindari pekerjaan saat hujan atau kelembaban tinggi (>80%).
• Pastikan tangga dan scaffolding aman dan stabil saat bekerja di ketinggian.
• Simpan bahan cat dan thinner jauh dari api.
8. HASIL AKHIR YANG DIHARAPKAN
• Warna dinding seragam, halus, dan bersih.
• Daya lekat kuat dan tahan terhadap cuaca / kelembaban.
• Tidak ada noda, goresan, atau tambalan yang tampak.
• Pekerjaan memenuhi standar mutu pengecatan bangunan.
PASAL 7
PEKERJAAN WATERPROOFING MEMBRAN BAKAR
1. LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan ini meliputi pelapisan permukaan beton dengan sistem membran bakar (torch
applied bitumen membrane) pada area yang membutuhkan kedap air, seperti:
• Lantai dak beton,
• Atap beton,
• Balkon,
• Toilet, basement, dan area lain yang berpotensi lembab/tergenang air.
2. TUJUAN PEKERJAAN
• Mencegah rembesan atau kebocoran air ke struktur beton di bawahnya.
• Melindungi struktur dari kerusakan akibat kelembaban dan air hujan.
• Menjamin keawetan dan ketahanan bangunan.
3. BAHAN DAN PERALATAN
A. Bahan
• Membran bakar (Torch Applied Bitumen Membrane) tebal ±3–4 mm, jenis
APP (Atactic Polypropylene) atau SBS (Styrene-Butadiene-Styrene) sesuai
spesifikasi proyek.
• Primer coating / Bituminous primer sebagai lapisan dasar untuk
meningkatkan daya lekat membran.
• Material penutup sambungan (sealant bitumen atau mastic).
• Pelindung lapisan atas (misal: screed pelindung, pasir halus, atau cat
aluminium coating).
B. Peralatan
• Gas torch (alat bakar LPG dengan regulator dan selang).
• Roller atau kuas untuk primer.
• Cutter/pisau tajam.
• Roller karet untuk penekanan sambungan.
• Ember dan alat bantu pembersihan.
• Alat ukur, APD (helm, sepatu, sarung tangan tahan panas, masker).
4. TENAGA KERJA
• Tukang waterproofing berpengalaman.
• Mandor lapangan / pengawas teknis.
• Helper (pembantu kerja).
5. TAHAPAN PEKERJAAN
A. Persiapan Permukaan
• Pastikan permukaan beton rata, bersih, dan kering (kelembaban <5%).
• Periksa tidak ada debu, minyak, lemak, semen laitance, atau benda tajam.
• Perbaiki retakan atau lubang kecil dengan mortar non-shrink / acian halus.
• Buat kemiringan minimal 1–2% untuk mengalirkan air.
• Buat fillet (chamfer) pada sudut pertemuan lantai–dinding ±5×5 cm untuk
mencegah sobekan pada membran.
B. Pemberian Lapisan Primer
• Aplikasikan bituminous primer dengan roller atau kuas secara merata ke
seluruh permukaan beton.
• Fungsi primer:
- Menutup pori-pori permukaan beton.
- Memperkuat daya rekat antara beton dan membran.
• Biarkan kering ±2–4 jam hingga permukaan tidak lengket saat disentuh.
C. Pemasangan Membran Bakar
• Potong lembaran membran sesuai kebutuhan dan posisi aplikasi.
• Letakkan membran pada posisi yang benar sebelum dibakar.
• Gunakan gas torch untuk memanaskan bagian bawah membran (lapisan
bitumen) hingga meleleh (±200°C).
• Segera tempelkan membran ke permukaan sambil ditekan perlahan agar
merekat sempurna.
• Gunakan roller karet untuk menekan gelembung udara dan memastikan
kontak penuh.
• Overlap sambungan antar lembar:
- Sisi memanjang: minimal 10 cm
- Sisi melintang: minimal 15 cm
• Panaskan area overlap dengan torch agar bitumen meleleh dan menyatu
rapat.
• Periksa tidak ada celah terbuka atau gelembung udara.
D. Detil Sudut dan Penetrasi
• Pada area sudut, pipa, atau talang, potong dan bentuk membran agar
mengikuti kontur permukaan.
• Lapisan tambahan (patching) dapat dipasang dua lapis di area kritis.
• Pastikan sambungan rapat dan tidak ada bagian yang terlipat.
E. Finishing dan Perlindungan
• Setelah pemasangan seluruh membran selesai, lakukan pemeriksaan visual dan
uji genangan air (water ponding test) selama 24–48 jam.
• Jika tidak ada kebocoran, permukaan dapat dilapisi:
• Screed pelindung (tebal ±3 cm, campuran pasir-semen 1:3), atau
• Aluminium coating / pasir halus untuk perlindungan UV.
• Bersihkan area kerja setelah pekerjaan selesai.
6. PENGENDALIAN MUTU (QUALITY CONTROL)
• Permukaan beton harus kering sempurna sebelum pemasangan.
• Overlap antar lembaran minimal 10 cm dan tertutup rapat tanpa celah.
• Tidak ada gelembung, lipatan, atau area yang tidak menempel.
• Uji genangan air dilakukan selama minimal 24 jam untuk memastikan tidak ada
kebocoran.
• Setiap sambungan, sudut, dan penetrasi harus dicek ulang dan diberi lapisan
tambahan jika perlu.
7. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)
• Gunakan sarung tangan tahan panas, masker, dan sepatu safety.
• Pastikan area kerja terventilasi baik (terutama di ruangan tertutup).
• Pastikan tabung gas dan alat torch dalam kondisi baik dan tidak bocor.
• Jauhkan bahan mudah terbakar dari area kerja.
• Sediakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di sekitar lokasi.
8. HASIL AKHIR YANG DIHARAPKAN
• Permukaan kedap air 100%.
• Sambungan antar lembaran menyatu sempurna.
• Tidak terdapat kerutan, sobekan, atau gelembung udara.
• Permukaan siap menerima pelindung atau finishing akhir.
PASAL 8
PEMBERSIHAN DAN PEMASANGAN SEALENT KACA
1. LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan ini meliputi pembongkaran sealant lama pada sambungan kaca (glazing joint)
dan penggantian dengan sealant baru yang sesuai spesifikasi teknis, untuk memastikan
kekedapan air dan udara serta menjaga estetika tampilan façade kaca.
2. PERALATAN DAN BAHAN
A. Peralatan
• Cutter atau scraper khusus sealant
• Sikat kawat kecil dan kain lap bersih
• Vacuum cleaner portable atau blower
• Masking tape ( ISOLASI KERTAS )
• Caulking gun (manual atau pneumatic)
• Tangga atau scaffolding dengan pengaman
• Alat pelindung diri (sarung tangan, helm, kacamata, safety belt)
B. Bahan
• Sealant baru (misal: Silicone Sealant Netral Cure tipe weatherproof atau structural
sesuai spesifikasi)
• Primer (jika disyaratkan oleh pabrikan sealant)
• Solvent pembersih (IPA / MEK / thinner khusus sealant)
• Backer rod (PE foam rod) sesuai diameter celah
3. TAHAPAN PEKERJAAN
A. Persiapan
• Survey lokasi untuk menentukan panjang total sambungan dan kondisi sealant
lama.
• Pemasangan tanda pengaman kerja di area sekitar pekerjaan untuk menjamin
keselamatan.
• Pastikan kondisi cuaca kering dan tidak hujan selama pekerjaan berlangsung.
B. Pembongkaran Sealant Lama
• Gunakan cutter atau scraper untuk mengupas sealant lama sepanjang sambungan
kaca secara hati-hati agar tidak merusak kaca atau frame aluminium.
• Bersihkan sisa sealant menggunakan solvent pembersih hingga permukaan kaca
dan frame benar-benar bersih.
• Gunakan sikat kawat halus atau kain bersih untuk mengangkat sisa debu, kotoran,
dan residu.
• Pastikan permukaan kering sempurna sebelum tahap pemasangan sealant baru.
C. Persiapan Sebelum Pemasangan Sealant Baru
• Pasang backer rod (PE foam) dengan ukuran sesuai lebar celah sambungan
(±30% lebih besar dari celah).
• Jika diperlukan oleh pabrikan, aplikasikan primer tipis pada kedua sisi permukaan
kaca/frame.
• Pasang masking tape di kedua sisi sambungan untuk mendapatkan hasil aplikasi
sealant yang rapi.
D. Pemasangan Sealant Baru
• Masukkan sealant baru ke dalam caulking gun.
• Aplikasikan sealant secara merata dan kontinu sepanjang sambungan tanpa
terputus.
• Gunakan spatula karet untuk merapikan dan menekan sealant agar melekat
sempurna pada sisi kaca dan frame.
• Lepas masking tape sebelum sealant mengering.
• Biarkan sealant mengering sesuai waktu curing yang direkomendasikan pabrikan
(biasanya 24–48 jam).
E. Pembersihan dan Finishing
• Bersihkan area kerja dari sisa sealant dan peralatan.
• Periksa ulang hasil aplikasi — tidak boleh ada gelembung udara, retak, atau celah
terbuka.
• Lakukan uji coba semprot air (water test) untuk memastikan sambungan tidak
bocor.
• Dokumentasikan hasil pekerjaan dengan foto sebelum dan sesudah.
4. KESELAMATAN KERJA (K3)
• Gunakan selalu APD lengkap selama bekerja di area ketinggian.
• Jangan bekerja pada kondisi hujan atau permukaan basah licin.
• Pastikan alat pemotong tajam digunakan hati-hati agar tidak melukai pekerja
atau merusak kaca.
• Hindari penggunaan solvent yang mudah terbakar di area tertutup tanpa
ventilasi.
5. KONTROL MUTU (QUALITY CONTROL)
• Pastikan jenis sealant baru sesuai dengan spesifikasi (misal: Silicone netral untuk
kaca–aluminium).
• Pastikan sambungan bersih, rata, dan kedap air.
• Lakukan pengecekan hasil pekerjaan bersama pengawas lapangan atau
konsultan.