Pembangunan Parit Beton Di Dusun Aek Torop Barat Desa Asam Jawa Kecamatan Torgamba

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10258132000
Date: 14 July 2025
Year: 2025
KLPD: Kab. Labuhanbatu Selatan
Work Unit: Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Pengadaan Langsung
Contract Type: Gabungan Lumsum dan Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 100,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 100,000,000
Winner (Pemenang): Arsy Jaya,CV
NPWP: 811766401116000
RUP Code: 58592851
Work Location: Kecamatan Torgamba - Labuhan Batu Selatan (Kab.)
Participants: 1
Attachment
3.1. METODE PELAKSANAAN                                                 
                                                                        
    Pekerjaan persiapan diawali dengan pembersihkan lahan dari rumput, humus, pohon dan dari
sampah.Selanjutnya dilakukan pemasangan pagar pengaman pada sekeliling area proyek penentuan as
                                                                        
dan peil bangunan, terakhir pemasangan bouwplank. Selain itu air kerja dan listrik kerja harus sudah
diperhitungkan penyediaannya oleh pemborong dengan membelinya. Administrasi proyek juga diurus
                                                                        
pada pekerjaan persiapan.:                                              
                                                                        
                                                                        
              “Pembangunan Parit Beton di Dusun Aek Torop Barat         
                   Desa Asam Jawa Kecamatan Torgamba”                   
                                                                        
                                                                        
Sebagai berikut :                                                       
                                                                        
I. LINGKUP PEKERJAAN                                                    
A. PEKERJAAN PENDAHULUAN                                                
                                                                        
B. PEKERJAAN KONSTRUKSI SALURAN                                         
C. PEKERJAAN PLAT PELAYANAN                                             
                                                                        
                                                                        
II. PENGADAAN MATERIAL DAN MOBILISASI/DEMOBILISASI ALAT/PERSONIL INTI   
  Untuk kelancaran pelaksanaan dilokasi pekerjaan sangat didukung oleh pengadaan material
                                                                        
yang sesuai dengan yang dibutuhkan dan peralatan yang cukup dan memadai serta personil inti yang
ahli dan disini dapat kami jelaskan sebagai berikut :                   
                                                                        
  a. Pengadaan Material                                                 
     Batu Padas diambil ditempat atau di datangkan dari quary terdekat  
                                                                        
  b. Pengadaan Peralatan                                                
     Semua peralatan yang akan digunakan pada proyek ini merupakan peralatan milik sendiri dan
                                                                        
     sewa, sehingga pengadaan peralatan tidak mempunyai masalah untuk pelaksanaan pekerjaan
     dilapangan.                                                        
                                                                        
  c. Personil Inti dan Tenaga Teknis                                    
     Untuk melaksanakan pekerjaan proyek tepat waktu sesuai dengan waktu yang ditentukan
     kami sediakan tenaga ahli yang profesional sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.
                                                                        
                                                                        
III. METODA KERJA                                                       
                                                                        
a. Pengukuran kembali                                                   
  - Pekerjaan ini terdiri dari pemasangan bowplank, pembersihan lokasi dari semak dan tumbuh-
                                                                        
    tumbuhan.                                                           
  - Pemasangan bowplank dilakukan dengan Pengawas Lapangan              
  - Menentukan titik peil dan elevasi pasangan yang akan dikerjakan.    
b. Sewa Direksi Keet/Gudang Bahan                                       
  - Direksi Keet/Gudang Bahan dibangun untuk keperluan pekerja serta tempat penyimpanan alat-
                                                                        
    alat perkakas dan bahan yang akan digunakan yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung
    sesuai dengan kebutuhan dilapangan.                                 
                                                                        
c. Papan Pengenal Proyek                                                
  - Papan Pengenal Proyek dibuat dengan tulisan yang jelas dan dipasang pada lokasi pekerjaan
                                                                        
    agar pekerjaan tersebut dapat dimegerti yang akan dilaksanakan      
d. Photo dokumentasi                                                    
                                                                        
  - Photo Dokumentasi dilaksanakan dengan sebaik mungkin sejak pekerjaan dilaksanakan untuk
    menjadi dokumentasi pekerjaan.                                      
  - Photo Dokumentasi terdiri dari sebelum dikerjakan, sedang dikerjakan dan selesai dikerjakan
                                                                        
    untuk mengambarkan tentang pelaksanaan pekerjaan atau sesuai dengan petunjuk pengawas
e. Galian Tanah Biasa                                                   
                                                                        
  - Galian tanah dapat dilaksanakan setelah ukuran duga/peil ditetapkan oleh petugas / pengawas
    yang dihunjuk, pelasanaan timbunan tanah dipadatkan/ dibentuk setelah pekerjaan saluran
                                                                        
    selesai, sistem penimbunan dan pemadatan bertahap                   
f. Pemasangan Dinding Batu Padas                                        
  - Pekerjaan yang Dilakukan dengan cara Batu Padas disusun dengan rapi sesuai bentuk Parit
                                                                        
    panjang dan lebar serta kuat agar Parit yang akan diplester tidak longsor atau yang ada pada
    gambar Perencanaan.                                                 
                                                                        
g. Pekerjaan Plesteran                                                  
  - Plesteran 1 Pc : 2 Ps dengan campuran 1 semen Banding 2 Pasir dilakukan pada
                                                                        
    pasangan bata 1 Pc : 2 Ps                                           
  - Pekerjaan plesteran yang lainnya dilakukan pada permukaan beton, kolom, sloof, dan
                                                                        
    ring balok atau sesuai dengan gambar atau petunjuk Direksi/Konsultan Pengawas.
                                                                        
    Sebelum pekerjaan plesteran dimulai, pada bidang-bidang dinding yang akan diplester
    harus disiram, dibasahi dengan air bersih, bebas dari kotoran dan lain-lain atau sesuai
                                                                        
    dengan petunjuk Direksi/Konsultan Pengawas, permukaan plesteran harus rapi dan
    rata.                                                               
                                                                        
h. Pekerjaan plat layanan                                               
                                                                        
  - Besi yang digunakan memakai besi polos dengan diameter 10, di rakit sesuai ukuran dan
  jarak yang sesuai dengan perencanaan.                                 
                                                                        
  - Plat layanan di cor menggunakan bahan krikil, pasir dan semen dengan kekuatan beton
   K-175                                                                
Pengendalian Waktu                                                      
                                                                        
     Untuk menghindari adanya keterlambatan pelaksanaan maka perlunya pengendalian
waktu yang berdasarkan pada time schedule pekerjaan. Keterlambatan pekerjaan pada suatu
                                                                        
proyek akan berpengaruh pada cost. Maka untuk mempermudah pelaksanaan dilapangan,
                                                                        
manager sebaiknya membuat schedule yang lebih sederhana akan tetapi tetap mengacu pada
time schedule yang dikeluarkan oleh engineering sebab tidak semua paham akan pembacaan
                                                                        
master schedule. Agar dapat berlangsung tepat waktu, maka time schedule digunakan sebagai
kontrol untuk mengatur tingkat prestasi pekerjaan dengan lamanya pelaksanaannya. Sehingga
                                                                        
pekerjaan apa yang harus dikerjakan lebih dahulu dan kapan harus dimulai dapat terjadwal
                                                                        
dengan baik, sehingga kemungkinan keterlambatan dapat diperkecil.       
                                                                        
   Manfaat dari time schedule antara lain :                             
                                                                        
  Sebagai pedoman kerja bagi pelaksana terutama menyangkut batasan waktu dan
   pelaksanaan tiap pekerjaan yang dilaksanakan.                        
                                                                        
  Sebagai koordinasi bagi pimpinan proyek terhadap semua pelaksanaan pekerjaan.
                                                                        
  Sebagai tolak ukur kemajuan pekerjaan di setiap harinya, sehingga progress report setiap
   waktu dapat dilihat.                                                 
                                                                        
  Sebagai evaluasi tahap akhir dari setiap pelaksanaan pekerjaan.      
     Setiap item pekerjaan pada time schedule mempunyai prosentase bobot sendiri-sendiri
                                                                        
sedangkan Time schedule menyatakan pembagian waktu terperinci untuk setiap jenis
pekerjaan, mulai dari permulaan sampai akhir pekerjaan sehingga kumulatif prosentase bobot
                                                                        
pekerjaan ini akan membentuk kurve S. Untuk kurva S terdiri dari kurva S rencana dan kurva
                                                                        
S realisasi. Fungsi kurva S adalah :                                    
                                                                        
  Menentukan waktu penyelesaian tiap bagian pekerjaan proyek.          
  Menentukan besarnya biaya pelaksanaan proyek.                        
                                                                        
  Mengetahui progress pekerjaan yang dihasilkan dilapangan dengan perencanaan,
   sehingga dapat menjadi bahan evaluasi.                               
                                                                        
2.   PengendalianTeknisPekerjaan                                        
                                                                        
     Pada pelaksanaana dilapangan biasanya akan mengalami problem pada item
pekerjaaan tertentu. Pengendalian Teknis Pekerjaan menunjukkan tahap untuk pengawasan
                                                                        
dan control terhadap kualitas pekerjaan. Hal ini memerlukan suatu menajemen kualitas agar
hasil pekerjaan dapat tercapai mutu sesuai rencana proyek. Jika permasalahan yang dihadapi
memerlukan perhitungan teknis maka pihak engineering akan membuat metode repair yang
                                                                        
kemudian akan diajukan terlebih dahulu kepada konsultan perencana . Namun apabila
problem yang dihadapi tidak memerlukan perhitungan teknis seperti melendutnya bekisting
                                                                        
,biasanya dari pihak pelaksana dan dibantu oleh konsultan pengawas akan segera mencari
                                                                        
pemecahannya. Dalam pengendalian mutu ini peran QC (Quality Control) akan sangat
berperan, QC akan mendampingi supervisor dalam pelaksanaan dilapangan.  
                                                                        
     Untuk pengendalian teknis memerlukan analisis permasalahan yang timbul
dilapangan sesuai yang diamati, begitu juga langkah yang akan diambil sebagai penyelesaian
                                                                        
dari problem yang ada.                                                  
                                                                        
3.  Progress Report                                                     
                                                                        
    Pengendalian hasil pekerjaan di lapangan dimaksudkan untuk mengetahui
                                                                        
perkembangan dan permasalahan di proyek melalui laporan kemajuan dan koordinasi proyek.
Laporan kemajuan proyek dikerjaka secara berkala untuk mengetahui sejauh mana kemajuan
                                                                        
dari proyek itu.                                                        
                                                                        
a.  LaporanHarian                                                       
                                                                        
    Laporan harian dibuat setiap hari secara tertulis oleh pihak pelaksana proyek dalam melakukan
tugasnya dan dalam mempertanggungjawabkan terhadap apa yang telah dilaksanakan serta untuk
                                                                        
mengetahui hasil kemajuan pekerjaannya apakah sesuai dengan rencana atau tidak. Laporan ini dibuat
untuk memberikan informasi bagi pengendali proyek dan pemberi tugas melalui direksi tentang
perkembangan proyek. Dengan adanya laporan harian ini, maka segala kegiatan proyek yang
                                                                        
dilakukan tiap hari dapat dipantau.                                     
                                                                        
    Laporan harian berisikan data – data antara lain :                  
                                                                        
1)  Waktu dan jam kerja                                                 
                                                                        
2)  Pekerjaan yang telah dilaksanakan maupun yang belum                 
3)  Keadaan cuaca                                                       
                                                                        
4)  Bahan – bahan yang masuk ke lapangan                                
5)  Peralatan yang tersedia di lapangan                                 
                                                                        
6)  Jumlah tenaga kerja di lapangan                                     
7)  Hal – hal yang terjadi di lapangan                                  
b.  LaporanMingguan                                                     
    Laporan mingguan bertujuan untuk memperolah gambaran kemajuan pekerjaan yang telah
                                                                        
dicapai dalam satu minggu yang bersangkutan, disusun berdasarkan laporan harian selama satu
minggu tersebut. Laporan mingguan berisikan antara lain :               
                                                                        
1)  Jenis pekerjaan yang telah diselesaikan.                            
                                                                        
2)  Volume dan prosentase pekerjaan dalam satu minggu itu.              
3)  Catatan – catatan lain yang diperlukan.                             
                                                                        
     Prosentase pekerjaan yang telah dicapai sampai dengan minggu tersebut dapat diketahui
                                                                        
dengan memperhitungkan semua laporan mingguan yang telah dibuat, ditambah dengan bobot
prestasi pekerjaan yang telah diselesaikan pada minggu itu. Dari prosentase pekerjaan yang telah
                                                                        
dicapai pada minggu ini kemudian dibandingkan dengan prosentase pekerjaan yang telah dicapai pada
minggu yang bersangkutan, maka akan diketahui prosentase keterlambatan atau kemajuan yang telah
                                                                        
diperoleh. Laporan mingguan tidak dapat dipisahkan dengan time schedule pelaksanaan pekerjaan
yang telah disusun oleh pihak Kontraktor Utama dengan persetujuan Project Manager.
                                                                        
                                                                        
c.   Laporan Bulanan                                                    
     Laporan bulanan pada prinsipnya sama dengan laporan mingguan, yaitu untuk memberikan
                                                                        
gambaran tentang kemajuan proyek. Untuk tujuan itu dibuatlah rekapitulasi laporan mingguan
maupun laporan harian dengan dilengkapi foto – foto pelaksanaan pekerjaan selama bulan yang
bersangkutan. Laporan bulanan dilaporkan kepada Pemilik Proyek (Owner). 
                                                                        
                                                                        
d.   Rapat Koordinasi Bulanan                                           
     Rapat koordinasi bulanan diadakan dengan dihadiri oleh panitia pembangunan, Owner,
                                                                        
Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas dan Kontraktor Utama. Dalam rapat ini dibahas hal – hal
yang berhubungan dengan pelaksanaan serta masalah – masalah teknis yang timbul di lokasi proyek
                                                                        
dan perkembangan proyek yang sedang berjalan serta koordinasi masing – masing unsur proyek yang
terlibat langsung.                                                      
                                                                        
7.   Pengendalian Biaya                                                 
                                                                        
                                                                        
     Perlunya pengendalian biaya adalah untuk dapat mengetahui jumlah biaya dengan
realisasi pekerjaan. Fungsi dari pengendalian biaya agar dari Rencana Anggaran Biaya
                                                                        
(RAB) tidak membengkak dalam pelaksanaannya. Jikapun adanya pembengkakan maka
perlunya evaluasi biaya.                                                
                                                                        
     Salah satu penyebab terjadinya pembengkakan biaya adalah adanya kesalahan dalam
                                                                        
pelaksanaan dilapangan sehingga membutuhkan perbaikan yang tentu saja menambah biaya
dari segi biaya material maupun tenaga kerja, maka untuk menghindari adanya
pembengkakan biaya yaitu dengan cara melakukan pelaksanaan dilapangan dengan baik dan
                                                                        
hati-hati.                                                              
                                                                        
     Pengendalian biaya ini biasanya dilakukan dengan membuat rekapitulasi biaya yang
telah dikeluarkan. Setiap dilakukan pembelian material, bagian logistic mencatat jumlah
                                                                        
material yang dibeli dan besarnya biaya yang dikeluarkan. Sedangkan pengendalian biaya
                                                                        
tenaga kerja dilakukan dengan memeriksa daftar presensi pekerja selam satu minggu dan
besarnya biaya yang dikeluarkan untuk membayar gaji pekerja. Besar total biaya ini yang
                                                                        
akan selalu dikontrol dan dievaluasi sebagai pengendalian biaya. Selain itu, total biaya yang
telah dikeluarkan ini juga dapat digunakan untuk menyusun kurva-S realisasi dan untuk
                                                                        
mengestimasi prosentase pekerjaan proyek yang telah dicapai.            
                                                                        
8.   Pengendalian K3                                                    
                                                                        
            Jaminan keselamatan dan kesehatan kerja sangat diperlukan untuk
                                                                        
    melindungi para pekerja dari segala kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja.
    Perlindungan tenaga kerja dalam suatu proyek dimaksudkan agar tenaga kerja dapat
                                                                        
    bekerja dengan aman dalam melakukan pekerjaannya.                   
                                                                        
                                                                        
Demikianlah Metoda Pelaksanaan ini kami perbuat dan apabila perusahan kami nantinya
diberikan kepercayaan untuk melaksanakan pekerjaan ini, dapat kami jabarkan lebih rinci
                                                                        
lagi, atas perhatian kami terimakasih.