Pembangunan Parit Beton Di RT 07 Dusun Gariang Pasar Desa Air Merah Kecamatan Kampung Rakyat

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10258198000
Date: 14 July 2025
Year: 2025
KLPD: Kab. Labuhanbatu Selatan
Work Unit: Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Pengadaan Langsung
Contract Type: Gabungan Lumsum dan Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 100,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 100,000,000
Winner (Pemenang): Arsy Jaya,CV
NPWP: 811766401116000
RUP Code: 58592843
Work Location: Kecamatan Kampung Rakyat - Labuhan Batu Selatan (Kab.)
Participants: 1
Attachment
3.1. METODE PELAKSANAAN                                                 
                                                                         
     Pekerjaan persiapan diawali dengan pembersihkan lahan dari rumput, humus, pohon dan dari
 sampah. Selanjutnya dilakukan pemasangan pagar pengaman pada sekeliling area proyek penentuan
                                                                         
 as dan peil bangunan, terakhir pemasangan bouwplank. Selain itu air kerja dan listrik kerja harus
 sudah diperhitungkan penyediaannya oleh pemborong dengan membelinya. Administrasi proyek juga
                                                                         
 diurus pada pekerjaan persiapan.:                                       
                                                                         
                                                                         
              “Pembangunan Parit Beton di Dusun Gariang Pasar RT 07      
                  Desa Air Merah Kecamatan Kampung Rakyat”               
                                                                         
                                                                         
 Sebagai berikut :                                                       
                                                                         
 I. LINGKUP PEKERJAAN                                                    
 A. PEKERJAAN PENDAHULUAN                                                
                                                                         
 B. PEKERJAAN KONSTRUKSI SALURAN                                         
                                                                         
 II. PENGADAAN MATERIAL DAN MOBILISASI/DEMOBILISASI ALAT/PERSONIL INTI   
                                                                         
   Untuk kelancaran pelaksanaan dilokasi pekerjaan sangat didukung oleh pengadaan material
 yang sesuai dengan yang dibutuhkan dan peralatan yang cukup dan memadai serta personil inti yang
                                                                         
 ahli dan disini dapat kami jelaskan sebagai berikut :                   
   a. Pengadaan Material                                                 
                                                                         
      Batu Padas diambil ditempat atau di datangkan dari quary terdekat  
   b. Pengadaan Peralatan                                                
                                                                         
      Semua peralatan yang akan digunakan pada proyek ini merupakan peralatan milik sendiri dan
      sewa, sehingga pengadaan peralatan tidak mempunyai masalah untuk pelaksanaan pekerjaan
                                                                         
      dilapangan.                                                        
   c. Personil Inti dan Tenaga Teknis                                    
                                                                         
      Untuk melaksanakan pekerjaan proyek tepat waktu sesuai dengan waktu yang ditentukan
      kami sediakan tenaga ahli yang profesional sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.
                                                                         
                                                                         
 III. METODA KERJA                                                       
 a. Pengukuran kembali                                                   
                                                                         
   - Pekerjaan ini terdiri dari pemasangan bowplank, pembersihan lokasi dari semak dan tumbuh-
     tumbuhan.                                                           
                                                                         
   - Pemasangan bowplank dilakukan dengan Pengawas Lapangan              
   - Menentukan titik peil dan elevasi pasangan yang akan dikerjakan.    
 b. Sewa Direksi Keet/Gudang Bahan                                       
   - Direksi Keet/Gudang Bahan dibangun untuk keperluan pekerja serta tempat penyimpanan alat-
                                                                         
     alat perkakas dan bahan yang akan digunakan yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung
     sesuai dengan kebutuhan dilapangan.                                 
                                                                         
 c. Papan Pengenal Proyek                                                
   - Papan Pengenal Proyek dibuat dengan tulisan yang jelas dan dipasang pada lokasi pekerjaan
                                                                         
     agar pekerjaan tersebut dapat dimengerti yang akan dilaksanakan     
 d. Photo dokumentasi                                                    
                                                                         
   - Photo Dokumentasi dilaksanakan dengan sebaik mungkin sejak pekerjaan dilaksanakan untuk
     menjadi dokumentasi pekerjaan.                                      
   - Photo Dokumentasi terdiri dari sebelum dikerjakan, sedang dikerjakan dan selesai dikerjakan
                                                                         
     untuk mengambarkan tentang pelaksanaan pekerjaan atau sesuai dengan petunjuk pengawas
 e. Galian Tanah Biasa                                                   
                                                                         
   - Galian tanah dapat dilaksanakan setelah ukuran duga/peil ditetapkan oleh petugas / pengawas
     yang dihunjuk, pelaksanaan timbunan tanah dipadatkan/ dibentuk setelah pekerjaan saluran
                                                                         
     selesai, sistem penimbunan dan pemadatan bertahap                   
                                                                         
 f. Pemasangan Dinding Batu Padas                                        
                                                                         
   - Pekerjaan yang Dilakukan dengan cara Batu Padas disusun dengan rapi sesuai bentuk Parit
     panjang dan lebar serta kuat agar Parit yang akan diplester tidak longsor atau yang ada pada
                                                                         
     gambar Perencanaan.                                                 
                                                                         
                                                                         
 g. Pekerjaan Plesteran                                                  
   - Plesteran 1 Pc : 2 Ps dengan campuran 1 semen Banding 2 Pasir dilakukan pada
                                                                         
     pasangan bata 1 Pc : 2 Ps                                           
   - Pekerjaan plesteran yang lainnya dilakukan pada permukaan beton, kolom, sloof, dan
                                                                         
     ring balok atau sesuai dengan gambar atau petunjuk Direksi/Konsultan Pengawas.
                                                                         
     Sebelum pekerjaan plesteran dimulai, pada bidang-bidang dinding yang akan diplester
     harus disiram, dibasahi dengan air bersih, bebas dari kotoran dan lain-lain atau sesuai
                                                                         
     dengan petunjuk Direksi/Konsultan Pengawas, permukaan plesteran harus rapi dan
     rata.                                                               
 Pengendalian Waktu                                                      
                                                                         
      Untuk menghindari adanya keterlambatan pelaksanaan maka perlunya pengendalian
 waktu yang berdasarkan pada time schedule pekerjaan. Keterlambatan pekerjaan pada suatu
                                                                         
 proyek akan berpengaruh pada cost. Maka untuk mempermudah pelaksanaan dilapangan,
                                                                         
 manager sebaiknya membuat schedule yang lebih sederhana akan tetapi tetap mengacu pada
 time schedule yang dikeluarkan oleh engineering sebab tidak semua paham akan pembacaan
                                                                         
 master schedule. Agar dapat berlangsung tepat waktu, maka time schedule digunakan sebagai
 kontrol untuk mengatur tingkat prestasi pekerjaan dengan lamanya pelaksanaannya. Sehingga
                                                                         
 pekerjaan apa yang harus dikerjakan lebih dahulu dan kapan harus dimulai dapat terjadwal
                                                                         
 dengan baik, sehingga kemungkinan keterlambatan dapat diperkecil.       
                                                                         
    Manfaat dari time schedule antara lain :                             
                                                                         
   Sebagai pedoman kerja bagi pelaksana terutama menyangkut batasan waktu dan
    pelaksanaan tiap pekerjaan yang dilaksanakan.                        
                                                                         
   Sebagai koordinasi bagi pimpinan proyek terhadap semua pelaksanaan pekerjaan.
                                                                         
   Sebagai tolak ukur kemajuan pekerjaan di setiap harinya, sehingga progress report setiap
    waktu dapat dilihat.                                                 
                                                                         
   Sebagai evaluasi tahap akhir dari setiap pelaksanaan pekerjaan.      
      Setiap item pekerjaan pada time schedule mempunyai prosentase bobot sendiri-sendiri
                                                                         
 sedangkan Time schedule menyatakan pembagian waktu terperinci untuk setiap jenis
 pekerjaan, mulai dari permulaan sampai akhir pekerjaan sehingga kumulatif prosentase bobot
                                                                         
 pekerjaan ini akan membentuk kurve S. Untuk kurva S terdiri dari kurva S rencana dan kurva
                                                                         
 S realisasi. Fungsi kurva S adalah :                                    
                                                                         
   Menentukan waktu penyelesaian tiap bagian pekerjaan proyek.          
   Menentukan besarnya biaya pelaksanaan proyek.                        
                                                                         
   Mengetahui progress pekerjaan yang dihasilkan dilapangan dengan perencanaan,
    sehingga dapat menjadi bahan evaluasi.                               
                                                                         
                                                                         
                                                                         
 2.   PengendalianTeknis Pekerjaan                                       
                                                                         
      Pada pelaksanaana dilapangan biasanya akan mengalami problem pada item
 pekerjaaan tertentu. Pengendalian Teknis Pekerjaan menunjukkan tahap untuk pengawasan
                                                                         
 dan control terhadap kualitas pekerjaan. Hal ini memerlukan suatu menajemen kualitas agar
 hasil pekerjaan dapat tercapai mutu sesuai rencana proyek. Jika permasalahan yang dihadapi
 memerlukan perhitungan teknis maka pihak engineering akan membuat metode repair yang
                                                                         
 kemudian akan diajukan terlebih dahulu kepada konsultan perencana . Namun apabila
 problem yang dihadapi tidak memerlukan perhitungan teknis seperti melendutnya bekisting
                                                                         
 ,biasanya dari pihak pelaksana dan dibantu oleh konsultan pengawas akan segera mencari
                                                                         
 pemecahannya. Dalam pengendalian mutu ini peran QC (Quality Control) akan sangat
 berperan, QC akan mendampingi supervisor dalam pelaksanaan dilapangan.  
                                                                         
      Untuk pengendalian teknis memerlukan analisis permasalahan yang timbul
 dilapangan sesuai yang diamati, begitu juga langkah yang akan diambil sebagai penyelesaian
                                                                         
 dari problem yang ada.                                                  
                                                                         
 3.  Progress Report                                                     
                                                                         
     Pengendalian hasil pekerjaan di lapangan dimaksudkan untuk mengetahui
                                                                         
 perkembangan dan permasalahan di proyek melalui laporan kemajuan dan koordinasi proyek.
 Laporan kemajuan proyek dikerjaka secara berkala untuk mengetahui sejauh mana kemajuan
                                                                         
 dari proyek itu.                                                        
                                                                         
 a.  LaporanHarian                                                       
                                                                         
     Laporan harian dibuat setiap hari secara tertulis oleh pihak pelaksana proyek dalam melakukan
 tugasnya dan dalam mempertanggungjawabkan terhadap apa yang telah dilaksanakan serta untuk
                                                                         
 mengetahui hasil kemajuan pekerjaannya apakah sesuai dengan rencana atau tidak. Laporan ini dibuat
 untuk memberikan informasi bagi pengendali proyek dan pemberi tugas melalui direksi tentang
 perkembangan proyek. Dengan adanya laporan harian ini, maka segala kegiatan proyek yang
                                                                         
 dilakukan tiap hari dapat dipantau.                                     
                                                                         
     Laporan harian berisikan data – data antara lain :                  
                                                                         
 1)  Waktu dan jam kerja                                                 
                                                                         
 2)  Pekerjaan yang telah dilaksanakan maupun yang belum                 
 3)  Keadaan cuaca                                                       
                                                                         
 4)  Bahan – bahan yang masuk ke lapangan                                
 5)  Peralatan yang tersedia di lapangan                                 
                                                                         
 6)  Jumlah tenaga kerja di lapangan                                     
 7)  Hal – hal yang terjadi di lapangan                                  
 b.  Laporan Mingguan                                                    
     Laporan mingguan bertujuan untuk memperolah gambaran kemajuan pekerjaan yang telah
                                                                         
 dicapai dalam satu minggu yang bersangkutan, disusun berdasarkan laporan harian selama satu
 minggu tersebut. Laporan mingguan berisikan antara lain :               
                                                                         
 1)  Jenis pekerjaan yang telah diselesaikan.                            
                                                                         
 2)  Volume dan prosentase pekerjaan dalam satu minggu itu.              
 3)  Catatan – catatan lain yang diperlukan.                             
                                                                         
      Prosentase pekerjaan yang telah dicapai sampai dengan minggu tersebut dapat diketahui
                                                                         
 dengan memperhitungkan semua laporan mingguan yang telah dibuat, ditambah dengan bobot
 prestasi pekerjaan yang telah diselesaikan pada minggu itu. Dari prosentase pekerjaan yang telah
                                                                         
 dicapai pada minggu ini kemudian dibandingkan dengan prosentase pekerjaan yang telah dicapai pada
 minggu yang bersangkutan, maka akan diketahui prosentase keterlambatan atau kemajuan yang telah
                                                                         
 diperoleh. Laporan mingguan tidak dapat dipisahkan dengan time schedule pelaksanaan pekerjaan
 yang telah disusun oleh pihak Kontraktor Utama dengan persetujuan Project Manager.
                                                                         
                                                                         
 c.   Laporan Bulanan                                                    
      Laporan bulanan pada prinsipnya sama dengan laporan mingguan, yaitu untuk memberikan
                                                                         
 gambaran tentang kemajuan proyek. Untuk tujuan itu dibuatlah rekapitulasi laporan mingguan
 maupun laporan harian dengan dilengkapi foto – foto pelaksanaan pekerjaan selama bulan yang
 bersangkutan. Laporan bulanan dilaporkan kepada Pemilik Proyek (Owner). 
                                                                         
                                                                         
 d.   Rapat Koordinasi Bulanan                                           
      Rapat koordinasi bulanan diadakan dengan dihadiri oleh panitia pembangunan, Owner,
                                                                         
 Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas dan Kontraktor Utama. Dalam rapat ini dibahas hal – hal
 yang berhubungan dengan pelaksanaan serta masalah – masalah teknis yang timbul di lokasi proyek
                                                                         
 dan perkembangan proyek yang sedang berjalan serta koordinasi masing – masing unsur proyek yang
 terlibat langsung.                                                      
                                                                         
 7.   Pengendalian Biaya                                                 
                                                                         
                                                                         
      Perlunya pengendalian biaya adalah untuk dapat mengetahui jumlah biaya dengan
 realisasi pekerjaan. Fungsi dari pengendalian biaya agar dari Rencana Anggaran Biaya
                                                                         
 (RAB) tidak membengkak dalam pelaksanaannya. Jikapun adanya pembengkakan maka
 perlunya evaluasi biaya.                                                
                                                                         
      Salah satu penyebab terjadinya pembengkakan biaya adalah adanya kesalahan dalam
                                                                         
 pelaksanaan dilapangan sehingga membutuhkan perbaikan yang tentu saja menambah biaya
 dari segi biaya material maupun tenaga kerja, maka untuk menghindari adanya
 pembengkakan biaya yaitu dengan cara melakukan pelaksanaan dilapangan dengan baik dan
                                                                         
 hati-hati.                                                              
                                                                         
      Pengendalian biaya ini biasanya dilakukan dengan membuat rekapitulasi biaya yang
 telah dikeluarkan. Setiap dilakukan pembelian material, bagian logistic mencatat jumlah
                                                                         
 material yang dibeli dan besarnya biaya yang dikeluarkan. Sedangkan pengendalian biaya
                                                                         
 tenaga kerja dilakukan dengan memeriksa daftar presensi pekerja selam satu minggu dan
 besarnya biaya yang dikeluarkan untuk membayar gaji pekerja. Besar total biaya ini yang
                                                                         
 akan selalu dikontrol dan dievaluasi sebagai pengendalian biaya. Selain itu, total biaya yang
 telah dikeluarkan ini juga dapat digunakan untuk menyusun kurva-S realisasi dan untuk
                                                                         
 mengestimasi prosentase pekerjaan proyek yang telah dicapai.            
                                                                         
 8.   Pengendalian K3                                                    
                                                                         
      Jaminan keselamatan dan kesehatan kerja sangat diperlukan untuk melindungi para
                                                                         
pekerja dari segala kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Perlindungan tenaga kerja dalam
suatu proyek dimaksudkan agar tenaga kerja dapat bekerja dengan aman dalam melakukan
                                                                         
pekerjaannya.                                                            
                                                                         
                                                                         
 Demikianlah Metoda Pelaksanaan ini kami perbuat dan apabila perusahan kami nantinya
                                                                         
 diberikan kepercayaan untuk melaksanakan pekerjaan ini, dapat kami jabarkan lebih rinci
 lagi, atas perhatian kami terimakasih.