Rehab Ruang Perpustakaan Beserta Perabotnya Sd Negeri 45 Oto Ledang

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10365139000
Date: 1 September 2025
Year: 2025
KLPD: Kab. Landak
Work Unit: Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Pengadaan Langsung
Contract Type: Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 172,531,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 172,499,000
Winner (Pemenang): CV Bintang Borneo Persada
NPWP: 00*4**4****05**0
RUP Code: 57278584
Work Location: SD NEGERI 45 OTO LEDANG - Landak (Kab.)
Participants: 1
Attachment
METODE  PELAKSANAAN                                 
                                                                             
                                                                             
   1. Umum                                                                   
                                                                             
     Uraian syarat-syarat ini menjelaskan mengenai pemasangan/pelaksanaan pekerjaan
     konstruksi pembangunan secara keseluruhan baik struktur dan perlengkapannya. Pekerjaan
     ini meliputi :                                                          
                                                                             
            Pekerjaan Persiapan                                             
            Pekerjaan Atap Bangunan                                         
            Pekerjaan Plafond Bangunan                                      
            Pekerjaan Dinding                                               
            Pekerjaan Pintu dan Jendela                                     
            Pekerjaan Pengecatan Bangunan Ruang Kelas                       
            Pekerjaan Lantai                                                
            Pekerjaan Lain - Lain                                           
                                                                             
                                                                             
                                                                             
     Dengan demikian pelaksana diwajibkan menyesuaikan pekerjaan sesuai dengan ruang
     lingkup pekerjaan yang dikerjakan. Pekerjaan-pekerjaan yang tidak tercakup dalam
     spesifikasi dapat dilaksanakan berdasarkan Ketentuan-ketentuan praktis yang berlaku di
     Indonesia atau sesuai dengan petunjuk direksi.                          
                                                                             
   2. PEKERJAAN PERSIAPAN                                                    
                                                                             
     a. Pemasangan Plank Proyek                                              
                                                                             
         Pelaksana harus membuat dan memasang plank proyek sesuai anggaran. 
                                                                             
   3. PEKERJAAN ATAP                                                         
                                                                             
     1. Pek. Pembongkaran Atap                                               
                                                                             
             Pada pekerjaan pembongkaran rangka atap dimulai dengan membuka seluruh
                                                                             
        paku/baut sambungan rangka atap secara bertahap, dimulai dari gording dan dilanjutkan
        dengan rangka kuda-kuda. Untuk pekerjaan pembongkaran rangka atap ini resiko
        kecelakaan kerja sangat tinggi, maka harus diawasi secara seksama agar tidak terjadi
        kecelakaan. Setiap rangka atap yang selesai dibongkar akan dikumpulkan pada suatu
                                                                             
             Peralatan yang digunakan yaitu:                                 
             1. Palu                                                         
             2. Gergaji                                                      
             3. Linggis                                                      
                                                                             
             Resiko kecelakaan kerja antara lain:                            
             1. Terjatuh dari ketinggian                                     
             2. Kaki tertimpa puing-puing bongkaran                          
             3. Tangan terpukul palu                                         
             4. Kaki tertusuk paku                                           
                                                                             
                                                                             
             Cara penanggulangan kecelakaan kerja antara lain:               
             1. Selalu menggunakan perancah yang kokoh dan diikat secara kuat agar tidak
             goyang/runtuh saat terkena puing-puing bongkaran rangka atap    
             2. Selalu menngunakan sepatu savety, sarung tangan, savty belt. 
                                                                             
                                                                             
                                                                             
                                                                             
     2. Pek. Pemasangan Atap                                                 
                                                                             
     A. Alat                                                                 
                                                                             
         Siku biasa                                                         
         Siku rangka                                                        
         Siku yang dapat disetel                                            
                                                                             
         Pensil                                                             
         Perusut                                                            
         Gergaji potong                                                     
         Pahat tusuk                                                        
                                                                             
         Palu kayu                                                          
         Martil                                                             
                                                                             
     B. Bahan                                                                
                                                                             
         Kayu berukuran 8/12 – 400 cm (Gording)                             
         Kayu berukuran 2/3 – 300 cm (Reng)                                 
                                                                             
         Kayu berukuran 5/7 – 300 cm (Usuk/ Kaso)                           
         Papan Listplank 20 cm                                              
         Atap Metal                                                         
         Prabung                                                            
                                                                             
         Paku reng kayu                                                     
         Paku Usuk                                                          
                                                                             
     C. Metode Pelaksanaan                                                   
                                                                             
     1. Pekerjaan atap meliputi pembuatan dan pemasangan kuda-kuda, nok, gording, usuk dan
        reng, balok tembok ( murplat ) dan plisir ( lisplank ), serta pemasangan penutup atap (
        genteng/seng gelombang / atap metal lainya, dsb ).                   
     2. Karena lebar ruangan 7 atau 8 m sedangkan kayu yang ada di pasaran pada umumnya
        ukuran panjang 4 m, maka di perlukan sambungan pada rangka kuda-kuda, balok
        bubungan/nok, maupun gording.                                        
     3. Untuk perkuatan pada sambungan kayu disarankan dipasang plat besi ( beugel ) dan di
        baut.                                                                
     4. Untuk usug umumnya digunakan kayu berukuran 5/7 cm, dan untuk reng dapat
        digunakan kayu berukuran 2/3 cm atau 3/5 cm. pemasangan usuk dan reng hendaknya
        dipasang pada jarak sesuai dengan kebutuhan.                         
                                                                             
     5. Masing-masing jenis kebutuhan atap memiliki ukuran yang berbeda sehingga
        penggunaan ukuran kayu baik untuk kuda-kuda , nok dan gording serta jarak usuk dan
        reng harus menyesuaikan. Apabila menggunakan penutup atap standart pabrik/pabrikan,
        di sarankan untuk memeriksa ketentuan pemasangan usuk dan reng yang tertera pada
        brosur.                                                              
                                                                             
                                                                             
4. PEKERJAAN PLAFOND                                                         
                                                                             
     1. Pek. Pembongkaran Plafon + Rangka                                    
                                                                             
                                                                             
          Metode pembongkaran yaitu denga menggunakan perancah sementara yang daat
     digeser agar memudahkan pekerja saat melakukan pembongkaran. Proses pembongkaran
     dimulai dari membongkar penutup plafond dengan cara ngongkel paku pengikat penutup
                                                                             
                                                                             
     plafond hingga penutup plafond terlepas dari rangka plafond. Setelah seluruh penutup
     plafond selesai dibongkar kemudian dilanjutkan dengan membongkar ragka plafond dimulai
     dari melepaskan sambungan rangka plafond dengan cara mencongkel paku dengan linggis
     atau memukul yambungan kayu dengan menggunakan palu hingga sambungan kayu terlepas
     keseluruhan. Kemudian dilanjutkan dengan membersihkan puing-puing sisa pembongkaran
     menuju gudang sementara dan disusun sedemikian rupa agar tidak mengganggu pekerjaan.
                                                                             
     2. Pek. Pemasangan Plafon + Rangka\                                     
                                                                             
     A. Alat                                                                 
         Bor sekrup                                                         
         Tembakan paku                                                      
         Waterpass                                                          
         Alat bantu pertukangan                                             
                                                                             
                                                                             
     B. Bahan                                                                
                                                                             
         GRC Board                                                          
         Rangka Plafond Metal Furing                                        
         Paku atau skrup                                                    
                                                                             
         Cat Plafond                                                        
         Kompon atau dempul                                                 
                                                                             
     C. Metode Pelaksanaan                                                   
                                                                             
        1. Pengukuran spasi pemasangan rangka dan gantungan sesuai dengan spesifikasi teknis
          yang dianjurkan.                                                   
        2. Pengukuran tinggi plafond untuk disesuaikan komponen MEP yang akan di
          pasangkan diatas plafon.                                           
        3. Pekerjaan pasang plafond pada plat lantai / balok yang pertama dilakukan pasang
          penggantung rangka (tie rod) dengan menggunan paku tembak.         
        4. Bila pemasangan pada bagian top / tanpa plat lantai maka gantungan dibuat pada
                                                                             
          rangka atap.                                                       
        5. Mengukur kedataran penggantung diperlukan agar menghasilkan plafond yang tidak
          gelombang.                                                         
        6. Dilanjutkan dengan memasang rangka plafond metal furing, lakukan juga pengecekan
          kedataran posisi rangka dengan waterpass.. Setiap rangka diikat dengan
          menggunakan screw # 1/8 dengan menggunakan bor / obeng.            
        7. Jarak pemasangan Rangka Plafond Metal Furing harus sesuai spesifikasi.
        8. Kemudian dilanjukan dengan pemasangan GRC Board dengan menggunakan screew
          # 1/8 dan bor sekrup.                                              
        9. Selanjutnya adalah pekerjaan menutupi sambungan antar GRC Board dengan paper
          tape / kasa plafond untuk menghindari keretakan.                   
        10. Setelah selesai dilakukan pekerjaan compound pada sambungan GRC Board dan titik-
          titik sekrup.                                                      
        11. Lalu dilanjutkan dengan pengecatan plafon                        
                                                                             
                                                                             
                                                                             
                                                                             
                                                                             
                                                                             
                                                                             
                                                                             
                                                                             
                                                                             
                                                                             
                                                                             
                                                                             
   5. PEKERJAAN DINDING                                                      
                                                                             
  1. Pek. Dinding Batako                                                     
                                                                             
        Peralatan yang digunakan yaitu :                                     
        1. Palu                                                              
        2. Cangkul                                                           
        3. Pasir                                                             
        4. Sekop                                                             
        5. Ember                                                             
        6. Meteran                                                           
        7. Benang                                                            
        8. paku                                                              
                                                                             
                                                                             
        Resiko kecelakaan kerja:                                             
        1. Tangan terkena pukulan martil                                     
        2. Mata terkena serpihan bongkaran                                   
        3. Kaki terkena pecahan puing-puing bongkaran dinding                
                                                                             
        Penanggulangan kecelakaan kerja:                                     
        1. Selalu menggunakan masker, sarung tangan dan sepatu savety.       
                                                                             
   2. Pek. Plesteran Dinding                                                 
                                                                             
     A. Alat                                                                 
            meteran                                                         
            sekop semen                                                     
            ember                                                           
            air.                                                            
                                                                             
     B. Bahan                                                                
                                                                             
            semen PC                                                        
            pasir                                                           
            air, dll..                                                      
                                                                             
     C. Metode Pelaksanaan                                                   
                                                                             
          1. Pertama dilakukan persiapan dengan cara membersihkan area yang akan dipasang
             dinding Batako, menghitung volume pekerjaan dan kebutuhan material yang
             dibutuhkan.                                                     
          2. Memasang batako pada jalur marking serta jalur benang acuan yang telah
             dipasang pada profil kayu pada ujung jalur dinding lapis demi lapis dengan
             menggunakan adukan 1 pc : 5ps untuk pasangan dinding biasa dan 1pc : 3ps
             untuk pasangan dinding trasram (komposisi adukan bisa berbeda tergantung dari
             persyaratan yang ditetapkan).                                   
          3. Pada pelaksanaannya, adukan semen pasir tersebut diaplikasikan secara merata ke
             permukaan batako.                                               
                                                                             
          4. Kemudian batako disusun di atas adukan mortar tersebut sambil terus diperiksa
             kerataan pasangannya. Kemudian batako dipukul perlahan sampai mencapai
             elevasi yang diinginkan.                                        
          5. Selanjutnya dilakukan pekerjaan plesteran.                      
          6. Sebelum melakukan pekerjaan plesteran, pasangan batako disiram / dibasahi
             dengan air, kemudian dilakukan pekerjaan plesteran pada dinding secara merata,
             menggunakan adukan mortar 1 pc : 5ps untuk pasangan dinding biasa dan 1pc :
             3ps untuk pasangan dinding trasram (komposisi adukan bisa berbeda tergantung
             dari persyaratan yang ditetapkan) sampai 10 – 15 mm atau sampai ketebalan yang
             ditentukan.                                                     
                                                                             
                                                                             
   6. PEKERJAAN BANGUNAN  PINTU DAN JENDELA RUANG KELAS                      
                                                                             
     A. Bahan                                                                
                                                                             
         Kayu cukup kuat dan tua.                                           
         Kayu harus mempunyai tekstur yang sama, serat-serat lurus.         
         Kayu bersih dari retakan-retakan, serangan jamur, pelapukan dan cacat-cacat lain (
          mata bolong, bengkok, melintir dan sebagainya ).                   
         Kayu dijamin tidak akan retak / pecah / melengkung dalam ruangan.  
         Kayu dipotong menurut ukuran, tegak lurus sesamanya menurut gambar rencana.
                                                                             
     B. Metode Pelaksanaan                                                   
                                                                             
          Periksalah semua ukuran-ukuran yang kritis di lapangan sebelum memulai pekerjaan
                                                                             
           ini. Perbedaan-perbedaan dan hal-hal lain yang tidak memuaskan, akan dapat
           mempengaruhi pekerjaan ini, supaya dilaporkan dan diajukan cara pemecahannya
           untuk disetujui oleh Tenaga Fasilitator Lapangan dan Konsultan Perencana.
          Pintu-pintu harus mempunyai kerenggangan pada tepi samping, atas dan bawah
           sebesar 1,58 mm.                                                  
                                                                             
                                                                             
   7. PEKERJAAN PENGECATAN                                                   
                                                                             
     A. Persyaratan Bahan                                                    
                                                                             
        Produk    : Untuk cat tembok setara dengan Nippon Paint.             
                   Untuk cat kilat setara dengan Nippon Paint.               
        Warna     : Ditentukan kemudian.                                     
        Kwalitas  : Baik.                                                    
                                                                             
     B. Metode Pelaksanaan                                                   
                                                                             
                                                                             
       Sebelum memulai dengan pekerjaan pengecatan, semua hardware, accessories, fixtures
        dan sejenisnya harus disingkirkan dulu dan baru dikembalikan lagi setelah pekerjaan
        selesai. Seluruh pelaksanaan pekerjaan cat harus sesuai dengan persyaratan yang
        tercantum dalam PTI 1961.                                            
       Cat tembok                                                           
        Permukaan bidang dinding dengan plesteran sebelumnya harus dibersihkan dengan cara
        menggosoknya memakai kain yang dibasahi dengan air. Setelah kering diberi
        dempul/filter coat pada tempat-tempat yang berlobang sehingga tertutup, dan
                                                                             
        permukaannya rata. Sesudah kering dan keras lapisan ini digosok dengan ampelas agar
        halus, licin, kemudian dicat paling sedikit 2 (dua) kali dengan roller 20 cm sampai baik
        atau dengan cara yang telah ditentukan oleh pabrik. Selewat minimum 12 jam lapisan cat
        berikutnya dapat dilaksanakan setelah lapisan pertama. Lapisan terakhir adalah cat anti
        kotor.                                                               
                                                                             
       Cat Kilat                                                            
        Pengecatan dilakukan dengan cara sesuai petunjuk dari pabriknya atau sebelum pekerjaan
        pengecatan dimulai, permukaan kayu harus diampelas atau digosok dengan batu
        kambang kemudian dibersihkan dari semua kotoran. Setelah diberi cat dasar, lubang-
        lubang dari bekas paku, retak-retak dan cat-cat lain harus didempul dengan warna dempul
        yang sesuai dengan warna cat hingga permukaannya menjadi rata dan halus/licin baru
        kemudian dicat minimum 2 (dua) kali. Pengecatan dilakukan ditempat yang bebas dari
        panas matahari langsung, lapis demi lapis dengan jarak waktu minimum 12 jam setelah
        pengecatan pertama dimulai.                                          
                                                                             
                                                                             
                                                                             
                                                                             
   8. PEKERJAAN LANTAI KERAMIK                                               
                                                                             
  3. Pek. Pembongkaran Lantai Keramik                                        
                                                                             
        Pada pekerjaan ini dimulai dengan melakukan pembongkaran lantai keramik
   menggunakan pahat atau mesin breker secara bertahap pada permukaan lantai keramik. Puing –
   puing sisa bongkaran dilakukan pembersihan secara menyeluruh dan dilakukan pembuangan
   pada lokasi tertentu diangkut menggunakan mobil pickup.                   
                                                                             
        Peralatan yang digunakan yaitu :                                     
        1. Palu                                                              
        2. Godam                                                             
        3. Pahat beton                                                       
        4. Breker                                                            
                                                                             
        5. Skop                                                              
        6. Gerobak                                                           
                                                                             
        Resiko kecelakaan kerja:                                             
        1. Tangan terkena pukulan martil                                     
        2. Mata terkena serpihan bongkaran                                   
        3. Kaki terkena pecahan puing-puing bongkaran keramik                
                                                                             
        Penanggulangan kecelakaan kerja:                                     
        1. Selalu menggunakan masker, sarung tangan dan sepatu savety.       
                                                                             
   4. Pek. Pemasangan Lantai Keramik                                         
                                                                             
     D. Alat                                                                 
            Gerinda                                                         
            palu karet                                                      
            meteran                                                         
                                                                             
            waterpass                                                       
            benang                                                          
            selang dan air.                                                 
                                                                             
     E. Bahan                                                                
            keramik tile 40x40 cm                                           
            semen PC                                                        
            pasir                                                           
            semen grouting nat                                              
            air, dll..                                                      
                                                                             
     F. Metode Pelaksanaan                                                   
                                                                             
        1. Lantai dasarnya/permukaan dibersihkan dari kotoran/debu dan disiram terlebih
           dahulu sebelum ditebar adukan pasangan keramik.                   
                                                                             
        2. Rendam keramik terlebih dahulu dalam air hingga jenuh sebelum dipasang.
        3. Buat adukan untuk pasang keramik.                                 
        4. Pasang benang untuk sumbangan mendapat pasangan permukaan keramik yang rata
           dan garis siar/nat yang lurus.                                    
        5. Buat kepalaan adukan dengan jarak 1 - 1.5 m supaya adukan yang ditebar
           permukaannya yang rata/flat.                                      
        6. Tebar adukan secara merata untuk menghindarkan terjadi rongga.    
        7. Pasang keramik kepalaan untuk tanda star awal pemasangan pada adukan yang sudah
           ditebar dengan perekat acian. Kemudian dilanjutkan pemasangan keramik lantai
           lainnya dengan contoh kepalaan pasangan keramik yang telah dibuat.
                                                                             
                                                                             
                                                                             
        8. Pada ketika pemasangan, tekan keramik atau pukul dengan palu karet untuk
           mendapat permukaan lantai keramik yang rata.                      
        9. Cek kerataan permukaan pasangan lantai keramik dengan waterpass.  
        10. Setelah pemasangan lantain keramik selesai, biarkan beberapa ketika untuk
           mengeluarkan udara yang ada dalam adukan pasangan lantai keramik. Setelah itu
           gres dilanjutkan dengan pekerjaan perapihan/finish garis siar/nat.
        11. Pekerjaan terakhir yaitu pencucian permukaan lantai keramik dari kotoran.
                                                                             
                                                                             
                                                                             
                                                                             
                                                                             
                                                                             
                                                                             
                                                                             
                                                                             
   9. PENUTUP                                                                
                                                                             
     a. Semua ketentuan yang belum tercantum di dalam persyaratan ini akan dijelaskan
        kemudian.                                                            
     b. Bahan-bahan yang dipergunakan harus berkualitas baik sesuai dengan persyaratan.
     c. Semua sisa-sisa bahan bangunan / alat-alat bantu harus dikeluarkan dari kompleks /lokasi
        pekerjaan segera setelah pekerjaan selesai atas biaya Pelaksana.     
                                                                             
   Demikian persyaratan teknis pekerjaan ini dibuat untuk diketahui dan dilaksanakan sebagaimana
   mestinya dengan penuh rasa tanggung jawab.