PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LANDAK DINAS
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
PROGRA M :
Pengelolaan Pendidikan
KEGIATA N :
Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar
PEKERJAAN:
Pembangunan Pagar SD NEGERI 19 KERSIK BELANTIAN
LOKASI :
Kecamatan Jelimpo
TAHUN ANGGARAN :
2025
METODE PELAKSANAAN
I. PEKERJAAN FISIK
I.1. PEKERJAAN MOBILISASI / PERSIAPAN
1. Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan Persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi kegiatan-kegiatan
pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi :
1.1 Kantor Lapangan dan Fasilitasnya
Tahap berikutnya penentuan lokasi basecamp,pembuatan kantor
Lapangan dan fasilitasnya dilokasi proyek dan kemudian dilanjutkan
dengan mobilisasi peralatan yang diperlukan sesuai dengan tahapan
pelaksaan pekerjaan.
1.2 Pengaturan Arus Transportasi dan Pemeliharaan Terhadap Arus Lalu
Lintas
Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, penganturan arus lalu lintas
transportasi dilakukan dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang
memadai disetiap kegiatan lapangan.Bila diperlukan dapat ditempatkan
petugas pemberi isyarat yang bertugas mengatur arus lalu lintas pada
saat pelaksanaan.
1.3 Rekayasa Lapangan
Dengan petunjuk Direksi Teknis survey/rekayasa lapangan
dilaksanakan untuk menentukan kondisi fisik dan strucktural dari
pekerjaan dan fasilitas yang ada dilokasi pekerjaan, sehingga
dimungkinkan untuk mengadakan peninjauan ulang terhadap rancangan
kerja yang telah diberikan sytem dan tatacara survey dikordinasikan
dengan direksi teknis.
1.4 Material dan Penyimpanan
Bahan yang akan digunakan didalam pekerjaan harus menemui
spesifikasi dan standard yang berlaku, baik ukuran, type maupun
ketentuan lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis. Semua material yang
akan digunakan untuk proses pembuatan.
1.5 Jadwal Konstruksi & Shop Drawing ( Gambar Kerja )
2 | M e t o d e P e l a k s a n a a n
Jadwal kontruksi dibuat pihak kontraktor, diajukan kepada Direksi
Teknis untuk dibahas dan mendapatkan persetujuan pada saat
dilaksanakan rapat pendahuluan (Pre Construction Meeting/PCM).
1.6 Papan Nama Proyek
1. Papan Nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi
mengenai proyek.
2. Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan Direksi
pekerjaan
3. Bahan yang dipakai : kayu kaso, plywood, amplas, cat kayu, paku,
split, cat minyak, semen, dan lain-lain.
4. Papan nama Proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan.
5. Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek.
2. Relokasi Utilitas dan Pelayanan antara lain:
Relokasi Utilitas untuk telkom, PDAM, LISTRIK serta utilitas umum lainnya
melalui beberapa tahapan :
a. Pendapatan terhadap sarana yang masuk dalam ketentuan relokasi yang
sudah ditetapkan
b. Pelaporan terhadap Depertemen terkait
c. Pemindahan Utilitas setelah mendapatkan persetujuan dari depertemen
terkait
I.2. PEKERJAAN TANAH DAN PASIR
a. Galian Biasa
Pekerjaan Galian biasa harus mencakup seluruh galian yang tidak
Diklasifikasikan sebagai galian batu, galian structur, galian sumber bahan
(borrow excavation), Galian perkerasan beraspal, galian perkerasan berbutir,
dan galian perkerasan beton.
Pelaksanaan galian biasa ini prosedurnya sebagai berikut :
1. Pengukuran dan pemasangan bowplank atau menentukan kedalaman
galian. Pengukuran dilaksanakan dengan menggunakan alat ukur theodolit
dengan mempedomani hasil rekayasa yang telah ditentukan oleh
konsultan dan pihak proyek.
Pemasangan bowplank dilakukan setelah hasil dari pengukuran disetujui
oleh pihak Konsultan dan direksi Pekerjaan.
2. Penggalian secara Manual
3 | M e t o d e P e l a k s a n a a n
Pekerjaan penggalian dilaksanakan setelah pemasangan bowplank dalam
hal ini penentuan kedalaman galian. Tanah yang digali secara manual
dikumpulkan ke tepi galian dan selanjutnya diletakkan pada tepi jalan.
b. Urugan Pasir Alas
Pekerjaan urugan pasir alas harus mencakup keseluruhan penanganan
jalan,
Pelaksanaan urugan pasir alas ini prosedurnya sebagai berikut :
1. Pengukuran dan pemasangan bowplank atau menentukan penanganan
urugan pasir alas. Pemasangan bowplank dilakukan setelah hasil dari
pengukuran disetujui oleh pihak Konsultan dan direksi Pekerjaan.
2. Pengurugan secara Manual
Pengurugan dilakukan secara manual degan ditaburkan diatas permukaan
tanah yang sudah digali. Pengurukan pasir alas dilakukan sebelum
pengerjaan pengecoran dan disetujui oleh konsultan pengawas.
➢ Panjang pengurugan mengikuti panjang penanganan pagar rencana.
➢ Lebar pengurugan mengikuti lebar galian trencana.
➢ Tebal pengurukan 5 cm dari permukaan tanah yang sudah digali.
I.3. STRUKTUR
• BETON
Pekerjaan yang diatur dalam seksi ini harus mencakup pelaksanaan seluruh
struktur beton, sesuai dengan spesifikasi dan gambar rencana atau
sebagaimana yang disetujui aleh Direksi Pekerjaan.
➢ Pasir :
Pasir beton harus tajam, keras, bersih dari kotoran-kotoran dan
bahan kimia, bahan organik dan susunan diameter butirnya
memenuhi persyaratan-persyaratan (SNI03 – 2847 Tahun 2002)
jumlah butiran lumpur lembut harus kurang dari 5%
keseluruhannya.
➢ Batu Kerikil :
4 | M e t o d e P e l a k s a n a a n
Ukuran maksimum dari batu pecah/split adalah 2 cm dengan bentuk
lebih kurang seperti kubus dan mempunyai “bidang pecah”
minimum 3 muka dan split harus bersih, keras dan bebas dari
kotoran-kotoran lain yang dapat mengurangi mutu beton dan
memenuhi persyaratan (SNI03 – 2847 Tahun 2002).
➢ Air :
Untuk adukan, air yang dipergunakan harus bebas dari asam,
garam, bahan alkali dan bahan organik yang dapat mengurangi
mutu beton.
• Asumsi :
▪ Menggunakan alat { Concrete Mixer)
▪ Bahan dasar (batu, pasir dan semen) diterima seluruhnya dilokasi
pekerjaan
▪ Prasedur Pelaksanaan :
▪ Semen, pasir, batu kerikil dan air dicampur dan diaduk menjadi beton
dengan menggunakan Concrete Mixer
▪ Beton dicor kedalam perancah yang telah disiapkan
▪ Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan.
▪ Pada pekerjaan sambungan beton harus dikerjakan dengan kemiringan
45° pada bagian akhir pengecoran.
• BEKISTING
• Untuk mendapatkan bentuk penampang, ukuran dari beton seperti yang
ditentukan dalam gambar konstruksi, bekesting harus dikerjakan dengan
baik, teliti dan kokoh.
• Bekesting dibuat dari papan yang berkwalitas baik dan tidak pecah-
pecah.
• Konstruksi dari bekesting seperti sokongan-sokongan perancah dan
lain-lain yang memerlukan perhitungan
• Cetakan harus menghasilkan konstruksi akhir yang mempunyai bentuk,
ukuran dan tepi-tepi yang sesuai dengan gambar-gambar rencana dan
syarat-syarat pelaksanaan.
• Dolken atau Kaso disarankan tidak digunakan sebagai tiang cetakan,
disamping kekuatan dan kekakuan dari cetakan juga stabilitas perlu
5 | M e t o d e P e l a k s a n a a n
diperhitungkan dengan baik, terutama terhadap berat beton sendiri serta
bahan-bahan lainnya yang timbul selama pengecoran.
• Sebelum pengecoran dimulai, bagian dalam dari bekesting harus bersih
dan kering dari air limbah, minyak dan kotoran lainnya.
• Bekesting yang digunakan boleh di lepaskan setelah semua pengecoran
selesai. (Bekesting digunakan hanya untuk sekali pakai)
1.4. PEKERJAAN PASANGAN BATU
• Tukang Dan Pelaksana Lapangan memastikan galian tanah untuk
pasangan batu kali, ukuran lebar dan kedalaman sudah sesuai gambar
kerja.
• Memasang patok kayu dan benang sebagai acuan leveling pasangan
batu kali.
• Memasang Pasangan Batu dengan menggunakan adukan cor mortar
yang merata mengisi rongga-rongga antar batu kali dan menyusun
membentuk seperti Gambar Kerja.
• memasang Pasangan Batu yaitu disusun sedemikian rupa sehingga
pasangan batu kali tidak mudah retak/patah dan berongga besar
• Mengecek elevasi pekerjaan pasangan batu kali apakah sudah sesuai
gambar kerja.
• Pekerjaan akhir adalah finish pasangan batu dengan plesteran.
•
1.5 PEKRJAAN PEMBESIAN
• Mudah dilaksanakan agar mendapat hasil rapih dan sesuai dengan
perhitungan serta gambar.
• Diameter tulangan yang diguunakan 12 mm, 8 mm.
• Bentuk atau segmen penulangan sederhana, praktis, dan dapat dipakai
pada beberapa segmen atau metode pemasangan di lapngan.
• Pembengkokan dan penempatan tulangan (lihat gabar kerja penulagan)
direncanakan sedemikian rupa agar dapat di lasanakan dengan mudah
serta tidak membahayakan pekerja dan masyarakat sekitar.
1.6 PEKERJAAN LAIN – LAIN
• Administrasi / Dokumentasi + Vidio
Untuk melengkapi Administrasi/Dokumentasi dan laporan-laporan
akan dikerjakan :
➢ Laporan berkala secara menyeluruh
➢ Catatan kemajuan pekerjaan, yang ditandatangani oleh Direksi
Pekerjaan / Pemilik.
➢ Dokumen Foto & Vidio, meliputi :
▪ Pekerjaan sebelum dilaksanakan
6 | M e t o d e P e l a k s a n a a n
▪ Pekerjaan sedang dilaksanakan
▪ Pekerjaan setelah dilaksanakan
Disusun rapi dan diketahui Direksi Pekerjaan. Foto-foto
bangunan diambil dari empat arah.
1.7 Demobilisasi
Semua alat kerja yang digunakan pada akhir / finishing pelaksanaan
pekerjaan segera dilakukan Demobilisasi kembali kepada Pemberi Dukungan
Alat.
1.8 Pembersihan Akhir
Setelah semua Pelaksanaan pekerjaan selesai maka kontraktor akan
melakukan pembersihan akhir dimana barak kerja, kantor direksi dan lain-lain
akan di bongkar dan diangkut ke luar lokasi menurut petunjuk direksi.
Pembersihan ini dikerjakan pada semua lini yang terjadi akibat efek dari
pelaksanaan pekerjaan. Pihak pelaksana bersama-sama konsultan
pengawas/Direksi, PPTK dan KPA melakukan serah terima pekerjaan. Dalam
jangka waktu masa pemeliharaan segala sesuatu yang terjadi dari hasil
pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana dan harus dilakukan
perawatan.
7 | M e t o d e P e l a k s a n a a n