PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LANDAK
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
NGABANG
METODE PELAKSANAAN
PROGRAM :
Pengelolaan Pendidikan
KEGIATAN :
Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar
PEKERJAAN :
Rehabilitasi Ruang Perpustak aan Beserta Perabotnya SD
Negeri 01 Sungai Pinang
LOKA SI :
KECAMATAN SOMPAK
TAHUN ANGGARAN :
2025
METODE PELAKSANAAN
1. LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan yakni :
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
II. PEKERJAAN ATAP
III. PEKERJAAN PINTU JENDELA
IV. PEKERJAAN PLAFOND
V. PEKERJAAN PENGECATAN
VI. PEKERJAAN PENGANTUNG DAN PENGUNCI
VII. PEKERJAAN MEUBELAIR DAN LAIN-LAIN
VIII. PEKERJAAN MEUBELAIR DAN LAIN-LAIN
I. Pekerjaan Persiapan
1. Segala sesuatunya menyangkut kelancaran pekerjaan palaksanaan
harus telah disiapkan di lokasi sebelum melaksanakan pekerjaan.
2. Jadwal terinci, Time schedule, mobilisasi peralatan dan tenaga
kerja,serta kelengkapan administrasi lapangan harus disiapkan
sebelum memulai pekerjaan.
3. Demi kelancaran kegiatan sebelumnya kontraktor harus
memperhatikan penempatan bahan / material dan lalu lintas.
4. Situasi dan Ukuran-ukuran.
S i t u a s i
• Volume pekerjaan tersebut dalam pasal terdahulu merupakan
batasan minimal yang harus dipenuhi dan dimaksudkan sebagai
garis pelaksanaan dan pegangan kontraktor.
• Kontraktor wajib meneliti situasi lapangan, terutama keadaan tanah,
sifat dan luasan pekerjaan serta hal-hal lain yang dapat
mempengaruhi harga penawaran kontraktor.
• Kelalaian atau kekurangan telitian kontraktor dalam hal ini tidak
dijadikan alasan untuk mengajukan tuntutan.
U k u r a n
• Kontraktor Bertanggung jawab atas tepatnya pelaksanaan pekerjaan
menurut bentuk ukuran-ukuran dan mutu yang tercantum dalam
rencana kerja dan Syarat-syarat (RKS) pekerjaan ini.
2 | M e t o d e P e l a k s a n a a n
• Kontraktor berkewajiban mencocokkan ukuran-ukuran satu sama lain
dan segera melaporkan kepada Direksi bilamana terdapat ketidak
cocokan ukuran-ukuran didalam gambar-gambar RKS ini, dan tidak
diperkenangkan membetulkan kesalahan-kesalahan ukuran /
gambar-gambar sebelum berkonsultasian dari Direksi.
• Apabila terdapat ketidak sesuaian ukuran-ukuran, maka pengukuran
bersama dijadikan patokan.
• Letak titik duga (titik nol) sebagaimana dinyatakan dalam gambar
atau sesuai kesepakatan dalam peninjauan lokasi.
• Titik peil ini harus ditetapkan dengan membuat patok permanen yang
selama dalam pelaksanaan tidak boleh bergesar/berubah.
• Untuk selanjutnya patok permanen tersebut harus menjadi dasar
bagi setiap ukuran dan kedalaman.
• Atas persetujuan Direksi, penentuan titik lainnya dilakukan oleh
pemborong dilapangan dengan alat ukur optic yang sudah diTera
kebenarannya dan harus selalu berpedoman pada titik duga patok
(peil nol).
• Untuk Pekerjaan pembangunan gedung sebelum kontraktor memulai
pekerjaan terlebih dahulu mengambil Foto Nol.
1. Pekerjaan Pembersihan
• Sebagai langkah awal peleksanaan pekerjaan, Kontraktor
membersihkan lapangan/Lokasi pembangunan dari hal-hal yang
dapat merusak pelaksanaan pembanguna.
• Penebangan pohon/pembersihan harus tuntas sampai pada akar-
akarnya sehingga tidak merusak struktur tanah.
• Memasang Papan Bouwplank :
• Pemasangan patok dan papan bouwplank boleh menggunakan
kayu/papan kls.III yang diketam rata pada sisi kerjanya.
• Tinggi bouwplank sama dengan titik nol atau apabila dikehendaki
lain harus dibicarakan dan mendapat persetujuan dengan Direksi.
• Setelah pemasangan bouwplank harus dilaporkan kepada Direksi
untuk mendapatkan persetujuan sebelum pekerjaan selanjutnya
dilaksanakan.
II. PEKERJAAN ATAP
Pemasangan Balok dan Balok Nok
• Ring balok dipasang antara tiang ke tiang pada bangunan
• Balok tarik dipasang melintang dari ring balok (diatas ring balok)
• Balok harus dipasang dengan rapi dan di loot/timbang agar tidak miring
• Ketinggian balok dari lantai harus sesuai dengan gambar kerja yang
ada
• Balok nok dipasang pada posisi paling atas kuda-kuda atau pertemuan
antara 2 kaki kuda-kuda
• Ukuran dan jenis kayu yang digunakan pada balok/nok harus sesuai
dengan spesifikasi serta gambar kerja yang ada.
3 | M e t o d e P e l a k s a n a a n
Pemasangan Kuda – Kuda dan gording
• Pekerjaan perangkaian kuda-kuda sesuai dengan gambar kerja serta
arahan dari direksi dan pengawas
• Rangka kuda-kuda ditempatkan pada balok tarik serta posisinya harus
sesuai dengan gambar kerja.
• Ukuran dan jenis kayu yang digunakan pada rangka kuda - kuda harus
sesuai dengan spesifikasi serta gambar kerja yang ada
• Balok gording disusun melintang diatas rangka kuda2
• Jarak antar dording disesuaikan dengan gambar kerja yang ada
Pemasangan balok ikat angin
• Perangkaian ikatan angin vertikal
• Pekerjaan menaikkan ikatan angin vertikal
• Setelah ikatan angin vertikal dinaikkan, pekerjaan selanjutnya adalah
perangkaian antara ikatan angin vertikal dengan kuda-kuda
• Setelah ikatan angin terpasang, kemudian balok nok dipasang pada
rangka atap.
Pemasangan atap seng metal
• Sebelum dilakukan pekerjaan pemasangn genteng sebelumnya
disiapkan diatas atap (disusun) pada titik-titik tertentu.
• Atap metal dipasang secarah horisontal terlebih dahulu pada bagian
atas.
• Setelah pada bagian paling atas terpasang diteruskan pada bagian
bawahnya secara horizontal.
• Dengan cara pemasangan seng pada bagian atas diangkat atau
diungkit setelah itu dimasukan atap pada bagian bawahnya.
Pemasangan Perabung Atap Seng
• Setelah pemasangan atap seng, dilanjutkan dengan pemasangan Nok
atap penutup sambungan atap bagian atas pengikatnya adalah dengan
paku Ulit tepat diatas sayap nok bagian samping.
Pemasangan lisplank kayu
• Papan lisplank dipaku atau dipasang baut pada rangka listplank
• Pada sambungan papan lisplank dibuat sambungan bibir lurus.
• Setelah selesai pemasangan tahap berkutnya yaitu dilakukan
pendempulan dan pengecatan.
III. PEKERJAAN PLAFOND
Pemasangan rangka Plafond
• Buat marking elevasi, as dan jarak penggantung rangka plafon sesuai
dengan shopdrawing. (untuk menentukan ketinggian plafond).
• Pasang benang nylon dua sisi dan sejajarsebagai pedoman kelurusan
& ketinggian rangka, sesuai elevasi yang telah dibuat.
• Pasang instalasi terlebih dahulu sebelum memasang rangka plafond.
• Pasang rangka plafond (yang telah dihaluskan, dimeni & dipotong)
sesuai marking yang telah dibuat.
4 | M e t o d e P e l a k s a n a a n
• Periksa kelurusan dan kerataan rangkamenggunakan waterpass & siku
besi.
Pemasangan plafon Triplek
• Potong Triplek dengan gergaji sesuai shop drawing.
• Haluskan bekas potongan Triplek dengan amplas.
• Pasang panel plafond Triplek tersebut dengan mengatur kelurusan &
kerapatan nad plafond dan kerataan plafond
• Pemasangan plafond dimulai dari tepi(mengikuti gambar kerja) dan
diperkuat dengan paku triplek yang diketok dengan palu besi.
• Cek kerataan permukaan plafond yang sudah jadi dengan waterpass.
• Rapikan & haluskan permukaan plafond yang telah terpasang dengan
amplas sampai rata / licin.
• Bersihkan permukaan yang telah diamplas dengan kain lap.
Pekerjaan plafond meliputi rangka plafond dan plafond itu sendiri. Kayu
yang digunakan ukuran 5/7 untuk rangka plafond sementara untuk plafond
di gunakan Triplek t = 6 mm.
Pekerjaan Cat Tembok
Pekerjaan pengecatan dilakukan apabila permukaan acian pada dinding
tidak basah lagi akibat penguapan air dari pasngan dinding.
Tahapan pelaksanaan pengecatan dilaksanakan sebagai berikut :
• Permukaan dinding dibersihkan dari debu dan kotoran menggunakan
kain kasa.
• Permukaan dinding dihaluskan dengan menggunakan amplas.
• Permukaan dinding ditutup dengan menggunakan plamir.
• Permukaan plamir dihaluskan dengan amplas sehingga pori-pori
tembok terisi dengan baik.
• Untuk pengecatan bahan besi, terlebih dahulu permukaannya
dibersihkan dengan amplas.
• Cat dasar diberi pada permukaan tembok dan besi dengan satu lapis,
dan permukaanya dihaluskan dengan amplas.
• Cat tembok atau cat besi diberi pada permukaan tembok atau besi
sehingga permukaannya terlihat rata dan halus.
Material yang digunakan :
• Cat tembok : Setara Mowilex
Alat yang digunakan
• Kuas
• Roll Paint
Pekerjaan Cat Plafond
Cara mengecat plafond sama dengan pengecatan pada tembok. Jenis cat
yang digunakan adalah cat tembok. Hanya bedanya adalah plafond
terletak di bagian atas dalam posisi mendatar, sehingga diperlukan cara
khusus dalam pengecatan plafond.
Pelaksanaan pekerjaan pengecatan plafond
• Pastikan permukaan plafond sudah dalam keadaan rata.
5 | M e t o d e P e l a k s a n a a n
• Proteksi area kerja dengan plastik terutama pada bagian lantai dan
pintu pintu/jendela untuk menghindari tumpahan cat.
• Permukaan plafond dibersihkan dahulu dari debu dan kotoran dengan
amplas.
• Kemudian permukaan plafond diberi lapisan dasar sealer ( untuk
pengikat cat).
• Setelah diberi lapisan sealer, dilakukan pengecatan finish untuk
permukaaan plafond minimal 2 (dua) lapis dengan menggunakan jenis
cat emultion.
• Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah
kering.
Pekerjaan Cat Kilat
Cat kayu berfunsi untuk mempertahankan kayu dari cuaca dan panas
matahari sehingga memperpanjang umur kayu itu sendiri.
Langkah kerja.
• Bersihkan bidang yang akan dicat dari kotoran yang menempel,
gunakan kapek kayu, dan haluskan dengan amplas ukuran sedang.
• Bersihkan permukaan kayu dari debu bekas amplas menggunakan kain
ball politur (kain limbah kaos)
• Lakukan pengecatan dengan cat dasar kayu yang diencerkan dengan
thinner. Cat dasar gunanya untuk melapisi permukaan kayu agar
plamur kayu menempel dengan baik dan menyatu, sehingga dalam
waktu yang lama cat finishing tidak retak dan mengelupas. Kayu yang
akan dicat harus benar-benar kering (kayu oven). Kayu yang kurang
kering hasil pengecatannya kurang baik, dan pada jangka waktu
tertentu akan retak-retak dan keriput.
• Menutup cat dasar dengan plamur kayu. Kerjakan pekerjaan plamur
kayu dengan teliti dan rapi agar permukaannya benar-benar rata dan
menutup pori-pori kayu. Mengerjakan pekerjaan ini setelah cat dasar
minimum 2 hari.
• Permukaan kayu yang sudah diplamur, kemudian diamplas dengan
amplas ukuran sedang. Pekerjaan ini dilakukan setelah lapisan plamur
kayu benar-benar kering (2 hari). Apabila masih ada yang terlewat
(pori-pori kayu masih terlihat), lakukan plamur ulang.
• Setelah lapisan plamur sudah diamplas, benar-benar halus dan rata,
tidak ada yang terlewat, lakukan pengecatan masih menggunakan cat
dasar yang diencerkan dengan thinner (lebih encer dari campuran no.
1).
Pengecatan dengan cat finishing (3X), atau 3 lapis. Lakukan setelah cat
dasar benar-benar kering. Setiap lapisan dicat dengan cat yang dicampur
thinner sehingga cat tidak mengental. Setelah beberapa saat cat di dalam
kaleng akan mengental, lakukan pengenceran ulang dengan thinner
secukupnya, jangan terlalu encer dan jangan terlalu kental.
6 | M e t o d e P e l a k s a n a a n
IV. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA
• Pekerjaan pintu dan jendela meliputi kusen dan daun pintu.
• Kusen pintu dan jendela mengunakan kayu kelas I ukuran. 5/7.
• Sementara untuk daun pintu dan jendela mengunakan papan kayu
kelas I.
V. PEKERJAAN PENGANTUNG & PENGUNCI
• Pekerjaan pengantung meliputi pemasangan engsel pintu dan
jendela, kait angin,kunci slot dan kunci tanam biasa serta hendle
pintu dan jendela.
VI. PEKERJAAN PEMBERSIHAN
Sebelum diadakan Serah Terima-1 (Pertama) Pekerjaan, Kontraktoer
pelaksana wajib membersihkan semua bagian Pekerjaan, terutama pada atap,
lantai dinding, pintu/jendela, plafond dan lain-lain. Kontraktor Pelaksana juga
harus membersihkan barang bekas/peralatan yang diperlukan. Semua sisa
materialyang digunakan lagi harus dibawa ke luar dari lingkungan pekerjaan,
sehingga halaman benar-benar bersih dan rapih.
VII. MASA PEMELIHARAAN
Selama masa pemeliharaan Kontraktor Pelaksana berkewajiban untuk
mengganti material yang tidak berfungsi dengan baik, dan bertanggung jawab
atas semua kekurangan dari item pekerja yang telah dikerjakan.
VIII. KETENTUAN TAMBAHAN
A. Semua pekerjaan yang terdapat dalam gambar bestek tapi tidak
dinyatakan dalam RKS ini atau sebaliknya, akan tetapi menyangkut
pekerjaan bangunan ini, maka pemborong wajib menyelesaikan sesuai
petunjuk Pengawas Lapangan / Pihak Direksi.
B. Selain Bestek ringkas ini, semua ketentuan-ketentuan administrasi
pemeriksaan bahan dan mutu pekerjaan serta ketentuan-ketentuan lain
dari pemerintah yang menyangkut pelaksanaan pekerjaan pembangunan
termasuk pula sebagai pedoman penyelenggara pekerjaan yang harus
ditaati oleh Rekanan. Satu dan lain-lain menurut petunjuk Unsur Teknis
yang tidak bertentangan dengan uraian dan syarat-syarat ini.
7 | M e t o d e P e l a k s a n a a n