METODE
PELAKSANAAN
1. PEKERJAAN PERSIAPAN
a) Pekerjaan Pendahuluan
Kontraktor harus membersihkan lokasi dari segala sesuatu yang dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan
pekerjaan.
b) Pembuatan Papan Nama Proyek.
Kontraktor diwajibkan membuat papan nama proyek atas biaya Kontraktor untuk kepentingan pelaksanaan
Proyek. Bentuk dan ukuran serta isi papan nama berdasarkan ketentuan yang berlaku dan sesuai petunjuk
Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas.
2. PERLENGKAPAN K3
- Peralatan perlengkapan K3 harus tersedia di lokasi kegiatan
- Jumlah dan jenis perlengkapan harus sesuai kontrak serta sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI)
- Dari permulaan hingga penyelesaian pekerjaan dan selama masa pemeliharaan, Kontraktor bertanggung
jawab atas keselamatan dan keamanan pekerja, material dan peralatan teknis serta konstruksi.
- Wajib menjaga keselamatan kerja di ruang kerja dengan melengkapi dengan perlengkapan keselamatan
kerja seperti safety line, rambu - rambu, papan promosi keselamatan, dan lain - lain.
- Wajib menjamin keselamatan tenaga kerja yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan dari segala
kemungkinan yang terjadi dengan memenuhi aturan dan ketentuan kesehatan dan keselamatan kerja yang
berlaku (Jamsostek).
- Menyediakan obat-obatan menurut syarat-syarat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) yang selalu
dalam keadaan siap digunakan di lapangan, untuk mengatasi segala kemungkinan musibah bagi semua
petugas dari pekerja lapangan.
- Setiap pekerja diwajibkan menggunakan sepatu pada waktu bekerja dan di lokasi harus disediakan Alat
Pelindung Diri (APO) berupa safety belt, safety helmet, masker/kedok las terutama untuk dipakai pada
pekerjaan pemasangan kuda-kuda baja dan pekerjaan yang beresiko tertimpa benda keras.
- Menyediakan air bersih, kamar mandi dan WC yang layak dan bersih bagi semua petugas dan pekerja.
Membuat tempat penginapan di lapangan pekerjaan untuk para pekerja tidak diperkenankan, kecuali atas
ijin PPK.
- Apabila terjadi kecelakaan, sesegera mungkin memberitahukan kepada Konsultan danmengambil
tindakan yang perlu untuk keselamatan korban korban kecelakaan itu.
3. PEKERJAAN TANAH
a) Pembersihan Lapangan
Pekerjaan ini sebagai pekerjaan persiapan guna mempersiapkan lokasi agar pekerjaan lanjutan nantinya
berjalan lancar sesuai rencana. Pembersihan Lokasi diperuntukkan agar pelaksanaan pekerjaan nantinya tidak
terganggu. Proses pelaksanaan pembersihan lokasi harus selalu dikoordinasikan dengan Konsultan
Pengawas maupun Owner termasuk pembuangan hasil yang ada. Pembersihan lokasi juga harus dilakukan
setelah dilaksanakannya seluruh kegiatan pelaksanaan pekerjaan selesai sehingga lokasi pekerjaan
tampak bersih, sehingga hasil pekerjaan yang sudah dilaksanakan dapat terlihat dan berfungsi seperti yang
diinginkan.
Metode Pelaksanaan – hal.1
b) Galian Tanah
• Galian tanah yang sifatnya sementara seperti pekerjaan sodetan dikerjakan sesuai pedoman direksi.
Penimbunan kembali pada saat pekerjaan dinyatakan selesai harus dengan petunjuk pada pasal
pekerjaan timbunan tanah.
• Galian tanah yang sifatnya tetap atau permanen harus dilakukan sesuaidengan garis kemiringan yang
tercantum dalam gambar rencana atausesuai dengan petunjuk direksi.
• Pekerjaan galian tanah harus dilakukan sedemikian rupa agar keamanandisekitarnya terjamin.
• Kelebihan galian tanah yang menyimpang dari gambar rencana akibatkelalaian dan cara kerja yang salah
harus ditimbun kembali dengan batusehingga padat dan biaya pekerjaan tersebut menjadi beban kontraktor.
• Apabila direksi memandang perlu, selama pekerjaan berlangsungkontraktor dapat diperintahkan untuk
merubah bentuk, kemiringan lereng,kedalaman maupun perintah lainnya atas izin atau persetujuan
tertulisdari direksi, kontraktor tidak dibenarkan melaksanakan galian tanah yang tidak sesuai atau
menyimpang dari gambar rencana.
• Apabila direksi memerintahkan untuk mengubah jalur galian dari rencana semula, maka pekerjaan
pembersihan untuk jalur baru tetap berpedoman pada pasal 1.1 (Persiapan Medan).
• Peralatan yang digunakan untuk pekerjaan galian tanah disesuaikan dengan situasi dan kondisi di
lapangan seperti : Scovel, backhoe,dragline, trackdoser, clam shell, pacul, sekop, pakuan, linggis atau
sesuaipetunjuk direksi.
c) Pengurugan Kembali dan Tanah datang
• Tanah urug dan tanah datang yang digunakan harus mendapatkan persetujuan pengawas lapangan dan
tanah tersebut harus bebas dari segala kotoran serta tidak berlumpur dengan syarat Plastic Indeks P.I.
< 35 % (P.I).
• Pekerjaan timbunan kembali harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil sebaik mungkin,
Semua biaya perbaikan terhadap kerusakan yang terjadi akibat dari kelalaian Pemborong merupakan
beban Pemborong.
• Dalam penimbunan kembali dibagi dalam dua kategori tanah timbunan setempat dan tanah datang, dan
cara pekerjaanya timbunan harus dipadatkan dan bersih dari segala kayu dan lain - lain agar
penimbunan padat sesuai yang diinginkan.
4. PEKERJAAN PONDASI
a) Pekerjaan Bekisting dudukan
• Sebelum Melaksanakan Pekerjaan Bekisting Pelaksana Harus Tau Ukuran Yang Akan dibuat, setelah
itu potong papan dan kayu yang telah disediakan sesuai dengan ukuran yang ada.
• Pemasangan menyesuaikan garis yang telah dibuat. Cek ukuran (posisi, ketegakan, kedataran).
• Cek Perkuatan bekisting apakah sudah benar-benar kuat. Jika sudah maka bias dilakukan pengecoran
beton.
Metode Pelaksanaan – hal.2
b) Pekerjaan Beton
• Lantai Kerja
o Pekerjaan lantai kerja ini dimulai dengan mengaduk adukan campuran PC:1 PS:3 KR: 5. Setelah itu adukan
diletakkan kedasar galian yang telah di taburkan pasir urug dengan ketebalan sesuai pada gambar
perencanan.
• Pengecoran Pondasi Setempat
o Besi tulangan pondaasi di rakit dan besi yang sudah di rakit di masukkan kedaalam galian pondasi,
besi yang di masukan di ukur untuk menentukan as kolom, setelah ukuran asnya sudah dapat baru
pasang penyanganya dan di pasang bekestinya dan di lanjutkan dengan pengecoran pondasinya.
Untuk pekerjaan sloof di mulai dengan memasang besi tulangan sloof yang menghubungakan atara
ponadi yang satu dengan yang lain, besi tersebut di ikat dengan besi tulangan yang dari pondasi dan
selanjutnya di pasang bekestingya. Untu melanjutkan pengecoranya di minta persetujuan konsultan
pengawas dan apabila sudah di setujui maka di lanjutkan pekerjaan pengecoranya untuk semua sloof
dan untuk pembongkaran bekesting di tunggu umur beton dan sekalian mengembalikan tanah bekas
galian pondasi.
5. PEKERJAAN LANTAI
a) Pekerjaan Lantai Keramik
• Rendam keramik yang akan dipasang kedalam bak air selama 1 jam.
• Keramik dianginkan dengan cara diletakan pada tempat dudukan /tatakan keramik, setelah proses
perendaman.
• Tentukan garis dasar pasangan serta peil dari lantai. Penentuan peil ini untuk seluruh kesatuan
• Pasang benang arah horizontal dan vertikal pada lantai sesuai elevasi pada shop drawing.Kedudukan
benang harus datar dan siku, apabila dinding yang ada adalah dindingkeramik, maka kedudukan nad
lantai harus disesuaikan dengan yang ada pada dinding.
• Pasang keramik sebagai pasangan kepalaan,sepanjang garis dasar yang telah terpasang
• Cek kesikuan keramik dengan besi siku dan kerataan elevasi keramik dengan waterpass.
• Isi bagian / daerah permukaan lantai yang lain nya dengan adukan / spesi. • Setelah itu pasang keramik
berikutnya sesuai posisinya sampai selesai, usahakan supaya tidak ada las – lasan.
• Jika keramik sudah terpasang semua, ketuk permukaan keramik dengan palu karet untuk mendatarkan /
meratakan permukaan keramik supaya tidak rusak / cacat.
• Setelah itu cek kerataan elevasi keramik dengan waterpass
• Bersihkan permukaan pasangan keramik yangtelah terpasang dengan kain / lap basah sampai bersih.
• Untuk menghindari naiknya lantai ( menggelembungnya lantai ) maka buatlah delatasi
• Kemudian siapkan isian / bahan cor nad pada bak air (ember) dan aduklah hingga rata
Metode Pelaksanaan – hal.3
• Setelah adukan rata,isi selasela nad denganbahan cor nad dengan menggunakan sendok spesi ( sekop
). Pengisian nad dilakukan apabila kedudukan keramik telah kuat atau
• Setelah kering, bersihkan permukaan pasangan keramik yang sudah dipasang nad dari sisa
– sisa bahan cor nad dengan menggunakan kain / lap basah sampai bersih.
• Pasangan lantai keramik harus siku terhadap dinding bangunan, sedangkan bentuk dan ukurannya
disesuaikan dengan spsifikasi dan gambar kerja yang ada.
6. PEKERJAAN TIANG
a) Pekerjaan Plat Baja dan Las
- Pengelasan
• Pengelasan harus dilakukan hati-hati dan cermat. Logam yang akan dilas harus bersih dari retak dan cacat
lain yang mengurangi kekuatan sambungan dan permukaannya harus halus. Juga permukaan yang di las
harus sama, rata dan kelihatan teratur.
• Pekerjaan las sedapat mungkin dikerjakan dibengkel/pabrik, dan atau dalam ruangan yang beratap, bebas
angin dan dalam keadaan kering. Benda pekerjaan ditempatkan sedemikian rupa sehingga pekerjaan las
dapat dilakukan dengan baik dan teliti. Pekerjaan las harus dilakukan oleh orang yang akhli dan harus
memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam spesifikasi dan Gambar Kerja.
• Las Perapat/Pengendap
Dalam setiap posisi dimana dua bagian (dari satu benda) saling berdekatan, harus digunakan las
perapat/pengendap guna mencegah masuknya lengas terlepas apakah diberikan detailnya atau tidak dalam
Gambar Kerja apakah barang tersebut terkena cuaca luar atau tidak dan Kontraktor tidak dapat meng-claim
pekerjaan ini sebagai pekerjaan tambah.
• Macam dan Tebal Las
- Macam las yang dipakai adalah las lumer (las dengan busur listrik)
- Ukuran las harus sesuai dengan Gambar Kerja dan atau tebal untuk konstruksi minimum 1/2 tV2 dimana t
adalah tebal bahan terkecil.
- Panjang las minimum 8 x tebal bahan atau 40 mm
- Panjang las maksimum adalah 40 x tebal bahan.
- Kekuatan dari bahan las yang dipakai paling kecil sama dengan kekuatan baja yang dipakai.
• Perbaikan las
Bila pekerjaan las ternyata memerlukan perbaikan, maka harus dilakukan oleh Kontraktor sebagaimana
yang diperintahkan oleh Pengawas dan tidak dapat di claim sebagai pekerjaan tambah. Las yang
menunjukan cacat harus dipotong dan dilas kembali atas biaya Kontraktor.
7. PEKERJAAN PENGECATAN
- Sebelum memulai dengan pekerjaan pengecatan, semua hardware, accessories, fixtures dan sejenisnya harus
disingkirkan dulu dan baru dikembalikan lagi setelah pekerjaan selesai.
- Pekerjaan Cat
• Permukaan bidang dinding dengan plesteran sebelumnya harus dibersihkan dengan cara
menggosoknya memakai kain yang dibasahi dengan air. Setelah kering diberi dempul/filter coat pada
tempat-tempat yang berlobang sehingga tertutup, dan permukaannya rata. Sesudah kering dan keras
lapisan ini digosok dengan ampelas agar halus, licin, kemudian dicat paling sedikit 2 (dua) kali dengan
roller 20 cm sampai baik atau dengan cara yang telah ditentukan oleh pabrik. Selewat minimum 12 jam
lapisan cat berikutnya dapat dilaksanakan setelah lapisan pertama. Lapisan terakhir adalah cat anti kotor.
- Pekerjaan Cat Metal
• Persiapan sebelum pengecatan.
Bersihkan permukaan dari kulit giling (kerak/"Millscale"), karat, minyak,lemak dan kotoran
lainsecaratelitiseksama dan menyeluruh ; sehinggapermukaan yang dimaksud menampilkan tampak
metal yang halus dan mengkilap. Pekerjaan ini dilaksanakan dengan Sikat Kawat mekanik/ "Mechaical
Wire Brush". Akhirnya permukaan dibersihkan dengan sikat.
• Pekerjaan Cat Primer/Dasar dilaksanakan sebelum komponen bahan/material metal terpasang.
Metode Pelaksanaan – hal.4