Jalan Usahatani (Psp)

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10310944000
Date: 7 August 2025
Year: 2025
KLPD: Kab. Lombok Barat
Work Unit: Dinas Pertanian
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Pengadaan Langsung
Contract Type: Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 134,991,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 134,887,000
Winner (Pemenang): CV Putra Nusa Abadi
NPWP: 04*3**7****11**0
RUP Code: 60202079
Work Location: Desa Penimbung Kec. GunungSari - Lombok Barat (Kab.)
Participants: 1
Attachment
Uraian Singkat Pekerjaan Konstruksi Jalan Usaha Tani:                     
                                                                          
                                                                          
                                                                          
     Jalan Usaha Tani (JUT) adalah jalan yang dibangun untuk memudahkan akses petani ke lahan
pertanian mereka dan menghubungkan lahan dengan titik pengumpulan hasil pertanian. Pekerjaan JUT
meliputi pembangunan, rehabilitasi, dan pemeliharaan, yang bertujuan untuk memperlancar mobilitas alat
dan mesin pertanian, serta pengangkutan hasil panen,                      
     Jalan Usaha Tani merupakan infrastruktur penting dalam mendukung kegiatan pertanian dan
meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan adanya JUT yang baik, petani dapat lebih produktif dan
efisien dalam mengelola lahan pertanian mereka                            
                                                                          
     Konstruksi jalan usaha tani (JUT) adalah pembangunan jalan yang bertujuan untuk
mempermudah akses petani ke lahan pertanian mereka, serta memperlancar distribusi hasil
                                                                          
panen. Pekerjaan ini meliputi perencanaan, persiapan lahan, pelaksanaan konstruksi, dan pemeliharaan
jalan. Tujuannya adalah meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
                                                                          
  1. 1. Perencanaan:                                                      
                                                                          
       •  Survei lokasi untuk menentukan trase jalan yang strategis dan sesuai kebutuhan petani.
                                                                          
       •  Perencanaan teknis meliputi perhitungan volume pekerjaan, spesifikasi material, dan
          gambar desain.                                                  
                                                                          
       •  Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang detail.            
                                                                          
  2. 2. Persiapan Lahan:                                                  
                                                                          
       •  Pembersihan lahan dari semak, pepohonan, dan material lain yang menghalangi.
                                                                          
       •  Pematokan dan pengukuran sesuai dengan desain.                  
                                                                          
       •  Pekerjaan cut and fill (pemotongan dan penimbunan tanah) untuk membentuk badan
          jalan.                                                          
                                                                          
  3. 3. Konstruksi Jalan:                                                 
                                                                          
       •  Pemasangan lapisan pondasi jalan dengan material pilihan seperti sirtu (pasir batu) atau
          agregat.                                                        
                                                                          
       •  Pemadatan lapisan pondasi untuk memastikan kekuatan dan stabilitas jalan.
                                                                          
       •  Pemasangan lapisan permukaan jalan, bisa berupa lapen (lapisan penetrasi), aspal, atau
          konstruksi perkerasan lainnya sesuai kebutuhan dan anggaran.    
                                                                          
       •  Pembangunan drainase untuk menjaga kelancaran aliran air dan mencegah kerusakan
          jalan.                                                          
                                                                          
  4. 4. Pemeliharaan:                                                     
                                                                          
       •  Membersihkan saluran drainase secara rutin.                     
                                                                          
       •  Perbaikan jalan yang rusak akibat cuaca atau penggunaan.        
                                                                          
       •  Peningkatan kualitas jalan secara bertahap sesuai kebutuhan.    
                                                                          
Pekerjaan konstruksi jalan usaha tani melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah,
kontraktor, dan petani sebagai pengguna jalan. Kerjasama yang baik antara semua pihak sangat penting
untuk keberhasilan proyek ini.