Konsultan Perencanaan Penggantian Dan Rehabilitasi Jembatan Paket I

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10127777000
Date: 6 May 2025
Year: 2025
KLPD: Kab. Lombok Tengah
Work Unit: Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang
Procurement Type: Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi
Method: Pengadaan Langsung
Contract Type: Waktu Penugasan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 96,600,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 96,543,000
Winner (Pemenang): Ikhlas Karya Mandiri
NPWP: 08*8**3****11**0
RUP Code: 59199844
Work Location: Tersebar di Kab. Lombok Tengah - Lombok Tengah (Kab.)
Participants: 1
Attachment
KERANGKA   ACUAN KERJA (KAK)                           
    KONSULTAN  PERENCANAAN   PENGGANTIAN  DAN REHABILITASI              
                                                                        
                       JEMBATAN  PAKET I                                
                                                                        
                                                                        
1. LATAR BELAKANG                                                       
                                                                        
                                                                        
        Pembangunan jaringan jalan dan jembatan telah dilakukan secara bertahap baik
itu melalui Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten. Karena sebagai urat nadi perekonomian
                                                                        
nasional Pembangunan Jaringan Jalan dan Jembatan diharapkan mampu menghubungkan
Jalan Provinsi, menghubungkan antar kabupaten di Kabupaten Lombok Tengah, maupun
                                                                        
meningkatkan penanganan non lintas agar senantiasa dapat berfungsi untuk mendukung
                                                                        
kelancaran arus lalulintas barang dan jasa.                             
                                                                        
        Dalam pendekatan kebijakan pemerintah khususnya penanganan infrastruktur
                                                                        
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lombok Tengah melaksanakan
Pembangunan Jembatan pada daerah Pedesaan secara bertahap. Mengingat masih banyaknya
                                                                        
ruas jalan di Kabupaten Lombok Tengah yang belum ada jembatan terutama jalan yang
menghubungkan desa dengan pusat – pusat bisnis yang sangat strategis. Hal ini pula
                                                                        
dilaksanakan untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah tentang
                                                                        
Gerakan Desa Mandiri dimana masih banyak pula ruas Jalan Akses menuju desa yang
pembangunan jembatannya masih sangat dibutuhkan. Sehingga pada Tahun Anggaran 2025
                                                                        
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melaui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Kabupaten Lombok Tengah melaksanakan Konsultan Perencanaan Penggantian dan
                                                                        
Rehabilitasi JEMBATAN PAKET I.                                          
                                                                        
2. MAKSUD DAN TUJUAN                                                    
                                                                        
                                                                        
        Jasa pelayanan ini dimaksudkan untuk membantu Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Kabupaten Lombok Tengah dalam rangka melaksanakan pekerjaan
                                                                        
Perencanaan Jembatan.                                                   
                                                                        
   Tujuan dari kegiatan ini adalah ketersediaan perencanaan yang berwawasan lingkungan,
serta dokumen pelelangan, sesuai dengan rencana menggunakan standar rprosedur yang
                                                                        
berlaku guna tercapainya mutu pekerjaan perencanaan, tercapainya penyelesaian penanganan
                                                                        
masalah-masalah yang sifatnya khusus serta memenuhi tingkat perekonomian yang tinggi
sehingga tingkat pelayanan jembatan yang diinginkan selama ini dapat tercapai.
3. SASARAN                                                              
                                                                        
     Sasaranyang dicapai dari pekerjaan ini adalah:                     
                                                                        
  a. Tersedianya Perencanaan Jembatan pada ruas jalan yang ada di Kabupaten Lombok
     Tengah yang belum ada jembatan dan jalan akses yang pembangunan jembatannya
                                                                        
     masih sangat dibutuhkan.                                           
                                                                        
  b. Ketersediaan Dokumen Lelang Perencanaan Jembatan.                  
                                                                        
4. NAMA DAN ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN                         
                                                                        
                                                                        
     Pengguna Jasa adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten
Lombok Tengah Bidang Bina Marga.                                        
                                                                        
                                                                        
5. SUMBER PENDANAAN                                                     
                                                                        
     Untuk pelaksanaan kegiatan ini tersedia pagu anggaran sebesar Rp. 96.600.000,-
                                                                        
(Sembilan puluh enam juta enam ratus ribu rupiah) termasuk PPN, sumber dana APBD
Tahun Anggaran 2025.                                                    
                                                                        
                                                                        
6. LOKASI KEGIATAN                                                      
                                                                        
     Lokasi pelaksanaan pekerjaaan ini tersebar di Kabupaten Lombok Tengah antaranya :
                                                                        
                                                                        
     1. Peningkatan Jembatan di Desa Teratak Kec. Batukliang Utara      
                                                                        
     2. Pembangunan/Rehabilitasi Jembatan Mangkung                      
                                                                        
                                                                        
     3. Pembangunan/Rehabilitasi Jembatan Mujur-Sukaraja                
                                                                        
7. LINGKUP DAN FASILITAS PENUNJANG                                      
                                                                        
                                                                        
     a. Lingkup Kegiatan                                                
                                                                        
                                                                        
     Lingkup Kegiatan ini adalah:                                       
                                                                        
     1) Melaksanakan survey dan perencanaan teknik jembatan pengguna jasa sesuai
                                                                        
        standar perencanaan;                                            
     2) Menyediakan dokumen pelelangan pengadaan jasa konstruksi, daftar kuantitas
                                                                        
        dan gambar tipikal sebagai bahan pelelangan konstruksi;         
     3) Menyediakan perencanaan teknik detail, gambar detail, dan perhitungan volume
        pekerjaan;                                                      
                                                                        
     4) Jumlah jembatan yang direncanakan adalah 6 buah jembatan dengan 
        menggunakan Beton Bertulang (sesuai pengukuran lapangan)        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
8. METODOLOGI                                                           
                                                                        
     a. PERSIAPAN PELAKSANAAN  DESAIN                                   
                                                                        
                                                                        
        1). Tujuan                                                      
                                                                        
          Persiapan desain ini bertujuan:                               
                                                                        
          a. Mempersiapkan dan mengumpulkan data-data awal.             
          b. Menetapkan desain sementara dari data awal untuk dipakai sebagai panduan
                                                                        
            survey pendahuluan.                                         
                                                                        
          c. Menetapkan ruas yang akan disurvey.                        
                                                                        
        2) Lingkup Pekerjaan                                            
                                                                        
                                                                        
          Kegiatan pekerjaan ini meliputi :                             
          a. Melakukan koordinasidan konfirmasi dengan instansi terkait termasuk juga
                                                                        
            mengumpulkan informasi harga satuan/ upah untuk di sekitar lokasi proyek
            terutama pada proyek yang sedang berjalan.                  
                                                                        
          b. Mengumpulkan dan mempelajari laporan-laporan yang berkaitan dengan
                                                                        
            wilayah yang dipengaruhi atau mempengaruhi jalan yang akan  
            direncanakan.                                               
                                                                        
                                                                        
     b. SURVEY DAN INVESTIGASI                                          
        Survey lapangan dan investigasi harus dilaksanakan untuk mendapatkan data di
                                                                        
        lapangan sampai dengan tingkat ketelitian tertentu dengan memperhatikan
        beberapa faktor, seperti kondisi lapangan aktual yang ada dan sasaran
                                                                        
        penanganan yang hendak dicapai. Konsultan Perencana dengan persetujuan
                                                                        
        Pengguna Jasa harus menghindarkan suatu kondisi bahwa informasi terlalu
        berlebihan atau terlalu minimal. Jenis-jenis survey atau investigasi yang harus
                                                                        
        dilaksanakan tersebut bergantung kepada jenis pekerjaan penanganan yang akan
        dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana Konstruksi kelak. Sebagai acuan dasar, apa
        bila tidak ditentukan lain oleh Pengguna Jasa pada saat review hasil Survey
        Pendahuluan, jenis-jenis survey dan investigasi yang harus dilaksanakan oleh
                                                                        
        Konsultan Perencana adalah sebagaimana table di bawah ini.      
                                                                        
                                                                        
        1) Pengukuran Topografi                                         
                                                                        
                                                                        
           a) Tujuan                                                    
                                                                        
             Tujuan pengukuran topografi dalam pekerjaan ini adalah mengumpulkan
                                                                        
             data koordinat dan ketinggian permukaan tanah area rencana trase jalan
             dan jembatan di dalam koridor yang ditetapkan untuk penyiapan peta
                                                                        
             topografi dengan skala1:1000 yang akan digunakan untuk perencanaan
             geometrik jalan, serta 1:500 untuk perencanaan jembatan.   
                                                                        
                                                                        
           b) LingkupPekerjaan                                          
                                                                        
             (1) Pemasangan patok-patok                                 
                                                                        
               - Patok-patok BM harus dibuat dari Kayu keras dengan ukuran
                                                                        
                 10x10x75 cm, ditempatkan pada tempat yang aman, mudah terlihat.
                 Patok BM dipasang pada setiap lokasi rencana jembatan dipasang
                                                                        
                 minimal 3, masing-masing 1 (satu) pasang di setiap sisi sungai/alur
                 dan 1 (buah) disekitar sungai yang posisinya aman dari gerusan air
                                                                        
                 sungai.                                                
                                                                        
               - Patok BM dipasang/ditanam dengan kuat, bagian yang tampak di
                 atas tanah setinggi 20 cm, dicat warna kuning, Dinas Pekerjaan
                                                                        
                 Umum dan Penataan Ruang, notasi dan nomor BM dengan warn
                 ahitam. Patok BM yang sudah terpasang, kemudian di photo sebagai
                                                                        
                 dokumentasi yang dilengkapi dengan nilaikoordinat serta elevasi.
                                                                        
               - Untuk setiap titik polygon dan sifat datar harus digunakan patok
                 kayu yang cukup keras, lurus, dengan diameter sekitar 5 cm,
                                                                        
                 panjang sekurang-kurangnya 50 cm, bagian bawahnya diruncingkan,
                 bagian atas diratakan diberi paku, ditanam dengan kuat, bagian yang
                                                                        
                 masih Nampak diberi nomor dan dicatwarna kuning. Dalam keadaan
                                                                        
                 khusus, perlu ditambahkan patok bantu.                 
               - Untuk memudahkan pencarian patok, sebaiknya pada daerah sekitar
                 patok diberitanda-tanda khusus.                        
                                                                        
                                                                        
             (2) Pengukuran titik control horizontal                    
               - Pengukuran titik control horizontal dilakukan dengan sistempoligon,
                                                                        
                 dan semuatitik ikat (BM) harus dijadikan sebagai titik poligon.
                                                                        
               - Sisi poligon atau jarak antar titik poligon maksimum 100 meter,
                 diukur dengan meteran atau dengan alatukur secara optis atau pun
                                                                        
                 elektronis.                                            
               - Sudut-sudut polygon diukur dengan alat ukur theodolit dengan
                                                                        
                 Ketelitian baca dalam detik. Disarankan untuk menggunakan
                                                                        
                 Alat Ukur berupa theodolit jenis T2 atau yang setingkat.
                                                                        
             (3) Pengukuran titik control vertikal                      
                                                                        
               - Pengukuran sifat datar harus mencakup semua titik pengukuran
                 (poligon, sifat datar,dan potongan melintang) dan titik BM.
                                                                        
               - Rambu-rambu ukur yang dipakai harus dalam keadaan baik,
                 berskala benar, jelas dan sama.                        
                                                                        
               - Pada setiap pengukuran sifat datar harus dilakukan pembacaan
                                                                        
                 ketiga benangnya,yaitu Benang Atas (BA), Benang Tengah (BT),
                 dan Benang Bawah (BB), dalam satuan milimiter. Pada setiap
                                                                        
                 pembacaan harus dipenuhi: 2BT = BA + BB.               
               - Dalam satu seksi (satu hari pengukuran) harus dalam jumlah slag
                                                                        
                 (pengamatan) yang genap.                               
                                                                        
                                                                        
             (4) Pengukuran situasi                                     
                                                                        
              -  Pengukuran situasi dilakukan dengan sistem tachimetri, yang
                 mencakup semua obyek yang dibentuk oleh alam maupun manusia
                                                                        
                 yang ada di sepanjang jalur pengukuran, seperti alur, sungai, bukit,
                                                                        
                 jembatan, rumah, gedung dan sebagainya.                
              -  Dalam pengambilan data agar diperhatikan keseragaman   
                                                                        
                 penyebaran dan kerapatan titik yang cukup sehingga dihasilkan
                 gambar situasi yang benar. Pada lokasi-lokasi khusus (misalnya:
                                                                        
                 sungai, persimpangan dengan jalan yang sudah ada) pengukuran
                 harus dilakukan dengan tingkat kerapatan yang lebih tinggi.
              -  Untuk pengukuran situasi harus digunakan alat theodolit.
                                                                        
                                                                        
             (5) PengukuranPenampangMelintang.                          
                                                                        
                                                                        
               Pengukuran penampang melintang harus dilakukan dengan    
                                                                        
               persyaratan:                                             
                                                                        
                                                      Interval,(m)      
                                             Interval,                  
                    Kondisi    Lebar koridor, (m)     Jembatan/         
                                           (m) Jalan baru               
                                                      Longsoran         
                 -  Datar, landai,dan                                   
                                  75+ 75       50        25             
                    lurus                                               
                 -  Pegunungan    75+ 75       25        25             
                                                                        
                                 50(luar)+                              
                 -  Tikungan                   25        25             
                                 100(dalam)                             
                                                                        
                                                                        
               Untuk pengukuran penampang melintang harus digunakan alat
                                                                        
               theodolit.                                               
                                                                        
             (6) Pengukuran pada perpotongan rencana trase jembatan dengan
                                                                        
                sungai atau jalan                                       
              -  Koridor pengukuran ke arah hulu dan hilir masing-masing minimum
                                                                        
                 200 m dari perkiraan garis perpotongan atau daerah sekitar sungai
                                                                        
                 (hulu/hilir) yang masih berpengaruh terhadap keamanan jembatan
                 dengan interval pengukuran penampang melintang sungai sebesar 25
                                                                        
                 meter.                                                 
              -  Koridor pengukuran searah rencana trase jembatan masing-
                                                                        
                 masing minimum 100 m dari garis tepi sungai/ jalan atau sampai
                                                                        
                 pada garis pertemuan antara oprit jembatan dengan jalan dengan
                 interval pengukuran penampang melintang rencana trase jalan
                                                                        
                 sebesar 25 meter.                                      
              -  Pada posisilokasi jembatan interval pengukuran penampang
                                                                        
                 melintang dan memanjang baik terhadap sungai maupun jalan
                 sebesar 25 m. Pengukuran situasi lengkap menampilkan segala
                 obyek yang dibentuk alam maupun manusia di sekitar persilangan
                                                                        
                 tersebut.                                              
                                                                        
           c) Persyaratan                                               
                                                                        
             (1) Pemeriksaan dan koreksi alat ukur.                     
                                                                        
                Sebelum melakukan pengukuran, setiap alat ukur yang akan
                digunakan harus diperiksa dan dikoreksi sebagai berikut:
                                                                        
                                                                        
                a. Pemeriksaaan theodolit:                              
                  - Sumbu I vertikal, dengan koreksi nivo kotak dan nivo tabung.
                                                                        
                  - Sumbu II tegak lurus sumbu I.                       
                  - Garis bidik tegak lurus sumbu II                    
                                                                        
                  - Kesalahan kolimasi horizontal = 0.                  
                                                                        
                  - Kesalahan indeks vertical =0. b. Pemeriksaan alat sifat datar:
                  - Sumbu I vertikal,dengan koreksi nivo kotak dan nivo tabung.
                                                                        
                  - Garis bidik harus sejajar dengan garis arah nivo.   
                                                                        
                  Hasil pemeriksaan dan koreksi alat ukur harus dicatat dan
                  dilampirkan dalam laporan.                            
                                                                        
             (2) Ketelitian dalam pengukuran                            
                                                                        
                                                                        
                Ketelitian untukpengukuranpoligonadalahsebagai berikut :
                                                                        
                a. Kesalahan sudut yang diperbolehkan adalah 10”√n, (n adalah
                                                                        
                  jumlah titik poligon dari pengukuran GPS pertama ke pengukuran
                                                                        
                  GPS berikutnya).                                      
                b. Kesalahan azimuth pengontrol tidak lebih dari 5”.    
                                                                        
                                                                        
             (3) Perhitungan                                            
                                                                        
                - Perhitungan Koordinat.                                
                                                                        
                  Perhitungan koordinat poligon dibuat setiap seksi, Koreksi sudut
                  tidak boleh diberikan atas dasar nilai rata-rata, tapi harus diberikan
                                                                        
                  berdasarkan panjang kaki sudut (kaki sudut yang lebih pendek
                                                                        
                  mendapatkan koreksi yang lebih besar),dan harus dilakukan di
                  lokasi pekerjaan.                                     
                - Perhitungan Sifat Datar.                              
                  Perhitungan sifat datar harus dilakukan hingga 3desimal
                                                                        
                  (ketelitian 1 cm),dan harus dilakukan kontrol perhitungan pada
                  setiap lembar perhitungan dengan menjumlahkan beda tingginya.
                                                                        
                                                                        
                - Perhitungan Ketinggian Detail.                        
                                                                        
                  Ketinggian detail dihitung berdasarkan ketinggian patok ukur yang
                  dipakai sebagai  titik pengukuran detail dan          
                                                                        
                  dihitung secara tachimetris.                          
                - Seluruh perhitungan menggunakan sistim komputerisasi. 
                                                                        
                                                                        
             (4) Keluaran                                               
                - Penggambaran polygon harusdibuat dengan skala 1:500.  
                                                                        
                - Garis-garis grid dibuat setiap10 Cm.                  
                                                                        
                - Koordinat grid terluar (dari gambar) harus dicantumkan harga
                  absis (x) dan ordinat (y)-nya.                        
                                                                        
                - Pada setiap lembar gambar harus dicantumkan petunjuk arah
                  Utara.                                                
                                                                        
                - Penggambaran titik polygon harus berdasarkan hasil perhitungan
                                                                        
                  dan tidak boleh dilakukan secara grafis.              
                - Setiap titik ikat (BM) aga rdicantumkan nilaiX, Y ,Z-nya dan
                                                                        
                  diberi tanda khusus.                                  
                                                                        
                  Semua hasil perhitungan titik pengukuran detail, situasi, dan
                                                                        
                  penampang melintang harus digambarkan pada gambar polygon,
                  sehingga membentuk gambar situasi dengan interval garis
                                                                        
                  ketinggian (contour) 1 meter.                         
                                                                        
                                                                        
        2) Survey Lalu Lintas                                           
                                                                        
           Tujuan                                                       
                                                                        
           Survey lalu lintas bertujuan untuk mengetahui kondisi lalu lintas, kecepatan
           kendaraan rata-rata, menginventarisasi jalan yang ada, serta 
                                                                        
           menginventarisasi jumlah setiap jenis kendaraan yang melewati ruas jalan
           tertentu dalam satuan waktu, sehingga dapat dihitung lalu lintas harian rata-
                                                                        
           rata sebagai dasar perencanaan jembatan.                     
           Ruang Lingkup                                                
                                                                        
           Survey lalu lintas meliputi kegiatan:                        
                                                                        
                                                                        
           (1) Survey volume kendaraan                                  
              Seluruh jenis kendaraan yang lewa tbaik dari arah depan maupun dari
                                                                        
              arah belakang harus dicatat.                              
              Setiap lajur minimal 2 orang dengan peralatan yang digunakan 1 orang 1
                                                                        
              counter serta format survey yang telah ditentukan.        
                                                                        
                                                                        
              (1.1) Pengelompokan Kendaraan                             
                                                                        
                  Dalam perhitungan jumlah lalu lintas, kendaraan dibagi kedalam
                  10 kelompok mencakup kendaraan bermotor dan kendaraan 
                                                                        
                  tidak bermotor.                                       
                                                                        
                                                                        
                  Golongan/ JenisKendaraanyangmasukkelompokini adalah   
                                                                        
                  Kelompok                                              
                      1   Sepeda motor,sekuter,sepeda kumbang dan kendaraan
                                                                        
                          bermotor                                      
                      2   Sedan, Jeep, dan Station Wagon.               
                      3   Opelet, Pick-upopelet, Suburban, Combi, Minibus
                                                                        
                      4   Pick-up, Micro Truck dan Mobil hantaran atau Pick-up
                                                                        
                     5a   Bus Kecil                                     
                     5b   Bus Besar                                     
                                                                        
                      6   Truk 2 sumbu                                  
                     7a   Truk 3 cumbu                                  
                                                                        
                     7b   Truk Gandengan                                
                     7c   Truk Semi Trailer                             
                                                                        
                      8   Kendaraan tidak bermotor, sepeda, becak, andong/dokar,
                          gerobak sapi                                  
                                                                        
                                                                        
                  Persyaratan Standar pengambilan dan perhitungan data harus
                                                                        
                  mengacu pada buku Manual Kapasitas Jalan Indonesia.   
        3) Survey Penyelidikan Tanah (Mektan)                           
                                                                        
           a) Tujuan                                                    
                                                                        
             Tujuan penyelidikan tanah dalam pekerjaan ini adalah untuk 
             memenentukan jenis dan karakteristik tanah untuk keperluan bahan
                                                                        
             jembatan, serta mengidentifikasi lokasi sumber bahan termasuk perkiraan
                                                                        
             kuantitasnya.                                              
                                                                        
           b) Ruang Lingkup                                             
                                                                        
             Kegiatan penyelidikan tanah meliputi:                      
                                                                        
           (2.1) Booring/Sondir (PneutrometerStatic)                    
                                                                        
               Sondir dilakukan untuk mengetahuike dalaman lapisan tanah keras,
               menentukan lapisan-lapisan tanah berdasarkan tahanan ujung konus
                                                                        
               dan daya  lekat tanah setiap kedalaman yang diselidiki, alat ini
                                                                        
               hanya dapat digunakan pada tanah berbutir halus, tidak boleh
               digunakan pada daerah alluvium yang mengandung komponen  
                                                                        
               berangkal dan kerakal serta batu gamping yang berongga, karena hasil
               nya akan memberikan indikasi lapisan tanah keras yang salah.
                                                                        
               Pembacaan dilakukan pada setiap penekanan pipa sedalam 20 cm,
                                                                        
               pekerjaan sondir dihentikan apabila pembacaan pada mano meter
                                              2                         
               berturut-turut menunjukan harga > 150kg/cm , alat sondir terangkat
               ke atas, apabila pembacaan mano meter belum menunjukan angka
                                                                        
               yang maksimum, maka alat sondir perlu diberi pemberat yang
               diletakan pad abaja kanal jangkar. Hasil yang diperoleh adalah nilai
                                                                        
               sondir (qc) atau perlawanan penetrasi konus dan jumlah hambatan
               pelekat (JHP). Grafik yang dibuat adalah perlawanan penetrasi konus
                                                                        
               (qc) pada tiap kedalaman dan jumlah hambatan pelekat (JHP)
                                                                        
               secara kumulatif.                                        
           (2.2) Pengambilan sample tanah                               
                                                                        
                                                                        
    (3) Lokasi Quarry                                                   
                                                                        
                                                                        
                                                                        
       Penentuan lokasi quarry baik untuk perkerasan jalan, struktur    
       jembatan,maupun untuk bahan timbunan (borrowpit) diutamakan yang ada
       disekitar lokasi pekerjaan. Bila tidak dijumpai, maka harus menginformasikan
       lokasi quarry lain yang dapat dimanfaatkan. Penjelasan mengenai quarry meliputi
                                                                        
       jenis dan karakteristik bahan, perkiraan kuantitas, jarak ke lokasi pekerjaan, serta
       kesulitan- kesulitan yang mungkin timbul dalam proses penambangannya,
                                                                        
       dilengkapi denganfoto-foto.                                      
                                                                        
                                                                        
           c) Persyaratan                                               
                                                                        
             (1) Pengujian Lapangan                                     
                                                                        
               Metoda pekerjaan lapangan lain yang harus sesuai dengan persyaratan
               seperti yang dijelaskan pada Tabel Pengujian Lapangan pada halaman
                                                                        
               berikutini:                                              
                                                                        
                                                                        
                      Tabel Pengujian Lapangan                          
                                                                        
                                                                        
                No Pengujian    Acuan         Keterangan                
                1. Resistivity  ASTMG57-78                              
                2. Standard     ASTMD1586-94  Pada daerah rencana       
                                                                        
                   Penetration Test           jembatan, harus           
                                                                        
                   termasuk Split             mencapai kedalaman        
                   Spoon Sampling             lapisan keras.            
                3. Stand Pipe   AASHTOT252-84                           
                                                                        
                                                                        
             (2) Pekerjaan Laboratorium                                 
                                                                        
               Pekerjaan Laboratorium dilaksanakan sesuai ketentuan yang tercantum
                                                                        
               pada Tabel berikut:                                      
                                                                        
               Tabel Spesifikasi Pengujian Tanah di Laboratorium.       
                                                                        
                 NO.   PENGUJIAN      ACUAN        KETERANGAN           
                      SIFAT INDEKS                                      
                  1 Kadar air    ASTMD 2216-92                          
                  2 Batas susut  ASTMD 427-93                           
                  3 Batas plastis ASTMD 4318-93 - Fresh Condition       
                  4 Batas cair   SK-SNIM-07-1989-F       o              
                                                - ovendried 100 C       
                  5 Analisa saringan SNI-03-3423-1994                   
                  6 Berat Jenis  ASTMD 854-92   Gunakan 'Wetmethod'     
                  7 Beratisi     SNI-1742-1989                          
                  8 Chloride Content K.H.Head,Vol.1,1984                
                  9 Carbonate Content K.H.Head,VolI,1984                
                 10 Sulphate Content K.H.Head,Vol.1, 1984               
                                                                        
                    SIFATKUAT GESER                                     
                    TANAH                                               
                 11 Direct Shear SNI03-2813-1992 Fresh sample dengan    
                                                Penjenuhan              
                                 ASTMD 3080-90  Fresh sampletanpa       
                                                Penjenuhan              
                                                             o          
                                                Fresh sample dioven70 C 
                    SIFAT                                               
                    PEMAMPATAN                                          
                    TANAH                                               
                 12 Swelling     ASTMD 4546-90  - Fresh Condition –     
                                                      o     o           
                                                Dioven 40 C dan 70 C    
                    KEPADATAN                   S elama satu hari       
                 13 Pemadatan                                           
                    SIFAT KELULUSAN                                     
                 14 Permeabilitas KH HeadVol.21984 Manual ofSoil        
                                                                        
                                                LaboratoryTesting.      
                                                                        
                                                                        
        4) Survey Hidrologi                                             
                                                                        
                                                                        
           a) Tujuan                                                    
                                                                        
             Tujuan survey hidrologi dan hidrolika yang dilaksanakan dalam pekerjaan
             ini adalah  untuk  mengumpulkan dat  ahidrologi dan        
                                                                        
             karakter/perilakualiranair pada bangunan air yang ada (sekitar jembatan
             maupun jalan), guna keperluan analisis hidrologi, penentuan debit banjir
                                                                        
             rencana(elevasi muka air banjir), perencanaan drainase dan bangunan
                                                                        
             pengaman terhadap gerusan, rivertraining (pengaraharus) yang
             diperlukan.                                                
                                                                        
                                                                        
           b) Ruang Lingkup                                             
             Lingkup pekerjaan survey hidrologi ini meliputi:           
                                                                        
             a. Mengumpulkan data curah hujan harian maksimum (mm/hr) paling
               sedikit dalam jangka 10 tahun pada daerah tangkapan (catchmentarea)
                                                                        
               atau pada daerah yang berpengaruh terhadap lokasi pekerjaan, data
                                                                        
               tersebut bias diperoleh dari Badan Meteorologi dan Geofisika dan/atau
               instansi terkait di kota terdekat dari lokasi perencanaan.
             b. Mengumpulkan data bangunan pengaman yang ada seperti gorong-
               gorong, jembatan, selokan yang meliputi: lokasi, dimensi, kondisi,
                                                                        
               tinggi muka air banjir.                                  
             c. Menganalisis data curah hujan dan menentukan curah hujan rencana,
                                                                        
               debitdan tinggi muka air banjir rencana dengan periode ulang 10
                                                                        
               tahunan untuk jalan arteri, 7 tahun untuk jalan kolektor, 5 tahunan
               untuk jalan local dan 50 tahunan jembatan dengan metode yang sesuai.
                                                                        
             d. Menganalisa pola aliran air pada daerah rencana untuk memberikan
               masukan dalam proses perencanaan yang aman.              
                                                                        
             e. Menghitung dimensi dan jenis bangunan pengaman yang diperlukan.
                                                                        
             f. Menentukan rencana elevasi aman untuk jalan/ jembatan   
               termasuk                                                 
                                                                        
             g. pengaruhnya akibat adanya bangunan air (aflux).         
             h. Merencanakan bangunan pengaman jalan/jembatan terhadap gerusan
                                                                        
               samping atau horisontal dan vertikal.                    
                                                                        
           c) Persyaratan                                               
             Prosesan alias perhitungan harus mengacu pada Standar Nasional
                                                                        
             Indonesia(SNI) No:03-3424-1994 atau Standar Nasional Indonesia (SNI)
             No:03-1724-1989SKBI-1.3.10.1987 (Tata Cara Perencanaan Hidrologi
                                                                        
             dan Hidrolika untuk Bangunan di Sungai).                   
                                                                        
     c. PROSES ANALISA STRUKTUR JEMBATAN                                
                                                                        
        Setelah semua data dikumpulkan kemudian data tersebut dianalisa dan dilakukan
                                                                        
        desain jembatan, baik itu bangunan bawah maupun bangunan atas jembatan.
        Dalam perencanaan teknik jembatan konsultan harus berdasarkan peraturan
                                                                        
        perencanaan yang telah ditetapkan atau sesuai SNI. Terutama diharapkan desain
        yang tahan terhadap gempa. Untuk hal ini Konsultan mengacu pada SNI 2833
                                                                        
        tahun 2008 tentang “Perencanaan ketahanan gempa untuk jembatan”. Dalam
                                                                        
        standar ini dijelaskan dinamika struktur agar setiap perencana akanmenguasai
        segi kekuatan, keamanan dan kinerja ketahanan gempa jembatan dalam suatu
                                                                        
        proses perencanaan utuh.                                        
     d. PENGGAMBARAN                                                    
                                                                        
        1) Rancangan (Draft Perencanaan Teknik)                         
                                                                        
          Tim harus membuat rancangan (draft) perencanaan teknis dari setiap detail
          perencanaan dan mengajukannya kepada pengguna jasa untuk diperiksa dan
                                                                        
          disetujui.                                                    
                                                                        
          a. Gambar detail bangunan bawah dan bangunan atas Jembatan.   
          b. Keterangan mengenai mutu bahan dan kelas pembebanan.       
                                                                        
                                                                        
        2) Gambar Rencana (Final Desain)                                
          Pembuatan gambar rencana lengkap dilakukan setelah rancangan  
                                                                        
          perencanaan disetujui oleh pengguna jasa dengan memperhatikan koreksi dan
          diberikan.                                                    
                                                                        
          Gambar rencanaakhir terdiri dari gambar-gambar rancangan yang telah
                                                                        
          diperbaiki dan dilengkapi dengan:                             
               a. Sampulluar (cover) dan sampul dalam.                  
                                                                        
               b. Daftar isi.                                           
               c. Peta lokasi proyek.                                   
                                                                        
               d. Peta lokasi Sumber BahanMaterial (Quarry).            
                                                                        
               e. Daftar symbol dan singkatan.                          
               f. Daftar bangunan pelengkap dan volume.                 
                                                                        
               g. Daftar rangkuman volume pekerjaan.                    
                                                                        
                                                                        
                                                                        
     e. PERHITUNGAN  KUANTITAS PEKERJAAN FISIK                          
       a. Penyusunan mata pembayaran pekerjaan (per item) harus sesuai dengan
                                                                        
          spesifikasi yang dipakai,                                     
                                                                        
       b. Perhitungan kuantitas pekerjaan harus dilakukan secara keseluruhan. Tabel
          perhitungan harus mencakup lokasi dan semua jenis mata pembayaran (pay
                                                                        
          item)                                                         
       c. Tim harus mengumpulkan harga satuan dasa rupah, bahan, dan peralatan yang
                                                                        
          akan digunakan di lokasi pekerjaan.                           
                                                                        
       d. Tim harus menyiapkan laporan analisa harga satuan pekerjaan untuk semua
          mata pembayaran yang mengacu pada Panduan Analisa Harga Satuan
                                                                        
          Spesifikasi Bina Marga Revisi 2 yang diterbitkan Kementrian PUPR
          Direktorat Jenderal Bina Marga.                               
       e. Tim harus menyiapkan laporan perkiraan kebutuhan biaya pekerjaan
                                                                        
          konstruksi.                                                   
                                                                        
9. JANGKAWAKTU   PELAKSANAAN                                            
                                                                        
   Keseluruhan jadwal waktu jasa konsultansi ini terdiri dari pekerjaan perencanaan teknik
                                                                        
   yang dilakukan dalam periode 30 (tiga puluh) hari Kalender           
                                                                        
10. PERKIRAAN KEBUTUHAN  TENAGA                                         
                                                                        
   Perkiraan Kebutuhan Personil (Man Month) adalah sebagai berikut:     
   Kebutuhan Tenaga Ahli terdiri dari:                                  
                                                                        
                                                                        
  a. Ketua Tim (Team Leader)                                            
     Adalah seorang sarjana (S1) Pelaksanaan/Proyek sebanyak satu orang dengan
                                                                        
     pengalaman minimal 2 (dua) tahun, dan memiliki SKK Jembatan minimal jenjang
                                                                        
     level 8 dan berpengalaman dibidangnya minimal 5 (Lima) tahun yang terkait,
     dimana tugas utama ketua tim adalah bertanggung jawab pada hal-hal berikut:
                                                                        
         Merencanakan, mengkoordinasi dan mengendalikan semua kegiatan dan
          personil yang terlibat dalam pekerjaan ini sehingga pekerjaan dapat
                                                                        
          diselesaikan dengan baik serta mencapai hasil yang diharapkan,
         Mempersiapkan petunjuk pelaksanaan kegiatan, baik dalam tahap 
                                                                        
          pengumpulan data, pengolahan, dan penyajian akhir dari hasil keseluruhan
                                                                        
          pekerjaan.                                                    
  b. Tenaga Ahli Perencanaan Jembatan (S1 Sipil)                        
                                                                        
     Adalah seorang sarjana atau strata yang lebih tinggi dibidang teknik sipil ,
     Pelaksanaan/Proyek sebanyak satu orang dengan pengalaman minimal 2 (dua) tahun,
                                                                        
     dan memiliki SKK Jembatan minimal jenjang level 7 dan berpengalaman dibidangnya
                                                                        
     selama minimal 3 (tiga) tahun, dimana tugas ahli material adalah merencanakan dan
     melaksanakan semua kegiatan yang mencakup pelaksanaan pelaksanaan penyelidikan
                                                                        
     tanah dan penyelidikan material dilapangan dan dilaboratorium, pengolahan dan
     analisis data material, dan harus menjamin bahwa data, analisis dan Penelitian
                                                                        
     Material yang dihasilkan adalah benar, akurat, siap digunakan untuk tahap
                                                                        
     perencanaan teknik jalan dan jembatan.                             
  Kebutuhan Tenaga Pendukung Teknik terdiri dari:                       
  a. 1 Orang Juru Ukur/Surveyor, STM Bangunan / Pemetaan, dengan pengalaman
                                                                        
     kegiatan pekerjaan survey, pemetaan / pengukuran dalam perencanaan, pelaksanaan
     bangunan jembatan / air, minimal 3 (tiga) tahun.                   
                                                                        
  b. 1 orang Juru Gambar/Drafter, , minimal STM Bangunan/Gambar dengan  
                                                                        
     pengalaman kegiatan penggambaran perencanaan jembatan / bangunan sipil,
     pengalaman kerja min. 3 (tiga) tahun.                              
                                                                        
  c. 1 orang Juru istimator, minimal STM Bangunan/Gambar, dengan pengalaman
     istimator perencanaan jembatan / bangunan sipil, pengalaman kerja min. 3 (tiga)
                                                                        
     tahun.                                                             
                                                                        
  d. Staf Administrasi/Keuangan, minimal SMA/SMK sederajat, dengan pengalaman kerja
     min. 2 tahun dalam bidang administrasi.                            
                                                                        
                                                                        
11. LAPORANTEKNIK                                                       
   Laporan Teknik yang dihasilkan dari jasa konsultansi ini,adalah sebagai berikut:
                                                                        
                                                                        
   1. Laporan penyelidikan tanah                                        
     Laporan PenyelidikanTanah harus mencakup sekurang-kurangnya pembahasan
                                                                        
     mengenai hal-hal berikut:                                          
                                                                        
     -  Data proyek.                                                    
     -  Peta situasi proyek yang menunjukkan secara jelas lokasi proyek terhadap kota
                                                                        
        terdekat.                                                       
     -  Hasil Penyelidikan Sondir                                       
                                                                        
     -  Rekomendasi.                                                    
                                                                        
   2. Laporan Topografi                                                 
                                                                        
                                                                        
     Laporan topografi mencakup sekurang-kurangnya pembahasan mengenai hal-hal
                                                                        
     berikut:                                                           
     -  Data proyek.                                                    
                                                                        
     -  Peta situasi proyek yang menunjukkan secara jelas lokasi proyek.
     -  Kegiatan perintisan untuk pengukuran.                           
                                                                        
     -  Kegiatan pengukuran titik kontrol horizontal.                   
                                                                        
     -  Kegiatan pengukuran titik kontrol vertikal.                     
     -  Kegiatan pengukuran penampang melintang.                        
     -  Kegiatan pengukuran khusus (bila ada).                          
     -  Perhitungan dan penggambaran.                                   
                                                                        
     -  Dokumentasi foto(ukuran3R) mengenaikegiatan pengukuran topografi termasuk
     -  Deskripsi BM (sebagai lampiran).                                
                                                                        
                                                                        
   3. Laporan Hidrologi                                                 
                                                                        
     Laporan mengenai survey dan analisi s hidrologi, yang meliputi:    
     -  Data proyek.                                                    
                                                                        
     -  Data curah hujan untuk setiap pos yang diambil.                 
     -  Analisis/perhitungan.                                           
                                                                        
                                                                        
   4. Laporan Survey Lalulintas                                         
     Hasil dari lapangan harus dibuat dalam bentuk laporan lengkap yang berisi:
                                                                        
     1. Foto dokumentasi                                                
                                                                        
     2. Data lapangan                                                   
     3. Perhitungan                                                     
                                                                        
     4. Laporan teknik                                                  
     5. Laporan Hasil Analisa Struktur Bangunan Bawah Jembatan          
                                                                        
                                                                        
     Hasil dari lapangan harus dibuat dalam bentuk laporan lengkap yang berisi:
                                                                        
     1. Data lapangan                                                   
     3. Perhitungan                                                     
                                                                        
     4. Laporan teknik                                                  
                                                                        
12. KELUARAN                                                            
                                                                        
   Keluaran yang diperoleh dari kegiatan ini adalah:                    
   1. Laporan Pendahuluan                                               
                                                                        
     Laporan pendahuluan merupakan apresiasi terhadap kerangkaacuan kerja kegiatan
                                                                        
     yang antara lain meliputi latarbelakang masalah,maksud dan tujuan, ruang lingkup
     yang diharapkan, metode/cara pendekatan, teknik dan prosedur pengumpulan data
                                                                        
     serta analisis. Pada pelaporan ini dicantumkan juga pentahapan pekerjaan, jadwal
     rencana kerjadan organisasi pelaksanaan studi yang akan dibahas dalam pertemuan
                                                                        
     dengan Pengguna Jasa. Laporan ini diserahkan pada hari kalender ke-30 (Tiga Puluh)
                                                                        
     Setelah diterbitkan SPMK dan diserahkan sebanyak 5 (lima) buku dan softcopy
     (Flasdisk).                                                        
  2. Laporan Antara                                                     
     Laporanini berisi hasil pengumpulan bahan dan kajian yang akan dibahas dalam
                                                                        
     pertemuan dengan Penyedia Jasa. Laporan ini diserahkan pada hari kalender ke-45
     (empat puluh lima) setelah diterbitkan SPMK dan dibuat sebanyak 5 (lima) buku dan
                                                                        
     softcopy (Flasdisk).                                               
                                                                        
                                                                        
  4. Laporan Akhir yang berisi:                                         
     - Hasil Penyelidikan Tanah                                         
                                                                        
     - Hasil Analisis Topografi                                         
     - Pembuatan Gambar Topografi                                       
                                                                        
     - Hasil Analisis Hidrologi                                         
                                                                        
     - Hasil Analisis LHR                                               
     - Hasil Analisis Struktur Jembatan                                 
                                                                        
     - Perhitungan & Perencanaan jembatan                               
                                                                        
     Laporan ini merupakan penyempurnaan dari Draft Laporan Akhir. Laporan ini akan
                                                                        
     diserahkan pada akhir masa kontrak pada hari ke-45 (empat puluh lima) setelah
     dikeluarkannya SPMK berjumlah sebanyak 5 (lima) buku dan softcopy (Flasdisk).
                                                                        
                                                                        
   5. Pembuatan Dokumen Pelelangan.                                     
                                                                        
     Dokumenini terdiri dari                                            
      Gambar Rencana/gambar kerja                                      
                                                                        
      Engineering Estimate (EE)                                        
      Rencana Kerja & Syarat-syarat/Spesifikasi Teknis diserahkan bersama Laporan
                                                                        
       Akhir sebanyak 4 (lima) buku dan softcopy (Flasdisk).            
13. LAIN - LAIN                                                         
   Apabila ada hal-hal lain yang belum tercakup dalam KAK ini dan sangat dibutuhkan
                                                                        
   demi terselesaikannya pekerjaan tersebut maka perlu dikoordinasikan sesuai dengan
   ketentuan yang berlaku.                                              
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                     Praya, Mei 2025                    
                                  Pejabat Pembuat Komitmen              
                           Kegiatan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                MUHAMAD  SARJAN, ST., MT                
                                  NIP. 197612312001121009