KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
KONSULTAN PERENCANAAN PENGGANTIAN DAN REHABILITASI
JEMBATAN PAKET I
1. LATAR BELAKANG
Pembangunan jaringan jalan dan jembatan telah dilakukan secara bertahap baik
itu melalui Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten. Karena sebagai urat nadi perekonomian
nasional Pembangunan Jaringan Jalan dan Jembatan diharapkan mampu menghubungkan
Jalan Provinsi, menghubungkan antar kabupaten di Kabupaten Lombok Tengah, maupun
meningkatkan penanganan non lintas agar senantiasa dapat berfungsi untuk mendukung
kelancaran arus lalulintas barang dan jasa.
Dalam pendekatan kebijakan pemerintah khususnya penanganan infrastruktur
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lombok Tengah melaksanakan
Pembangunan Jembatan pada daerah Pedesaan secara bertahap. Mengingat masih banyaknya
ruas jalan di Kabupaten Lombok Tengah yang belum ada jembatan terutama jalan yang
menghubungkan desa dengan pusat – pusat bisnis yang sangat strategis. Hal ini pula
dilaksanakan untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah tentang
Gerakan Desa Mandiri dimana masih banyak pula ruas Jalan Akses menuju desa yang
pembangunan jembatannya masih sangat dibutuhkan. Sehingga pada Tahun Anggaran 2025
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melaui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Kabupaten Lombok Tengah melaksanakan Konsultan Perencanaan Penggantian dan
Rehabilitasi JEMBATAN PAKET I.
2. MAKSUD DAN TUJUAN
Jasa pelayanan ini dimaksudkan untuk membantu Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Kabupaten Lombok Tengah dalam rangka melaksanakan pekerjaan
Perencanaan Jembatan.
Tujuan dari kegiatan ini adalah ketersediaan perencanaan yang berwawasan lingkungan,
serta dokumen pelelangan, sesuai dengan rencana menggunakan standar rprosedur yang
berlaku guna tercapainya mutu pekerjaan perencanaan, tercapainya penyelesaian penanganan
masalah-masalah yang sifatnya khusus serta memenuhi tingkat perekonomian yang tinggi
sehingga tingkat pelayanan jembatan yang diinginkan selama ini dapat tercapai.
3. SASARAN
Sasaranyang dicapai dari pekerjaan ini adalah:
a. Tersedianya Perencanaan Jembatan pada ruas jalan yang ada di Kabupaten Lombok
Tengah yang belum ada jembatan dan jalan akses yang pembangunan jembatannya
masih sangat dibutuhkan.
b. Ketersediaan Dokumen Lelang Perencanaan Jembatan.
4. NAMA DAN ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
Pengguna Jasa adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten
Lombok Tengah Bidang Bina Marga.
5. SUMBER PENDANAAN
Untuk pelaksanaan kegiatan ini tersedia pagu anggaran sebesar Rp. 96.600.000,-
(Sembilan puluh enam juta enam ratus ribu rupiah) termasuk PPN, sumber dana APBD
Tahun Anggaran 2025.
6. LOKASI KEGIATAN
Lokasi pelaksanaan pekerjaaan ini tersebar di Kabupaten Lombok Tengah antaranya :
1. Peningkatan Jembatan di Desa Teratak Kec. Batukliang Utara
2. Pembangunan/Rehabilitasi Jembatan Mangkung
3. Pembangunan/Rehabilitasi Jembatan Mujur-Sukaraja
7. LINGKUP DAN FASILITAS PENUNJANG
a. Lingkup Kegiatan
Lingkup Kegiatan ini adalah:
1) Melaksanakan survey dan perencanaan teknik jembatan pengguna jasa sesuai
standar perencanaan;
2) Menyediakan dokumen pelelangan pengadaan jasa konstruksi, daftar kuantitas
dan gambar tipikal sebagai bahan pelelangan konstruksi;
3) Menyediakan perencanaan teknik detail, gambar detail, dan perhitungan volume
pekerjaan;
4) Jumlah jembatan yang direncanakan adalah 6 buah jembatan dengan
menggunakan Beton Bertulang (sesuai pengukuran lapangan)
8. METODOLOGI
a. PERSIAPAN PELAKSANAAN DESAIN
1). Tujuan
Persiapan desain ini bertujuan:
a. Mempersiapkan dan mengumpulkan data-data awal.
b. Menetapkan desain sementara dari data awal untuk dipakai sebagai panduan
survey pendahuluan.
c. Menetapkan ruas yang akan disurvey.
2) Lingkup Pekerjaan
Kegiatan pekerjaan ini meliputi :
a. Melakukan koordinasidan konfirmasi dengan instansi terkait termasuk juga
mengumpulkan informasi harga satuan/ upah untuk di sekitar lokasi proyek
terutama pada proyek yang sedang berjalan.
b. Mengumpulkan dan mempelajari laporan-laporan yang berkaitan dengan
wilayah yang dipengaruhi atau mempengaruhi jalan yang akan
direncanakan.
b. SURVEY DAN INVESTIGASI
Survey lapangan dan investigasi harus dilaksanakan untuk mendapatkan data di
lapangan sampai dengan tingkat ketelitian tertentu dengan memperhatikan
beberapa faktor, seperti kondisi lapangan aktual yang ada dan sasaran
penanganan yang hendak dicapai. Konsultan Perencana dengan persetujuan
Pengguna Jasa harus menghindarkan suatu kondisi bahwa informasi terlalu
berlebihan atau terlalu minimal. Jenis-jenis survey atau investigasi yang harus
dilaksanakan tersebut bergantung kepada jenis pekerjaan penanganan yang akan
dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana Konstruksi kelak. Sebagai acuan dasar, apa
bila tidak ditentukan lain oleh Pengguna Jasa pada saat review hasil Survey
Pendahuluan, jenis-jenis survey dan investigasi yang harus dilaksanakan oleh
Konsultan Perencana adalah sebagaimana table di bawah ini.
1) Pengukuran Topografi
a) Tujuan
Tujuan pengukuran topografi dalam pekerjaan ini adalah mengumpulkan
data koordinat dan ketinggian permukaan tanah area rencana trase jalan
dan jembatan di dalam koridor yang ditetapkan untuk penyiapan peta
topografi dengan skala1:1000 yang akan digunakan untuk perencanaan
geometrik jalan, serta 1:500 untuk perencanaan jembatan.
b) LingkupPekerjaan
(1) Pemasangan patok-patok
- Patok-patok BM harus dibuat dari Kayu keras dengan ukuran
10x10x75 cm, ditempatkan pada tempat yang aman, mudah terlihat.
Patok BM dipasang pada setiap lokasi rencana jembatan dipasang
minimal 3, masing-masing 1 (satu) pasang di setiap sisi sungai/alur
dan 1 (buah) disekitar sungai yang posisinya aman dari gerusan air
sungai.
- Patok BM dipasang/ditanam dengan kuat, bagian yang tampak di
atas tanah setinggi 20 cm, dicat warna kuning, Dinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang, notasi dan nomor BM dengan warn
ahitam. Patok BM yang sudah terpasang, kemudian di photo sebagai
dokumentasi yang dilengkapi dengan nilaikoordinat serta elevasi.
- Untuk setiap titik polygon dan sifat datar harus digunakan patok
kayu yang cukup keras, lurus, dengan diameter sekitar 5 cm,
panjang sekurang-kurangnya 50 cm, bagian bawahnya diruncingkan,
bagian atas diratakan diberi paku, ditanam dengan kuat, bagian yang
masih Nampak diberi nomor dan dicatwarna kuning. Dalam keadaan
khusus, perlu ditambahkan patok bantu.
- Untuk memudahkan pencarian patok, sebaiknya pada daerah sekitar
patok diberitanda-tanda khusus.
(2) Pengukuran titik control horizontal
- Pengukuran titik control horizontal dilakukan dengan sistempoligon,
dan semuatitik ikat (BM) harus dijadikan sebagai titik poligon.
- Sisi poligon atau jarak antar titik poligon maksimum 100 meter,
diukur dengan meteran atau dengan alatukur secara optis atau pun
elektronis.
- Sudut-sudut polygon diukur dengan alat ukur theodolit dengan
Ketelitian baca dalam detik. Disarankan untuk menggunakan
Alat Ukur berupa theodolit jenis T2 atau yang setingkat.
(3) Pengukuran titik control vertikal
- Pengukuran sifat datar harus mencakup semua titik pengukuran
(poligon, sifat datar,dan potongan melintang) dan titik BM.
- Rambu-rambu ukur yang dipakai harus dalam keadaan baik,
berskala benar, jelas dan sama.
- Pada setiap pengukuran sifat datar harus dilakukan pembacaan
ketiga benangnya,yaitu Benang Atas (BA), Benang Tengah (BT),
dan Benang Bawah (BB), dalam satuan milimiter. Pada setiap
pembacaan harus dipenuhi: 2BT = BA + BB.
- Dalam satu seksi (satu hari pengukuran) harus dalam jumlah slag
(pengamatan) yang genap.
(4) Pengukuran situasi
- Pengukuran situasi dilakukan dengan sistem tachimetri, yang
mencakup semua obyek yang dibentuk oleh alam maupun manusia
yang ada di sepanjang jalur pengukuran, seperti alur, sungai, bukit,
jembatan, rumah, gedung dan sebagainya.
- Dalam pengambilan data agar diperhatikan keseragaman
penyebaran dan kerapatan titik yang cukup sehingga dihasilkan
gambar situasi yang benar. Pada lokasi-lokasi khusus (misalnya:
sungai, persimpangan dengan jalan yang sudah ada) pengukuran
harus dilakukan dengan tingkat kerapatan yang lebih tinggi.
- Untuk pengukuran situasi harus digunakan alat theodolit.
(5) PengukuranPenampangMelintang.
Pengukuran penampang melintang harus dilakukan dengan
persyaratan:
Interval,(m)
Interval,
Kondisi Lebar koridor, (m) Jembatan/
(m) Jalan baru
Longsoran
- Datar, landai,dan
75+ 75 50 25
lurus
- Pegunungan 75+ 75 25 25
50(luar)+
- Tikungan 25 25
100(dalam)
Untuk pengukuran penampang melintang harus digunakan alat
theodolit.
(6) Pengukuran pada perpotongan rencana trase jembatan dengan
sungai atau jalan
- Koridor pengukuran ke arah hulu dan hilir masing-masing minimum
200 m dari perkiraan garis perpotongan atau daerah sekitar sungai
(hulu/hilir) yang masih berpengaruh terhadap keamanan jembatan
dengan interval pengukuran penampang melintang sungai sebesar 25
meter.
- Koridor pengukuran searah rencana trase jembatan masing-
masing minimum 100 m dari garis tepi sungai/ jalan atau sampai
pada garis pertemuan antara oprit jembatan dengan jalan dengan
interval pengukuran penampang melintang rencana trase jalan
sebesar 25 meter.
- Pada posisilokasi jembatan interval pengukuran penampang
melintang dan memanjang baik terhadap sungai maupun jalan
sebesar 25 m. Pengukuran situasi lengkap menampilkan segala
obyek yang dibentuk alam maupun manusia di sekitar persilangan
tersebut.
c) Persyaratan
(1) Pemeriksaan dan koreksi alat ukur.
Sebelum melakukan pengukuran, setiap alat ukur yang akan
digunakan harus diperiksa dan dikoreksi sebagai berikut:
a. Pemeriksaaan theodolit:
- Sumbu I vertikal, dengan koreksi nivo kotak dan nivo tabung.
- Sumbu II tegak lurus sumbu I.
- Garis bidik tegak lurus sumbu II
- Kesalahan kolimasi horizontal = 0.
- Kesalahan indeks vertical =0. b. Pemeriksaan alat sifat datar:
- Sumbu I vertikal,dengan koreksi nivo kotak dan nivo tabung.
- Garis bidik harus sejajar dengan garis arah nivo.
Hasil pemeriksaan dan koreksi alat ukur harus dicatat dan
dilampirkan dalam laporan.
(2) Ketelitian dalam pengukuran
Ketelitian untukpengukuranpoligonadalahsebagai berikut :
a. Kesalahan sudut yang diperbolehkan adalah 10”√n, (n adalah
jumlah titik poligon dari pengukuran GPS pertama ke pengukuran
GPS berikutnya).
b. Kesalahan azimuth pengontrol tidak lebih dari 5”.
(3) Perhitungan
- Perhitungan Koordinat.
Perhitungan koordinat poligon dibuat setiap seksi, Koreksi sudut
tidak boleh diberikan atas dasar nilai rata-rata, tapi harus diberikan
berdasarkan panjang kaki sudut (kaki sudut yang lebih pendek
mendapatkan koreksi yang lebih besar),dan harus dilakukan di
lokasi pekerjaan.
- Perhitungan Sifat Datar.
Perhitungan sifat datar harus dilakukan hingga 3desimal
(ketelitian 1 cm),dan harus dilakukan kontrol perhitungan pada
setiap lembar perhitungan dengan menjumlahkan beda tingginya.
- Perhitungan Ketinggian Detail.
Ketinggian detail dihitung berdasarkan ketinggian patok ukur yang
dipakai sebagai titik pengukuran detail dan
dihitung secara tachimetris.
- Seluruh perhitungan menggunakan sistim komputerisasi.
(4) Keluaran
- Penggambaran polygon harusdibuat dengan skala 1:500.
- Garis-garis grid dibuat setiap10 Cm.
- Koordinat grid terluar (dari gambar) harus dicantumkan harga
absis (x) dan ordinat (y)-nya.
- Pada setiap lembar gambar harus dicantumkan petunjuk arah
Utara.
- Penggambaran titik polygon harus berdasarkan hasil perhitungan
dan tidak boleh dilakukan secara grafis.
- Setiap titik ikat (BM) aga rdicantumkan nilaiX, Y ,Z-nya dan
diberi tanda khusus.
Semua hasil perhitungan titik pengukuran detail, situasi, dan
penampang melintang harus digambarkan pada gambar polygon,
sehingga membentuk gambar situasi dengan interval garis
ketinggian (contour) 1 meter.
2) Survey Lalu Lintas
Tujuan
Survey lalu lintas bertujuan untuk mengetahui kondisi lalu lintas, kecepatan
kendaraan rata-rata, menginventarisasi jalan yang ada, serta
menginventarisasi jumlah setiap jenis kendaraan yang melewati ruas jalan
tertentu dalam satuan waktu, sehingga dapat dihitung lalu lintas harian rata-
rata sebagai dasar perencanaan jembatan.
Ruang Lingkup
Survey lalu lintas meliputi kegiatan:
(1) Survey volume kendaraan
Seluruh jenis kendaraan yang lewa tbaik dari arah depan maupun dari
arah belakang harus dicatat.
Setiap lajur minimal 2 orang dengan peralatan yang digunakan 1 orang 1
counter serta format survey yang telah ditentukan.
(1.1) Pengelompokan Kendaraan
Dalam perhitungan jumlah lalu lintas, kendaraan dibagi kedalam
10 kelompok mencakup kendaraan bermotor dan kendaraan
tidak bermotor.
Golongan/ JenisKendaraanyangmasukkelompokini adalah
Kelompok
1 Sepeda motor,sekuter,sepeda kumbang dan kendaraan
bermotor
2 Sedan, Jeep, dan Station Wagon.
3 Opelet, Pick-upopelet, Suburban, Combi, Minibus
4 Pick-up, Micro Truck dan Mobil hantaran atau Pick-up
5a Bus Kecil
5b Bus Besar
6 Truk 2 sumbu
7a Truk 3 cumbu
7b Truk Gandengan
7c Truk Semi Trailer
8 Kendaraan tidak bermotor, sepeda, becak, andong/dokar,
gerobak sapi
Persyaratan Standar pengambilan dan perhitungan data harus
mengacu pada buku Manual Kapasitas Jalan Indonesia.
3) Survey Penyelidikan Tanah (Mektan)
a) Tujuan
Tujuan penyelidikan tanah dalam pekerjaan ini adalah untuk
memenentukan jenis dan karakteristik tanah untuk keperluan bahan
jembatan, serta mengidentifikasi lokasi sumber bahan termasuk perkiraan
kuantitasnya.
b) Ruang Lingkup
Kegiatan penyelidikan tanah meliputi:
(2.1) Booring/Sondir (PneutrometerStatic)
Sondir dilakukan untuk mengetahuike dalaman lapisan tanah keras,
menentukan lapisan-lapisan tanah berdasarkan tahanan ujung konus
dan daya lekat tanah setiap kedalaman yang diselidiki, alat ini
hanya dapat digunakan pada tanah berbutir halus, tidak boleh
digunakan pada daerah alluvium yang mengandung komponen
berangkal dan kerakal serta batu gamping yang berongga, karena hasil
nya akan memberikan indikasi lapisan tanah keras yang salah.
Pembacaan dilakukan pada setiap penekanan pipa sedalam 20 cm,
pekerjaan sondir dihentikan apabila pembacaan pada mano meter
2
berturut-turut menunjukan harga > 150kg/cm , alat sondir terangkat
ke atas, apabila pembacaan mano meter belum menunjukan angka
yang maksimum, maka alat sondir perlu diberi pemberat yang
diletakan pad abaja kanal jangkar. Hasil yang diperoleh adalah nilai
sondir (qc) atau perlawanan penetrasi konus dan jumlah hambatan
pelekat (JHP). Grafik yang dibuat adalah perlawanan penetrasi konus
(qc) pada tiap kedalaman dan jumlah hambatan pelekat (JHP)
secara kumulatif.
(2.2) Pengambilan sample tanah
(3) Lokasi Quarry
Penentuan lokasi quarry baik untuk perkerasan jalan, struktur
jembatan,maupun untuk bahan timbunan (borrowpit) diutamakan yang ada
disekitar lokasi pekerjaan. Bila tidak dijumpai, maka harus menginformasikan
lokasi quarry lain yang dapat dimanfaatkan. Penjelasan mengenai quarry meliputi
jenis dan karakteristik bahan, perkiraan kuantitas, jarak ke lokasi pekerjaan, serta
kesulitan- kesulitan yang mungkin timbul dalam proses penambangannya,
dilengkapi denganfoto-foto.
c) Persyaratan
(1) Pengujian Lapangan
Metoda pekerjaan lapangan lain yang harus sesuai dengan persyaratan
seperti yang dijelaskan pada Tabel Pengujian Lapangan pada halaman
berikutini:
Tabel Pengujian Lapangan
No Pengujian Acuan Keterangan
1. Resistivity ASTMG57-78
2. Standard ASTMD1586-94 Pada daerah rencana
Penetration Test jembatan, harus
termasuk Split mencapai kedalaman
Spoon Sampling lapisan keras.
3. Stand Pipe AASHTOT252-84
(2) Pekerjaan Laboratorium
Pekerjaan Laboratorium dilaksanakan sesuai ketentuan yang tercantum
pada Tabel berikut:
Tabel Spesifikasi Pengujian Tanah di Laboratorium.
NO. PENGUJIAN ACUAN KETERANGAN
SIFAT INDEKS
1 Kadar air ASTMD 2216-92
2 Batas susut ASTMD 427-93
3 Batas plastis ASTMD 4318-93 - Fresh Condition
4 Batas cair SK-SNIM-07-1989-F o
- ovendried 100 C
5 Analisa saringan SNI-03-3423-1994
6 Berat Jenis ASTMD 854-92 Gunakan 'Wetmethod'
7 Beratisi SNI-1742-1989
8 Chloride Content K.H.Head,Vol.1,1984
9 Carbonate Content K.H.Head,VolI,1984
10 Sulphate Content K.H.Head,Vol.1, 1984
SIFATKUAT GESER
TANAH
11 Direct Shear SNI03-2813-1992 Fresh sample dengan
Penjenuhan
ASTMD 3080-90 Fresh sampletanpa
Penjenuhan
o
Fresh sample dioven70 C
SIFAT
PEMAMPATAN
TANAH
12 Swelling ASTMD 4546-90 - Fresh Condition –
o o
Dioven 40 C dan 70 C
KEPADATAN S elama satu hari
13 Pemadatan
SIFAT KELULUSAN
14 Permeabilitas KH HeadVol.21984 Manual ofSoil
LaboratoryTesting.
4) Survey Hidrologi
a) Tujuan
Tujuan survey hidrologi dan hidrolika yang dilaksanakan dalam pekerjaan
ini adalah untuk mengumpulkan dat ahidrologi dan
karakter/perilakualiranair pada bangunan air yang ada (sekitar jembatan
maupun jalan), guna keperluan analisis hidrologi, penentuan debit banjir
rencana(elevasi muka air banjir), perencanaan drainase dan bangunan
pengaman terhadap gerusan, rivertraining (pengaraharus) yang
diperlukan.
b) Ruang Lingkup
Lingkup pekerjaan survey hidrologi ini meliputi:
a. Mengumpulkan data curah hujan harian maksimum (mm/hr) paling
sedikit dalam jangka 10 tahun pada daerah tangkapan (catchmentarea)
atau pada daerah yang berpengaruh terhadap lokasi pekerjaan, data
tersebut bias diperoleh dari Badan Meteorologi dan Geofisika dan/atau
instansi terkait di kota terdekat dari lokasi perencanaan.
b. Mengumpulkan data bangunan pengaman yang ada seperti gorong-
gorong, jembatan, selokan yang meliputi: lokasi, dimensi, kondisi,
tinggi muka air banjir.
c. Menganalisis data curah hujan dan menentukan curah hujan rencana,
debitdan tinggi muka air banjir rencana dengan periode ulang 10
tahunan untuk jalan arteri, 7 tahun untuk jalan kolektor, 5 tahunan
untuk jalan local dan 50 tahunan jembatan dengan metode yang sesuai.
d. Menganalisa pola aliran air pada daerah rencana untuk memberikan
masukan dalam proses perencanaan yang aman.
e. Menghitung dimensi dan jenis bangunan pengaman yang diperlukan.
f. Menentukan rencana elevasi aman untuk jalan/ jembatan
termasuk
g. pengaruhnya akibat adanya bangunan air (aflux).
h. Merencanakan bangunan pengaman jalan/jembatan terhadap gerusan
samping atau horisontal dan vertikal.
c) Persyaratan
Prosesan alias perhitungan harus mengacu pada Standar Nasional
Indonesia(SNI) No:03-3424-1994 atau Standar Nasional Indonesia (SNI)
No:03-1724-1989SKBI-1.3.10.1987 (Tata Cara Perencanaan Hidrologi
dan Hidrolika untuk Bangunan di Sungai).
c. PROSES ANALISA STRUKTUR JEMBATAN
Setelah semua data dikumpulkan kemudian data tersebut dianalisa dan dilakukan
desain jembatan, baik itu bangunan bawah maupun bangunan atas jembatan.
Dalam perencanaan teknik jembatan konsultan harus berdasarkan peraturan
perencanaan yang telah ditetapkan atau sesuai SNI. Terutama diharapkan desain
yang tahan terhadap gempa. Untuk hal ini Konsultan mengacu pada SNI 2833
tahun 2008 tentang “Perencanaan ketahanan gempa untuk jembatan”. Dalam
standar ini dijelaskan dinamika struktur agar setiap perencana akanmenguasai
segi kekuatan, keamanan dan kinerja ketahanan gempa jembatan dalam suatu
proses perencanaan utuh.
d. PENGGAMBARAN
1) Rancangan (Draft Perencanaan Teknik)
Tim harus membuat rancangan (draft) perencanaan teknis dari setiap detail
perencanaan dan mengajukannya kepada pengguna jasa untuk diperiksa dan
disetujui.
a. Gambar detail bangunan bawah dan bangunan atas Jembatan.
b. Keterangan mengenai mutu bahan dan kelas pembebanan.
2) Gambar Rencana (Final Desain)
Pembuatan gambar rencana lengkap dilakukan setelah rancangan
perencanaan disetujui oleh pengguna jasa dengan memperhatikan koreksi dan
diberikan.
Gambar rencanaakhir terdiri dari gambar-gambar rancangan yang telah
diperbaiki dan dilengkapi dengan:
a. Sampulluar (cover) dan sampul dalam.
b. Daftar isi.
c. Peta lokasi proyek.
d. Peta lokasi Sumber BahanMaterial (Quarry).
e. Daftar symbol dan singkatan.
f. Daftar bangunan pelengkap dan volume.
g. Daftar rangkuman volume pekerjaan.
e. PERHITUNGAN KUANTITAS PEKERJAAN FISIK
a. Penyusunan mata pembayaran pekerjaan (per item) harus sesuai dengan
spesifikasi yang dipakai,
b. Perhitungan kuantitas pekerjaan harus dilakukan secara keseluruhan. Tabel
perhitungan harus mencakup lokasi dan semua jenis mata pembayaran (pay
item)
c. Tim harus mengumpulkan harga satuan dasa rupah, bahan, dan peralatan yang
akan digunakan di lokasi pekerjaan.
d. Tim harus menyiapkan laporan analisa harga satuan pekerjaan untuk semua
mata pembayaran yang mengacu pada Panduan Analisa Harga Satuan
Spesifikasi Bina Marga Revisi 2 yang diterbitkan Kementrian PUPR
Direktorat Jenderal Bina Marga.
e. Tim harus menyiapkan laporan perkiraan kebutuhan biaya pekerjaan
konstruksi.
9. JANGKAWAKTU PELAKSANAAN
Keseluruhan jadwal waktu jasa konsultansi ini terdiri dari pekerjaan perencanaan teknik
yang dilakukan dalam periode 30 (tiga puluh) hari Kalender
10. PERKIRAAN KEBUTUHAN TENAGA
Perkiraan Kebutuhan Personil (Man Month) adalah sebagai berikut:
Kebutuhan Tenaga Ahli terdiri dari:
a. Ketua Tim (Team Leader)
Adalah seorang sarjana (S1) Pelaksanaan/Proyek sebanyak satu orang dengan
pengalaman minimal 2 (dua) tahun, dan memiliki SKK Jembatan minimal jenjang
level 8 dan berpengalaman dibidangnya minimal 5 (Lima) tahun yang terkait,
dimana tugas utama ketua tim adalah bertanggung jawab pada hal-hal berikut:
Merencanakan, mengkoordinasi dan mengendalikan semua kegiatan dan
personil yang terlibat dalam pekerjaan ini sehingga pekerjaan dapat
diselesaikan dengan baik serta mencapai hasil yang diharapkan,
Mempersiapkan petunjuk pelaksanaan kegiatan, baik dalam tahap
pengumpulan data, pengolahan, dan penyajian akhir dari hasil keseluruhan
pekerjaan.
b. Tenaga Ahli Perencanaan Jembatan (S1 Sipil)
Adalah seorang sarjana atau strata yang lebih tinggi dibidang teknik sipil ,
Pelaksanaan/Proyek sebanyak satu orang dengan pengalaman minimal 2 (dua) tahun,
dan memiliki SKK Jembatan minimal jenjang level 7 dan berpengalaman dibidangnya
selama minimal 3 (tiga) tahun, dimana tugas ahli material adalah merencanakan dan
melaksanakan semua kegiatan yang mencakup pelaksanaan pelaksanaan penyelidikan
tanah dan penyelidikan material dilapangan dan dilaboratorium, pengolahan dan
analisis data material, dan harus menjamin bahwa data, analisis dan Penelitian
Material yang dihasilkan adalah benar, akurat, siap digunakan untuk tahap
perencanaan teknik jalan dan jembatan.
Kebutuhan Tenaga Pendukung Teknik terdiri dari:
a. 1 Orang Juru Ukur/Surveyor, STM Bangunan / Pemetaan, dengan pengalaman
kegiatan pekerjaan survey, pemetaan / pengukuran dalam perencanaan, pelaksanaan
bangunan jembatan / air, minimal 3 (tiga) tahun.
b. 1 orang Juru Gambar/Drafter, , minimal STM Bangunan/Gambar dengan
pengalaman kegiatan penggambaran perencanaan jembatan / bangunan sipil,
pengalaman kerja min. 3 (tiga) tahun.
c. 1 orang Juru istimator, minimal STM Bangunan/Gambar, dengan pengalaman
istimator perencanaan jembatan / bangunan sipil, pengalaman kerja min. 3 (tiga)
tahun.
d. Staf Administrasi/Keuangan, minimal SMA/SMK sederajat, dengan pengalaman kerja
min. 2 tahun dalam bidang administrasi.
11. LAPORANTEKNIK
Laporan Teknik yang dihasilkan dari jasa konsultansi ini,adalah sebagai berikut:
1. Laporan penyelidikan tanah
Laporan PenyelidikanTanah harus mencakup sekurang-kurangnya pembahasan
mengenai hal-hal berikut:
- Data proyek.
- Peta situasi proyek yang menunjukkan secara jelas lokasi proyek terhadap kota
terdekat.
- Hasil Penyelidikan Sondir
- Rekomendasi.
2. Laporan Topografi
Laporan topografi mencakup sekurang-kurangnya pembahasan mengenai hal-hal
berikut:
- Data proyek.
- Peta situasi proyek yang menunjukkan secara jelas lokasi proyek.
- Kegiatan perintisan untuk pengukuran.
- Kegiatan pengukuran titik kontrol horizontal.
- Kegiatan pengukuran titik kontrol vertikal.
- Kegiatan pengukuran penampang melintang.
- Kegiatan pengukuran khusus (bila ada).
- Perhitungan dan penggambaran.
- Dokumentasi foto(ukuran3R) mengenaikegiatan pengukuran topografi termasuk
- Deskripsi BM (sebagai lampiran).
3. Laporan Hidrologi
Laporan mengenai survey dan analisi s hidrologi, yang meliputi:
- Data proyek.
- Data curah hujan untuk setiap pos yang diambil.
- Analisis/perhitungan.
4. Laporan Survey Lalulintas
Hasil dari lapangan harus dibuat dalam bentuk laporan lengkap yang berisi:
1. Foto dokumentasi
2. Data lapangan
3. Perhitungan
4. Laporan teknik
5. Laporan Hasil Analisa Struktur Bangunan Bawah Jembatan
Hasil dari lapangan harus dibuat dalam bentuk laporan lengkap yang berisi:
1. Data lapangan
3. Perhitungan
4. Laporan teknik
12. KELUARAN
Keluaran yang diperoleh dari kegiatan ini adalah:
1. Laporan Pendahuluan
Laporan pendahuluan merupakan apresiasi terhadap kerangkaacuan kerja kegiatan
yang antara lain meliputi latarbelakang masalah,maksud dan tujuan, ruang lingkup
yang diharapkan, metode/cara pendekatan, teknik dan prosedur pengumpulan data
serta analisis. Pada pelaporan ini dicantumkan juga pentahapan pekerjaan, jadwal
rencana kerjadan organisasi pelaksanaan studi yang akan dibahas dalam pertemuan
dengan Pengguna Jasa. Laporan ini diserahkan pada hari kalender ke-30 (Tiga Puluh)
Setelah diterbitkan SPMK dan diserahkan sebanyak 5 (lima) buku dan softcopy
(Flasdisk).
2. Laporan Antara
Laporanini berisi hasil pengumpulan bahan dan kajian yang akan dibahas dalam
pertemuan dengan Penyedia Jasa. Laporan ini diserahkan pada hari kalender ke-45
(empat puluh lima) setelah diterbitkan SPMK dan dibuat sebanyak 5 (lima) buku dan
softcopy (Flasdisk).
4. Laporan Akhir yang berisi:
- Hasil Penyelidikan Tanah
- Hasil Analisis Topografi
- Pembuatan Gambar Topografi
- Hasil Analisis Hidrologi
- Hasil Analisis LHR
- Hasil Analisis Struktur Jembatan
- Perhitungan & Perencanaan jembatan
Laporan ini merupakan penyempurnaan dari Draft Laporan Akhir. Laporan ini akan
diserahkan pada akhir masa kontrak pada hari ke-45 (empat puluh lima) setelah
dikeluarkannya SPMK berjumlah sebanyak 5 (lima) buku dan softcopy (Flasdisk).
5. Pembuatan Dokumen Pelelangan.
Dokumenini terdiri dari
Gambar Rencana/gambar kerja
Engineering Estimate (EE)
Rencana Kerja & Syarat-syarat/Spesifikasi Teknis diserahkan bersama Laporan
Akhir sebanyak 4 (lima) buku dan softcopy (Flasdisk).
13. LAIN - LAIN
Apabila ada hal-hal lain yang belum tercakup dalam KAK ini dan sangat dibutuhkan
demi terselesaikannya pekerjaan tersebut maka perlu dikoordinasikan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
Praya, Mei 2025
Pejabat Pembuat Komitmen
Kegiatan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota
MUHAMAD SARJAN, ST., MT
NIP. 197612312001121009