Tema & Makna
Festival Peresean sebagai wujud pelestarian budaya Sasak, khususnya tradisi adu
ketangkasan antara “pepadu” yang menggunakan rotan dan perisai (ende).
Merupakan identitas budaya yang mengandung nilai keberanian, sportivitas, dan
kebersamaan.
Diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun − untuk memperkuat rasa jati diri
masyarakat Lombok Tengah dan meningkatkan kebanggaan lokal.
Waktu & Durasi
Acara berlangsung selama 4 hari, agar ada cukup waktu untuk rangkaian pertunjukan,
persiapan dan puncak acara.
Penjadwalan mungkin mencakup penampil lokal, , hingga pertandingan utama
Lokasi
Kecamatannya: Praya Barat, salah satu kecamatan di Lombok Tengah.
Tempat terbuka yang strategis dan bisa menampung penonton banyak: misalnya lapangan
kecamatan, alun-alun desa, atau arena yang memang dipersiapkan sebagai arena
peresean.
Rangkaian Kegiatan / Agenda
Berikut contoh kegiatan yang dapat dimasukkan dalam festival 4 hari:
Peserta
Pepadu dari berbagai desa/kelurahan di Praya Barat dan sekitarnya.
Masyarakat umum sebagai penonton
Fasilitas & Infrastruktur
Arena dengan pengamanan yang memadai (agar adu peresean berlangsung aman).
Panggung dan sound system untuk pengiring musik dan pengumuman.
Aksesibilitas: transportasi menuju lokasi, parkir, keamanan, kebersihan.
Manfaat & Dampak
Pelestarian budaya tradisional; meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap identitas
lokal.
Menghidupkan ekonomi kreatif dan UMKM lokal (kuliner, kerajinan, pariwisata).
Meningkatkan pariwisata budaya Kabupaten Lombok Tengah.
Mempererat solidaritas sosial antar warga desa/kelurahan.
Memotivasi generasi muda untuk mengenali dan menghargai warisan leluhur mereka.