Belanja Pembangunan Lapangan Basket Di Rth Alun Alun Tastura

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10590443000
Date: 15 November 2025
Year: 2025
KLPD: Kab. Lombok Tengah
Work Unit: Dinas Kepemudaan Dan Olah Raga
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Pengadaan Langsung
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 138,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 138,000,000
Winner (Pemenang): CV Aqila Sukses
NPWP: 05*2**7****15**0
RUP Code: 61103689
Work Location: Praya - Lombok Tengah (Kab.)
Participants: 1
Attachment
URAIAN         PEKERJAAN                                   
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                              Program :                                   
             Program Pengembangan Kapasitas Daya Saing Keolahragaan       
                                                                          
                              Tahun 2025                                  
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                             Pekerjaan :                                  
                                                                          
           Pekerjaan Rehabilitasi Lapangan Basket di RTH Alun - Alun Tastura
LINGKUP PEKERJAAN                                                         
         a. Pekerjaan yang dilaksanakan adalah : Pekerjaan Rehabilitasi Lapangan Basket di
                                                                          
           RTH Alun - Alun Tastura                                        
           Persyaratan Teknis Umum ini merupakan persyaratan teknis secara umum berlaku
           untuk seluruh bagian pekerjaan dimana persyaratan ini bisa diterapkan untuk
                                                                          
           pelaksanaan pekerjaan pada lokasi dibawah ini :                
                                                                          
            “Pekerjaan Rehabilitasi Lapangan Basket di RTH Alun - Alun Tastura
                   Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah ”              
                                                                          
                                                                          
         b. Lingkup pekerjaaan yang akan dilaksanakan / dikerjakan:       
          Adapun item pekerjaan antara lain sebagai berikut :             
                                                                          
             I PEKERJAAN PERSIAPAN                                        
             II PEKERJAAN TANAH                                           
             III PEKERJAAN PASANGAN dan BETON                             
             IV PEKERJAAN BESI                                            
                                                                          
          Secara lengkap seluruh jenis pekerjaan tersebut dapat disesuaikan/dilihat dan
          tercantum pada RAB dan Gambar Kerja.                            
         c. Kecuali disebut secara khusus dalam dokumen-dokumen dimaksud berikut,
                                                                          
           lingkup pekerjaan yang ditugaskan termasuk tetapi tidak terbatas pada hal-hal
           sebagai berikut:                                               
           a. Pengadaan tenaga kerja.                                     
                                                                          
           b. Pengadaan Bahan/Material.                                   
           c. Pengadaan peralatan & alat bantu, sesuai dengan kebutuhan lingkup
              pekerjaan yang ditugaskan.                                  
                                                                          
                                                                          
 A.  SYARAT TEKNIS BAHAN                                                  
     1.  Air                                                              
          Untuk seluruh pelaksanaan pekerjaan dipakai air tawar bersih yang tidak
                                                                          
          mengandung minyak, asam, alkali, garam, bahan-bahan organis atau bahan-bahan
          lain yang merusak bangunan.                                     
     2.  Pasir Urug                                                       
                                                                          
          Pasir untuk pengurugan, peninggian dan lain-lain tujuan, harus bersih dan keras.
     3.  Pasir pasang                                                     
          a. Butiran-butiran halus dan keras, tidak dapat dihancurkan dengan jari;
          b. Kadar lumpur harus kurang dari 5%;                           
                                                                          
          c. Butiran-butirannya harus dapat melalui ayakan persegi # 3 mm.
     4.  Portland Cement (PC)                                             
          a. Tipe semen yang digunakan adalah Tipe 1, yaitu semen yang biasa digunakan
             untuk konstruksi (1 zak berisi 40 atau 50 kg);               
          b. Dalam pengangkutan Portland Cement (PC) ke lokasi pekerjaan, harus dijaga
             agar tidak terjadi lembab dan tidak kena air. Penempatan atau penyimpanannya
                                                                          
             harus di tempat yang terlindung, kering dan pada ketinggian minimum 25 cm
             dari lantai;                                                 
          c. Portland Cement (PC) yang sudah membatu (menjadi keras) tidak boleh dipakai.
                                                                          
     5.  Pasir Beton                                                      
          a. Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan- bahan
             organis, lumpur dan kotoran lainnya;                         
          b. Butiran-butiran pasir harus tajam dan keras, serta tidak dapat dihancurkan
                                                                          
             dengan jari;                                                 
          c. Kadar lumpur harus kurang dari 5%.                           
     6.  Batu Kerikil/Split                                               
                                                                          
          a. Gunakan batu kerikil 1 (cor) atau batu pecah/split yang bersih, dan bermutu
             baik, serta tidak berpori;                                   
          b. Butiran-butiran split/batu kerikil harus dapat melalui ayakan berlubang persegi Ø
             40 mm dan tertinggal diatas ayakan berlubang Ø 20 mm;        
                                                                          
          c. Batu kerikil/split tidak boleh mengandung lumpur melebihi 1%.
     7.  Batu Kali/Batu Belah                                             
          a. Digunakan batu kali/batu belah yang bermutu baik, tidak berpori;
                                                                          
          b. Ukuran batu kali/batu belah yang digunakan yaitu antara 20 cm sampai 30 cm
             berdasarkan panjang sisi. Bentuk batu kali/batu belah diusahakan mendekati
             bentuk bujur sangkar atau agak bulat.                        
                                                                          
     8.  Beton Non Struktural                                             
          a. Beton non struktural meliputi kolom praktis, balok dinding dan lantai kerja;
          b. Mutu beton non struktural yang digunakan untuk pekerjaan beton yang dapat
             dicapai dengan perbandingan campuran yaitu 1 Pc : 2 Ps : 3 Kr berdasarkan
                                                                          
             acuan berat.                                                 
     9.  Beton Struktural                                                 
           a. Beton struktural ditujukkan untuk pekerjaan pondasi, sloof, kolom utama, balok
                                                                          
             induk, balok anak, plat lantai, plat atap, dan tangga;       
           b. Mutu beton struktural yang digunakan untuk pekerjaan beton yang setara
             dengan perbandingan campuran yaitu 1 PC : 2 Ps : 2,7 Kr berdasarkan acuan
                                                                          
             berat.                                                       
           c. Beton struktural disertai penulangan tulangan besi ulir (BjTS) atau besi polos
             (BjTP) yang memenuhi SNI sesuai dengan dokumen perencanaan.  
     10. Besi Beton                                                       
                                                                          
          a.  Besi beton yang digunakan adalah besi beton yang memenuhi SNI;
          b.  Jumlah dan luas tulangan yang digunakan, harus memenuhi kebutuhan minimal
              sesuai kriteria perencanaan dan memenuhi kaidah bangunan tahan gempa;
          c.  Jenis besi tulangan adalah:                                 
              1) Besi ulir adalah baja tulangan beton dengan bentuk khusus yang
                permukaannya memiliki sirip melintang dan rusuk memanjang yang
                                                                          
                dimaksudkan untuk menigkatkan daya lekat dan guna menahan gerakan
                membujur dari batang secara relatif terhadap beton, disingkat BjTS;
              2) Besi polos adalah baja tulangan beton berpenampang bundar dengan
                                                                          
                permukaan rata tapi tidak bersirip, disingkat BjTP.       
          d.  Ikatan, tekukan dan Panjang penyaluran memenuhi ketentuan regulasi teknis;
          e.  Besi harus bersih dan tidak mengandung minyak/lemak, asam alkali dan bebas
              dari cacat seperti serpih-serpih serta tidak berkarat;      
                                                                          
          f.  Mutu besi beton yang digunakan minimal U-24.                
          g.  Utnuk rabat lantai yang Baru m,enggunakan Besi Wiremesh M6  
          h.  Sedangkan untuk pengecoran lantai beton yg lama menggunakan kawat ayam
                                                                          
                                                                          
     11. Pasangan Dinding                                                 
          a.  Pemasangan dinding ½ bata sebagai pengunci beton rabat lantai yg baru
          b.  Bahan Pasangan dinding antara lain Batu Bata/Batako/Bata ringan atau bahan
                                                                          
              sejenis harus satu ukuran, satu warna.                      
          c.  Ukuran batu bata panjang sama dengan 2 x lebar + spesi (tebal spesi 1 - 1,2 cm)
              atau bahan sejenis;                                         
                                                                          
          d.  Warna satu sama lain harus sama dan apabila dipatahkan warna penampang
              harus sama rata;                                            
          e.  Bidang-bidangnya harus rata atau sudut-sudut harus siku atau bersudut 90
                                                                          
              derajat dan tidak boleh retak-retak.                        
     12. Cat                                                              
           a.  Cat Dinding/cat plafon                                     
               Tahan perubahan cuaca dan tidak mudah terkelupas setelah kering; Cat
                                                                          
               dinding luar dengan tipe weathershield.                    
           b.  Cat kayu/ cat besi                                         
               Tahan perubahan cuaca dan tidak mudah terkelupas setelah kering.
                                                                          
     13. Bahan Lain-Lain                                                  
          Bahan-bahan lain yang belum disebutkan, yang akan digunakan harus mendapat
          persetujuan terlebih dahulu dari Tim Perencana, Pengawas        
                                                                          
                                                                          
 B.  PERSIAPAN                                                            
     1. Rencana Kerja                                                     
          Dalam rencana kerja, hal-hal yang harus diperhatikan yaitu:     
                                                                          
          a. Inventarisasi termasuk didalamnya mempelajari gambar kerja, keberadaan
             material di sekitar lokasi dan kebutuhan tenaga kerja.       
          b. Jadwal pelaksanaan, mencermati kapan setiap jenis pekerjaan harus dimulai
             dan kapan harus selesai termasuk target kemajuan tiap minggu.
          c. Metoda pelaksanaan meliputi tenaga kerja, bahan bangunan dan alat kerja
          d. Strategi pelaksanaan, memperhatikan efisiensi dan efektivitas kerja.
                                                                          
     2. Penyiapan Fasilitas Sementara                                     
          Fasilitas yang diperlukan selama pelaksanaan pekerjaan antara lain:
          a. Direksi keet/kantor sementara untuk anggota tim pelaksana bekerja, diskusi dan
                                                                          
             lainnya.                                                     
          b. Gudang untuk menyimpan material dan alat yang perlu pengamanan.
          c. Tersedia los/area kerja untuk fabrikasi komponen-komponen (contoh: kusen,
             pintu dan jendela); dilakukan untuk mempermudah pekerja dalam melakukan
                                                                          
             pembuatan dan pemasangan komponen kerja;                     
          d. Penyediaan air; dilakukan untuk menyediakan air yang dibutuhkan untuk
             membantu pelaksanaan pekerjaan;                              
                                                                          
          e. Penyediaan listrik; dilakukan untuk menyediakan listrik yang dibutuhkan untuk
             membantu pelaksanaan pekerjaan;                              
          f. Pembuatan jalan menuju lokasi; dilakukan untuk mempermudah sirkulasi
             barang dan tenaga ke lokasi kerja.                           
                                                                          
     3. Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja                             
          a. Keselamatan kerja, dilakukan dengan disiplin kerja dan diadakan pencegahan
             terhadap kecelakaan kerja dengan memasang rambu-rambu peringatan,
                                                                          
             penggunaan pakaian kerja dan alat pelindung, pengaturan penempatan alat
             dan bahan yang aman terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.
          b. Keselamatan bahan dan bangunan, untuk bahan tertentu dan jenis pekerjaan
                                                                          
             tertentu yang perlu perlindungan harus dilakukan perlindungan.
          c. Keselamatan peralatan dan penunjang kerja.                   
     4. Penyiapan Lahan                                                   
          Sebelum pekerjaan bangunan dimulai, kondisi lahan harus:        
                                                                          
          a. Luasnya harus terpenuhi dengan yang disyaratkan              
          b. Lahan harus dibersihkan dari sisa tumbuhan dan kotoran lain. 
          c. Pematangan lahan (cut and fill); meliputi pemotongan, penimbunan dan
                                                                          
             pemadatan tanah yang dianggap perlu                          
          d. Hindari penempatan pondasi bangunan diatas tanah urugan baru, untuk
             menghindari penurunan.                                       
                                                                          
          e. Pengukuran lahan; meliputi penentuan batas-batas lokasi, kontur (kemiringan)
             tanah;                                                       
          f. Penentuan peil lantai (± 0.00) atau titik duga; dilakukan untuk menentukan
             ketinggian lantai bangunan. Ketinggian lantai bangunan adalah minimal 40 cm
                                                                          
             dari muka tanah atau permukaan air tertinggi jika pada lokasi terdapat
             genangan air;                                                
          g. Pemasangan bouwplank; dilakukan untuk menentukan as bangunan pada
             gedung yang akan dibangun. Untuk menentukan siku as bangunan dipakai
             segitiga siku-siku dengan perbandingan sisi 3:4:5            
          h. Perhitungan Panjang-lebar-luas-kubikasi: pek. Konstruksi meliputi dinding,
                                                                          
             pondasi, lantai dst, berdasarkan pengukuran as ke as, sesuai kaidah teknis yang
             berlaku.                                                     
                                                                          
                                                                          
 C.  PELAKSANAAN PEKERJAAN                                                
     1. Pekerjaan Struktural                                              
        a. Pekerjaan Pondasi                                              
          1) Pondasi Batu Kali                                            
                                                                          
             a) Lingkup pekerjaan                                         
               Pemasangan profil pondasi, pekerjaan galian dan urugan tanah, pekerjaan
               anti rayap (untuk daerah yang terdapat banyak rayap) dan pembuatan
                                                                          
               pondasi.                                                   
             b) Bahan yang digunakan                                      
               Batu kali dengan ukuran antara 20 cm s/d 30 cm, Pasir cor dan Pc.
             c) Penjelasan pekerjaan                                      
                                                                          
               (1) Siapkan lantai kerja dari pasir kosong tebal ± 5 cm, kemudian lakukan
                   penyemprotan anti rayap. Letakkan batu kosong (aanstamping)
                   dengan posisi berdiri, batu kali yang digunakan berdiameter antara 20
                                                                          
                   – 30 cm. Pasangan batu kali menggunakan adukan spesi 1 PC : 4 Ps;
               (2) Pada lokasi-lokasi yang tidak menemukan tanah keras, maka dapat
                   dibantu dengan pemasangan cerucuk dari kayu (ulin/besi/ dolken)
                                                                          
                   atau bambu dipancang sampai mencapai tanah keras.      
                                                                          
          2) Pondasi Beton Bertulang                                      
             a) Lingkup pekerjaan                                         
                                                                          
               Pekerjaan galian dan urugan tanah, pekerjaan anti rayap (untuk daerah yang
               terdapat banyak rayap) dan pembuatan pondasi.              
             b) Bahan yang digunakan                                      
                                                                          
               PC, pasir beton, kerikil/split, besi beton dan kawat bendrat.
             c) Penjelasan pekerjaan                                      
               Siapkan lantai kerja dari spesi 1 PC : 5 Ps setebal ± 5 cm, letakkan pembesian
                                                                          
               dengan dengan ukuran minimal 12 mm untuk tulangan utama dan 8 mm
               untuk begel, cor campuran beton dengan spesi 1 Pc: 2 Ps : 3 Kr. Pada lokasi-
               lokasi yang tidak menemukan tanah keras, maka dapat dibantu dengan
               pemasangan cerucuk dari kayu (ulin/besi/dolken) atau bambu dengan
                                                                          
               meruncingkan ujung kayu yang akan dipancang sampai mencapai tanah
               keras.                                                     
        b. Pekerjaan Sloof, Kolom, Balok, Plat Lantai                     
          1) Lingkup pekerjaan                                            
             Pekerjaan bekisting, pembesian, pengecoran                   
          2) Bahan yang digunakan                                         
                                                                          
             Kayu bekisting, PC, pasir beton, besi beton dan kawat bendrat
          3) Penjelasan pekerjaan                                         
             a) Pekerjaan papan bekisting                                 
                                                                          
                (1) Bekisting harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran sloof dan
                    balok sesuai gambar. Dengan perkuatan yang cukup kokoh agar
                    bentuk sloof dan balok tidak berubah dan tetap pada kedudukannya;
                (2) Sebelum pengecoran, permukaan bekisting harus bebas dari kotoran-
                                                                          
                    kotoran seperti serbuk gergaji, potongan kayu, tanah dan
                    sebagainya. Selain itu permukaan dalamnya sebaiknya dilapisi
                    oli/pelumas bekas agar setelah pengecoran selesai, bekisting mudah
                                                                          
                    dibongkar tanpa merusak permukaan beton;              
                (3) Setelah pengecoran tidak diizinkan mengganggu proses pengerasan
                    beton dengan menghindarkan dari benturan benda keras selama 3 x
                    24 jam;                                               
                                                                          
                (4) Beton harus dilindungi dari kemungkinan cacat yang diakibatkan dari
                    pekerjaan-pekerjaan lain. Bagian beton setelah dicor selama dalam
                    masa pengerasan harus selalu dibasahi dengan air secara terus-
                                                                          
                    menerus minimal selama 3 hari.                        
             b) Pekerjaan pembesian                                       
                (1) Perakitan besi tulangan sesuai gambar;                
                                                                          
                (2) Diameter besi untuk tulangan pokok minimal 12 mm, untuk lantai
                    minimal 10 mm, dan untuk beugel minimal 8 mm;         
                (3) Pemasangan sengkang (beugel) berjarak 15 cm, untuk balok di dekat
                    tumpuan jaraknya di buat lebih rapat antara 7.5 cm – 15 cm;
                                                                          
                (4) Tulangan beton harus diikat dengan kawat beton (bendraat) untuk
                    menjaga ketebalan selimut beton maka antara tulangan pokok dan
                    bekisting perlu dipasang beton tahu (decking) setebal kurang lebih 2
                                                                          
                    cm;                                                   
                (5) Setiap sambungan konstruksi (stek) yang direncanakan untuk
                    dilanjutkan, maka pembesian harus dilebihkan minimal 40 x d
                                                                          
                    (diameter).                                           
             c) Pengecoran beton                                          
                (1) Pengadukan beton struktural disarankan menggunakan mesin molen
                    atau readymix dengan mutu beton yang telah ditentukan;
                                                                          
                (2) Bila diaduk secara manual, pengadukan harus dilakukan dalam
                    wadah pengadukan, tidak boleh dilakukan langsung diatas tanah;
                (3) Ukuran tempat pengadukan beton yaitu 2 m x 2,5 m, tinggi tanggulan
                    20 cm. Bila menggunakan molen, tempat ini bisa juga digunakan
                    sebagai tempat penuangan adukan beton dari molen;     
                (4) Sebelum dilakukan pengecoran, cetakan wajib dibersihkan dan
                                                                          
                    disiram, kekentalan adukan beton (slump) harus diawasi;
                (5) Pengecoran harus dilakukan sebaik mungkin dan untuk menjamin
                    beton cukup padat digunakan alat penggetar (vibrator), atau dengan
                                                                          
                    cara manual ( menusuk-nusuk adukan dengan besi dia 13mm.
                (6) Apabila terjadi pemberhentian pengecoran pada balok dan lantai
                    maka harus berhenti pada jarak 1/5 bentang dan sebelum dilanjutkan
                    pengecoran harus diberikan pasta semen (air semen) terlebih dahulu
                                                                          
                    pada permukaan yang akan dilanjutkan.                 
                                                                          
     2.   PEKERJAAN ARSITEKTURAL                                          
                                                                          
          a. Pekerjaan Dinding                                            
             1) Lingkup pekerjaan                                         
               Pemasangan dinding, plesteran, dan acian                   
             2) Bahan yang digunakan                                      
                                                                          
               Batu bata/ bata ringan, pasir pasang, PC.                  
             3) Penjelasan pekerjaan                                      
                a) Untuk pasangan dinding dipakai spesi 1 PC : 5 Ps. Untuk trasraam dipakai
                                                                          
                 spesi 1 PC : 3 Ps;                                       
                b) Ketinggian trasraam dari permukaan sloof minimal adalah 30 cm. Kecuali
                 kamar mandi termasuk daerah rawa atau mengandung air, maka
                                                                          
                 ketinggian trasraam adalah 1.5 m;                        
                c) Ketinggian perhari dalam pemasangan dinding bata untuk menjaga
                 kekuatan dinding bata adalah 1.5 m;                      
                d) Bidang dinding yang luasnya lebih besar 12 m² harus ditambahkan kolom
                                                                          
                 praktis dengan tulangan besi 4 Ø 10, beugel Ø 8 – 20;    
                e) Bagian pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan
                 beton (kolom) harus diberi penguat stek-stek Ø 10 mm, jarak 50 cm, yang
                                                                          
                 terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan
                 bagian yang ditanam dalam pasangan bata sekurang- kurangnya 30 cm,
                 kecuali ditentukan lain.                                 
                                                                          
  D. PENYELESAIAN                                                         
     Sebelum pekerjaan diserah terimakan, pelaksana lapangan diwajibkan membersihkan
     bahan-bahan bangunan, kotoran-kotoran bekas yang ada dalam lokasi bangunan, sehingga
     pada saat serah terima dilaksanakan, bangunan dalam keadaan bersih dan rapi.
                                                                          
                                                                          
                                                                          
      E.   PENUTUP                                                        
     Apabila didalam RKS / Bestek ini tidak tercantum uraian–uraian dan ketentuan ketentuan
     yang sebenarnya yang termasuk dalam pekerjaan Penyedia Jasa Konstruksi, maka
     pekerjaan lain yang belum diatur dalam ketentuan ini, akan ditentukan kemudian. Apabila
                                                                          
     dilakukan perbaikan (tambah kurang) harus atas persetujuan Direksi Pekerjaan / Kuasa
     Pengguna Anggaran/KPA.                                               
                                                                          
                                                                          
                           Praya, 17 November 2025                        
                          Pejabat Pembuat Komitmen                        
                               Kepala Dinas                               
                           Kepemudaan dan Olahraga                        
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                            (H. MAHLAN, S.Sos)                            
                                                                          
                         Nip. : 19651231 198602 1 079