Biaya Penataan Lapangan Bakti Puyung

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10590447000
Date: 15 November 2025
Year: 2025
KLPD: Kab. Lombok Tengah
Work Unit: Dinas Kepemudaan Dan Olah Raga
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Pengadaan Langsung
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 182,329,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 182,329,000
Winner (Pemenang): Akar Rizki
NPWP: 08*5**0****15**0
RUP Code: 61103741
Work Location: Praya - Lombok Tengah (Kab.)
Participants: 1
Attachment
URAIAN      PEKERJAAN                                  
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                              Program :                                   
          Program Pengembangan Kapasitas Daya Saing Keolahragaan          
                              Tahun 2025                                  
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                             Pekerjaan :                                  
                     Penataan Lapangan Bakti Puyung                       
1.  PAKET PEKERJAAN                                                       
    a. Nama Program : Program Pengembangan Kapasitas Daya Saing Keolahragaan;
                                                                          
    b. Nama Kegiatan : Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Pendidikan pada Jenjang
                                                                          
                     Pendidikan yang Menjadi Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota
    c. Nama Paket   : Penataan Lapangan Bakti Puyung                      
                                                                          
                                                                          
                                                                          
2.  JANGKA WAKTU PELAKSANAAN                                              
    Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini selama 35 hari kalender, sejak SPMK mulai
                                                                          
    diterbitkan dan masa pemeliharaan Pekerjaan ini selama 90 (Sembilan Puluh) Hari terhitung
                                                                          
    sejak serah terima pertama pekerjaan konstruksi.                      
                                                                          
3.  LINGKUP PEKERJAAN                                                     
         a. Lingkup pekerjaaan yang akan dilaksanakan / dikerjakan:       
                                                                          
          Adapun item pekerjaan antara lain sebagai berikut :             
             I PEKERJAAN PERSIAPAN                                        
             II PEKERJAAN TANAH                                           
             III PEKERJAAN PASANGAN dan BETON                             
                                                                          
             IV PEKERJAAN BESI                                            
          Secara lengkap seluruh jenis pekerjaan tersebut dapat disesuaikan/dilihat dan
          tercantum pada RAB dan Gambar Kerja.                            
                                                                          
    Lingkup kegiatan yang akan dilaksanakan adalah dengan keterangan sebagai berikut :
                                                                          
                                                                          
     NO                URAIAN PEKERJAAN             VOLUME   SAT.         
                                                                          
      1                      2                         3      4           
      A. Penataan Lapangan Bakti Puyung                                   
      I. PEKERJAAN PERSIAPAN                                              
       1 Pembersihan Lokasi Pekerjaan                   1,00 Keg          
                                                                          
       2 Papan Nama Proyek                              1,00 Keg          
                                                                          
      II. PEKERJAAN TANAH                                                 
       1 Pekerjaan Galian                               3,00  m³          
       2 Urugan Tanah                                  58,32  m³          
                                                                          
      III. PEKERJAAN PASANGAN dan BESI                                    
                                                                          
       1 Pekerjaan Pondasi Foot Plat Backdroof                            
         - Beton                                        0,86  m3          
         - Bekisting                                    7,20  m2          
         - Besi                                        17,77  Kg          
       2 Pekerjaan Beton Kolom                                            
         - Beton                                        0,61  m3          
                                                                          
         - Bekisting                                    6,08  m2          
         - Besi                                        27,82  Kg          
       3 Pas. Bata Merah                               25,22  m²          
       4 Pekerjaan Plesteran Dinding 1 : 5             14,00  m²          
       5 Pekerjaan Acian Dinding                       14,00  m²          
       6 Pekerjaan Pengecatan Dinding                 120,00  m²          
       7 Pekerjaan Pemasangan Paving Kotak 20 x 20 Tebal : 8 cm 378,41 m² 
       8 Pekerjaan Koral Sikat                         30,00  m²          
                                                                          
       9 Pekerjaan Rabat Beton lantai                   4,00  m'          
      10 Pemasangan Besi Kotak Galvanis 60 X 60        98,40  m'          
      11 Pemasangan Besi Kotak Galvanis 40 X 40        15,20  m'          
      12 Pekerjaan Finishing Kolom                     14,00  Bh          
                                                                          
                                                                          
4.  PERSONIL                                                              
                                                                          
    Memiliki kemampuan menyediakan personel manajerial untuk pelaksanaan pekerjaan,
                                                                          
    yaitu:                                                                
                           PERSONIL                                       
                                                                          
     No.    Posisi      Jumlah  Pendidikan  Keahlian   Pengalaman         
                        Personil Minimal                                  
                                                                          
     1  Pelaksana Lapangan 1 Org SMK                     2 Th             
                                          Memiliki                        
                                          (SKK/SKT)                       
                                                                          
                                          Pelaksana                       
                                                                          
                                          Bangunan                        
                                          Gedung                          
                                                                          
                                                                          
   Semua personil harus melampirkan :                                     
   1. Bukti Sertifikat Keahlian Kerja (SKK/SKA/SKT), Ijazah, KTP,serta Curriculum Vitae personil
                                                                          
     dan Referensi kerja personil dari pengguna jasa (PPK/PA/Pemberi Tugas);
                                                                          
   2. Melampirkan surat tugas personel manajerial dari Direktur perusahaan dengan
     mencantumkan nama paket pekerjaan, lokasi pekerjaan, nama personil, jabatan
                                                                          
     personil beserta keahliannya dan bermaterai;                         
                                                                          
   3. Pengalaman kerja isinya mencakup nama kegiatan, lokasi kegiatan, pejabat
     penandatangan kontrak, nama perusahaan, uraian tugas, waktu pelaksanaan, jenis
                                                                          
     keahlian dan posisi penugasan;                                       
                                                                          
   4. Pengalaman kerja pada Curiculum Vitae (CV) dihitung per tahun tanpa 
     memperhatikan lamanya pelaksanaan konstruksi (dihitung berdasarkan Tahun
                                                                          
     Anggaran);                                                           
                                                                          
   5. Masing-masing personil melampirkan SKK/SKA/SKT Sertifikat yang masih berlaku,
                                                                          
     surat pernyataan sanggup melaksanakan pekerjaan sampai dengan 100% sesuai
     spesifikasi teknis, surat pernyataan sanggup menyelesaikan pekerjaan tepat waktu,
                                                                          
     surat pernyataan bahwa personil yang bersangkutan tidak sedang bekerja/diusulkan
                                                                          
     pada paket pekerjaan lain, surat pernyataan bersedia ditugaskan di lokasi pekerjaan
                                                                          
     dan bertanggung jawab secara penuh serta Curiculum Vitae (CV) dengan 
     mencantumkan nama paket pekerjaan, lokasi pekerjaan, nama personil, jabatan
                                                                          
     personil beserta keahliannya dan bermaterai yang ditandatangani oleh yang
                                                                          
     bersangkutan dan diketahui oleh Direktur perusahaan;                 
                                                                          
                                                                          
5.  PERALATAN                                                             
                                                                          
   1. Daftar Peralatan minimal yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan :
                                                                          
                                                                          
                            Kapasitas                                     
                                       Jumh                               
    No. Jenis Alat Yang Digunakan Minimum     Kepemilikan Kondisi         
                                       (Unit)                             
          Dump Truk                                                       
     1                       4 - 5 M3   1     Sewa/Milik  Baik            
          Stamper                                                         
     2                       28 Kg      1     Sewa/Milik  Baik            
     3    Water pump        3” atau 4”  1     Sewa/Milik  Baik            
   2. Semua jenis peralatan yang diajukan oleh peserta baik itu Sewa maupun Milik disertai
                                                                          
     dengan bukti kepemilikan alat seperti jual/beli, Invoice, Kwitansi STNK dan BPKB;
                                                                          
   3. Untuk Peralatan sewa harus melampirkan surat perjanjian Sewa Pakai dari pemilik Alat yang
     di tanda tangani oleh direktur atau pemimpin perusahaan diatas materai 10.000.
                                                                          
                                                                          
                                                                          
Adapun persyaratan bahan adalah sbb :                                     
 A.  SYARAT TEKNIS BAHAN                                                  
     1.  Air                                                              
                                                                          
          Untuk seluruh pelaksanaan pekerjaan dipakai air tawar bersih yang tidak
          mengandung minyak, asam, alkali, garam, bahan-bahan organis atau bahan-bahan
          lain yang merusak bangunan.                                     
     2.  Pasir Urug                                                       
                                                                          
          Pasir untuk pengurugan, peninggian dan lain-lain tujuan, harus bersih dan keras.
     3.  Pasir pasang                                                     
          a. Butiran-butiran halus dan keras, tidak dapat dihancurkan dengan jari;
                                                                          
          b. Kadar lumpur harus kurang dari 5%;                           
          c. Butiran-butirannya harus dapat melalui ayakan persegi # 3 mm.
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
     4.                                                                   
     5.  Portland Cement (PC)                                             
                                                                          
          a. Tipe semen yang digunakan adalah Tipe 1, yaitu semen yang biasa digunakan
             untuk konstruksi (1 zak berisi 40 atau 50 kg);               
          b. Dalam pengangkutan Portland Cement (PC) ke lokasi pekerjaan, harus dijaga
                                                                          
             agar tidak terjadi lembab dan tidak kena air. Penempatan atau penyimpanannya
             harus di tempat yang terlindung, kering dan pada ketinggian minimum 25 cm
             dari lantai;                                                 
                                                                          
          c. Portland Cement (PC) yang sudah membatu (menjadi keras) tidak boleh dipakai.
     6.  Pasir Beton                                                      
          a. Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan- bahan
                                                                          
             organis, lumpur dan kotoran lainnya;                         
          b. Butiran-butiran pasir harus tajam dan keras, serta tidak dapat dihancurkan
             dengan jari;                                                 
          c. Kadar lumpur harus kurang dari 5%.                           
                                                                          
     7.  Batu Kerikil/Split                                               
          a. Gunakan batu kerikil 1 (cor) atau batu pecah/split yang bersih, dan bermutu
             baik, serta tidak berpori;                                   
                                                                          
          b. Butiran-butiran split/batu kerikil harus dapat melalui ayakan berlubang persegiØ
             40 mm dan tertinggal diatas ayakan berlubang Ø 20 mm;        
          c. Batu kerikil/split tidak boleh mengandung lumpur melebihi 1%.
                                                                          
     8.  Batu Kali/Batu Belah                                             
          a. Digunakan batu kali/batu belah yang bermutu baik, tidak berpori;
          b. Ukuran batu kali/batu belah yang digunakan yaitu antara 20 cm sampai 30 cm
             berdasarkan panjang sisi. Bentuk batu kali/batu belah diusahakan mendekati
                                                                          
             bentuk bujur sangkar atau agak bulat.                        
     9.  Beton Non Struktural                                             
          a. Beton non struktural meliputi kolom praktis, balok dinding dan lantai kerja;
                                                                          
          b. Mutu beton non struktural yang digunakan untuk pekerjaan beton yang dapat
             dicapai dengan perbandingan campuran yaitu 1 Pc : 2 Ps :3 Kr berdasarkan
             acuan berat.                                                 
                                                                          
     10. Beton Struktural                                                 
           a. Beton struktural ditujukkan untuk pekerjaan pondasi, sloof, kolom utama, balok
             induk, balok anak, plat lantai, plat atap, dan tangga;       
           b. Mutu beton struktural yang digunakan untuk pekerjaan beton yang setara
                                                                          
             dengan perbandingan campuran yaitu 1 PC : 2 Ps : 2,7 Kr berdasarkan acuan
             berat.                                                       
           c. Beton struktural disertai penulangan tulangan besi ulir (BjTS) atau besi polos
                                                                          
             (BjTP) yang memenuhi SNI sesuai dengan dokumen perencanaan.  
     11. Besi Beton                                                       
          a.  Besi beton yang digunakan adalah besi beton yang memenuhi SNI;
          b.  Jumlah dan luas tulangan yang digunakan, harus memenuhi kebutuhan minimal
              sesuai kriteria perencanaan dan memenuhi kaidah bangunan tahan gempa;
                                                                          
          c.  Jenis besi tulangan adalah:                                 
              1) Besi ulir adalah baja tulangan beton dengan bentuk khusus yang
                permukaannya memiliki sirip melintang dan rusuk memanjang yang
                                                                          
                dimaksudkan untuk menigkatkan daya lekat dan guna menahan gerakan
                membujur dari batang secara relatif terhadap beton, disingkat BjTS;
              2) Besi polos adalah baja tulangan beton berpenampang bundar dengan
                                                                          
                permukaan rata tapi tidak bersirip, disingkat BjTP.       
          d.  Ikatan, tekukan dan Panjang penyaluran memenuhi ketentuan regulasi teknis;
          e.  Besi harus bersih dan tidak mengandung minyak/lemak, asam alkali dan bebas
              dari cacat seperti serpih-serpih serta tidak berkarat;      
                                                                          
          f.  Mutu besi beton yang digunakan minimal U-24.                
          g.  Utnuk rabat lantai yang Baru m,enggunakan Besi Wiremesh M6  
          h.  Sedangkan untuk pengecoran lantai beton yg lama menggunakan kawat ayam
                                                                          
                                                                          
     12. Pasangan Dinding                                                 
          a.  Pemasangan dinding ½ bata sebagai pengunci beton rabat lantai yg baru
                                                                          
          b.  Bahan Pasangan dinding antara lain Batu Bata/Batako/Bata ringan atau bahan
              sejenis harus satu ukuran, satu warna.                      
          c.  Ukuran batu bata panjang sama dengan 2 x lebar + spesi (tebal spesi 1 - 1,2 cm)
              atau bahan sejenis;                                         
                                                                          
          d.  Warna satu sama lain harus sama dan apabila dipatahkan warna penampang
              harus sama rata;                                            
          e.  Bidang-bidangnya harus rata atau sudut-sudut harus siku atau bersudut 90
                                                                          
              derajat dan tidak boleh retak-retak.                        
     13. Cat                                                              
           a.  Cat Dinding/cat plafon                                     
               Tahan perubahan cuaca dan tidak mudah terkelupas setelah kering; Cat
                                                                          
               dinding luar dengan tipe weathershield.                    
           b.  Cat kayu/ cat besi                                         
               Tahan perubahan cuaca dan tidak mudah terkelupas setelah kering.
                                                                          
     14. Bahan Lain-Lain                                                  
          Bahan-bahan lain yang belum disebutkan, yang akan digunakan harus mendapat
          persetujuan terlebih dahulu dari Tim Perencana, Pengawas        
 B.  PERSIAPAN                                                            
                                                                          
     1. Rencana Kerja                                                     
          Dalam rencana kerja, hal-hal yang harus diperhatikan yaitu:     
          a. Inventarisasi termasuk didalamnya mempelajari gambar kerja, keberadaan
                                                                          
             material di sekitar lokasi dan kebutuhan tenaga kerja.       
          b. Jadwal pelaksanaan, mencermati kapan setiap jenis pekerjaan harus dimulai
             dan kapan harus selesai termasuk target kemajuan tiap minggu.
                                                                          
          c. Metoda pelaksanaan meliputi tenaga kerja, bahan bangunan dan alat kerja
          d. Strategi pelaksanaan, memperhatikan efisiensi dan efektivitas kerja.
     2. Penyiapan Fasilitas Sementara                                     
          Fasilitas yang diperlukan selama pelaksanaan pekerjaan antara lain:
                                                                          
          a. Direksi keet/kantor sementara untuk anggota tim pelaksana bekerja, diskusi dan
             lainnya.                                                     
          b. Gudang untuk menyimpan material dan alat yang perlu pengamanan.
                                                                          
          c. Tersedia los/area kerja untuk fabrikasi komponen-komponen (contoh: kusen,
             pintu dan jendela); dilakukan untuk mempermudah pekerja dalam melakukan
             pembuatan dan pemasangan komponen kerja;                     
          d. Penyediaan air; dilakukan untuk menyediakan air yang dibutuhkan untuk
                                                                          
             membantu pelaksanaan pekerjaan;                              
          e. Penyediaan listrik; dilakukan untuk menyediakan listrik yang dibutuhkan untuk
             membantu pelaksanaan pekerjaan;                              
                                                                          
          f. Pembuatan jalan menuju lokasi; dilakukan untuk mempermudah sirkulasi
             barang dan tenaga ke lokasi kerja.                           
     3. Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja                             
                                                                          
          a. Keselamatan kerja, dilakukan dengan disiplin kerja dan diadakan pencegahan
             terhadap kecelakaan kerja dengan memasang rambu-rambu peringatan,
             penggunaan pakaian kerja dan alat pelindung, pengaturan penempatan alat
             dan bahan yang aman terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.
                                                                          
          b. Keselamatan bahan dan bangunan, untuk bahan tertentu dan jenis pekerjaan
             tertentu yang perlu perlindungan harus dilakukan perlindungan.
          c. Keselamatan peralatan dan penunjang kerja.                   
                                                                          
                                                                          
     4. Penyiapan Lahan                                                   
          Sebelum pekerjaan bangunan dimulai, kondisi lahan harus:        
                                                                          
          a. Luasnya harus terpenuhi dengan yang disyaratkan              
          b. Lahan harus dibersihkan dari sisa tumbuhan dan kotoran lain. 
          c. Pematangan lahan (cut and fill); meliputi pemotongan, penimbunan dan
             pemadatan tanah yang dianggap perlu                          
                                                                          
          d. Hindari penempatan pondasi bangunan diatas tanah urugan baru, untuk
             menghindari penurunan.                                       
          e. Pengukuran lahan; meliputi penentuan batas-batas lokasi, kontur (kemiringan)
                                                                          
             tanah;                                                       
          f. Penentuan peil lantai (± 0.00) atau titik duga; dilakukan untuk menentukan
                                                                          
             ketinggian lantai bangunan. Ketinggian lantai bangunan adalah minimal 40 cm
             dari muka tanah atau permukaan air tertinggi jika pada lokasi terdapat
             genangan air;                                                
                                                                          
          g. Pemasangan bouwplank; dilakukan untuk menentukan as bangunan pada
             gedung yang akan dibangun. Untuk menentukan siku as bangunan dipakai
             segitiga siku-siku dengan perbandingan sisi 3:4:5            
                                                                          
          h. Perhitungan Panjang-lebar-luas-kubikasi: pek. Konstruksi meliputi dinding,
             pondasi, lantai dst, berdasarkan pengukuran as ke as, sesuai kaidah teknis yang
             berlaku.                                                     
                                                                          
                                                                          
 C.  PELAKSANAAN PEKERJAAN                                                
     1. Pekerjaan Struktural                                              
          1) Pondasi Beton Bertulang                                      
                                                                          
             a) Lingkup pekerjaan                                         
               Pekerjaan galian dan urugan tanah, pekerjaan anti rayap (untuk daerahyang
               terdapat banyak rayap) dan pembuatan pondasi.              
                                                                          
             b) Bahan yang digunakan                                      
               PC, pasir beton, kerikil/split, besi beton dan kawat bendrat.
             c) Penjelasan pekerjaan                                      
                                                                          
               Siapkan lantai kerja dari spesi 1 PC : 5 Ps setebal ± 5 cm, letakkan pembesian
               dengan dengan ukuran minimal 12 mm untuk tulanganutama dan 8 mm
               untuk begel, cor campuran beton dengan spesi 1 Pc: 2Ps : 3 Kr. Pada lokasi-
               lokasi yang tidak menemukan tanah keras, maka dapat dibantu dengan
                                                                          
               pemasangan cerucuk dari kayu (ulin/besi/dolken) atau bambu dengan
               meruncingkan ujung kayu yang akan dipancang sampai mencapai tanah
               keras.                                                     
                                                                          
        b. Pekerjaan Beton Rabat                                          
          1) Lingkup pekerjaan                                            
             Pekerjaan bekisting, pembesian, pengecoran Beton rabat Lantai
          2) Bahan yang digunakan                                         
                                                                          
             Kayu bekisting, PC, pasir beton, besi beton dan kawat bendratBesi wiremesh M6
          3) Penjelasan pekerjaan                                         
             a) Pekerjaan papan bekisting                                 
                                                                          
                (1) Bekisting harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran sloof dan
                    balok sesuai gambar. Dengan perkuatan yang cukup kokoh agar
                    bentuk sloof dan balok tidak berubah dan tetap pada kedudukannya;
                                                                          
                (2) Sebelum pengecoran, permukaan bekisting harus bebas darikotoran-
                    kotoran seperti serbuk gergaji, potongan kayu, tanah dan
                    sebagainya. Selain itu permukaan dalamnya sebaiknya dilapisi
                    oli/pelumas bekas agar setelah pengecoran selesai, bekisting mudah
                                                                          
                    dibongkar tanpa merusak permukaan beton;              
                (3) Setelah pengecoran tidak diizinkan mengganggu proses pengerasan
                                                                          
                    beton dengan menghindarkan dari benturan benda keras selama 3 x
                    24 jam;                                               
                (4) Beton harus dilindungi dari kemungkinan cacat yang diakibatkan dari
                                                                          
                    pekerjaan-pekerjaan lain. Bagian beton setelah dicor selama dalam
                    masa pengerasan harus selalu dibasahi dengan air secara terus-
                    menerus minimal selama 3 hari.                        
                                                                          
             b) Pekerjaan pembesian                                       
                (1) Perakitan besi tulangan sesuai gambar;                
                (2) Besi yang digunakan pada pengecoran lantai baru menggunakan
                                                                          
                    Wiremesh M.6                                          
                (3) Tulangan beton harus diikat dengan kawat beton (bendraat) untuk
                    menjaga ketebalan selimut beton maka antara tulangan pokok dan
                    bekisting perlu dipasang beton tahu (decking) setebal kurang lebih 2
                                                                          
                    cm;                                                   
                (4) Setiap sambungan konstruksi (stek) yang direncanakan untuk
                    dilanjutkan, maka pembesian harus dilebihkan minimal 40 x d
                                                                          
                    (diameter).                                           
             c) Pengecoran beton                                          
                (1) Pengecoran Beton Cor Lantai Beton lama dan pelebaran beton Baru
                                                                          
                (2) Pengadukan beton struktural disarankan menggunakan mesin molen
                    atau readymix dengan mutu beton yang telah ditentukan;
                (3) Bila diaduk secara manual, pengadukan harus dilakukan dalam
                    wadah pengadukan, tidak boleh dilakukan langsung diatas tanah;
                                                                          
                (4) Ukuran tempat pengadukan beton yaitu 2 m x 2,5 m, tinggi tanggulan
                    20 cm. Bila menggunakan molen, tempat ini bisa juga digunakan
                    sebagai tempat penuangan adukan beton dari molen;     
                                                                          
                (5) Sebelum dilakukan pengecoran, cetakan wajib dibersihkan dan
                    disiram, kekentalan adukan beton (slump) harus diawasi;
                (6) Pengecoran harus dilakukan sebaik mungkin dan untuk menjamin
                    beton cukup padat digunakan alat penggetar (vibrator), atau dengan
                                                                          
                    cara manual ( menusuk-nusuk adukan dengan besi dia 13mm.
                (7) Apabila terjadi pemberhentian pengecoran pada balok dan lantai
                    makaharus berhenti pada jarak 1/5 bentang dan sebelum dilanjutkan
                                                                          
                    pengecoran harus diberikan pasta semen (air semen) terlebih dahulu
                    pada permukaan yang akan dilanjutkan.                 
        c. Pekerjaan Paving Block                                         
                                                                          
              Pekerjaan ini meliputi seluruh proses pemasangan paving block, mulai dari
          persiapan, pekerjaan tanah dasar, pemasangan lapis pondasi bawah, pemasangan
          pasir alas (bedding sand), pemasangan paving block, pengisian nat, pemadatan
                                                                          
          akhir, hingga pembersihan lokasi kerja.                         
                                                                          
          1.2 Acuan Standar                                               
                                                                          
          Pekerjaan mengacu pada standar dan pedoman yang berlaku, antara lain:
          •  SNI 03-0691-1996 : Bata Beton (Paving Block)                 
          •  Spesifikasi Umum Bina Marga (Edisi terbaru)                  
                                                                          
          •  Gambar kerja dan dokumen kontrak yang disetujui              
          1.3 Mutu Pekerjaan                                              
             Pekerjaan harus dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan memenuhi standar,
             termasuk mutu material, metode pelaksanaan, dan hasil pekerjaan.
                                                                          
          2. Bahan                                                        
          2.1 Paving Block                                                
            •  Mutu beton minimum: K-300 atau sesuai gambar kerja         
                                                                          
            •  Ketebalan:                                                 
                 ▪  6 cm untuk pejalan kaki                               
                 ▪  8 cm untuk kendaraan ringan                           
                                                                          
                 ▪  10 cm untuk area beban berat                          
            •  Dimensi dan bentuk sesuai desain (bata, hexagonal, zigzag, dsb.)
            •  Warna: Natural atau berwarna sesuai kebutuhan              
          2.2 Pasir Alas (Bedding Sand)                                   
                                                                          
            •  Pasir halus bersih, bebas lumpur dan organik               
            •  Ukuran butir 0–5 mm                                        
            •  Ketebalan setelah pemadatan: ±3–5 cm                       
                                                                          
          2.3 Lapis Pondasi Bawah (LPB)                                   
            •  Material: Sirtu/limestone atau crusher run                 
            •  Ketebalan lapisan: 10–20 cm sesuai desain                  
            •  Kadar air optimum sebelum pemadatan                        
                                                                          
          2.4 Pasir Pengisi Nat                                           
            •  Pasir kering, halus, dan bersih                            
                                                                          
                                                                          
          3. Peralatan                                                    
            Peralatan minimal yang harus disediakan, antara lain:         
                                                                          
            •  Stamper/roller                                             
            •  Waterpass/selang ukur                                      
            •  Alat pemotong paving                                       
                                                                          
            •  Alat bantu pemasangan (benang, palu karet, dll.)           
                                                                          
                                                                          
                                                                          
          4.                                                              
          5. Metode Pelaksanaan                                           
                                                                          
          5.1 Persiapan                                                   
            •  Membersihkan area kerja dari sampah dan material lain      
            •  Menentukan elevasi dan pemasangan patok/bouwplank          
                                                                          
            •  Menyiapkan jalur kerja dan area penyimpanan material       
          5.2 Pekerjaan Tanah Dasar (Subgrade)                            
            •  Mengupas tanah lunak jika diperlukan                       
                                                                          
            •  Meratakan dan memadatkan tanah dasar                       
            •  CBR minimum sesuai ketentuan (umumnya >6%)                 
          5.3 Pemasangan Lapis Pondasi Bawah                              
                                                                          
            •  Menyebarkan material LPB setebal 10–20 cm                  
            •  Memadatkan dengan roller atau stamper sampai mencapai kepadatan
               minimal 95% Proctor                                        
            •  Memastikan elevasi sesuai gambar                           
                                                                          
          5.4 Pemasangan Pasir Alas                                       
            •  Menyebarkan pasir halus setebal 3–5 cm                     
            •  Meratakan dengan screed board                              
                                                                          
            •  Tidak boleh dipadatkan sebelum pemasangan paving block     
          5.5 Pemasangan Paving Block                                     
            •  Pemasangan dimulai dari titik terendah                     
                                                                          
            •  Mengikuti pola pemasangan sesuai gambar                    
            •  Menjaga garis lurus dan kerataan permukaan                 
            •  Paving dipasang rapat namun tidak dipukul keras            
          5.6 Pengisian Nat                                               
                                                                          
            •  Menyapu pasir kering hingga mengisi celah antar paving block
            •  Ulangi sampai nat terisi sempurna                          
          5.7 Pemadatan Akhir                                             
                                                                          
            •  Pemadatan dilakukan menggunakan plate compactor            
            •  Permukaan akhir harus rata dan sesuai elevasi              
          5.8 Pembersihan                                                 
            •  Membersihkan sisa pasir dan material lain pada area terpasang
                                                                          
                                                                          
        d. PEKERJAAN KORAL SIKAT                                          
          1.1 Lingkup Pekerjaan                                           
                                                                          
             Pekerjaan ini meliputi seluruh kegiatan pelaksanaan finishing lantai
             menggunakan koral sikat (exposed aggregate), mulai dari persiapan, pekerjaan
             pengecoran beton dasar, penaburan koral, penyikatan, finishing, hingga
                                                                          
             pemeriksaan mutu dan pembersihan.                            
          1.2 Acuan Standar                                               
             Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada standar dan pedoman berikut:
                                                                          
             • SNI 03-2834-2000: Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal
             • Spesifikasi Umum Bina Marga (Edisi Terbaru)                
             • Gambar kerja dan dokumen kontrak                           
                                                                          
             • Petunjuk teknis pelaksanaan finishing koral sikat          
          1.3 Mutu Pekerjaan                                              
             Seluruh material dan hasil pekerjaan harus memenuhi persyaratan kualitas
             sesuai spesifikasi teknik, serta menghasilkan permukaan koral sikat yang rapi,
                                                                          
             padat, rata, dan tidak mudah terkelupas.                     
                                                                          
                                                                          
          2. Bahan                                                        
          2.1 Beton Dasar                                                 
            • Mutu beton: Minimal K-175 atau sesuai gambar kerja          
                                                                          
            • Slump: 7–12 cm (untuk memudahkan finishing)                 
            • Ketebalan beton: 7–10 cm atau sesuai desain                 
          2.2 Batu Koral                                                  
            • Jenis: Koral alam / gravel halus / batu hias                
                                                                          
            • Ukuran butir: 5–10 mm                                       
            • Warna: Natural / hitam / putih / campuran sesuai desain     
            • Koral harus dicuci bersih, bebas lumpur, tanah, dan bahan organik
                                                                          
          2.3 Bahan Pendukung                                             
            • Semen Portland                                              
            • Air bersih yang memenuhi standar konstruksi                 
                                                                          
            • Bahan curing (curing compound / plastik)                    
                                                                          
                                                                          
          3. Peralatan                                                    
            Peralatan minimal yang harus disediakan:                      
            • Molen pengaduk beton                                        
                                                                          
            • Cetok, roskam, dan alat finishing beton                     
            • Sikat kawat halus untuk proses "sikat"                      
            • Ember dan alat penyiram air                                 
            • Alat ukur (waterpass, meteran)                              
                                                                          
                                                                          
          4. Metode Pelaksanaan                                           
                                                                          
          4.1 Persiapan                                                   
            • Membersihkan lokasi pekerjaan dari sampah, debu, rumput, atau material lain.
            • Memasang patok dan menentukan elevasi permukaan.            
                                                                          
            • Menyiapkan bekisting bila diperlukan.                       
          4.2 Pengecoran Beton Dasar                                      
            • Menghamparkan beton sesuai ketebalan desain.                
                                                                          
            • Meratakan permukaan menggunakan roskam kayu.                
            • Beton tidak boleh terlalu cair agar tidak menyebabkan segregasi.
          4.3 Penaburan Koral                                             
            • Menaburkan batu koral secara merata di atas permukaan beton segar.
            • Kepadatan penaburan harus memastikan seluruh permukaan tertutup.
            • Mengepress koral agar menempel kuat pada beton menggunakan roskam.
          4.4 Penyikatan (Koral Sikat)                                    
                                                                          
            Proses penyikatan dilakukan setelah beton mulai mengeras (setengah kering):
            • Menyiram permukaan dengan sedikit air.                      
            • Menggosok permukaan menggunakan sikat kawat halus.          
                                                                          
            • Menghilangkan lapisan tipis semen pada permukaan sehingga agregat terlihat
             (exposed).                                                   
            • Hasil akhir harus rata, tidak bergelombang, dan agregat muncul merata.
          4.5 Pembersihan Akhir dan Curing                                
                                                                          
            • Membersihkan sisa semen pada permukaan dengan air.          
            • Melakukan curing minimal 3 hari agar beton tidak retak.     
            • Menutup permukaan dengan plastik bila cuaca panas ekstrem.  
                                                                          
                                                                          
          5. Pengendalian Mutu                                            
                                                                          
            • Memeriksa mutu beton sesuai standar.                        
            • Memastikan koral bersih dan tidak bercampur lumpur.         
            • Memeriksa kerapian dan kerataan permukaan (toleransi max 1 cm per 3 m).
                                                                          
            • Memastikan agregat muncul merata di seluruh permukaan.      
                                                                          
                                                                          
     2. PEKERJAAN ARSITEKTURAL                                            
                                                                          
          a. Pekerjaan Dinding                                            
             1) Lingkup pekerjaan                                         
               Pemasangan dinding, plesteran, dan acian dinding Pengunci Rabat
                                                                          
             2) Bahan yang digunakan                                      
               Batu bata/ bata ringan, pasir pasang, PC.                  
             3) Penjelasan pekerjaan                                      
                a) Untuk pasangan dinding dipakai spesi 1 PC : 5 Ps. Untuk trasraam dipakai
                                                                          
                 spesi 1 PC : 3 Ps;                                       
                b) Ketinggian trasraam dari permukaan sloof minimal adalah 30 cm. Kecuali
                 kamar mandi termasuk daerah rawa atau mengandung air, maka
                                                                          
                 ketinggian trasraam adalah 1.5 m;                        
                c) Ketinggian perhari dalam pemasangan dinding bata untuk menjaga
                 kekuatan dinding bata adalah 1.5 m;                      
                                                                          
                d) Bidang dinding yang luasnya lebih besar 12 m² harus ditambahkan kolom
                 praktis dengan tulangan besi 4 Ø 10, beugel Ø 8 – 20;    
                e) Bagian pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagianpekerjaan
                 beton (kolom) harus diberi penguat stek-stek Ø 10 mm, jarak50 cm, yang
                                                                          
                 terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaanbeton dan
                 bagian yang ditanam dalam pasangan bata sekurang- kurangnya 30 cm,
                 kecuali ditentukan lain.                                 
                                                                          
                                                                          
                                                                          
  D. PENYELESAIAN                                                         
     Sebelum pekerjaan diserah terimakan, pelaksana lapangan diwajibkan membersihkan
     bahan-bahan bangunan, kotoran-kotoran bekas yang ada dalam lokasi bangunan, sehingga
                                                                          
     pada saat serah terima dilaksanakan, bangunan dalam keadaan bersih dan rapi.
                                                                          
                                                                          
                                                                          
  E.  PENUTUP                                                             
       Apabila didalam RKS / Bestek ini tidak tercantum uraian–uraian dan ketentuan ketentuan yang sebenarnya
       yang termasuk dalam pekerjaan Penyedia Jasa Konstruksi, maka pekerjaan lain yang belum diatur dalam
                                                                          
       ketentuan ini, akan ditentukan kemudian. Apabila dilakukan perbaikan (tambah kurang) harus atas
       persetujuan Direksi Pekerjaan / Kuasa Pengguna Anggaran/KPA.       
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                             Praya, 17 November 2025                      
                                                                          
                          Pejabat Pembuat Komitmen                        
                               Kepala Dinas                               
                           Kepemudaan dan Olahraga                        
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                           (H. MAHLAN, S.Sos