URAIAN PEKERJAAN
Program :
Program Pengembangan Kapasitas Daya Saing Keolahragaan
Tahun 2025
Pekerjaan :
Penataan Lapangan Bakti Puyung
1. PAKET PEKERJAAN
a. Nama Program : Program Pengembangan Kapasitas Daya Saing Keolahragaan;
b. Nama Kegiatan : Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Pendidikan pada Jenjang
Pendidikan yang Menjadi Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota
c. Nama Paket : Penataan Lapangan Bakti Puyung
2. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini selama 35 hari kalender, sejak SPMK mulai
diterbitkan dan masa pemeliharaan Pekerjaan ini selama 90 (Sembilan Puluh) Hari terhitung
sejak serah terima pertama pekerjaan konstruksi.
3. LINGKUP PEKERJAAN
a. Lingkup pekerjaaan yang akan dilaksanakan / dikerjakan:
Adapun item pekerjaan antara lain sebagai berikut :
I PEKERJAAN PERSIAPAN
II PEKERJAAN TANAH
III PEKERJAAN PASANGAN dan BETON
IV PEKERJAAN BESI
Secara lengkap seluruh jenis pekerjaan tersebut dapat disesuaikan/dilihat dan
tercantum pada RAB dan Gambar Kerja.
Lingkup kegiatan yang akan dilaksanakan adalah dengan keterangan sebagai berikut :
NO URAIAN PEKERJAAN VOLUME SAT.
1 2 3 4
A. Penataan Lapangan Bakti Puyung
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1 Pembersihan Lokasi Pekerjaan 1,00 Keg
2 Papan Nama Proyek 1,00 Keg
II. PEKERJAAN TANAH
1 Pekerjaan Galian 3,00 m³
2 Urugan Tanah 58,32 m³
III. PEKERJAAN PASANGAN dan BESI
1 Pekerjaan Pondasi Foot Plat Backdroof
- Beton 0,86 m3
- Bekisting 7,20 m2
- Besi 17,77 Kg
2 Pekerjaan Beton Kolom
- Beton 0,61 m3
- Bekisting 6,08 m2
- Besi 27,82 Kg
3 Pas. Bata Merah 25,22 m²
4 Pekerjaan Plesteran Dinding 1 : 5 14,00 m²
5 Pekerjaan Acian Dinding 14,00 m²
6 Pekerjaan Pengecatan Dinding 120,00 m²
7 Pekerjaan Pemasangan Paving Kotak 20 x 20 Tebal : 8 cm 378,41 m²
8 Pekerjaan Koral Sikat 30,00 m²
9 Pekerjaan Rabat Beton lantai 4,00 m'
10 Pemasangan Besi Kotak Galvanis 60 X 60 98,40 m'
11 Pemasangan Besi Kotak Galvanis 40 X 40 15,20 m'
12 Pekerjaan Finishing Kolom 14,00 Bh
4. PERSONIL
Memiliki kemampuan menyediakan personel manajerial untuk pelaksanaan pekerjaan,
yaitu:
PERSONIL
No. Posisi Jumlah Pendidikan Keahlian Pengalaman
Personil Minimal
1 Pelaksana Lapangan 1 Org SMK 2 Th
Memiliki
(SKK/SKT)
Pelaksana
Bangunan
Gedung
Semua personil harus melampirkan :
1. Bukti Sertifikat Keahlian Kerja (SKK/SKA/SKT), Ijazah, KTP,serta Curriculum Vitae personil
dan Referensi kerja personil dari pengguna jasa (PPK/PA/Pemberi Tugas);
2. Melampirkan surat tugas personel manajerial dari Direktur perusahaan dengan
mencantumkan nama paket pekerjaan, lokasi pekerjaan, nama personil, jabatan
personil beserta keahliannya dan bermaterai;
3. Pengalaman kerja isinya mencakup nama kegiatan, lokasi kegiatan, pejabat
penandatangan kontrak, nama perusahaan, uraian tugas, waktu pelaksanaan, jenis
keahlian dan posisi penugasan;
4. Pengalaman kerja pada Curiculum Vitae (CV) dihitung per tahun tanpa
memperhatikan lamanya pelaksanaan konstruksi (dihitung berdasarkan Tahun
Anggaran);
5. Masing-masing personil melampirkan SKK/SKA/SKT Sertifikat yang masih berlaku,
surat pernyataan sanggup melaksanakan pekerjaan sampai dengan 100% sesuai
spesifikasi teknis, surat pernyataan sanggup menyelesaikan pekerjaan tepat waktu,
surat pernyataan bahwa personil yang bersangkutan tidak sedang bekerja/diusulkan
pada paket pekerjaan lain, surat pernyataan bersedia ditugaskan di lokasi pekerjaan
dan bertanggung jawab secara penuh serta Curiculum Vitae (CV) dengan
mencantumkan nama paket pekerjaan, lokasi pekerjaan, nama personil, jabatan
personil beserta keahliannya dan bermaterai yang ditandatangani oleh yang
bersangkutan dan diketahui oleh Direktur perusahaan;
5. PERALATAN
1. Daftar Peralatan minimal yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan :
Kapasitas
Jumh
No. Jenis Alat Yang Digunakan Minimum Kepemilikan Kondisi
(Unit)
Dump Truk
1 4 - 5 M3 1 Sewa/Milik Baik
Stamper
2 28 Kg 1 Sewa/Milik Baik
3 Water pump 3” atau 4” 1 Sewa/Milik Baik
2. Semua jenis peralatan yang diajukan oleh peserta baik itu Sewa maupun Milik disertai
dengan bukti kepemilikan alat seperti jual/beli, Invoice, Kwitansi STNK dan BPKB;
3. Untuk Peralatan sewa harus melampirkan surat perjanjian Sewa Pakai dari pemilik Alat yang
di tanda tangani oleh direktur atau pemimpin perusahaan diatas materai 10.000.
Adapun persyaratan bahan adalah sbb :
A. SYARAT TEKNIS BAHAN
1. Air
Untuk seluruh pelaksanaan pekerjaan dipakai air tawar bersih yang tidak
mengandung minyak, asam, alkali, garam, bahan-bahan organis atau bahan-bahan
lain yang merusak bangunan.
2. Pasir Urug
Pasir untuk pengurugan, peninggian dan lain-lain tujuan, harus bersih dan keras.
3. Pasir pasang
a. Butiran-butiran halus dan keras, tidak dapat dihancurkan dengan jari;
b. Kadar lumpur harus kurang dari 5%;
c. Butiran-butirannya harus dapat melalui ayakan persegi # 3 mm.
4.
5. Portland Cement (PC)
a. Tipe semen yang digunakan adalah Tipe 1, yaitu semen yang biasa digunakan
untuk konstruksi (1 zak berisi 40 atau 50 kg);
b. Dalam pengangkutan Portland Cement (PC) ke lokasi pekerjaan, harus dijaga
agar tidak terjadi lembab dan tidak kena air. Penempatan atau penyimpanannya
harus di tempat yang terlindung, kering dan pada ketinggian minimum 25 cm
dari lantai;
c. Portland Cement (PC) yang sudah membatu (menjadi keras) tidak boleh dipakai.
6. Pasir Beton
a. Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan- bahan
organis, lumpur dan kotoran lainnya;
b. Butiran-butiran pasir harus tajam dan keras, serta tidak dapat dihancurkan
dengan jari;
c. Kadar lumpur harus kurang dari 5%.
7. Batu Kerikil/Split
a. Gunakan batu kerikil 1 (cor) atau batu pecah/split yang bersih, dan bermutu
baik, serta tidak berpori;
b. Butiran-butiran split/batu kerikil harus dapat melalui ayakan berlubang persegiØ
40 mm dan tertinggal diatas ayakan berlubang Ø 20 mm;
c. Batu kerikil/split tidak boleh mengandung lumpur melebihi 1%.
8. Batu Kali/Batu Belah
a. Digunakan batu kali/batu belah yang bermutu baik, tidak berpori;
b. Ukuran batu kali/batu belah yang digunakan yaitu antara 20 cm sampai 30 cm
berdasarkan panjang sisi. Bentuk batu kali/batu belah diusahakan mendekati
bentuk bujur sangkar atau agak bulat.
9. Beton Non Struktural
a. Beton non struktural meliputi kolom praktis, balok dinding dan lantai kerja;
b. Mutu beton non struktural yang digunakan untuk pekerjaan beton yang dapat
dicapai dengan perbandingan campuran yaitu 1 Pc : 2 Ps :3 Kr berdasarkan
acuan berat.
10. Beton Struktural
a. Beton struktural ditujukkan untuk pekerjaan pondasi, sloof, kolom utama, balok
induk, balok anak, plat lantai, plat atap, dan tangga;
b. Mutu beton struktural yang digunakan untuk pekerjaan beton yang setara
dengan perbandingan campuran yaitu 1 PC : 2 Ps : 2,7 Kr berdasarkan acuan
berat.
c. Beton struktural disertai penulangan tulangan besi ulir (BjTS) atau besi polos
(BjTP) yang memenuhi SNI sesuai dengan dokumen perencanaan.
11. Besi Beton
a. Besi beton yang digunakan adalah besi beton yang memenuhi SNI;
b. Jumlah dan luas tulangan yang digunakan, harus memenuhi kebutuhan minimal
sesuai kriteria perencanaan dan memenuhi kaidah bangunan tahan gempa;
c. Jenis besi tulangan adalah:
1) Besi ulir adalah baja tulangan beton dengan bentuk khusus yang
permukaannya memiliki sirip melintang dan rusuk memanjang yang
dimaksudkan untuk menigkatkan daya lekat dan guna menahan gerakan
membujur dari batang secara relatif terhadap beton, disingkat BjTS;
2) Besi polos adalah baja tulangan beton berpenampang bundar dengan
permukaan rata tapi tidak bersirip, disingkat BjTP.
d. Ikatan, tekukan dan Panjang penyaluran memenuhi ketentuan regulasi teknis;
e. Besi harus bersih dan tidak mengandung minyak/lemak, asam alkali dan bebas
dari cacat seperti serpih-serpih serta tidak berkarat;
f. Mutu besi beton yang digunakan minimal U-24.
g. Utnuk rabat lantai yang Baru m,enggunakan Besi Wiremesh M6
h. Sedangkan untuk pengecoran lantai beton yg lama menggunakan kawat ayam
12. Pasangan Dinding
a. Pemasangan dinding ½ bata sebagai pengunci beton rabat lantai yg baru
b. Bahan Pasangan dinding antara lain Batu Bata/Batako/Bata ringan atau bahan
sejenis harus satu ukuran, satu warna.
c. Ukuran batu bata panjang sama dengan 2 x lebar + spesi (tebal spesi 1 - 1,2 cm)
atau bahan sejenis;
d. Warna satu sama lain harus sama dan apabila dipatahkan warna penampang
harus sama rata;
e. Bidang-bidangnya harus rata atau sudut-sudut harus siku atau bersudut 90
derajat dan tidak boleh retak-retak.
13. Cat
a. Cat Dinding/cat plafon
Tahan perubahan cuaca dan tidak mudah terkelupas setelah kering; Cat
dinding luar dengan tipe weathershield.
b. Cat kayu/ cat besi
Tahan perubahan cuaca dan tidak mudah terkelupas setelah kering.
14. Bahan Lain-Lain
Bahan-bahan lain yang belum disebutkan, yang akan digunakan harus mendapat
persetujuan terlebih dahulu dari Tim Perencana, Pengawas
B. PERSIAPAN
1. Rencana Kerja
Dalam rencana kerja, hal-hal yang harus diperhatikan yaitu:
a. Inventarisasi termasuk didalamnya mempelajari gambar kerja, keberadaan
material di sekitar lokasi dan kebutuhan tenaga kerja.
b. Jadwal pelaksanaan, mencermati kapan setiap jenis pekerjaan harus dimulai
dan kapan harus selesai termasuk target kemajuan tiap minggu.
c. Metoda pelaksanaan meliputi tenaga kerja, bahan bangunan dan alat kerja
d. Strategi pelaksanaan, memperhatikan efisiensi dan efektivitas kerja.
2. Penyiapan Fasilitas Sementara
Fasilitas yang diperlukan selama pelaksanaan pekerjaan antara lain:
a. Direksi keet/kantor sementara untuk anggota tim pelaksana bekerja, diskusi dan
lainnya.
b. Gudang untuk menyimpan material dan alat yang perlu pengamanan.
c. Tersedia los/area kerja untuk fabrikasi komponen-komponen (contoh: kusen,
pintu dan jendela); dilakukan untuk mempermudah pekerja dalam melakukan
pembuatan dan pemasangan komponen kerja;
d. Penyediaan air; dilakukan untuk menyediakan air yang dibutuhkan untuk
membantu pelaksanaan pekerjaan;
e. Penyediaan listrik; dilakukan untuk menyediakan listrik yang dibutuhkan untuk
membantu pelaksanaan pekerjaan;
f. Pembuatan jalan menuju lokasi; dilakukan untuk mempermudah sirkulasi
barang dan tenaga ke lokasi kerja.
3. Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja
a. Keselamatan kerja, dilakukan dengan disiplin kerja dan diadakan pencegahan
terhadap kecelakaan kerja dengan memasang rambu-rambu peringatan,
penggunaan pakaian kerja dan alat pelindung, pengaturan penempatan alat
dan bahan yang aman terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.
b. Keselamatan bahan dan bangunan, untuk bahan tertentu dan jenis pekerjaan
tertentu yang perlu perlindungan harus dilakukan perlindungan.
c. Keselamatan peralatan dan penunjang kerja.
4. Penyiapan Lahan
Sebelum pekerjaan bangunan dimulai, kondisi lahan harus:
a. Luasnya harus terpenuhi dengan yang disyaratkan
b. Lahan harus dibersihkan dari sisa tumbuhan dan kotoran lain.
c. Pematangan lahan (cut and fill); meliputi pemotongan, penimbunan dan
pemadatan tanah yang dianggap perlu
d. Hindari penempatan pondasi bangunan diatas tanah urugan baru, untuk
menghindari penurunan.
e. Pengukuran lahan; meliputi penentuan batas-batas lokasi, kontur (kemiringan)
tanah;
f. Penentuan peil lantai (± 0.00) atau titik duga; dilakukan untuk menentukan
ketinggian lantai bangunan. Ketinggian lantai bangunan adalah minimal 40 cm
dari muka tanah atau permukaan air tertinggi jika pada lokasi terdapat
genangan air;
g. Pemasangan bouwplank; dilakukan untuk menentukan as bangunan pada
gedung yang akan dibangun. Untuk menentukan siku as bangunan dipakai
segitiga siku-siku dengan perbandingan sisi 3:4:5
h. Perhitungan Panjang-lebar-luas-kubikasi: pek. Konstruksi meliputi dinding,
pondasi, lantai dst, berdasarkan pengukuran as ke as, sesuai kaidah teknis yang
berlaku.
C. PELAKSANAAN PEKERJAAN
1. Pekerjaan Struktural
1) Pondasi Beton Bertulang
a) Lingkup pekerjaan
Pekerjaan galian dan urugan tanah, pekerjaan anti rayap (untuk daerahyang
terdapat banyak rayap) dan pembuatan pondasi.
b) Bahan yang digunakan
PC, pasir beton, kerikil/split, besi beton dan kawat bendrat.
c) Penjelasan pekerjaan
Siapkan lantai kerja dari spesi 1 PC : 5 Ps setebal ± 5 cm, letakkan pembesian
dengan dengan ukuran minimal 12 mm untuk tulanganutama dan 8 mm
untuk begel, cor campuran beton dengan spesi 1 Pc: 2Ps : 3 Kr. Pada lokasi-
lokasi yang tidak menemukan tanah keras, maka dapat dibantu dengan
pemasangan cerucuk dari kayu (ulin/besi/dolken) atau bambu dengan
meruncingkan ujung kayu yang akan dipancang sampai mencapai tanah
keras.
b. Pekerjaan Beton Rabat
1) Lingkup pekerjaan
Pekerjaan bekisting, pembesian, pengecoran Beton rabat Lantai
2) Bahan yang digunakan
Kayu bekisting, PC, pasir beton, besi beton dan kawat bendratBesi wiremesh M6
3) Penjelasan pekerjaan
a) Pekerjaan papan bekisting
(1) Bekisting harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran sloof dan
balok sesuai gambar. Dengan perkuatan yang cukup kokoh agar
bentuk sloof dan balok tidak berubah dan tetap pada kedudukannya;
(2) Sebelum pengecoran, permukaan bekisting harus bebas darikotoran-
kotoran seperti serbuk gergaji, potongan kayu, tanah dan
sebagainya. Selain itu permukaan dalamnya sebaiknya dilapisi
oli/pelumas bekas agar setelah pengecoran selesai, bekisting mudah
dibongkar tanpa merusak permukaan beton;
(3) Setelah pengecoran tidak diizinkan mengganggu proses pengerasan
beton dengan menghindarkan dari benturan benda keras selama 3 x
24 jam;
(4) Beton harus dilindungi dari kemungkinan cacat yang diakibatkan dari
pekerjaan-pekerjaan lain. Bagian beton setelah dicor selama dalam
masa pengerasan harus selalu dibasahi dengan air secara terus-
menerus minimal selama 3 hari.
b) Pekerjaan pembesian
(1) Perakitan besi tulangan sesuai gambar;
(2) Besi yang digunakan pada pengecoran lantai baru menggunakan
Wiremesh M.6
(3) Tulangan beton harus diikat dengan kawat beton (bendraat) untuk
menjaga ketebalan selimut beton maka antara tulangan pokok dan
bekisting perlu dipasang beton tahu (decking) setebal kurang lebih 2
cm;
(4) Setiap sambungan konstruksi (stek) yang direncanakan untuk
dilanjutkan, maka pembesian harus dilebihkan minimal 40 x d
(diameter).
c) Pengecoran beton
(1) Pengecoran Beton Cor Lantai Beton lama dan pelebaran beton Baru
(2) Pengadukan beton struktural disarankan menggunakan mesin molen
atau readymix dengan mutu beton yang telah ditentukan;
(3) Bila diaduk secara manual, pengadukan harus dilakukan dalam
wadah pengadukan, tidak boleh dilakukan langsung diatas tanah;
(4) Ukuran tempat pengadukan beton yaitu 2 m x 2,5 m, tinggi tanggulan
20 cm. Bila menggunakan molen, tempat ini bisa juga digunakan
sebagai tempat penuangan adukan beton dari molen;
(5) Sebelum dilakukan pengecoran, cetakan wajib dibersihkan dan
disiram, kekentalan adukan beton (slump) harus diawasi;
(6) Pengecoran harus dilakukan sebaik mungkin dan untuk menjamin
beton cukup padat digunakan alat penggetar (vibrator), atau dengan
cara manual ( menusuk-nusuk adukan dengan besi dia 13mm.
(7) Apabila terjadi pemberhentian pengecoran pada balok dan lantai
makaharus berhenti pada jarak 1/5 bentang dan sebelum dilanjutkan
pengecoran harus diberikan pasta semen (air semen) terlebih dahulu
pada permukaan yang akan dilanjutkan.
c. Pekerjaan Paving Block
Pekerjaan ini meliputi seluruh proses pemasangan paving block, mulai dari
persiapan, pekerjaan tanah dasar, pemasangan lapis pondasi bawah, pemasangan
pasir alas (bedding sand), pemasangan paving block, pengisian nat, pemadatan
akhir, hingga pembersihan lokasi kerja.
1.2 Acuan Standar
Pekerjaan mengacu pada standar dan pedoman yang berlaku, antara lain:
• SNI 03-0691-1996 : Bata Beton (Paving Block)
• Spesifikasi Umum Bina Marga (Edisi terbaru)
• Gambar kerja dan dokumen kontrak yang disetujui
1.3 Mutu Pekerjaan
Pekerjaan harus dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan memenuhi standar,
termasuk mutu material, metode pelaksanaan, dan hasil pekerjaan.
2. Bahan
2.1 Paving Block
• Mutu beton minimum: K-300 atau sesuai gambar kerja
• Ketebalan:
▪ 6 cm untuk pejalan kaki
▪ 8 cm untuk kendaraan ringan
▪ 10 cm untuk area beban berat
• Dimensi dan bentuk sesuai desain (bata, hexagonal, zigzag, dsb.)
• Warna: Natural atau berwarna sesuai kebutuhan
2.2 Pasir Alas (Bedding Sand)
• Pasir halus bersih, bebas lumpur dan organik
• Ukuran butir 0–5 mm
• Ketebalan setelah pemadatan: ±3–5 cm
2.3 Lapis Pondasi Bawah (LPB)
• Material: Sirtu/limestone atau crusher run
• Ketebalan lapisan: 10–20 cm sesuai desain
• Kadar air optimum sebelum pemadatan
2.4 Pasir Pengisi Nat
• Pasir kering, halus, dan bersih
3. Peralatan
Peralatan minimal yang harus disediakan, antara lain:
• Stamper/roller
• Waterpass/selang ukur
• Alat pemotong paving
• Alat bantu pemasangan (benang, palu karet, dll.)
4.
5. Metode Pelaksanaan
5.1 Persiapan
• Membersihkan area kerja dari sampah dan material lain
• Menentukan elevasi dan pemasangan patok/bouwplank
• Menyiapkan jalur kerja dan area penyimpanan material
5.2 Pekerjaan Tanah Dasar (Subgrade)
• Mengupas tanah lunak jika diperlukan
• Meratakan dan memadatkan tanah dasar
• CBR minimum sesuai ketentuan (umumnya >6%)
5.3 Pemasangan Lapis Pondasi Bawah
• Menyebarkan material LPB setebal 10–20 cm
• Memadatkan dengan roller atau stamper sampai mencapai kepadatan
minimal 95% Proctor
• Memastikan elevasi sesuai gambar
5.4 Pemasangan Pasir Alas
• Menyebarkan pasir halus setebal 3–5 cm
• Meratakan dengan screed board
• Tidak boleh dipadatkan sebelum pemasangan paving block
5.5 Pemasangan Paving Block
• Pemasangan dimulai dari titik terendah
• Mengikuti pola pemasangan sesuai gambar
• Menjaga garis lurus dan kerataan permukaan
• Paving dipasang rapat namun tidak dipukul keras
5.6 Pengisian Nat
• Menyapu pasir kering hingga mengisi celah antar paving block
• Ulangi sampai nat terisi sempurna
5.7 Pemadatan Akhir
• Pemadatan dilakukan menggunakan plate compactor
• Permukaan akhir harus rata dan sesuai elevasi
5.8 Pembersihan
• Membersihkan sisa pasir dan material lain pada area terpasang
d. PEKERJAAN KORAL SIKAT
1.1 Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi seluruh kegiatan pelaksanaan finishing lantai
menggunakan koral sikat (exposed aggregate), mulai dari persiapan, pekerjaan
pengecoran beton dasar, penaburan koral, penyikatan, finishing, hingga
pemeriksaan mutu dan pembersihan.
1.2 Acuan Standar
Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada standar dan pedoman berikut:
• SNI 03-2834-2000: Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal
• Spesifikasi Umum Bina Marga (Edisi Terbaru)
• Gambar kerja dan dokumen kontrak
• Petunjuk teknis pelaksanaan finishing koral sikat
1.3 Mutu Pekerjaan
Seluruh material dan hasil pekerjaan harus memenuhi persyaratan kualitas
sesuai spesifikasi teknik, serta menghasilkan permukaan koral sikat yang rapi,
padat, rata, dan tidak mudah terkelupas.
2. Bahan
2.1 Beton Dasar
• Mutu beton: Minimal K-175 atau sesuai gambar kerja
• Slump: 7–12 cm (untuk memudahkan finishing)
• Ketebalan beton: 7–10 cm atau sesuai desain
2.2 Batu Koral
• Jenis: Koral alam / gravel halus / batu hias
• Ukuran butir: 5–10 mm
• Warna: Natural / hitam / putih / campuran sesuai desain
• Koral harus dicuci bersih, bebas lumpur, tanah, dan bahan organik
2.3 Bahan Pendukung
• Semen Portland
• Air bersih yang memenuhi standar konstruksi
• Bahan curing (curing compound / plastik)
3. Peralatan
Peralatan minimal yang harus disediakan:
• Molen pengaduk beton
• Cetok, roskam, dan alat finishing beton
• Sikat kawat halus untuk proses "sikat"
• Ember dan alat penyiram air
• Alat ukur (waterpass, meteran)
4. Metode Pelaksanaan
4.1 Persiapan
• Membersihkan lokasi pekerjaan dari sampah, debu, rumput, atau material lain.
• Memasang patok dan menentukan elevasi permukaan.
• Menyiapkan bekisting bila diperlukan.
4.2 Pengecoran Beton Dasar
• Menghamparkan beton sesuai ketebalan desain.
• Meratakan permukaan menggunakan roskam kayu.
• Beton tidak boleh terlalu cair agar tidak menyebabkan segregasi.
4.3 Penaburan Koral
• Menaburkan batu koral secara merata di atas permukaan beton segar.
• Kepadatan penaburan harus memastikan seluruh permukaan tertutup.
• Mengepress koral agar menempel kuat pada beton menggunakan roskam.
4.4 Penyikatan (Koral Sikat)
Proses penyikatan dilakukan setelah beton mulai mengeras (setengah kering):
• Menyiram permukaan dengan sedikit air.
• Menggosok permukaan menggunakan sikat kawat halus.
• Menghilangkan lapisan tipis semen pada permukaan sehingga agregat terlihat
(exposed).
• Hasil akhir harus rata, tidak bergelombang, dan agregat muncul merata.
4.5 Pembersihan Akhir dan Curing
• Membersihkan sisa semen pada permukaan dengan air.
• Melakukan curing minimal 3 hari agar beton tidak retak.
• Menutup permukaan dengan plastik bila cuaca panas ekstrem.
5. Pengendalian Mutu
• Memeriksa mutu beton sesuai standar.
• Memastikan koral bersih dan tidak bercampur lumpur.
• Memeriksa kerapian dan kerataan permukaan (toleransi max 1 cm per 3 m).
• Memastikan agregat muncul merata di seluruh permukaan.
2. PEKERJAAN ARSITEKTURAL
a. Pekerjaan Dinding
1) Lingkup pekerjaan
Pemasangan dinding, plesteran, dan acian dinding Pengunci Rabat
2) Bahan yang digunakan
Batu bata/ bata ringan, pasir pasang, PC.
3) Penjelasan pekerjaan
a) Untuk pasangan dinding dipakai spesi 1 PC : 5 Ps. Untuk trasraam dipakai
spesi 1 PC : 3 Ps;
b) Ketinggian trasraam dari permukaan sloof minimal adalah 30 cm. Kecuali
kamar mandi termasuk daerah rawa atau mengandung air, maka
ketinggian trasraam adalah 1.5 m;
c) Ketinggian perhari dalam pemasangan dinding bata untuk menjaga
kekuatan dinding bata adalah 1.5 m;
d) Bidang dinding yang luasnya lebih besar 12 m² harus ditambahkan kolom
praktis dengan tulangan besi 4 Ø 10, beugel Ø 8 – 20;
e) Bagian pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagianpekerjaan
beton (kolom) harus diberi penguat stek-stek Ø 10 mm, jarak50 cm, yang
terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaanbeton dan
bagian yang ditanam dalam pasangan bata sekurang- kurangnya 30 cm,
kecuali ditentukan lain.
D. PENYELESAIAN
Sebelum pekerjaan diserah terimakan, pelaksana lapangan diwajibkan membersihkan
bahan-bahan bangunan, kotoran-kotoran bekas yang ada dalam lokasi bangunan, sehingga
pada saat serah terima dilaksanakan, bangunan dalam keadaan bersih dan rapi.
E. PENUTUP
Apabila didalam RKS / Bestek ini tidak tercantum uraian–uraian dan ketentuan ketentuan yang sebenarnya
yang termasuk dalam pekerjaan Penyedia Jasa Konstruksi, maka pekerjaan lain yang belum diatur dalam
ketentuan ini, akan ditentukan kemudian. Apabila dilakukan perbaikan (tambah kurang) harus atas
persetujuan Direksi Pekerjaan / Kuasa Pengguna Anggaran/KPA.
Praya, 17 November 2025
Pejabat Pembuat Komitmen
Kepala Dinas
Kepemudaan dan Olahraga
(H. MAHLAN, S.Sos