URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
A. Informasi Umum
1. Instansi Pemerintah : Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu
2. Perangkat Daerah : Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah
3. Program : Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota
4. Kegiatan : Administrasi Umum Perangkat Daerah
5. Subkegiatan : Dukungan Pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
pada SKPD
6. Rekening Belanja : (5.2.06.01.01.0005) Belanja Modal Aset Tidak Berwujud-Software
7. Uraian Belanja : Pembangunan Aplikasi dan Web (Sistem Informasi)
8. Judul Paket : Pembangunan Platform Sistem Informasi Sosial Ekonomi
Masyarakat Terintegrasi
9. Kode RUP : 60991587
10. Pagu dan Pendanan : Rp. 100.000.000,- Bersumber dari DPA Badan Perencanaan,
Penelitian dan Pengembangan Daerah Kab. Luwu TA 2025
B. Uraian Pekerjaan
Implementasi kegiatan pembangunan platform sistem informasi ini akan diawali dengan fase
perencanaan dan analisis kebutuhan. Pada tahap awal ini, tim pelaksana akan mengadakan
rapat perdana (kick-off meeting) dengan seluruh pemangku kepentingan dari instansi terkait
untuk menyamakan visi dan menyusun rencana kerja yang detail. Selanjutnya, akan dilakukan
pengumpulan kebutuhan secara mendalam melalui wawancara dan diskusi kelompok
terpumpun (FGD) dengan calon pengguna untuk memahami alur kerja yang ada serta data apa
saja yang perlu dikelola. Seluruh temuan ini akan dirangkum secara formal dalam sebuah
Dokumen Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak (SKPL) yang telah divalidasi dan disetujui,
yang akan berfungsi sebagai landasan utama untuk seluruh proses pengembangan.
Setelah semua kebutuhan terdefinisi dengan jelas, tahapan berikutnya ialah fase
perancangan sistem dan desain antarmuka. Di tahap ini, tim teknis (penyedia jasa) akan
menerjemahkan dokumen SKPL menjadi cetak biru (blueprint) teknis. Proses ini mencakup
perancangan arsitektur sistem secara keseluruhan, penentuan teknologi yang akan digunakan,
serta desain struktur database yang logis dan efisien melalui Entity Relationship Diagram
(ERD). Secara paralel, pelaksana juga akan merancang model pengalaman pengguna, mulai
dari membuat alur pengguna (user flow), menyusun kerangka tata letak (wireframe), hingga
menciptakan desain visual antarmuka (mock-up) yang interaktif dan mudah digunakan,
memastikan platform yang dibangun tidak hanya fungsional tetapi juga intuitif.
Selanjutnya adalah fase pengembangan platform, yang merupakan inti dari pekerjaan teknis.
Berdasarkan rancangan yang telah disetujui, tim pengembang akan mulai melakukan proses
pengkodean. Pekerjaan ini dibagi menjadi dua bagian utama: pengembangan back-end yang
mencakup pembangunan logika server, pembuatan Application Programming Interface (API),
dan implementasi database; serta pengembangan front-end yang mengubah desain visual
menjadi halaman web interaktif. Modul-modul penting seperti manajemen pengguna, formulir
input data, dashboard analitik, dan fitur pelaporan akan dibangun secara bertahap. Setelah
kedua sisi selesai, akan dilakukan integrasi untuk memastikan seluruh komponen sistem
berfungsi sebagai satu kesatuan yang utuh pada server pengembangan (staging server).
Sebelum platform diluncurkan, akan dilaksanakan fase pengujian sistem yang ketat untuk
menjamin kualitas dan keandalan. Proses ini dimulai dengan pengujian internal oleh tim
pengembang untuk memeriksa fungsionalitas dasar. Kemudian, tim pelaksanaakan melakukan
serangkaian pengujian yang lebih sistematis berdasarkan skenario yang telah dibuat untuk
menemukan bug atau kesalahan. Puncak dari tahap pengujian adalah User Acceptance Test
(UAT), di mana perwakilan dari pengguna akhir akan mencoba langsung platform tersebut untuk
memastikan semua fitur telah sesuai dengan kebutuhan mereka. Umpan balik dari UAT akan
menjadi dasar untuk penyempurnaan terakhir sebelum sistem siap diimplementasikan.
Setelah platform dinyatakan lulus pengujian, kegiatan akan berlanjut ke fase implementasi,
pelatihan, dan dokumentasi. Pada tahap ini, aplikasi akan dipasang (deploy) ke server
produksi sehingga dapat diakses secara daring oleh pengguna yang berwenang. Untuk
memastikan pengguna dapat mengoperasikan sistem dengan baik, akan diselenggarakan sesi
pelatihan yang ditujukan khusus untuk administrator dan operator data. Bersamaan dengan itu,
akan diserahkan pula dokumentasi pendukung yang lengkap, seperti buku panduan pengguna
dan buku panduan administrator, sebagai referensi operasional sehari-hari.
Sebagai penutup, proyek akan diakhiri dengan fase serah terima dan dukungan teknis.
Seluruh hasil pekerjaan, termasuk source code aplikasi, database, dan semua dokumentasi,
akan diserahkan secara resmi kepada instansi melalui penandatanganan Berita Acara Serah
Terima (BAST). Setelah serah terima, tim pelaksana akan menyediakan periode garansi atau
dukungan teknis selama beberapa bulan untuk memberikan pendampingan serta melakukan
perbaikan apabila ditemukan adanya bug atau kendala teknis pasca-implementasi, guna
memastikan keberlanjutan dan kelancaran operasional platform.
Belopa, September 2025
Pejabat Pembuat Komitmen, Kepala Bappelitbangda Kab. Luwu
Surianto, S.AP. Dr. Moh. Arsal Arsyad, S.STP., M.Si.
NIP. 197406052003121015 NIP. 197808111996121001