Pembangunan Saluran Irigasi RW 05 Kelurahan Plaosan

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10213234000
Date: 24 June 2025
Year: 2025
KLPD: Kab. Magetan
Work Unit: Kelurahan Plaosan
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Pengadaan Langsung
Contract Type: Gabungan Lumsum dan Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 65,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 65,000,000
Winner (Pemenang): Bima Maju Jaya
NPWP: 09*9**2****46**0
RUP Code: 59755326
Work Location: Kelurahan Plaosan - Magetan (Kab.)
Participants: 1
Attachment
URAIAN  SINGKAT  PEKERJAAN                              
                                                                          
Konstruksi saluran irigasi melibatkan perencanaan, pembangunan, dan pemeliharaan saluran
                                                                          
air untuk mengairi lahan pertanian. Saluran irigasi berfungsi mengalirkan air dari sumbernya ke
area yang membutuhkan, memastikan pasokan air yang cukup untuk pertumbuhan tanaman.
Konstruksi ini mencakup berbagai jenis saluran, seperti saluran primer, sekunder, dan tersier,
serta bangunan pelengkap seperti pintu air dan gorong-gorong.             
                                                                          
uraian singkat mengenai konstruksi saluran irigasi:                       
1. Perencanaan:                                                           
  a. Studi Kelayakan:                                                     
                                                                          
     Melakukan analisis topografi, hidrologi, dan geologi untuk menentukan lokasi dan
     desain saluran yang optimal.                                         
  b. Desain Saluran:                                                      
     Menentukan dimensi saluran (lebar, kedalaman, kemiringan) berdasarkan debit air yang
                                                                          
     dibutuhkan dan karakteristik lahan.                                  
  c. Pemilihan Material:                                                  
     Memilih material konstruksi yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan
                                                                          
     teknis, seperti beton, tanah, atau pasangan batu.                    
  d. Bangunan Pelengkap:                                                  
     Merencanakan lokasi dan desain bangunan pelengkap seperti pintu air, gorong-gorong,
                                                                          
     jembatan, dan bangunan pengukur.                                     
2. Pelaksanaan:                                                           
  a. Pembersihan Lahan:                                                   
     Membersihkan area konstruksi dari vegetasi dan material lain yang tidak diperlukan.
                                                                          
  b. Penggalian:                                                          
     Membuat galian sesuai dengan desain saluran, termasuk kedalaman dan kemiringan
     yang telah ditentukan.                                               
                                                                          
  c. Pemasangan Lapisan Dasar:                                            
     Memasang lapisan dasar saluran, bisa berupa tanah yang dipadatkan atau material lain
     untuk mencegah kebocoran.                                            
                                                                          
  d. Pengecoran Beton (jika diperlukan):                                  
     Melakukan pengecoran beton untuk membentuk dinding dan dasar saluran, terutama
     pada saluran dengan debit air besar atau kondisi tanah yang kurang stabil.
  e. Penyelesaian Dinding Saluran:                                        
                                                                          
     Membangun dinding saluran dengan material yang dipilih, seperti pasangan batu atau
     beton.                                                               
  f. Pemasangan Bangunan Pelengkap:                                       
                                                                          
     Memasang pintu air, gorong-gorong, dan bangunan pelengkap lainnya sesuai dengan
     desain.                                                              
  g. Penimbunan Kembali:                                                  
     Menimbun kembali area sekitar saluran dengan tanah yang telah digali.
                                                                          
3. Pemeliharaan:                                                          
  a. Pembersihan Rutin:                                                   
     Membersihkan saluran dari sampah, tanaman liar, dan sedimen yang dapat
                                                                          
     menghambat aliran air.                                               
  b. Perbaikan Kerusakan:                                                 
     Memperbaiki kerusakan pada dinding saluran, pintu air, atau bangunan pelengkap
     lainnya.                                                             
                                                                          
  c. Pengendalian Erosi:                                                  
     Mencegah erosi pada tebing saluran dengan menanam vegetasi atau memasang
     pelindung erosi.                                                     
                                                                          
  d. Evaluasi Kinerja:                                                    
     Memantau kinerja saluran secara berkala untuk memastikan ketersediaan air yang
     cukup dan mengidentifikasi masalah yang perlu diperbaiki.            
Penting untuk diingat bahwa konstruksi saluran irigasi harus dilakukan dengan
                                                                          
mempertimbangkan aspek teknis, lingkungan, dan sosial untuk memastikan keberlanjutan
sistem irigasi dan manfaatnya bagi masyarakat.