METODE PELAKSANAAN
REHABILITASI BENDUNG DAN SALURAN SELANGSANG 3
1. Pekerjaan Persiapan
Pengukuran Saluran Untuk MC 0%
▪ Melakukan pengukuran bersama – sama dengan direksi, untuk menentukan
elevasi dasar pelaksanaan pekerjaan.
▪ Melakukan pengukuran trace bendung/saluran dan memasang patok dengan jarak
antar patok 10 meter.
▪ Membuat foto dokumen 0%.
▪ Pengukuran bersama MC 0% dilakukan pada awal pekerjaan.
Pembersihan lokasi
▪ Membersihkan lokasi / lapangan kerja bangunan dan bangunan yang akan
dikerjakan dari kotoran-kotoran, rerumputan, semak belukar, pepohonan, tonggak-
tonggak, dan semua rintangan permukaan kecuali bangunan-bangunan sampai
permukaan tanahnya kelihatan.
▪ Hasil-hasil dari pembersihan (rerumputan, semak belukar, pepohonan, tonggak-
tonggak dan sampah lainnya) akan dibakar sampai habis pada lokasi yang aman,
dijaga dan tidak membahayakan/merugikan lingkungan sekitarnya. Sisa
pembakaran yang dipastikan tidak ada lagi api yang menyala/membara ditanam
dan diurug kembali secara rapi.
Pemasangan Papan Nama Proyek
▪ Menyiapkan papan nama dari papan playwood 5 mm dicat warna dasar putih
dengan redaksi dan ukuran 1,50 m x 1,00 m
▪ Pemasangan papan-papan nama dilengkapi tiang-tiang penyangga dan pondasi
yang cukup stabil dan dipasang di lokasi yang disetujui direksi
Quality Control
▪ Sebelum dilakukan pengecoran harus dilakukan slump test beton
▪ Hasil slump test yang memenuhi dijadikan acuan komposisi campuran untuk
pengecoran selanjutnya
▪ Kubus beton benda uji dibuat untuk digunakan tes kuat tekan beton
2. Pekerjaan Tanah
Galian tanah
▪ Pemasangan profil dari kayu untuk rencana pekerjaan galian tanah/pasangan
beton.
▪ Penggalian tanah dilaksanakan dengan cara manual dan menggunakan alat
karena lokasi tersebut tidak memungkinkan untuk dilaksanakan dengan cara
manual.
▪ Memindahkan material bekas galian tanah, agar tidak mengganggu pelaksanaan
pekerjaan berikutnya atau dibuang ketempat yang telah ditentukan sesuai
petunjuk direksi.
▪ Dimensi dari galian untuk pekerjaan pondasi harus sesuai dengan gambar
rencana dan disetujui oleh direksi.
▪ Apabila tanah pondasi asli (natural fondation) terganggu atau longsor maka harus
dipadatkan dengan menumbuk atau menggilas atau jika pengawas menghendaki
harus dipindahkan dan diganti dengan bahan yang terpilih yang seluruhnya harus
dipadatkan.
Urugan tanah kembali
▪ Melakukan penimbunan tanah dari matrial tanah bekas galian untuk lokasi di
belakang lining.
▪ Timbunan dirapikan disepanjang belakang lining.
▪ Timbunan ditimbris
▪ Timbunan dihaluskan sehingga pekerjaan lining kelihatan rapi dan bagus.
3. Pekerjaan Pasangan beton
➢ Siapkan ember cat dengan ukuran :
DIMENSI EMBER CAT
0,285 m
0,34 m
0,255 m
➢ Selanjutnya hitung volume ember cat
Jari jari bawah = 0,1275 m
Jari jari atas = 0,1425 m
Luas bawah = 3,14 x 0.128 ^2 = 0,051 m2
Luas atas = 3,14 x 0.143 ^2 = 0,064 m2
Rata-rata luas = 0,0574 m2
Tinggi = 0,34 m
Maka Volume = 0,01952 m3/ember cat
➢ Berat Jenis Pasir adalah 1400 kg/m3 sedangkan berat jenis koral adalah 1800
kg/m3.
➢ Volume ember cat adalah 0,01952 m3 sehingga berat pasir dalam 1 ember cat
adalah 0,01952 x 1400 = 27,328 kg/ember cat
➢ Volume ember cat adalah 0,01952 m3 sehingga berat koral dalam 1 ember cat
adalah 0,01952 x 1800 = 35,136 kg/ember cat
➢ Selanjutnya bisa dihitung komposisi untuk berbagai takaran beton dengan
ember cat
➢ Apabila komposisi campuran telah didapat selanjutnya dilakukan slump test
untuk mendapat hasil yang maksimal
➢ Untuk mendapatkan nilai Slump yang sesuai, pemberian air sedikit demi
sedikit (tidak langsung disiram semua)
➢ Selanjutnya dapat dilakukan pengecoran dengan persetujuan direksi
3.a. Beton Siklop
▪ Bahan yang didatangkan harus mendapat persetujuan direksi
▪ Pemasangan profil harus sesuai gambar dan persetujuan direksi
▪ Campuran beton harus sesuai spesifikasi yaitu :
Analisa 1 m3 Beton Siklop
Komposisi nya adalah :
Pasir Beton = 494 kg
Semen = 190 kg
Kerikil = 606 kg
Air = 121 liter
Sehingga untuk 1 zak semen didapatkan campuran sebagai berikut :
Panduan Campuran Beton Siklop
A. Semen 50 Kg
BAHAN VOLUME SATUAN KETERANGAN
Semen 50 Kg 1 Zak
Pasir Beton 130,00 Kg 4,76 Ember Cat 25 kg
Koral 2/3 cm 159,47 Kg 4,54 Ember Cat 25 kg
Air 31,84 Liter
B. Semen 40 Kg
BAHAN VOLUME SATUAN KETERANGAN
Semen 40 Kg 1 Zak
Pasir Beton 104,00 Kg 3,81 Ember Cat 25 kg
Koral 2/3 cm 127,58 Kg 3,63 Ember Cat 25 kg
Air 25,47 Liter
3.b. Beton Bertulang
▪ Bahan yang didatangkan harus mendapat persetujuan direksi
▪ Pemasangan profil harus sesuai gambar dan persetujuan direksi
▪ Campuran beton harus sesuai spesifikasi yaitu :
Beton FC 10 setara K 120,48
Analisa 1 m3 Beton FC 10
Komposisi nya adalah :
Pasir Beton = 873 kg
Semen = 279 kg
Kerikil = 909 kg
Air = 195 liter
Sehingga untuk 1 zak semen didapatkan campuran sebagai berikut
Panduan Campuran Beton Fc 10
A. Semen 50 Kg
BAHAN VOLUME SATUAN KETERANGAN
Semen 50 Kg 1 Zak
Pasir Beton 156,45 Kg 5,72 Ember Cat 25 kg
Koral 2/3 cm 162,90 Kg 4,64 Ember Cat 25 kg
Air 34,95 Liter
B. Semen 40 Kg
BAHAN VOLUME SATUAN KETERANGAN
Semen 40 Kg 1 Zak
Pasir Beton 125,16 Kg 4,58 Ember Cat 25 kg
Koral 2/3 cm 130,32 Kg 3,71 Ember Cat 25 kg
Air 27,96 Liter
Beton FC 15 Setara K 180,72
Analisa 1 m3 Beton FC 15
Komposisi nya adalah :
Pasir Beton = 850 kg
Semen = 293 kg
Kerikil = 921 kg
Air = 195 liter
Sehingga untuk 1 zak semen didapatkan campuran sebagai berikut :
Panduan Campuran Beton Fc 15
A. Semen 50 Kg
BAHAN VOLUME SATUAN KETERANGAN
Semen 50 Kg 1 Zak
Pasir Beton 145,05 Kg 5,31 Ember Cat 25 kg
Koral 2/3 cm 157,17 Kg 4,47 Ember Cat 25 kg
Air 33,28 Liter
B. Semen 40 Kg
BAHAN VOLUME SATUAN KETERANGAN
Semen 40 Kg 1 Zak
Pasir Beton 116,04 Kg 4,25 Ember Cat 25 kg
Koral 2/3 cm 125,73 Kg 3,58 Ember Cat 25 kg
Air 26,62 Liter
Beton FC 20 setara K 240,96
Analisa 1 m3 Beton FC 20
Komposisi nya adalah :
Pasir Beton = 818 kg
Semen = 330 kg
Kerikil = 922 kg
Air = 195 liter
Sehingga untuk 1 zak semen didapatkan campuran sebagai berikut :
Panduan Campuran Beton Fc 20
A. Semen 50 Kg
BAHAN VOLUME SATUAN KETERANGAN
Semen 50 Kg 1 Zak
Pasir Beton 123,94 Kg 4,54 Ember Cat 25 kg
Koral 2/3 cm 139,70 Kg 3,98 Ember Cat 25 kg
Air 29,55 Liter
B. Semen 40 Kg
BAHAN VOLUME SATUAN KETERANGAN
Semen 40 Kg 1 Zak
Pasir Beton 99,15 Kg 3,63 Ember Cat 25 kg
Koral 2/3 cm 111,76 Kg 3,18 Ember Cat 25 kg
Air 23,64 Liter
Pembesian
▪ Pembesian sesuaikan gambar rencana selama tidak ada arahan dari direksi untuk
melakukan perubahan
▪ Ikatan kawat agar kuat
Bekisting
▪ Pastikan tidak ada sisa2 material/kotoran dan pembesian pada bidang yang akan
dipasang bekisting
▪ Pasang Papan bekisting dan bahan lainnya sesuai dengan gambar rencana yang
ada.
4. Pekerjaan Pasangan Batu
Pasangan Batu 1Pc : 5 Ps (Tipe O)
Panduan Takaran Untuk Mortar Pasangan Batu Tipe O sebagai berikut
A. Semen 50 Kg
BAHAN VOLUME SATUAN KETERANGAN
Semen 50 Kg 1 Zak
Pasir 10 Ember lihat Dimensi Ember
B. Semen 40 Kg
BAHAN VOLUME SATUAN KETERANGAN
Semen 40 Kg 1 Zak
Pasir 8 Ember lihat Dimensi Ember
Plesteran
Panduan Takaran Untuk Plesteran tipe S sebagai berikut:
A. Semen 50 Kg
BAHAN VOLUME SATUAN KETERANGAN
Semen 50 Kg 1 Zak
Pasir 7,62 Ember lihat Dimensi Ember
B. Semen 40 Kg
BAHAN VOLUME SATUAN KETERANGAN
Semen 40 Kg 1 Zak
Pasir 6,08 Ember lihat Dimensi Ember
Siaran
Panduan Takaran Untuk Siaran tipe M sebagai berikut:
A. Semen 50 Kg
BAHAN VOLUME SATUAN KETERANGAN
Semen 50 Kg 1 Zak
Pasir 7,6 Ember lihat Dimensi Ember
B. Semen 40 Kg
BAHAN VOLUME SATUAN KETERANGAN
Semen 40 Kg 1 Zak
Pasir 6,08 Ember lihat Dimensi Ember
DIMENSI EMBER
0,285 m
0,34 m
0,255 m
5. Pekerjaan Bronjong
Isi Bronjong
a. Batu yang diperbolehkan.
• Untuk mengisi bronjong digunakan batu kali, baru belah atau batu gunung
yang terdiri atas bermacam-macam ukuran dan ukuran yang paling besar ialah
± 30 cm.
• Digunakannya batu-batu yang berukuran ± 30 cm tersebut dimaksudkan untuk
memudahkan mengangkatnya,terutama jika pelaksanaannya akan dilakukan
oleh tenaga tenaga manusia.
• Batu-batu dengan ukuran yang lebih kecil digunakan untuk mengisi
rongga rongga yang terdapat diantara sela-sela timbunan batu.
• Didaerah-daerah yang sulit memperoleh batu, maka tidak dibenarkan
“sengaja” membuat isi bronjong dengan membuat briket-briket beton, batubata
dan sebagainya, karena harga pekerjaan bronjong akan menjadi terlalu mahal.
b. Batu yang tidak boleh dipergunakan
• Tidak dibenarkan menggunakan batu-batu karang yang diambil dari laut untuk
mengisi bronjong-bronjong; karena disamping mudah menimbulkan terjadinya
karat pada kawat-kawat bronjong juga akan merusak kelestarian lingkungan.
• Untuk mengisi bronjong hendaknya tidak menggunakan batu-batu yang berisi
tajam, karena batu yang berisi tajam akan dapat merusak anyaman kawat
bronjong.
Batu pengisi pada sisi – sisi bronjong
a. Pada bagian-bagian sisi bronjong agar digunakan batu-batu pengisi yang
mempunyai bidang datar, dan ukurannya harus lebih besar dari pada ukuran
lubang-lubang anyaman.
b. Dengan menggunakan batu-batu yang berbidang datar, disamping untuk menutup
lubang-lubang anyaman juga dimaksudkan sisi-sisi bronjong mempunyai
permukaan yang rata.
Cara mengisi
a. Alat yang digunakan
Pengisian batu kedalam bronjong dapat dilakukan dengan menggunakan alat atau
dengan tenaga manusia
b. Hal yang perlu diperhatikan
- Anyaman bronjong tidak rusak pada waktu dilakukan pengisian bronjong.
- Isi bronjong harus padat sehingga bentuk bronjong tidak cepat berubah.
- Pengisian dilakukan secara berlapis, terdiri atas bermacam-macam ukuran
batu.
- Pengisian batu untuk sisi-sisi bronjong sebaiknya dilakukan oleh tenaga
manusia, karena batu-batunya harus dipilih yang mempunyai permukaan rata
agar anyaman bronjong dapat menempel pada permukaan batu dan harus
dapat menutup lubang-lubang anyaman.
- Supaya sisi-sisi bronjong nampak rapi dan rata, sebaiknya pengisian batu
untuk bagian-bagian sisi bronjong dilakukan oleh tukang batu, terutama pada
bagian-bagian yang akan selalu terlihat dari luar
- Bronjong harus padat, tetapi harus dapat mengalirkan resapan air melalui
sela-sela batu pengisi bronjong, karena adanya aliran air yang melalui tubuh
bronjong akan ikut membantu stabilitas bangunan yang dibuat dari bronjong.
·
Berikut adalah uraian langkah kerja pemasangan bronjong :
• Siapkan Gambar kerja dan Ijin pelaksanaan pekerjaan untuk dimintakan
persetujuan direksi pekerjaan/konsultan.
• Memasang rambu-rambu keselamatan dan tanda bahaya pada lokasi kerja.
• Sebelum pemasangan bronjong, pekerjaan awal adalah meratakan tanah sebagai
dasar dudukan bronjong dan juga mendekatkan material batu pengisi kelokasi
pekerjaan.
• Pemasangan bronjong dilaksanakan mulai dari lapisan paling bawah/dasar,
pemasangan dilaksanakan menerus hingga lapisan bawah/dasar terpasang
bronjongsemua, seperti pada gambar berikut:
• Pemasangan bronjong dengan cara direntangkan hingga terbentuk sesuai dengan
gambar rencana, kemudian setelah itu batu pengisi akan dimasukkan kedalam
bronjong tersebut.
• Setelah Lapisan bawah sudah terpasang beberapa unit bronjong, maka akan
dipasang bronjong lapisan kedua, sementara lapisan bawah/dasar juga terus
berjalan (seperti pada gambar berikut).
6. Pelaksanaan K3
▪ Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
dan harus mengikuti protokoler covid 19
7. Pengukuran MC 100%.
▪ Melakukan pengukuran bersama – sama dengan direksi untuk memastikan
pekerjaan telah selesai 100%.
▪ Membuat foto dokumen 100%.
▪ Pengukuran bersama MC 100% dilakukan pada akhir pekerjaan.
Magetan, Agustus 2025
Ditetapkan Oleh :
KEPALA BIDANG SUMBER DAYA AIR
DINAS PEKERJAAN UMUMDAN PENATAAN
RUANG KABUPATEN MAGETAN
Selaku
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
YULI K. ISWAHYUDI,ST., MT.
Pembina
NIP. 19710729 200604 1 013