URAIAN SINGKAT
Lobster merupakan komoditas air dengan nilai komersial yang tinggi. Setiap tahunnya,
ada lebih dari 100 juta benih lobster diekspor baik secara legal maupun ilegal dari
Indonesia ke luar negeri, sebagian besar masuk ke negara Vietnam untuk dibudidaya.
Selain memiliki nilai yang tinggi bagi pembudidaya, budidaya lobster akan memberikan
multiplier effect yang besar bagi pengepul benih lobster, distributor, exportir, dan
restoran. Indonesia bisa mendapatkan devisa yang luar biasa dari kegiatan budidaya
lobster tersebut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.
Budidaya lobster bukanlah merupakan hal yang sulit, namun memerlukan pemeliharaan
yang teliti. Beberapa poin umum yang harus diperhatikan dalam membudidaya Lobster
adalah: 1) Lobster sangat sensitif terhadap perubahan salinitas perairan, 2) Lobster
senang bersembunyi di tempat yang gelap (dalam terumbu karang) dan perairan yang
tenang, 3) Lobster akan menyerang sesamanya apabila tidak diberi pakan yang cukup dan
segar.
Menanggapi poin 1 dan poin 2 akan pentingnya kestabilan salinitas air dan sifat lobster
yang senang bersembunyi di terumbu karang, pembudidaya di Vietnam mengakalinya
dengan memelihara Lobster di kerangkeng yang dibenamkan ke dalam air. Fungsi dari
kerangkeng terbenam tersebut adalah agar kondisi perairan tidak terpengaruh
perubahan salinitas akibat hujan. Kerapkali di Indonesia, lobster dipelihara di keramba
tradisional dengan jaring berada di permukaan air. Begitu hujan datang, sebagian besar
bahkan 70% dari lobster yang dipelihara bisa mengalami kematian karena salinitas air
berkurang.