URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PERENCANAAN PEMBANGUNAN DRAINASE LOTO, TERNATE BARAT
1. LATAR BELAKANG
Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan adanya perubahan tata guna lahan yang berdampak
terhadap daya dukung ruang dan lingkungan. perubahan tutupan lahan yang awalnya diperuntukan
sebagai daerah resapan berubah fungsi menjadi Kawasan permukiman karena semakin meningkatnya
kebutuhan akan tempat tinggal. Perubahan fungsi lahan tersebiut mengakibatkan naiknya limpasan air
permukaan (run off) yang sering menyebabkan banjir.
Drainase merupakan prasarana permukiman yang strategis dalam mendukung terciptanya
lingkungan yang sehat dan nyaman. Sesuai fungsinya, drainase merupakan jaringan pembuangan
yang digunakan untuk mengeringkan wilayah dari genangan air atau banjir. Dari gambaran tersebut,
perlu adanya suatu pendekatan yang menyeluruh dan terpadu karena sistem drainase adalah suatu
sistem yang mengatur air limpasan air hujan dari awal saluran (tributary) selama waktu jam puncak
sehingga dari area hulu ke area hilir saluran dapat dialirkan dengan cepat ke badan penerima yaitu
sungai/laut yang melintasi.
Perkembangan wilayah perkotaan di Kota Ternate yang semakin pesat menyebabkan lahan
terbangun semakin meningkat. Apabila tidak diimbangi dengan kemampuan drainase perkotaan yang
baik, peningkatan lahan terbangun dapat menyebabkan koefisien air limpasan (run off) semakin besar
yang berpotensi dapat menimbulkan genangan atau bahkan banjir. Masalah tersebut memerlukan
peningkatan pengelolaan diantaranya mencakup bagaimana merencanakan suatu sistem drainase
perkotaan yang berkesinambungan untuk mengeringkan kawasan terbangun dan mengalirkan air ke
pembuangan akhirnya yaitu ke sungI/laut.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 12/PRT/M/2014
tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab
untuk melaksanakan penyelenggaraan sistem drainase perkotaan. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi
Maluku Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang saat ini konsen terhadap drainase
Kota Ternate Barat khususnya wilayah Kelurahan Loto. Dalam merencanakan sistem drainase
perkotaan diperlukan survey menyeluruh untuk mengidentifikasi kondisi eksisting sistem drainase yang
ada sehingga permasalahan pada setiap jaringan drainase dapat diketahui secara menyeluruh. Ketika
permasalahan tersebut dapat dipetakan dengan baik maka strategi penanganan drainase perkotaan di
tahun berikutnyapun dapat dilaksanakan tepat sasaran dan dapat menjawab permasalahan banjir atau
genangan yang ada di wilayah tersebut. Oleh karena itu saat ini Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara
melakuakn kegiatan Perencanaan Pembangunan Drainase Loto, Ternate Barat, agar dapat dijadikan
dasar dalam perencanaaan dan pembangunan drainase sesuai skala prioritas di tahun mendatang
2. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari pekerjaan ini adalah menyusun dokumen sistem jaringan drainase yang berisikan
tentang kondisi eksisting dan permasalahan serta sebaran lokasi genangan di wilayah pekerjaan yang
akan digunakan dalam perencanaan sistem drainase.
Sedangkan tujuan ini adalah :
- Mengidentifikasi sistem jaringan drainase yang berada di lokasi pekerjaan;
- Mengidentifikasi sistem zonasi jaringan drainase perkotaan;
- Mengetahui sebaran lokasi genangan/banjir di lokasi pekerjaaan
- Menganalisis prioritas penanganan genangan/banjir di lokasi pekerjaan
3. SASARAN
Sasaran yang akan dicapai dari pekerjaan ini adalah tersusunnya dokumen perencanaan yang
berisikan tentang pemetaan sistem jaringan drainase perkotaan di lokasi pekerjaan sebagai dasar
perencanaan pembangunan drainase berkelanjutan.
4 . SUMBER DANA
Pendanaan Pekerjaan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi
Maluku Utara Tahun Anggaran 2025.
Sofifi,22 Mei 2025
Dibuat Oleh :
Pejabat Pembuat Komitmen
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Provinsi Maluku Utara
FAHMI ALI, ST
Nip. 19821007 200501 1 009