Rehabilitasi Jembatan Taikako Hulu

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 4141489
Date: 5 April 2023
Year: 2023
KLPD: Kab. Kepulauan Mentawai
Work Unit: Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Gabungan Lumsum dan Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 1,500,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 1,499,250,000
Winner (Pemenang): CV Swamimi
NPWP: 028733608211000
RUP Code: 41592488
Work Location: Kecamatan Siberut Barat - Kepulauan Mentawai (Kab.)
Participants: 29
Applicants
Reason
0028733608211000Rp 1,424,054,654-
0024506685201000--
0015807837201000--
0928613066212000--
0020455580201000Rp 1,266,914,000Sisa Kemampuan Paket telah melebihi dari syarat yang ditentukan yaitu sebanyak 7 paket terdiri dari : 1. Pembangunan Bangunan Pelengkap Jalan Simp. Kantor Wali Pondok Parian - Pondok Parian, Kec. Lunang 2. Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan Limau Gadang - Batu Biduak Lumpo, Kec. IV Jurai 3. Pembangunan Embung Air Baku Batang Bingung di Kota Solok 4. Belanja Pemeliharaan - Pemeliharaan Jaringan Irigasi Sagitsi Nemnemleleu 5. Belanja Pemeliharaan - Pemeliharaan Jaringan Irigasi Saureinu
0023609217201000--
0719693509212000Rp 1,423,194,201Bukti Kepemilikan Peralatan yang ditawarkan tidak ada Kapasitas peralatan utama tidak sesuai dengan LDP Pengalaman Peserta Tidak Dilampirkan
0733159453331000--
0705401032202000--
0025513227201000--
0031528433201000--
0957353196205000--
0022354252446000--
0026681148201000--
0839143435211000--
0701324980216000--
CV Telu Sara Ita
0019252329201000--
0023272842211000--
0016229460201000--
0030349096216000--
0311932800442000--
0027232750432000--
0828248435124000--
0626689004205000--
0730500006201000--
0744879834205000--
0848022554203000--
0031192701201000--
0735004806201000--
Attachment
METODE    PELAKSANAAN    PEKERJAAN                          
                                                                      
                                                                      
                                                                      
Kegiatan      : Pembangunan Peningkatan dan Pemeliharaan Jembatan     
Sub Kegiatan  : Pembangunan Jembatan Taikako Hulu                     
Lokasi        : Kec. Sikakap                                          
Tahun Anggaran : 2023                                                 
                                                                      
                                                                      
                                                                      
 1. DIVSI 1 UMUM                                                      
    1.2      Mobilisasi                                               
                                                                      
    1.19     Keselamatan dan Kesehatan Kerja                          
 2. DIVISI 3 PEKERJAAN TANAH DAN GEOTEKNIK                            
    3.1.(1)  Galian Biasa                                             
    3.2.(1a) Timbunan Biasa dari Sumber Galian (Quarry)               
 3. DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR                                     
    5.3.(3)  Lapis Fondasi bawah Beton Kurus                          
 4. DIVISI 7 STRUKTUR                                                 
    7.1.(7a) Beton Mutu Sedang fc’ 20 Mpa                             
    7.1 (10) Beton, fc’10 Mpa                                         
    7.3.(1)  Baja Tulangan Polos-BjTP                                 
    7.3.(2)  Baja Tulangan Sirip BjTS 280                             
    7.4.(1a) Penyediaan Baja Struktur Grade 250                       
    7.4.(2)  Pemasangan Baja Struktur                                 
    7.6.(8b) Penyediaan Tiang Pancang Baja Diameter 250 mm tebal 9 mm 
    7.6.(14b) Pemancangan Tiang Pancang Baja Diameter 250 mm          
    7.9.(1)  Pasangan Batu                                            
 5. DIVISI 8. REHABILITASI JEMBATAN                                   
    8.7.(1a) Pengecatan struktur baja pada daerah kering tebal 80 mikron
 6. DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN & PEKERJAAN LAIN-LAIN                  
                                                                      
    9.1.(2)  Pekerja Biasa                                            
                                                                      
 Semua item-item pekerjaan tersebut diatas akan dilaksanakan sesuai spesifikasi
 teknis dan menurut volume pekerjaan yang tersedia dalam Daftar Kuantitas dan
 Harga.                                                               
                                                                      
 1. DIVISI I UMUM                                                     
    1.2. PEKERJAAN MOBILISASI                                         
                                                                      
    A. Pekerjaan Persiapan                                            
      Pekerjaan Persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi kegiatan -
      kegiatan pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi :
                                                                      
      1. Pembuatan Job Mix Design                                     
                                                                      
         Sebelum pekerjaan utama dilaksanakan terlebih dahulu dilaksanakan
         pengambilan sampel bahan dari quarry yang berada di lokasi setempat
         atau yang berdekatan dengan lokasi tersebut, diantaranya : batu, pasir
         dan bahan yimbunan pilihan selanjutnya dibawa ke laboratorium job
         mix formula/job mix designn yang akan dipakai sebagai acuan kerja
         dalam pelaksanaan proyek.                                    
                                                                      
      2. Kantor Lapangan dan Faslitasnya                              
                                                                      
         Tahap berikutnya penentuan lokasi basecamp, pembuatan kantor 
         lapangan dan fasilitas dilokasi proyek dan kemudian dilanjutkan dengan
         mobilisasi peralatan yang diperlukan sesuai dengan tahapan   
         pelaksanaan pekerjaan..                                      
      3. Pengaturan Arus Transportasi dan Pemeliharaan Arus Lalu Lintas
                                                                      
         Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, pengaturan arus lalu lintas
         transportasi dilakukan dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang
         memadai disetiap kegiatan lapangan. Bila diperlukan dapat ditempatkan
         petugas pemberi isyarat yang bertugas mengatur arus lalu lintas pada
         saat pelaksanaan.                                            
                                                                      
      4. Rekayasa Lapangan                                            
         Dengan petunjuk Direksi Teknis survey/rekayasa lapangan      
         dilaksanakan untuk menentukan kondisi fisik dan struktural dari
                                                                      
         pekerjaan dan fasilitas yang ada dilokasi pekerjaan, seehingga
         dimungkinkan untuk mengadakan peninjauan ulang terhadap      
         rancangan kerja yang telah diberikan sistem dan tatacara survey
         dikordinasikan dengan direksi teknis.                        
      5. Material dan Penyimpanan                                     
                                                                      
         Bahan yang akan digunakan di dalam pekerjaan harus menemui   
         spesifikasi dan standar yang berlaku, baik ukuran, tipe maupun
         ketentuan lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis. Semua material yang
         akan digunakan untuk proses pembuatan Concrete diambil dari quarry
         sungai yang berada di lokasi setempat.                       
                                                                      
      6. Jadwal Konstruksi                                            
         Jadwal konstruksi dibuat pihak kontraktor, diajukan kedapa Direksi
         Teknis untuk dibahas dan mendapatkan persetujuan pada saat   
                                                                      
         dilaksanakan rapat pendahuluan (Pre Construction Meeting/PCM).
      7. Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan                             
                                                                      
         Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi meliputi :           
         Alat-alat yang digunakan adalah:                             
                                                                      
           - CONCRETE MIXER 0.3-0.6 M3                                
           - DUMP TRUCK                                               
           - GENERATOR SET                                            
           - WATER PUMP 70-100 mm                                     
           - MOBIL PICK UP                                            
           - MOBIL CRANE 10 - 15 TON                                  
           - STAMPER                                                  
           - PILE DRIVING HAMMER 1 TON                                
                                                                      
                                                                      
      8. Papan Nama Proyek                                            
         Papan nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai
                                                                      
         proyek, dibuat dengan ukuran atas persetujuan Direksi Pekerjaan.
         Bahan yang dipakai adalah kayu kaso, baliho dan lain-lain. Papan nama
         proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan. Papan nama
         proyek dipelihara selama pelaksanaan proyek.                 
 B. Relokasi Utilitas dan Pelayanan                                   
                                                                      
 Relokasi Utilitas dan pelayan diantaranya untuk telokm, PDAM, Listrik serta utilitas
 umum lainnya melalui beberapa tahapan :                              
                                                                      
    a. Pendapatan terhadap sarana yang masuk dalam ketentuan relokasi yang
      sudah ditetapkan                                                
    b. Pelaporan terhadap Departemen terkait                          
    c. Pemindahan Utilitas setelah mendapatkan persetujuan dari departemen
      terkait.                                                        
                                                                      
 1.8.(1). Manajemen Keselamatan Lalu Lintas                           
                                                                      
 Dalam melaksanakan pekerjaan Pembangunan Jembatan setiap tahapan pekerjaan
 yang akan dilaksanakan mulai dari awal sampai dengan akhir kegiatan di lapangan
 diusahakan tidak mengganggu arus lalu lintas. Aktivitas arus lalu lintas yang
 terhambat akibat adanya kegiatan proyek akan merugikan pengguna jalan raya.
 Agar dalam pelaksanaan pekerjaan tidak terjadi kerugian dipihak pengguna jalan,
 maka manajemen lalu lintas dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :
 a. Menyiapkan Perlengkapan keselamatan jalan selama periode konstruksi sesuai
                                                                      
    ketentuan.                                                        
 b. Membuat rencana kerja manajemen lalu lintas sesuai schedule pekerjaan dan
    koordinasikan dengan seluruh personil yang terkait.               
 c. Mengatur secara tepat jadwal pelaksanaan setiap jenis pekerjaan di lapangan.
 d. Memasang rambu-rambu di sekitar lokasi pekerjaan dan menempatkannya
    secara tepat dan benar.                                           
 e. Menempatkan petugas pengatur lalu lintas untuk mengatur dan mengarahkan
    arus lalu lintas                                                  
 Peralatan Keselamatan Lalu Lintas                                    
                                                                      
 a. Rambu penghalang lalu lintas jenis plastik                        
 b. Rambu Peringatan                                                  
 c. Peralatan komunikasi dan lainnya                                  
 Tenaga yang terdiri dari :                                           
 a. Pekerja                                                           
 b. Koordinator                                                       
    Pada saat pekerjaan, rambu-rambu diletakkan sepanjang daerah galian,
                                                                      
    tujuannya agar kendaraan atau orang tidak masuk atau terperosok ke dalam
    daerah galian. Rambu-rambu yang dipasang haruslah mempunyai cat dengan
    pantulan cahanya, guna menghindari kecelakaan di malam hari.      
 2. DIVISI 3 PEKERJAAN TANAH                                          
                                                                      
 3.1.3 Galian Biasa                                                   
 Pekerjaan penggalian dilaksankan setelah pemasangan bowplank dalam hal ini
 penentuan kedalaman galian. Tanah yang digali secara manual dan dibuang di
                                                                      
 sebelah kiri kanan lokasi galian.                                    
 3.2.(1a). Timbunan Biasa dari Sumber Galian (Quarry)                 
                                                                      
 Timbunan yang diklasifikasikan sebagai timbunan biasa harus terdiri dari bahan
 tanah atau bahan galian batu yang disetujui oleh Pengawas Pekerjaan sebagai
 bahan yang memenuhi syarat dalam pekerjaan permanen. Bahan yang dipilih
 sebaiknya harus memiliki nilai CBR tidak kurang dari karakteristik daya dukung
 tanah dasar yang diambil untuk rancangan dan ditunjukan dalam gambar atau
 tidak kurang dari 6% jika tidak disebutkan lain (CBR stelah perendaman 4 hari nilai
 dipadatkan 100% kepadatan kering maksimum (MDD) seperti yang ditentukan oleh
 SNI 1742:2008).                                                      
                                                                      
 Pekejaan Timbunan Biasa dari Sumber Galian (Quarry) dilaksanakan dengan
 prosedur sebagai berikut:                                            
    a. Pengangkutan Material                                          
                                                                      
      Pengangkutan material timbunan biasa dari sumber galian ke lokasi
      pekerjaan menggunakan dump truck dan loadingnya dilakukan dengan
      menggunakan wheel loader. Pengecekan dan pencatatan volume material
      dilakukan pada saat penghamparan agar tidak terjadi kelebihan material
      disatu tempat dan kekurangan material ditempat lain.            
                                                                      
    b. Penghamparan Material                                          
                                                                      
      Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan motor grader. Ada
      beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penghamparan material,
      diantaranya :                                                   
      1. Kondisi cuaca yang memungkinkan                              
      2. Panjang hamparan pada saat setiap section yang dipadatkan sesuai
         dengan kondisi lapangan. Lebar penghamparan disesuaikan dengan
         kondisi lapangan dan tebal penghamparan sesuai dengan spesifikasi,
                                                                      
         semua tahapan pekerjaan hamparan dan tebal hamparan berdasarkan
         petunjuk dan persetujuan dari Direksi Pekerjaan.             
      3. Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi
         yang ditetapkan.                                             
                                                                      
    c. Pemadatan Material                                             
    Pemadatan dilakukan dengan menggunakan vibro roller, dimulai dari bagian
    tepi ke bagian tengah. Pemadatan dilakukan berulang jika dimungkinkan
                                                                      
    untuk mendapat hasil yang maksimal dapat digunakan alat water tank untuk
    membasahi material timbunan biasa dari sumber galian dan diselingi dengan
    pemadatan dengan menggunakan vibro roller. Timbunan biasa dari sumber
    galian (quarry) dipadatkan mulai dari tepi luar dengan bergerak menuju ke
    arah sumbu jalan sedemikian rupa. Bila mana memungkinkan, lalu lintas
    alat-alat konstruksi harus terus menerus divariasi agar dapat menyebarkan
    pengaruh usaha pemadatan dari lalu lintas tersebut.               
                                                                      
    Dasar perhitungan analisis adalah:                                
    1. Asumsi, Pekerjaan dilakukan secra mekanis dan lokasi pekerjaan 
                                                                      
    2. Urutan kerja/metode kerja :                                    
      -  Material timbunan biasa dimuat ke dump truck dengan menggunakan
         whell loader                                                 
      -  Pengangkutan material timbunan biasa dilakukan drump truck dari
         quarry dengan jarak quarry ke lapangan pekerjaan 6 KM        
      -  Material timbunan biasa dihampar dengan menggunakan motor grader
      -  Hamparan Material dsisiram air dengan menggunakan water tank truck
         (sebelum pelaksanaan pemadatan) dan dipadatkan dengan        
         menggunakan vibro roller                                     
    Selama pemadatan sekelompok pekerjaan akan merapikan tepi hamparan dan
    level permukaan dengan menggunakan alat bantu                     
                                                                      
                                                                      
                                                                      
    5.3.(3). Lapis Pondasi Bawah Beton Kurus                          
         Lantai Kerja Beton K-100, Tujuan penghamparan lantai kerja beton
         mutu rendah K-100 ini adalah sebagai perkerasan pada bahu jalan.
                                                                      
         1. Peralatan :                                               
                                                                      
           - CONCRETE MIXER 0.3-0.6 M3                                
           - WATER TANKER 3000-4500 L.                                
         2. Bahan :                                                   
                                                                      
          - Semen                                                     
          - Pasir                                                     
          - Agregat Kasar                                             
          - Begisting/mal                                             
                                                                      
                                                                      
         3. Pelaksanaan pekerjaan                                     
                                                                      
          a. Persiapkan daerah bahu yang akan dicor, seperti pemasangan
            bekisting/mal sesuai ukuran yang tertera pada gambar kerja.
            Bagian bawahnya dipasang pelapis anti serap.              
          b. Agregat, semen dan air dicampur sehingga menghasilkan mutu
            beton minimal K-100 dan memenuhi persyaratan dalam        
            Spesifikasi Teknik.                                       
          c. Pemakaian ukuran agregat dipilih sesuai dengan kebutuhan Lantai
            kerja beton K-100 dan mendapat persetujuan dari Direksi   
            Pekerjaan.                                                
          d. Beton mutu K-100 sebagai lantai kerja akan dicampur, diangkut,
            dituang, disebar dan dipadatkan sesuai dengan sesuai dengan
            persyaratan dalam Spesifikasi Teknik.                     
          e. Setelah pengecoran lantai kerja beton mutu K-100 untuk bahu
            jalan maka akan diuji kerataannya dengan panjang mal tidak
            kurang dari 1,8 m                                         
          f. Lantai kerja beton mutu K-100 sebagai bahu jalan segera dirawat,
            setelah finishing tidak kurang dari 7 hari, perawatan tersebut
            yaitu dengan cara menutup permukaannya dengan plastik sampai
            lapisan berikutnya dihampar atau seluruh permukaan disemprot
                                                                      
            merata dengan white pigmented curing compound atau seluruh
            permukaan disemprot merata kontinyu dan kondisi kelembaban
            dijaga agar tetap selama masa perawatan.                  
                                                                      
    5. DIIVISI 7. STRUKTUR                                            
      7.1.(7a). Beton Struktur, fc’ 20 Mpa                            
                                                                      
      Beton mutu sedang fc’20 MPa dilaksnakan sesuai gambar dalam dokumen
       tender, maka volume pekerjaan beton FC’20 MPA akan digunakan sesuai
       gambar atau petunjuk Direksi dan atau pekerjaan lainnya sesuai hasil field
       engineering yang telah disetujui Direksi Pekerjaan.            
                                                                      
      1) Beton FC’20 MPA di produksi secara manual (concrete mixer). Material
       berupa pasir, semen dan agregat kasar diterima dilokasi pekerjaan.
      2) Secara umum tahapan pelaksanaan pekerjaan beton FC’20 MPA untuk
                                                                      
       pekerjaan diatas dapat diuraikan secara berikut :              
         a. Pekerjaan akan dimulai dengan pembuatan shop drawings untuk
            kemudian dimintakan persetujuannya dari Direksi Pekerjaan.
                                                                      
         b. Baja Tulangan yang telah dirakit (cutting and bending) di base
            camp akan dibawa kelokasi pekerjaan untuk dipasangkan sesuai
            shop drawings. Baja tulangan akan dipasangkan / diikat dengan
            menggunakan kawat beton.                                  
                                                                      
         c. Pekerjaan dilanjutkan dengan pembuatan dan pemasangan     
            bekisting yang terbuat dari balok kayu dan multiplex untuk
            membentuk dimensi struktur sesuai shop drawings.          
         d. Sebelum dilakukan pengecoran beton, maka semua hasil rakitan
            penulangan dan bekisting akan dibersihkan terlebih dahulu dan
            dimintakan persetujuannya dari Direksi Pekerjaan.         
                                                                      
         e. Untuk menjaga agar tidak terjadi pemisahan agregat (segredasi)
            dari beton, maka pengecoran beton akan dilakukan dengan   
            menggunakan luncuran manual.                              
                                                                      
         f. Selama proses pengecoran, beton akan diperiksa kekentalannya
            dengan uji slump dan terhadap beton yang lolos uji, akan  
            dituangkan dan pemadatan beton akan dilakukan dengan      
            menggunakan concrete vibrator sedemikian rupa agar tidak terjadi
            bleeding.                                                 
         g. Untuk mengetahui kondisi kekuatan beton, maka atas persetujuan
            Direksi Pekerjaan, akan dilakukan pengambilan dan pembuatan
            benda uji kubus/silinder.                                 
                                                                      
      7.1.(7a). Beton Struktur, fc’ 10 Mpa                            
                                                                      
        Beton mutu rendah f’c 10 Mpa digunakan pada lantai kerja. Sebelum
        melaksanakan pekerjaan ini, penyedia jasa harus menyerahkan JMF dan
        JMD campuran beton kepada Konsultan Pengawas atau Direksi Lapangan.
        Agregat beton fc’ 10 MPa dicampur sesuai dengan komposisinya agregat
        kasar, pasir beton, semen dicampur dalam concrete pan mixer/batching
        plant sesuai komposisi mix design yang disetujui oleh direksi lapangan
        dan konsultan, kemudian dicampur dengan air secukupnya. Campuran
        beton mutu rendah fc’ 10 MPa kemudian diangkut dengan truck mixer ke
        lokasi pengecoran. Sebelum pengecoran dimulai bekisting sudah 
        terpasang dengan baik sesuai gambar dokumen kontrak. Selama   
        pengecoran sekelompok pekerja membantu merapikan dan memadatkan
        dengan concrete vibrator.                                     
                                                                      
      7.3.1 Baja Tulangan Polos-BjTP dan 7.3.2 Baja Tulangan Sirip BjTS 280
        Pekerjaan pembesian selalu erat hubungannya dengan pembuatan elemen
        struktur beton disamping pekerjaan bekisting dan pengecoran beton.
        Sebelum pekerjaan pembesian dimulai, perlu dilakukan marking. Marking
                                                                      
        sendiri adalah pengukuran as atau posisi kolom dimana pekerjaan
        pembesian tidak boleh melenceng dari gambar rencana atau shop 
        drawing. Pekerjaan pembesian ini akan berpengaruh besar terhadap
        kualitas kekuatan dan daya tahan pada Struktur yang akan dibuat.
        Ada beberapa tahapan dalam melakukan pekerjaan pembesian, antara
        lain:                                                         
         Pengadaan Material Baja Tulangan                            
                                                                      
          Material berasal dari supplier dan diangkut ke lokasi proyek
          menggunakan truk. Material yang telah sampai ke lokasi proyek akan
          diuji terlebih dahulu untuk memeriksa mutu dan kualitas seperti yang
          sudah ditetapkan.                                           
          Pengujian yang dilakukan pada umumnya adalah tes tarik, tes tekuk,
          dan tes tekan. Sampel diambil secara acak untuk setiap sekian ton baja
          ntuk masing-masing diameter dengan panjang masing-masing 1 meter.
          Apabila mutunya sesuai dengan spesifikasi, maka material baja
          tulangan akan disimpan. Jika tidak sesuai, maka material akan
          dikembalikan ke supplier.                                   
                                                                      
         Penyimpanan Material Baja Tulangan                          
          Material besi tulangan yang telah memenuhi spesifikasi akan disimpan
          berdasarkan kelompok diameternya masing-masing. Dalam       
          penyimpanan, hal yang perlu diperhatikan adalah baja tulangan tidak
          diperbolehkan bersentuhan dengan tanah.                     
                                                                      
          Caranya dapat memakai balok kayu atau beton yang dijadikan sebagai
          dasar dan alas. Tujuannya adalah agar baja tidak berkarat, kotor dan
          kena benturan.                                              
                                                                      
         Pemotongan dan Pembengkokan Baja Tulangan                   
          Tahapan ini juga biasa disebut dengan fabrikasi. Pada proses fabrikasi
          ini akan dilakukan pembengkokan dan pemotongan pada baja    
          tulangan untuk kemudian dirakit sesuai desain dan spesifikasi yang
          dibutuhkan.                                                 
                                                                      
          Untuk pemotongan digunakan mesin Bar Cutter, sedangkan untuk
          pembengkokan digunakan mesin Bar Bender.                    
          Dengan cara ini, maka akan dibuat berbagai jenis tulangan, seperti
          sengkang, cakar ayam, rangkaian tulangan kolom, balok, pelat, dan
                                                                      
          shear wall                                                  
         Pemasangan Baja Tulangan pada Elemen Struktur               
                                                                      
          Material yang telah difabrikasi akan dirakit oleh para pekerja sehingga
          membentuk komponen struktur seperti kolom, balok, pelat, atau shear
          wall. Kemudian, material yang telah dirakit akan di pindahkan dengan
          menggunakan tower crane dari lokasi perakitan ke lokasi pemasangan.
          Pemasangan komponen tulangan dilakukan dengan menggunakan   
          tower crane serta koordinasi dengan para pekerja yang bertugas
          melakukan pemasangan tulangan. Pemasangan dilakukan dengan  
                                                                      
          hati-hati agar akurat dan tidak terjadi dislokasi Pada komponen
          tulangan pelat dapat dipasang beton decking. Tujuannya adalah untuk
          menopang tulangan pelat agar tidak melendut dan mengurangi tebal
          selimut beton. Selain itu, dipasang juga cakar ayam, yaitu tulangan ulir
          yang dibengkokkan dan dipasang diantara tulangan atas dan bawah
          yang berfungsi menjaga ketebalan pelat lantai agar sesuai rencana.
                                                                      
         Pengecekan Tulangan                                         
          Setelah seluruh tulangan terpasang, maka perlu dilakukan pengecekan
          tulangan oleh tim Quality Control apakah jumlah dan posisi tulangan
          sudah terpasang dengan benar sesuai dengan gambar rencana.  
                                                                      
      7.4.1 Penyedian Baja Struktur Grade 250                         
                                                                      
      Pengadaan Material Baja                                         
                                                                      
      Material berasal dari supplier dan diangkut ke lokasi proyek menggunakan
      truk. Material yang telah sampai ke lokasi proyek akan diuji terlebih dahulu
      untuk memeriksa mutu dan kualitas seperti yang sudah ditetapkan.
      Pengujian yang dilakukan pada umumnya adalah tes tarik, tes tekuk, dan tes
      tekan. Sampel diambil secara acak untuk setiap sekian ton baja ntuk
      masing-masing diameter dengan panjang masing-masing 1 meter.    
      Apabila mutunya sesuai dengan spesifikasi, maka material baja tulangan
      akan disimpan. Jika tidak sesuai, maka material akan dikembalikan ke
      supplier.                                                       
      7.4.2 Pemasangan Baja Struktur                                  
                                                                      
        1. Perakitan dan pemasangan struktur jembatan baja, baik dengan
          peluncuran maupun dengan prosedur pelaksanaan pemasangan    
          bertahap, harus dilaksanakan oleh Penyedia Jasa dengan teliti sesuai
          dengan prosedur yang ditetapkan oleh masing-masing buku petunjuk
          perakitan dan pemasangan dari pabrik pembuat jembatan dan   
          ketentuan umum yang disyaratkan di sini.                    
        2. Atas permintaan Penyedia Jasa, dukungan teknis tambahan oleh
          personil Pengguna Jasa yang berpengalaman, dapat dikirim ke lapangan
          dalam periode terbatas, untuk memberi pengarahan kepada pelaksana
          dan teknik pemasangan dari Penyedia Jasa tentang prinsip-prinsip
          perakitan dan pemasangan struktur jembatan baja.            
        3. Penyedia Jasa harus menyiapkan dan menentukan titik pengukuran
          pada salah satu oprit jembatan yang cocok untuk merakit suatu rangka
          jangkar untuk pengimbang dimana pemasangan dengan cara perakitan
          bertahap akan dikerjakan, atau, bilamana pemasangan dengan cara
          peluncuran, struktur jembatan baja yang telah lengkap bersama dengan
          struktur rangka pengimbang dan ujung peluncur.              
        4. Semua penyangga dan kumpulan balok-balok kayu sementara dan/atau
          fondasi beton yang disediakan oleh Penyedia Jasa untuk pemasangan rol
          perakit, rol peluncuran, rol pendaratan atau jangkar dan penyangga
          struktur rangka jangkar harus ditentukan titik pengukurannya dengan
          akurat dan dipasang pada garis dan elevasi yang benar sebagaimana
          yang ditunjukkan dalam Gambar Pemasangan dari pabrik pembuatnya.
          Perhatian khusus harus diberikan untuk memastikan bahwa seluruh rol
          dan penyangga sementara terpasang pada elevasi yang benar agar
          sesuai dengan bidang peluncuran yang telah dihitung sebelumnya
          dan/atau karakteristik lendutan untuk panjang bentang jembatan yang
          akan dipasang.                                              
        5. Komponen baja harus dirakit dengan akurat sesuai dengan tanda yang
          ditunjukkan pada Gambar Kerja pabrik pembuat jembatan dan sesuai
          dengan prosedur urutan pemasangan yang benar yang dirinci dalam
          prosedur pemasangan. Selama perakitan bahan-bahan harus ditangani
          dengan hati-hati sedemikian rupa sehingga tidak terdapat bagian yang
          melengkung, retak atau kerusakan lainnya. Pengetokan yang dapat
          melukai atau menyebabkan distorsi terhadap elemen-elemen tidak
          diijinkan.                                                  
        6. Sebelum perakitan semua bidang kontak harus dibersihkan, bebas dari
          kotoran, minyak, kerak yang lepas, bagian yang tajam seperti duri
          akibat pemotongan atau pelubangan, bintik-bintik, dan cacat lainnya
          yang akan menghambat pemasangan yang rapat atas             
          komponen-komponen yang dirakit.                             
        7. Baut penghubung harus dipasang dengan panjang dan diameter yang
          benar sebagaimana yang ditunjukkan dalam daftar baut dari pabrik
          pembuat jembatan. Ring harus ditempatkan di bawah elemen-elemen
          (mur atau kepala baut) yang berputar dalam pengencangan. Bilamana
          permukaan luar bagian yang dibaut mempunyai kelandaian 1 : 20
          terhadap bidang tegak lurus sumbu baut, maka ring serong yang halus
          harus dipakai untuk mengatasi ketidak sejajarannya. Dalam segala hal,
          hanya mur baut yang boleh diputar.                          
      7.6.8 Penyediaan Tiang Pancang Baja Diameter 250 mm tebal 9 mm  
                                                                      
      Pengadaan Material Tiang Pancang                                
      Material berasal dari supplier dan diangkut ke lokasi proyek menggunakan
       truk. Material yang telah sampai ke lokasi proyek akan diuji terlebih dahulu
                                                                      
       untuk memeriksa mutu dan kualitas seperti yang sudah ditetapkan. Harus
       disesuaikan dengan kebutuhan yaitu Tiang Pancang Baja Diameter 250 mm
       tebal 9 mm.                                                    
       Apabila spesifikasi dan mutunya sesuai, maka Tiang pancang akan
       digunakan. Jika tidak sesuai, maka material akan dikembalikan ke supplier.
                                                                      
                                                                      
      7.6.14 Pemancangan Tiang Pancang Diameter 250 mm                
                                                                      
      Pemancangan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada dengan    
       memasukkan tiang pancang kedalam tanah dibantu dengan peralatan
       crane dan hammer hingga kedalaman tiang pancang sesuai dengan hasil
       perencanaan.                                                   
                                                                      
                                                                      
      7.9 Pasangan Batu                                               
                                                                      
        a. Pekerjaan ini harus mencakup pembuatan struktur yang ditunjukkan
          dalam Gambar atau seperti yang diperintahkan Direksi pekerjaan,
          yang dibuat dari pasangan batu. Pekerjaan harus meliputi pemasokan
          semua bahan, penyiapan seluruh formasi atau pondasi dan seluruh
          pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan struktur sesuai
          dengan spesifikasi ini dan memenuhi garis, ketinggian, potongan dan
          dimensi seperti yang ditunjukkan dalam gambar atau sebagimana yang
          diperintahkan secara tertulis oleh Direksi Prkerjaan.       
        b. Umumnya, pasangan batu harus digunakan hanya untuk struktur
          seperti dinding penahan, gorong-gorong pelat, dan tembok kepala
          gorong-gorong besar dari pasangan batu yang digunakan untuk 
          menahan beban luar yang cukup besar. Bilamana fungsi utama suatu
          pekerjaan sebagai penahan gerusan , bukan sebagai penahan beban,
          seperti lapisan selokan, lubang penangkap, lantai gorong-gorong
          (spillway apron) atau pekerjaan pelindung lainnya pada lereng atau di
          sekitar ujung gorong-gorong, maka kelas pekerjaan di bawah  
                                                                      
          Pasangan Batu (Stone Masonry) dapat digunakan seperti Pasangan
          Batu dengan Mortar (Mortared Stonework) atau pasangan batu kosong
          yang diisi (grouted rip rap).                               
          Dasar Perhitungan untuk Analisa Harga Satuan                
          Asumsi:                                                     
          1. Menggunakan alat berat (secara mekanik)                  
          2. Bahan dasar (batu, pasir dan semen)diterima seluruhnya dilokasi
           pekerjaan                                                  
                                                                      
          3. Prosedur Pelaksanaan:                                    
           Semen, pasir dan air dicampur dan diaduk menjadi spesi beton
           dengan menggunakan batu yang dibersihkan dari tanah liat dan
           debu agar daya rekat semen terpenuhi. Penyelesaian dan perpihan
           setelah pemasangan                                         
                                                                      
    6. DIVISI 8. REHABILITASI JEMBATAN                                
                                                                      
      8.7.(1a). Pengecatan struktur baja pada daerah kering tebal 80 mikron
                                                                      
                                                                      
           Dalam Pengecatan Jembatan Rangka Baja hal ini perawatan untuk
           jembatan memang sangat diperlukan guna untuk perlindungan  
           jembatan pada korusi. Dengan pengecatan jembatan merupakan 
           suatu upaya untuk memberikan perlindungan terhadap elemen baja,
           beberapa faktor yang mempengaruhi elemen tersebut adalah faktor
           alam, suhu dan lain sebagainya. Dalam pekerjaan ini element baja
           yang mempunyai tingkat kerusakan tinggi harus di prioritaskan dan
           tentunya persiapan kita untuk pengecatan jembatan seperti bahan,
           alat dan tenaga harus di persiapkan matang.                
           Ada beberapa kategori yang saya bagi dalam pekerjaan ini,  
                                                                      
           1. Pelapisan ulang ( overcoating )                         
              Overcoating merupakan pekerjaan untuk memperbaiki cat lapis
              akhir, lapisan tengah dan lapisan utama pada jembatan rangka.
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
           2. Pelapisan baru ( repair coating )                       
              Sedangkan untuk repair coating merupakan pekerjaan cat  
              elemen baja secara meyeluruh dengan cara mengupas cat lama
              lalu menggunakan cat dasar primer dan di lanjutkan dengan
              cat wwarna dengan kualitas yang baik.                   
           Dengan adanya kategori tersebut tentunya ada penentuan apakah
           element pada jembatan ini masuk kategori overcoating atau reapir
           coating, dengan memperhitungkan kerusakan element yang ada.
           Apakah kerusakan tersebut masih dalam batas wajar ( umum ) atau
           parah ( kritis ). Yang dimaksudkan saya dengan batas parah adalah
           komponen di setiap jembatan rangka dalam keadaan tidak baik atau
           memiliki tegangan setempat yang tinggi. Sebaliknya dengan batas
           wajar. Dengan ini kita harus mempersiapkan alat dan bahan  
           dengan pelapisan atau coating sesuai dengan speck.         
           Dalam pekerjaan ini jika ada struktur baja yang mengalami  
           kerusakan maka struktur tersebut akan di perbaiki terlebih dahulu
           baru selanjutnya dilakukan pengecatan.                     
                                                                      
                                                                      
           Urutan Pelaksanaan pekerjaan                               
             Permukaan elemen baja dibersihkan dengan menyemprotkan  
              bahan abrasif sampai permukaan logam bersih             
             Lakukan pengukuran kelembaban udara, dimana kelembaban  
              yang diizinkan untuk pengecatan maksimal 83%-85%        
             Pengecatan pertama dengan cat dasar setelah komponen binder
              dan primer dicampur                                     
                                                                      
             Pengecatan kedua dengan cat penutup setelah lapisan cat 
              pertama kering                                          
             Pengecatan ketiga dengan cat penutup setelah lapisan cat kedua
              kering (jika diperlukan)                                
                                                                      
                                                                      
                                                                      
   9.1.(2). Pekerja Biasa                                             
                                                                      
   Pada divisi ini pekerja biasa merupakan pekerja harian yang melakukan
   pekerjaan pembersihan jembatan dan pembongkaran serta pembersihan lokasi
   kerja baik diawal dan akhir pelaksanaan pekerjaan.
Tenders also won by CV Swamimi
Authority
2 March 2022Pembangunan Jembatan Air Balui Pada Ruas Jalan Selensen - Kota Baru - Bagan JayaProvinsi RiauRp 12,450,000,000
16 February 2017Pelayanan Kesehatan (Biaya Bahan Makanan Basah Pasien Dirawat Kelas II & III)Pemerintah Daerah Provinsi RiauRp 3,467,930,000
8 July 2019Pembangunan Jembatan Sungai Navigasi Harapan Jaya Kec. Rimba Melintang Kab. Rokan HilirKab. Rokan HilirRp 2,407,886,450
26 June 2014Pekerjaan Pembangunan Power House, Ground Tank Dan Rumah PompaRp 1,625,940,000
7 January 2014Pengadaan Bantuan Konsumsi Siswa Semester Genap Dan GanjilRp 1,372,140,000
6 June 2017Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Bangunan Rawat Inap (Rehab Berat Ruang Napza)Pemerintah Daerah Provinsi RiauRp 1,211,630,000
29 June 2022Pembangunan Jalan Aspal Lingkungan Spn Polda RiauKepolisian Negara Republik IndonesiaRp 607,399,000
24 June 2016Pembangunan Rkb Sdn 013 Suka MajuLPSE Kabupaten Kuantan SingingiRp 554,495,000
22 August 2015Renovasi Gedung Kantor Bidang Wilayah II - SiakRp 468,600,000
3 October 2014Bantuan Sembako Anak Panti Asuhan (Pa)Pemerintah Daerah Kota PekanbaruRp 446,031,000