| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0028733608211000 | Rp 1,424,054,654 | - | |
| 0024506685201000 | - | - | |
| 0015807837201000 | - | - | |
| 0928613066212000 | - | - | |
| 0020455580201000 | Rp 1,266,914,000 | Sisa Kemampuan Paket telah melebihi dari syarat yang ditentukan yaitu sebanyak 7 paket terdiri dari : 1. Pembangunan Bangunan Pelengkap Jalan Simp. Kantor Wali Pondok Parian - Pondok Parian, Kec. Lunang 2. Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan Limau Gadang - Batu Biduak Lumpo, Kec. IV Jurai 3. Pembangunan Embung Air Baku Batang Bingung di Kota Solok 4. Belanja Pemeliharaan - Pemeliharaan Jaringan Irigasi Sagitsi Nemnemleleu 5. Belanja Pemeliharaan - Pemeliharaan Jaringan Irigasi Saureinu | |
| 0023609217201000 | - | - | |
| 0719693509212000 | Rp 1,423,194,201 | Bukti Kepemilikan Peralatan yang ditawarkan tidak ada Kapasitas peralatan utama tidak sesuai dengan LDP Pengalaman Peserta Tidak Dilampirkan | |
| 0733159453331000 | - | - | |
| 0705401032202000 | - | - | |
| 0025513227201000 | - | - | |
| 0031528433201000 | - | - | |
| 0957353196205000 | - | - | |
| 0022354252446000 | - | - | |
| 0026681148201000 | - | - | |
| 0839143435211000 | - | - | |
| 0701324980216000 | - | - | |
CV Telu Sara Ita | 0019252329201000 | - | - |
| 0023272842211000 | - | - | |
| 0016229460201000 | - | - | |
| 0030349096216000 | - | - | |
| 0311932800442000 | - | - | |
| 0027232750432000 | - | - | |
| 0828248435124000 | - | - | |
| 0626689004205000 | - | - | |
| 0730500006201000 | - | - | |
| 0744879834205000 | - | - | |
| 0848022554203000 | - | - | |
| 0031192701201000 | - | - | |
| 0735004806201000 | - | - |
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
Kegiatan : Pembangunan Peningkatan dan Pemeliharaan Jembatan
Sub Kegiatan : Pembangunan Jembatan Taikako Hulu
Lokasi : Kec. Sikakap
Tahun Anggaran : 2023
1. DIVSI 1 UMUM
1.2 Mobilisasi
1.19 Keselamatan dan Kesehatan Kerja
2. DIVISI 3 PEKERJAAN TANAH DAN GEOTEKNIK
3.1.(1) Galian Biasa
3.2.(1a) Timbunan Biasa dari Sumber Galian (Quarry)
3. DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR
5.3.(3) Lapis Fondasi bawah Beton Kurus
4. DIVISI 7 STRUKTUR
7.1.(7a) Beton Mutu Sedang fc’ 20 Mpa
7.1 (10) Beton, fc’10 Mpa
7.3.(1) Baja Tulangan Polos-BjTP
7.3.(2) Baja Tulangan Sirip BjTS 280
7.4.(1a) Penyediaan Baja Struktur Grade 250
7.4.(2) Pemasangan Baja Struktur
7.6.(8b) Penyediaan Tiang Pancang Baja Diameter 250 mm tebal 9 mm
7.6.(14b) Pemancangan Tiang Pancang Baja Diameter 250 mm
7.9.(1) Pasangan Batu
5. DIVISI 8. REHABILITASI JEMBATAN
8.7.(1a) Pengecatan struktur baja pada daerah kering tebal 80 mikron
6. DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN & PEKERJAAN LAIN-LAIN
9.1.(2) Pekerja Biasa
Semua item-item pekerjaan tersebut diatas akan dilaksanakan sesuai spesifikasi
teknis dan menurut volume pekerjaan yang tersedia dalam Daftar Kuantitas dan
Harga.
1. DIVISI I UMUM
1.2. PEKERJAAN MOBILISASI
A. Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan Persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi kegiatan -
kegiatan pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi :
1. Pembuatan Job Mix Design
Sebelum pekerjaan utama dilaksanakan terlebih dahulu dilaksanakan
pengambilan sampel bahan dari quarry yang berada di lokasi setempat
atau yang berdekatan dengan lokasi tersebut, diantaranya : batu, pasir
dan bahan yimbunan pilihan selanjutnya dibawa ke laboratorium job
mix formula/job mix designn yang akan dipakai sebagai acuan kerja
dalam pelaksanaan proyek.
2. Kantor Lapangan dan Faslitasnya
Tahap berikutnya penentuan lokasi basecamp, pembuatan kantor
lapangan dan fasilitas dilokasi proyek dan kemudian dilanjutkan dengan
mobilisasi peralatan yang diperlukan sesuai dengan tahapan
pelaksanaan pekerjaan..
3. Pengaturan Arus Transportasi dan Pemeliharaan Arus Lalu Lintas
Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, pengaturan arus lalu lintas
transportasi dilakukan dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang
memadai disetiap kegiatan lapangan. Bila diperlukan dapat ditempatkan
petugas pemberi isyarat yang bertugas mengatur arus lalu lintas pada
saat pelaksanaan.
4. Rekayasa Lapangan
Dengan petunjuk Direksi Teknis survey/rekayasa lapangan
dilaksanakan untuk menentukan kondisi fisik dan struktural dari
pekerjaan dan fasilitas yang ada dilokasi pekerjaan, seehingga
dimungkinkan untuk mengadakan peninjauan ulang terhadap
rancangan kerja yang telah diberikan sistem dan tatacara survey
dikordinasikan dengan direksi teknis.
5. Material dan Penyimpanan
Bahan yang akan digunakan di dalam pekerjaan harus menemui
spesifikasi dan standar yang berlaku, baik ukuran, tipe maupun
ketentuan lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis. Semua material yang
akan digunakan untuk proses pembuatan Concrete diambil dari quarry
sungai yang berada di lokasi setempat.
6. Jadwal Konstruksi
Jadwal konstruksi dibuat pihak kontraktor, diajukan kedapa Direksi
Teknis untuk dibahas dan mendapatkan persetujuan pada saat
dilaksanakan rapat pendahuluan (Pre Construction Meeting/PCM).
7. Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan
Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi meliputi :
Alat-alat yang digunakan adalah:
- CONCRETE MIXER 0.3-0.6 M3
- DUMP TRUCK
- GENERATOR SET
- WATER PUMP 70-100 mm
- MOBIL PICK UP
- MOBIL CRANE 10 - 15 TON
- STAMPER
- PILE DRIVING HAMMER 1 TON
8. Papan Nama Proyek
Papan nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai
proyek, dibuat dengan ukuran atas persetujuan Direksi Pekerjaan.
Bahan yang dipakai adalah kayu kaso, baliho dan lain-lain. Papan nama
proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan. Papan nama
proyek dipelihara selama pelaksanaan proyek.
B. Relokasi Utilitas dan Pelayanan
Relokasi Utilitas dan pelayan diantaranya untuk telokm, PDAM, Listrik serta utilitas
umum lainnya melalui beberapa tahapan :
a. Pendapatan terhadap sarana yang masuk dalam ketentuan relokasi yang
sudah ditetapkan
b. Pelaporan terhadap Departemen terkait
c. Pemindahan Utilitas setelah mendapatkan persetujuan dari departemen
terkait.
1.8.(1). Manajemen Keselamatan Lalu Lintas
Dalam melaksanakan pekerjaan Pembangunan Jembatan setiap tahapan pekerjaan
yang akan dilaksanakan mulai dari awal sampai dengan akhir kegiatan di lapangan
diusahakan tidak mengganggu arus lalu lintas. Aktivitas arus lalu lintas yang
terhambat akibat adanya kegiatan proyek akan merugikan pengguna jalan raya.
Agar dalam pelaksanaan pekerjaan tidak terjadi kerugian dipihak pengguna jalan,
maka manajemen lalu lintas dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :
a. Menyiapkan Perlengkapan keselamatan jalan selama periode konstruksi sesuai
ketentuan.
b. Membuat rencana kerja manajemen lalu lintas sesuai schedule pekerjaan dan
koordinasikan dengan seluruh personil yang terkait.
c. Mengatur secara tepat jadwal pelaksanaan setiap jenis pekerjaan di lapangan.
d. Memasang rambu-rambu di sekitar lokasi pekerjaan dan menempatkannya
secara tepat dan benar.
e. Menempatkan petugas pengatur lalu lintas untuk mengatur dan mengarahkan
arus lalu lintas
Peralatan Keselamatan Lalu Lintas
a. Rambu penghalang lalu lintas jenis plastik
b. Rambu Peringatan
c. Peralatan komunikasi dan lainnya
Tenaga yang terdiri dari :
a. Pekerja
b. Koordinator
Pada saat pekerjaan, rambu-rambu diletakkan sepanjang daerah galian,
tujuannya agar kendaraan atau orang tidak masuk atau terperosok ke dalam
daerah galian. Rambu-rambu yang dipasang haruslah mempunyai cat dengan
pantulan cahanya, guna menghindari kecelakaan di malam hari.
2. DIVISI 3 PEKERJAAN TANAH
3.1.3 Galian Biasa
Pekerjaan penggalian dilaksankan setelah pemasangan bowplank dalam hal ini
penentuan kedalaman galian. Tanah yang digali secara manual dan dibuang di
sebelah kiri kanan lokasi galian.
3.2.(1a). Timbunan Biasa dari Sumber Galian (Quarry)
Timbunan yang diklasifikasikan sebagai timbunan biasa harus terdiri dari bahan
tanah atau bahan galian batu yang disetujui oleh Pengawas Pekerjaan sebagai
bahan yang memenuhi syarat dalam pekerjaan permanen. Bahan yang dipilih
sebaiknya harus memiliki nilai CBR tidak kurang dari karakteristik daya dukung
tanah dasar yang diambil untuk rancangan dan ditunjukan dalam gambar atau
tidak kurang dari 6% jika tidak disebutkan lain (CBR stelah perendaman 4 hari nilai
dipadatkan 100% kepadatan kering maksimum (MDD) seperti yang ditentukan oleh
SNI 1742:2008).
Pekejaan Timbunan Biasa dari Sumber Galian (Quarry) dilaksanakan dengan
prosedur sebagai berikut:
a. Pengangkutan Material
Pengangkutan material timbunan biasa dari sumber galian ke lokasi
pekerjaan menggunakan dump truck dan loadingnya dilakukan dengan
menggunakan wheel loader. Pengecekan dan pencatatan volume material
dilakukan pada saat penghamparan agar tidak terjadi kelebihan material
disatu tempat dan kekurangan material ditempat lain.
b. Penghamparan Material
Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan motor grader. Ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penghamparan material,
diantaranya :
1. Kondisi cuaca yang memungkinkan
2. Panjang hamparan pada saat setiap section yang dipadatkan sesuai
dengan kondisi lapangan. Lebar penghamparan disesuaikan dengan
kondisi lapangan dan tebal penghamparan sesuai dengan spesifikasi,
semua tahapan pekerjaan hamparan dan tebal hamparan berdasarkan
petunjuk dan persetujuan dari Direksi Pekerjaan.
3. Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi
yang ditetapkan.
c. Pemadatan Material
Pemadatan dilakukan dengan menggunakan vibro roller, dimulai dari bagian
tepi ke bagian tengah. Pemadatan dilakukan berulang jika dimungkinkan
untuk mendapat hasil yang maksimal dapat digunakan alat water tank untuk
membasahi material timbunan biasa dari sumber galian dan diselingi dengan
pemadatan dengan menggunakan vibro roller. Timbunan biasa dari sumber
galian (quarry) dipadatkan mulai dari tepi luar dengan bergerak menuju ke
arah sumbu jalan sedemikian rupa. Bila mana memungkinkan, lalu lintas
alat-alat konstruksi harus terus menerus divariasi agar dapat menyebarkan
pengaruh usaha pemadatan dari lalu lintas tersebut.
Dasar perhitungan analisis adalah:
1. Asumsi, Pekerjaan dilakukan secra mekanis dan lokasi pekerjaan
2. Urutan kerja/metode kerja :
- Material timbunan biasa dimuat ke dump truck dengan menggunakan
whell loader
- Pengangkutan material timbunan biasa dilakukan drump truck dari
quarry dengan jarak quarry ke lapangan pekerjaan 6 KM
- Material timbunan biasa dihampar dengan menggunakan motor grader
- Hamparan Material dsisiram air dengan menggunakan water tank truck
(sebelum pelaksanaan pemadatan) dan dipadatkan dengan
menggunakan vibro roller
Selama pemadatan sekelompok pekerjaan akan merapikan tepi hamparan dan
level permukaan dengan menggunakan alat bantu
5.3.(3). Lapis Pondasi Bawah Beton Kurus
Lantai Kerja Beton K-100, Tujuan penghamparan lantai kerja beton
mutu rendah K-100 ini adalah sebagai perkerasan pada bahu jalan.
1. Peralatan :
- CONCRETE MIXER 0.3-0.6 M3
- WATER TANKER 3000-4500 L.
2. Bahan :
- Semen
- Pasir
- Agregat Kasar
- Begisting/mal
3. Pelaksanaan pekerjaan
a. Persiapkan daerah bahu yang akan dicor, seperti pemasangan
bekisting/mal sesuai ukuran yang tertera pada gambar kerja.
Bagian bawahnya dipasang pelapis anti serap.
b. Agregat, semen dan air dicampur sehingga menghasilkan mutu
beton minimal K-100 dan memenuhi persyaratan dalam
Spesifikasi Teknik.
c. Pemakaian ukuran agregat dipilih sesuai dengan kebutuhan Lantai
kerja beton K-100 dan mendapat persetujuan dari Direksi
Pekerjaan.
d. Beton mutu K-100 sebagai lantai kerja akan dicampur, diangkut,
dituang, disebar dan dipadatkan sesuai dengan sesuai dengan
persyaratan dalam Spesifikasi Teknik.
e. Setelah pengecoran lantai kerja beton mutu K-100 untuk bahu
jalan maka akan diuji kerataannya dengan panjang mal tidak
kurang dari 1,8 m
f. Lantai kerja beton mutu K-100 sebagai bahu jalan segera dirawat,
setelah finishing tidak kurang dari 7 hari, perawatan tersebut
yaitu dengan cara menutup permukaannya dengan plastik sampai
lapisan berikutnya dihampar atau seluruh permukaan disemprot
merata dengan white pigmented curing compound atau seluruh
permukaan disemprot merata kontinyu dan kondisi kelembaban
dijaga agar tetap selama masa perawatan.
5. DIIVISI 7. STRUKTUR
7.1.(7a). Beton Struktur, fc’ 20 Mpa
Beton mutu sedang fc’20 MPa dilaksnakan sesuai gambar dalam dokumen
tender, maka volume pekerjaan beton FC’20 MPA akan digunakan sesuai
gambar atau petunjuk Direksi dan atau pekerjaan lainnya sesuai hasil field
engineering yang telah disetujui Direksi Pekerjaan.
1) Beton FC’20 MPA di produksi secara manual (concrete mixer). Material
berupa pasir, semen dan agregat kasar diterima dilokasi pekerjaan.
2) Secara umum tahapan pelaksanaan pekerjaan beton FC’20 MPA untuk
pekerjaan diatas dapat diuraikan secara berikut :
a. Pekerjaan akan dimulai dengan pembuatan shop drawings untuk
kemudian dimintakan persetujuannya dari Direksi Pekerjaan.
b. Baja Tulangan yang telah dirakit (cutting and bending) di base
camp akan dibawa kelokasi pekerjaan untuk dipasangkan sesuai
shop drawings. Baja tulangan akan dipasangkan / diikat dengan
menggunakan kawat beton.
c. Pekerjaan dilanjutkan dengan pembuatan dan pemasangan
bekisting yang terbuat dari balok kayu dan multiplex untuk
membentuk dimensi struktur sesuai shop drawings.
d. Sebelum dilakukan pengecoran beton, maka semua hasil rakitan
penulangan dan bekisting akan dibersihkan terlebih dahulu dan
dimintakan persetujuannya dari Direksi Pekerjaan.
e. Untuk menjaga agar tidak terjadi pemisahan agregat (segredasi)
dari beton, maka pengecoran beton akan dilakukan dengan
menggunakan luncuran manual.
f. Selama proses pengecoran, beton akan diperiksa kekentalannya
dengan uji slump dan terhadap beton yang lolos uji, akan
dituangkan dan pemadatan beton akan dilakukan dengan
menggunakan concrete vibrator sedemikian rupa agar tidak terjadi
bleeding.
g. Untuk mengetahui kondisi kekuatan beton, maka atas persetujuan
Direksi Pekerjaan, akan dilakukan pengambilan dan pembuatan
benda uji kubus/silinder.
7.1.(7a). Beton Struktur, fc’ 10 Mpa
Beton mutu rendah f’c 10 Mpa digunakan pada lantai kerja. Sebelum
melaksanakan pekerjaan ini, penyedia jasa harus menyerahkan JMF dan
JMD campuran beton kepada Konsultan Pengawas atau Direksi Lapangan.
Agregat beton fc’ 10 MPa dicampur sesuai dengan komposisinya agregat
kasar, pasir beton, semen dicampur dalam concrete pan mixer/batching
plant sesuai komposisi mix design yang disetujui oleh direksi lapangan
dan konsultan, kemudian dicampur dengan air secukupnya. Campuran
beton mutu rendah fc’ 10 MPa kemudian diangkut dengan truck mixer ke
lokasi pengecoran. Sebelum pengecoran dimulai bekisting sudah
terpasang dengan baik sesuai gambar dokumen kontrak. Selama
pengecoran sekelompok pekerja membantu merapikan dan memadatkan
dengan concrete vibrator.
7.3.1 Baja Tulangan Polos-BjTP dan 7.3.2 Baja Tulangan Sirip BjTS 280
Pekerjaan pembesian selalu erat hubungannya dengan pembuatan elemen
struktur beton disamping pekerjaan bekisting dan pengecoran beton.
Sebelum pekerjaan pembesian dimulai, perlu dilakukan marking. Marking
sendiri adalah pengukuran as atau posisi kolom dimana pekerjaan
pembesian tidak boleh melenceng dari gambar rencana atau shop
drawing. Pekerjaan pembesian ini akan berpengaruh besar terhadap
kualitas kekuatan dan daya tahan pada Struktur yang akan dibuat.
Ada beberapa tahapan dalam melakukan pekerjaan pembesian, antara
lain:
Pengadaan Material Baja Tulangan
Material berasal dari supplier dan diangkut ke lokasi proyek
menggunakan truk. Material yang telah sampai ke lokasi proyek akan
diuji terlebih dahulu untuk memeriksa mutu dan kualitas seperti yang
sudah ditetapkan.
Pengujian yang dilakukan pada umumnya adalah tes tarik, tes tekuk,
dan tes tekan. Sampel diambil secara acak untuk setiap sekian ton baja
ntuk masing-masing diameter dengan panjang masing-masing 1 meter.
Apabila mutunya sesuai dengan spesifikasi, maka material baja
tulangan akan disimpan. Jika tidak sesuai, maka material akan
dikembalikan ke supplier.
Penyimpanan Material Baja Tulangan
Material besi tulangan yang telah memenuhi spesifikasi akan disimpan
berdasarkan kelompok diameternya masing-masing. Dalam
penyimpanan, hal yang perlu diperhatikan adalah baja tulangan tidak
diperbolehkan bersentuhan dengan tanah.
Caranya dapat memakai balok kayu atau beton yang dijadikan sebagai
dasar dan alas. Tujuannya adalah agar baja tidak berkarat, kotor dan
kena benturan.
Pemotongan dan Pembengkokan Baja Tulangan
Tahapan ini juga biasa disebut dengan fabrikasi. Pada proses fabrikasi
ini akan dilakukan pembengkokan dan pemotongan pada baja
tulangan untuk kemudian dirakit sesuai desain dan spesifikasi yang
dibutuhkan.
Untuk pemotongan digunakan mesin Bar Cutter, sedangkan untuk
pembengkokan digunakan mesin Bar Bender.
Dengan cara ini, maka akan dibuat berbagai jenis tulangan, seperti
sengkang, cakar ayam, rangkaian tulangan kolom, balok, pelat, dan
shear wall
Pemasangan Baja Tulangan pada Elemen Struktur
Material yang telah difabrikasi akan dirakit oleh para pekerja sehingga
membentuk komponen struktur seperti kolom, balok, pelat, atau shear
wall. Kemudian, material yang telah dirakit akan di pindahkan dengan
menggunakan tower crane dari lokasi perakitan ke lokasi pemasangan.
Pemasangan komponen tulangan dilakukan dengan menggunakan
tower crane serta koordinasi dengan para pekerja yang bertugas
melakukan pemasangan tulangan. Pemasangan dilakukan dengan
hati-hati agar akurat dan tidak terjadi dislokasi Pada komponen
tulangan pelat dapat dipasang beton decking. Tujuannya adalah untuk
menopang tulangan pelat agar tidak melendut dan mengurangi tebal
selimut beton. Selain itu, dipasang juga cakar ayam, yaitu tulangan ulir
yang dibengkokkan dan dipasang diantara tulangan atas dan bawah
yang berfungsi menjaga ketebalan pelat lantai agar sesuai rencana.
Pengecekan Tulangan
Setelah seluruh tulangan terpasang, maka perlu dilakukan pengecekan
tulangan oleh tim Quality Control apakah jumlah dan posisi tulangan
sudah terpasang dengan benar sesuai dengan gambar rencana.
7.4.1 Penyedian Baja Struktur Grade 250
Pengadaan Material Baja
Material berasal dari supplier dan diangkut ke lokasi proyek menggunakan
truk. Material yang telah sampai ke lokasi proyek akan diuji terlebih dahulu
untuk memeriksa mutu dan kualitas seperti yang sudah ditetapkan.
Pengujian yang dilakukan pada umumnya adalah tes tarik, tes tekuk, dan tes
tekan. Sampel diambil secara acak untuk setiap sekian ton baja ntuk
masing-masing diameter dengan panjang masing-masing 1 meter.
Apabila mutunya sesuai dengan spesifikasi, maka material baja tulangan
akan disimpan. Jika tidak sesuai, maka material akan dikembalikan ke
supplier.
7.4.2 Pemasangan Baja Struktur
1. Perakitan dan pemasangan struktur jembatan baja, baik dengan
peluncuran maupun dengan prosedur pelaksanaan pemasangan
bertahap, harus dilaksanakan oleh Penyedia Jasa dengan teliti sesuai
dengan prosedur yang ditetapkan oleh masing-masing buku petunjuk
perakitan dan pemasangan dari pabrik pembuat jembatan dan
ketentuan umum yang disyaratkan di sini.
2. Atas permintaan Penyedia Jasa, dukungan teknis tambahan oleh
personil Pengguna Jasa yang berpengalaman, dapat dikirim ke lapangan
dalam periode terbatas, untuk memberi pengarahan kepada pelaksana
dan teknik pemasangan dari Penyedia Jasa tentang prinsip-prinsip
perakitan dan pemasangan struktur jembatan baja.
3. Penyedia Jasa harus menyiapkan dan menentukan titik pengukuran
pada salah satu oprit jembatan yang cocok untuk merakit suatu rangka
jangkar untuk pengimbang dimana pemasangan dengan cara perakitan
bertahap akan dikerjakan, atau, bilamana pemasangan dengan cara
peluncuran, struktur jembatan baja yang telah lengkap bersama dengan
struktur rangka pengimbang dan ujung peluncur.
4. Semua penyangga dan kumpulan balok-balok kayu sementara dan/atau
fondasi beton yang disediakan oleh Penyedia Jasa untuk pemasangan rol
perakit, rol peluncuran, rol pendaratan atau jangkar dan penyangga
struktur rangka jangkar harus ditentukan titik pengukurannya dengan
akurat dan dipasang pada garis dan elevasi yang benar sebagaimana
yang ditunjukkan dalam Gambar Pemasangan dari pabrik pembuatnya.
Perhatian khusus harus diberikan untuk memastikan bahwa seluruh rol
dan penyangga sementara terpasang pada elevasi yang benar agar
sesuai dengan bidang peluncuran yang telah dihitung sebelumnya
dan/atau karakteristik lendutan untuk panjang bentang jembatan yang
akan dipasang.
5. Komponen baja harus dirakit dengan akurat sesuai dengan tanda yang
ditunjukkan pada Gambar Kerja pabrik pembuat jembatan dan sesuai
dengan prosedur urutan pemasangan yang benar yang dirinci dalam
prosedur pemasangan. Selama perakitan bahan-bahan harus ditangani
dengan hati-hati sedemikian rupa sehingga tidak terdapat bagian yang
melengkung, retak atau kerusakan lainnya. Pengetokan yang dapat
melukai atau menyebabkan distorsi terhadap elemen-elemen tidak
diijinkan.
6. Sebelum perakitan semua bidang kontak harus dibersihkan, bebas dari
kotoran, minyak, kerak yang lepas, bagian yang tajam seperti duri
akibat pemotongan atau pelubangan, bintik-bintik, dan cacat lainnya
yang akan menghambat pemasangan yang rapat atas
komponen-komponen yang dirakit.
7. Baut penghubung harus dipasang dengan panjang dan diameter yang
benar sebagaimana yang ditunjukkan dalam daftar baut dari pabrik
pembuat jembatan. Ring harus ditempatkan di bawah elemen-elemen
(mur atau kepala baut) yang berputar dalam pengencangan. Bilamana
permukaan luar bagian yang dibaut mempunyai kelandaian 1 : 20
terhadap bidang tegak lurus sumbu baut, maka ring serong yang halus
harus dipakai untuk mengatasi ketidak sejajarannya. Dalam segala hal,
hanya mur baut yang boleh diputar.
7.6.8 Penyediaan Tiang Pancang Baja Diameter 250 mm tebal 9 mm
Pengadaan Material Tiang Pancang
Material berasal dari supplier dan diangkut ke lokasi proyek menggunakan
truk. Material yang telah sampai ke lokasi proyek akan diuji terlebih dahulu
untuk memeriksa mutu dan kualitas seperti yang sudah ditetapkan. Harus
disesuaikan dengan kebutuhan yaitu Tiang Pancang Baja Diameter 250 mm
tebal 9 mm.
Apabila spesifikasi dan mutunya sesuai, maka Tiang pancang akan
digunakan. Jika tidak sesuai, maka material akan dikembalikan ke supplier.
7.6.14 Pemancangan Tiang Pancang Diameter 250 mm
Pemancangan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada dengan
memasukkan tiang pancang kedalam tanah dibantu dengan peralatan
crane dan hammer hingga kedalaman tiang pancang sesuai dengan hasil
perencanaan.
7.9 Pasangan Batu
a. Pekerjaan ini harus mencakup pembuatan struktur yang ditunjukkan
dalam Gambar atau seperti yang diperintahkan Direksi pekerjaan,
yang dibuat dari pasangan batu. Pekerjaan harus meliputi pemasokan
semua bahan, penyiapan seluruh formasi atau pondasi dan seluruh
pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan struktur sesuai
dengan spesifikasi ini dan memenuhi garis, ketinggian, potongan dan
dimensi seperti yang ditunjukkan dalam gambar atau sebagimana yang
diperintahkan secara tertulis oleh Direksi Prkerjaan.
b. Umumnya, pasangan batu harus digunakan hanya untuk struktur
seperti dinding penahan, gorong-gorong pelat, dan tembok kepala
gorong-gorong besar dari pasangan batu yang digunakan untuk
menahan beban luar yang cukup besar. Bilamana fungsi utama suatu
pekerjaan sebagai penahan gerusan , bukan sebagai penahan beban,
seperti lapisan selokan, lubang penangkap, lantai gorong-gorong
(spillway apron) atau pekerjaan pelindung lainnya pada lereng atau di
sekitar ujung gorong-gorong, maka kelas pekerjaan di bawah
Pasangan Batu (Stone Masonry) dapat digunakan seperti Pasangan
Batu dengan Mortar (Mortared Stonework) atau pasangan batu kosong
yang diisi (grouted rip rap).
Dasar Perhitungan untuk Analisa Harga Satuan
Asumsi:
1. Menggunakan alat berat (secara mekanik)
2. Bahan dasar (batu, pasir dan semen)diterima seluruhnya dilokasi
pekerjaan
3. Prosedur Pelaksanaan:
Semen, pasir dan air dicampur dan diaduk menjadi spesi beton
dengan menggunakan batu yang dibersihkan dari tanah liat dan
debu agar daya rekat semen terpenuhi. Penyelesaian dan perpihan
setelah pemasangan
6. DIVISI 8. REHABILITASI JEMBATAN
8.7.(1a). Pengecatan struktur baja pada daerah kering tebal 80 mikron
Dalam Pengecatan Jembatan Rangka Baja hal ini perawatan untuk
jembatan memang sangat diperlukan guna untuk perlindungan
jembatan pada korusi. Dengan pengecatan jembatan merupakan
suatu upaya untuk memberikan perlindungan terhadap elemen baja,
beberapa faktor yang mempengaruhi elemen tersebut adalah faktor
alam, suhu dan lain sebagainya. Dalam pekerjaan ini element baja
yang mempunyai tingkat kerusakan tinggi harus di prioritaskan dan
tentunya persiapan kita untuk pengecatan jembatan seperti bahan,
alat dan tenaga harus di persiapkan matang.
Ada beberapa kategori yang saya bagi dalam pekerjaan ini,
1. Pelapisan ulang ( overcoating )
Overcoating merupakan pekerjaan untuk memperbaiki cat lapis
akhir, lapisan tengah dan lapisan utama pada jembatan rangka.
2. Pelapisan baru ( repair coating )
Sedangkan untuk repair coating merupakan pekerjaan cat
elemen baja secara meyeluruh dengan cara mengupas cat lama
lalu menggunakan cat dasar primer dan di lanjutkan dengan
cat wwarna dengan kualitas yang baik.
Dengan adanya kategori tersebut tentunya ada penentuan apakah
element pada jembatan ini masuk kategori overcoating atau reapir
coating, dengan memperhitungkan kerusakan element yang ada.
Apakah kerusakan tersebut masih dalam batas wajar ( umum ) atau
parah ( kritis ). Yang dimaksudkan saya dengan batas parah adalah
komponen di setiap jembatan rangka dalam keadaan tidak baik atau
memiliki tegangan setempat yang tinggi. Sebaliknya dengan batas
wajar. Dengan ini kita harus mempersiapkan alat dan bahan
dengan pelapisan atau coating sesuai dengan speck.
Dalam pekerjaan ini jika ada struktur baja yang mengalami
kerusakan maka struktur tersebut akan di perbaiki terlebih dahulu
baru selanjutnya dilakukan pengecatan.
Urutan Pelaksanaan pekerjaan
Permukaan elemen baja dibersihkan dengan menyemprotkan
bahan abrasif sampai permukaan logam bersih
Lakukan pengukuran kelembaban udara, dimana kelembaban
yang diizinkan untuk pengecatan maksimal 83%-85%
Pengecatan pertama dengan cat dasar setelah komponen binder
dan primer dicampur
Pengecatan kedua dengan cat penutup setelah lapisan cat
pertama kering
Pengecatan ketiga dengan cat penutup setelah lapisan cat kedua
kering (jika diperlukan)
9.1.(2). Pekerja Biasa
Pada divisi ini pekerja biasa merupakan pekerja harian yang melakukan
pekerjaan pembersihan jembatan dan pembongkaran serta pembersihan lokasi
kerja baik diawal dan akhir pelaksanaan pekerjaan.