Belanja Konstruksi - Akademi Komunitas Negeri Kabupaten Kepulauan Mentawai

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 4274489
Date: 5 June 2023
Year: 2023
KLPD: Kab. Kepulauan Mentawai
Work Unit: Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Gabungan Lumsum dan Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 4,300,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 4,298,457,623
Winner (Pemenang): Zayn
NPWP: 950163162727000
RUP Code: 39365313
Work Location: Desa Bukit Pamewa Kecamatan Sipora Utara - Kepulauan Mentawai (Kab.)
Participants: 60
Applicants
Reason
0950163162727000Rp 3,438,766,529-
CV Moramarsadamanatra
08*7**4****05**0Rp 3,444,709,477-
CV Bintang Sago Jaya
0031916943203000--
PT Nadya Ratu Permata
09*2**4****05**0--
0735004806201000--
Tri'VI, CV
00*2**9****46**0--
0016229460201000--
0026318303201000--
0017567975201000--
0031192701201000--
0025636879202000Rp 3,438,766,098pengalaman pekerjaan tidak bkisa di hitung karena Pengalaman Kerja untuk Pelaksana Lapangan Pekerjaan Gedung Madya tidak menyebutkan jabatan pemilik skk di dua paket pekerjaan dslam curiculum vitae
0836508747202000Rp 3,489,322,716Rencana Keselamatan Kontruksi tidak Sesuai dengan LDP Dokumen
0923762439201000--
0019854348201000--
0745604322201000Rp 3,438,766,098Rencana Keselamatan Kontruksi tidak Sesuai dengan LDP Dokumen Tidak Melampirkan Daftar Personil yang di tawarkan
0023331408429000Rp 3,442,563,955Kapasitas Peralatan yang ditawarkan tidak sesuai dengan Dokumen Tidak melampirkan Pengalaman berupa CV atau Referensi pengalaman
0020500351201000Rp 3,567,172,615Tidak Melampirkan Daftar Peralatan Daftar personil Tidak dan Refensi atau CV tidak dilampirkan
0733926653201000Rp 3,451,332,847Rencana Keselamatan Kontruksi tidak Sesuai dengan LDP Dokumen Tidak melampirkan Daftar Peralatan ( Daftar Personil digabung pada dokumen teknis Peralatan) Daftar Personil tidak dilampirkan
CV Pro Builder Construction
09*0**4****05**0--
0018942979218000--
0935861864203000--
0963926985201000--
0723297511201000--
0733159453331000--
0026681148201000--
0816972947201000--
0626372288412000--
0824604375205000--
0719009722201000--
0821371176201000--
0719470601202000--
0900844739201000--
0904696648201000--
0028733608211000--
0016636805214000--
0023371032201000--
0767387335205000--
0946411816212000--
CV Brima Gatra
04*9**4****05**0--
0920061694001000--
0825643349201000--
0023609217201000--
0965134836201000--
0023272842211000--
0838347979212000--
0020455580201000--
0730500006201000--
0025513227201000--
0031469018201000--
0928291772205000--
0705401032202000--
CV Telu Sara Ita
0019252329201000--
0744879834205000--
0031192818201000--
0626689004205000--
0023817760202000--
0667526750201000--
0028788941201000--
0623566288201000--
0024506685201000--
Attachment
1            
                                                                           
                       METODE  PELAKSANAAN                                 
                                                                           
    PROGRAM       : PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH           
                                                                           
                    KABUPATEN/KOTA                                         
    KEGIATAN      : PEMELIHARAAN BARANG MILIK DAERAH PENUNJANG URUSAN      
                                                                           
                    PEMERINTAHAN DAERAH                                    
    SUB KEGIATAN  : PEMELIHARAAN/REHABILITASI SARANA DAN PRASARANA PENDUKUNG
                                                                           
                    GEDUNG KANTOR ATAU BANGUNAN LAINNYA                    
    PEKERJAAN     : Belanja Konstruksi - Akademi Komunitas Negeri Kabupaten Kepulauan
                    Mentawai                                               
                                                                           
    LOKASI        : BUKIT PAMEWA KECAMATAN SIPORA UTARA                    
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           
      I.   UMUM                                                            
      1. LATAR BELAKANG                                                    
                                                                           
                                                                           
                                                                           
    Rencana Pembangunan Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2023-2026 menjadi
    dokumen perencanaan pembangunan kurun waktu tahun 2023-2026. Dokumen ini menjadi
                                                                           
    pedoman bagi pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan pembangunan tahunan
    kurunwaktu tahun 2023 hingga tahun 2026. Hal ini sebagai tindak lanjut amanat Undang-
                                                                           
    Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang PerubahanKedua atas Undang-Undang Nomor 1
    Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1
                                                                           
    Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Menjadi Undang- Undang
                                                                           
    yaitu dilaksanakannya pemilihan kepala daerah serentak secara nasional pada tahun 2024.
                                                                           
    Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kabupaten KepulauanMentawai 2023-2026 
                                                                           
    selanjutnya menjadi pedoman bagi seluruh satuankerja perangkat daerah dalam menyusun
    dan merumuskan Rencana I. 4 Strategis (Renstra) Perangkat Daerah untuk kurun waktu
                                                                           
    2023-2026 juga menjadi pedoman bagi pemerintah dalam menjabarkan arah danstrategi
    pembangunan tahunan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Penyusunan
                                                                           
    Rencana Pembangunan Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2023-2026
    dilakukan dengan pendekatan penganggaran money follow program priority dengan
                                                                           
    memperhatikanperencanaan berbasis tematik, holistik, integratif dan spasial. Begitujuga
                                                              2            
                                                                           
    tetap fokus pada isu strategis pembangunan yang masih menjadi permasalahan
                                                                           
    pembangunan jangka pendek dan menegah.                                 
                                                                           
    Pembangunan Ekonomi adalah serangkaian usaha kebijaksanaan pemerintah untuk
                                                                           
    mencapai suatu hasil positif yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
    Pembangunan ekonomi memiliki tujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat ,
                                                                           
    memperluas kesempatan kerja dengan jumlah lapangan kerja semakin meningkat dan
    mengarah pada pembagian pendapatan secara merata disetiap daerah ( Lesmana, 2014).
                                                                           
    Tolak ukur pertumbuhan suatu perekonomian juga tidak bisa lepas dari peran pengeluaran
                                                                           
    pemerintah di sektor layanan publik yaitu infrastruktur didik atau Human Kapital.Semakin
    tinggi Human Capital yang dimiliki seseorang maka kemampuan seseorang untuk
                                                                           
    menghasilakan barang dan jasa akan meningkat.                          
                                                                           
    Human Capital muncul karena ada suatu aktivitas pemasukan di dalam pendidikan baik
                                                                           
    secara formal maupun non formal. Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam
    upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan dianggap sebagai sarana
                                                                           
    untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas maka dibutuhkan pendidikan.
    Pendidikan diposisikan sebagai sarana untuk peningkatan kesejahteraan melalui
                                                                           
    pemanfaatan kesempatan kerja yang ada dan mencerminkan tingkat kepandaian atau
                                                                           
    pencapaian pendidikan formal dari penduduk karena, semakin tingginya tamatan
    pendidikan seseorang maka akan semakin tinggi pula kemampuan kerja atau produktivitas
                                                                           
    seseorang dalam bekerja. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui tamatan
    pendidikan diharapkan dapat mengurangi jumlah penganguran.             
                                                                           
                                                                           
                                                                           
      2. SUMBER DANA DAN PERKIRAAN HPS                                     
                                                                           
                                                                           
         Sumber pendanaan untuk keseluruhan Pekerjaan Belanja Konstruksi - Akademi
                                                                           
         Komunitas Negeri Kabupaten Kepulauan Mentawai Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan
         Kab. Mentawai Tahun Anggaran 2023. Dak fisik – Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan
                                                                           
         Kab. Mentawai Dasar APBD Kebudayaan Kab. Mentawai yang tertuang dalam DPA-
         SKPD. Total HPS untuk Pekerjaan Belanja Konstruksi - Akademi Komunitas Negeri
                                                              3            
                                                                           
         Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah sebesar Rp. 4.300.000.000,00- (Empat Milyar
                                                                           
         Tiga Ratus Juta Rupiah )                                          
                                                                           
                                                                           
      3. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN                                          
                                                                           
         Jangka waktu maksimum untuk penyelesaian seluruh pekerjaan adalah selama 150
         (Seratus Lima Puluh) hari kalender.                               
                                                                           
                                                                           
                                                                           
      II.  SPESIFIKASI BAHAN BANGUNAN  KONTRUKSI                           
                                                              4            
                                                                           
     NO       JENIS MATERIAL             SPESIFIKASI BAHAN                 
                                                                           
      1 KELOMPOK AIR,TANAH,BATU DAN SEMEN                                  
       Air                    Sesuai dengan persyaratan PBI-1971           
       Pasir Pasang (Sedang)  Sesuai dengan persyaratan PBI-1971           
       Pasir Beton (Kasar)    Sesuai dengan persyaratan PBI-1971           
       Pasir Urug             Sesuai dengan persyaratan PBI-1971           
       Bahan Tanah Timbunan   Sesuai dengan persyaratan PBI-1971           
       Batu Kali              Sesuai dengan persyaratan PBI-1971           
       Split 0..5 - 1 cm      Sesuai dengan persyaratan PBI-1971           
       Batu Belah             Sesuai dengan persyaratan PBI-1971           
       S i r t u              Sesuai dengan persyaratan PBI-1971           
       Kerikil/agregat Beton  Sesuai dengan persyaratan PBI-1971           
       Batu bata / merah bakar biasa Sesuai dengan persyaratan PBI-1971    
       Semen / PC (50kg)      Portland Cement Indonesia NI-8 -1972 atau ASTM C-150 Type 1, Semen Padang
       Semen / PC (kg)        Portland Cement Indonesia NI-8 -1972 atau ASTM C-150 Type 1, Semen Padang
       Semen Warna (Tepung Affa) Merek AM                                  
       Tepung Gypsum          Merek AM                                     
      2 KELOMPOK BAHAN BETON PABRIKASI                                     
       Keramik, Lantai 40 x 40 (Unpholis) Ikad SNI Standar Pabrik          
       Keramik Lantai 40 x 40 (Polish) Ikad SNI Standar Pabrik             
       Garanit 60 x 60 (Polish) Granit Standar Pabrik SNI                  
       Garanit 60 x 60        Granit Standar Pabrik SNI                    
       Keramik 30 x 30        Ikad SNI Standar Pabrik                      
       Keramik 20 x 25        Ikad SNI Standar Pabrik                      
       Keramik 30x 60         Ikad SNI Standar Pabrik                      
      3 KELOMPOK BAHAN KAYU                                                
       Dolken kayu galam dia 8-10 cm, pjg 4 m (Perancah) Kayu Sesuai dengan persyaratan SNI 03-3527-1994
       Kayu Marsawa ( Papan ) Klas II Kayu Sesuai dengan persyaratan SNI 03-3527-1994
       Kayu Marsawa ( Balok ) Klas II Kayu Sesuai dengan persyaratan SNI 03-3527-1994
       Kayu Merantih ( Papan ) Klas III Kayu Sesuai dengan persyaratan SNI 03-3527-1994
       Kayu Merantih ( Balok ) Klas III Kayu Sesuai dengan persyaratan SNI 03-3527-1994
       Kayu untuk Perancah Kayu Klas III Kayu Sesuai dengan persyaratan SNI 03-3527-1994
       Kayu Perancah 5/7 Cm   Kayu Sesuai dengan persyaratan SNI 03-3527-1994
       Triplek 4 mm           Standar Pabrik, SNI                          
       Plywood 9 mm           Standar Pabrik, SNI                          
       Multiplek tebal 9 mm   Standar Pabrik, SNI                          
       Waterproofing coating waterbase Lemkra Waterlock                    
       Ornamen GRC            GRC                                          
       gypsum Tebal 9 MM      Jayaboard                                    
      4 KELOMPOK BAHAN LOGAM                                               
       Besi setrip                                                         
       Besi Beton Polos       KS Standar Pabrik SNI                        
       Kawat Beton            Kawat Bendrat SNI Pabrik                     
       Besi Ulir              KS Standar Pabrik                            
       Paku biasa 1 cm - 4 cm Standar Pabrik, SNI                          
       Paku biasa 5 cm - 7 cm Standar Pabrik, SNI                          
       ACP Seven              Seven Standar Pabrik SNI                     
       Paku Sekrup 3,5"       Standar Pabrik, SNI                          
       Skrup fixer            Standar Pabrik, SNI                          
       Sealant (Lem Silicont) Standar Pabrik, SNI                          
       Talang Air Zinggalum   Standar Pabrik, SNI                          
       Kusen Allumunium Alexindo White Alexsindo                           
       Allumunium Strip Doble Lebar 8 Cm Alexsindo                         
       Besi Siku 40.40.4      Standar Pabrik, SNI                          
       Besi Siku 30.30.3      Standar Pabrik, SNI                          
       Besi Siku 20.20.2      Standar Pabrik, SNI                          
       Besi Hollow 40 x 40 x 2mm Standar Pabrik, SNI                       
       Besi Hollow 20 x 40 x 2mm Standar Pabrik, SNI                       
       Sunda Plafond          Sunda Plafond                                
       List Profil PVC        Sunda Plafond                                
       Pintu Alluminium       Alexsindo                                    
       Daun Jendela Alluminium Alexsindo                                   
       Profil kaca            Standar SNI pabrik                           
       Floor Hinge            Dekson Standar Pabrik SNI                    
       Kawat Las              Standar Pabrik, SNI                          
       Pipa Galpanis 2 inci   Standar SNI pabrik                           
       Besi Plat 4 x 8 Tebal 6 MM Standar SNI pabrik                       
       Besi Siku 50.50.5 MM   Standar SNI pabrik                           
       Besi Siku 60.60.6 MM   Standar SNI pabrik                           
                                                              5            
                                                                           
      5KELOMPOK BAHAN ATAP                                                 
       Atap Spandek Warna     Standar SNI pabrik                           
       Seng Plat BJLS 20 Warna Standar SNI pabrik                          
       Atap Seng Gelombang BJLS 20 Biasa Standar SNI pabrik                
       Seng Plat BJLS 20 Biasa Standar SNI pabrik                          
       Perabung Seng Plat BJLS 20 Standar SNI pabrik                       
      6KELOMPOK BAHAN KACA                                                 
       Tebal 5 mm             Merk Asahimas                                
      7PENGGANTUNG/PENGUNCI                                                
       Kunci Seiss            Seiss SNI Standar Pabrik                     
       Grendel Pintu          Solid SNI Standar Pabrik                     
       Pasangan Tarikan Jendela kunci kait ( rabuncis ) Solid SNI Standar Pabrik
       Engsel casemen jendela allumunium Solid SNI Standar Pabrik          
       Engsel 4" Kuningan     Solid SNI Standar Pabrik                     
      8ASPAL, BAHAN BAKAR, MINYAK, DAN CAT                                 
       Thinner                Standar SNI pabrik                           
       Platone Cat Besi       Plantone Standa SNI Pabrik                   
       Cat Minyak             Plantone Standa SNI Pabrik                   
       Plemer Kayu            Plantone Standa SNI Pabrik                   
       Plemer Tembok          Wall Putty ( Merek RJ )                      
       Meni kayu - warna      Plantone Standa SNI Pabrik                   
       Meni besi - warna      Plantone Standa SNI Pabrik                   
       Cat dasar tembok       Delux                                        
       Cat alkali resisting primer Delux                                   
       Cat Tembok Interior    Delux                                        
       Cat Tembok Exterior    Delux Pentalite                              
       Cat Tembok (Dasar)     Delux Weathershield                          
       Residu                 Standar SNI pabrik                           
       Minyak Cat             Standar SNI pabrik                           
       Dempul                 San Polac                                    
       Amplas                 Standar SNI pabrik                           
       Cat Dasar TL           Delux                                        
       Minyak bekisting       Standar SNI pabrik                           
       Kuas                   Alpha                                        
       Sealtape               Standar SNI pabrik                           
      9KELOMPOK BAHAN SANITAIR                                             
       Kloset Duduk Merek Toto Toto                                        
       Closet Jongkok Toto    Toto                                         
       Urinoir                Toto                                         
       Wastafel               Toto                                         
       Floor Drain Stainlestell Standar SNI pabrik                         
       Kran Air Dinding Stainlestell Honda SNI Standar Pabrik              
       Bak cuci Piring Stenlis Standar SNI pabrik                          
       Pipa PVC Ø1/2"         AW Rucika                                    
       Pipa PVC Ø3/4"         AW Rucika                                    
       Pipa PVC Ø1 1/2"       AW Rucika                                    
       Pipa PVC Ø2"           AW Rucika                                    
       Pipa PVC Ø3"           AW Rucika                                    
       Pipa PVC Ø4"           AW Rucika                                    
       Stop Kran 3/4          Onda                                         
       Tangki Air 1000 Liter (Penguin) Penguin                             
       Mesin Jet Pump. Kap. 250 watt ( " SANYO " PD-H250B ) Sanyo          
       Katup Otomatis         Standar SNI pabrik                           
      10KELOMPOK BAHAN LISTRIK                                             
       Lampu Pasang LampuTL 2 x 18W (Lumi Stone LED)" Merek Phillips SNI   
       Lampu Bola Lampu LED 10 Watt Merek Phillips SNI                     
       Kabel NYM 2 x 2,5 mm2  Eterna SNI                                   
       Kabel NYM 3 x 2,5 mm2  Eterna SNI                                   
       Fitting Bola Lampu     Broco SNI                                    
       Stop Kontak AC         Merek Phillips SNI                           
       Stop Kontak            Merek Phillips SNI                           
       Saklear Tunggal        Merek Phillips SNI                           
       Saklear Ganda          Merek Phillips SNI                           
       Saklar Triple          Merek Phillips SNI                           
       Inbouw Dus (metal)     Clipsal SNI                                  
       MCB 6A (schneider)     Broco SNI                                    
       MCB 10A (schneider)    Broco SNI                                    
       Box MCB 6 Grup         Broco SNI                                    
                                                              6            
                                                                           
      III. SPESIFIKASI PERALATAN KONTRUKSI DAN PERALATAN                   
                                                                           
           BANGUNAN                                                        
                                                                           
                                                                           
        1. Setiap jenis alat dan perkakas yang digunakan sedapat mungkin dipilih yang
          paling kecil bahaya dan risikonya serta lebih mudah penggunaan dan
          perawatannya, dan diberi penjelasan singkat cara penggunaan dan  
          pemeliharaannya;                                                 
        2. Alat dan perkakas yang digunakan harus dipastikan telah diberi sistem
          perlindungan atau kelengkapan pengaman untuk mencegah paparan (expose)
          bahaya secara langsung terhadap tubuh pekerja;                   
                                                                           
        3. Informasi tentang jenis, cara penggunaan / pemeliharaan / pengamanannya alat
          dan perkakas dapat diperoleh dari manual produk dari pabrik pembuatnya,
          ataupun dari pedoman/peraturan pihak yang kompeten.              
                                                                           
                                                                           
              Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan      
                                                                           
                                                                           
         No.         Jenis Alat           Kapasitas     Jumlah             
                                                                           
          A  Persyaratan Peralatan Utama untuk Tender Pekerjaan            
          1  Dump Truck                   3-5 M3        3 Unit             
                                                                           
          2  Concrete Mixer               0.5 M3        3 Unit             
          3  Steger                         -           25 Set             
                                                                           
          4  Genset                       15 KVa        2 Unit             
                                                                           
          5  Stamper Kuda               Kap 73,2 Kg     3 Unit             
                                                                           
                                                                           
        Keterangan, Penyedia wajib melampirkan :                           
                                                                          
          Bukti kepemilikan terhadap daftar peralatan (contoh BPKB, STNK, Invoice) untuk
          kendaraan dengan status milik sendiri                            
                                                                          
          Bukti pembayaran sewa beli (contoh invoice uang muka, angsuran) untuk
          peralatan dengan status sewa beli                                
                                                                          
          Surat perjanjian sewa untuk peralatan dengan status sewa         
                                                                           
      IV.  SPESIFIKASI PROSES/ KEGIATAN                                    
         Penyedia menyusun rencana keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi (K3).
                                                                           
         Penyedia bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan semua pihak di lokasi
                                                                           
         kerja. Penyedia setiap saat harus mengambil langkah-langkah yang patut diambil
                                                              7            
                                                                           
         untuk menjaga keselamatan dan kesehatan para personilnya. Penyedia harus
                                                                           
         memastikan bahwa staf kesehatan, fasilitas pertolongan pertama pada kecelakaan,
         dan layanan ambulance dapat disediakan setiap saat di lapangan bagi personil
                                                                           
         penyedia termasuk sub penyedia maupun personil PPK dan telah dibuat
                                                                           
         perencanaan yang sesuai dengan semua persyaratan kesehatan dan kebersihan
         untuk mencegah timbulnya wabah penyakit. Penyedia harus menunjuk petugas
                                                                           
         keselamatan kerja yang bertanggung jawab untuk menjaga keselamatan dan
         mencegah terjadinya kecelakaan. Petugas yang bersangkutan harus memenuhi
                                                                           
         aturan dan persyaratan K3.                                        
                                                                           
                                                                           
     Prosedur identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendaliannya :  
                                                                           
                                                                          
           Mengakomodasi kegiatan rutin.                                   
                                                                          
           Mengakomodasi kegiatan non rutin.                               
                                                                          
           Kegiatan semua orang yang memiliki akses di tempat kerja.       
                                                                          
           Perilaku manusia, kemampuan dan faktor manusia lainnya.         
                                                                          
           Mengidentifikasi bahaya yang berasal dari luar tempat kerja yang dapat
           mempengaruhi kesehatan dan keselamatan personil di tempat kerja.
                                                                          
           Bahaya yang ada di sekitar tempat kerja dikaitkan dengan kegiatan kerja
           penyedia jasa.                                                  
                                                                          
           Sarana dan prasarana, peralatan dan bahan di tempat kerja yang disediakan oleh
           penyedia jasa atau pihak lain.                                  
                                                                          
           Modifikasi pada K3 termasuk perubahan sementara dan dampaknya pada
           operasi, proses dan kegiatannya.                                
                                                                          
           Beberapa kewajiban perundangan yang digunakan terkait dengan penilaian risiko
           dan penerapan pengendaliannya.                                  
                                                                          
           Desain lokasi kerja, proses, instalasi, mesin/peralatan, prosedur operasi dan
           instruksi kerja termasuk penyesuaian terhadap kemampuan manusia.
     1. Bangunan Rektorat                                                  
                                                                                          8         
                                                                                                    
          TABEL IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, SKALA PRIORITAS, PENGENDALIAN RISIKO K3 DAN PENANGGUNG JAWAB K3
                                                                                                    
                                PENILAIAN RESIKO       PENANGGUNG JAWAB                             
                                       SKALA                                                        
 NO    URAIAN PEKERJAAN IDENFIKASI BAHAYA TINGKAT PENGENDALIAN RESIKO                               
                             KEKERAPANKEPARAHAN PRIORIATAS NAMA PETUGAS                             
                                    RESIKO                                                          
 1       2              3      4  5  6  7       8        9                                          
 B. RUANG REKTORAT                                                                                  
 I. PEKERJAAN LEVELING LANTAI                                                                       
 1 Pekerjaan Pembersihan Lapangan dan peralatan                                                     
 2 Pekerjaan Pemasangan Bowplank 1.1 Terkenan pecahan material 1 1 1 1 1.1Pengarahan tentang K 3 Petugas K3
 3 Uji Job Mix Formula (JMF) 1.2 Terpukul palu saat memancang 1.2Memberikan Pengarahan Pekerjaan    
                 1.3 Terkena kayu yang runcing 1.3Pemakaian APD Keselamatan Kerja                   
                 1.4 Terkena peralatan saat pembersihan lapangan 1.4Gunakan Rambu Rambu Peringatan atau Pengaman
 II. PEKERJAAN PONDASI                                                                              
 1 Pekerjaan Pondasi Plat                                                                           
 a Pekerjaan Galian Tanah 1.1 Terluka saat mengali 2 2 4 2 1.1Pengarahan tentang K 3 Petugas K3     
 b Pekerjaan Urugan Pasir Bawah Pondasi 1.2 Tertimpa material saat memasang 1.2Memberikan Pengarahan Pekerjaan
 c Pekerjaan Lantai Kerja Beton K100 Bawah Pondasi 1.3 Luka terhadap pengunaan peralatan kerja 1.3Pemakaian APD Keselamatan Kerja
 d Pekerjaan Urugan Kembali 1.4 Terluka karna material 1.4Gunakan Rambu Rambu Peringatan atau Pengaman
 2 Pekerjaan Pasangan Pondasi Tapak Uk. 100x100x30 cm                                               
 a Beton Mutu K175                                                                                  
 b Pembesian                                                                                        
 c Bekisting pondasi                                                                                
 III. PEKERJAAN BETON BERTULANG                                                                     
 1 Pekerjaan Pasangan Kolom 25/30 K1                                                                
 a Beton Mutu K175 1.1 Tertimpa material saat memasang 2 3 6 2 1.1Pengarahan tentang K 3 Petugas K3 
 b Pembesian     1.2 Luka terhadap pengunaan peralatan kerja 1.2Memberikan Pengarahan Pekerjaan     
 c Bekisting Kolom 1.3 Terluka karna material yang pecah 1.3Pemakaian APD Keselamatan Kerja         
                 1.4 Terjatuh saat memasang material 1.4Gunakan Rambu Rambu Peringatan atau Pengaman
 2 Pekerjaan Pasangan Kolom 15/15 K2                                                                
 a Beton Mutu K175                                                                                  
 b Pembesian                                                                                        
 c Bekisting Kolom                                                                                  
 3 Pekerjaan Pasangan Kolom 25/30 K1 Atas                                                           
 a Beton Mutu K175                                                                                  
 b Pembesian                                                                                        
 c Bekisting Kolom                                                                                  
 4 Pekerjaan Pasangan Kolom 15/15 K2 Atas                                                           
 a Beton Mutu K175                                                                                  
 b Pembesian                                                                                        
 c Bekisting Kolom                                                                                  
 5 Pekerjaan Pasangan Sloof 25/30 S1                                                                
 a Beton Mutu K175                                                                                  
 b Pembesian                                                                                        
 c Bekisting Sloof                                                                                  
 6 Pekerjaan Pasangan Sloof 15/25 S2                                                                
 a Beton Mutu K175                                                                                  
 b Pembesian                                                                                        
 c Bekisting Sloof                                                                                  
 7 Pekerjaan Pasangan Balok 13/20 B1                                                                
 a Beton Mutu K175                                                                                  
 b Pembesian                                                                                        
 c Bekisting balok                                                                                  
                                                                                          9         
                                                                                                    
 8 Pekerjaan Pasangan Ring Balok 15/25 R1                                                           
 a Beton Mutu K175                                                                                  
 b Pembesian                                                                                        
 c Bekisting Balok                                                                                  
 9 Pekerjaan Pasangan Ring Balok 13/20 R2                                                           
 a Beton Mutu K175                                                                                  
 b Pembesian                                                                                        
 c Bekisting Balok                                                                                  
 10 Pekerjaan Pasangan Plat beton T = 12 cm Tengah                                                  
 a Beton Mutu K175                                                                                  
 b Pembesian                                                                                        
 c Bekisting Lantai                                                                                 
 11 Pekerjaan Pasangan Plat beton T = 12 cm Belakang                                                
 a Beton Mutu K175                                                                                  
 b Pembesian                                                                                        
 c Bekisting Lantai                                                                                 
 12 Pekerjaan Pasangan Plat beton T = 12 cm Kanopy                                                  
 a Beton Mutu K175                                                                                  
 b Pembesian                                                                                        
 c Bekisting Lantai                                                                                 
 13 Pekerjaan Pasangan Plat beton T = 12 cm Meja                                                    
 a Beton Mutu K175                                                                                  
 b Pembesian                                                                                        
 c Bekisting Lantai                                                                                 
 IV. PEKERJAAN DINDING                                                                              
 1 Pas. Dinding Bata sp. 1:4 Tebal 1/2 bata                                                         
 2 Pas. Plesteran 1PC : 4 Pasir Pasang tebal 15 mm ( dinding batu bata ) 1.1 Tertimpa material saat memasang 2 3 6 2 1.1Pengarahan tentang K 3 Petugas K3
 3 Pas. Acian    1.2 Luka terhadap pengunaan peralatan kerja 1.2Memberikan Pengarahan Pekerjaan     
 4 Pas. Pekerjaan Ukiran GRC 1.3 Terluka karna material yang pecah 1.3Pemakaian APD Keselamatan Kerja
 5 Pekerjaan Pemasangan ACP 1.4 Terjatuh saat memasang material 1.4Gunakan Rambu Rambu Peringatan atau Pengaman
 V. PEKERJAAN KUZEN, PINTU, VENTILASI, DAN PARTISI                                                  
 1 Pasangan Kuzen Pintu Type PJ.1, 4 Unit                                                           
 a Pasangan Kusen Pintu Alluminium 4" 1.1 Tertimpa material saat memasang 1 2 2 2 1.1Pengarahan tentang K 3 Petugas K3
 b Pemasangan 1 m2 Pintu kaca rangka alluminium + Kaca Tebal 5 MM 1.2 Luka terhadap pengunaan peralatan kerja 1.2Memberikan Pengarahan Pekerjaan
 c Pasangan Engsel Tanam Floor Hinge 1.3 Terluka karna material yang pecah 1.3Pemakaian APD Keselamatan Kerja
 d Pasangan Kunci Tanam + Handel 1.4 Terjatuh saat memasang material 1.4Gunakan Rambu Rambu Peringatan atau Pengaman
 e Pasangan Grendel Tanam Pintu                                                                     
 f Pemasangan 1 m2 Ventilasi kaca rangka alluminium + Kaca T = 5 MM                                 
 g Pasangan Engsel Casemen Jendela Allumunium                                                       
 h Pasangan Tarikan Jendela kunci kait ( rabuncis )                                                 
 i Pasangan Kaca mati Tebal 5 MM                                                                    
 2 Pasangan Kuzen Pintu Type PJ.2, 2 Unit                                                           
 a Pasangan Kusen Pintu Alluminium 4"                                                               
 b Pemasangan 1 m2 Pintu kaca rangka alluminium + Kaca Tebal 5 MM                                   
 c Pasangan Engsel Tanam Floor Hinge                                                                
 d Pasangan Kunci Tanam + Handel                                                                    
 e Pasangan Grendel Tanam Pintu                                                                     
 f Pemasangan 1 m2 Ventilasi kaca rangka alluminium + Kaca T = 5 MM                                 
 g Pasangan Engsel Casemen Jendela Allumunium                                                       
 h Pasangan Tarikan Jendela kunci kait ( rabuncis )                                                 
 i Pasangan Kaca mati Tebal 5 MM                                                                    
                                                                                         10         
                                                                                                    
 3 Pasangan Kuzen Pintu Type P1, 2 Unit                                                             
 a Pasangan Kusen Pintu Alluminium 4"                                                               
 b Pemasangan 1 m2 Pintu kaca rangka alluminium + Kaca Tebal 5 MM                                   
 c Pasangan Engsel Tanam Floor Hinge                                                                
 d Pasangan Kunci Tanam + Handel                                                                    
 e Pasangan Grendel Tanam Pintu                                                                     
 4 Pasangan Kuzen Pintu Type P2, 7 Unit                                                             
 a Pasangan Kusen Pintu Alluminium 4"                                                               
 b Pemasangan 1 m2 Pintu kaca rangka alluminium + Kaca Tebal 5 MM                                   
 c Pasangan Engsel 4 "                                                                              
 d Pasangan Kunci Tanam + Handel                                                                    
 e Pasangan Grendel Tanam Pintu                                                                     
 5 Pasangan Kuzen Pintu Type P3, 6 Unit                                                             
 a Pasangan Kusen Pintu Alluminium 4"                                                               
 b Pemasangan 1 m2 Pintu kaca rangka alluminium + Kaca Tebal 5 MM                                   
 c Pasangan Engsel 4 "                                                                              
 d Pasangan Kunci Tanam + Handel                                                                    
 e Pasangan Grendel Tanam Pintu                                                                     
 6 Pekerjaan Pintu Aluminium Type P.4, 9 Unit                                                       
 a Pasangan Kusen Pintu Alluminium 4"                                                               
 b Pemasangan 1 m2 Pintu rangka alluminium Strip                                                    
 c Pasangan Engsel Pintu 4"                                                                         
 d Pasangan Kunci Pintu                                                                             
 7 Pekerjaan Kuzen Jendela Alluminium Type J.1, 12 Unit                                             
 a Pasangan Kusen Pintu Alluminium 4"                                                               
 b Pemasangan 1 m2 Jendela kaca rangka alluminium + Kaca T = 5 MM                                   
 c Pasangan Engsel Casemen Jendela Allumunium                                                       
 d Pasangan Tarikan Jendela kunci kait ( rabuncis )                                                 
 8 Pekerjaan Kuzen Jendela Alluminium Type J.2, 4 Unit                                              
 a Pasangan Kusen Pintu Alluminium 4"                                                               
 b Pemasangan 1 m2 Jendela kaca rangka alluminium + Kaca T = 5 MM                                   
 c Pasangan Engsel Casemen Jendela Allumunium                                                       
 d Pasangan Tarikan Jendela kunci kait ( rabuncis )                                                 
 e Pasangan Kaca mati Tebal 5 MM                                                                    
 8 Pekerjaan Kuzen Jendela Alluminium Type J.3, 3 Unit                                              
 a Pasangan Kusen Pintu Alluminium 4"                                                               
 b Pasangan Kaca mati Tebal 5 MM                                                                    
 9 Pekerjaan Kuzen Jendela Alluminium Type J.4, 2 Unit                                              
 a Pasangan Kusen Pintu Alluminium 4"                                                               
 b Pemasangan 1 m2 Jendela kaca rangka alluminium + Kaca T = 5 MM                                   
 c Pasangan Engsel Casemen Jendela Allumunium                                                       
 d Pasangan Tarikan Jendela kunci kait ( rabuncis )                                                 
 e Pasangan Kaca mati Tebal 5 MM                                                                    
 10 Pekerjaan Kuzen Ventilasi Aluminium Type V.1, 7 Unit                                            
 a Pasangan Kusen Ventilasi Alluminium 4"                                                           
 b Pemasangan 1 m2 Ventilasi kaca rangka alluminium + Kaca T = 5 MM                                 
 c Pasangan Engsel Casemen Jendela Allumunium                                                       
 d Pasangan Tarikan Jendela kunci kait ( rabuncis )                                                 
 11 Pekerjaan Dinding Partisi                                                                       
 a Pekerjaan Rangka Dinding Rangka Kayu KLS II                                                      
 b Pekerjaan Dinding Gypsum Tebal 9 MM                                                              
                                                                                         11         
                                                                                                    
 VI. PEKERJAAN KAP ATAP                                                                             
 1 Pekerjaan Pasangan Kuda-Kuda Kayu Kelas II                                                       
 2 Pekerjaan Gording kayu Kelas II 1.1 Tertimpa material saat memasang 2 3 6 2 1.1Pengarahan tentang K 3 Petugas K3
 3 Pekerjaan Atap Spandek Warna T = 25 MM 1.2 Luka terhadap pengunaan peralatan kerja 1.2Memberikan Pengarahan Pekerjaan
 4 Pekerjaan Nok Atap 1.3 Terluka karna material yang pecah 1.3Pemakaian APD Keselamatan Kerja      
 4 Pekerjaan Lisplank ACP 1.4 Terjatuh saat memasang material 1.4Gunakan Rambu Rambu Peringatan atau Pengaman
 5 Pemasangan 1 M¹ Talang Air Zinggalum                                                             
 6 Pekerjan Pengecatan Residu                                                                       
 VII. PEKERJAAN LANTAI DAN PENUTUP DINDING                                                          
 1 Pekerjaan Tanah Timbunan                                                                         
 2 Pek. Urugan Pasir 1.1 Tertimpa material saat memasang 1 2 2 2 1.1Pengarahan tentang K 3 Petugas K3
 3 Pek. Cor Lantai Beton K 175 1.2 Luka terhadap pengunaan peralatan kerja 1.2Memberikan Pengarahan Pekerjaan
 4 Pekerjaan Penutup Lantai 1.3 Terluka karna material yang pecah 1.3Pemakaian APD Keselamatan Kerja
 a Pas. Geranit Lantai Polished 60x60 lantai 1.4 Terjatuh saat memasang material 1.4Gunakan Rambu Rambu Peringatan atau Pengaman
 b Pas. Lantai Unpolished 60x60 lantai Luar                                                         
 5 Pekerjaan Keramik Kamar Mandi                                                                    
 d Pas. Keramik 30 x 30                                                                             
 e Pas. Keramik Dinding 30 x 60                                                                     
 6 Pas. Keramik Meja Dapur                                                                          
 a Pekerjaan Pemasangan Dinding Batu Bata 1 : 4                                                     
 b Pekerjaan Plasteeran 1 : 4                                                                       
 c Pekerjaan Acian Dinding                                                                          
 d Pas. Keramik Meja 30 x 30                                                                        
 e Pas. Keramik Meja 30 x 60                                                                        
 7 Pekerjaan Awerking Beton                                                                         
 VIII. PEKERJAAN PLAFOND                                                                            
 1 Pas. Rangka Plafond Kayu Kelas II 1.1 Tertimpa material saat memasang 2 2 4 2 1.1Pengarahan tentang K 3 Petugas K3
 2 Pas. Plafond pvc 8 mm motif , list profil 1.2 Luka terhadap pengunaan peralatan kerja 1.2Memberikan Pengarahan Pekerjaan
                 1.3 Terluka karna material yang pecah 1.3Pemakaian APD Keselamatan Kerja           
                 1.4 Terjatuh saat memasang material 1.4Gunakan Rambu Rambu Peringatan atau Pengaman
 IX. PEKERJAAN PENGECATAN                                                                           
 1 Pekerjaan Pengecatan Dengan Cat Air                                                              
                 1.1 Tertimpa material saat memasang ( Kena Mata ) 1 2 2 2 1.1Pengarahan tentang K 3 Petugas K3
                 1.2 Luka terhadap pengunaan peralatan kerja 1.2Memberikan Pengarahan Pekerjaan     
                 1.3 Terhirup gas cat     1.3Pemakaian APD Keselamatan Kerja                        
                 1.4 Terjatuh saat memasang material 1.4Gunakan Rambu Rambu Peringatan atau Pengaman
 X. PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ( ME )                                                           
 1 Pasangan Intalasi Titik Lampu dan stop kontak                                                    
 2 Pasangan Stop Kontak 1.1 Tertimpa material saat memasang 2 2 4 2 1.1Pengarahan tentang K 3 Petugas K3
 3 Pekerjaan Pas. Stop Kontak AC 1.2 Luka terhadap pengunaan peralatan kerja 1.2Memberikan Pengarahan Pekerjaan
 4 Pekerjaan Pas. Saklar tunggal 1.3 Terluka karna material yang pecah 1.3Pemakaian APD Keselamatan Kerja
 5 Pekerjaan Pas. Saklar ganda 1.4 Terjatuh saat memasang material 1.4Gunakan Rambu Rambu Peringatan atau Pengaman
 6 Pekerjaan Pas. Pasang LampuTL 2 x 18W (Lumi Stone LED)"                                          
 7 Pekerjaan Pas. Bola Lampu LED 10 Watt                                                            
 8 Pekerjaan Pas. Box + MCB 2 pase                                                                  
                                                                                         12         
                                                                                                    
 XI. PEKERJAAN SANITASI                                                                             
 1 Pekerjaan Kloset Duduk                                                                           
 2 Pekerjaan Kloset Jongkok 1.1 Terluka saat mengali 2 2 4 2 1.1Pengarahan tentang K 3 Petugas K3   
 3 Pekerjaan Urioir 1.2 Tertimpa material saat memasang 1.2Memberikan Pengarahan Pekerjaan          
 4 Pekerjaan Wastafel 1.3 Luka terhadap pengunaan peralatan kerja 1.3Pemakaian APD Keselamatan Kerja
 5 Pekerjaan Bak Cuci piring 1.4 Terluka karna material 1.4Gunakan Rambu Rambu Peringatan atau Pengaman
 6 Pekerjaan Pas. Pipa 4"                                                                           
 7 Pekerjaan Pas. Pipa 3"                                                                           
 8 Pekerjaan Pas. Kran Air 1/2 - 3/4                                                                
 9 Pekerjaan Pas. Pipa 3/4" air bersih                                                              
 10 Pekerjaan Pas. Floordrain                                                                       
 11 katup Otomatis                                                                                  
 12 Stop Kran 3/4 Inci                                                                              
 13 Mesin Jet Pump. Kap. 250 watt                                                                   
 14 Tangki Air 1000 Liter (Penguin)                                                                 
 15 Pekerjaan Pemasangan Septick Tank                                                               
 XII. PEKERJAAN PERLENGKAPAN LUAR                                                                   
 A Pekerjaan Rabat Beton                                                                            
 1 Pekerjaan Galian Tanah 1.1 Terluka saat mengali 2 2 4 2 1.1Pengarahan tentang K 3 Petugas K3     
 2 Pekerjaan Urugan Pasir Saluran 1.2 Tertimpa material saat memasang 1.2Memberikan Pengarahan Pekerjaan
 3 Pekerjaan Lantai Kerja K 100 Saluran 1.3 Luka terhadap pengunaan peralatan kerja 1.3Pemakaian APD Keselamatan Kerja
 4 Pekerjaan Pemasangan Batu Bata 1 : 4 1.4 Terluka karna material 1.4Gunakan Rambu Rambu Peringatan atau Pengaman
 5 Pekerjaan Tanah Timbunan 1.5 Terhirup gas cat                                                    
 6 Pek. Urugan Pasir Rabat Beton                                                                    
 7 Pek. Cor Lantai Beton K 175 Rabat Beton                                                          
 8 Pekerjaan Plasteran 1 : 4                                                                        
 9 Pekerjaan Acaian                                                                                 
 B Pekerjaan Tower Air                                                                              
 1 Pekerjaan Galian Tanah                                                                           
 2 Pekerjaan Urugan Pasir                                                                           
 3 Pekerjaan Cor Beton K 100 Lantai Kerja                                                           
 4 Pekerjaan Pasangan Pondasi Tapak Uk. 80x80x20 cm                                                 
 a Beton Mutu K175                                                                                  
 b Pembesian Tulangan Pokok D12                                                                     
 c Bekisting pondasi                                                                                
 5 Pekerjaan Urugan Kembali                                                                         
 6 Pekerjaan Pasangan Kolom 30/30                                                                   
 a Beton Mutu K175                                                                                  
 b Pembesian Tulangan Pokok D12 Begol D8                                                            
 c Bekisting Kolom                                                                                  
 7 Pekerjaan Pasangan Sloof 15/20                                                                   
 a Beton Mutu K175                                                                                  
 b Pembesian Tulangan Pokok D12 Begol D8                                                            
 c Bekisting Sloof                                                                                  
 8 Pekerjaan Besi Siku 50 x 50 x 5 Cm                                                               
 9 Pekerjaan Besi Siku 60 x 60 x 6 Cm                                                               
 10 Pekerjaan Pengelasan                                                                            
 11 Pekerjaan Besi Plat T 5 MM Buat Tapak                                                           
                                                                                         13         
                                                                                                    
  2. Bangunan Gapura                                                                                
                                                                                                    
            TABEL IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, SKALA PRIORITAS, PENGENDALIAN RISIKO K3 DAN PENANGGUNG JAWAB K3
                                                                                                    
                                              PENILAIAN RESIKO                   PENANGGUNG JAWAB   
                                                          SKALA                                     
        URAIAN PEKERJAAN       IDENFIKASI BAHAYA     TINGKAT        PENGENDALIAN RESIKO             
                                           KEKERAPAN KEPARAHAN PRIORIATAS         NAMA PETUGAS      
                                                     RESIKO                                         
            2                     3          4   5    6    7            8            9              
 PEKERJAAN PENDAHULUAN                                                                              
 Pekerjaan Pembersihan Lapangan                                                                     
 Pekerjaan Pemasangan Bowplank 1.1 Terkenan pecahan material 1 1 1 1 1.1 Pengarahan tentang K 3 Petugas K3
                        1.2 Terpukul palu saat memancang      1.2 Memberikan Pengarahan Pekerjaan   
                        1.3 Terkena kayu yang runcing         1.3 Pemakaian APD Keselamatan Kerja   
                        1.4 Terkena peralatan saat pembersihan lapangan 1.4 Gunakan Rambu Rambu Peringatan atau Pengaman
 PEKERJAAN PONDASI                                                                                  
 Penggalian 1 m3 tanah biasa sedalam 2 m                                                            
 Pekerjaan Cor Beton Kedap Air K 175 1.1 Terluka saat mengali 2 3 6 2 1.1 Pengarahan tentang K 3 Petugas K3
 Pemasangan 1 m3 pondasi siklop, 60% beton Camp, 1PC : 2 PB : 3 Kr dan 1.2 Tertimpa material saat memasang 1.2 Memberikan Pengarahan Pekerjaan
 40% batu belah         1.3 Luka terhadap pengunaan peralatan kerja 1.3 Pemakaian APD Keselamatan Kerja
 Menurunkan cincin pertama 1.4 Terluka karna material         1.4 Gunakan Rambu Rambu Peringatan atau Pengaman
 Menurunkan cincin Kedua                                                                            
 Pek. Cor beton bertulang Poer 1.20 x 1.20 x 0.40                                                   
 Pek. Mutu Beton K.175                                                                              
 Pek. Pembesian Tulangan (Besi Polos Ø 16)                                                          
 Pek. Bekesting Pondasi                                                                             
 Pek. Cor beton bertulang Poer 1.20 x 2.34 x 0.40                                                   
 Pek. Mutu Beton K.175                                                                              
 Pek. Pembesian Tulangan (Besi Polos Ø 16)                                                          
 Pek. Bekesting Pondasi                                                                             
 Pekerjaan Pemasangan angker Ø 16                                                                   
 Pengurugan kembali 1 m3 galian tanah                                                               
                                                                                         14         
                                                                                                    
 III PEKERJAAN BETON                                                                                
 1 Pekerjaan kolom 35 x 60 1.1 Tertimpa material saat memasang 2 3 6 2 1.1Pengarahan tentang K 3 Petugas K3
 a Mutu Beton K 175 1.2 Luka terhadap pengunaan peralatan kerja 1.2Memberikan Pengarahan Pekerjaan  
 b Pek. Pembesian tulangan (Besi Polos Ø 16) (Besi Polos Ø 8) 1.3 Terluka karna material yang pecah 1.3Pemakaian APD Keselamatan Kerja
 c Pek. Bekesting kolom 1.4 Terjatuh saat memasang material 1.4Gunakan Rambu Rambu Peringatan atau Pengaman
 2 Pekerjaan Kolom 40 x 80                                                                          
 a Mutu Beton K 175                                                                                 
 b Pek. Pembesian tulangan (Besi Polos Ø 16) (Besi Polos Ø 8)                                       
 c Pek. Bekesting kolom                                                                             
 3 Pekerjaan Sloof 30 x 40                                                                          
 a Mutu Beton K 175                                                                                 
 b Pek. Pembesian tulangan (Besi Polos Ø 16) (Besi Polos Ø 8)                                       
 c Pek. Bekesting sloof                                                                             
 4 Pekerjaan Balok 30 x 40                                                                          
 a Mutu Beton K 175                                                                                 
 b Pek. Pembesian tulangan (Besi Polos Ø 16) (Besi Polos Ø 8)                                       
 c Pek. Bekesting Balok                                                                             
 5 Pekerjaan Plat Beton T 10 Cm                                                                     
 a Mutu Beton K 175                                                                                 
 b Pek. Pembesian tulangan (Besi Polos Ø 10)                                                        
 c Pek Bexisting Lantai                                                                             
 IV PEKERJAAN DINDING                                                                               
 1 Pemasangan 1 m2 dinding Bata, 1PC : 4 Pasir Pasang                                               
 2 Pemasangan 1 m2 Plesteran 1PC : 4 Pasir Pasang tebal 15 mm 1.1 Tertimpa material saat memasang 2 3 6 2 1.1Pengarahan tentang K 3 Petugas K3
 3 Pemasangan 1 m2 Acian 1.2 Luka terhadap pengunaan peralatan kerja 1.2Memberikan Pengarahan Pekerjaan
 4 Profil Beton  1.3 Terluka karna material yang pecah 1.3Pemakaian APD Keselamatan Kerja           
 5 Pemasangan Besi Hollow 40 x 40 x 2 mm 1.4 Terjatuh saat memasang material 1.4Gunakan Rambu Rambu Peringatan atau Pengaman
 6 Pemasangan Alumimnium Composit Tebal 0.3 MM                                                      
 7 Pemasangan Besi Pipa Galpanis 2 Inci                                                             
 8 Pekerjaan Afwerking Beton Plat Lantai                                                            
 9 Pekerjaan Rumah Adat                                                                             
 V PEKERJAAN LANTAI                                                                                 
 1 Pengurugan 1 m3 Tanah Timbunan                                                                   
 2 Pengurugan 1 m3 dengan pasir urug T = 10 CM 1.1 Tertimpa material saat memasang 1 2 2 2 1.1Pengarahan tentang K 3 Petugas K3
 3 Membuat Lantai kerja beton mutu f3c = 14,5 Mpa (K 175) T = 10 CM 1.2 Luka terhadap pengunaan peralatan kerja 1.2Memberikan Pengarahan Pekerjaan
 4 Pekerjaan lantai Keramik 40 x 40 1.3 Terluka karna material yang pecah 1.3Pemakaian APD Keselamatan Kerja
                 1.4 Terjatuh saat memasang material 1.4Gunakan Rambu Rambu Peringatan atau Pengaman
                                                                                         15         
                                                                                                    
 A. PELUANG KEMUNGKINAN KEKERAPAN                                                                   
                                                                                                   
     Nilai 1 = Jarang terjadi                                                                       
                                                                                                   
     Nilai 2 = Kadang-kadang terjadi                                                                
                                                                                                   
     Nilai 3 = Sering terjadi                                                                       
 B. AKIBAT KEPARAHAN                                                                                
                                                                                                   
     nilai 1= luka ringan                                                                           
                                                                                                   
     nilai 2 = luka sedang                                                                          
                                                                                                   
     nilai 3 = luka berat, cacat, kematian                                                          
 C. PERHITUNGAN ANALISA TINGKAT RESIKO                                                              
     Tingat Risiko K3 Konstruksi (TR) adalah hasil perkalian antara nilai probabilitas/kekerapan terjadinya risiko K3 konstruksi (P) dengan nilai
     keparahan/dampak/akibat yang ditimbulkan (A) atau dengan rumus RISIKO = peluang x akibat       
     KLAFIKASI NILAI RESIKO                                                                         
       1         1-3              TINGKAT RESIKO RENDAH                                             
       2         4-6              TINGKAT RESIKO SEDANG                                             
       3         8-9               TINGKAT RESIKO TINGGI                                            
                                                                                                    
 D. KESIMPULAN                                                                                      
                                                                                                    
Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan dan hasil perhitungan analisa risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), maka dapat
disimpulkan                                                                                         
                                                                                                    
sebagai berikut :                                                                                   
                                                                                                    
                                                                                                   
     Dari hasil identifikasi bahaya di dapatkan 6 resiko kecil, 11 resiko sedang, kegiatan dengan rekap kegiatan 17 jumlah variabel
     kecelakaan yang telah di kelompokan.                                                           
                                                                                         16         
                                                                                                    
    Berdasarkan hasil analisa perhitungan tingkat risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada proyek PERENCANAAN
     PEMBANGUNAN GAPURA DAN KANTOR SERTA LANDSCAPE sedang dengan membutuhkan tenaga Petugas K3 Konstruksi adalah
                                                                                                    
     petugas di dalam organisasi Pengguna Jasa dan/atau Organisasi Penyedia Jasa yang telah mengikuti pelatihan/sosialisasi K3
     Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum                                                               
                                                             17            
                                                                           
      V.   SPESIFIKASI METODA KONTRUKSI/METODA                             
                                                                           
           PELAKSANAAN/METODA    KERJA                                     
                                                                           
                                                                           
        I. PEKERJAAN PENDAHULUAN                                           
    1. Pekerjaan Pembersihan Lapangan dan peralatan                        
                                                                          
       Metoda Pekerjaan                                                    
     - Pembersihan lahan adalah pekerjaan yang terdiri dari pembersihan lahan dari semua
       pohon, halangan - halangan, semak – semak, sampah, dan bahan lainnya yang tidak
       dikehendaki atau menggangu keberadaannya sesuai dengan yang diperintahkan oleh
       direksi Pekerjaan. Teknis pelaksanaan pekerjaan                     
                                                                           
     - membersihkan lapangan/Lokasi pembangunan dari hal-hal yang dapat merusak
       pelaksanaan pembangunan.                                            
     - Penebangan pohon/pembersihan harus tuntas sampai pada akar-akarnya sehingga
       tidak merusak struktur tanah.                                       
     - Melakukan Pembersihan Material yang dapat mengurangi mutu/kualitas pekerjaan.
                                                                           
                                                                           
    2. Pekerjaan Pengukuran dan pemasangan bowplank                        
                                                                          
       Metoda Pekerjaan                                                    
       Pekerjaan ini biasanya dilakukan seiring atau setelah pekerjaan pengukuran dilakukan.
                                                                           
       Pemasangan Bouwplank (Pematokan) dilaksanakan bersama-sama oleh Pihak Proyek,
       Perencana Pengawas, Pelaksana dan dibuat Berita Acara Pematokan. Bowplank terbuat
       dari papan yang bagian atasnya dipakukan pada patok kayu persegi 5/7 cm yang
       tertanam dalam tanah cukup kuat. Untuk menentukan ketinggian papan bouwplank
       secara rata bagian atasnya dari papan bowplank harus di waterpass (horizontal dan
                                                                           
       siku), sedangkan untuk mengukur dari titik As ke As antar ruangan digunakan meteran.
       Setiap titik pengukuran ditandai dengan paku dan dicat dengan cat merah dan ditulis
       ukuran pada papan bouwplank agar mudah di cek kembali. Pemasangan papan
       bowplank dilaksanakan pada jarak 1,5 m dari As sekeliling bangunan dan dipakukan
       pada patok – patok yang terlebih dahulu ditancapkan kedalam tanah.  
                                                                           
                                                                           
    3. Pekerjaan Papan Proyek                                              
                                                                          
       Metoda Pekerjaan                                                    
       Seiring pembersihan lokasi dibuat papan nama proyek, papan nama proyek ini dipasang
       pada tempat yang mudah dilihat dengan mencantumkan data-data proyek antara lain
       nama proyek, pekerjaan, lokasi, nilai proyek, waktu pelaksanaan, pengawas pelaksana
                                                                           
       proyek, dll. Setelah pekerjaan pembersihan lapangan selesai dilakukan, barulah
       dilakukan pengukuran lokasi. Hal ini bertujuan untuk menentukan letak bangunan,
       elevasi dan titik ikat (Bench Mark). Dalam pengukuran digunakan alat Theodolit dan
                                                             18            
                                                                           
       rambu ukur. Pengukuran ini dilakukan oleh seorang surveyor. Titik-titik yang menjadi
       acuan ditandai dengan menggunakan patok. Patok terbuat dari kayu bulat dengan
                                                                           
       panjang ± 1m yang ditancapkan kedalam tanah.                        
                                                                           
        II. PEKERJAAN PONDASI                                              
                                                                           
     1. Pekerjaan Galian Tanah                                             
                                                                          
        Metoda Pekerjaan                                                   
       a. galian tanah dengan ukuran sesuai diameter pipa beton di lokasi yang akan
                                                                           
         dibangun pondasi dengan memakai cangkul. Untuk mempermudah pekerjaan
         penggalian tanah, pakai cangkul yang mempunyai pegangan lebih pendek.
                                                                           
       b. Setelah galian tanah telah mencapai kedalaman sekitar 80-100 cm, masukkan pipa
                                                                           
         beton yang pertama ke dalamnya. Hati-hati ketika memindahkan pipa beton ini dan
         pastikan sempurna masuk ke dalam lubang galian tanah.             
                                                                           
       c. Lanjutkan kembali penggalian tanah di daerah rencana pembuatan pondasi
         tersebut. Ingat, lakukan pekerjaan ini dengan lebih hati-hati mengingat sudah ada
                                                                           
         pipa beton di dalamnya. Jangan khawatir, selama Anda meneruskan penggalian
                                                                           
         tanah, pipa beton akan turun levelnya sesuai dengan kedalaman permukaan tanah
         di dalam lubang galian.                                           
                                                                           
       d. Pekerjaan penggalian tanah dilarang sesudah mencapai lapisan tanah yang keras.
         Biasanya lapisan tanah ini berada di kedalaman yang berkisar antara 2-3 meter.
                                                                           
       e. Setelah itu, masukkan pipa beton kedua ke dalam lubang galian sempurna di atas
                                                                           
         pipa yang pertama. Masukkan lagi pipa berikutnya hingga ketinggian susunan pipa
         beton setara dengan level permukaan tanah. Cek sekali lagi untuk memastikan
                                                                           
         pipa-pipa beton tersebut tersusun dengan benar.                   
       f. Agar susunan pipa-pipa beton terangkai kuat, Anda sanggup menambal celah-
                                                                           
         celahnya dengan adukan semen dan pasir. Biarkan tambalan ini selama beberapa
                                                                           
         ketika semoga mengering sebelum Anda benar-benar menutup sumuran. 
       g. Buat adukan beton sebagai pengisi pondasi sumuran yang terdiri atas semen, pasir,
                                                                           
         kerikil, dan air. Pastikan semua bahan-bahan ini tercampur rata sebelum
         digunakan.                                                        
                                                                           
       h. Masukkan watu kali terlebih dahulu ke dalam sumuran hingga ketinggiannya
         mencapai 50 cm. Tuangkan adukan beton di atasnya. Atur sedemikian rupa semoga
                                                             19            
                                                                           
         adukan beton ini sanggup masuk ke celah-celah tumpukan watu kali dan
                                                                           
         mengikatnya.                                                      
       i. Masukkan lagi batu-batu kali ke dalam sumuran tadi hingga ketinggiannya
                                                                           
         bertambah 50 cm. Jangan lupa tuangkan lagi adukan beton di atas gundukan watu
                                                                           
         kali tersebut. Demikian langkah-langah seterusnya hingga seluruh volume sumuran
         terisi penuh oleh watu kali dan adukan beton.                     
                                                                           
       j. Di bab atas pondasi sumuran ini, Anda sanggup melaksanakan pekerjaan
         pembesian untuk menciptakan kolom bangunan.                       
                                                                           
                                                                           
                                                                           
     2. Pekerjaan Pasir Urug                                               
                                                                          
        Metoda Pekerjaan                                                   
                                                                          
        Permukaan tanah yang sudah digali diatasnya diberikan pasir urug, kemudian
        dipadatkan dengan menggunakan alat stamper. Urugan pasir ini berfungsi untuk
        menstabilkan permukaan tanah asli dan menyebarkan beban. Urugan Pasir dipadatkan
                                                                           
        perlapis hingga mencapai ketebalan Urugan Pasir yang sesuai dengan gambar kerja
        dan spesifikasi teknis .                                           
                                                                           
                                                                           
     3. Pekerjaan Pas. Pondasi Batu Bata 1 : 4                             
                                                                          
        Metoda Pekerjaan                                                   
                                                                          
        Sediakan bak yang diisi air untuk merendam batu bata yang akan dipasang (± 10 menit
        )                                                                  
                                                                          
        Buat tarikan benang tiap ± 7 lapis bata.                           
                                                                          
        Pemasangan kaso 5/7 di dua ujung lokasi secara tegak lurus         
                                                                          
        Tinggi pasangan bata maximum yang diperbolehkan terhadap sesuai dengan gambar
        dan rencana dan syarat-syarat pekerjaan                            
                                                                          
        sebelum pelaksanaan pasangan dimulai, pasangan batu bata sebaiknya disiram.
                                                                          
        Tebal adukan pengikat tidak kurang dari 10 mm dan adukan harus padat sedemikian
        rupa sehingga membentuk sambungan yang lurus.                      
                                                                          
        Kemudian pekerja / Tukang memasang batu bata hingga menyusun seperti gambar
        kerja dan direkat dengan adukan beton                              
                                                                          
        Tukang memastikan susunan pasangan batu bata sejajar, kokoh dan rapi
                                                             20            
                                                                           
                                                                          
        Juru Ukur melakukan pengukuran agar pasangan bata terpasang dengan sejajar dan
        Sesuai Bestek                                                      
                                                                           
                                                                           
     4. Pekerjaan Urugan Kembali                                           
                                                                          
        Metoda Pekerjaan                                                   
                                                                          
        Permukaan tanah yang sudah digali diatasnya diberikan pasir urug, kemudian
        dipadatkan dengan menggunakan alat stamper. Urugan pasir ini berfungsi untuk
        menstabilkan permukaan tanah asli dan menyebarkan beban. Urugan Pasir dipadatkan
        perlapis hingga mencapai ketebalan Urugan Pasir yang sesuai dengan gambar kerja
        dan spesifikasi teknis .                                           
                                                                           
     5. Pekerjaan Pondasi Tapak                                            
     1. Pekerjaan Galian Tanah                                             
                                                                          
        Metoda Pekerjaan                                                   
                                                                          
        Setelah pekerjaan Pendahuluan dan pekerjaan pemancangan selesai dilakukan, hal
        yang dilakukan selanjutnya yaitu pekerjaan galian tanah pondasi. Galian tanah pondasi
        diperlukan untuk perletakan pondasi plat Pondasi batu Kali Dan Pondasi batu bata.
                                                                           
                                                                          
        Pengalian dilakukan sesuai dengan gambar rencana pondasi dan telah mendapat
        persetujuan dari pengawas. Bidang horizontal galian tanah harus mempunyai jarak
        yang lebih besar dari lebar pondasi, hal ini berfungi untuk memungkinkan
        pemasangannya, penopangan dan lain-lain. Kedalaman galian harus sesuai dengan
                                                                           
        gambar rencana.                                                    
                                                                           
                                                                          
        Tanah hasil galian ditumpuk ditempat yang telah ditentukan oleh pengawas, karena
        tanah tersebut akan dipakai kembali.                               
                                                                           
     2. Pekerjaan Pasir Urug                                               
                                                                          
        Metoda Pekerjaan                                                   
                                                                          
        Permukaan tanah yang sudah digali diatasnya diberikan pasir urug, kemudian
        dipadatkan dengan menggunakan alat stamper. Urugan pasir ini berfungsi untuk
        menstabilkan permukaan tanah asli dan menyebarkan beban. Urugan Pasir dipadatkan
                                                                           
        perlapis hingga mencapai ketebalan Urugan Pasir yang sesuai dengan gambar kerja
        dan spesifikasi teknis .                                           
                                                             21            
                                                                           
     3. Pekerjaan Pasangan Pondasi Tapak Uk. 100x100x30 cm                 
                                                                          
        Metoda Pekerjaan                                                   
       A. Pekerjaan persiapan                                              
                                                                          
                Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pondasi
                telapak.                                                   
                                                                          
                Approval material yang akan digunakan.                     
                                                                          
                Persiapan lahan kerja.                                     
                                                                          
       Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir, split, kaso, multiplek, besi
       beton, kawat beton, paku, air, dll.                                 
                                                                          
       Persiapan alat bantu kerja, antara lain : theodolith, waterpass, meteran, bor listrik,
       gunting besi, pembengkok besi, gergaji, unting-unting, benang, selang air, dll.
       B. Pekerjaan Penulangan                                             
       Untuk pondasi telapak ini perakitan tulangan dilakukan di luar tempat pengecoran di
       lokasi proyek agar setelah dirakit dapat langsung dipasang dan proses pembuatan
       pondasi dapat berjalan lebih cepat.                                 
       Cara perakitan tulangan :                                           
                                                                           
                                                                          
       Mengukur panjang untuk masing-masing tipe tulangan yang dapat diketahui dari
       ukuran pondasi telapak.                                             
                                                                          
       Mendesign bentuk atau dimensi dari tulangan pondasi setempat, dengan
       memperhitungkan bentuk-bentuk tipe tulangan yang ada pada pondasi setempat
       tersebut.                                                           
                                                                           
                                                                          
       Merakit satu per satu bentuk dari tipe tulangan pondasi dengan kawat pengikat agar
       kokoh dan tulangan tidak terlepas.                                  
                                                                           
       C. Pekerjaan pemasangan tulangan                                    
       Setelah merakit tulangan pondasi telapak maka untuk pemasangan tulangan dilakukan
                                                                           
       dengan cara manual karena tulangan untuk pondasi setempat ini tidak terlalu berat dan
                                                                           
       kedalaman pondasi ini juga tidak terlalu dalam.                     
       Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan tulangan:          
                                                                           
                                                                          
       Hasil rakitan tulangan dimasukan kedalam tanah galian dan diletakkan tegak turun
       permukaan tanah dengan bantuan waterpass.                           
                                                                          
       Rakitan tulangan ditempatkan tidak langsung bersentuhan dengan dasar tanah, jarak
       antara tulangan dengan dasar tanah 40 mm, yaitu dengan menggunakan pengganjal
                                                             22            
                                                                           
       yang di buat dari batu kali disetiap ujung sisi/tepi tulangan bawah agar ada jarak antara
                                                                           
       tulangan dan permukaan dasar tanah untuk melindungi/melapisi tulangan dengan
       beton (selimut beton) dan tulangan tidak menjadi karat.             
                                                                           
                                                                          
       Setelah dipastikan rakitan tulangan benar-benar stabil, maka dapat langsung melakukan
       Pengecoran.                                                         
                                                                           
       D. Pekerjaan pemasangan bekisting                                   
                                                                           
       Bekisting adalah suatu konstruksi bantu yang bersifat sementara yang digunakan untuk
       mencetak beton yang akan di cor, di dalamnya atau diatasnya.        
                                                                           
       Tahap-tahap pekerjaan bekisting :                                   
                                                                          
        Diasumsikan yang akan dibuat bekisting adalah bagian tiangnya untuk penyambungan
        kolom sedangkan untuk pondasinya hanya diratakan dengancetok (sendok spesi).
                                                                          
        Supaya pondasi beton yang dihasilkan tidak melengkung maka waktu membuat
        bekisting, jarak sumbu tumpuan bekistingnya harus memenuhi persaratan tertentu.
                                                                           
                                                                          
        Papan cetakan disusun secara rapih berdasarkan bentuk beton yang akan di cor.
                                                                          
        Papan cetakan dibentuk dengan baik dan ditunjang dengan tiang agar tegak lurus
        tidak miring dengan bantuan alat waterpass.                        
                                                                          
        Papan cetakan tidak boleh bocor.                                   
                                                                          
        Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit.            
                                                                          
        Paku diantara papan secara berselang-seling dan tidak segaris agar tidak terjadi retak.
       E. Pekerjaan pengecoran                                             
        Tahap-tahap pekerjan pengecoran pondasi telapak yaitu :            
                                                                          
        Sebelum melakukan pengecoran beton terlebih dahulu membuat Job Mix Formula
        untuk menentukan komposisi campuran yang diperlukan sehingga didapatkan mutu
                                                                           
        beton yang sesuai dengan yang diharapkan. Job Mix Formula yang telah dibuat
        kontraktor diserahkan kepada direksi maupun pengawas lapangan untuk disetujui.
                                                                           
        Pada proyek ini untuk pekerjaan struktur menggunakan beton Site Mix K 175.
                                                                          
        Mempersiapkan bahan-bahan yang digunakan untuk pengecoran seperti: semen,
        pasir, split, serta air dan juga peralatan yang akan digunakan untuk pengecoran.
                                                                           
                                                                          
        3). Pengecoran beton dimulai setelah konsultan/direksi menyetujui untuk pengecoran
        beton yang dinyatakan dalam permohonan pelaksanaan kerja.          
                                                             23            
                                                                           
                                                                          
        Periksa kekuatan acuan yang sudah dipasang /difabrikasi, semua ukuran dan
        perkuatan acuan diperiksa benar dan disahkan oleh konsultan/direksi untuk pekerjaan
        selanjutnya.                                                       
                                                                           
                                                                          
        Pasang sparing pipa-pipa mekanikal dan elektrikal yang melintas area pengecoran.
                                                                          
        Bersihkan seluruh permukaan dan lokasi pengecoran dari kotoran dan sampah.
                                                                          
        Tuang beton Site Mix K175 ke dalam area pengecoran, pada saat pengecoran adukan
        beton diratakan dan dipadatkan dengan vibrator sehingga beton dapat padat dan
        tidak ada sarang tawon.                                            
                                                                          
        Setelah melakukan pengecoran, maka pondasi setempat tersebut dibiarkan mengering
        dan setelah mengering pondasi diurug dengan tanah urugan serta disisakan beberapa
        cm untuk sambungan kolom.                                          
                                                                           
     4. Pekerjaan Urugan Kembali                                           
                                                                          
        Metoda Pekerjaan                                                   
                                                                          
        Permukaan tanah yang sudah digali diatasnya diberikan pasir urug, kemudian
        dipadatkan dengan menggunakan alat stamper. Urugan pasir ini berfungsi untuk
        menstabilkan permukaan tanah asli dan menyebarkan beban. Urugan Pasir dipadatkan
        perlapis hingga mencapai ketebalan Urugan Pasir yang sesuai dengan gambar kerja
                                                                           
        dan spesifikasi teknis .                                           
                                                                           
                                                                           
       III. PEKERJAAN BETON BERTULANG                                      
     1. PEKERJAAN KOLOM                                                    
                                                                          
        Metoda Pekerjaan                                                   
     A. Lingkup Pekerjaan                                                  
        Melakukan Perakitan besi, Pemasangan Bekisting dan Pengecoran Beton.
                                                                           
     B. Persiapan Pekerjaan                                                
                                                                           
        Mengirim program kerja (workplan) termasuk metoda kerja, schedule, perlatan,
                                                                           
        personil kerja dan gambar kerja yang akan digunakan, untuk memperoleh persetujuan
        dari Konsultan sebelum pekerjaan                                   
                                                                           
        Memberitahu Konsultan secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum tanggal
        dilakukannya pelaksanaan pekerjaan                                 
                                                                           
        Ruang Lingkup Pekerjaan adalah :                                   
                                                                           
        Pekerjaan pabrikasi Besi                                           
                                                             24            
                                                                           
        Pekerjaan bekesting                                                
                                                                           
        Pekerjaan Instalasi besi Tulangan                                  
        Cor Beton K-175                                                    
                                                                           
     C. Pengukuran                                                         
                                                                           
        Surveyor melakukan pengukuran dengan alat ukur dan memberi tanda (marking)
        untuk posisi titik perletakan kolom praktis beton bertulang.       
                                                                           
     D. Pekerjaan pembesian                                                
                                                                          
        Pembesian atau perakitan tulangan kolom dikerjakan ditempat lain yang lebih
        nyaman.                                                            
                                                                          
        Perakitan kolom harus sesuai dengan gambar kerja.                  
                                                                          
        Selanjutnya adalah pemasangan tulangan utama, sebelum pemasangan sengkang,
        terlebih dahulu dibuat tanda pada tulangan utama dengan kapur.     
                                                                          
        Selanjutnya adalah pemasangan sengkang, setiap pertemuan antara tulangan utama
        dan sengkang diikat oleh kawat dengan system silang.               
                                                                          
        Setelah tulangan selesai dirakit, besi tulangan diangkut ke lokasi yang akan dipasang.
                                                                          
        Setelah besi terpasang pada posisinya dan cukup kaku, lalu dipasang beton deking
        sesuai ketentuan. Beton deking ini berfungsi sebagai selimut beton.
     E. Pekerjaan Bekisting                                                
                                                                           
                                                                          
        Bekisting dipasang dalam 2 sisi, sisi depan dan sisi belakang, dan 4 sisi dipasang untuk
        kolom struktur dipasang dengan multiplek 12mm sebagai bahan bekisting + tulangan
        kayu kaso 4/6. .                                                   
                                                                           
                                                                          
        Ukur bekisting menggunakan meteran agar mendapatkan hasil yang sesuai, setelah itu
        kemudian letakkan bekisting pada tempat yang sudah ditentukan.     
                                                                          
        Bekisting diberikan skoor dari kayu reng 3/4 sebagai penguat tekanan saat coran
        dituangkan, antar skoor diberi jarak sekitar 30cm dengan skoor lainnya.
                                                                          
        Pemasangan skoor dapat menggunakan paku sebagai perekatnya, kemudian paku
        dipakukan dengan menggunakan palu.                                 
                                                                           
     F. Berikut langkah-langkah dalam pekerjaan kolom beton                
                                                                          
        Menyiapkan Papan Bekisting, Besi Beton, dan cor K 175 untuk pekerjaan kolom beton.
                                                             25            
                                                                           
                                                                          
        Menyiapkan sepatu kolom yang ditarik garis lurusnya dari sloof. Fungsinya agar
        bekisting tepat berada pada titik koordinatnya sesuai dengan gambar perencanaan.
        Sepatu kolom biasanya menggunakan besi stek yang dibor pada lantai.
                                                                           
                                                                          
        Melakukan perakitan besi tulangan sesuai dengan desain yang telah ditentukan.
                                                                          
        Memasang bekisting kolom. Jangan lupa beton decking atau tahu beton penyangga
        besi tulangan. Tujuan beton decking ini untuk menjaga jarak selimut beton agar tidak
        berubah selama proses pengecoran.                                  
                                                                          
        Memasang sabuk sloof pada bekisting kolom untuk memperkuat. Ukuran sloof yang
        digunakan relative sesuai dengan Soft Drawing. Untuk mengunci balok tersebut harus
                                                                           
        menggunakan tie rod. Tie rod bisa buat sendiri dari kayu dan besi atau bisa membeli
        barang jadi. Jika ingin membuat sendiri menggunakan as drat ukuran 10 mm, besi ulir
                                                                           
        10 mm dan plat besi tebal 3-5 mm.                                  
                                                                          
        Memasang pipa support Untuk menjaga vertikaliti dari kolom terhadap sloof dan
        balok.Untuk mendapatkan kolom struktur yang sempurna, bekisting tidak boleh
                                                                           
        miring ataupun goyang saat pengecoran Oleh karena itu pemasangan pipa support
        dinilai sangat penting.                                            
                                                                           
                                                                          
        Setelah kompenen bekisting dan besi serta celah bekisting dirapatkan dan
        mendapatkan persetujuan dari direksi, maka dilakukanlah pengecoran beton sesuai
        dengan jenis beton yang diinginkan. Untuk hasil pengecoran merata harus dibantu
                                                                           
        dengan menggunakan alat concreate vibrator.                        
    G. . Pekerjaan pembongkaran bekisting kolom                            
                                                                          
       Setelah bentuk beton sudah stabil yaitu umur > 24 jam, maka bekisting kolom sudah
       dapat dibongkar.                                                    
                                                                           
                                                                          
       Pertama-tama, multiplek dipukul-pukul dengan menggunakan palu agar lekatan beton
       pada multiplek dapat terlepas.                                      
                                                                          
       Kendorkan push pull (penyangga bekisting), lalu lepaskan push pull. 
                                                                          
       Kendorkan baut-baut/paku-paku yang ada pada bekisting kolom, sehingga
       rangkaian/panel bekisting terlepas.                                 
                                                             26            
                                                                           
    2. PEKERJAAN PASANGAN SLOOF                                            
                                                                          
       Metoda Pekerjaan                                                    
    a. Lingkup Pekerjaan                                                   
       Melakukan Perakitan besi, Pemasangan Bekisting dan Pengecoran Beton.
    b. Persiapan Pekerjaan                                                 
       Mengirim program kerja (workplan) termasuk metoda kerja, schedule, perlatan,
                                                                           
       personil kerja dan gambar kerja yang akan digunakan, untuk memperoleh persetujuan
                                                                           
       dari Konsultan sebelum pekerjaan                                    
       Memberitahu Konsultan secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum tanggal
                                                                           
       dilakukannya pelaksanaan pekerjaan                                  
       Ruang Lingkup Pekerjaan adalah :                                    
                                                                           
       Pekerjaan pabrikasi Besi                                            
                                                                           
       Pekerjaan bekesting                                                 
       Pekerjaan Instalasi besi Tulangan                                   
                                                                           
       Cor Beton K-175                                                     
                                                                           
                                                                           
    c. Pengukuran                                                          
       Surveyor melakukan pengukuran dengan alat ukur dan memberi tanda (marking) untuk
                                                                           
       posisi titik perletakan sloof beton.                                
    d. Pekerjaan pembesian                                                 
                                                                           
                                                                          
       Pembesian dilakukan terpisah, jadi perakitan pembesian tidak dirakit pada area kerja
       ring balok                                                          
                                                                          
       Setelah semua peralatan tersedia pada lokasi yang jauh dari area kerja sloof,
       selanjutnya pekerjaan pembesian siap dimulai.                       
                                                                          
       Untuk Sloof, disiapkan 2 buah besi diameter 12 untuk bagian atas dan 2 buah besi
       diameter 12 untuk bagian bawah.                                     
                                                                          
       Begel untuk sloof menggunakan besi diameter 8 dengan jarak antar begel 15 cm.
                                                                          
       Kemudian begel diikatkan dengan kawat bendrat sebagai pengkakuan sloof, pengikatan
       dibantu dengan tang gegep.                                          
                                                                          
       Setelah semua pembesian selesai, pastikan kembali posisi dan ukuran tiap komponen
       pembesian sesuai, serta pastikan juga bahwa kawat beton telah terikat dengan
                                                                           
       sempurna.                                                           
                                                             27            
                                                                           
    e. Pekerjaan Bekisting                                                 
                                                                           
                                                                          
       Bekisting dipasang dalam dua sisi samping kiri kanan, dipasang dengan multiplek 12mm
       sebagai bahan bekisting + tulangan kayu kaso 4/6. .                 
                                                                          
       Ukur bekisting menggunakan meteran agar mendapatkan hasil yang sesuai, setelah itu
       kemudian letakkan bekisting pada tempat yang sudah ditentukan.      
                                                                          
       Bekisting diberikan skoor dari kayu reng 3/4 sebagai penguat tekanan saat coran
       dituangkan, antar skoor diberi jarak sekitar 30cm dengan skoor lainnya.
                                                                          
       Pemasangan skoor dapat menggunakan paku sebagai perekatnya, kemudian paku
       dipakukan dengan menggunakan palu.                                  
                                                                           
                                                                           
    f. Berikut langkah-langkah dalam pekerjaan sloof beton.                
       Menyiapkan Papan Bekisting, Besi Beton, dan cor beton K 175 untuk pekerjaan sloof
                                                                           
       beton.                                                              
       Menyiapkan sepatu kolom. Fungsinya agar bekisting tepat berada pada titik
                                                                           
       koordinatnya sesuai dengan gambar perencanaan. Sepatu kolom biasanya
       menggunakan besi stek yang dibor pada lantai.                       
                                                                           
       Melakukan perakitan besi sesuai dengan soft drawing.                
                                                                           
       Memasang bekisting sloof seperti pada gambar di samping. Jangan lupa beton decking
       atau tahu beton penyangga besi tulangan. Tujuan beton decking ini untuk menjaga
                                                                           
       jarak selimut beton agar tidak berubah selama proses pengecoran.    
      Memasang sabuk sloof pada bekisting kolom untuk memperkuat. Ukuran sloof yang
                                                                           
      digunakan relative sesuai dengan Soft Drawing. Untuk mengunci sloof tersebut harus
      menggunakan tie rod. Tie rod bisa buat sendiri atau membeli jadi. Jika ingin membuat
                                                                           
      sendiri menggunakan as drat ukuran 10 mm, besi ulir 10 mm dan plat besi tebal 3-5 mm.
                                                                           
      Jarak sloof sangat tergantung dari jarak pasangan kolom. Apabila jarak kolom sekitar 3-4
      m maka jumlah sabuk sloof 2 dengan jarak dibagi rata. Namun jika jarak kolom lebih dari
                                                                           
      4 m maka menyesuaikan dengan prinsip semakin ke bawah jarak sabuk semakin pendek
      karena bebannya lebih besar di bawah.                                
                                                                           
      Memasang pipa support Untuk menjaga horizontal dari sloof terhadap kolom.Untuk
                                                                           
      mendapatkan sloof struktur yang sempurna, bekisting tidak boleh miring ataupun goyang
      saat pengecoran Oleh karena itu pemasangan pipa support dinilai sangat penting.
                                                             28            
                                                                           
      Setelah kompenen bekisting dan besi serta celah bekisting dirapatkan dan mendapatkan
                                                                           
      persetujuan dari direksi, maka dilakukanlah pengecoran beton sesuai dengan jenis beton
      yang diinginkan. Untuk hasil pengecoran merata harus dibantu dengan menggunakan
                                                                           
      alat concreate vibrator.                                             
                                                                           
                                                                           
     g. Pekerjaan pembongkaran bekisting Sloof                             
                                                                           
                                                                          
        Setelah beton berumur 28 hari (beton konvensional), sementara bekisting samping
        (tidak menahan momen) dapat dibuka > 24 jam dimana bentuk beton sudah stabil.
                                                                          
        Pertama-tama, multiplek dipukul-pukul dengan menggunakan palu agar lekatan beton
        pada multiplek dapat terlepas.                                     
                                                                          
        Kendorkan push pull (penyangga bekisting), lalu lepaskan push pull.
                                                                          
        Kendorkan baut-baut/paku-paku yang ada pada bekisting sloof, sehingga
        rangkaian/panel bekisting terlepas.                                
                                                                           
     3. PEKERJAAN PASANGAN BALOK                                           
                                                                          
        Metoda Pekerjaan                                                   
     A. Lingkup Pekerjaan                                                  
        Melakukan Perakitan besi, Pemasangan Bekisting dan Pengecoran Beton.
                                                                           
                                                                           
     B. Persiapan Pekerjaan                                                
        Mengirim program kerja (workplan) termasuk metoda kerja, schedule, perlatan,
        personil kerja dan gambar kerja yang akan digunakan, untuk memperoleh persetujuan
                                                                           
        dari Konsultan sebelum pekerjaan                                   
                                                                           
        Memberitahu Konsultan secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum tanggal
        dilakukannya pelaksanaan pekerjaan                                 
                                                                           
        Ruang Lingkup Pekerjaan adalah :                                   
        Pekerjaan pabrikasi Besi                                           
                                                                           
        Pekerjaan bekesting                                                
                                                                           
        Pekerjaan Instalasi besi Tulangan                                  
        Cor Beton K-175                                                    
                                                             29            
                                                                           
      C. Pengukuran                                                        
        Surveyor melakukan pengukuran dengan alat ukur dan memberi tanda (marking)
                                                                           
        untuk posisi titik perletakan Balok beton.                         
                                                                           
      D. Pekerjaan pembesian                                               
                                                                          
        Pembesian dilakukan terpisah, jadi perakitan pembesian tidak dirakit pada area kerja
        ring balok                                                         
                                                                          
        Setelah semua peralatan tersedia pada lokasi yang jauh dari area kerja sloof,
        selanjutnya pekerjaan pembesian siap dimulai.                      
                                                                           
                                                                          
        Untuk balok, disiapkan 2 buah besi diameter 12 untuk bagian atas dan 2 buah besi
        diameter 12 untuk bagian bawah.                                    
                                                                          
        Begel untuk balok menggunakan besi diameter 8 dengan jarak antar begel 15 cm.
                                                                          
        Kemudian begel diikatkan dengan kawat bendrat sebagai pengkakuan sloof,
        pengikatan dibantu dengan tang gegep.                              
                                                                          
        Setelah semua pembesian selesai, pastikan kembali posisi dan ukuran tiap
        komponen pembesian sesuai, serta pastikan juga bahwa kawat beton telah terikat
        dengan sempurna.                                                   
                                                                           
                                                                           
    E. Pekerjaan Bekisting                                                 
                                                                          
       Bekisting dipasang dalam dua sisi samping kiri kanan, dipasang dengan multiplek 12mm
       sebagai bahan bekisting + tulangan kayu kaso 4/6. .                 
                                                                          
       Ukur bekisting menggunakan meteran agar mendapatkan hasil yang sesuai, setelah itu
       kemudian letakkan bekisting pada tempat yang sudah ditentukan.      
                                                                          
       Bekisting diberikan skoor dari kayu reng 3/4 sebagai penguat tekanan saat coran
       dituangkan, antar skoor diberi jarak sekitar 30cm dengan skoor lainnya.
                                                                           
                                                                          
       Pemasangan skoor dapat menggunakan paku sebagai perekatnya, kemudian paku
       dipakukan dengan menggunakan palu.                                  
                                                                           
    F. Berikut langkah-langkah dalam pekerjaan balok beton.                
                                                                          
       Setelah bekisting terpasang dengan baik, bekisting diolesi minyak bekisting kemudian
       letakkan pembesian balok pada posisinya tepat didalam bekisting.    
                                                             30            
                                                                           
                                                                          
       Pastikan pembesian telah terletak dengan sempurna pada posisinya didalam bekisting
       dengan membuat tahu-tahu beton di bawah dan digantung kiri kanan bagian dalam
       bekisting, dengan maksud mendapatkan selimut beton.                 
                                                                           
                                                                          
       Pengecoran beton dilakukan menggunakan mutu beton K 175.            
                                                                          
       Setelah area siap, lakukan pengecoran beton dengan menuang adukan beton ke area
       pengecoran, Penuangan beton dilakukan secara bertahap, hal ini dilakukan untuk
       menghindari terjadinya segregasi yaitu pemisahan agregat yang dapat mengurangi
       mutu beton. Selama proses pengecoran berlangsung pemadatan beton menggunakan
                                                                           
       vibrator. Hal tersebut dilakukan untuk menghilangkan rongga-rongga udara serta untuk
                                                                           
       mencapai kepadatan maksimal.                                        
                                                                           
    G. Pekerjaan pembongkaran bekisting balok                              
                                                                           
                                                                           
                                                                          
       Setelah beton berumur 28 hari (beton konvensional), sementara bekisting samping
       (tidak menahan momen) dapat dibuka > 24 jam dimana bentuk beton sudah stabil.
                                                                          
       Pertama-tama, multiplek dipukul-pukul dengan menggunakan palu agar lekatan beton
       pada multiplek dapat terlepas.                                      
                                                                          
       Kendorkan push pull (penyangga bekisting), lalu lepaskan push pull. 
                                                                          
       Kendorkan baut-baut/paku-paku yang ada pada bekisting sloof, sehingga
       rangkaian/panel bekisting terlepas.                                 
                                                                           
    4. PEKERJAAN PASANGAN RING BALOK                                       
                                                                          
       Metoda Pekerjaan                                                    
    A. Lingkup pekerjaan                                                   
                                                                           
        Pekerjaan pembesian, pekerjaan bekisting dan pekerjaan pengecoran. 
     B. Pekerjaan persiapan                                                
                                                                           
                                                                          
        Pembuatan dan pengajuan shop drawing pekerjaan membuat ring balok beton
        bertulang.                                                         
                                                                          
        Approval material yang akan digunakan.                             
                                                                          
        Persiapan material, antara lain: Portland cement, pasir, split, air, kaso, multiplek 12
        mm, besi beton, kawat beton, dan paku.                             
                                                             31            
                                                                           
                                                                          
        Persiapan alat kerja, antara lain: theodolith ,concrete mixer, meteran, waterpass,
        cangkul, talang cor, ember, sendok semen, raskam, benang, dan selang air.
     C. Pengukuran                                                         
                                                                           
                                                                          
        Surveyor melakukan pengukuran dengan theodolith dan memberi tanda (marking)
        untuk posisi titik perletakan ring balok beton.                    
     D. Pekerjaan pembesian                                                
                                                                           
                                                                          
        Pembesian dilakukan terpisah, jadi perakitan pembesian tidak dirakit pada area kerja
        ring balok.                                                        
                                                                          
        Setelah semua peralatan tersedia pada lokasi yang jauh dari area kerja ring balok,
        selanjutnya pekerjaan pembesian siap dimulai.                      
                                                                          
        Untuk ring balok, disiapkan 2 buah besi diameter 12 untuk bagian atas dan 2 buah
        besi diameter 12 untuk bagian bawah.                               
                                                                          
        Begel untuk ring balok menggunakan besi diameter 8 dengan jarak antar begel 15 cm.
                                                                          
        Kemudian begel diikatkan dengan kawat bendrat sebagai pengkakuan ring balok,
        pengikatan dibantu dengan tang gegep.                              
                                                                          
        Setelah semua pembesian selesai, pastikan kembali posisi dan ukuran tiap komponen
        pembesian sesuai, serta pastikan juga bahwa kawat beton telah terikat dengan
                                                                           
        sempurna.                                                          
        Pekerjaan Bekisting                                                
                                                                           
                                                                          
        Bekisting dipasang dalam 3 sisi dan dua sisi, sisi kanan, sisi kiri dan sisi bawah,
        dipasang dengan multiplek 12mm sebagai bahan bekisting + tulangan kayu kaso 4/6. .
                                                                          
        Ukur bekisting menggunakan meteran agar mendapatkan hasil yang sesuai, setelah itu
        kemudian letakkan bekisting pada tempat yang sudah ditentukan.     
                                                                          
        Bekisting diberikan skoor dari kayu reng 3/4 sebagai penguat tekanan saat coran
        dituangkan, antar skoor diberi jarak sekitar 30cm dengan skoor lainnya.
                                                                          
        Pemasangan skoor dapat menggunakan paku sebagai perekatnya, kemudian paku
        dipakukan dengan menggunakan palu.                                 
                                                                           
    E. Pekerjaan pengecoran                                                
                                                                          
        Setelah bekisting terpasang dengan baik, bekisting diolesi minyak bekisting kemudian
        letakkan pembesian ring balok pada posisinya tepat didalam bekisting.
                                                             32            
                                                                           
                                                                          
        Pastikan pembesian telah terletak dengan sempurna pada posisinya didalam
        bekisting dengan membuat tahu-tahu beton di bawah dan digantung kiri kanan
        bagian dalam bekisting, dengan maksud mendapatkan selimut beton.   
                                                                           
                                                                          
        Pengecoran beton dilakukan menggunakan mutu beton K175.            
                                                                          
        Setelah area siap, lakukan pengecoran beton dengan menuang adukan beton ke area
        pengecoran, Penuangan beton dilakukan secara bertahap, hal ini dilakukan untuk
        menghindari terjadinya segregasi yaitu pemisahan agregat yang dapat mengurangI
        mutu  beton. Selama proses pengecoran berlangsung pemadatan beton  
                                                                           
        menggunakan vibrator. Hal tersebut dilakukan untuk menghilangkan rongga-rongga
                                                                           
        udara serta untuk mencapai kepadatan maksimal.                     
                                                                           
                                                                           
    F. Pekerjaan pembongkaran bekisting ring balok                         
                                                                          
        Setelah beton berumur 28 hari (beton konvensional), sementara bekisting samping
        (tidak menahan momen) dapat dibuka > 24 jam dimana bentuk beton sudah stabil..
                                                                          
        Pertama-tama, multiplek dipukul-pukul dengan menggunakan palu agar lekatan
        beton pada multiplek dapat terlepas.                               
                                                                           
                                                                          
        Kendorkan push pull (penyangga bekisting), lalu lepaskan push pull.
                                                                          
        Kendorkan baut-baut/paku-paku yang ada pada bekisting kolom praktis, sehingga
        rangkaian/panel bekisting terlepas.                                
                                                                           
                                                                           
    5. PEKERJAAN PASANGAN PLAT BETON                                       
                                                                          
       Metoda Pekerjaan                                                    
        Pekerjaan pembesian, pekerjaan bekisting dan pekerjaan pengecoran. 
                                                                           
        Plat Beton Tebal 12 Cm                                             
        Plat Beton tebal 10 m                                              
                                                                           
      A. Lingkup pekerjaan                                                 
                                                                           
           Adukan Beton yang Dibuat di tempat K 175                        
           Adukan beton yang dibuat setempat untuk volume kecil, harus memenuhi
                                                                           
           syarat-syarat sebagai berikut :                                 
                                                             33            
                                                                           
           1. Pelaksanaan penakaran semen dan agregat harus dengan kotak-kotak
                                                                           
              takaran yang volumenya sama sesuai hasil trial mixes dan disetujui oleh
              Konsultan.                                                   
                                                                           
           2. Banyaknya air untuk campuran beton harus sesuai dengan trial mixes,
                                                                           
              sedemikian rupa sehingga tercapai sifat kemudahan kerja (workability) yang
              sesuai dengan penggunaannya.                                 
                                                                           
           3. Adukan beton dibuat dengan menggunakan mesin pengaduk beton  
              (concrete mixer), dimana tipe dan kapasitasnya harus mendapat
                                                                           
              persetujuan Konsultan.                                       
           4. Kecepatan pengadukan harus tidak boleh melebihi kapasitas mesin
                                                                           
              pengaduk.                                                    
                                                                           
           5. Jumlah pengadukan beton tidak boleh melebihi kapasitas mesin pengaduk.
           6. Lama pengadukan tidak kurang dari 5 (lima) menit kapasitas mesin
                                                                           
              pengaduk.                                                    
           7. Mesin pengadukan yang tidak dipakai lebih dari 30 (tiga puluh) menit harus
                                                                           
              dibersihkan dulu dari sisa-sisa beton lama sebelum dimulainya adukan
                                                                           
              beton baru.                                                  
      B. Pengecoran Beton                                                  
                                                                           
           1. Beton harus secepat mungkin dicorkan setelah pengadukan dan dilakukan
                                                                           
              sedemikian rupa sehingga tidak terjadi pengendapan agregat maupun
              bergesernya posisi tulangan atau acuan. Pengecoran harus dilaksanakan
                                                                           
              secara kontiniu dalam satu elemen struktur atau diantara siar pelaksanaan
              (construction joint) yang telah disetujui.                   
                                                                           
           2. Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum acuan/ bekisting
                                                                           
              dan pemasangan baja tulangan selesai diperiksa dan mendapat persetujuan
              Konsultan.                                                   
                                                                           
           3. Sebelum pengecoran dimulai, maka tempat yang akan dicor harus terlebih
              dahulu dibersihkan dari segala kotoran (potongan kayu, batu tanah dan lain-
                                                                           
              lain) dan dibasahi dengan air semen.                         
                                                                           
           4. Bila pengecoran dihentikan untuk kemudian dilanjutkan dalam waktu lebih
              dari 24 (dua puluh empat) jam, atau bila dipandang perlu oleh Konsultan,
                                                             34            
                                                                           
              maka permukaan beton lama yang akan disambung harus terlebih dahulu
                                                                           
              dibersihkan dan bila perlu dikasarkan dengan menyikat, atau dengan cara
              lain bila betonnya sudah sangat mengeras, untuk kemudian disiram dengan
                                                                           
              air semen dan selanjutnya baru dicor dengan beton baru.      
                                                                           
              Tempat dimana pengecoran akan dihentikan harus mendapat persetujuan
              dari Konsultan.                                              
                                                                           
      C. Pemadatan Beton                                                   
                                                                           
           a. Selama pengecoran berlangsung, beton harus dipadatkan dengan memakai
              vibrator, yang dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak merusak acuan
                                                                           
              maupun posisi tulangan. Penyedia Jasa/ Kontraktor harus menyediakan
              vibrator dalam jumlah yang cukup untuk menjamin efisiensi pekerjaan
                                                                           
              tanpa adanya penundaan.                                      
                                                                           
              Pemadatan beton secara berlebihan sehingga menyebabkan pengendapan
              agregat, kebocoran acuan dan lain sebagainya, harus dihindari.
                                                                           
           b. Beton pada umumnya dicor secara berlapis. Masing-masing lapisan ini harus
              dipadatkan dan harus dijaga sedemikian rupa agar mempunyai ikatan yang
                                                                           
              baik satu sama lain.                                         
                                                                           
      D. Pembengkokan dan Penyetelan Baja Tulangan                         
           1. Sebelum penyetelan dan pemasangan baja tulangan dimulai, Penyedia Jasa/
              Kontraktor harus membuat rencana kerja pemotongan dan pembengkokan
                                                                           
              baja tulangan (bar bending schedule), yang sebelumnya harus diserahkan
                                                                           
              kepada Konsultan untuk mendapatkan persetujuan.              
           2. Tulangan harus bebas dari kotoran-kotoran seperti lemak, karet lepas,
                                                                           
              tanah, serta bahan-bahan atau kotoran yang bisa mengurangi daya
              lekatnya.                                                    
                                                                           
           3. Pembengkokan baja tulangan harus dilakukan secara hati-hati dan teliti,
              sesuai dengan aturan dalam SNI. Pembengkokan tersebut harus dilakukan
                                                                           
              oleh tenaga yang ahli, dengan mengunakan alat-alat sedemikian rupa
                                                                           
              sehingga tidak menimbulkan cacat, patah dan retak-retak pada batang baja.
           4. Pemasangan dan penyetelan tulangan harus berdasarkan peil-peil yang
                                                                           
              sesuai dengan gambar dan sudah diperhitungkan mengenai toleransi
                                                             35            
                                                                           
              penurunannya. Pemasangan dilakukan dengan menggunakan pengganjal
                                                                           
              jarak selimut beton (beton decking) untuk mendapatkan tebal selimut yang
              sesuai dengan gambar. Apabila hal tersebut tidak tercantum di dalam
                                                                           
              gambar atau dalam spesifikasi, maka dapat digunakan ketentuan dalam
                                                                           
              peraturan yang berlaku.                                      
           5. Tulangan harus dipasang sedemikian rupa sehingga sebelum dan selama
                                                                           
              pengecoran tidak akan berubah tempatnya.                     
           6. Ketebalan selimut beton harus dibuat dengan pengganjal yang umum
                                                                           
              dipakai dalam praktek, seperti terbuat dari beton (dengan mutu paling
              sedikit sama dengan beton mutu beton yang akan dicor), dengan jumlah
                                                                           
              minimum 4 (empat) buah setiap m² cetakan atau lantai kerja, atau seperti
                                                                           
              yang diinstruksikan oleh Konsultan, dan tersebar merata.     
      E. Acuan Pengecoran Beton                                            
                                                                           
           1. Untuk elemen struktur yang lainnya, acuan dapat dibuat dari pelat baja,
                                                                           
              atau kayu dan multipleks/ tripleks, atau bahan lain yang disetujui Konsultan
              serta mempunyai permukaan yang baik untuk pekerjaan finishing pada
                                                                           
              bagian yang berada di atas permukaan tanah.                  
                                                                           
              Penyedia Jasa/ Kontraktor harus memberikan contoh dan perhitungan
              kekuatan bahan yang akan dipakai untuk acuan, untuk disetujui oleh
                                                                           
              Konsultan.                                                   
                                                                           
           2. Acuan harus dipasang sesuai dengan ukuran-ukuran jadi yang ada di dalam
                                                                           
              gambar dan menjamin bahwa ukuran-ukuran tersebut tidak akan berubah
              sebelum dan selama pengecoran. Acuan juga harus dipasang sedemikian
                                                                           
              rupa sehingga tidak akan terjadi kebocoran atau hilangnya air selama
              pengecoran.                                                  
                                                                           
           3. Acuan harus dibersihkan dari segala kotoran yang melekat seperti potongan
                                                                           
              kayu, paku, serbuk gergaji, tanah, dan sebagainya yang dapat mengurangi
              mutu beton atau merusak beton yang sudah mengeras pada waktu 
                                                                           
              pembongkaran acuan.                                          
                                                             36            
                                                                           
           4. Acuan harus kokoh dan cukup rapat sehingga dapat mencegah kebocoran
                                                                           
              adukan. Acuan harus diberi ikatan-ikatan secukupnya sehingga terjamin
              kedudukan dan bentuknya yang tetap. Acuan harus dibuat dari bahan yang
                                                                           
              baik, tidak menyerap air, dan mudah dibongkar tanpa merusak beton yang
                                                                           
              sudah mengeras.                                              
              Untuk menjamin bahwa air beton tidak diserap sebagian oleh bahan acuan,
                                                                           
              maka acuan bisa dilapisi dengan plastik atau bahan sejenisnya.
                                                                           
           5. Acuan beton harus menghasilkan konstruksi akhir yang mempunyai bentuk
                                                                           
              ukuran dan batas-batas yang sesuai dengan yang ditunjukkan oleh gambar
              rencana, acuan harus dipasang sedemikian rupa sehingga membentuk
                                                                           
              seperti tertera pada gambar rencana.                         
           6. Apabila acuan memikul beban-beban yang besar atau mempunyai bentang
                                                                           
              bebas yang besar, maka Penyedia Jasa/ Kontraktor harus membuat
                                                                           
              perhitungan dan gambar rencana yang khusus. Disamping kekuatan dan
              kekakuannya, stabilitas dari acuan juga harus diperhitungkan dengan baik.
                                                                           
           7. Tiang-tiang acuan dari besi atau kayu harus dipasang di atas papan kayu
              yang kokoh dan harus dapat disetel dengan mudah dan dengan ketepatan
                                                                           
              yang baik. Tiang tidak boleh mempunyai lebih dari satu sambungan yang
              tidak disokong ke arah samping. Bambu tidak boleh digunakan sebagai tiang
                                                                           
              acuan.                                                       
                                                                           
      F. Pembongkaran Acuan                                                
                                                                           
           1. Pembongkaran acuan harus dilaporkan dan mendapatkan persetujuan
              Konsultan, serta dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sebelum
                                                                           
              pembongkaran, Penyedia Jasa/ Kontraktor harus meyakini bahwa bagian-
              bagian konstruksi yang akan dibongkar acuannya sudah dapat memikul
                                                                           
              berat sendiri dan beban-beban pelaksanaan.                   
                                                                           
           2. Apabila setelah acuan dibongkar ternyata terdapat bagian-bagian beton
              yang keropos atau cacat lainnya, yang akan mempengaruhi kekuatan
                                                                           
              konstruksi tersebut, maka Penyedia Jasa/ Kontraktor harus segera
              memberitahukan kepada Konsultan, untuk meminta persetujuan Konsultan
                                                             37            
                                                                           
              mengenai cara pengisian atau penutupannya. Semua resiko yang terjadi
                                                                           
              sebagai akibat pekerjaan tersebut menjadi tanggungan Penyedia Jasa/
              Kontraktor.                                                  
                                                                           
           3. Bila beton yang keropos atau cacat tersebut diragukan mutunya, maka
                                                                           
              Konsultan berhak untuk meminta Penyedia Jasa/ Kontraktor melaksanakan
              uji coba non destruktif seperti Ultrasonic Pulse Velocity Test, atau Hammer
                                                                           
              Test, atau kalau dianggap perlu, mengadakan pengujian dengan melakukan
              core drilling pada bagian beton yang benda ujinya gagal memenuhi syarat
                                                                           
              spesifikasi. Dalam hal ini, coring beton harus dilakukan oleh tenaga ahli yang
              berpengalaman agar bisa didapat hasil coring yang baik, serta jika persiapan
                                                                           
              dan pemotongan benda uji (hasil coring) yang memenuhi syarat, bisa
                                                                           
              mendapatkan hasil uji mutu beton yang obyektif.              
           4. Acuan hanya boleh dibongkar apabila bagian konstruksi yang ditopangnya
                                                                           
              telah mencapai umur dan kekuatan yang cukup untuk memikul berat sendiri
              dan beban-beban pelaksanaan yang akan bekerja padanya. Kekuatan ini
                                                                           
              harus ditunjukan dengan hasil pemeriksaan benda uji yang bersangkutan.
                                                                           
              Apabila untuk menentukan saat pembongkaran tidak dibuat benda-benda
              uji seperti ditentukan diatas, maka acuan baru boleh dibongkar setelah
                                                                           
              beton berumur minimal 2 (dua) minggu. Khusus untuk cetakan samping
              boleh dibongkar setelah beton berumur minimal 5 (lima) hari, kecuali bila
                                                                           
              dapat dibuktikan sebaliknya atau bila diijinkan oleh Konsultan.
                                                                           
           5. Pada bagian konstruksi yang akibat pembongkaran acuan bekerja beban
                                                                           
              yang lebih besar dari pada beban rencana, cetakan dan acuannya tidak
              boleh dibongkar selama keadaan demikian masih berlangsung.   
                                                                           
              Pembongkaran cetakan dan acuan dari bagian konstruksi yang akan
                                                                           
              memikul secara langsung seluruh atau bagian besar beban rencana, harus
              dilakukan dengan hati-hati.                                  
                                                             38            
                                                                           
       IV. PEKERJAAN DINDING                                               
      A. Pekerjaan Dinding                                                 
      1. Pekerjaan Pas. Dinding Bata sp. 1:4 Tebal 1/2 bata                
                                                                           
                                                                          
        Metode Pekerjaan                                                   
                                                                          
        Pertama dilakukan persiapan dengan cara membersihkan area yang akan dipasang
        dinding bata merah, menghitung volume pekerjaan dan kebutuhan material yang
        dibutuhkan.                                                        
                                                                           
                                                                          
        Buat marking jalur-jalur dinding dua sisi setelah dinding dan dibuat tanda posisi
        kolom praktis, ring balok, dan lubang kusen.                       
                                                                          
        Bata merah direndam dulu (sampai gelembung udaranya hilang) sebelum dipakai
        untuk mengurangi penyerapan air.                                   
                                                                          
        Memasang bata merah pada jalur marking serta jalur benang acuan yang telah
        dipasang pada profil kayu pada ujung jalur dinding lapis demi lapis sampai setinggi 1
        m dengan menggunakan adukan 1 pc : 4 ps Pada pelaksanaannya, adukan semen
                                                                           
        pasir tersebut diaplikasikan secara merata ke permukaan bata merah.
                                                                          
        Kemudian bata merah disusun di atas adukan mortar tersebut sambil terus diperiksa
        kerataan pasangannya. Kemudian bata merah dipukul perlahan sampai mencapai
                                                                           
        elevasi yang diinginkan.                                           
                                                                          
        Setelah tinggi pasangan bata merah mencapai 1 m kemudian dilanjutkan dengan cor
        beton kolom praktis.                                               
                                                                          
        Periksa kelurusan serta vertikal pasangan bata merah, apabila sudah benar dan
        sesuai dengan yang diinginkan maka lanjutkan pemasangan sampai dengan tinggi
                                                                           
        maksimum 1 m, kemudian periksa lagi kelurusan dan vertikalnya, setelah itu
        dilanjutkan cor kolom praktis dan dilanjutkan pemasangan bata merah sampai
                                                                           
        elevasi yang ditentukan dan cor kolom praktis sampai elevasi sesuai gambar
                                                                           
                                                                           
    2. Pekerjaan Pas. Plesteran 1PC : 4 Pasir dan Acian                    
                                                                          
       Metode Pekerjaan                                                    
    a. Persiapan                                                           
                                                                          
       Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan plesteran dan acian.
                                                                          
       Approval material yang akan digunakan.                              
                                                                          
       Persiapan lahan kerja.                                              
                                                             39            
                                                                           
                                                                          
       Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir pasang dan air.
                                                                          
       Persiapan alat bantu kerja, antara lain : waterpass, meteran, unting-unting, jidar,
       raskam, benang, kertas gosok, dll.                                  
    b. Pelaksanaan                                                         
                                                                           
                                                                          
       Plesteran biasa menggunakan adukan 1 PC : 4                         
                                                                          
       Pekerjaan plesteran dinding harus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus terhadap
       lantai yang ada di sekitarnya, permukaan rata tidak bergelombang.   
                                                                          
       Tentuikan dahulu titik/jalur pemasangan pekerjaan mekanikal dan elektrikal.
                                                                          
       Sebelum diplester, lakukan penyiraman/curring terlebih dahulu pada permukaan
       dinding bata untuk menghindarkan keretakan.                         
                                                                          
       Buat adukan untuk plesteran dinding bata.                           
                                                                          
       Buat kepalaan plesteran dengan jarak sekitar 1 m dan lebar 5 cm, dengan alat bantu
       unting-unting untuk loting, waterpass dan jidar alumunium.          
                                                                          
       Lekatkan adukan plesteran pada permukaan dinding sekityarnya, kemudian ratakan
       dengan raskam dan jidar.                                            
                                                                          
       Perataan plesteran dengan acuan kepalaan yang telah dibuat.         
                                                                          
       Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan plesteran sudah kering (cukup umur).
                                                                          
       Permukaan plesteran sebelum di aci telebih dahulu disiram air. Untuk memperoleh
       hasil acian yang halus, setelah plesteran diberi lapisan acian semen, permukaan acian
       sebelum mengering digosok dengan menggunakan kertas gosok           
                                                                           
    3. Pekerjaan Pemasangan ACP ( Seven )                                  
                                                                           
                                                                          
            Metode Pekerjaan                                               
          -  Pemotongan Aluminium Composite                                
              i. Pemotongan ACP harus sesuai dengan pola/motif yang telah disetujui
                                                                           
                 oleh konsultan                                            
                                                                           
              ii. Dalam pemotongan ACP Perforasi motif kerawang, kontraktor terlebih
                 dahulu memberikan detail motif yang akan dilakukan pemotongan dan
                                                                           
                 di approval oleh konsultan                                
                                                             40            
                                                                           
              iii. Kontrakor telebih dahulu membuat moke up dan di approval oleh
                                                                           
                 konsultan                                                 
              iv. Segala material waste dan moke up akibat permintaan pola 
                                                                           
                 pemotongan oleh konsultan menjadi tanggung jawab kontaktor
                                                                           
          -  Pemasangan Aluminium Composite                                
              i. Rangka hollow 40 x 40 yang digunakan dalam pemasangan aluminum
                                                                           
                 composite harus ditempelkan pada area structural dengan sistem
                 pengelasan atau dynabolt apabila menempel pada area struktur beton
                                                                           
                 bertulang                                                 
              ii. Pekerja yang digunakan dalam pemasangan aluminium komposit harus
                                                                           
                 memiliki pengalaman dalam pekerjaan yang sama.            
                                                                           
                                                                           
    4. Pekerjaan Ukiran GRC                                                
                                                                          
            Metode Pekerjaan                                               
                                                                           
    Proses pembuatan GRC merupakan hal yang paling penting dalam memberi kepuasan
                                                                           
    kepada konsumen dengan memproduksi GRC dengan kualitas yang terbaik. Kualitas adalah
    hal yang sangat inti dalam suatu produk, jika kualitas kurang bagus maka akan membuat
                                                                           
    konsumen kecewa, nah hal itu yang tidak diinginkan oleh kami. Kualitas yang baik diperoleh
    dengan proses yang sangat hati-hati dan teliti dalam pembuatan dan adanya
                                                                           
    pengecekan/pengontrolan disetiap tahapan proses atau dibutuhkan quality control sampai
                                                                           
    produk GRC ini diserahkan ke konsumen. Karena kualitas inilah yang akan mempengaruhi
    harga produk GRC, dan kualitas yang bagus akan memberikan kepuasan tersendiri bagi kami
                                                                           
    dan konsumen.                                                          
                                                                           
      1. Proses desain                                                     
                                                                           
    Tahapan ini merupakan tahapan paling awal dari proses pembuatan. Desain yang dibuat
                                                                           
    merupakan acuan awal dalammembentuk produk GRC yang akan disesuaikan dengan
    permintaan dan kebutuhan dari konsumen. Proses desain itudensiri meliputi beberapa
                                                                           
    tahapan seperti:                                                       
                                                                           
      a. Brainstorming                                                     
                                                             41            
                                                                           
      b. Propose                                                           
                                                                           
      c. ACC konsumen                                                      
      d. Desain fix                                                        
                                                                           
      2. Pembuatan mal acuan                                               
                                                                           
    Desain GRC yang telah fix kemudian dilanjutkan dengan tahap pembuatan mal aplikasi
                                                                           
    (skala 1:1) yang nantinya akan dijadikan acuan pembuatan master prototype. Mal acuan ini
    harus dibuat semaksimal mungkin persis dan akurat dengan desain yang sudah ada untuk
                                                                           
    memudahkan dalam proses produksi GRC. Hal ini akan sangat mempengaruhi kemudahan
                                                                           
    proses instalasi GRC nantinya.                                         
                                                                           
      3. Master prototype                                                  
                                                                           
    Selanjutnya setelah mal acuan dibuat masuk pada proses pembuatan master prototype.
                                                                           
    Sebenarnya master prototype ini bisa jadi diperlukan ataupun tidak, tergantung dari jumlah
    hasil moulding yang diperlukan, sehingga proses ini dapat dikategorikan tidak wajib dalam
                                                                           
    pembutaan produk GRC.                                                  
                                                                           
      4. Moulding Moulding                                                 
                                                                           
                                                                           
    GRC merupakan tahapan yang paling crusial dalam mendapatkan kualitas produk GRC yang
    dibuat. Moulding GRC merupakan istilah lain dari cetakan negative dari sebuah produk GRC.
                                                                           
    Biasanya moulding GRC ini dibuat dengan teknik repro dan cetak rusak. Cetakan repro
    bertujuan untuk membuat cetakan masal yang berulang pada satu moulding (produksi),
                                                                           
    sedangkan cetak rusak hanya dapat digunakan sekali produksi saja.      
                                                                           
      5. Produksi                                                          
                                                                           
                                                                           
    Teknik produksi GRC ada beberapa macam antara lain sprying (teknik semprot menggunkan
    mesin GRC) dan casting/premik (teknik cetak tuang, baik manual atau menggunakan mesin)
                                                                           
      6. Finishing akhir                                                   
                                                                           
                                                                           
    Fnishing akhir bertujuan untuk meneliti dan merevisi jika ada yang diperlukan, misalnya
    saat melepas produk GRC dari cetakan setelah proses produksi GRC terdapat kekurangan
                                                             42            
                                                                           
    seperti kurang halus atau sedikit berpori pada permukaan produk, dapat diperbaiki. Dengan
                                                                           
    kata lain prose finishing adalah proses penyempurnaan produk pada tahap akhir produksi.
                                                                           
      7. Curing                                                            
                                                                           
    Proses curing adalah proses pengeringan produk GRC. Proses ini memerlukan tempat
                                                                           
    dengan sirkulasi udara yang baik. Agar tingkat kematangan/pengeringan bisa maksimal,
                                                                           
    proses ini normalnya membutuhkan waktu minimal satu minggu masa curing.
                                                                           
                                                                           
       V.  PEKERJAAN KUZEN, PINTU, VENTILASI, DAN PARTISI                  
                                                                           
           1. Pemasangan Kuzen Aluminium                                   
                                                                           
                                                                          
            Metode Pekerjaan                                               
       a. Sebelum melaksanakan pekerjaan, Penyedia Jasa/ Kontraktor diwajibkan untuk
                                                                           
         meneliti gambar, kondisi di lapangan (ukuran dan lubang-lubang), termasuk
         mempelajari bentuk, pola, layout /penempatan, cara pemasangan, mekanisme dan
                                                                           
         detail-detail sesuai gambar.                                      
       b. Kusen yang terpasang harus sesuai petunjuk gambar dan diperhatikan ukuran,
                                                                           
         bentuk profil, type kusen dan arah pembukaan pintu/ jendela.      
                                                                           
       c. Detail kusen dan sambungan dengan material lain harus disesuaikan dengan type
         pintu/ jendela yang akan terpasang.                               
                                                                           
       d. Penyedia Jasa/ Kontraktor Pelaksana harus membuat Gambar Detail Pelaksanaan
         (Shop Drawing) dan disetujui oleh Konsultan, yang menjelaskan :   
                                                                           
       – Dimensi dan bentuk jendela/pintu yang akan dipasang.              
                                                                           
       – Detail pemasangan.                                                
       – Detail pertemuan aluminium dengan komponen lain yang berhubungan. 
                                                                           
       – Kelengkapan ukuran-ukuran.                                        
       e. Fabrikasi Dan Assembling                                         
                                                                           
       – Proses fabrikasi dan assembling harus berdasarkan data di shop drawing yang
         sudah disetujui Konsultan.                                        
                                                                           
       – Dimensi kaca sudah mempertimbangan untuk pegangan kaca ke dalam cerukan,
                                                                           
         dan muai susut kaca. Bagian pegangan adalah dua sisi yang paling panjang, ukuran
                                                             43            
                                                                           
         kaca dilebihkan 0,5cm untuk masing-masing sisi, sedangkan untuk sisi yang pendek
                                                                           
         hanya menempel saja di bidang pemasangan dikurangi 0,5cm masing-masing sisi
         dan diisi sealant.                                                
                                                                           
       – Tepi kaca yang dipotong/dilubangi dari pabrik/workshop sudah dirapikan dan
                                                                           
         dipoles agar halus, transparan, bebas dari bintik-bintik cerah kaca dan lebih presisi
         saat pemasangan.                                                  
                                                                           
       – Tepi kaca untuk pintu frameless diberi finishing bevel lengkung.  
       – Sealant diaplikasikan pada sambungan-sambungan jendela kaca.      
                                                                           
       – Standar toleransi assembling dijelaskan dalam table berikut :     
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           
        No.              Keterangan              Toleransi                 
         1. Bergesernya pemasangan kunci/engsel dan hardware ± 3 mm’       
           lain dari tempat yang ditentukan.                               
                                                                           
         2. Gap (celah) antar sambungan kaca (vertikal dan ≤ 5 mm’         
                                                                           
           horizontal)                                                     
                                                                           
         3. Gap (celah) antar sambungan bahan tahan air (gasket) ≤ 3 mm’   
                                                                           
         4. Perbedaan ukuran dalam               ± 1.5 mm’                 
                                                                           
         5. Perbedaan ukuran dalam, dari jendela yang ≤ 2 mm’              
           bersebelahan                                                    
                                                                           
         6. Sealant                              sesuai shop               
                                                  drawing                  
                                                                           
                                                                           
                                                                           
           2. Pemasangan dinding Partisi                                   
                                                                           
    Dinding adalah suatu struktur padat yang membatasi dan kadang melindungi suatu area.
                                                                           
    Umumnya, dinding membatasi suatu bangunan dan menyokong struktur lainnya,
    membatasi ruang dalam bangunan menjadi ruangan-ruangan, atau melindungi atau
    membatasi suatu ruang di alam terbuka. Tiga jenis utama dinding struktural adalah dinding
    bangunan, dinding pembatas (boundary), serta dinding penahan (retaining).
                                                                           
    Job sheet dinding kayu (terlampir)                                     
                                                             44            
                                                                           
    Menyiapkan peralatan tangan (bukan mesin) antara lain: obeng, tang, mistar rol baja, siku,
    pensil, pahat, palu besi, palu kayu, gergaji besi, gergaji potong, gergaji belah, unting-unting,
                                                                           
    waterpass, benang lott, dll. Semuanya dimasukkan dalam kotak perkakas yang terbuat dari
    papan kayu.                                                            
                                                                           
    Menyiapkan mesin-mesin portable antara lain: mesin bor, mesin grenda, mesin ketam,
    mesin gergaji, mesin ampelas, mesin router, kabel rol, dll. Semuanya dimasukkan dalam
    kotak perkakas yang terbuat dari papan kayu.                           
                                                                           
    Untuk membuat rangka dinding kayu digunakan balok kayu ukuran 5/10-400.
    Dipergunakannya balok kayu ukuran 5/10 karena rangka dinding kayu tidak menerima
                                                                           
    beban  berat, tetapi hanya merupakan  balok perangkai (kelam).         
    Kayu ukuran usuk 5/10 cukup murah harganya dibandingkan kayu yang lebih besar
    ukurannya tetapi konstruksinya cukup kokoh menerima beban yang diterimanya. Sedang
    jumlahnya dipasaran/toko-toko kayu sangat mudah didapat.               
                                                                           
    Namun demikian harus dicari kayu yang cukup kuat tetapi awet, misalnya kayu jenis
    kamper, merbau, bengkirai, kempas, laban, dan lain sebagainya. Selain cukup awet dan kuat
                                                                           
    pengerjaanya juga tidak terlalu sukar. Selain itu juga syarat-syarat fisik kayu juga harus
    diperhatikan antara lain:                                              
                                                                           
      a. Kayu sebaiknya lurus(tidak terlalu melengkung)                    
      b. Ukuran penampang kayu dari ujung yang satu ke ujung yang lain hampir sama
      c. Tidak terdapat kayu muda/kowal/gubal                              
      d. Tidak terdapat retak-retak pada sepanjang kayu                    
                                                                           
      e. .Kayu kering udara (tidak terlalu basah)                          
      f. Kayu tidak lapuk/tidak kena rayap/tidak kena jamur.               
                                                                           
    Pembuatan rangka kayu juga harus memenuhi persyaratan teknik konstruksi dan ekonomis.
    Antara lain:                                                           
                                                                           
      a. Secara ekonomis penggunaan ukuran kayu maupun jumlah kayu cukup hemat, tetapi
         dari segi teknis kekuatan/kekakuan konstruksinya cukup kuat.      
      b. Kayu sedikit mungkin dibuang/dicoak/ditakik, agar tidak mengurangi kekuatan kayu.
                                                                           
      c. Hubugan antara balok yang satu dengan yang lain menggunakan pen dan lubang
         dengan tebal purus 1/3 lebar kayu.                                
      d. Rangka dinding kayu meupakan satu kesatuan (modul) yang dipasang pada sisi
         dalam di antara 2 tiang utama sisi kanan dan kiri dan 2 balok utama (gelagar) sisi atas
         dan bawah.                                                        
                                                                           
      e. Pemasanagan rangka kayu dinding kayu mempunyai jarak bersih 3,7m terhadap sisi
         dalam tiang utama dan tinggi rangka dinding mempunya ukuran tinggi bersih 3m.
                                                             45            
                                                                           
      f. Pemasangan rangka kayu mempunyai jarak 2,7cm terhadap sisi luar tiang utama
         (direncanakan sesuai dengan tebal dinding kayu setebal kurang lebih 2,7cm).
                                                                           
         sehingga jika dinding kayunya akan kelihatan rata dan rapih.      
      g. Pemasangan antara rangka dinding kayu dengan tiang utamadan balok utama
         dengan menggungakan paku sekrup kepala segi enam panjang 3”. Hal ini
         memudahkan pemasangannya dan jika dikehendaki dibongkar atau dilepas lagi
         dengan mudah. Sudut-sudut pada kerangka harus betul-betul siku (90 derajat) dan
                                                                           
         posisi tiang utama harus betul-betul vertical (dilot).            
      h. Konstruksi dinding rangka tersusun adalah konstruksi yang disusun setingkat demi
         setingkat. Konstruksi rangka tersusun biasa dipasang terbuka atau dilapisi dengan
         papan. Kalau konstruksi rangka tersusun masih terbuka, penempatan tiang-tiang,
                                                                           
         palang-palang dan kuda-kuda penopang tidak hanya menurut perhitungan statika
         melainkan juga menurut keindahan bangunan.                        
                                                                           
    pemasangan dindind partisi gypsum Berikut ini adalah ke-13 tahapannya: 
                                                                           
     1. Tahapan yang pertama adalah membersihkan area pemasangan, mulai dari
                                                                           
        membereskan semua perabot dan barang supaya Anda leluasa dalam melakukan
        pekerjaan.                                                         
                                                                           
     2. Ukur antara lebar dan tinggi dari ruangan, kemudian tandai dengan titik-titik pada
        lantai maupun dinding tempat yang akan dipasang dengan partisi gypsum. Tentunya
                                                                           
        sesuai dengan desain yang sudah Anda buat.                         
                                                                           
     3. Selanjutnya, potong rangka disesuaikan tinggi maupun lebarnya, sesuaikan dengan
        jarak ideal yaitu (60×60 cm).                                      
                                                                           
     4. Kemudian pasang rangka tersebut sesuai dengan tanda titik yang telah Anda buat tadi.
        Pastikan agar posisinya tetap tegak lurus.                         
                                                                           
     5. Selanjutnya, pasang papan gypsum di salah satu sisi dari rangka tersebut.
                                                                           
     6. Untuk memperkuat, gunakan sekrup gypsum ya! jangan lupa juga untuk periksa
        permukaannya menggunakan waterpass.                                
                                                                           
     7. Langkah selanjutnya, pasang papan gypsum lagi pada kedua sisi rangka secara teratur,
        dimulai dari salah satu sisinya.                                   
                                                                           
     8. Kemudian Anda dapat memasang instalasi listrik, telepon, atau kelengkapan lainnya.
        Jika Anda ingin ruangan Anda bisa kedap udara, Anda bisa pasang juga material
                                                                           
        peredam.                                                           
                                                                           
     9. Rapikan kabel-kabel instalasi dengan cara mengikatnya.             
                                                             46            
                                                                           
     10. Setelah selesai proses instalasi, Anda dapat memasang papan gypsum di sisi
                                                                           
        sebaliknya. Sehingga, instalasi tersebut akan tertutupi dengan papan gypsum.
     11. Setelah itu, tempel dan rekatkan textile tap pada setiap sambungan antara gypsum 1
                                                                           
        dengan gypsum lainnya, gunakan juga compound pada sambungan tersebut di bagian
                                                                           
        kepala sekrup gypsum.                                              
     12. Setelah itu, haluskan bagian-bagian tersebut menggunakan amplas.  
                                                                           
     13. Tahap finishing bisa Anda lakukan dengan menggunakan cat atau bahan pelapis
        lainnya.                                                           
                                                                           
       VI. PEKERJAAN KAP ATAP                                              
                                                                           
      1. Pekerjaan Kuda Kuda Kayu                                          
                                                                          
         Metode Pekerjaan                                                  
    Bahan:                                                                 
                                                                           
      - Untuk Kuda-kuda digunakan kayu kelas II ukuran sesuai gambar.      
      - Untuk Gording digunakan kayu kelas II ukuran sesuai gambar.        
                                                                           
                                                                           
      1. Pekerjaan kuda-kuda yang dimaksud adalah pekerjaan membuat :      
                                                                           
      - Rangka kuda-kuda, gording dan nok                                  
      - Rangka atap                                                        
                                                                           
      2. Kuda-kuda mengunakan kayu kelas II . Ukuran kuda-kuda diambil kemiringan sebesar
                                                                           
        30 ( tiga puluh derajat ) atau di sesuaikan gambar . Sebagai pengikat antar kuda-kuda
        digunakan silang angin dan ikatan gempa.                           
                                                                           
      3. Untuk pekerjaan rangka atap dibuat dari kayu kelas II yang kering dan berkualitas
        baik, pada setiap sambungan atau pen harus dicat dengan meni kayu. 
                                                                           
      4. Ukuran kayu untuk kuda-kuda, gording, balok nok, papan ruiter di sesuaikan dengan
                                                                           
        gambar kerja.                                                      
      5. Untuk pekerjaan papan listplank tumpang sari dipergunakan kayu kelas III yang ker
                                                                           
        ing dan berkualitas baik dengan ukuran yang di sesuaikan dengan gambar .
      6. Untuk mengamankan kayu gording, nok dan konstruksi kayu bagian atas bangunan
                                                                           
        dari serangan rayap, semua kayu tersebut di labur atau di rendam pada bak
                                                                           
        penampungan dengan bahan residu. Kontraktor harus memberikan contoh terlebih
                                                             47            
                                                                           
        dahulu sebelum mendatangkan material tersebut untuk mendapatkan persetujuan
                                                                           
        terlebih dahulu dari Konsultan Pengawas.                           
      7. Dalam pemasangannya harus diperhatikan benar -benar dan dipasang sedemikian
                                                                           
        rupa agar jangan sampai terlihat bergelombang dan alurnya tidak lurus , yang
                                                                           
        mengakibatkan kelihatan tidak estetika                             
      8. Bubungan agar dibersihkan terlebih dahulu dan dimal dengan di tarik benang antara
                                                                           
        ujung dengan ujungnya agar permukaan menjadi lurus .               
      9. Untuk mengamankan kayu gording, nok dan konstruksi kayu bagian atas bangunan
                                                                           
        dari serangan rayap, semua kayu tersebut di labur atau di rendam pada bak
        penampungan dengan bahan residu.                                   
                                                                           
                                                                           
                                                                           
      2. Pekerjaan Atap Spandek Warna T = 25 MM                            
                                                                          
         Metode Pekerjaan                                                  
    Bahan:                                                                 
      Atap Spandek                                                         
                                                                           
      Persiapan                                                           
                                                                           
    Sebelum memulai pemasangan spandek, pastikan Anda memiliki peralatan dan
    perlengkapan yang dibutuhkan seperti palu, gergaji, obeng, bor, penggaris, dan alat
                                                                           
    penyangga. Pastikan juga area pemasangan sudah bersih dan rata serta telah dilakukan
    pengukuran secara teliti untuk memastikan ukuran spandek yang diperlukan.
                                                                           
                                                                           
      Pemasangan rangka atap                                              
    Rangka atap harus dipasang terlebih dahulu sebelum pemasangan spandek. Pastikan rangka
                                                                           
    atap sudah terpasang dengan kuat dan benar serta telah dilakukan pengukuran untuk
    menentukan jarak antar rangka. Pastikan juga atap sudah rata dan tidak membentuk sudut
                                                                           
    yang tajam.                                                            
                                                                           
      Pemasangan spandek                                                  
                                                                           
    Spandek harus dipasang dari arah bawah ke atas. Pastikan spandek telah dipotong sesuai
    dengan ukuran yang dibutuhkan dan dibawa ke atap dengan hati-hati agar tidak tergores
                                                                           
    atau rusak. Letakkan spandek di atas rangka atap dan pastikan spandek sudah benar-benar
                                                                           
    rata.                                                                  
                                                             48            
                                                                           
      Pemasangan sekrup                                                   
                                                                           
    Sekrup harus dipasang dengan tepat dan pada tempat yang benar. Pasang sekrup pada
    bagian atas spandek dan pasangkan pada bagian bawah rangka atap. Pastikan jarak antar
                                                                           
    sekrup sesuai dengan spesifikasi spandek yang digunakan dan pastikan sekrup benar-benar
                                                                           
    menempel pada rangka atap.                                             
                                                                           
      Pemotongan spandek                                                  
    Spandek harus dipotong pada bagian ujung yang tidak terpasang pada rangka atap. Gunakan
                                                                           
    gergaji atau gunting spandek untuk memotong spandek dan pastikan potongan spandek
                                                                           
    sudah rata dan tidak membentuk sudut tajam yang dapat membahayakan pengguna.
                                                                           
      Penyelesaian pemasangan                                             
    Pastikan semua spandek telah terpasang dengan benar dan kuat. Cek kembali posisi sekrup
                                                                           
    dan spandek apakah sudah terpasang dengan benar dan tidak ada yang kendor. Setelah
                                                                           
    selesai, pastikan semua alat dan bahan telah dibersihkan dan diatur dengan rapi.
                                                                           
    Dalam melakukan pemasangan spandek, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar
                                                                           
    proses pemasangan berjalan dengan lancar dan aman. Pastikan selalu menggunakan alat
    pengaman seperti helm dan sepatu bot, serta pastikan rangka atap kuat dan stabil. Jangan
                                                                           
    lupa untuk memeriksa spandek secara berkala dan melakukan perbaikan jika diperlukan.
    Dengan melakukan pemasangan spandek dengan benar dan tepat, Anda dapat memastikan
                                                                           
    bahwa atap Anda aman, kokoh, dan tahan lama.                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           
       VII. PEKERJAAN LANTAI DAN PENUTUP DINDING                           
                                                                           
                                                                           
       1. Pekerjaan Tanah Timbunan                                         
                                                                          
            Metode Pekerjaan                                               
            a. Meyiapan Tempat Kerja                                       
                                                                          
         Sebelum penghamparan timbunan pada setiap tempat, semua bahan yang tidak
         diperlukan harus dibuang sebagaimana diperintahkan oleh direksi pekerjaan.
                                                                          
         Kecuali untuk derah tanah lunak atau tanah yang tidak dapat dipadatkan atau tanah
         rawa, dasar pondasi timbunan harus dipadatkan seluruhnya (termasuk
                                                             49            
                                                                           
         penggemburan dan penggeringan atau pembasahan bila diperlukan) sampai 15 cm
                                                                           
         bagian permukaan atas dasar atas pondasi memenuhi kepadatan yang disyaratkan.
                                                                          
         Bilamana timbunan akan dibangun atas permukaan tanah dengan kelandaian lereng
         lebih dari 10%, ditempatkan diatas permukaan lama atau pembagunan timbunan
                                                                           
         baru, maka lereng lama akan dipotong sampai tanah yang keras dan bertangga
         dengan lebar yang cukup sehingga memungkinkan perlaratan pemadat dapat
                                                                           
         beroperasi. tangga-tangga tersebut tidak boleh mempunyai kelandaian lebih dari 4%
         dan harus dibuatkan sedemikian dengan jarak vertikal tidak lebih dari 30 cm untuk
                                                                           
         kelandaian yang kurang dari 15% dan tidak lebih dari 60 cm untuk kelandaiannya
                                                                           
         yang sama atau lebih besar dari 15%.                              
                                                                          
         Dasar saluran yang ditimbun harus diratakan dan dilebarkan sedemikian hingga
         memungkinkan pengoperasian peralatan pemadat yang efektif.        
                                                                           
                                                                           
            b. Penghamparan Timbunan                                       
                                                                           
        Timbunan harus ditempatkan ke permukaan yang telah disiapkan dan disebar dalam
                                                                           
         lapisan yang merata yang bila di padatkan akan memenuhi toleransi tebal yang
                                                                           
         disyaratkan. Bilamana timbunan dihampar lebih dari satu lapis, lapisan-lapisan
         tersebut sedapat mungkin di bagi rata sehingga sama tebal.        
                                                                           
        Tanah timbunan umumnya diangkut langsung dari lokasi sumber bahan ke
                                                                           
         permukaan yang telah disiapkan pada saat cuaca cerah dan disebarkan.
         Penumpukan tanah timbunan untuk persediaan, terutama selama musim hujan.
                                                                           
         biasanya tidak diperkenankan, terutama selama musim hujan.        
                                                                           
        Timbunan di atas atau pada selimut pasir atau bahan drainase porous, harus
         diperhatikan sedemikian rupa agar kedua bahan tersebut tidak tercampur. Dalam
                                                                           
         pembentukan drainase sumuran vertikal diperlukan suatu pemisah yang menyolok di
         antara kedua bahan tersebut dengan memakai acuan sementara dari pelat baja tipis
                                                                           
         yaag sedikit demi sedikit ditarik saat pengisian timbunan dan drainase porous
                                                                           
         dilaksanakan.                                                     
        Penimbunan kembali di atas pipa dan di belakang stsuktur harus dilaksanakan
                                                                           
         dengan sistematis dan secepat mungkin segera setelah pemasangan pipa struktur.
                                                             50            
                                                                           
         Akan tetapi, sebelum penimbunan kembali, diperlukan waktu perawatan tidak
                                                                           
         kurang dari 3 jam setelah pemberian adukan pada sambungan pipa atau pengecoran
         struktur beton gravity, pemasangan pasangan batu gravity atau pasangan batu
                                                                           
         dengan mortar gravity. Sebelum penimbunan kembali di skitar struktur penahan
                                                                           
         tanah dari beton, pasangan batu dengan mortar, juga diperlukan waktu perawatan
         tidak kurang dari 14 hari                                         
                                                                           
        Bilamana timbunan badan jalan akan diperlebar, Iereng timbunan lama harus
         disiapkan dengan membuang seluruh tetumbuhan yang terdapat pada permukaan
                                                                           
         lereng dan harus dibuat bertangga (atau dibuat bergerigi) sehingga timbunan baru
                                                                           
         akan terkunci pada timbuan lama sedmikian sampai diterima oleh Direksi Pekerjaan.
         Selanjutnya timbunan yang diperlebar harus dihampar horizontal lapis demi lapis
                                                                           
         sampai dengan elevasi tanah dasar, yang kemudian harus ditutup secepat mungkin
         dengan lapis pondasi bawah dan atas sampai elevasi permukaan jalan lama sehingga
                                                                           
         bagian yang diperlebar dapat dimanfaatkan oleh lalu lintas secepat mungkin, dengan
                                                                           
         demikian pembangunan dapat dilanjutkan ke sisi jalan lainnya bilamana diperlukan
        Lapisan penopang di atas tanah lunak termasuk tanah rawa harus dihampar sesegera
                                                                           
         mungkin dan tidak lebih dari tiga hari setelah persetujuan penggalian atau
                                                                           
         pembersihan dan pengupasan oleh Direksi Pekerjaan. Lapisan penopang dapat
         dihampir satu lapis atau beberapa lapis dengan tebal antara 0,5 sampai 1,0 meter
                                                                           
         sesuai dengan kondisi lapangan dan sebagaimana diperintahkan atau disetujui oleh
         Direksi Pekerjaan.                                                
                                                                           
                                                                           
            c. Pemadatan Timbunan                                          
                                                                           
                                                                          
         Segera setelah penempatan dan penghamparan timbunan, setiap lapis harus
         dipadatkan dengan peralatan pemadat yang memandai dan disetujui Direksi
         Pekerjaan sampai mencapai kepadatan yang disyaratkan              
                                                                           
                                                                          
         Pemadatan timbunan tanah harus dilaksanakan hanya bilamana kadar air bahan
         berada dalam rentang 3 % di bawah kadar air optimum sampai 1 % di atas kadar air
         optimum. Kadar air optimum harus didefinisikan sebagai kadar air pada kepadatan
                                                                           
         kering maksimum yang diperoleh bilamana tanah dipadatkan sesuai dengan SNI 03-
                                                                           
         1742-1989.                                                        
                                                             51            
                                                                           
                                                                          
         Seluruh timbunan batu harus ditutup dengan satu lapisan atau lebih setebal 20 cm
         dari bahan bergradasi menerus dan tidak mengandung batu yang lebih besar dari 5
         cm serta mampu mengisi rongga-rongga batu pada bagian atas timbunan batu
                                                                           
         tersebut lapis penutup ini harus dilalsanakan sampai mencapai kepadatan timbunan
                                                                           
         tanah yang disyaratkan.                                           
                                                                          
         Setiap lapisan timbunan yang dihampar harus dipadatkan seperti yang disyaratkan,
         diuji kepadatannya dan harus diterima oleh Direksi Pekerjaan sebelum lapisan
                                                                           
         berikutnya dihampar.                                              
                                                                          
         Timbunan harus dipadatkan mulai dari tepi luar dan bergerak menuju ke arah sumbu
         jalan sedemikian rupa sehingga setiap ruas akan menerima jumlah usaha pemadatan
                                                                           
         yang sama. Bilamana memungkinkan, lalu lintas alat-alat konstruksi dapat
         dilewatkan di atas pekerjan timbunan dan lajur yang dilewati harus terus menerus
                                                                           
         divariasi agar dapat menyebarkan pengaruh usaha pemadatan dari lalu lintas
         tersebut.                                                         
                                                                           
                                                                          
         Dalam menempatkan timbunan di atas gorong-gorong dan bilamana disyaratkan,
         dalam Kontrak atau pada jembatan, harus membuat timbunan tersebut sama tinggi
         pada kedua sisinya. Jika kondisi-kondisi memerlukan penempatan timbunan kembali
                                                                           
         atau timbunan pada satu sisi lebih tinggi dari sisi lannya, penambahan bahan pada
                                                                           
         sisi yang lebih tinggi tidak boleh dilakukan sampai persetujuan diberikan oleh Direksi
         Pekerjaan dan tidak melakukan penimbunan sampai struktur tersebut telah berada
                                                                           
         di tempat dalam waktu 14 hari, dan pengujian-pengujian yang dilakukan di
         laboratorium di bawah pengawasan Direksi Pekerjaan menetapkan bahwa struktur
                                                                           
         tersebut telah mencapai kekuatan yang cukup untuk menahan tekanan apapun yang
                                                                           
         ditimbulkan oleh metoda yang digunakan dan bahan yang dihampar tanpa adanya
         kerusakan atau regangan yang di luar faktor keamanan.             
                                                                           
                                                                          
         Bahan untuk timbunan pada tempat-tempat yang sulit dimasuki oleh alat pemadat
         normal harus dihampar dalam lapisan mendatar dengan tebal gembur tidak lebih
         dari 10 cm dan seluruhnya dipadatkan dengan menggunakan pemadat mekanis.
                                                                           
                                                                          
         Timbunan pada lokasi yang tidak dapat dicapai dengan peralatan pemadat mesin
         gilas harus dihampar dalam lapisan horizontal dengan tebal gembur tidak lebih dari
                                                             52            
                                                                           
         10 cm dan dipadatkan dengan penumbuk loncat mekanis atau timbris (tamper)
                                                                           
         manual dengan berat statis minimum 10 kg. pemadatan di bawah maupun di tepi
         pipa harus mendapat perhatian khusus untuk mencegah timbulnya rongga-rongga
                                                                           
         dan untuk menjamin bahwa pipa terdukung sepenuhnya.               
                                                                           
       2. Pek. Urugan Pasir                                                
                                                                          
            Metode Pekerjaan                                               
                                                                          
           Permukaan tanah yang sudah di urug diatasnya diberikan pasir urug, kemudian
           dipadatkan dengan menggunakan alat stamper. Urugan pasir ini berfungsi untuk
           menstabilkan permukaan tanah asli dan menyebarkan beban. Urugan Pasir
                                                                           
           dipadatkan perlapis hingga mencapai ketebalan Urugan Pasir yang sesuai
           dengan gambar kerja.                                            
                                                                           
       3. Pek. Cor Lantai Beton K 175                                      
                                                                          
            Metode Pekerjaan                                               
         a. Lingkup pekerjaan                                              
                                                                           
         Pekerjaan ini meliputi pekerjaan cor beton di bawah lantai .      
         b. Kuantitas pekerjaan                                            
                                                                           
         Pekerjaan ini menggunakan satuan isi (m3).                        
         c. Pelaksanaan pekerjaan                                          
                                                                           
                                                                          
              Menyiapkan peralatan dan bahan yang akan digunakan           
                                                                          
              Membuat adukan beton K175 menggunakan concrete mixer         
                                                                          
              Adukan beton yang telah jadi dibawa ke area pengecoran dengan
              menggunakan gerobak sorong                                   
                                                                          
              Beton dihamparkan pada area yang telah dipasang bekisting,.  
                                                                          
              Permukaan pengecoran diratakan dengan menggunakan rushkam dan
              dibuat datar terhadap terhahadap permukaan lantai .          
                                                                           
       A. Pekerjaan Penutup Lantai dan Dinding                             
                                                                           
      Pas. Geranit Lantai Polished 60x60 lantai                            
                                                                           
      Pas. Lantai Unpolished 60x60 lantai Luar                             
      Pas. Keramik 40 x 40                                                 
                                                             53            
                                                                           
      Pas. Keramik 30 x 30                                                 
                                                                           
      Pas. Keramik Dinding 30 x 60                                         
    Pelaksanaan pekerjaan pasang keramik lantai                            
                                                                           
                                                                          
       Metode Pekerjaan                                                    
                                                                           
        Lantai dasarnya/permukaan dibersihkan dari kotoran/debu dan disiram terlebih
         dahulu sebelum ditebar adukan pasangan keramik.                   
                                                                           
        Rendam keramik terlebih dahulu dalam air hingga jenuh sebelum dipasang.
        Buat adukan untuk pasang keramik.                                 
                                                                           
        Pasang benang untuk sumbangan mendapat pasangan permukaan keramik yang rata
         dan garis siar/nat yang lurus.                                    
                                                                           
        Buat kepalaan adukan dengan jarak 1 - 1.5 m supaya adukan yang ditebar
                                                                           
         permukaannya yang rata/flat.                                      
        Tebar adukan secara merata untuk menghindarkan terjadi rongga.    
                                                                           
        Pasang keramik kepalaan untuk tanda star awal pemasangan pada adukan yang
         sudah ditebar dengan perekat acian. Kemudian dilanjutkan pemasangan keramik
                                                                           
         lantai lainnya dengan contoh kepalaan pasangan keramik yang telah dibuat.
                                                                           
        Pada ketika pemasangan, tekan keramik atau pukul dengan palu karet untuk
         mendapat permukaan lantai keramik yang rata.                      
                                                                           
        Cek kerataan permukaan pasangan lantai keramik dengan waterpass.  
        Setelah pemasangan lantain keramik selesai, biarkan beberapa ketika untuk
                                                                           
         mengeluarkan udara yang ada dalam adukan pasangan lantai keramik. Setelah itu
                                                                           
         gres dilanjutkan dengan pekerjaan perapihan/finish garis siar/nat.
        Pekerjaan terakhir yaitu pencucian permukaan lantai keramik dari kotoran.
                                                                           
                                                                           
    Pelaksanaan pekerjaan pasang keramik Dinnding                          
                                                                          
       Metode Pekerjaan                                                    
                                                                           
       1. Periksa ukuran ruangan terhadap gambar kerja arsitektur atau finishing
                                                                           
       2. Periksa instalasi MEP terhadap gambar kerja arsitektur dan MEP. Pastikan posisi
         outlet MEP sudah sesuai gambar kerja.                             
                                                             54            
                                                                           
       3. Siapkan material keramik yang akan dipasang dengan disortir keseragaman warna
                                                                           
         dan bentuk.                                                       
                                                                           
       4. Buatlah marking di dinding untuk pemasangan plesteran dinding, baik vertikal
         maupun horizontal. Cek marking dengan menggunakan waterpass (kurangi dengan
                                                                           
         ketebalan keramik dan tile adhesive)                              
                                                                           
       5. Buat kepalaan keramik pada dinding bata/beton yang telah diplester secara
                                                                           
         horizontal dan vertikal. Pastikan tile spaacer digunakan untuk memastikan lebar nat
         seragam dan sesuai spesifikasi.                                   
                                                                           
       6. Periksa kepalaan keramik vertikal / horizontal, apakah bertemu nat, baik terhadap
                                                                           
         dinding sampingnya maupun terhadap lantai (bila harus ketemu nat).
                                                                           
       7. Keramik dinding agar dipasang menerus kebawah sampai di bawah permukaan
         finishing lantai. Apabila bidang keramik tidak sampai setinggi plafond, maka bidang
                                                                           
         pertemuan dengan plester aci / cat diberi tali air atau skoneng (sesuai permintaan /
                                                                           
         gambar). Tile spacer harus digunakan pada nat dan sudutan pertemuan antar
         keramik.                                                          
                                                                           
       8. Cek kembali posisi outlet MEP apakah sudah sesuai dengan gambar shop drawing/
                                                                           
       9. Siapkan adukan tile adhesive sesuai dengan prosedur masing-masing produk tile
                                                                           
         adhesive yang digunakan.                                          
                                                                           
       10. Tile adhesive digelar, kemudian direkatkan menggunakan roskam bergerigi.
         Kemudian sisi bawah keramik diisi dengan tile adhesive terlebih dahulu sebelum
                                                                           
         dipasang. Hal ini untuk menjaga bagian bawah keramik yang kemungkinan
                                                                           
         melengkung sehingga terisi dan tidak terjadi kekosongan (kopong). 
                                                                           
       11. Lanjutan dari proses pemasangan dinding keramik hingga selesai, sambil dirapikan
         dengan menggunakan palu karet.                                    
                                                                           
       12. Untuk keramik disisi opening atau bukaan baik pintu maupun jendela, jangan
                                                                           
         dipasang dahulu sebelum kusen pintu / jendela terpasang.          
                                                                           
       13. Periksa pemasangan keramik dengan jidar untuk memperkecil terjadinya
         gelombang dalam pemasangan keramik.                               
                                                             55            
                                                                           
       14. Setelah pemasangan keramik berumur 4 hari, lalu isi nat keramik dengan bahan
                                                                           
         pengisi nat yang telah disetujui owner.                           
                                                                           
       15. Setelah selesai, keramik dibersihkan dengan menggunakan kain lap (lap busa atau
         sejenisnya) yang lembab (bukan basah) hingga bersih.              
                                                                           
      VIII. PEKERJAAN PLAFOND                                              
                                                                           
    Metoda Pemasangan Rangka Plafond Kayu                                  
                                                                          
       Metode Pekerjaan                                                    
       1. Ruangan yang hendak dipasang plafon harus telah diplester dengan rapi.
                                                                           
       2. Kemudian siapkan bahan yang dipakai. Gunakan ruangan supaya diketahui jumlah
         bahannya. Secara lazim saya akan sebutkan beberapa bahan yang dibutuhkan,
                                                                           
         antara lain: kayu kaso 5 cm x 7 cm, atau 5 cm x 5 cm, papan kalsiboard atau triplek,
         paku 2,5 inchi, paku 3 inchi, paku triplek atau paku khusus kalsiboard, cornice, cat
                                                                           
         tembok, dan lis plafon.                                           
                                                                           
       3. Siapkan bahan pendukung, seperti kursi atau meja kerja panjang secukupnya.
       4. Timbang sudut ruangan menerapkan selang air kecil sebagai waterpas. Tandai
                                                                           
         dengan pensil posisi tinggi plafon, hingga nantinya akan menciptakan plafon yang
         sama tingginya.                                                   
                                                                           
       5. Gunakan dinding ruangan, usahakan dipaskan ke dinding, potong kaso dengan
         ukuran tadi. Gunakan gergaji kayu untuk memotongnya, ujung potongan harus siku
                                                                           
         sehingga akan gampang memasangnya dan kelihatan rapi.             
                                                                           
       6. Ambil potongan kaso tadi dan pasang pada dinding dengan paku 3 inchi pada
         bagian yang telah ditandai. Sekiranya paku menjadi bengkok setelah dipukul
                                                                           
         dengan palu, maka ganti paku dan gunakan paku beton ukuran 3 inchi. Hal ini
         pengaruh dinding yang telah terlalu lama dan memiliki plesteran yang berkwalitas
                                                                           
         sehingga keras dan bendung paku.                                  
                                                                           
       7. Potong dan pasang lagi pantas dengan ukuran berikutnya, pada tiap sisi dinding.
       8. Gunakan sepanjang 81 cm, tandai dengan pensil dan pasang paku ke arah bawah,
                                                                           
         pasang benang. hal ini juga dijalankan pada bagian ujung arah yang berlawanan,
         dan tarik benang dengan pesat. Benang ini berfungsi sebagai patokan pemasangan
                                                                           
         rangka sehingga lurus dan sejajar. Sekiranya kerangka pada ukuran 81 tadi telah
                                                                           
         selesai, kemudian menilai dan memasang ukuran 61 cm.              
                                                             56            
                                                                           
       9. Pasang benang seperti langkah sebelumnya, ukur dan potong pantas dengan ruang
                                                                           
         antar kaso, umumnya tiap potongan akan berbeda-beda pantas dengan ketebalan
         kayu. Pasang dengan paku 2,5 inchi. Ratakan dengan benang supaya lurus akhirnya.
                                                                           
       10. Pasang sekur ke arah gordeng atau usuk atap, sehingga memperkuat plafon untuk
                                                                           
         menahan bobotnya sendiri. Pasang sekur dalam jumlah yang cukup supaya kuat.
    Metoda Pemasangan Plafond PVC Sunda                                    
                                                                          
         Metode Pekerjaan                                                  
        - Bidang pemasangan bagian rangka langit-langit harus rata, tidak cembung, kaku
                                                                           
          dan kuat, kecuali bila dinyatakan lain, seperti permukaan merupakan bidang
          miring/ tegak sesuai yang ditunjukkan dalam gambar.              
                                                                           
        - Setelah seluruh rangka langit-langit terpasang, seluruh permukaan rangka harus
                                                                           
          rata, lurus dan waterpas, tidak ada bagian yang bergelombang.    
        - Hasil pemasangan penutup langit-langit harus rata, tidak melendut.
                                                                           
        - Setelah plafond PVC terpasang, bidang permukaan langit-langit harus rata, lurus,
          waterpas dan antara unit-unit PVC tidak terlihat bergelombang. Pada beberapa
                                                                           
          tempat tertentu harus dibuat manhole / access panel ukuran 60 cm × 60 cm di
          langit-langit yang bisa dibuka, diberi engsel tanpa merusak plafond PVC di
                                                                           
          sekelilingnya untuk keperluan pemeriksaan/ pemeliharaan ME (Mekanikal dan
                                                                           
          Elektrikal).                                                     
        - Pelaksanaan pekerjaan penyetelan level plafond harus dilakukan secara hati-hati
                                                                           
          terhadap semua komponen yang terdapat di bagian dalam atau dibalik plafond,
          yaitu komponen instalasi ME (Mekanikal dan Elektrikal) eksisting dan yang baru.
                                                                           
        - Pasang rangka hollow / kayu sesuai ukuran ruangan. Dimana cara memasang
                                                                           
          rangka plafon pvc sama halnya dengan pemasangan plafon gypsum. Hanya yang
          membedakan cara penutupannya saja.                               
                                                                           
        - Memotong list menjadi sudut 45 derajat kemudian ditempatkan pada sisi-sisi
          dinding. Nah kenapa di plafon pvc , list plafon terlebih dahulu di pasang karena list
                                                                           
          tersebutlah yang akan mengunci plafon pvc nya, sangat beda di plafon gypsum.
                                                                           
          Kalau plafon gypsum kita harus memasang plafon gypsum terlebih dahulu baru
          kita pasang listnya                                              
                                                                           
        - Kencangkan list dengan sekrup pada hollow                        
                                                             57            
                                                                           
        - Potong plafon sesuai ukuran dengan pisau cutter / gergaji. Pada tahap ini di
                                                                           
          maximalkan jangan sampai salah ukur dikarenakan pada plafon pvc tersebut tidak
          ada lagi pengomponan (dempul) dan pengecetan. Jadi bila kita salah ukur , maka
                                                                           
          plafon tidak bisa terpakai                                       
                                                                           
        - Pasang plafon sesuai urutan                                      
        - Kancing plafon menggunakan sekrup                                
                                                                           
        - Semua bahan di atas harus disetujui oleh Konsultan Supervisi.    
                                                                           
                                                                           
       IX. PEKERJAAN PENGECATAN                                            
                                                                           
                                                                           
      1 Pekerjaan Pengecatan dinding Interior dan Exsterior                
                                                                          
            Metode Pekerjaan                                               
           -  Pengecatan Dinding                                           
                                                                          
            Yang termasuk pekerjaan cat dinding adalah pengecatan seluruh plesteran
            bangunan dan/ atau bagian-bagian lain yang ditentukan gambar.  
                                                                           
                                                                          
            Sebelum dinding diplamur, plesteran sudah harus betul-betul kering tidak ada
            retak- dan Penyedia Jasa/ Kontraktor meminta persetujuan kepada Konsultan.
                                                                          
            Pekerjaan plamur dilaksanakan dengan pisal plamur dari plat baja tipis dan
            lapisan plamur dibuat setipis mungkin sampai membentuk bidang yang rata.
                                                                          
            Sesudah 7 (tujuh) hari plamur terpasang dan percobaan warna besi No. 00,
            kemudian dibersihkan dengan bulu ayam sampai benar-benar bersih.
            Selanjutnya, dinding dicat dengan menggunakan Roller.          
                                                                           
                                                                          
            Lapisan pengecatan dinding dalam terdiri dari 1 (satu) lapis resistance sealer
            yang dilanjutkan dengan 3 (tiga) lapis emulsion dengan kekentalan cat sebagai
            berikut ;                                                      
                                                                           
                                                                          
            Lapis I encer (tambahan 20 % air)                              
                                                                          
            Lapis II kental                                                
                                                                          
            Lapis III encer.                                               
                                                                          
            Untuk warna-warna yang sejenis, Penyedia Jasa/ Kontraktor diharuskan
            menggunakan kaleng-kaleng dengan nomor percampuran (batch number) yang
            sama.                                                          
                                                             58            
                                                                           
                                                                          
            Setelah pekerjaan cat selesai, bidang dinding merupakan bidang yang utuh, rata,
            licin, tidak ada bagian yang belang dan bidang dinding dijaga terhadap kotoran.
        X. PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ( ME )                           
                                                                           
                                                                          
            Metode Pekerjaan                                               
                                                                          
           Sebelum pekerjaan elektrikal dilaksanakan, perlu ditunjukkan contoh-contoh
           material, tipe dan juga merek yang akan digunakan untuk mendapatkan
           persetujuan.                                                    
                                                                          
           Pengadaan material untuk pekerjaan elektrikal disimpan di sekitar lokasi terdekat
           dengan area pekerjaan dan melindungi diri dari kemungkinan kerusakan material
                                                                           
           menyebabkan benturan perangkat keras, sedangkan material lain disimpan di
           gudang tertutup.                                                
                                                                           
                                                                          
           Teknis pelaksanaan pekerjaan ini sesuai dengan gambar desain, RKS dan
           spesifikasi teknis pekerjaan elektrikal dan mekanikal.          
                                                                          
           Pelaksanaan pekerjaan elektrikal dan mekanikal sesuai dengan perencanaan dan
           membutuhkan kontrol yang lebih lanjut, sehingga dikerjakan oleh orang yang
           berkompeten di bidangnya.                                       
                                                                           
                                                                          
           Untuk pekerjaan instalasi listrik, telepon, ducting, dan fire alarm dilakukan
           sebelum plesteran dan dinding dan pemasangan plafond.           
                                                                          
           Instalasi Stop Kontak dan Saklar-Saklar dipasang pada dinding dengan rapi sesuai
           penempatannya pada gambar-gambar rencana, setelah semua instalasi titik api
           dan instalasi stop kontak dan saklar terpasang barulah diberi lampu-lampu sesuai
                                                                           
           dengan spesifikasi teknis dan gambar-gambar rencana.            
                                                                           
                                                                           
    Pekerjaan Elektrikal Arus Kuat dan Arus Lemah                          
                                                                           
    Metode Pelaksanaan Pekerjaan Elektrikal Arus Kuat dan Arus Lemah adalah sebagai berikut :
                                                                           
                                                                           
    Persiapan                                                              
                                                                           
    Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan elektrikal arus kuat dan arus
                                                                           
    lemah.                                                                 
                                                                           
                                                                          
           Approval material yang akan digunakan.                          
                                                             59            
                                                                           
                                                                          
           Persiapan lahan kerja.                                          
                                                                          
           Sebelum pekerjaan dilaksanakan, terlebih dahulu material kerja dan alat bantu
           kerja disiapkan.                                                
      1. Pemasangan sparing kabel                                          
                                                                           
                                                                           
                                                                          
           Sparing dipasang dulu apabila ada pengecoran beton lantai, untuk menghindari
           bobokan beton pada saat penyambungan kabel antar lantai.        
      2. Pemasangan instalasi kabel                                        
                                                                           
                                                                          
           Kabel vertical ditanam pada dinding dengan perlindungan pipa conduit, dimana
           pipa tersebut harus ditanam dulu pada dinding bata sebelum dinding diplester.
           Supaya tidak mudah bergerak pada saat dinding diplester, maka pipa yang
                                                                           
           ditanam diberi klem dengan jarak sekitar 1 m.                   
                                                                          
           Kabel horizontal dipasang pada plat lantai beton dengan menggunakan pipa
           pelindung conduit yang diberi perkuatan klem dengan jarak sekitar 1 m, hal ini
           dimaksudkan untuk memudahkan maintenance. Pemasangan kabel horizontal
                                                                           
           harus sejajar, tidak boleh saling melintas.                     
                                                                           
      3. Pemasangan panel                                                  
                                                                          
           Panel listrik dipasang pada dinding yang sudah ditentukan, rata dan tidak miring.
                                                                          
           Semua kabel yang masuk ke dalam panel listrik diberi tanda sesuai dengan
           kegunaannya dan dilengkapi dengan ring karet supaya lubang panel bagian atas
           dapat terlindung dari debu/kotoran. Khusus untuk kabel dengan Ø 16 mm2 harus
                                                                           
           diberi sepatu kabel dalam panel.                                
                                                                          
           Pada sisi pintu panel bagian dalam harus dibuat diagram instalasinya termasuk
           daya cadangan yang sudah direncanakan, hal ini perlu untuk memudahkan bila
           ada perbaikan instalasi.                                        
                                                                           
      4. Pemasangan fitting dan armature                                   
                                                                           
        Fitting dan armature dipasang setelah kabel ditest ketahanannya, agar tidak
                                                                           
        terjadi bongkar/pasang armature.                                   
                                                                           
                                                                          
           Pemasangan saklar dan stop kontak                               
                                                             60            
                                                                           
                                                                          
           Marking jalur conduit pada dinding dan bobok dinding bata, jangan lupa gunakan
           cutter.                                                         
                                                                          
           Pasang conduit dan inbow dos.                                   
                                                                          
           Tunggu sampai plester dinding akhir.                            
                                                                          
           Sambungan saklar, stop kontak dengan aslinya.                   
                                                                          
           Pasang saklar dan stop kontak, gunakan waterpass agar rata.     
                                                                          
           Testing dan commissioning                                       
                                                                          
           Test tahanan kabel sebesar 2 ohm dan grounding serta test fitting/armature
           selama ± 1 x 24 jam                                             
       XI. PEKERJAAN SANITASI                                              
                                                                           
                                                                           
    PEKERJAAN SANITASI                                                     
                                                                           
                                                                           
                                                                          
            Metode Pekerjaan                                               
         - Pekerjaan ini harus dilakukan/ dikerjakan oleh tenaga-tenaga ahli yang betul-
           betul berpengalaman dan menguasai teknologi pemasangan, serta mempunyai
           keahlian khusus dalam pekerjaannya.                             
                                                                           
                                                                          
           Sanitair harus terpasang dengan baik, sempurna, dan kokoh, sesuai dengan yang
           dipersyaratkan dalam petunjuk pemasangan produk sanitair bersangkutan dan
           disetujui Konsultan.                                            
                                                                           
                                                                          
           Semua sistem dari Sanitair harus dapat bekerja dengan baik dan sempurna.
                                                                          
           Penyedia Jasa/ Kontraktor harus menjaga pekerjaan Sanitair yang sudah selesai
           dilaksanakan, sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan
           kerusakan.                                                      
                                                                          
           Hasil pekerjaan pemasangan Sanitair harus dapat berfungsi dengan sempurna
           dan tidak cacat.                                                
                                                                          
           Perbedaan letak/ posisi plumbing yang terjadi di lapangan, harus segera
           dilaporkan ke Konsultan agar segera dibuatkan shop drawingnya oleh Penyedia
                                                                           
           Jasa/ Kontraktor. Dansemuanya harus diajukan kepada Konsultan untuk disetujui
           oleh Pemberi Tugas.                                             
                                                             61            
                                                                           
                                                                           
       XII. PEKERJAAN RABAT BETON                                          
                                                                           
                                                                           
                                                                           
       1. Pekerjaan Galian Tanah                                           
                                                                          
        Metoda Pekerjaan                                                   
                                                                          
        Setelah pekerjaan Pendahuluan dan pekerjaan pemancangan selesai dilakukan, hal
        yang dilakukan selanjutnya yaitu pekerjaan galian tanah pondasi. Galian tanah pondasi
        diperlukan untuk perletakan pondasi plat Pondasi batu Kali Dan Pondasi batu bata.
                                                                           
                                                                          
        Pengalian dilakukan sesuai dengan gambar rencana pondasi dan telah mendapat
        persetujuan dari pengawas. Bidang horizontal galian tanah harus mempunyai jarak
        yang lebih besar dari lebar pondasi, hal ini berfungi untuk memungkinkan
                                                                           
        pemasangannya, penopangan dan lain-lain. Kedalaman galian harus sesuai dengan
        gambar rencana.                                                    
                                                                           
                                                                          
        Tanah hasil galian ditumpuk ditempat yang telah ditentukan oleh pengawas, karena
        tanah tersebut akan dipakai kembali.                               
                                                                           
                                                                           
       2. Pekerjaan Pasir Urug                                             
                                                                          
        Metoda Pekerjaan                                                   
                                                                          
        Permukaan tanah yang sudah digali diatasnya diberikan pasir urug, kemudian
        dipadatkan dengan menggunakan alat stamper. Urugan pasir ini berfungsi untuk
        menstabilkan permukaan tanah asli dan menyebarkan beban. Urugan Pasir dipadatkan
                                                                           
        perlapis hingga mencapai ketebalan Urugan Pasir yang sesuai dengan gambar kerja
        dan spesifikasi teknis .                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           
       3. Pek. Cor Lantai Beton K 100                                      
                                                                          
            Metode Pekerjaan                                               
         a. Lingkup pekerjaan                                              
         Pekerjaan ini meliputi pekerjaan cor beton di bawah lantai .      
                                                                           
         b. Kuantitas pekerjaan                                            
         Pekerjaan ini menggunakan satuan isi (m3).                        
                                                                           
         c. Pelaksanaan pekerjaan                                          
                                                             62            
                                                                           
                                                                          
              Menyiapkan peralatan dan bahan yang akan digunakan           
                                                                          
              Membuat adukan beton K 100 menggunakan concrete mixer        
                                                                          
              Adukan beton yang telah jadi dibawa ke area pengecoran dengan
              menggunakan gerobak sorong                                   
                                                                          
              Beton dihamparkan pada area yang telah dipasang bekisting,.  
                                                                          
              Permukaan pengecoran diratakan dengan menggunakan rushkam dan
              dibuat datar terhadap terhahadap permukaan lantai .          
                                                                           
       4. Pekerjaan Pas. Dinding Bata sp. 1:4 Tebal 1/2 bata               
                                                                          
        Metode Pekerjaan                                                   
                                                                          
        Pertama dilakukan persiapan dengan cara membersihkan area yang akan dipasang
        dinding bata merah, menghitung volume pekerjaan dan kebutuhan material yang
        dibutuhkan.                                                        
                                                                           
                                                                          
        Buat marking jalur-jalur dinding dua sisi setelah dinding dan dibuat tanda posisi
        kolom praktis, ring balok, dan lubang kusen.                       
                                                                          
        Bata merah direndam dulu (sampai gelembung udaranya hilang) sebelum dipakai
        untuk mengurangi penyerapan air.                                   
                                                                          
        Memasang bata merah pada jalur marking serta jalur benang acuan yang telah
        dipasang pada profil kayu pada ujung jalur dinding lapis demi lapis sampai setinggi 1
                                                                           
        m dengan menggunakan adukan 1 pc : 4 ps Pada pelaksanaannya, adukan semen
        pasir tersebut diaplikasikan secara merata ke permukaan bata merah.
                                                                           
                                                                          
        Kemudian bata merah disusun di atas adukan mortar tersebut sambil terus diperiksa
        kerataan pasangannya. Kemudian bata merah dipukul perlahan sampai mencapai
        elevasi yang diinginkan.                                           
                                                                           
                                                                          
        Setelah tinggi pasangan bata merah mencapai 1 m kemudian dilanjutkan dengan cor
        beton kolom praktis.                                               
                                                                          
        Periksa kelurusan serta vertikal pasangan bata merah, apabila sudah benar dan
        sesuai dengan yang diinginkan maka lanjutkan pemasangan sampai dengan tinggi
        maksimum 1 m, kemudian periksa lagi kelurusan dan vertikalnya, setelah itu
                                                                           
        dilanjutkan cor kolom praktis dan dilanjutkan pemasangan bata merah sampai
        elevasi yang ditentukan dan cor kolom praktis sampai elevasi sesuai gambar
                                                             63            
                                                                           
                                                                           
                                                                           
       5. Pekerjaan Tanah Timbunan                                         
                                                                          
            Metode Pekerjaan                                               
            a. Meyiapan Tempat Kerja                                       
                                                                          
         Sebelum penghamparan timbunan pada setiap tempat, semua bahan yang tidak
         diperlukan harus dibuang sebagaimana diperintahkan oleh direksi pekerjaan.
                                                                          
         Kecuali untuk derah tanah lunak atau tanah yang tidak dapat dipadatkan atau tanah
         rawa, dasar pondasi timbunan harus dipadatkan seluruhnya (termasuk
                                                                           
         penggemburan dan penggeringan atau pembasahan bila diperlukan) sampai 15 cm
         bagian permukaan atas dasar atas pondasi memenuhi kepadatan yang disyaratkan.
                                                                           
                                                                          
         Bilamana timbunan akan dibangun atas permukaan tanah dengan kelandaian lereng
         lebih dari 10%, ditempatkan diatas permukaan lama atau pembagunan timbunan
         baru, maka lereng lama akan dipotong sampai tanah yang keras dan bertangga
                                                                           
         dengan lebar yang cukup sehingga memungkinkan perlaratan pemadat dapat
         beroperasi. tangga-tangga tersebut tidak boleh mempunyai kelandaian lebih dari 4%
                                                                           
         dan harus dibuatkan sedemikian dengan jarak vertikal tidak lebih dari 30 cm untuk
                                                                           
         kelandaian yang kurang dari 15% dan tidak lebih dari 60 cm untuk kelandaiannya
         yang sama atau lebih besar dari 15%.                              
                                                                           
                                                                          
         Dasar saluran yang ditimbun harus diratakan dan dilebarkan sedemikian hingga
         memungkinkan pengoperasian peralatan pemadat yang efektif.        
            b. Penghamparan Timbunan                                       
                                                                           
        Timbunan harus ditempatkan ke permukaan yang telah disiapkan dan disebar dalam
                                                                           
         lapisan yang merata yang bila di padatkan akan memenuhi toleransi tebal yang
         disyaratkan. Bilamana timbunan dihampar lebih dari satu lapis, lapisan-lapisan
                                                                           
         tersebut sedapat mungkin di bagi rata sehingga sama tebal.        
                                                                           
        Tanah timbunan umumnya diangkut langsung dari lokasi sumber bahan ke
         permukaan yang telah disiapkan pada saat cuaca cerah dan disebarkan.
                                                                           
         Penumpukan tanah timbunan untuk persediaan, terutama selama musim hujan.
                                                                           
         biasanya tidak diperkenankan, terutama selama musim hujan.        
                                                             64            
                                                                           
        Timbunan di atas atau pada selimut pasir atau bahan drainase porous, harus
                                                                           
         diperhatikan sedemikian rupa agar kedua bahan tersebut tidak tercampur. Dalam
         pembentukan drainase sumuran vertikal diperlukan suatu pemisah yang menyolok di
                                                                           
         antara kedua bahan tersebut dengan memakai acuan sementara dari pelat baja tipis
                                                                           
         yaag sedikit demi sedikit ditarik saat pengisian timbunan dan drainase porous
         dilaksanakan.                                                     
                                                                           
        Penimbunan kembali di atas pipa dan di belakang stsuktur harus dilaksanakan
         dengan sistematis dan secepat mungkin segera setelah pemasangan pipa struktur.
                                                                           
         Akan tetapi, sebelum penimbunan kembali, diperlukan waktu perawatan tidak
                                                                           
         kurang dari 3 jam setelah pemberian adukan pada sambungan pipa atau pengecoran
         struktur beton gravity, pemasangan pasangan batu gravity atau pasangan batu
                                                                           
         dengan mortar gravity. Sebelum penimbunan kembali di skitar struktur penahan
         tanah dari beton, pasangan batu dengan mortar, juga diperlukan waktu perawatan
                                                                           
         tidak kurang dari 14 hari                                         
                                                                           
        Bilamana timbunan badan jalan akan diperlebar, Iereng timbunan lama harus
         disiapkan dengan membuang seluruh tetumbuhan yang terdapat pada permukaan
                                                                           
         lereng dan harus dibuat bertangga (atau dibuat bergerigi) sehingga timbunan baru
                                                                           
         akan terkunci pada timbuan lama sedmikian sampai diterima oleh Direksi Pekerjaan.
         Selanjutnya timbunan yang diperlebar harus dihampar horizontal lapis demi lapis
                                                                           
         sampai dengan elevasi tanah dasar, yang kemudian harus ditutup secepat mungkin
         dengan lapis pondasi bawah dan atas sampai elevasi permukaan jalan lama sehingga
                                                                           
         bagian yang diperlebar dapat dimanfaatkan oleh lalu lintas secepat mungkin, dengan
                                                                           
         demikian pembangunan dapat dilanjutkan ke sisi jalan lainnya bilamana diperlukan
        Lapisan penopang di atas tanah lunak termasuk tanah rawa harus dihampar sesegera
                                                                           
         mungkin dan tidak lebih dari tiga hari setelah persetujuan penggalian atau
                                                                           
         pembersihan dan pengupasan oleh Direksi Pekerjaan. Lapisan penopang dapat
         dihampir satu lapis atau beberapa lapis dengan tebal antara 0,5 sampai 1,0 meter
                                                                           
         sesuai dengan kondisi lapangan dan sebagaimana diperintahkan atau disetujui oleh
         Direksi Pekerjaan.                                                
                                                             65            
                                                                           
            c. Pemadatan Timbunan                                          
                                                                           
                                                                          
         Segera setelah penempatan dan penghamparan timbunan, setiap lapis harus
         dipadatkan dengan peralatan pemadat yang memandai dan disetujui Direksi
                                                                           
         Pekerjaan sampai mencapai kepadatan yang disyaratkan              
                                                                          
         Pemadatan timbunan tanah harus dilaksanakan hanya bilamana kadar air bahan
         berada dalam rentang 3 % di bawah kadar air optimum sampai 1 % di atas kadar air
                                                                           
         optimum. Kadar air optimum harus didefinisikan sebagai kadar air pada kepadatan
         kering maksimum yang diperoleh bilamana tanah dipadatkan sesuai dengan SNI 03-
                                                                           
         1742-1989.                                                        
                                                                           
                                                                          
         Seluruh timbunan batu harus ditutup dengan satu lapisan atau lebih setebal 20 cm
         dari bahan bergradasi menerus dan tidak mengandung batu yang lebih besar dari 5
         cm serta mampu mengisi rongga-rongga batu pada bagian atas timbunan batu
                                                                           
         tersebut lapis penutup ini harus dilalsanakan sampai mencapai kepadatan timbunan
         tanah yang disyaratkan.                                           
                                                                           
                                                                          
         Setiap lapisan timbunan yang dihampar harus dipadatkan seperti yang disyaratkan,
         diuji kepadatannya dan harus diterima oleh Direksi Pekerjaan sebelum lapisan
         berikutnya dihampar.                                              
                                                                           
                                                                          
         Timbunan harus dipadatkan mulai dari tepi luar dan bergerak menuju ke arah sumbu
         jalan sedemikian rupa sehingga setiap ruas akan menerima jumlah usaha pemadatan
         yang sama. Bilamana memungkinkan, lalu lintas alat-alat konstruksi dapat
                                                                           
         dilewatkan di atas pekerjan timbunan dan lajur yang dilewati harus terus menerus
         divariasi agar dapat menyebarkan pengaruh usaha pemadatan dari lalu lintas
                                                                           
         tersebut.                                                         
                                                                           
                                                                          
         Dalam menempatkan timbunan di atas gorong-gorong dan bilamana disyaratkan,
         dalam Kontrak atau pada jembatan, harus membuat timbunan tersebut sama tinggi
         pada kedua sisinya. Jika kondisi-kondisi memerlukan penempatan timbunan kembali
                                                                           
         atau timbunan pada satu sisi lebih tinggi dari sisi lannya, penambahan bahan pada
         sisi yang lebih tinggi tidak boleh dilakukan sampai persetujuan diberikan oleh Direksi
                                                                           
         Pekerjaan dan tidak melakukan penimbunan sampai struktur tersebut telah berada
         di tempat dalam waktu 14 hari, dan pengujian-pengujian yang dilakukan di
                                                             66            
                                                                           
         laboratorium di bawah pengawasan Direksi Pekerjaan menetapkan bahwa struktur
                                                                           
         tersebut telah mencapai kekuatan yang cukup untuk menahan tekanan apapun yang
         ditimbulkan oleh metoda yang digunakan dan bahan yang dihampar tanpa adanya
                                                                           
         kerusakan atau regangan yang di luar faktor keamanan.             
                                                                           
                                                                          
         Bahan untuk timbunan pada tempat-tempat yang sulit dimasuki oleh alat pemadat
         normal harus dihampar dalam lapisan mendatar dengan tebal gembur tidak lebih
         dari 10 cm dan seluruhnya dipadatkan dengan menggunakan pemadat mekanis.
                                                                           
                                                                          
         Timbunan pada lokasi yang tidak dapat dicapai dengan peralatan pemadat mesin
         gilas harus dihampar dalam lapisan horizontal dengan tebal gembur tidak lebih dari
         10 cm dan dipadatkan dengan penumbuk loncat mekanis atau timbris (tamper)
                                                                           
         manual dengan berat statis minimum 10 kg. pemadatan di bawah maupun di tepi
         pipa harus mendapat perhatian khusus untuk mencegah timbulnya rongga-rongga
                                                                           
         dan untuk menjamin bahwa pipa terdukung sepenuhnya.               
                                                                           
                                                                           
                                                                           
       6. Pek. Urugan Pasir                                                
                                                                          
            Metode Pekerjaan                                               
                                                                          
           Permukaan tanah yang sudah di urug diatasnya diberikan pasir urug, kemudian
           dipadatkan dengan menggunakan alat stamper. Urugan pasir ini berfungsi untuk
           menstabilkan permukaan tanah asli dan menyebarkan beban. Urugan Pasir
                                                                           
           dipadatkan perlapis hingga mencapai ketebalan Urugan Pasir yang sesuai
           dengan gambar kerja.                                            
                                                                           
                                                                           
       7. Pek. Cor Lantai Beton K 175                                      
                                                                           
                                                                          
            Metode Pekerjaan                                               
         a. Lingkup pekerjaan                                              
         Pekerjaan ini meliputi pekerjaan cor beton di bawah lantai .      
                                                                           
         b. Kuantitas pekerjaan                                            
         Pekerjaan ini menggunakan satuan isi (m3).                        
                                                                           
         c. Pelaksanaan pekerjaan                                          
                                                                           
                                                                          
              Menyiapkan peralatan dan bahan yang akan digunakan           
                                                             67            
                                                                           
                                                                          
              Membuat adukan beton K 100 menggunakan concrete mixer        
                                                                          
              Adukan beton yang telah jadi dibawa ke area pengecoran dengan
              menggunakan gerobak sorong                                   
                                                                          
              Beton dihamparkan pada area yang telah dipasang bekisting,.  
                                                                          
              Permukaan pengecoran diratakan dengan menggunakan rushkam dan
              dibuat datar terhadap terhahadap permukaan lantai .          
                                                                           
       8. Pekerjaan Pas. Plesteran 1PC : 4 Pasir dan Acian                 
                                                                           
                                                                          
       Metode Pekerjaan                                                    
    c. Persiapan                                                           
                                                                          
       Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan plesteran dan acian.
                                                                          
       Approval material yang akan digunakan.                              
                                                                          
       Persiapan lahan kerja.                                              
                                                                          
       Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir pasang dan air.
                                                                          
       Persiapan alat bantu kerja, antara lain : waterpass, meteran, unting-unting, jidar,
       raskam, benang, kertas gosok, dll.                                  
    d. Pelaksanaan                                                         
                                                                           
                                                                          
       Plesteran biasa menggunakan adukan 1 PC : 4                         
                                                                          
       Pekerjaan plesteran dinding harus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus terhadap
       lantai yang ada di sekitarnya, permukaan rata tidak bergelombang.   
                                                                          
       Tentuikan dahulu titik/jalur pemasangan pekerjaan mekanikal dan elektrikal.
                                                                          
       Sebelum diplester, lakukan penyiraman/curring terlebih dahulu pada permukaan
       dinding bata untuk menghindarkan keretakan.                         
                                                                          
       Buat adukan untuk plesteran dinding bata.                           
                                                                          
       Buat kepalaan plesteran dengan jarak sekitar 1 m dan lebar 5 cm, dengan alat bantu
       unting-unting untuk loting, waterpass dan jidar alumunium.          
                                                                          
       Lekatkan adukan plesteran pada permukaan dinding sekityarnya, kemudian ratakan
       dengan raskam dan jidar.                                            
                                                                          
       Perataan plesteran dengan acuan kepalaan yang telah dibuat.         
                                                                          
       Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan plesteran sudah kering (cukup umur).
                                                             68            
                                                                           
                                                                          
       Permukaan plesteran sebelum di aci telebih dahulu disiram air. Untuk memperoleh
       hasil acian yang halus, setelah plesteran diberi lapisan acian semen, permukaan acian
       sebelum mengering digosok dengan menggunakan kertas gosok           
                                                             69            
                                                                           
      VI.  SPESIFIKASI JABATAN PEKERJAAN KONTUKSI                          
                                                                           
                                                                           
      4. ORGANISASI PENGADAAN KONTRUKSI                                    
                                                                           
                                                                           
        Nama Dan Organisasi Pengadaan Kontruksi                            
                                                                          
          UNIT KERJA   : DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KAB. MENTAWAI     
                                                                          
          NAMA PPK     : RIFKI ERIAWAN, ST                                 
                                                                          
          JABATAN      : PPK                                               
                                                                          
          NAMA         : JANTI SALELEUBAJA, S.Sos.,M.M                     
                                                                          
          JABATAN      : PPTK                                              
                                                                          
          PROGRAM      : PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH      
                         KABUPATEN/KOTA                                    
                                                                          
          KEGIATAN     : PEMELIHARAAN BARANG MILIK DAERAH PENUNJANG        
                         URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH                        
                                                                          
          SUB KEGIATAN : PEMELIHARAAN/REHABILITASI SARANA DAN PRASARANA    
                         PENDUKUNG GEDUNG KANTOR ATAU BANGUNAN LAINNYA     
                                                                          
          PEKERJAAN    : PERENCANAAN PEMBANGUNAN GAPURA DAN KANTOR SERTA   
                         LANDSCAPE                                         
                                                                          
          LOKASI       : BUKIT PAMEWA KECAMATAN SIPORA UTARA               
                                                                           
    PERSONIL PENYEDIA                                                      
                                                                           
                                                                          
         Setiap kegiatan/pekerjaan perancangan, perhitungan dan gambar-gambar
         konstruksi, penetapan spesifikasi dan prosedur teknis serta metode pelaksanaan/
         konstruksi/kerja harus dilakukan oleh tenaga ahli yang mempunyai kompetensi yang
                                                                           
         disyaratkan, baik pekerjaan arsitektur, struktur/sipil, mekanikal, elektrikal, plumbing
         dan penataan lingkungan maupun interior dan jenis pekerjaan lain yang terkait;
                                                                           
                                                                          
         Setiap tenaga ahli tersebut harus mempunyai kemampuan untuk melakukan proses
         manajemen risiko (identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko) yang
         terkait dengan disiplin ilmu dan pengalaman profesionalnya, dan dapat memastikan
                                                                           
         bahwa semua potensi bahaya dan risiko yang terkait pada bentuk rancangan,
         spesifikasi teknis dan metode kerja/konstruksi tersebut telah diidentifikasi dan telah
                                                             70            
                                                                           
         dikendalikan pada tingkat yang dapat diterima sesuai dengan standar teknik dan
                                                                           
         standar Keselamatan Konstruksi yang berlaku;                      
                                                                          
         Setiap tenaga K3 terampil dibidang K3 Konstruksi di atas harus melakukan analisis
         keselamatan pekerjaan (job safety analysis) setiap sebelum memulai pekerjaannya,
                                                                           
         untuk memastikan bahwa potensi bahaya dan risiko telah diidentifikasi dan
         diberikan tindakan pencegahan terhadap kecelakaan kerja dan/atau penyakit di
                                                                           
         tempat kerja;                                                     
         Tenaga ahli yang dibutuhkan dalam pembagunan antara lain :        
                                                                           
                                                                           
    a. Pelaksana 1 (satu) orang, mempunyai sertifikat kompetensi SKA Ahli Teknik Bangunan
       Gedung dengan pengalaman minimal 3 (tiga) tahun.                    
    b. Petugas K3 Konstruksi 1 (satu) orang, yang memiliki Petugas keselamatan kontruksi
       berpengalaman minimal 3 (tiga) tahun.                               
                                                                           
                                                                           
                                                                           
    PERSYARATAN PENYEDIA KONSTRUKSI                                        
                                                                           
        Memiliki Surat Izin sebagai berikut :                              
        a) Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK) yang masih berlaku     
                                                                           
        b) SBU Klasifikasi : jasa Klafikasi Kecil yang masih berlaku       
        c) Sub Klasifikasi : Konstruksi Gedung Pendidikan KBLI (41016) Kode (BG006)
                                                                           
        d) Telah melunasi kewajiban pajak tahun terakhir                   
        e) Persyaratan Kualifikasi Perusahaan lainnya akan ditentukan dalam Dokumen
          Pengadaan.
Tenders also won by Zayn
Authority
12 June 2023Pembangunan Gedung Kantor BappedalitbangKota SamarindaRp 14,382,110,000
5 June 2023Pembangunan Pengaman Pantai Kampung Biduk-BidukProvinsi Kalimantan TimurRp 10,004,341,710
10 October 2023Lanjutan Pembangunan Saluran Pembuang LapautaKab. BerauRp 9,765,000,000
29 October 2024Lanjutan Pembangunan Saluran Pembuang Jalan Cut Nya Dien - Jl. Raja Alam Kel. Rinding Dan Sekitarnya (Apbd-P)Kab. BerauRp 9,680,240,000
26 April 2022Lanjutan Pembangunan Pengamanan Pantai Biduk-BidukProvinsi Kalimantan TimurRp 9,307,069,409
5 June 2023Pembangunan Pengaman Pantai Kampung Harapan Dan Kampung Tanjung PrepatProvinsi Kalimantan TimurRp 7,518,414,376
13 October 2022Preservasi Bahu Jalan Murjani 3 Dan Sekitarnya (Apbd-P)Kab. BerauRp 6,779,200,000
4 October 2024Preservasi Jalan Dan Bangunan Pelengkap Kawasan Kelurahan Karang Ambun Dan Sekitarnya (Apbd-P)Kab. BerauRp 6,719,744,100
19 September 2023Lanjutan Rehab Total Kantor Kodim 2023 (Apbd-P)Kab. BerauRp 5,792,125,016
2 June 2022Pembangunan Jalan Jalur 2 Kampung Biduk-BidukKab. BerauRp 3,141,773,595