| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0016890774201000 | Rp 415,678,350 | 90.87 | 92.69 | - | |
| 0032688483444000 | Rp 468,009,300 | 83.89 | 84.87 | - | |
| 0840690614216000 | Rp 470,512,369 | 83.7 | 84.63 | - | |
| 0807428867201000 | - | - | - | Tidak menghadiri undangan pembuktian kualifikasi | |
| 0011188190429000 | - | - | - | - | |
| 0015214265201000 | - | - | - | - | |
| 0012301065201000 | - | - | - | - | |
| 0022652663541000 | - | - | - | Tidak menghadiri undangan pembuktian kualifikasi | |
| 0021083787429000 | - | - | - | - | |
| 0964231807335000 | - | - | - | Tidak menghadiri undangan pembuktian kualifikasi | |
| 0023331226441000 | - | - | - | Tidak memiliki pengalaman paling kurang 1 (satu) pekerjaan Jasa Konsultansi Konstruksi dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak. | |
| 0030748156331000 | - | - | - | Tidak menghadiri undangan pembuktian kualifikasi | |
| 0014657134428000 | - | - | - | - | |
| 0317980225428000 | - | - | - | - | |
| 0024215659201000 | - | - | - | - | |
| 0016627358061000 | - | - | - | Pekerjaan ini untuk Kualifikasi Usaha Kecil Bukan Untuk Kualifikasi Usaha Non Kecil sesuai yang disyaratkan Dalam LDK Huruf E Angka 13.2 Point 1 Huruf b | |
| 0013751763017000 | - | - | - | Pekerjaan ini untuk Kualifikasi Usaha Kecil Bukan Untuk Kualifikasi Usaha Non Kecil sesuai yang disyaratkan Dalam LDK Huruf E Angka 13.2 Point 1 Huruf b | |
| 0032020257201000 | - | - | - | Tidak menghadiri undangan pembuktian kualifikasi | |
| 0015555477429000 | - | - | - | Tidak menghadiri undangan pembuktian kualifikasi | |
| 0026681502201000 | - | - | - | - | |
| 0316962646201000 | - | - | - | - | |
CV Jasa Insani Konsultan | 00*8**4****01**0 | - | - | - | - |
| 0015808496201000 | - | - | - | - | |
| 0013148853021000 | - | - | - | - | |
| 0025850330216000 | - | - | - | - | |
| 0416574572216000 | - | - | - | - | |
PT Sagara Syandana Prima | 07*4**6****23**0 | - | - | - | - |
| 0705497428541000 | - | - | - | - | |
| 0029840428201000 | - | - | - | - |
URAIAN PEKERJAAN
Lingkup kegiatan yang harus dilakukan konsultan adalah sesuai dengan tahapan
pekerjaannya antara lain :
1) Identifikasi dan analisis kondisi pelayanan penyediaan air minum pada saat
ini, baik yang dilakukan oleh pemerintah daerah melalui UPTD/ BLU (bila
ada), melalui BUMD, maupun yang dilaksanakan oleh badan usaha swasta
dan masyarakat dalam rangka pemenuhan kebutuhan sendiri. Identifikasi
ini meliputi cakupan layanan (dalam satuan sambungan rumah (SR) dan
presentase yang telah mendapatkan pelayanan dibandingkan dengan total
penduduk kabupaten Kepulauan Mentawai, kinerja pelayanan, kelembagaan
dan pembiayaan (data diperoleh melalui data sekunder dari instansi terkait
maupun data primer hasil kunjungan lapangan).
2) Identifikasi dan analisis produk kebijakan yang telah ada, seperti RPJPD,
RPJMD, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Renstra SKPD, serta
kebijakan dan strategi sektor/ bidang sumber daya air dan sektor/ bidang
lain yang telah ada, yang penerapannya dapat terkait dengan sektor/ bidang
air minum, untuk mengetahui sejauh mana keterkaitan permasalahan dan/
atau akan mempengaruhi kebijakan dan strategi yang akan diambil untuk
sektor/ bidang air minum.
3) Identifikasi kawasan rawan air serta lokasi-lokasi yang belum ada sistem
penyediaan air minum sama sekali sebagai bahan untuk menyusun rencana
program pengembangan SPAM baik dengan pemanfaatan sistem eksisting
maupun dengan pembangunan baru, diutamakan dengan rencana
penanganan jaringan perpipaan dengan mengurangi presentase non
perpipaan
4) Identifikasi SPAM eksisting baik perpipaan dan non perpipaan secara aspek
teknis dan non teknis, baik yang dibangun dengan sumber dana APBN; APBD
Provinsi/ Kabupaten/ Kota; hibah; masyarakat; swasta dan sumber dana
lainnya melalui kunjungan lapangan.
5) Identifikasi target nasional dan Kabupaten Kepualauan Mentawai dalam
pengembangan SPAM yang merupakan target Pemerintah sebagaimana
dituangkan dalam RPJPN dan RPJMN yang sedang berjalan atau yang telah
lewat. Target ini menjadi salah satu pertimbangan diperlukannya Jakstra
Pengembangan SPAM, sehingga rumusan kebijakan dan strategi nantinya
dapat mengarah kepada upaya pencapaian target tersebut.
6) Identifikasi peraturan perundang-undangan (aspek legal) yang mewajibkan
penyusunan Jakstra Pengembangan SPAM, yang hal ini akan menjadi
gambaran awal tentang latar belakang perlunya disusun Jakstra
Pengembangan SPAM dan sebagai landasan hukum dari penyusunan Jakstra
Pengembangan SPAM yang bersangkutan. Arah kebijakan juga diambil dari
hasil indentifikasi peraturan perundang-undangan ini
7) Identifikasi dan analisis struktur organisasi penyelenggara pengembangan
SPAM beserta analisis terhadap uraian tugas dan fungsi, sumber daya
manusia, dan ketatalaksanaannya sebagai dasar untuk melihat dan
menentukan lingkup tanggung jawab masing-masing dalam pengembangan
SPAM.