| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0931347314203000 | Rp 1,184,990,336 | - | |
| 0667526750201000 | Rp 1,186,635,396 | - | |
CV Vellisa Nusa Graha | 00*9**8****01**0 | Rp 1,195,000,000 | Dokumen Bukti dukungan material (berupa kayu berbagai ukuran, pasir pasang, kerikil beton dan batu air/gunung) yang disampaikan tidak sama dengan paket yang ditawarkan |
CV Perintis Utama Mandiri | 00*1**9****01**0 | Rp 1,197,137,440 | - |
Arkatama Raffa Konstruksi | 03*3**1****01**0 | Rp 1,200,000,000 | - |
| 0730500006201000 | Rp 1,200,000,000 | - | |
| 0767387335205000 | Rp 1,200,000,000 | - | |
| 0011160959201000 | Rp 1,191,497,036 | Surat perjanjian Sewa Peralatan (dukungan mobil pick up) dengan Erwan identitas dukungan BA 8837 A tidak sama dengan bukti STNK BA 8623 AH | |
| 0945745701205000 | Rp 1,200,000,000 | - | |
| 0028788941201000 | Rp 1,207,820,496 | - | |
| 0606462380205000 | Rp 1,198,117,670 | - | |
| 0029981206201000 | Rp 1,395,187,463 | - | |
| 0031192701201000 | Rp 1,200,000,000 | - | |
| 0020455580201000 | Rp 1,200,000,000 | - | |
| 0841483134201000 | Rp 1,200,000,000 | - | |
| 0751617093201000 | Rp 1,269,736,137 | - | |
| 0743141285205000 | Rp 1,200,000,000 | - | |
| 0031192818201000 | Rp 1,197,476,090 | - | |
| 0022585707533000 | Rp 1,199,490,902 | - | |
| 0744879834205000 | Rp 1,198,106,570 | - | |
CV Nuansa Cipta Mandiri | 09*9**9****01**0 | Rp 1,250,002,148 | - |
| 0745604322201000 | Rp 1,274,414,329 | - | |
| 0025513227201000 | Rp 1,200,000,000 | - | |
PT Habika Azam Persada Nusantara | 05*2**2****01**0 | - | - |
| 0024506685201000 | - | - | |
| 0624837290205000 | - | - | |
| 0316911676425000 | - | - | |
| 0211080163434000 | - | - | |
| 0538840430214000 | - | - | |
| 0015809130201000 | - | - | |
| 0735004806201000 | - | - | |
CV Tirik Pondonan Jaya | 05*2**2****05**0 | - | - |
CV Moramarsadamanatra | 08*7**4****05**0 | - | - |
| 0023817760202000 | - | - | |
| 0904647534003000 | - | - | |
CV Reo Smith | 07*2**1****01**0 | - | - |
| 0900844739201000 | - | - | |
| 0413340357205000 | - | - | |
| 0025636895202000 | - | - | |
CV Muara Gunung | 09*6**3****01**0 | - | - |
| 0867099046205000 | - | - | |
| 0626689004205000 | - | - | |
| 0317176451201000 | - | - | |
CV Pongairangan | 06*2**8****05**0 | - | - |
| 0719513913201000 | - | - | |
| 0030389209201000 | - | - | |
| 0032020208201000 | - | - | |
| 0014512602405000 | - | - | |
CV Solusi Mandiri Makmur | 02*1**9****05**0 | - | - |
| 0020500609203000 | - | - | |
| 0812307304201000 | - | - |
METODE PELAKSANAAN
PROGRAM : Pengadaan, Peningkatan Sarana Dan Prasarana Rumah Sakit
KEGIATAN : Penyedian Fasilitas Pelayanan Kesehatan Untuk UKM Dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota
PEKERJAAN : Renovasi/Rehabilitasi Kelas Rawat Inap Standar Jaminnan Kesehatan Nasional
LOKASI : RSUD Kab. Kep. Mentawai
TAHUN ANGGARAN : 2024
UMUM
Salah satu syarat dalam menawar suatu pekerjaan adalah dengan menyusun metoda pelaksanaan pekerjaan agar
pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik dan selesai tepat pada waktunya. Setelah mempelajari rencana kerja dan
syarat-syarat (RKS) serta berita acara penjelasan pekerjaan (Aanwijzing), maka Kami menyusun metoda pelaksanaan
pekerjaan. Adapun metoda pelaksanaan yang Kami buat ini mengacu pada ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam
Spesifikasi teknis dan sesuai dengan yang tercantum dalam bestek dan gambar kerja. Pada metoda pelaksanaan
pekerjaan ini Kami akan menguraikan metoda masing-masing item pekerjaan, kebutuhan tenaga kerja, kebutuhan
bahan dan kebutuhan peralatan yang diperlukan serta waktu yang diperlukan untuk masing-masing item pekerjaan.
Waktu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini 150 (Seratus Lima puluh) hari kalender.
PELAKSANAAN PEKERJAAN FISIK
Sebelum pekerjaan fisik dilakukan, terlebih dahulu Kami akan melakukan survey lapangan untuk mengetahui dan
mengamankan sistem jaringan air bersih, saluran air kotor/hujan, listrik, telepon, septic tank dan instalasi lainnya
pada tapak ( dibawah tanah ). Selanjutnya Kami akan melakukan pengukuran kembali ( Stake Out ) pada lokasi
pekerjaan dengan menggunakan alat ukur. Setelah diperoleh hasil pengukuran, kemudian dibuatkan kembali gambar
kerja (Shop Drawing) yang mana pada gambar tersebut terdapat batas-batas tapak, bangunan-bangunan yang ada pada
tapak (dilengkapi dengan keterangan mengenai letak bangunan disekitarnya) dan instalasi-instalasi yang sudah ada (
diberi tanda pada instalasi-instalasi yang sudah ada tersebut agar terlindung dari kerusakan-kerusakan yang mungkin
timbul pada saat pelaksanaan pekerjaan ).
Adapun Item Pekerjaannya adaalah sebagai berikut :
I PEKERJAAN PENDAHULUAN
1 Pek. Pembersihan Lapangan /Pembongkaran
2 Pek. Pasangan Bowplank
3 Pagar seng keliling
4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja
II PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI
1 Pek. Galian Pondasi
2 Pek. Lapisan Pasir Urug Pondasi
3 Cor Lantai Kerja 1 : 3 : 5
4 Pas. Pondasi Plat Beton Setempat
5 Pek. Urugan Tanah Kembali
III PEKERJAAN BETON
1 Sloof Beton Bertulang Uk. 15 / 25 cm
2 Kolom Beton Bertulang Uk. 13 / 13 cm
3 Ring Balok Beton Bertulang Uk. 13 / 20 cm
4 Balok Late Beton Bertulang Uk. 13 / 13 cm
IV PEKERJAAN DINDING
1 Pas. Batu bata 1 : 2
2 Plesteran Dinding 1 : 2
3 Pek. Afwerking Beton
V PEKERJAAN KUDA -KUDA DAN KAP / ATAP
1 Pas. Atap Zincalume T. 035
2 Pas. Perabung Spandek
3 Flasing
3 Pas. List Plank GRC
VI PEKERJAAN PLAFON
1 Pekerjaan PVC Plafond
VII PEKERJAAN LANTAI DAN KERAMIK
1 Urugan Tanah di Bawah Lantai
2 Urugan Pasir di Bawah Lantai
3 Pek Cor Lantai 1 : 3 : 5 teb. 10 cm
4 Pas. Vinyl anti Bakteri tebal 2 mm
5 Pas. Lantai Keramik KM Uk. 60 x 60 Kasar
6 Pas. Dinding Keramik KM Uk. 20 x 25 Polos
VIII PEK. KOZEN PINTU, JENDELA DAN VINTELASI
1 Kozen Pintu dan Jendela Type P1 (Kayu)
2 Kozen Pintu dan Jendela Type P2 (kayu)
3 Kozen Pintu dan Jendela Type P3 (kayu)
4 Kozen Pintu dan Jendela Type P4 (kayu)
5 Kozen Pintu dan Jendela Type J1 (almunium)
6 Kozen Pintu dan Jendela Type V1 (almunium)
IX PEKERJAAN PENGECATAN
1 Pengikisan cat air lama
2 Pek. Cat Dinding Dengan Cat Air (water proofing)
3 Pas. Wallpaper (motif gambar)
4 Pek. Pengecatan Kuzen
5 Pek. Cat List Plank GRC
X PEKERJAAN SANITAIR
1 Pas. Closed Duduk
2 Shower mandi
3 Pas. Wastafel Komplet
4 Pas. Kran + Jet Shower
5 Pas. Kran Wastafel
6 Pek.Handrail stenlis steel (dia 1.5")
7 Pas. Floor Drain
8 Pas. Pipa PVC 3/4"
9 Pas. Pipa PVC 4"
10 Pas. Pipa PVC 3"
11 Pek. Septicktank Kap. 15 Orang dan Resapan
XI INTALASI LISTRIK
1 Pas. Instalasi/titik lampu
2 Pas. Saklar Ganda
3 Pas. Saklar Tunggal
4 Pas. Stop kontak
5 Pas. Stop kontak AC
6 Pas. Lampu Led Celling Plafon 12 Watt
7 Pas. Lampu Led Celling Plafon 20 Watt
8 MCB
9 Exhaust
10 Pas. Pipa 3" jalur exhaust
XII PEKERJAAN PERLENGKAPAN
1 Pek. Gorden Anti Bakteri
PEKERJAAN PERSIAPAN
Pekerjaan Persiapan adalah pekerjaan yang dilakukan pada saat pekerjaan akan dimulai dimana harus dilakukan
beberapa tahapan persiapan yang meliputi :
Penandatangan Naskah Dokumen Kontrak , SPMK, dan SPL oleh kedua belah pihak.
Pembuatan Papan Nama Proyek
Pengurusan IMB dan izin kerja lainnya
Pembuatan Direksi Keet
Uitzet / Pengukuran
Pemasangan Bouwplank
Pembuatan Pagar Pengaman
Penyediaan Air Kerja
Dalam membuat lay out untuk pekerjaan persiapan ini perlu diperhitungkan secara cermat penempatan masing-
masing fasilitas dan sarana yang diperlukan untuk pelaksanaan proyek. Dengan memperhatikan kondisi lapangan yang
ada dan disesuaikan dengan desain lay out proyek yang akan dikerjakan, penempatan fasilitas dan sarana proyek
nantinya dapat berfungsi dengan optimal sesuai rencana.
DOKUMEN KONTRAK
Isi Naskah Dokumen Kontrak antara lain :
Surat Perjanjian Pelaksanaan Pemborongan
Syarat-syarat Administrasi Pelaksanaan
Syarat-syarat teknis
Gambar Rencana
Addendum Risalah aanwijzing
PAPAN NAMA PROYEK
Setelah Naskah Dokumen Kontrak selesai maka kami akan membuat Papan Nama Proyek, Papan nama proyek ini
dibuat dari papan dan triplek dicat putih yang didirikan tegak diatas kayu 5 x 7 cm setinggi 240 cm dengan ukuran 200
x 100 cm. Pada papan nama tersebut dibuat nama kegiatan, pemilik kegiatan, lokasi kegiatan, jumlah biaya (kontrak),
nama konsultan perencana, nama konsultan pengawas, nama pelaksana (kontraktor) dan waktu pelaksanaan proyek.
Papan nama proyek tersebut dipasang di tempat yang mudah dilihat orang. Persiapan lainnya yang kami lakukan
selanjutnya adalah mempersiapkan dan memenuhi syarat-syarat administrasi seperti Pengurusan Izin Mendirikan
Bangunan, membayar Iuran Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan menetapkan waktu pemancangan.
PEMBUATAN DIREKSI KEET
Sebelum melaksanakan pekerjaan Kontraktor diwajibkan membuat
Direksi Keet , yang berfungsi sebagai Kantor Perwakilan Perusahaan
dilapangan, agar dapat memudahkan koordinasi antara pihak-pihak
yang berkaitan dengan proyek.
Direksi Keet yang dibuat harus sesuai dengan persyaratan yang
telah ditentukan dalam Syarat-Sayrat Rencana Kerja (RKS), baik
tempatnya maupun luasan, serta bahan-bahan yang digunakan.
Direksi Keet tersebut juga diperlukan dalam rangka melaksanakan
Contruction Meeting Berkala, baik Mingguan, maupun Bulanan, untuk
itu maka haruslah dilengkapi dengan fasilitas lainnya seperti,
Meubelair, Meja Rapat, Papan Tulis dan lain-lain.
PEMBUATAN LOS KERJA DAN GUDANG BAHAN
LOS KERJA GUDANG BAHAN
Disamping Direksi Keet (Kontraktor Keet) juga harus direncanakan dan didirikan secara baik Gudang Bahan dan Los
Kerja yang terdiri dari :
Los Kerja untuk Bekisting
Los Kerja untuk Pembesian
Los Kerja untuk Peralatan dan alat Bantu
Gudang semen dan bahan material lainnya
Los kerja ini gunanya adalah sebagai tempat perakitan dari bekisting dan besi serta tempat penyimpanan peralatan
kerja. Sedangkan gudang bahan gunanya untuk penyimpanan logistik atau bahan-bahan yang digunakan untuk
pelaksanaan pekerjaan antara lain, semen, kayu, besi dan lainnya. Biasanya pembuatan Los Kerja dan Gudang Bahan
tidak begitu jauh dari lokasi pekerjaan yang gunanya untuk mempermudah dan mempersingkat waktu pengangkutan
logistik ke lokasi pekerjaan. Penempatan Los Kerja tidak jauh dari penumpukan material.
Menempatkan material bangunan seperti besi beton, kayu, panel beton Dan lainnya harus dipisahkan sesuai dengan
jenis dan ukurannya, hingga memudahkan penyimpanan dan pengambilannya. Menempatkan material-material yang
harus terlindung dari cuaca seperti semen, material finishing lainnya didalam ruang tertutup dan menurut aturan yang
sesuai.
MOBILISASI ALAT DAN PERLENGKAPAN
Sebelum pelaksanaan pekerjaan konstruksi fisik dimulai, terlebih dahulu dilakukan Mobilisasi Alat serta
Perlengkapan yang dibutuhkan dan sesuai dengan keperluannya yang meliputi :
Dump Truk berguna
Lori berguna untuk
untuk melakukan
melakukan pekerjaan
hauling
pengankutan jarak
(pengangkutan) jarak
Mobil Picup
Concrete Mexer
berguna untuk
berguna untuk
membantu
melakukan pengadukan
pengangkutan
Alat pertukangan Sekop, Cangkul, dan
berguna untuk alat lainnya berguna
melakukan pekerjaan untuk pengadukan,
kayu , tembok, dsb. penggalian manual
Untuk mobilisasi personil lapangan yang meliputi staf inti dan tenaga kerja, pelaksanaan mobilisasi ini dilakukan
pada minggu pertama. Sedangkan untuk mobilisasi peralatan yang meliputi truck untuk pengangkut material, beton
molen dan peralatan lain-lain yang diperlukan akan dilaksanakan pada saat mulai pelaksanaan pekerjaan.
DOKUMENTASI DAN PELAPORAN
Dalam melaksanakan Pekerjaan Lanjutan Pembangunan Gedung Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang, diawasi
oleh Konsultan Pengawas yang bertugas melakukan pengawasan pekerjaan tersebut, yang dalam implementasinya
wajib melaksanakan Rapat Berkala, diadakan oleh Konsultan Pengawas, dihadiri oleh Kontraktor dan pihak Pengelola
Proyek.
Dalam hal ini Kontraktor diwajibkan untuk :
1 Membuat Laporan Harian yang berisi :
jenis kegiatan yang dikerjakan
Bahan – bahan yang digunakan
Alat – alat yang didatangkan
Jumlah tukang / tenaga kerja
Keadaan cuaca
Besarnya prestasi pekerjaan
Menyediakan Buku Harian sesuai dengan petunjuk
Direksi dan direkap dalam laporan Mingguan dan Bulanan
2 Membuat pemotretan :
Untuk mendokumentasikan kegiatan dilakukan pemotretan
yang menggambarkan kemajuan pekerjaan minimum 5 kali,
yakni ketika pekerjaan 0 % dan telah mencapai prestasi : 25 %
, 50 %, 75 %, 100 %.
Pengambilan foto-foto dokumentasi proyek meliputi foto-
foto kegiatan proyek, antara lain kegiatan dalam uizeten,
penempatan peralatan-peralatan lapangan, penempatan
material. Foto-foto tahapan pekerjaan, antara lain pembesian,
bekisting, pekerjaan beton sebelum dan sesudah pengecoran,
serta kegiatan-kegiatan lainnya yang dianggap perlu.
Sebelum pekerjaan fisik dilakukan, terlebih dahulu Kami akan melakukan survey lapangan. Selanjutnya Kami akan
melakukan pengukuran kembali ( Stake Out ) pada lokasi pekerjaan dengan menggunakan alat ukur dan dibuat patok
ukur tetap yang akan menjadi pedoman pada pengukuran-pengukuran selanjutnya. Tahap akhir pengukuran ini yakni
dilakukan pengecekan kembali kebenarannya bersama-sama dengan Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana.
Setelah diperoleh hasil pengukuran, kemudian dibuatkan kembali gambar kerja (Shop Drawing) yang mana pada gambar
tersebut terdapat batas-batas pagar yang akan dibangun.
I. PEKERJAAN PERMULAAN
Pemasangan Pagar keliling dilakukan awal kontrak mengunakan kayu sebagai rangka ditutup dengan seng
BJLS setelah selesai pekerjaan ini dilaukan pekerjaan Pembersihan Lapangan /Pembongkaran atap, plafon,
kozen dinding, lantai dll Pada pekerjaan ini lebih banyak melakukan pekerjaan bongkaran terlebih dahulu
pembongkaran atap dimana disiapkan atap pengganti dan terpal untuk pengaman andai-andai terjadi hujan
kemudian dilakuakn pembongkaran lantai dan dinding untuk pemasangan pondasi dan dinding baru,
selanjutnya dilakukan pembongkaran kozen pintu dan jendela, semua hasil bongkaran dikumpulkan pada
suatu tempat yang telah di setujui dengan direksi. Kemudian dilanjutkan dengan pengukuran dan
Pemasangan Bouplank dan dihadiri oleh Konsultan Perencana serta Owner. Bouwplang tersebut menggunakan
kayu yang baik, untuk tiang mengguakan kayu 5/7 dimana pemasangannya dari tiang ke tiang berjarak 1,5
meter serta untuk papannya dipakai 2,5/20 cm dimana permukaanya diserut rata. Sedangkan letak peil ±
0,00 disamakan dengan peil lantai bangunan yang sudah ada.
Setelah mendapat ukuran yang sesuai dan persetujuan dari direksi maka pekerjaan selanjutnya yaitu
Pekerjaan Galian Tanah untuk pondasi plat setempat yang mana galian tanah ini baik dalam galian, lebar
galian atau kemiringannya harus sesuai dengan gambar kerja dan setelah pasangan podasi tersebut selesai
dilanjutkan dengan penimbunan kembali dengan sisa tanah galian tadi.
Pekerjaan pondasi plat setempat tersebut meliputi Pekerjaan Lantai Kerja Beton 1:3:5, Pasangan Pondasi
Plat Setempat Beton 1:3:5.
Gambar Pemasangan Bouwplank
Setelah mendapat ukuran yang sesuai dan persetujuan dari direksi maka pekerjaan selanjutnya yaitu
Pekerjaan Galian Tanah untuk pondasi plat setempat yang mana galian tanah ini baik dalam galian, lebar
galian atau kemiringannya harus sesuai dengan gambar kerja dan setelah pasangan podasi tersebut selesai
dilanjutkan dengan penimbunan kembali dengan sisa tanah galian tadi.
Pekerjaan pondasi plat setempat tersebut meliputi Pekerjaan Lantai Kerja Beton 1:3:5, Pasangan Pondasi
Plat Setempat Beton 1:2:3.
III PEKERJAAN BETON
Pekerjaan beton bertulang ini secara garis besar pengerjaannya dan pemeliharaannya sama cuma
dibedakan dari letak/posisi, jarak penulangan, ukuran besi tulangan, dan volumenya.
Pekerjaan ini meliputi :
a Sloof Beton Bertulang Uk. 15 / 25 cm
b Kolom Beton Bertulang Uk. 13 / 13 cm
c Ring Balok Beton Bertulang Uk. 13 / 20 cm
d Balok Late Beton Bertulang Uk. 13 / 13 cm
Umum
Untuk seluruh pekerjaan beton bertulang ini mengikuti ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam PBI
1971. Baik itu dari segi mutu material, pelaksanaan pekerjaan dan ketentuan-ketentuan lain yang
dipersyaratkan. Semen yang telah mengeras tidak diperkenankan untuk digunakan dalam sebagai bahan
campuran. Begitu juga dengan bahan campuran beton lainnya harus memenuhi syarat-syarat yang telah
ditetapkan dalam bestek. Untuk campuran adukan beton agar memenuhi ketentuan-ketentuan yang
dipersyaratkan dalam bestek maka dilakukan pengujian beton, dengan membuat sample - sample kubus
berukuran 20 x 20 cm dan dilakukan pengujian pada labor bahan. Pengujian ini dilakukan paling lama 3 ( tiga
) minggu sebelum dilakukan pengecoran. Setelah diperoleh hasil mix design dan telah memenuhi syarat serta
telah mendapat persetujuan dari direksi pengawas, maka barulah dilakukan pengecoran.
Pekerjaan Bekisting
Setelah pekerjaan pondasi, dilanjutkan dengan beton bertulang. Fabrikasi bekisting dan pembesian telah
dilakukan sebelumnya. Bahan yang digunakan untuk bekisting harus bermutu baik sehingga hasil akhir
konstruksi mempunyai bentuk, ukuran dan batas-batas sesuai dengan yang tercantum dalam gambar kerja.
Bekisting didisain dengan rapi dan kokoh sehingga memudahkan dalam pemasangan dan pembongkaran
bekisting nantinya. Serta tidak ada perubahan bentuk yang nyata dan cukup untuk menampung beban - beban
sementara sesuai dengan kecepatan jalannya pembetonan. Pada bekisting tersebut juga harus diberi penguat
datar dan silangan untuk menghindarkan dari bergeraknya bekisting pada saat dilakukan pengecoran.
Bekisting Kepalan Kolom Polywood Panel Phenol Film
Tebal = 12 mm
Besi penguat kolom
Waller
Bekisting Kolom Pembuatan Bekisting Balok
Pekerjaan Pembesian
Sementara untuk pembesian, ukuran-ukuran besi beton yang digunakan sesuai dengan yang tercantum
dalam gambar kerja. Untuk besi diameter 8 digunakan besi polos dari U-24. Sebelum besi dipasang harus
dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran, lemak, karat dan bahan-bahan lainnya yang dapat mengurangi daya
lekat terhadap beton. Ukuran dan disain bekisting maupun tulangan berpedoman pada gambar kerja.
Kemudian dilakukan pemasangan tulangan dan bekisting, posisi keduanya harus benar-benar diperhatikan
agar pondasi sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam gambar kerja. Dilakukan pemeriksaan dan penyetelan
kembali bekisting dan tulangan sebelum dilakukan pengecoran, jika terdapat dinding-dinging bekisting yang
bocor, maka bagian tersebut diperbaiki untuk menghindarkan dari keluarnya air semen pada saat pengecoran.
Begitu juga dengan pembesian, jika terdapat bagian pembesian yang keluar dari arealnya maka dilakukan
penyetelan kembali untuk menghindarkan dari keluarnya/munculnya besi-besi tersebut pada permukaan
beton yang telah dicor.
Kunci Pembengkok dan Cara Pembengkokan Besi Merangkai Tulangan
Pekerjaan Perancah
Perancah ini dibuat agar pembentukan beton sesuai dengan keperluan dan beton dalam kondisi baik serta
sesuai dengan yang ditentukan. Pekerjaan perancah dilakukan sesuai dengan bentuk, ketinggian dimensi dari
sloof, kolom, balok, reng balok serta lisplank beton yang tertera di gambar atau disetujui oleh direksi
pengawas. Perancah yang dihasilkan harus benar-benar kuat dan kokoh untuk dapat dipergunakan. Kayu yang
digunakan harus bermutu baik, permukaannya rata dan lurus.
Pekerjaan Pengecoran
Pekerjaan pengecoran beton baru bisa
dilaksanakan setelah direksi pengawas memeriksa
dan menyetujui bekisting, tulangan, stek-stek dan
lain-lain dimana beton tulangan tersebut akan
diletakkan. Tempat-tempat yang akan dicor terlebih
dahulu harus dibersihkan dari segala kotoran-kotoran
(potongan kayu, bau, tanah dan lain-lain) dan
dibasahi dengan air semen. Kemudian dilakukan
pengecoran selapis demi selapis dan tidak boleh
menuangkan adukan dengan menjatuhkannya dari
ketinggian 1,5 m yang akan mengakibatkan
pengendapan aggregat. Kecuali untuk bagian-bagian
yang melebihi ketinggian 1,5 m maka dibuatkan
jendela-jendela pada cetakan.
Pengecoran dilakukan secara terus menerus, proses pengadukan dilakukan dengan beton K-175 dengan
perbandingan campuran 1 Pc : 2 Ps : 3 Kr sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku, yang mana
takaran adukan yang dipakai sesuai dengan takaran adukan sewaktu dilakukan pengujian beton ( mix design )
yang telah sesuai dengan speksifikasi yang ditentukan dan telah mendapat persetujuan dari direksi pengawas.
Adukan yang tidak dicor dalam jangka waktu lebih dari 15 menit setelah keluar dari mesin adukan beton dan
juga adukan yang tumpah dalam pengangkutan tidak boleh digunakan kembali. Dalam pengecoran tidak boleh
dilakukan dalam keadaan hujan.
Dalam menentukan titik awal pengecoran Kami berkoordinasi terlebih dahulu dengan direksi pengawas,
begitu juga dalam hal menentukan titik akhir pengecoran kami juga akan berkoordinasi terlebih dahulu. Pada
pengecoran lanjutan (sambungan antar beton lama dan beton baru) maka permukaan beton lama terlebih
dahulu harus dibersihkan dan dikasarkan dengan menyikat sampai agregat kasar tampak, kemudian disiram
dengan air semen.
Pekerjaan Pemadatan Beton
Selama pengecoran berlangsung dilakukan pemadatan beton dengan menggunakan vibrator beton,
dilakukan dengan baik dan hati-hati agar tidak merusak acuan maupun posisi tulangan. Tujuan dilakukan
pemadatan adalah agar beton benar-benar padat dan tidak terjadi keropos, adanya kanton udara dan arang
kotal yang dapat memperlemah kekuatan beton. Pada waktu pengecoran, vibrator beton harus dapat masuk
kedalam bekisting sehingga didapatkan pemadatan yang baik dan juga pada waktu pengecoran vibrator tidak
boleh mengenai baja tulangan yang menyebabkan perpindahan posisi tulangan.
Perawatan Beton
Setelah pengecoran beton dan pemadatan maka dilakukan
pemeliharaan beton. Beton harus dilindungi selama
berlangsung proses pengerasan terhadap matahari,
pengeringan oleh angin, hujan atau aliran air dan pengrusakan
secara mekanis atau pengeringan sebelum waktunya. Semua
permukaan beton yang terbuka harus dijaga tetap basah,
selama paling sedikit 10 (sepuluh) hari dengan menyemprotkan
air atau menggenangi dengan air pada permukaan beton
tersebut ataupun dengan menutupi permukaan beton dengan
karung goni basah.
Pembongkaran Bekisting / Perancah
Tahap selanjutnya dari pekerjaan beton bertulang ini adalah dilakukan pembongkaran bekisting beton
yang dilakukan dengan hati-hati agar permukaan beton tidak mengalami kerusakan. Bila terdapat hasil-hasil
permukaan beton yang tidak baik seperti permukaan tidak mengikuti bentuk yang ditentukan dalam gambar
kerja, munculnya pembesian pada permukaan beton dan lain-lain yang tidak memenuhi persyaratan maka
dilakukan pembongkaran beton tersebut baik itu sebagian maupun seluruhnya. Dalam pembongkaran
bekisting dan perancah ini Kami terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan direksi pengawas untuk
menentukan titik -titik mana yang bisa dilakukan pembongkaran.
Pekerjaan Finishing Beton
Setelah dibongkar acuan maka beton yang permukaannya kelihatan harus difinish dengan adukan, lubang-
lubang yang terdapat pada beton harus diisi dengan adukan. Lubang-lubang pada permukaan beton tidak
boleh lebih besar dari 3 mm, lubang-lubang yang lebih besar dari diameter 3 m tapi lebih kecil dari 20 mm
tidak melebihi 0,5 % dari permukaan beton tersebut. Jika terdapat permukaan beton yang tidak cacat maka
adukan yang digunakan untuk perbaikan harus berwarna sama dengan beton disekelilingnya.
Pekerjaan beton bertulang ini dilakukan secara bertahap, pekerjaaan sloof dikerjakan bersamaan dengan
pekerjaan pondasi. Setelah itu dilanjutkan dengan pekerjaan kolom dan tahap akhir pekerjaan beton
bertulang dilakukan pekerjaan balok dan kolom praktis yang dilakukan bersamaan dengan pekerjaan plat
lantai. Sesuai dengan yang tercantum dalam time schedulle pekerjaan.
Setelah itu dilanjutkan dengan Pasangan Pintu dan Jendela kayu Kls II setara Marsawa dengan gambar.
Bahan-bahan yang digunakan adalah bahan yang memiliki kualitas yang baik sesuai dengan yang
dipersyaratkan dalam bestek dan gambar kerja. Kami terlebih dahulu melakukan fabrikasi untuk
pintu/jendela dengan menggunakan kayu 5/14 cm (ukuran yang telah jadi dibuat), dengan ukuran dan disain
pintu/jendela sesuai gambar. Sebelum dilakukan pemasangan, pintu/jendela yang telah di fabrikasi tersebut
disimpan (diletakkan) pada ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan
terlindung dari kerusakan dan kelembaban.Konstruksi sambungan kayu harus rapi, tidak longgar ikatan
perkuatan harus menggunakan pen kayu keras yang sebelumnya bidang sambungan ini harus dilumuri dengan
lem kayu agar sambungan dapat melekat dengan baik.
Pada kozen pintu harus dilengkapi dengan angker kozen minimal 3 buah untuk kiri kanan kozen yang
melekat ketembok dan untuk jendela minimal 2 buah untuk kiri dan kanan kozen yang melekat ketembok
Kemudian setelah mendapat persetujuan dari konsultan pengawas maka dilakukan pemasangan pintu/jendela
yang dilakukan dengan baik agar menghasilkan pasangan pintu yang baik dan rapi, tanpa meninggalkan bekas
cacat pada pasangan pintu/jendela. Tetapi sebelum pintu dan jendela tersebut dipasang terlebih dahulu
dibuat alur-alur kapur, kemudian bidang tersebut diawetkan dengan Menie Kozen yang menyentuh pasangan
sesuai dengan gambar kerja agar kedudukan kozen dan dinding tidak bergeser dan merekat erat.
Pekerjaan Pasangan Kozen pada Dinding Pemasangan Angker Kozen
Kuzen harus dalam keadaan lurus, tidak melengkung, tidak ada retak yang akan menimbulkan kurangnya
ketahanan kozen dan seluruh item pekerjaan ini harus sesuai dengan gambar kerja dan mendapat persetujuan
dari direksi.
Pekerjaan pemasangan kozen ini bersamaan dengan Pasang Dinding Batu Bata.
Pasangan Dinding Batu Bata dilakukan bersamaan dengan pekerjaan pemasangan kozen pintu dan
jendela. Pasangan batu bata ½ bata dengan adukan 1 : 2 dan adukan 1 : 4 dikerjakan untuk semua dinding
yang ada pada gambar kerja. Untuk pasangan batu bata 1 : 2 dikerjakan pada dinding yang ada pada gambar
yang menggunakan symbol aduk trastram / kedap air seperti pada dinding kamar mandi dan semua dinding
yang menggunakan symbol aduk trastram / kedap air seperti pada dinding kamar mandi dan semua dinding
mulai permukaan sloof sampai ketinggian 20 cm diatas permukaan lantai. Sedangkan untuk pasangan bata 1 :
4 dikerjakan pada semua dinding selain pasangan bata 1 : 2 tersebut.
Bahan batu bata yang digunakan adalah batu bata merah ex lokal dengan kualitas sesuai dengan
spesifikasi yang ditetapkan dalam bestek dan telah disetujui oleh direksi pengawas. Yang mana batu bata
tersebut harus siku dan sama ukurannya 5 x 11 x 22 cm, sebelum digunakan bata harus direndam dulu dalam
bak air sampai jenuh ( ± 5 menit ). Kemudian batu bata dipasang, agar dinding bata yang dihasilkan rapi, rata
dan tegak lurus maka dipergunakan benang untuk mengontrol permukaan dinding bata. Setelah dipasang batu
bata, nad/siar harus dikerok sedalam 1 cm dan dibersihkan dengan sapu lidi dan kemudian disiram air.
Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap, setiap tahapan maksimum 24 lapis setiap harinya. Untuk
dinding ½ bata yang luasnya lebih besar dari 12 M2 ditambahkan kolom dan balok beton praktis. Kemudian
dibuatkan lubang pada pasangan bata yang berhubungan dengan beton (kolom) yang digunakan untuk
pemasangan stek-stek besi besi beton diameter 6 mm jarak 50 cm yang terlebih dahulu ditanam dengan baik
pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang ditanam dalam pasangan bata sekurang-kurangnya 30 cm.
Pasangan Dinding Batu Bata
Setelah pekerjaan dinding batu bata selesai dan mendapatkan persetujuan dari direksi maka dilanjutkan
dengan Pasangan Keramik Dinding uk. 20x25 cm (setara Asia Tile). Keramik sebelum dipasang, terlebih
dahulu direndam dalam air bersih sampai jenuh. Kemudian dilakukan pemasangan keramik dengan
menggunakan adukan 1 : 4. Keramik dipasang dengan baik, rapi, rata, tidak retak dan tidak bergelombang.
Jarak antara unit-unit pemasangan keramik satu sama lain (siar) harus sama lebar dan sama dalamnya, untuk
siar-siar yang berpotongan harus membentuk sudut siku yang saling berpotongan tegak lurus sesamanya.
Kemudian siar-siar diisi dengan bahan pengisi siar yang bermutu baik dari bahan yang sewarna dengan
keramiknya atau sesuai dengan petunjuk dari konsultan pengawas.
Pada bagian-bagian yang memerlukan pemotongan keramik, maka keramik tersebut dipotong dengan
menggunakan mesin pemotong keramik. Keramik yang telah terpasang tersebut selama 3 x 24 jam setelah
pemasangan dihindarkan dari sentuhan/beban dan dilindingi dari kemungkinan cacat akibat dari pekerjaan
lain. Kemudian keramik yang telah terpasang permukaannya harus dibersihkan dari segala macam noda
sehingga benar-benar bersih. Adapun pemasangan dinding keramik tersebut setinggi 1,50 m dari permukaan
lantai sesuai dengan gambar kerja.
Pemasangan Keramik menggunakan benang ukur agar rapi.
III. PEKERJAAN KAP ATAP
Rangka kuda-kuda yang digunakan pada pekerjaan ini adalah Rangka Kuda-kuda Kayu lama.
Selanjutnya dilakukan pemasangan penutup atap, atap yang digunakan adalah Atap Zincalume. Ukuran-
ukuran, letak dan disain pemasangan berpedoman pada gambar kerja dan mendapat petunjuk dari Konsultan
Pengawas. Kemudian dilanjutkan dengan memasang Perabung Zincalume. Pemasangan atap ini harus
dilakukan oleh orang yang berpengalaman agar pemasangannya rapi, apabila terjadi kebocoran setelah
pemasangan maka bagian yg bocor dibongkar dan dipasang baru.
IV. PEKERJAAN PLAFON
Pekerjaan Loteng ini meliputi pemasangan Plafond PVC beserta List Profilnya, yang mana pemasangan
dilakukan pada tempat-tempatnya dan ukuran-ukurannya berpedoman pada gambar kerja. Untuk Pemsangan
plafond triplek terlebih dahulu harus dibongkar triplek plafon lama. Bahan-bahan yang digunakan sesuai
dengan spesifikasi yang terdapat dalam bestek dan gambar kerja serta mendapat persetujuan dari konsultan
pengawas. Konstruksi rangka plafond lama, manhole lampu dan lain-lain yang akan dipasang pada permukaan
plafon.
Untuk pemotongan bahan penutup plafond (PVC) dilakukan dengan menggunakan alat potong dan setelah
pemotongan dirapikan dengan menggunakan amplas sampai halus dan rata (rapi). Setiap rangka plafond yang
dipasang harus rapi, memiliki bentuk yang sama, tegak lurus sudutnya dan tidak ada bagian yang melengkung
atau cacat-cacat lainnya. Setelah dipasang seluruh bidang plafond harus rata, waterpass, tidak ada bagian
yang bergelombang, plafond harus membentuk garis lurus yang sama tebal dan berpotongan saling tegak
lurus.
Sambungan Panel Gypsum dengan Compound
Kemudian pada pertemuan antara plafond dengan dinding dipasang list profil plafond. Letak (tempat-
tempat) pemasangan list profil plafond dipasang sesuai dengan yang terdapat dalam gambar kerja.
V. PEKERJAAN PLESTERAN
Kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan plesteran dinding, pekerjaan ini baru dapat dilaksanakan bila
pekerjaan beton dan pasangan dinding batu bata telah selesai dan telah disetujui oleh Konsultan pengawas.
Sebelum diplester terlebih dahulu pasangan dinding batu bata harus dibasahi dengan air dan siar-siar dikerok
serta dibersihkan. Untuk bahan-bahan yang digunakan memiliki kualitas yang baik sesuai dengan syarat-syarat
yang telah ditentukan dalam spesifikasi teknis dalam bestek dan gambar kerja.
Untuk beton, sebelum diplester permukaan harus dibersihkan dari sisa-sisa bekiting dan permukaan
diketre(Scratch) terlebih dahulu dan semua lubang-lubang bekas pengikat bekisting harus tertutup adukan
plester.
Terlebih dahulu dibuat pasangan kepala plesteran yang dibuat pada jarak 1 m, dipasang tegak dan
menggunakan keping-keping plywood setebal 9 mm untuk mendapatkan kerataan bidang. Ketebalan plesteran
yang dihasilkan harus sesuai dengan ketebalan plesteran yang disyaratkan dalam gambar, dengan tebal
plesteran minimum 1,5 cm. Permukaan dinding yang telah diplester harus dijaga kelembabannya dengan
membasahi plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik panas matahari langsung dengan
menutupi permukaan plesteran dengan bahan penutup yang bisa mencegah penguapan air. Hal tersebut
dilakukan agar pengeringan pleteran berlangsung wajar dan tidak terlalu tiba-tiba. Plesteran yang dihasilkan
harus rata, rapi dan tidak bergelombang.
Pekerjaan Plasteran Dinding
Untuk bagian dinding yang kedap air, pasangan batu bata dibawah permukaan tanah sampai ketinggian 20
cm diatas permukaan lantai dan afwerking beton maka digunakan adukan plesteran 1 : 2, sedangkan untuk
bagian yang tidak kedap air (bidang lainnya) maka digunakan adukan 1 : 4. Adukan 1 Pc : 3 Ps dipergunakan
untuk plesteran kanopi beton dan sudut-sudut atau pinggir dinding. Setelah dilakukan plesteran dan
perawatan pada plesteran maka sesudah plesteran berumur 8 hari dilakukan plesteran halus (acian) dengan
menggunakan campuran semen dan air. Selama 7 hari setelah pengacian selesai, kemudian kami akan selalu
menyiram dengan air permukaan dinding sampai jebuh yang dilakukan sekurang-kurangnya 2 kali setiap hari.
VI. PEKERJAAN LANTAI/KERAMIK
Pekerjaan keramik ini dilakukan kamar mandi, pekerjaan vinyl anti bakteri dilakukan pada ruangan
rawatan,dokter dan perawat.
Setelah pekerjaan lantai beton tumbuk 1 : 3 : 5 selesai dan mendapatkan persetujuan dari direksi maka
dilanjutkan dengan Pasangan Keramik Lantai. Keramik sebelum dipasang, terlebih dahulu direndam dalam
air bersih sampai jenuh. Kemudian dilakukan pemasangan keramik dengan menggunakan adukan 1 : 4.
Keramik dipasang dengan baik, rapi, rata, tidak retak dan tidak bergelombang. Jarak antara unit-unit
pemasangan keramik satu sama lain (siar) harus sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang
berpotongan harus membentuk sudut siku yang saling berpotongan tegak lurus sesamanya. Kemudian siar-siar
diisi dengan bahan pengisi siar yang bermutu baik dari bahan yang sewarna dengan keramiknya atau sesuai
dengan petunjuk dari konsultan pengawas.
Pemasangan Keramik menggunakan benang ukur agar rapi.
Pemasangan Vinyl lantai anti bakteri untuk lantai Ruangan, Vinyl anti bakteri tebal 2 mm seperti merek
setara LG berwarna dengan warna akan ditentukan kemudian, Permukaan pasangan vinyl harus datar, pada
pertemuan dinding dan lantai vinyl membentuk conus (memakai cove) dan di kunci pada dinding (memakai
capping) sambungan /join vinyl (welding) harus rata, rapi ,kuat dan tidak ada cela (bocor), Lantai ruang
(kemaik /cor beton) yang sudah rata untuk memasang vinyl dengan menggunakan lem khusus.
VII. PEKERJAAN PINTU/ JENDELA & ALAT PENGGANTUNG/ PENGUNCI
Pada pekerjaan Pintu dan Jendela ini terdiri dari Pembuatan pintu panil kayu setara kls II, pasangan daun
pintu / jendela kaca kayu kls II, pemasangan pintu folding gate, pasangan kaca tebalKuzen, Jendela
Aluminium, Ventilasi dan memasang kelengkapannya tersebut dan pemasangan kaca, Yang perlu
diperhatiakan dalam pekerjaan tersebut adalah Jaminan mutu dan kualitas bahan yang akan kita rakit,
sebelum bahan kita rakit harus mendapat persetujuan dari direksi dan pengawas lapangan, dengan
mensyahkan pada material tersebut. Bahan adalah aluminium Freming sistim bentuk disesuaikan dengan
profil dan gambar, warna ditentukan kemudian, Lebar profil 10 cm dan 4 cm tebal 0,2 mm, Pembuatan kuzen
jendela dan fentilasi dilaksankan sistim pabrikasi, (bahan yan sudah terangkai dibawa kelokasi)
Pemsanganyan baru di lokasi.
Pemasanganya sesuaikan lobang dengan kuzen pada posisi yang telah disipkan, Masukan Kuzen yang siap
dipasang ke lobang tembok dengan biji karet / kayu, atur dudukan kuzen, stel kelurusan kuzen terhadap
tembuk / dinding, Lubangi Tembok / Dinding melalui lobang kuzen denga Bor untuk tempat skrup, Masukan
Fiser kedalam lobang bor, kencangkan fiser denga obeng, Baru kita pasang daun jemdela atau Fentilasi, baru
kita pasang asesori dari pintu, engsel, tairikan dan kunci, Finisngya barui diisi celah antara kuzen den tembuk
dengan adukan semen, Perawatan menghindari cacat pada Profil aluminium yang terpasang maka berikan
pelindung sejenis isolasi karet plastik pada tempat rawan.
VIII. PEKERJAAN CAT
Pekerjaan pengecatan terdiri dari 4 item yaitu pengecatan dinding dengan cat tembok dulux, plafon
gypsum dengan cat air catylac, pengecatan plafond dan dinding partisi lambersering dengan cat impra serta
mencat kayu kuzen dengan cat minyak. Sebelum dilakukan pekerjaan pengecatan Kami terlebih dahulu akan
berkoordinasi dengan Pemberi Tugas (Owner) dan Konsultan Pengawas untuk menentukan bahan-bahan cat
dan penentuan warna yang akan dipakai. Setelah diperoleh persetujuan mengenai bahan cat barulah
dilakukan pekerjaan pengecatan. Semua bidang yang akan dicat terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran-
kotoran dan sampah-sampah yang dapat mempengaruhi daya lekat atau mutu kerja pengecatan.
Setelah dibersihkan permukaan dinding harus dipastikan benar-benar kering, bila diperlukan dilakukan
pengukuran kelembaban. Selanjutnya dilakukan pengecatan, bila terdapat bagian permukaan dinding yang
akan di cat terdapat retak, lubang dan kerusakan lainnya maka diperbaiki terlebih dahulu hingga rata dan
halus. Untuk pengecatan dinding bagian dalam diplamur terlebih dahulu lalu dicat dasar kemudian baru dicat
finish 3 kali pengecatan. Sementara untuk dinding bagian luar tidak diplamur, langsung dicat dasar. Pada
permukaan plafond, bidang plafond harus diratakan dulu menggunakan amplas dan selanjutnya di cat
sebanyak 3 lapis. Pekerjaan pengecatan ini dilakukan dengan teliti, rapi dan bersih sehingga dihasilkan
permukaan yang rata dalam warna maupun halus dalam tekstur, kuat dan tahan terhadap pengaruh yang ada
di sekelilingnya.
IX. PEKERJAAN MEKANIKAL/ ELEKTRIKAL
Pemasangan instalasi listrik dan tata letak titik lampu/stop kontak serta jenis armatur lampu yang dipakai
harus sesuai dengan gambar instalasi listrik. Sistem pemasangan pipa-pipa listrik pada dinding maupun beton
harus ditanam (sistem inbouw) dan penarikan kabel (jarinagn kabel) diatas plafon diikat dengan klem kabel
dengan jarak antar klem maksimal 50 cm dan jaringan kabel diatas plafon tersebut dimasukkan didalam pipa
PVC dilakukan bersamaan dengan pemasangan plafon selain itu penanaman pipa didinding sebagian dilakukan
bersamaan dengan pekerjaan dinding dan pekerjaan beton lantai. Dalam hal ini kabel yang digunakan adalah
kabel NTM 3 x 2.5 mm, merek supreme atau eterna. Dimana pemasangan instalasi listrik ini menggunakan
bahan/komponen-komponennya sesuai dengan sistim tegangan lokal 22o volt.
Khusus untuk instalasi stop kontak dilengkapi kabel arde (pentanahan) sesuai dengan peraturan yang
berlaku (mencapai dan terendam air tanah). Setelah pemasangan instalasi selesai baru dipasang lampu TL
yang sebelumnya telah disetujui oleh owner dan konsultan perencana, kemudian dilakukan pengujian selama
1 x 24 jam dengan beban panuh secara terus menerus. Seluruh pekerjaan kelistrikan ini harus sesuai dengan
gambar dan mendapat persetujuan dari direksi.
Pekerjaan lainnya adalah pemasangan penangkal petir dilaksanakan setelah pekerjaan kap/atap selesai
dikerjakan. Letak-letak pemasangan penangkal petir berpedoman pada gambar kerja.
X. PEKERJAAN SANITAIR
Pas. Closed Duduk
Shower mandi
Pas. Wastafel Komplet
Pas. Kran + Jet Shower
Pas. Kran Wastafel
Pek.Handrail stenlis steel (dia 1.5")
Pas. Floor Drain
Pas. Pipa PVC 3/4"
Pas. Pipa PVC 4"
Pas. Pipa PVC 3"
Semua barang pabrikan sesuai dengan spek teknis
XI. PEKERJAAN PERLENGKAPAN
Pek. Gorden Anti Bakteri (rel dan aksesoris)
Semua barang pabrikan sesuai dengan spek teknis
Demikianlah metoda pelaksanaan ini kami buat, guna memenuhi salah satu syarat teknis penawaran yang kami
ajukan. Selanjutnya kami nyatakan bahwa jika kami ditunjuk sebagai pemenang, kami bertanggung jawab sepenuhnya
untuk melaksanakan semua pekerjaan yang dipersyaratkan dalam bestek dan gambar kerja serta berita acara
penjelasan pekerjaan.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 18 March 2021 | Penggantian Jembatan Paket 1 | Kota Padang | Rp 2,837,198,900 |
| 4 May 2021 | Rehabilitasi D.I Kapar Ampu Kabupaten Pasaman Barat (Ipdmip) | Provinsi Sumatera Barat | Rp 1,900,000,000 |
| 17 March 2021 | Rehabilitasi Trotoar | Kota Padang | Rp 1,696,824,400 |
| 29 July 2020 | Pengembangan Spam Nagari Koto Baru Kecamatan IV Nagari (Dak Penugasan) | Kab. Sijunjung | Rp 1,505,000,000 |
| 22 February 2021 | Hibah Air Minum | Kab. Tanah Datar | Rp 1,000,000,000 |
| 30 December 2020 | Optimalisasi Spam Ikk Tanjung Raya Kabupaten Agam (Pasca Bencana) | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 474,179,000 |
| 22 June 2020 | D.I Sei. Alahan Panjang | Kab. Sijunjung | Rp 300,000,000 |