Putra Putra Mandiri | 10*0**0****10**3 | Rp 1,989,618,168 |
| 0738372341331000 | - | |
| 0029121837331000 | - | |
| 0016314155333000 | - | |
| 0936764893335000 | - | |
| 0841483134201000 | - | |
| 0025373481331000 | - |
PEMERINTAH KABUPATEN MERANGIN
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
Jl. Jend.Sudirman Km. 03 Bangko. (0746) 323112
KEGIATAN :
PENYELENGGARAAN JALAN KABUPATEN/KOTA
SUB KEGIATAN:
PENYUSUNAN RENCANA, KEBIJAKAN, DAN STRATEGIS PENGEMBANGAN JARINGAN
JALAN SERTAPERENCANAAN TEKNIS PENYELENGGARAAN JALAN DAN JEMBATAN
PEKERJAAN :
PENANGANAN JALAN SIMPANG SELING- MUARA JERNIH
TAHUN ANGGARAN 2025
URAIAN SINGKAT KEGIATAN/PEKERJAAN 2025
URAIAN SINGKAT KEGIATAN/PEKERJAAN
Untuk mempermudah cara kerja pelaksana di lapangan dalam rangka mendapatkan hasil
sesuai yang dipersyaratkan dalam spesifikasi dan gambar serta berdasarkan lingkup pekerjaan
yang akan diselesaikan dengan ini kami mengusulkan beberapa Metoda Pelaksanaan untuk
Pekerjaan-pekerjaan utama atau Mayor Item dan Pekerjaan-pekerjaan pendukung atau
Minor Item yang sangat mempengaruhi mutu hasil pekerjaan secara keseluruhan, antara
lain sebagai berikut :
LINGKUP PEKERJAAN
1. PEKERJAAN PERSIAPAN (DIVISI 1)
1. Mobilisasi dan Demobilisasi
2. Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK)
2. PEKERJAAN TANAH (DIVISI 3)
1. Timbunan Pilihan Dari Sumber Galian (Sirtu)
2. Penyiapan Badan Jalan
3. PEKERASAN BERBUTIR (DIVISI 5)
1. Lapis pondasi aggregat Kelas A
4. PEKERJAAN ASPAL (DIVISI 6)
1. Lapis resap pengikat-Aspal Cair
2. Laston-lapisan Antara (AC-WC)
Semua item-item pekerjaan tersebut diatas akan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan menurut
volume pekerjaan yang tersedia dalam daftar kuantitas dan harga.
I DIVISI I (PEKERJAAN PERSIAPAN)
1. PEKERJAAN MOBILISASI
1. Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan Persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi kegiatan-kegiatan pendahuluan
untuk mendukung permulaan proyek meliputi :
1.1. Pembuatan Job Mix Design
Sebelum pekerjaan utama dilaksakan terlebih dahulu dilaksakan pengambilan
sampel bahan dari quary di Sungai yang berada di lokasi setempat atau yang
berdekatan dengan lokasi tersebut, diantanya: batu, pasir dan aspal selanjutnya dibawa
ke laboratorium job Mix Formula/Job Mix Design yang akan dipakai sebagai
acuan kerja dalam pelaksanaan proyek.
URAIAN SINGKAT KEGIATAN/PEKERJAAN 2025
1.2. Kantor Lapangan dan Fasilitasnya
Tahap berikutnya penentuan lokasi basecamp,pembuatan kantor Lapangan dan
fasilitasnya dilokasi proyek dan kemudian dilanjutkan dengan mobilisasi peralatan
yang diperlukan sesuai dengan tahapan pelaksaan pekerjaan.
1.3. Pengaturan Arus Transportasi dan Pemeliharaan Terhadap Arus Lalu Lintas
Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, penganturan arus lalu lintas transportasi
dilakukan dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang memadai disetiap
kegiatan lapangan.Bila diperlukan dapat ditempatkan petugas pemberi isyarat yang
bertugas mengatur arus lalu lintas pada saat pelaksanaan.
1.4. Rekayasa Lapangan
Dengan petunjuk Direksi Teknis survey/rekayasa lapangan dilaksanakan untuk
menentukan kondisi fisik dan strucktural dari pekerjaan dan fasilitas yang ada
dilokasi pekrjaan, sehingga dimungkinkan untuk mengadakan peninjauan ulang
terhadap rancangan kerja yang telah diberikan sytem dan tatacara survey
dikordinasikan dengan direksi teknis.
15. Material dan Penyimpanan
Bahan yang akan digunakan didalam pekerjaan harus menemui spesifikasi dan
standard yang berlaku, baik ukuran,type maupun ketentuan lainnya sesuai petunjuk
Direksi Teknis. Semua material yang akan digunakan untuk proses pembuatan
Asphalt Concrete diambil dari Quary Sungai yang berada di lokasi setempat, diolah
dan dipoolkan di stone crusher/AMP pihak Direksi Teknis sewaktu-waktu dapat
mengadakan pemeriksaan terhadap lokasi stone crusher dan AMP dimaksud guna
mengetahui kondisi yang ada.
16. Jadwal Konstruksi
Jadwal kontruksi dibuat pihak kontraktor, diajukan kepada Direksi Teknis untuk
dibahas dan mendapatkan persetujuan pada saat dilaksanakan rapat pendahuluan
(Pre Construction Meeting/PCM).
1.7. Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan
Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi meliputi :
a. Alat-alat yang digunakan adalah:
1. Dump Truck 8 ton
2. Dump truck 3-4m3,6 ton
3. Asphalt finisher
4. Tandem Roller
5. Vibrator Roller
6. Wheel Loader
7. Excavator
URAIAN SINGKAT KEGIATAN/PEKERJAAN 2025
8. Motor Grader
9. Aspal Spayer
10. Water Tanker
11. Concrete Mixer
12. Generator Set
13. Compressor
14. Flat Bed Truck
1.8. Papan Nama Proyek
1. Papan Nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai proyek.
2. Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan Direksi pekerjaan
3. Bahan yang dipakai : kayu kaso, plywood, amplas, cat kayu, paku, split, cat
minyak, semen, dan lain-lain.
4. Papan nama Proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan.
5. Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek.
2. Relokasi Utilitas dan Pelayanan anatara lain:
Relokasi Utilitas untuk telkom, PDAM, LISTRIK serta utilitas umum lainnya melalui
beberapa tahapan :
a. Pendapatan terhadap sarana yang masuk dalam ketentuan relokasi yang sudah
ditetapkan
b. Pelaporan terhadap Depertemen terkait
c. Pemindahan Utilitas setelah mendapatkan persetujuan dari depertemen terkait
2. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK)
Dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan atau peningkatan jalan setiap tahapan
pekerjaan yang akan dilaksanakan mulai dari awal sampai dengan akhir kegiatan di lapangan
diusahakan agar pekerja dan pengguna jalan aman. Ada beberapa hal yang perlu di siapkan untuk
keselamatan dan kesehatan kerja ddiantaranya :
1. Penyiapan dokumen penerapan SMKK
Rencana keselamatan kerja di tuangkan dalam dokumen rencana keselamatan kerja,
selanjutnya pembuatan prosedur dan instruksi kerja serta ppenyiapan formulir K3.
URAIAN SINGKAT KEGIATAN/PEKERJAAN 2025
2. Sosialisasi, Promosi dan Pelatihan
Induksi Keselamatan Konstruksi (Safety Induction), Pengarahan Keselamatan Konstruksi
(Safety Briefing), Simulasi Keselamatan Konstruksi, Spanduk (Banner) dan Papan Informasi
Keselamatan Konstruksi.
3. Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri
- Topi pelindung (Safety Helmet)
- Sarung tangan (Safety Gloves)
- Sepatu keselamatan (Safety Shoes, rubber safety shoes and toe cap)
- Rompi keselamatan (Safety Vest)
4. Asuransi dan Perizinan terkait Keselamatan Konstruksi
- Asuransi (Construction All Risk/CAR)
5. Fasilitas, Sarana dan Prasarana dan Alat KesehatanPeralatan P3K
6. Rambu dan Perlengkapan lalu lintas yang diperlukan atau manajemen lalu lintas Rambu yang di
buat diantaranya, rambu petunjuk, rambu larangan, rambu peringatan dan rambu kewajiban.
II. DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH GEOSINTETIK
A. TIMBUNAN PILIHAN DARI SUMBER GALIAN (SIRTU)
Timbunan yang diklasifikasikan sebagai timbunan pilihan harus terdiri dari bahan
tanah atau batu yang memenuhi semua ketentuan di atas level timbunan biasa dan sebagai
tambahan harus memiliki sifat-sifat tertentu yang tergantung dari maksud
penggunaannya, seperti diperintahkan atau disetujui oleh Direksi pekerjaan.Dalam segala
hal, seluruh timbunan pilihan harus, bila di uji sesuai dan memiliki CBR paling sedikit
10% setelah 4 hari perendaman bila dipadatkan sampai 100% kepadatan kering
maksimum.
Pekerjaan Urugan pilihan dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut :
1. Pengangkutan Material
Pengangkutan Material Urugan pilihan kelokasi pekerjaan menggunakan dump truck dan
loadingnya dilakukan dengan menggunakan wheel loader. Pengecekan dan pencatatan
volume material dilakukan pada saat penghamparan agar tidak terjadi kelebihan material
disatu tempat dan kekurangan material ditempat lain.
2. Penghampara Material
Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan motor grader dalam tahap
penghamparan ini harus diperhatikan hal-hal berikut :
a. Kondisi cuaca yang memungkinkan
b. Panjang hamparan pada saat setiap section yang didapatkan sesuai dengan kondisi
lapangan. Lebar penghamparan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan tebal
penghamparan sesuai dengan spesifikasi, semua tahapan pekerjaan hamparan dan
tebal hamparan berdasarkan petunjuk dan persetujuan dari Direksi Pekerjaan.
c. Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi yang ditetapkan.
URAIAN SINGKAT KEGIATAN/PEKERJAAN 2025
3. Pemadatan Material
Pemadatan dilakukan dengan menggunakan Vibro Roller, dimulai dari bagian tepi ke
bagian tengah.Pemadatan dilakukan berulang jika dimungkinkan untuk mendapat hasil
yang maksimal dengan dibantu alat water tank untuk membasahi material timbunan
pilihan dan diselingi dengan pemadatan dengan menggunakan Vibro Roller.timbunan pilihan
dipadatkan mulai dari tepi luar dan bergerak menuju ke arah sumbu jalan sedemikian
rupa yang sama. Bilamana memungkinkan, lalu lintas alat-alat konstruksi harus terus
menerus divariasi agar dapat menyebarkan pengaruh usaha pemadatan dari lalu lintas
tersebut.
B. PENYIAPAN BADAN JALAN
- Pertama motor grader membentuk permukaan tanah, kemudian di check Mal datar
untuk memeriksa ketepatan pekerjaan. Mal datar sepanjang 3 m diletakkan pada
permukaan jalan sejajar dan tegak lurus terhadap garis sumbu jalan, variasi permukaan
yang ada tidak melampaui 12 mm.
- Kemudian Vibro Roller memadatkan permukaan yang telah dibentuk oleh Motor
Grader.
Kepadatan sekurang – kurangnya 95 - 100% dari kepadatan kering maksimum dan pada
berada pada - 3% atau + 1 dari kadar air optimum di laboraturium, Serta CBR minimum 6
%.
- Bila tanah dalam keadaan kering, maka tanah disiram air dengan water tanker untuk
mendapatkan kadar air optimum ( atau mendekati Optimum ).
- Disamping itu sekelompok pekerja membantu meratakan permukaan tanah dengan alat
bantu . Pekerjaan Penyiapan Badan Jalan adalah penyiapan badan jalan hasil dari galian
tanah dasar diratakan dan dipadatkan dengan Vibro Roller sesuai dengan petunjuk
Direksi. Dan sekelompok pekerja akan membantu meratakan badan jalan dengan alat
bantu setelah itu di tes.
URAIAN SINGKAT KEGIATAN/PEKERJAAN 2025
4. DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR
Pekerjaan ini harus meliputi pemasokan, pengangkuatn, Penghamparan dan pemadatan bahan
untuk pelaksanaan lapis pondasi jalan Tanpa penutup aspal dan suatu lapis permukaan
sementara pada permukaan tanah dasar atau lapis pondasi bawah yang telah
disiapkan.Pemasokan bahan akan mencakup , jika perlu, pemecahan, pengayakan,
pencampuran dan operasi- operasi lainnya yang diperlukan, untuk memperoleh bahan yang
memenuhi ketentuan dari spesifikasi ini.
A. LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS A
Untuk pelaksanaan pekerjaan rapis pondasi aggregal kelas A ini dilaksanakan sesudah
pelaksanaan lapis pondasi aggregat kelas B.
Lapis pondasi Agregat Kelas A adalah mutu Lapis pondasi Atas untuk lapisan di bawah
lapisan beraspal. Lapis pondasi Agregat Kelas A mempunyai 100 % berat agregat kasar
dengan angularitas 95/90*
Pekerjaan Lapis pondasi Aggregat Keras A dengan prosedur sebagai berikut:
a. Pengangkutan Material
Pengangkutan Material Base A kelokasi pekerjaan menggunakan Dump truck dan loadingnya
dilakukan dengan menggunakan wheel loader. Pengecekan dan pencatatan volume material
dilakukan pada saat tiap dilokasi pekerjaan sebelum material di stack.
Material diturunkan dengan jarak dan volume tertentu untuk memudahkan pada saat
penghamparan agar tidak terjadi kelebihan material disatu tempat dan kekurangan material
ditempat lain.
b. Penghamparan Material
Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan Motor Grader dalam tahap
penghamparan ini harus diperhatikan hal-hal sebagai berikui :
a. Kondisi cuaca yang memungkinkan
b. Panjang hamparan pada saat setiap section yang dipadatkan sesuai dengan kondisi
lapangan. Lebar penghamparan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan tebal
penghamparan sesuai dengan spesifikasi
c. Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi yang telah ditetapkan'
c. Pemadatan Material
Pemadatan dilakukan dengan menggunakan vibrator Roller, dimulai dari bagian tepi ke bagian
tengah.
Dasar Perhitungan Untuk Analisa Harga Satuan
• Asumsi :
o Pelaksanaan ini menggunakan alat berat {secara mekanik)
o Lokasi pekerjaan sepanjang jalan
o Material aggregat kelas A dicampur di Lokasi Pengambilan Material
URAIAN SINGKAT KEGIATAN/PEKERJAAN 2025
o Prosedur Pelaksanaan :
o Pencampuran aggregat kelas A dicampur di Base Camp dengan menggunakan alat
Wheel Loader
o pengisian aggregat kelas A ke Dump Truck dilaksanakan dengan memakai alat Wheel
Loader
o Pengangkutan material aggregat kelas A dilaksanakan dengan Dump Truck
o Penghamparan material aggregat kelas A dengan menggunakan alat Motor Grader
o Hamparan aggregat dibasahi dengan wcter Tank Truck sebelum dipadatkan dengan
Tandem Roller
o Operasi penggilasan harus dimulai dari sepanjang tepi dan bergerak sedikit demi
sedikit ke arah sumbu jalan dalam arah memanjang. Pada bagian yang
ber”superelevasi”, penggilas harus dimulai dari bagian yang rendah dan bergerak
sedikit demi sedikit demi sedikit ke bagian yang lebih tinggi. Operasi penggilasan
harus dilanjutkan sampai seluruh bekas roda mesin gilas hilang dan lapis tersebut
terpadatkan secara merata.
o Selama pemadatan, sekelompok pekerjaan akan merapikan tepi hamparan dan level
permukaan dengan menggunakan alat bantu.
B. LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS A
Untuk pelaksanan pekerjaan lapis pondasi agregat kelas A ini dilaksanakan sesudah
pekerjaan penyiapan badan jalan selesai dan sudah disetujui oleh Direksi Lapangan. Lapis pondasi
Agregat kelas A adalah untuk Lapis Pondasi Bawah. Lapis pondasi Agregat kelas A yang berasal
dari kerikil mempunyai 60% berat Agregat kasar dengan agnularitas 95/90*
Pekerjaan Lapis Pondasi Agregat kelas A dengan prosedur sebagai berikut :
a. Pengangkutan Material
Pengangkutan material Base A kelokasi pekerjaan menggunakan dump truck dan
loadingnya dilakukan dengan menggunakan wheel loader. Pengecekan dan pencatatan volume
material dialakukan pada saat penghamparan agar tidak terjadi kelebihan disatu tempat dan
kekurangan material ditempat yang lain.
URAIAN SINGKAT KEGIATAN/PEKERJAAN 2025
b. Penghamparan Material
Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan Motor Grader dalam tahap
penghamparan ini harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Kondisi cuaca yang memungkinkan
b. Panjang hamparan pada saat setiap section yang dipadatkan sesuai dengan kondisi
lapangan.Lebar penghamparan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan tebal
penghamparan sesuai dengan spesifikasi.
c. Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi yang telah ditetapkan
c. Pemadatan Material
Pemadatan dilakukan dengan menggunakan Vibro Roller dan PTR, Dimulai dari
bagian tepi ke bagian tengah. Setelah pemadatan selesai alat pemadatan dipindahkan kejalur
sebelahnya dengan over leving 1/8 panjang drum dan seterusnya hingga mencapai areal
pemadatan.pemadatan dilakukan dengan jumlah passing sesuia dengan hasil trial compaction.
• Prosedur pelaksanan :
Pencampuran agregat kelas B dicampurkan di base Camp dengan menggunakan alat
Wheel loader
Pengangkutan material agregat kelas B dengan menggunakan alat Motor Grader
Hamparan agregat dibasahi dengan Water Tank Truck sebelum dipadatkan dengan Tandem
Roller
Selama pemadatan, sekelompok pekerjaan akan merapikan tepi hamparan dan level
permukaan dengan menggunakan alat batu
URAIAN SINGKAT KEGIATAN/PEKERJAAN 2025
5. DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
A. LAPIS RESAP PENGIKAT ( PRIME COAT ) – Aspal Cair/Emulsi
Maksud dan Tujuan
Pekerjaan prime coat adalah pekerjaan pelaburan permukaan perkerasan agregat yang
akan dilapisi perkerasan aspal baru dengan bahan perekat (prime coat), dengan tujuan
agar terjadi ikatan antara permukaan lapis pondasi agregat dengan lapis hotmix baru.
Pelaksanaan:
- Sebelum penyemprotan dimulai, debu dan bahan kotoran disingkirkan terlebih dahulu
dari permukaan dengan memakai sikat mekanis atau semprotan angin (air compressor) atau
kombinasi kedua-duanya, jika belum bersih harus dibersihkan lagi dengan sapu baja.
- Penyemprotan dilakukan dengan cara sedemikian rupa agar tidak menganggu lalu
lintas dan memungkinkan lalu lintas satu arah tanpa merusak hasil pekerjaan.
- Pembersihan dilanjutkan/melewati 20 cm dari tepi bidang yang akan disemprot. Jika ada
tonjolan benda asing atau lainnya harus segera disingkirkan dari permukaan dengan
memakai penggaruk baja atau cara lainnya yang disetujui pengawas.
- Panjang permukaan yang akan disemprot oleh setiap lintasan penyemprot harus diukur dan
ditandai.
- Permukaan yang akan disemprot harus benar-benar kering.
- Asphalt sprayer harus mulai bergerak tak boleh kurang 5 meter di muka daerah yang
disemprot dengan demikian kecepatan jelajahnya tepat sesuai ketentuan bila batang semprot
mencapai lembaran kertas, dan kecepatan ini harus tetap dipertahankan sampai melalui titik
akhir dari pemakaian bahan pengikat dan sisa prime coat dalam tangki tidak boleh kurang
dari 10 % dari kapasitas tangki.
- Ketentuan jumlah penyemprotan prime coat dan komposisi material yang dipergunakan
harus mengikuti Spesifikasi.
URAIAN SINGKAT KEGIATAN/PEKERJAAN 2025
B. Lapis Perekat ( TACK COAT ) – Aspal Cair/Emulsi
Maksud Dan Tujuan:
Pekerjaan Lapis perekat meliputi: penyiapan material, tenaga kerja, peralatan, pengaturan dan
pengamanan lalu lintas, pembersihan permukaan yang akan di Tack Coat. Pelaksanaan pekerjaan
ini adalah dengan pelaburan permukaan perkerasan yang akan dilapisi perkerasan aspal baru atau
aspal lama dengan bahan perekat (Tack coat), hal ini diperlukan untuk mengikat antara lapis
permukaan lama dengan lapis permukaan baru.
Pelaksanaan:
• Sebelum penyemprotan dimulai, debu dan bahan kotoran disingkirkan terlebih
dahulu dari permukaan dengan memakai sikat mekanis atau semprotan angin (air
compressor) atau kombinasi kedua-duanya, jika belum bersih harus dibersihkan lagi
dengan sapu baja.
• Penyemprotan dilakukan dengan cara sedemikian rupa agar tidak menganggu
lalu lintas dan memungkinkan lalu lintas satu arah tanpa merusak hasil pekerjaan
• Pembersihan dilanjutkan/melewati 20 cm dari tepi bidang yang akan disemprot, jika ada
tonjolan benda asing atau lainnya harus disingkirkan dari permukaan dengan memakai
penggaruk baja atau cara lainnya yang disetujui Direksi
• Panjang permukaan yang akan disemprot oleh setiap lintasan penyemprot harus
diukur dan ditandai
• Permukaan yang akan disemprot benar-benar harus kering dan bersih
• Asphalt sprayer mulai bergerak tak boleh kurang 5 meter di muka daerah yang disemprot
dengan demikian kecepatan jelajahnya tepat sesuai ketentuan bila batang semprot
mencapai lembaran kertas dan kecepatan ini harus tetap dipertahankan sampai melalui
titik akhir dari pemakaian bahan pengikat
• Penyemprotan segera dihentikan jika ternyata ada ketidaksempurnaan peralatan semprot
pada saat beroperasi dan penyemprotan ulangan sama sekali tak diperkenankan sebelum
diadakan pekerjaan perbaikan alat
URAIAN SINGKAT KEGIATAN/PEKERJAAN 2025
C. LASTON – LAPIS ANTARA (AC – WC)
Tahapan pekerjaan ini harus sudah selesainya pekerjaan lapis aus aspal beton (AC –
WC) dilaksanakan dan sudah mendapat persetujuan dari Direksi Lapangan. Pekerjaan ini
mencakup pengadaan, penghamparan, pemadatan di atas permukaan jalan yang telah
disiapkan sesuai dengan persyaratan.
1. Tahap Pelaksanaan
Persiapan Lapangan
• Pembersihan Lapangan / lokasi pekerjaan dengan Air compressor.
• Pekerjaan Marking batas – batas yang akan di lakukan penghamparan.
• Pekerjaan Tack Coating/Prime Coating.
Sebelum dihampar :
• Cek Suhu Hot Mix (130 - 150 ºC), bila suhu <125ºC maka hot mix tidak
dipakai/rejected atau ditentukan lain sesuai spesifikasi teknis.
Proses Penghamparan :
• Alat harus dalam kondisi siap operasi di site sebelum hot mix sampai di lokasi.
• Aspal dihampar pada jalan yang telah selesai dilapis Lapis Resap Pengikat atau
biasa disebut Prime Coat. Material yang digunakan mempunyai spesifikasi yang
telah ditentukan oleh Direksi Pekerjaan.
• Material Aspal diangkut dari AMP dengan menggunakan Dump Truck. Bak
Dump Truck harus terbuat dari metal dan harus bersih dari kotoran dan pada bagian
atas Dump Truck ditutup rapat dengan terpal yang terbuat dari kain dan lahan
terhadap air, agar material tidak melekat pada bak Dump Truck dan tidak cepat
turun suhunya.
• Dari Dump Truck material Aspal dicurahkan ke Aspal Finisher yang dilengkapi
dengan carang curah dan ulir-ulir pendisiribusian, menempalkan material secara
merata didepan batang perata yang dapat distel. Dalam penghamparan selalu
diikuti tenaga surveyor dan Direksi Pekerjaan, agar dapat mengontrol ketebalan
dan kemiringan penghamparan.
• Penghamparan hotmix dilaksanakan menggunakan Asphalt Finisher,
dihamparkan pada permukaan yang telah disetujui, diratakan dan ditempa
sesuai dengan kelandaian dan elevasi yang ditentukan serta dilaksanakan
sesuai dengan ketentuan lebar dan ketebalan dalam gambar, dengan suhu
penghamparan 130 °C dan 150 °C.
2. Pemadatan Awal (Breakdawn Rolling) menggunakan Tandem Roller.
Pemadatan awal dilaksanakan sedekat mungkin dengan mesin penghampar. Pemadatan
awal dilakukan pada saal temperatur 125 0C - l45 0C atau sekiiar 0-I0 menit setelah
URAIAN SINGKAT KEGIATAN/PEKERJAAN 2025
penghamparan. Pemadatan ini dilakukan dengan menggunakan Tandem Roller dengan
jumlah lintasan sesuai dengan hasil lrial campection uniuk masing-masing jenis laporan
perkerasan.
3. Pemadatan Sekunder (lntermediale Ralling) menggunakan PTR
Pemadatan skunder dilaksanakan sedekat mungkin dengan mesin penghampar.
Pemadatan skunder dilakukan pada saat temperatur 100 0C – 125 0C atau sekitar 0 – 10 menit
setelah penghamparan. Pemadatan ini dilakukan dengan menggunakan Tandem Roller
dengan jumlah lintasan sesuai dengan hasil trial compection untuk masing-masing jenis
lapisan perkerasan.
4. Akhir (Finish Rolling) menggunakan Tandem Roller
Pemadatan akhir dilaksanakan sedekat mungkin dengan mesin penghampar. Pemadatan
akhir dilakukan pada saat suhu > 95 0C atau sekitar > 45 menit setelah penghamparan.
Pemadatan ini dilakukan dengan menggunakan Tandem Roller dengan Jumlah lintasan
sesuai dengan hasil trial compection untuk masing-masing jenis lapisan perkerasan.
Pembersihan Akhir
Setelah semua Pelaksanaan pekerjaan selesai maka kontraktor akan melakukan pembersihan akhir
dimana barak kerja, kantor direksi dan lain-lain akan di bongkar dan diangkut ke luar lokasi menurut
petunjuk direksi. Pembersihan ini dikerjakan pada semua lini yang terjadi akibat efek dari
pelaksanaan pekerjaan. Pihak pelaksana bersama-sama konsultan pengawas/Direksi, PPTK dan
KPA melakukan serah terima pekerjaan. Dalam jangka waktu masa pemeliharaan selama waktu
180 hari segala sesuatu yang terjadi dari hasil pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana
dan harus dilakukan perawatan.
PPK BIDANG BINA MARGA
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN
PENATAAN RUANG
KABUPATEN MERANGIN
ARIYA ASGHARA, ST.MT
Nip. 19780911 200312 1006