| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0700310238831000 | Rp 198,040,650 | 87 | 90 | - | |
| 0028568046803000 | - | - | - | tidak menghadiri undangan pembuktian kualifikasi | |
| 0908684202831000 | - | - | - | - | |
| 0748544491833000 | - | - | - | - | |
| 0316679810831000 | - | - | - | - | |
| 0925787004822000 | - | - | - | - | |
| 0028101541803000 | - | - | - | - | |
| 0026591073833000 | - | - | - | - | |
CV Intim General Consultama | 09*4**5****31**0 | - | - | - | - |
| 0014612634831000 | - | - | - | - | |
| 0809589914805000 | - | - | - | - | |
| 0754971752831000 | - | - | - | - | |
| 0748343886803000 | - | - | - | - | |
| 0025734435831000 | - | - | - | - | |
| 0759232929831000 | - | - | - | - | |
PT Global Madanindo Konsultan | 0028216703805000 | - | - | - | - |
| 0314755570833000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
REVIU PERENCANAAN JEMBATAN PARANGISI
1. Latar belakang
Jalan dan jembatan sebagai bagian dari sistim transportasi darat
mempunyai peranan sangat penting dalam mendukung bidang ekonomi,
sosial dan budaya serta lingkungan yang dikembangkan melalui pendekatan
penembangan wilayah agar tercapai keseimbangan dan pemerataan
pembangunan antar daerah. Disamping itu pembangunan prasarana
transportasi darat khususnya jembatan dapat memperkokoh kesatuan dan
persatuan nasional, untuk memantapkan pertahanan dan keamanan nasional,
serta membentuk struktur ruang dalam rangka memberikan sasaran
pembangunan nasional dalam menuju masyarakat yang adil dan sejahtera,
sebagaimana yang diamanatkan dalam UU 38 Tahun 2004 tentang jalan.
Kebijakan pemerintah dalam upaya mempercepat program
pembangunan prasarana transportasi darat khususnya jembatan diarahkan
pada standarisasi bangunan atas, baik dengan cara menyediakan stok
komponen bentang standar maupun penyediaan standar konstruksi jembatan
yang kemudian dapat dibuat dilapangan. Teknologi pembangunan jembatan
telah mengalami perkembangan yang pesat dari tahun ketahun mulai dari
peraturan perencanaan, teknologi bahan (beton, baja, kabel) teknologi
perencanaan pelaksanaan, pemeliharaan sampai teknologi rehabilitasi.
Sehingga penguasaan teknologi jembatan tersebut mutlak dibutuhkan untuk
pembangunan jembatan, baik jembatan standar atau sederhana maupun
jembatan dengan teknologi khusus, demikian juga untuk pembangunan
jembatan didaerah perkotaan dengan kondisi lahan yang terbatas dengan
lalulintas yang harus tetap operasional.
Dikabupaten morowali Utara bayak terdapat sungai-sungai kecil yang
belum maupun sudah dibangun jembatan. Sungai yang belum maupun yang
sudah dibangun jembatan perlu adanya pembangunan maupun pergantian
jembatan untuk menghubungkan transportasi darat sehingga lalu lintas
menjadi lancar.
Sesuai tugas dan fungsinya, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan
Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Daerah Kabupaten Morowali
Utara mempunyai tugas untuk melakukan perencanaan teknik (DED)
Jembatan.
Dalam melakukan perencanaan teknik (DED) Jembatan standar harus
memenuhi Kriteria Dasar Perencanaan Teknis sebagai berikut :
a) Kekuatan unsur Struktural dan Stabilitas Keseluruhan.
Setiap unsur harus mempunyai kekuatan memadai untuk menahan
beban batas ultimate dan struktur sebagai kesatuan dari setiap unsur
harus stabil pada pembebanan tersebut.
b) Kelayanan Struktur.
Struktur harus berada dalam keadaan layanan pada beban batasan
layanan. Hal ini berarti bahwa struktur tidak boleh mengalami retakan,
lendutan atau getaran sedikitpun rupa sehingga masyarakat menjadi
khawatir atau jembatan menjadi tidak layak untuk digunakan.
c) Kesesuaian
Tipe struktur yang dipilih harus sesuai dengan lingkungan, kondisi
alam dan lokasi jembatan terutama untuk duplikasi jembatan harus
diperhatikan bangunan atas dan bawah dari jembatan Existing.
d) Kemudahan Pelaksanaan
Konstruksi harus mudah dilaksanakan sesuai dengan metode
konstruksi yang tersedia, sehingga metode yang sulit dilaksanakan
dapat menyebabkan keterlambatan dan peningkatan biaya.
e) Ekonomis
Rencana termurah yang sesuai dengan pendanaan dan factor-faktor
utama lainya adalah yang umumnya terpilih. Penekanan harus
diberikan pada biaya umur total struktur yang mencakup biaya
pemeliharaan dan pembangunan.
f) Bentuk Estetika
Struktur jembatan harus menyatu dengan alam sekitarnya dan
menyenangkan untuk dilihat. Biasanya semakin tinggi nilai estetika
struktur jembatan semakin tinggi biaya yang akan dipergunakan.
2. Maksud dan Tujuan
a. Maksud
Mendukung program pembangunan infrastruktur prasarana transportasi
darat khususnya pembangunan jembatan yang memadai sebagai
penghubung antar Desa dengan tersedianya perencanaan jembatan yang
sesuai dengan kriteria perencanaan teknis (DED).
b. Tujuan
Mendapatkan dokumen perencanaan teknis (DED) dan dokumen lelang
sesuai dengan kondisi daerah
3. Sasaran
Sasaran yang hendak dicapai sebagai hasil dari layanan konsultasi ini adalah
sebagai berikut :
a. Jembatan yang akan direncanakan dapat memperlancar arus lalu lintas
dan tetap dalam kondisi yang baik
b. Jembatan yang akan direncanakan mampu meningkatkan kemampuan
teknis perencanaan.
4. Lokasi kegiatan
Lokasi kegiatan di Desa Parangisi Kecamatan Mamosalato Kabupaten
Morowali Utara.
5. Lingkup kegiatan
Lingkup pekerjaan yang ditangani oleh konsultan dapat dikelompokan dalam
kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1. Pengumpulan data lapangan
a. Survey Investigasi
Melakukan survey lokasi jembatan yang akan direncanakan, lokasi
awal dan akhir dari pemeriksaan dicatat dengan jelas dan semua data
yang diperoleh dicatat.
b. Inventarisasi
Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mendapatkan data umum
mengenai kondisi jembatan yang bersangkutan. Data-data yang
diperoleh dalam pemeriksaan ini adalah sebagai berikut :
1. Study Geometrik :
Mengidentifikasi/memperkirakan secara tepat penerapan
design geometrik (alinemen horizontal dan vertical) dengan
melakukan pengukuran secara sederhana dan benar (jarak,
ajimut, kemiringan dengan helling meter) dan membuat
sketsa desain alinemen horizontal maupun vertical.
Didalam penarikan perkiraan desain alinemen horizontal dan
vertical harus sudah diperhitungkan dengan cermat
sesuaidengan kebutuhan perencanaan untuk lokasi-lokasi
galian dan timbunan.
Dilapangan harus diberi/dibuat tanda-tanda berupa patok
dan tanda banjir dengan diberi tanda bendera sepanjang
daerah rencana untuk memudahkan tim pengukuran, serta
pembuatan foto-foto penting untuk pelaporan dan panduan
dalam melakukan survey detail selanjutnya.
Dari hasil survey recon ini secara kasar harus sudah bisa
dihitung perkiraan volume pekerjaan yang akan timbul serta
biasa dibuatkan perkiraan rencana sederhana dan
diharapkan dapat mendekati final desain.
2. Study Topografi
Menentukan awal dan akhir pengukuran serta pemasangan
patok diawal dan akhir proyek.
Mengamati kondisi topografi
Mencatat daerah-daerah yang akan dilakukan pengukuran
khusus serta, morpologi dan lokasi yag perlu dilakukan
perpanjangan koridor.
Membuat rencana kerja untuk survey detail pengukuran.
Menyarankan posisi patok Bench Marck (BM) pada
lokasi/titik yang akan dijadikan refrensi.
3. Study Rencana Jembatan
Menentukan dan memperkirakan total panjang, lebar, kelas
pembebanan jembatan, type konstruksi, dengan
pertimbangan terkait dengan LHR, estetika, lebar sungai,
kedalaman dasar sungai, profil sungai/ada tidaknya palung,
scouring vertical/horizontal, jenis material banguanan atas
yang tersediadan paling efisien.
Menentukan dan memperkirakan ukuran dan bahan type
abutmen, pilar, pondasi, bangunan pengamanan (bila
diperlukan) dengan memperkirakan lebar dan kedalaman
sungai, sifat tebing, sifat aliran, endapan/sedimentasi
material, benda hanyutan, scouring yang pernah terjadi.
Memperkirakan elevasi muka jembatan dengan
mempertimbangkan MAB (banjir), MAN (normal), MAR
(rencana) dan banjir terbesar yang pernah terjadi
Menentukan dan memperkirakan lokasi jembatan dengan
mempertimbangkan situasi dan kondisi sekitar lokasi, profil
sungai, arah arus/aliran sungai, scouring, segi ekonomi,
social, estetika yang terkait dengan alinemen jalan,
kecepatan lalulintas rencana, jembatan darurat, pembebanan
tanah timbunan dan quarry.
Dari hasil survey recon ini secara kasar harus sudah bisa
dihitung perkiran volume pekerjaan yang akan timbul serta
bisa dibuatkan perkiraan rencana biaya secara sederhana
dan diharapkan dapat mendekati final desain.
4. Study Hidrologi
Mengamati kondisi tanah pada daerah tangkapan
sehubungan dengan bentuk dan kemiringanyang akan
mempengaruhi pola aliran.
Mengamati tata guna lahan
Mengiventarisasi bangunan drainase exsisting
Melakukan pemotretan pada lokasi-lokasi penting
Membuat rencana kerja untuk survey detail
Mengamati karakter aliran sungai/morfologi yang mungkin
berpengaruh terhadap konstruksi dan saran-saran yang
diperlukan untuk menjadi pertimbangan dalam perencanaan
berikut.
c. Survey Pengukuran
6. Peralatan dan Material dari Penyedia Jasa Konsultasi
No. Peralatan Jumlah Kondisi
1 GPS 1 Baik
2 Theodolite 1 Baik
3 Alat Boring 1 Baik
4 Meter Roll 2 Baik
5 Kompas 1 Baik
6 Komputer 2 Baik
7 Printer A3 1 Baik
8 Printer A4 1 Baik
7. Keluaran
1. Laporan pndahuluan
Laporan pendahuluan terdiri dari :
- Data umum kondisi jembatan yang direncanakan
- Metode survey lokasi jembatan yang direncanakan
2. Laporan akhir
Laporan Akhir terdiri dari :
- Gambar
- Spesifikasi teknis
- Engeener Estemate
Kolonodale, 19 Mei 2023
Pejabat Penandatangan Kontrak
Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang
Perumahan dan Kawasan Permukiman Daerah
Kab. Morowali Utara
DARWIN LION, ST
NIP.19880818 201903 1 005