Jasa Konsultansi Spesialis - Jasa Pembuatan Peta ; Jasa Konsultansi Pembuatan Peta Citra (Resolusi Sangat Tinggi Setara Skala 1 : 1000) - (Asistensi Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Perangkat Daerah Bidang Kewilayahan)

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 17611168
Date: 30 April 2024
Year: 2024
KLPD: Kab. Musi Banyuasin
Work Unit: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
Procurement Type: Jasa Konsultansi Badan Usaha Non Konstruksi
Method: Seleksi - Prakualifikasi Dua File - Kualitas dan Biaya
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 400,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 399,986,400
Winner (Pemenang): PT Sawerigading Multi Kreasi
NPWP: 021737010404000
RUP Code: 51163203
Work Location: Lais, Sungai Keruh, Jirak, Plakat Tinggi - Musi Banyu Asin (Kab.)
Participants: 15
Applicants
Administrative Score (SA)Reason
0021737010404000Rp 395,104,50079.2983.43-
0022652663541000---Terdapat kesamaan data NPWP: 24.408.086.7-542.000 pada PT CITRA BINTANG MATARAM
0315392357542000---Terdapat kesamaan data NPWP: 24.408.086.7-542.000 pada CV. Madani Callysta Saibuyun
0032111197014000----
0014218218424000----
CV Citra Data Indonesia
06*1**5****06**0---Tidak lulus ambang batas.
0025470634307000---Tidak Memiliki Sertifikat badan Usaha SBU Pemetaan dengan Sub KlasifikasiLayanan Penginderaan Jauh/Fotogrametri yang masih berlaku.
0401941398542000---Tidak lulus ambang batas
0955221122603000---Tidak lulus ambang batas.
0315702746429000---Tidak Memiliki Sertifikat badan Usaha SBU Pemetaan dengan Sub KlasifikasiLayanan Penginderaan JauhFotogrametri yang masih berlaku.
0731949707403000---Tidak dapat menunjukan bukti dokumen kualifikasi asli (Memiliki Sertifikat badan Usaha SBU Pemetaan dengan Sub KlasifikasiLayanan Penginderaan JauhFotogrametri yang masih berlaku)
0032688483444000----
0849077599605000----
0015147242331000----
0957836307323000----
Attachment
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN                              
             JASA KONSULTANSI PEMBUATAN  PETA CITRA                       
           (RESOLUSI SANGAT TINGGI SETARA SKALA 1:1000)                   
                                                                          
                                                                          
                                                                          
1. PENDAHULUAN                                                            
                                                                          
    Di era Teknologi informasi dan komunikasi berbasis digital sekarang ini, kandungan
informasi yang dikaitkan dengan aspek lokasi merupakan hal yang sangat strategis saat.
                                                                          
Informasi ini sangat diperlukan, baik untuk kepentingan penyusunanan rencanan dalam
                                                                          
pengambilan keputusan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Terdorong oleh begitu
pesatnya penggunaan platform digital dalam menyajikan dan menyampaikan berbagai
                                                                          
informasi, pembangunan materi informasi berbasis geospasial perlu dibangun secara
komprehensif dan sistematis. Pengertian komprehensif di sini adalah informasi tersebut
                                                                          
memiliki banyak tema yang mencakup kebutuhan dari masyarakat umum maupun  
kepentingan pemerintah atau lembaga usaha lainnya. Sistematis mengandung arti harus
                                                                          
terbangun agar memiliki informasi yang tepat, konsisten, dan ter-update setiap ada
                                                                          
perubahan. Karena basisnya adalah geospasial, yakni menyangkut aspek ruang muka
bumi, upaya pembangunan informasi ini perlu memenuhi kaidah pemetaan terutama
                                                                          
pada tahapan akuisisi data spasial. Di sisi lain, pembangunan informasi berbasis
geospasial membutuhkan kelengkapan konten informasi yang harus dibangun. Dalam
                                                                          
istilah sistem informasi geografis, konten informasi ini merupakan attribute atau deskripsi
                                                                          
dari entitas objek yang dipetakan. Entitas objek muka bumi baik, yang berupa titik, garis
dan poligon akan lebih bermanfaat apabila dilengkapi deskripsi sebagai informasi yang
                                                                          
terkandung di dalamnya, misalnya tentang informasi hak penguasaan lahan, harga lahan
dan sebagainya.                                                           
                                                                          
    Terdapat dua proses dalam tahapan pembangunan informasi berbasis geospasial,
                                                                          
dan proses pertama adalah proses pemetaan sebagai tahapan pembangunan baseline
penggambaran entitas objek muka bumi dalam basis sistem koordinat tertentu dengan
                                                                          
produk berupa Peta atau Citra. Tahapan ini dapat dilakukan melalui pemotretan dari
                                                                          
udara dengan pesawat terbang ataupun wahana udara tanpa awak (drone), dapat pula
melalui pemanfaatan citra satelit resolusi tinggi atau sangat tinggi agar entitas objeknya
                                                                          
dapat tergambar dengan detail. Sedangkan tahap kedua adalah pengisian attribute
sebagai deskripsi dari setiap entitas yang terkandung dalam peta atau citra dari hasil
pekerjaan tahap pertama. Dalam pengisian deskripsi ini, harus dilakukan secara lengkap
                                                                          
agar informasi yang terkandung dapat dimanfaatkan secara luas.            
                                                                          
    Dalam rangka mengantisipasi pembangunan wilayah Kabupaten Musi Banyuasin
                                                                          
yang saat ini sedang giat-giatnya menarik para investor, informasi geospasial yang tertata
dalam struktur dan format yang baik dan benar serta ter-update akan menunjang
                                                                          
kemudahan dalam memperoleh informasi berbasis lokasi. Informasi ini penting untuk
menunjang kemudahan dalam penyusunan rencana pengembangan berbagai sektor 
                                                                          
pembangunan ekonomi di Kabupaten Musi Banyuasin. Oleh karena itu perlu diupayakan
                                                                          
pembangunan basisdata geospasial secara komprehensif dan sistematis berlandaskan
pada konsep kebijakan satu data dan satu peta, untuk memaksimalkan pemanfaatan
                                                                          
Sistem Informasi Geografis (SIG), yakni sistem informasi yang mengelola, mengolah,
mengitegrasikan, menganalisis dan menampilkan entitas objek secara interaktif berbasis
                                                                          
spasial. Data yang dikelola dengan pemanfaatan sistem informasi geografis nantinya
dipergunakan untuk mendukung peyelanggaraan Satu Data Indonesia.          
                                                                          
    Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Badan    
                                                                          
Perencanaan Pembangunan. Daerah akan melaksanakan Kegiatan Koordinasi     
Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Bidang kewilayahan dengan sub  
                                                                          
kegiatan Koordinasi Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Bidang     
                                                                          
kewilayahan (RPJPD, RPJMD, dan RKPD) khususnya Pekerjaan Swakelola Pembuatan
Peta Citra.                                                               
                                                                          
                                                                          
2. PERSYARATAN  DAN KUALIFIKASI TENAGA AHLI                               
                                                                          
   Persyaratan dan kualifikasi yang diperlukan dalam pekerjaan swakelola Pembuatan
Peta Citra Udara adalah sebagai berikut:                                  
                                                                          
    a. Team Leader                                                        
                                                                          
       Team Leader dengan kualifikasi ahli Pemetaan dengan persyaratan pendidikan
                                                                          
       minimal Sarjana/Strata 2 (S2) Teknik Geodesi/Geografi dan Minimal 5 tahun
       pengalaman.                                                        
    b. Tenaga Ahli Pengelola Geospatial Database                          
                                                                          
       Satu orang Ahli Geodesi/ Ahli Geomatika dengan persyaratan pendidikan
       minimal Sarjana/Strata 1 (S1) Teknik Geodesi/Teknik Geomatika dan Minimal
                                                                          
       5 tahun pengalaman.                                                
                                                                          
    c. Tenaga Ahli Sistem Analis                                          
                                                                          
       Satu orang Ahli Sistem Analis dengan persyaratan Pendidikan minimal
       Sarjana/Strata 1 (S1) Teknik Informatika/Komputer dan memiliki pengalaman
                                                                          
       minimal 3 tahun dan memiliki Sertifikat Sistem Analis.             
                                                                          
    d. Tenaga Ahli Programmer (1)                                         
                                                                          
       Satu orang Ahli Sistem Analis dengan persyaratan Pendidikan minimal
       Sarjana/Strata 1 (S1) Teknik Informatika/Komputer dan memiliki pengalaman
                                                                          
       minimal 2 tahun dan memiliki Sertifikat Programmer.                
                                                                          
    e. Tenaga Ahli GIS (1)                                                
       Satu orang Ahli GIS dengan persyaratan pendidikan minimal Sarjana/Strata 1
                                                                          
       (S1) Teknik Geodesi/Teknik Geomatika dan Minimal 2 tahun pengalaman dan
                                                                          
       memiliki sertifikat ahli GIS.                                      
                                                                          
    f. Tenaga Ahli Fotogrametri                                           
       Satu orang Ahli Geodesi/Ahli Geomatika dengan persyaratan pendidikan
                                                                          
       minimal Sarjana/Strata 1 (S1) Teknik Geodesi/Teknik Geomatika dan Minimal
       5 tahun pengalaman.                                                
                                                                          
    g. Pelaksana teknis kegiatan                                          
                                                                          
       1) 1 orang pilot drone dengan persyaratan memiliki lisensi yang dikeluarkan
                                                                          
          oleh lembaga standar sertifikasi yang diakui oleh Kementrian Perhubungan
                                                                          
       2) 1 orang pembantu pilot (navigator) dengan persyaratan pendidikan minimal
          SMA/SMK/Sederajat                                               
                                                                          
       3) 3 orang surveyor GNSS dengan persyaratan Pendidikan minimal     
          SMA/SMK/Sederajat                                               
                                                                          
       4) 2 orang operator fotogrametri dengan persyaratan Pendidikan minimal
                                                                          
          SMA/SMK/Sederajat.                                              
3. RUANG LINGKUP PEKERJAAN                                                
                                                                          
   Ruang lingkup dari pekerjaan yang dilakukan dalam pekerjaan ini antara lain:
                                                                          
    a. Kegiatan perencanaan pemotretan udara dan penentuan lokasi titik kontrol
       tanah                                                              
                                                                          
    b. Kegiatan pemasangan pre-marker di lokasi rencana titik kontrol     
                                                                          
    c. Kegiatan pemotretan udara di wilayah Perkotaan di Kecamatan Lais, Plakat
       Tinggi, Sungai Keruh, dan Jirak Jaya untuk Kegiatan Pembuatan Peta Citra
                                                                          
       Udara di wilayah area pemetaan yang telah ditentukan               
    d. Kegiatan pengukuran titik kontrol dengan teknik Global Navigation Satellite
                                                                          
       System (GNSS) secara rapid static                                  
                                                                          
    e. Kegiatan pengecekan hasil pemotretan, pengecekan titik kontrol, pengukuran
       titik kontrol dan pengolahan hasil ukur titik kontrol menjadi koordinat definitif
                                                                          
    f. Kegiatan triangulasi udara untuk menghasilkan posisi dan orientasi dari setiap
       foto (georeferencing)                                              
                                                                          
    g. Kegiatan kompilasi produk fotogrametri ortofoto                    
                                                                          
    h. Kegiatan kontrol kualitas produk                                   
    i. Instalasi software pendukung untuk menampilkan data peta orthofoto secara
       online.                                                            
                                                                          
    j. Publikasi data peta orthofoto hasil kegiatan.                      
                                                                          
                                                                          
                                                                          
4. LUARAN                                                                 
   Luaran dari Pekerjaan Swakelola Pembuatan Peta Citra Udara yaitu:      
                                                                          
      a. Laporan Pendahuluan;                                             
                                                                          
      b. Laporan Antara;                                                  
      c. Laporan Akhir;                                                   
                                                                          
      d. Peta Citra Udara di 4 wilayah perkotaan dengan skala 1:1000 seluas 10.000
         hektare;                                                         
                                                                          
      e. Software pendukung pengolahan dan publikasi hasil peta orthofoto kegiatan.
5. JANGKA WAKTU  PENYELESAIAN KEGIATAN                                    
                                                                          
   Kegiatan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2024, dengan perkiraan waktu 
                                                                          
   pekerjaan selama 4 (empat) bulan atau 120 (serratus dua puluh) hari kalender.
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                  Pejabat Pembuat Komitmen                
                          Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah   
                                   Bappeda Musi Banyuasin                 
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                           dto                            
                                                                          
                                    Tri Mulyadi, SP., M.Si                
                                  NIP. 19770202 200902 1 004
Tenders also won by PT Sawerigading Multi Kreasi
Authority
27 April 2021Pengelolaan Data Fatwa Planologi Berbasis GisBadan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Dan Pelabuhan Bebas BatamRp 744,320,000
5 May 2021Belanja Jasa Konsultasi Berorientasi Bidang TelematikaKab. Musi BanyuasinRp 500,000,000
31 January 2024Belanja Pengadaan Konsultan Penyelidikan Geolistrik Paket IKab. BogorRp 99,970,000