| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0017553306903000 | Rp 2,577,777,000 | - | |
| 0015758220101000 | - | - | |
CV Lamtoro Agung | 00*7**4****08**0 | - | - |
PT Jaya Putra Multiguna | 08*7**1****09**0 | - | - |
| 0762059350101000 | Rp 2,068,834,262 | CV. ANAK RANTAU MANDIRI tidak memenuhi persyaratan kualifikasi, yaitu. 1. Tidak menyampaikan sertifikat standar untuk Klasifikasi Risiko Menengah Tinggi, dengan status telah terverifikasi Sesuai dengan Dokumen Pemilihan BAB III. IKP 30.5 Evaluasi kualifikasi menggunakan sistem gugur Jadi sesuai dengan tata cara evaluasi kualifikasi didalam dokumen pemilihan, CV. ANAK RANTAU MANDIRI tidak memenuhi evaluasi kualifikasi | |
| 0722984598624000 | Rp 2,068,816,003 | CV.FAJAR MULYA tidak memenuhi persyaratan kualifikasi, yaitu. 1. Tidak menyampaikan Perijinan Usaha Berbasis Risiko Skala Usaha Kecil : KBLI 41019 (Konstruksi Gedung Lainnya). 2. Tidak menyampaikan sertifikat standar untuk Klasifikasi Risiko Menengah Tinggi, dengan status telah terverifikasi 3. Tidak menyampaikan SBU dengan Kualifikasi Usaha Kecil serta disyaratkan sub bidang klasifikasi/layanan Konstruksi Gedung Lainnya (BG009). Dengan Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 41019 - Konstruksi Gedung Lainnya. Sesuai dengan Dokumen Pemilihan BAB III. IKP 30.5 Evaluasi kualifikasi menggunakan sistem gugur Jadi sesuai dengan tata cara evaluasi kualifikasi didalam dokumen pemilihan, CV.FAJAR MULYA tidak memenuhi evaluasi kualifikasi | |
| 0721392314807000 | Rp 2,068,816,000 | CV. KARYA UTAMA NUSANTARA tidak memenuhi persyaratan kualifikasi, yaitu. 1. Masa Berlaku SBU Jasa Pelaksana Kontruksi Gedung Lainnya BG009 sudah berakhir sampai tanggal 11 Nopember 2024. 2. Tidak Menyampaikan Pengalaman pekerjaan, sedangkan CV. KARYA UTAMA NUSANTARA berdiri lebih dari 3 tahun dengan tanggal Akta Pendirian 24 Juli 2014 Sesuai dengan Dokumen Pemilihan BAB III. IKP 30.5 Evaluasi kualifikasi menggunakan sistem gugur. Jadi sesuai dengan tata cara evaluasi kualifikasi didalam dokumen pemilihan, CV. KARYA UTAMA NUSANTARA tidak memenuhi evaluasi kualifikasi | |
| 0019946813907000 | Rp 2,068,816,127 | CV.mulia siwa jaya terindikasi persekongkolan dengan PT KARYA TAKSU HUTAMA, yang dibuktikan dengan: 1. Terdapat kesamaan pengurus atas nama I GST KETUT AGUNG YASA dengan data NIK: 5103033112570389 pada PT KARYA TAKSU HUTAMA dengan CV.mulia siwa jaya, yang terdeteksi oleh system SPSE. 2. Kesamaan format dan tulisan pada pernyataan kepemilikan sertifikat kompetensi kerja dan surat pernyataan kesamgupan memenuhi peralatan Sesuai dengan dokumen pemilihan BAB III IKP, 28 h. Indikasi persekongkolan antar Peserta memenuhi sekurang-kurangnya 2 (dua) indikasi. Yang diantaranya: 1. adanya keikutsertaan beberapa Penyedia Barang/Jasa yang berada dalam 1 (satu) kendali 2. adanya kesamaan/kesalahan isi Dokumen Penawaran, antara lain kesamaan/kesalahan pengetikan, susunan, dan format penulisan jadi sesuai dengan ketentuan dokumen pemilihan BAB III IKP A. umum 6. CV.mulia siwa jaya dapat dikenakan sanksi daftar hitam. CV.mulia siwa jaya juga tidak memenuhi persyaratan teknis, pemenuhan personil manajerial dan daftar peralatan utama , yaitu : 1. personal pelaksana Tidak Menyampaikan iuran BPJS Kesehatan sesuai yang disyaratkan didalam Dokpil 2. Petugas K3 Tidak Menyampaikan iuran BPJS Ketenagakerjaan sesuai yang disyaratkan didalam Dokpil 3. peralatan Exavator Tidak menyampaikan surat/sertifikat ijin operasi (SIO) yang masih berlaku, yang diterbitkan oleh Lembaga yang berwenang yang disyaratkan pada Dokumen Pemilihan Sesuai dengan Dokumen Pemilihan BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) huruf E. 28 evaluasi dokumen penawaran , angka 29.12 evaluasi teknis, huruf b. Evaluasi teknis dilakukan dengan sistem gugur dengan ketentuan, angka 2) Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan teknis sebagaimana tercantum dalam LDP. Jadi sesuai dengan tata cara evaluasi teknis didalam dokumen pemilihan, CV.mulia siwa jaya tidak memenuhi evaluasi teknis personil manajerial dan Peralatan utama. | |
PT Karya Taksu Hutama | 04*7**6****07**0 | Rp 2,068,816,000 | PT KARYA TAKSU HUTAMA terindikasi persekongkolan dengan CV.mulia siwa jaya, yang dibuktikan dengan: 1. Terdapat kesamaan pengurus atas nama I GST KETUT AGUNG YASA dengan data NIK: 5103033112570389 pada PT KARYA TAKSU HUTAMA dengan CV.mulia siwa jaya, yang terdeteksi oleh system SPSE. 2. Kesamaan format dan tulisan pada pernyataan kepemilikan sertifikat kompetensi kerja dan surat pernyataan kesamgupan memenuhi peralatan Sesuai dengan dokumen pemilihan BAB III IKP, 28 h. Indikasi persekongkolan antar Peserta memenuhi sekurang-kurangnya 2 (dua) indikasi. Yang diantaranya: 1. adanya keikutsertaan beberapa Penyedia Barang/Jasa yang berada dalam 1 (satu) kendali 2. adanya kesamaan/kesalahan isi Dokumen Penawaran, antara lain kesamaan/kesalahan pengetikan, susunan, dan format penulisan jadi sesuai dengan ketentuan dokumen pemilihan BAB III IKP A. umum 6. PT KARYA TAKSU HUTAMA dapat dikenakan sanksi daftar hitam. PT KARYA TAKSU HUTAMA juga tidak memenuhi persyaratan teknis, pemenuhan personil manajerial dan daftar peralatan utama , yaitu : 1. personal pelaksana dan petugas K3 Tidak menyampaikan iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan sesuai yang disyaratkan didalam Dokpil 2. peralatan Dum Truk, tidak menyampaikan Bukti surat KIR (Bukti Kelayakan jalan Alat ) 3. peralatan Exavator tidak menyampaikan surat ijin layak operasi (SILO) dan surat/sertifikat ijin operator (SIO) yang masih berlaku, yang diterbitkan oleh Lembaga yang berwenang Sesuai dengan Dokumen Pemilihan BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) huruf E. 28 evaluasi dokumen penawaran , angka 29.12 evaluasi teknis, huruf b. Evaluasi teknis dilakukan dengan sistem gugur dengan ketentuan, angka 2) Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan teknis sebagaimana tercantum dalam LDP. Jadi sesuai dengan tata cara evaluasi teknis didalam dokumen pemilihan, PT KARYA TAKSU HUTAMA tidak memenuhi evaluasi teknis personil manajerial dan Peralatan utama. |
| 0016286619008000 | Rp 2,068,816,000 | PT. TOLPING JAYA tidak memenuhi persyaratan teknis, pemenuhan personil manajerial dan daftar peralatan utama, yaitu : 1. personal pelaksana dan petugas K3 tidak menyampaikan Iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan terakhir sesuai yang disyaratkan didalam Dokpil. 2. Peralatan Exavator tidak menyampaikan surat ijin layak operasi (SILO) yang masih berlaku, yang diterbitkan oleh Lembaga yang berwenang Sesuai dengan Dokumen Pemilihan BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) huruf E. 28 evaluasi dokumen penawaran , angka 29.12 evaluasi teknis, huruf b. Evaluasi teknis dilakukan dengan sistem gugur dengan ketentuan, angka 2) Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan teknis sebagaimana tercantum dalam LD.P Jadi sesuai dengan tata cara evaluasi teknis didalam dokumen pemilihan, PT. TOLPING JAYA tidak memenuhi evaluasi teknis personil manajerial dan Peralatan utama. | |
| 0706167582407000 | Rp 2,195,524,500 | PT TRIGLOBALINDO BERKAT UTAMA tidak memenuhi persyaratan teknis, pemenuhan personil manajerial dan daftar peralatan utama, yaitu : 1. personal pelaksana dan petugas K3 tidak menyampaikan Iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan terakhir sesuai yang disyaratkan didalam Dokpil. 2. Peralatan Exavator tidak menyampaikan surat ijin layak operasi (SILO) yang masih berlaku, yang diterbitkan oleh Lembaga yang berwenang Sesuai dengan Dokumen Pemilihan BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) huruf E. 28 evaluasi dokumen penawaran , angka 29.12 evaluasi teknis, huruf b. Evaluasi teknis dilakukan dengan sistem gugur dengan ketentuan, angka 2) Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan teknis sebagaimana tercantum dalam LD.P Jadi sesuai dengan tata cara evaluasi teknis didalam dokumen pemilihan, PT TRIGLOBALINDO BERKAT UTAMA tidak memenuhi evaluasi teknis personil manajerial dan Peralatan utama. | |
| 0732690672941000 | - | - | |
CV Laksana Pilar Emas | 01*9**1****03**0 | - | - |
| 0026844522121000 | - | - | |
CV Indonesia Prosperum Abadi | 06*3**9****51**0 | - | - |
PT Abhinara Putra Hutama | 10*0**0****36**7 | - | - |
| 0023134265624000 | - | - | |
| 0621827088627000 | - | - | |
| 0027480300008000 | - | - | |
PT Adikarya Konstruksi Perkasa | 0946917920003000 | - | - |
| 0313770158429000 | - | - | |
| 0028746378121000 | - | - | |
| 0630554160101000 | - | - | |
| 0830157996001000 | - | - | |
| 0210121489418000 | - | - | |
| 0024509150004000 | - | - | |
CV Pima Konstruksi | 02*3**3****42**0 | - | - |
| 0024154528017000 | - | - | |
| 0028640829908000 | - | - | |
PT Arnold Asima Abadi | 00*7**2****07**0 | - | - |
CV R-Sena | 0902727346814000 | - | - |
| 0033183310606000 | - | - | |
| 0929022275101000 | - | - | |
| 0626732408542000 | - | - | |
| 0427478557802000 | - | - | |
Basys Energy Nusantara Experience | 02*8**2****22**0 | - | - |
| 0808385231626000 | - | - | |
| 0012169256422000 | - | - | |
| 0019060946805000 | - | - | |
CV Namira | 00*1**6****31**0 | - | - |
| 0027202365911000 | - | - | |
| 0537467920902000 | - | - | |
| 0032690497701000 | - | - | |
| 0708508148401000 | - | - | |
| 0804457232529000 | - | - | |
CV Anugerah Jaya | 08*0**0****26**0 | - | - |
PT Putra Irian Cahaya | 0720451814955000 | - | - |
| 0806806873831000 | - | - | |
PT Alima Arga Karya | 07*6**2****46**0 | - | - |
PT Jaya Konstruksi Indonesia | 06*9**9****08**0 | - | - |
Julok Perkasa | 01*7**8****01**0 | - | - |
CV Raoda Global | 07*4**5****15**0 | - | - |
| 0705946937822000 | - | - | |
CV Rifat Putra Jaya | 09*0**4****17**0 | - | - |
| 0210253480525000 | - | - | |
| 0809093222822000 | - | - | |
| 0016465023008000 | - | - | |
| 0032883415027000 | - | - | |
| 0762345247443000 | - | - | |
CV Yasar | 00*2**6****26**0 | - | - |
CV Semeru Ladang Karya | 01*8**9****43**0 | - | - |
| 0719853681102000 | - | - | |
| 0018933473101000 | - | - | |
CV Bangun Persada Indonesia | 02*2**3****31**0 | - | - |
Ciptama Mitra Tatagraha | 08*0**1****32**0 | - | - |
| 0027487388009000 | - | - | |
| 0015791635907000 | - | - | |
| 0013977178021000 | - | - | |
PT Elkoeta Group Sinergi | 06*6**6****08**0 | - | - |
PT Hana Caraka Insaat | 05*7**3****47**0 | - | - |
PT Megawan Karya Sejati | 02*1**4****35**0 | - | - |
| 0710507062908000 | - | - | |
| 0027483502008000 | - | - | |
CV Langtam Timur Indonesia | 06*6**4****05**0 | - | - |
| 0021545033511000 | - | - | |
PT Mas Karya Utama | 07*0**5****12**0 | - | - |
| 0839769098521000 | - | - | |
CV Mega Plazma Banyuwangi | 00*5**7****27**0 | - | - |
| 0021807664308000 | - | - | |
| 0659507800626000 | - | - | |
| 0013285630008000 | - | - | |
| 0012364279904000 | - | - | |
| 0961246840009000 | - | - | |
| 0600424212001000 | - | - | |
| 0963248885907000 | - | - | |
| 0410870430831000 | - | - | |
| 0019491422013000 | - | - |
KEMENTERIAN IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN REPUBLIK
INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN
LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A KEROBOKAN
JL. GN. TANGKUBAN PERAHU, KEROBOKAN , BALI
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pagar Depan Style Bali, Sarana dan Prasarana Lingkungan
pada Lapas Kelas II A Kerobokan - Bali
Latar Belakang :
Lembaga Pemasyarakatan adalah tempat untuk melakukan pembinaan terhadap narapidana dan
anak didik pemasyarakatan di Indonesia. Sebelum dikenal istilah Lapas di Indonesia, tempat tersebut
disebut dengan istilah penjara. Lembaga Pemasyarakatan merupakan Unit Pelaksana Teknis di bawah
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Penghuni Lembaga
Pemasyarakatan bisa narapidana (napi) atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bisa juga yang
statusnya masih tahanan, maksudnya orang tersebut masih berada dalam proses peradilan dan belum
ditentukan bersalah atau tidak oleh hakim. Pegawai negeri sipil yang menangani pembinaan narapidana
dan tahanan di lembaga pemasyarakatan disebut Petugas Pemasyarakatan, atau dahulu lebih dikenal
dengan istilah sipir penjara. Konsep pemasyarakatan pertama kali digagas oleh Menteri Kehakiman
Sahardjo pada tahun1962, di mana disebutkan bahwa tugas jawatan kepenjaraan bukan hanya
melaksanakan hukuman, namun tugas yang jauh lebih berat adalah mengembalikan orang- orang yang
dijatuhi pidana ke dalam masyarakat. Dari data yang ada jumlah penghuni Lembaga Pemasyarakatan
di Indonesia lebih besar dari kapasitas hunian. Maraknya peredaran narkoba di Indonesia juga salah
satu penyebab terjadinya over Pemasyarakatan, kapasitas pada tingkat hunian Lembaga.
Pada saat ini kondisi lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara sebagian besar
mengalami over kapasitas. Jumlah penghuni lembaga pemasyarakatan di Indonesia sudah jauh
melebihi kapasitas yang seharusnya. Kondisi over kapasitas akan menimbulkan terjadinya berbagai
kasus tindak pidana yang melibatkan paranara pidana, seperti kasus perkelahian antar narapidana serta
kasus tindak pidana lainnya. Over kapasitas juga mengakibatkan menurunnya pelayanan dan
perawatan, rentan gangguan keamanan dan ketertiban, melemahnya rentang kendali dan pengawasan.
Kondisi over kapasitas ini sudah berlangsung lama dan hampir terjadi di seluruh lembaga
pemasyarakatan dan rumah tahanan negara di Indonesia terutama yang berada di kota besar. Berbagai
upaya telah dilakukan untuk mengatasi hal tersebut, misalnya dengan pembangunan lembaga
pemasyarakatan dan rumah tahanan negara baru pada wilayah pemekaran untuk menambah kapasitas
hunian. Selain itu juga dilakukan rehabilitasi lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara lama
dengan penambahan ruang hunian, optimalisasi pemberian asimilasi, pembebasan bersyarat, cuti
menjelang bebas, cuti mengunjungi keluarga, dan cuti bersyarat. Dengan langkah seperti itu
diharapkan kelebihan penghuni lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara yang cukup besar
bisa diatasi.
Pembangunan lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara baik dalam bentuk
rehabilitasi maupun rekonstruksi merupakan salah satu upaya meningkatkan kapasitas hunian dalam
rangka mengatasi over kapasitas, meningkatkan kualitas pelayanan serta menjamin penyelenggaraan
pembinaan dan pengamanan secara lebih baik. Pemenuhan sarana dan prasarana lembaga
pemasyarakatan dan rumah tahanan negara merupakan keharusan yang tidak terpisahkan dari
pelaksanaan tugas dan fungsi lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara, sehingga kebijakan
penganggaran harus mempertimbangkan risiko yang timbul akibat tidak dipenuhinya sarana dan
prasarana tersebut. Diperlukan perencanaan pembangunan yang baik agar masalah over kapasitas
lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara dapat diatasi. Oleh karena itu, Kementerian
Imigrasi dan Pemasyarakatan perlu menyusun pola pembangunan lembaga pemasyarakatan dan rumah
tahanan negara untuk menangani masalah over kapasitas dengan menyusun Peraturan Menteri tentang
Rencana Induk Pembangunan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Lingkungan Kementerian
Imigrasi dan Pemasyarakatan. Pada Tahun Anggaran 2025 Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA
Kerobokan menjadi skala prioritas pembangunan Lembaga Pemasyarakatan.
a. Maksud dan Tujuan :
Maksud: Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pagar Depan Style Bali, Sarana dan
Prasarana Lingkungan pada Lapas Kelas II A Kerobokan - Bali
Tujuan : Meningkatkan Keamanan dan menyiapkan fasilitas olah raga dan lingkungan yang memadai
serta nyaman.
b. Penerima Manfaat : Pegawai Lapas dan narapidana.
c. Ruang Lingkup Pekerjaan :
Ruang lingkup pekerjaan konstruksi fisik Pekerjaan Konstruksi pada Lapas Kelas IIA Kerobokan
- Bali Tahun Anggaran 2025, meliputi :
a. Pekerjaan Pagar Depan Style Bali, Paduraksa, Candi Kodok, Pembangunan Pos Jaga dan
Papan nama yang meliputi :
⁻ Galian Tanah.
⁻ Urugan Tanah Kembali.
⁻ Urugan Pasir.
⁻ Pasangan Batu Kosong.
⁻ Pasangan Batu Kali.
⁻ Pekerjaan Beton Praktis.
⁻ Pengresek.
⁻ Pasangan Batu Candi.
⁻ Pasangan Batu Press Pejaten.
b. Pekerjaan Sarana dan Prasarana Lingkungan, yaitu Pekerjaan Jalan, Lapangan dan Got
dengan uraian pekerjaan :
⁻ Pekerjaan Pengurugan Lahan.
⁻ Pengupasan dan Perataan badan jalan.
⁻ Perkerasan Jalan dengan Beton 12 cm.
⁻ Pekerjaan Lapangan Basket.
⁻ Pekerjaan Got U-Ditch
d. Lokasi Pekerjaan : Di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Kerobokan, Bali.
e. Jangka Waktu Pelaksanaan:
Jangka Waktu Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pagar Depan Style Bali, Sarana dan
Prasarana Lingkungan pada Lapas Kelas II A Kerobokan - Bali adalah sebagai berikut:
• Masa Pelaksanaan Konstruksi : Masa Pelaksanaan selama 150 (seratus lima puluh)
hari kalender terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja yang tercantum dalam SPMK
• Masa Pemeliharaan : 180 (seratus delapan puluh) Hari Kalender
f. Sumber Pendanaan:
Biaya Konstruksi Pekerjaan Konstruksi Pagar Depan Style Bali, Sarana dan Prasarana
Lingkungan pada Lapas Kelas II A Kerobokan – Bali Tahun Anggaran 2025 dibebankan pada
SP DIPA-137.04.2.692443/2024 tanggal 02 Desember 2024 Lembaga Pemasyarakatan Kelas
IIA Kerobokan. Total Perkiraan Biaya yang diperlukan untuk pekerjaan fisik bangunan :
- Pagu Anggaran = Rp. 2.586.020.000
- HPS = Rp. 2.586.020.000
Kerobokan, 1 Juli 2025
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan
NI NYOMAN AYU LASMIYANTHI, SH.MH.
NIP. 19800726008012001