| Reason | |||
|---|---|---|---|
Tridaya Bakti Nusa | 03*8**8****17**0 | Rp 637,246,396 | Dokumen lain yang disyaratkan yang disampaikan tidak sesuai dengan Dokumen Pemilihan IKP Bab III Huruf E Pembukaan dan Evaluasi Penawaran dan Kualifikasi Angka 28. Evaluasi Dokumen Penawaran Angka 28.12 Evaluasi Teknis huruf (f) Evaluasi Dokumen lain yang disyaratakan |
Rizka Rizky Kontruksi | 00*7**6****21**0 | Rp 734,991,241 | Tidak melampirkan Sertifikat Badan Usaha (SBU) dengan dengan Kualifikasi Usaha Kecil, serta disyaratkan klasifikasi Bidang Bangunan Gedung, Sub Klasifikasi Jasa Pelaksana Untuk Konstruksi Bangunan Gedung Lainnya (BG009) atau melampirkan Sertifikat Badan Usaha (SBU) dengan dengan Kualifikasi Usaha Kecil, klasifikasi Bidang Konstruksi Gedung Lainnya KBLI 41019, Sub Klasifikasi Konstruksi Gedung Lainnya (BG009) |
PT Fakta Media Sejahtera | 04*0**8****23**0 | - | - |
Karya Budi Mulya | 04*3**4****07**0 | - | - |
CV Gagah Perkasa Konstruksi | 06*3**9****26**0 | - | - |
| 0865431241425000 | - | - | |
| 0935986943952000 | - | - | |
| 0801441890801000 | - | - | |
| 0017043951323000 | - | - | |
| 0630164309321000 | - | - | |
CV Autha Timur Group | 06*3**2****21**0 | - | - |
Hasea Benedict | 06*9**5****47**0 | - | - |
| 0949029565009000 | - | - | |
| 0311992887907000 | - | - | |
| 0906979919952000 | - | - | |
| 0413567264321000 | - | - | |
| 0660609249954000 | - | - | |
| 0937946275321000 | - | - | |
| 0945495216009000 | - | - | |
| 0013951660003000 | - | - |
PEMERINTAHAN KABUPATEN TULANG BAWANG
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
Jl. Cemara Komplek Perkantoran Pemda Tulang Bawang- Menggala
Telp. (0726)21425 MENGGALA
SPESIFIKASI TEKNIS DAN METODE PALAKSANAAN
PEKERJAAN
PEMBANGUNAN KOLAM RENANG
DI RUMAH DINAS BUPATI
TAHUN ANGGARAN 2024
Pekerjaan :
Pembangunan Kolam Renang Di Rumah Dinas Bupati
Lokasi :
Tulang Bawang
Tahun Anggaran :
2024
1. PEKERJAAN PERSIAPAN
Pek.Pembongkaran Bangunan Gudang Dan Lain Lain
Pekerjaan Bongkar Bangunan Gudang Existing Dan Lain - Lain dengan menggunakan
alat manual. melakukan Bongkar Bangunan Gudang Dan Lain - Lain ini dengan mengikuti
gambar rencana. Menyiapkan Peralatan. pelaksanaan Bongkar Pagar Existing mengikuti
Prinsip-Prinsip Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3). Bongkaran material bangunan
existing di keluarkan dari lokasi pekerjaan harus mendapatkan persetujuan dari pihak
Polsek Menggala dan PPK dinas PUPR atau Pengawas lapangan serta biaya pembersihan
material bongkaran sepenuhnya menjadi tanggungjawab penyedia.
METODE PEKERJAAN :
Adapun yang dimaksud dengan pekerjaan bangunan gedung existing dan lain - lain
adalah pekerjaan yang terdiri dari pembongkaran pada bangunan gedung
existing dan lain - lain, pembersihan lahan dari sampah, dan lainnya yang tidak
dikehendaki atau menggangu keberadaannya sesuai dengan yang diperintahkan oleh
direksi dan pengawas Pekerjaan.
Pekerjaan pembersihan lapangan yang dilaksanakan pada lahan ekisting menjadi
tanggung jawa bkontraktor. Puing-puing beton, sampah, semak-semak bekas
pembersihan harus dibuang keluar areal lokasi segera, tanpa menumpuk/menimbun di
area proyek.
Setelah pekerjaan selesai pelaksana harus membersihkan sisa puing–puing
bangunan.
Tenaga yang di gunakan
- Mandor
- Pekerja
Peralatan Yang Digunakan
- Alat Bantu (Palu, Bodem dll.)
2. PENERAPAN SMKK
Biaya Penerapan SMKK
Keselamatan Kerja Kontruksi adalah alat – alat perlengkapan yang wajib di gunakan
untuk melindungi dan menjaga keselamatan pekerja saat melakukan pekerjaan yang
memiliki potensi bahaya atau resiko kecelakaan kerja. Keselamatan Kerja Konstruksi (K3)
yang digunakan harus sesuai dengan potensi bahaya dan resiko pekerjaannya sehingga
efektif melindungi pekerja sebagai pengunanya.
Berikut alat-alat yang digunakan dalam bekerja:
Penyiapan RKK
- Pembuatan dokumen Rencana Keselamatan Konstruksi
- Pembuatan prosedur dan instruksi kerja
- Peyiapan Formulir
Sosialisasi, Promosi dan Pelatihan
- Induksi Keselamatan Konstruksi (Safety Induction)
- Spanduk (Banner)
- Papan Informasi K3
Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri:
- Topi pelindung (Safety Helmet)
- Pelindung mata (Goggles, Spectacles)
- Pelindung pernafasan dan mulut
- Sarung tangan (Safety Gloves)
- Sepatu keselamatan (Safety Shoes)
- Rompi keselamatan (Safety Vest)
Asuransi dan Perizinan
- Asuransi
Personel K3 Konstruksi
- Petugas Keselamatan Konstruksi
Fasilitas, sarana, prasarana dan alatkesehatan;
- Peralatan P3K (Kotak P3K, Tandu, Obat Luka, Perban)
- Pengukur Suhu (Thermometer)
Rambu-Rambu yang diperlukan
- Rambu Informasi
Kegiatan dan Peralatan Terkait Pengendalian Resiko Keselamatan Kontruksi
- Bendera K3
- Tempat Cuci Tangan, Hand Sanitaser, Sabun dll
3. PEKERJAAN PEMBUATAN KOLAM RENANG
A. PEKERJAAN TANAH
Pek. Galian Tanah
Pekerjaan galian dilakukan pada item pekerjaan galian tanah untuk Kolam Renang
yaitu pada kondisi tanah asli digali sesuai dengan gambar rencana. Galian harus
sesuai dengan gambar rencana baik mengenai ukuran lebar dan kedalaman serta
kemiringan untuk mendapatkan elevasi sesuai rencana.
METODE PEKERJAAN :
Setelah proses bouwlplank selesai, maka dilakukan pekerjaan Penggalian tanah untuk
Kolam Renang dengan menggunakan alat manual. Kita akan melakukan penggalian ini
dengan mengikuti gambar rencana.
3 Cara Pelaksanaan:
- Galian tanah harus terlebih dahulu melakukan pengukuran posisi, lebar galian.
- Galian tanah yang tidak dapat dipakai sebagai bahan timbunan harus dibuang ke
luar areal kerja
- Material dari hasil galian yang akan digunakan sebagai bahan timbunan harus
mendapat persetujuan dari pengawas.
- Kemudian dilakukan perataan permukaan Tanah sehingga level permukaan
rata dan sama.
Tenaga yang di gunakan
- Mandor
- Pekerja
Peralatan Yang Digunakan
- Cangkul
- Blancong
- Garpu
- Sekop
- Alat Bantu
B. PEKERJAAN STRUKTUR
1) Pek. Sloof 15/20 Untuk Pagar Dinding
- Beton f’c = 17MPa
adukan beton harus mencapai Kekuatan Tekan Beton karakteristik f’c = 17 MPa
untuk Cor Sloof 15/20. Pasangan Sloof 15/20 dibuat sesuai dengan gambar
baik ukuran maupun bentuk. Semen yang digunakan adalah sama dengan semen
pada syarat pekerjaan pasangan. Pasir untuk pekerjaan beton harus pasir yang
kasar dengan gradasi tidak kurang dari diameter 0,35 mm. Pasir harus bersih dan
kadar lumpur maksimum yang terkandung 5%. Split / batu pecah yang
digunakan adalah dengan ukuran 1/2 cm sampai dengan 2/3 cm dengan tidak
memperlihatkan tanda-tanda kelapukan. Split harus bersih dari kotoran dan
lumpur. Pemadatan Beton Menggunakan Alat Pemadat Beton (Vibrator)
- Pembesian
Besi tulangan beton sebelum dipasang harus dibersihkan dari serpih-serpih,
karat, minyak, gemuk dan pelapisan yang akan merusak dan mengurangi
daya rekatnya dengan beton. Besi tulangan harus dibengkokkan/dibentuk
dengan teliti sesuai dengan bentuk dan ukuran yang tertera pada gambar
kerja.besi tulangan beton tidak boleh diluruskan atau dibengkokkan kembali
dengan cara merusak bahannya. Besi tulangan dengan bengkokan yang
tidak ditunjukan dalam gambar tidak boleh dipakai, semua batang tulangan
harus dibengkokkan dalam keadaan dingin. Pemasangan dari besi beton
hanya dapat diperkenankan bila seluruh cara-cara pengerjaanya disetujui
oleh Pengawas. Sistem pemasangan, penggunaan besi beton, ketepatan
diameter dalam pembesian ini agar tetap mengikuti gambar yang ada,
Besi beton yang dipakai adalah jenis besi beton Polos Ø12, Ø8 Besi bekas
tidak boleh dipasang / dipergunakan. Kawat beton dan kawat pengikat
harus terbuat dari baja lunak dengan diameter minimal 1 mm. Besi dan
kawat beton seperti dimaksud di atas harus bebas dari kotoran-kotoran,
karat, cat, minyak, dan bahan lain yang mengurangi daya lekat terhadap
beton.
- Begisting
Seluruh bahan pekerjaan bekisting menggunakan Kayu kelas III (papan)
Dan Usuk Bambu Tidak Diperbolehkan, untuk mendapatkan hasil cetakan
yang memenuhi syarat pekerjaan bekisting harus dikerjakan oleh tukang
yang ahli. Celah-celah antara papan bekisting harus cukup rapat, agar
waktu mengecor tidak ada air adukan yang lolos, sebelum mulai mengecor
bagian dari dalam bekisting harus disiram air dan dibersihkan dari kotoran.
Bekisting harus direncanakan, dilaksanakan dan diusahakan sedemikian
rupa agar waktu pengecoran dan pembongkaran tidak mengakibatkan
cacat-cacat, gelombang-gelombang maupun perubahan-perubahan bentuk,
ukuran-ukuran, ketinggian- ketinggian serta posisi daripada beton yang
dicor. Penyangga-penyangga harus diberi jarak antara, yang dapat
mencegah defleksi bahan-bahan bekisting. Bekisting serta sambungan-
sambungan harus rapat, sehingga mencegah kebocoran-kebocoran adukan
selama pengecoran. Lubang-lubang permukaan sementara harus
disediakan di dalam bekisting untuk memudahkan pembersihan
METODE PEKERJAAN
- Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang Sloof 15/20. dengan ketebalan yang sesuai
rencana dan telah diratakan.
- Bersihkan lokasi yang akan dipasangdari sampah atau kotoran. Pasang patok dan
leveling yang dibutuhkan sebagai pola untuk menentukan ketebalan.Bisa juga
dengan terlebih dahulu dibuat kepalaan dengan jarak per 1 m untuk leveling.
- Tuangkan adukan Beton ke area melalui talang cor atau ember.
- Adukan Beton diratakan dengan menggunakan cangkul maupun sendok adukan/raskam
hingga ketinggian yang telah ditentukan dengan cara melaksanakan tarikan benang dari
patok level satu dengan yang lainnya.
- Lakukan Pemadatan Menggunakan Alat pemadat Beton (Vibrator).
- Bekisting disusun secara rapih berdasarkan bentuk beton yang akan di cor.
- Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit
- Digunakan beton mutu f’c = 17MPa
- Setelah memenuhi persyaratan umur beton untuk bisa di lepas bekisting, barulah
dilakukan lepas bekisting
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pasir Cor / Beton
- split
- air
- semen PC Merk Semen Tiga Roda
- Besi Beton Polos SNI Full Sesuai Tabel Toleransi
- kawat
- Kayu kelas III (papan)
- Minyak bekisting
- kawat
- paku
Peralatan Yang Digunakan
- concrete mixer (Molen).
- vibrator
- meteran
- waterpass
- cangkul
- talang cor
- ember
- sendok semen
- Palu
- raskam
- benang
- selang air, dll.
2. Pek. Pasangan Kolom Praktis 11/11 Untuk Pagar.
- Beton f’c = 17MPa
adukan beton harus mencapai Kekuatan Tekan Beton karakteristik f’c = 17 MPa
untuk Cor Kolom Praktis 11/11. Pasangan Kolom Praktis 11/11 dibuat sesuai
dengan gambar baik ukuran maupun bentuk. Semen yang digunakan adalah
sama dengan semen pada syarat pekerjaan pasangan. Pasir untuk pekerjaan
beton harus pasir yang kasar dengan gradasi tidak kurang dari diameter 0,35 mm.
Pasir harus bersih dan kadar lumpur maksimum yang terkandung 5%. Split /
batu pecah yang digunakan adalah dengan ukuran 1/2 cm sampai dengan 2/3
cm dengan tidak memperlihatkan tanda-tanda kelapukan. Split harus bersih dari
kotoran dan lumpur. Pemadatan Beton Menggunakan Alat Pemadat Beton
(Vibrator)
- Pembesian
Besi tulangan beton sebelum dipasang harus dibersihkan dari serpih-serpih, karat,
minyak, gemuk dan pelapisan yang akan merusak dan mengurangi daya rekatnya
dengan beton. Besi tulangan harus dibengkokkan/dibentuk dengan teliti sesuai
dengan bentuk dan ukuran yang tertera pada gambar kerja. besi tulangan beton
tidak boleh diluruskan atau dibengkokkan kembali dengan cara merusak bahannya.
Besi tulangan dengan bengkokan yang tidak ditunjukan dalam gambar tidak
boleh dipakai, semua batang tulangan harus dibengkokkan dalam keadaan dingin.
Pemasangan dari besi beton hanya dapat diperkenankan bila seluruh cara-cara
pengerjaanya disetujui oleh Pengawas. Sistem pemasangan, penggunaan besi
beton, ketepatan diameter dalam pembesian ini agar tetap mengikuti gambar yang
ada, Besi beton yang dipakai adalah jenis besi beton Polos Ø12, Ø8 Besi bekas
tidak boleh dipasang / dipergunakan. Kawat beton dan kawat pengikat harus
terbuat dari baja lunak dengan diameter minimal 1 mm. Besi dan kawat beton
seperti dimaksud di atas harus bebas dari kotoran-kotoran, karat, cat, minyak,
dan bahan lain yang mengurangi daya lekat terhadap beton.
- Begisting
Seluruh bahan pekerjaan bekisting menggunakan Kayu kelas III (papan) Dan
Usuk Bambu Tidak Diperbolehkan, untuk mendapatkan hasil cetakan yang
memenuhi syarat pekerjaan bekisting harus dikerjakan oleh tukang yang ahli.
Celah-celah antara papan bekisting harus cukup rapat, agar waktu mengecor
tidak ada air adukan yang lolos, sebelum mulai mengecor bagian dari dalam
bekisting harus disiram air dan dibersihkan dari kotoran. Bekisting harus
direncanakan, dilaksanakan dan diusahakan sedemikian rupa agar waktu
pengecoran dan pembongkaran tidak mengakibatkan cacat-cacat, gelombang-
gelombang maupun perubahan-perubahan bentuk, ukuran-ukuran, ketinggian-
ketinggian serta posisi daripada beton yang dicor. Penyangga-penyangga harus
diberi jarak antara, yang dapat mencegah defleksi bahan-bahan bekisting.
Bekisting serta sambungan-sambungan harus rapat, sehingga mencegah
kebocoran-kebocoran adukan selama pengecoran. Lubang-lubang permukaan
sementara harus disediakan di dalam bekisting untuk memudahkan pembersihan
METODE PEKERJAAN
- Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang Kolom Praktis 11/11. dengan ketebalan yang
sesuai rencana dan telah diratakan.
- Bersihkan lokasi yang akan dipasangdari sampah atau kotoran. Pasang patok dan leveling
yang dibutuhkan sebagai pola untuk menentukan ketebalan. Bisa juga dengan terlebih
dahulu dibuat kepalaan dengan jarak per 1 m untuk leveling.
- Tuangkan adukan Beton ke area melalui talang cor atau ember.
- Adukan Beton diratakan dengan menggunakan cangkul maupun sendok adukan/raskam
hingga ketinggian yang telah ditentukan dengan cara melaksanakan tarikan benang dari
patok level satu dengan yang lainnya.
- Lakukan Pemadatan Menggunakan Alat pemadat Beton (Vibrator).
- Bekisting disusun secara rapih berdasarkan bentuk beton yang akan di cor.
- Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit
- Digunakan beton mutu f’c = 17MPa
- Setelah memenuhi persyaratan umur beton untuk bisa di lepas bekisting, barulah
dilakukan lepas bekisting
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pasir Cor / Beton
- split
- air
- semen PC Merk Semen Tiga Roda
- Besi Beton Polos SNI Full Sesuai Tabel Toleransi
- kawat
- Kayu kelas III (papan)
- Minyak bekisting
- kawat
- paku
Peralatan Yang Digunakan
- concrete mixer (Molen).
- vibrator
- meteran
- waterpass
- cangkul
- talang cor
- ember
- sendok semen
- Palu
- raskam
- benang
- selang air, dll.
3. Pek. Urugan Pasir Bawah Lantai Kerja
Urugan pasir harus dilaksanakan/dipasang dibawah semua pekerjaan Lantai Dan
Bawah pondasi minimal setebal 5 cm. Sebelum pekerjaan diatasnya dilaksanakan
(pondasi) Dan (Lantai) lapisan pasir harus dipadatkan dengan diberi air dan diratakan.
Pasir urug yang digunakan harus bersih dari akar-akaran dan kotoran lainnya.
METODE PEKERJAAN :
pekerjaan urugan pasir disini adalah bagian dari bawah Pondasi. Penimbunan pasir
harus diperhatikan tinggi urugan dalam gambar.
Tenaga yang di gunakan
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pasir Urug
Peralatan Yang Digunakan
- Waterpas
- Cangkul
- Sekop
4. Pek. Lantai Kerja Kolam K 125
Beton K-125
adukan beton harus mencapai Kekuatan Tekan Beton (K 125) untuk Lantai Kerja.
Pekerjaan Lantai Kerja dibuat sesuai dengan gambar baik ukuran maupun bentuk.
Semen yang digunakan adalah sama dengan semen pada syarat pekerjaan
pasangan. Pasir untuk pekerjaan beton harus pasir yang kasar dengan gradasi tidak
kurang dari diameter 0,35 mm. Pasir harus bersih dan kadar lumpur maksimum
yang terkandung 5%. Split / batu pecah yang digunakan adalah dengan ukuran
1/2 cm sampai dengan 2/3 cm dengan tidak memperlihatkan tanda-tanda kelapukan.
Split harus bersih dari kotoran dan lumpur.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pasir Cor / Beton
- split
- air
- semen PC Merk Semen Tiga Roda
Peralatan Yang Digunakan
- concrete mixer (molen)
- vibrator
- meteran
- waterpass
- cangkul
- talang cor
- ember
- sendok semen
- Palu
- raskam
- benang
- selang air, dll.
5.Pek. Sloof 20/30 Untuk Kolam
- Beton f’c =26 MPa (Readymix)
adukan beton harus mencapai Kekuatan Tekan Beton karakteristik f’c = 26 MPa
untuk Cor Sloof 20/30. Pasangan Sloof 20/30 dibuat sesuai dengan gambar baik
ukuran maupun bentuk. Semen yang digunakan adalah sama dengan semen pada
syarat pekerjaan pasangan. Pasir untuk pekerjaan beton harus pasir yang kasar
dengan gradasi tidak kurang dari diameter 0,35 mm. Pasir harus bersih dan
kadar lumpur maksimum yang terkandung 5%. Split / batu pecah yang
digunakan adalah dengan ukuran 1/2 cm sampai dengan 2/3 cm dengan tidak
memperlihatkan tanda-tanda kelapukan. Split harus bersih dari kotoran dan
lumpur. Pemadatan Beton Menggunakan Alat Pemadat Beton (Vibrator)
- Pembesian
Besi tulangan beton sebelum dipasang harus dibersihkan dari serpih-serpih, karat,
minyak, gemuk dan pelapisan yang akan merusak dan mengurangi daya rekatnya
dengan beton. Besi tulangan harus dibengkokkan/dibentuk dengan teliti sesuai
dengan bentuk dan ukuran yang tertera pada gambar kerja. besi tulangan beton
tidak boleh diluruskan atau dibengkokkan kembali dengan cara merusak bahannya.
Besi tulangan dengan bengkokan yang tidak ditunjukan dalam gambar tidak
boleh dipakai, semua batang tulangan harus dibengkokkan dalam keadaan dingin.
Pemasangan dari besi beton hanya dapat diperkenankan bila seluruh cara-cara
pengerjaanya disetujui oleh Pengawas. Sistem pemasangan, penggunaan besi
beton, ketepatan diameter dalam pembesian ini agar tetap mengikuti gambar yang
ada, Besi beton yang dipakai adalah jenis besi beton Polos Ø12, Ø8 Besi bekas
tidak boleh dipasang / dipergunakan. Kawat beton dan kawat pengikat harus
terbuat dari baja lunak dengan diameter minimal 1 mm. Besi dan kawat beton
seperti dimaksud di atas harus bebas dari kotoran-kotoran, karat, cat, minyak,
dan bahan lain yang mengurangi daya lekat terhadap beton.
- Begisting
Seluruh bahan pekerjaan bekisting menggunakan Kayu kelas III (papan) Dan
Usuk Bambu Tidak Diperbolehkan, untuk mendapatkan hasil cetakan yang
memenuhi syarat pekerjaan bekisting harus dikerjakan oleh tukang yang ahli.
Celah-celah antara papan bekisting harus cukup rapat, agar waktu mengecor
tidak ada air adukan yang lolos, sebelum mulai mengecor bagian dari dalam
bekisting harus disiram air dan dibersihkan dari kotoran. Bekisting harus
direncanakan, dilaksanakan dan diusahakan sedemikian rupa agar waktu
pengecoran dan pembongkaran tidak mengakibatkan cacat-cacat, gelombang-
gelombang maupun perubahan-perubahan bentuk, ukuran-ukuran, ketinggian-
ketinggian serta posisi daripada beton yang dicor. Penyangga-penyangga harus
diberi jarak antara, yang dapat mencegah defleksi bahan-bahan bekisting.
Bekisting serta sambungan-sambungan harus rapat, sehingga mencegah
kebocoran-kebocoran adukan selama pengecoran. Lubang-lubang permukaan
sementara harus disediakan di dalam bekisting untuk memudahkan pembersihan
METODE PEKERJAAN
- Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang Sloof 20/30. dengan ketebalan yang sesuai
rencana dan telah diratakan.
- Bersihkan lokasi yang akan dipasangdari sampah atau kotoran. Pasang patok dan leveling
yang dibutuhkan sebagai pola untuk menentukan ketebalan. Bisa juga dengan terlebih
dahulu dibuat kepalaan dengan jarak per 1 m untuk leveling.
- Tuangkan adukan Beton ke area melalui talang cor atau ember.
- Adukan Beton diratakan dengan menggunakan cangkul maupun sendok adukan/raskam
hingga ketinggian yang telah ditentukan dengan cara melaksanakan tarikan benang dari
patok level satu dengan yang lainnya.
- Lakukan Pemadatan Menggunakan Alat pemadat Beton (Vibrator).
- Bekisting disusun secara rapih berdasarkan bentuk beton yang akan di cor.
- Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit
- Digunakan beton mutu f’c = 26 MPa
- Setelah memenuhi persyaratan umur beton untuk bisa di lepas bekisting, barulah
dilakukan lepas bekisting
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pasir Cor / Beton
- split
- air
- semen PC Merk Semen Tiga Roda
- Besi Beton Polos SNI Full Sesuai Tabel Toleransi
- kawat
- Kayu kelas III (papan)
- Minyak bekisting
- kawat
- paku
Peralatan Yang Digunakan
- concrete mixer (Molen).
- vibrator
- meteran
- waterpass
- cangkul
- talang cor
- ember
- sendok semen
- Palu
- raskam
- benang
- selang air, dll.
da pojok dan pelurusan pemasangan besi.menggunakan besi beton Polos
Ø12,Ø8
6 .Pek. Dinding Beton Kolam
- Beton f’c =26 MPa (Readymix)
adukan beton harus mencapai Kekuatan Tekan Beton karakteristik f’c = 26 MPa
untuk Dinding Beton Kolam. Pasangan Dinding Beton Kolam dibuat sesuai
dengan gambar baik ukuran maupun bentuk. Semen yang digunakan adalah
sama dengan semen pada syarat pekerjaan pasangan. Pasir untuk pekerjaan
beton harus pasir yang kasar dengan gradasi tidak kurang dari diameter 0,35 mm.
Pasir harus bersih dan kadar lumpur maksimum yang terkandung 5%. Split /
batu pecah yang digunakan adalah dengan ukuran 1/2 cm sampai dengan 2/3
cm dengan tidak memperlihatkan tanda-tanda kelapukan. Split harus bersih dari
kotoran dan lumpur. Pemadatan Beton Menggunakan Alat Pemadat Beton
(Vibrator)
- Pembesian
Besi tulangan beton sebelum dipasang harus dibersihkan dari serpih-serpih, karat,
minyak, gemuk dan pelapisan yang akan merusak dan mengurangi daya rekatnya
dengan beton. Besi tulangan harus dibengkokkan/dibentuk dengan teliti sesuai
dengan bentuk dan ukuran yang tertera pada gambar kerja. besi tulangan beton
tidak boleh diluruskan atau dibengkokkan kembali dengan cara merusak bahannya.
Besi tulangan dengan bengkokan yang tidak ditunjukan dalam gambar tidak
boleh dipakai, semua batang tulangan harus dibengkokkan dalam keadaan dingin.
Pemasangan dari besi beton hanya dapat diperkenankan bila seluruh cara-cara
pengerjaanya disetujui oleh Pengawas. Sistem pemasangan, penggunaan besi
beton, ketepatan diameter dalam pembesian ini agar tetap mengikuti gambar yang
ada, Besi beton yang dipakai adalah jenis besi beton Polos Ø12, Ø8 Besi bekas
tidak boleh dipasang / dipergunakan. Kawat beton dan kawat pengikat harus
terbuat dari baja lunak dengan diameter minimal 1 mm. Besi dan kawat beton
seperti dimaksud di atas harus bebas dari kotoran-kotoran, karat, cat, minyak,
dan bahan lain yang mengurangi daya lekat terhadap beton.
- Begisting
Seluruh bahan pekerjaan bekisting menggunakan Kayu kelas III (papan) Dan
Usuk Bambu Tidak Diperbolehkan, untuk mendapatkan hasil cetakan yang
memenuhi syarat pekerjaan bekisting harus dikerjakan oleh tukang yang ahli.
Celah-celah antara papan bekisting harus cukup rapat, agar waktu mengecor
tidak ada air adukan yang lolos, sebelum mulai mengecor bagian dari dalam
bekisting harus disiram air dan dibersihkan dari kotoran. Bekisting harus
direncanakan, dilaksanakan dan diusahakan sedemikian rupa agar waktu
pengecoran dan pembongkaran tidak mengakibatkan cacat-cacat, gelombang-
gelombang maupun perubahan-perubahan bentuk, ukuran-ukuran, ketinggian-
ketinggian serta posisi daripada beton yang dicor. Penyangga-penyangga harus
diberi jarak antara, yang dapat mencegah defleksi bahan-bahan bekisting.
Bekisting serta sambungan-sambungan harus rapat, sehingga mencegah
kebocoran-kebocoran adukan selama pengecoran. Lubang-lubang permukaan
sementara harus disediakan di dalam bekisting untuk memudahkan pembersihan
METODE PEKERJAAN
- Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang Dinding Beton Kolam. dengan ketebalan
yang sesuai rencana dan telah diratakan.
- Bersihkan lokasi yang akan dipasangdari sampah atau kotoran. Pasang patok dan leveling
yang dibutuhkan sebagai pola untuk menentukan ketebalan. Bisa juga dengan terlebih
dahulu dibuat kepalaan dengan jarak per 1 m untuk leveling.
- Pengecoran diupayakan dilaksanakan 1 hari, agar menghemat waktu pelaksanaan.
- Vibrasi yang cukup selama pengecoran
- Dipadatkan Menggunakan Alat Pemadat Beton (Vibrator).
- Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit
- Digunakan beton mutu f’c = 26 MPa
- Setelah memenuhi persyaratan umur beton untuk bisa dilepas bekisting, barulah
dilakukan lepas bekisting.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pasir Cor / Beton
- split
- air
- semen PC Merk Semen Tiga Roda
- Besi Beton Polos SNI Full Sesuai Tabel Toleransi
- kawat
- Kayu kelas III (papan)
- Minyak bekisting
- kawat
- paku
Peralatan Yang Digunakan
- concrete pump
- vibrator
- meteran
- waterpass
- cangkul
- talang cor
- ember
- sendok semen
- Palu
- raskam
- benang
- selang air, dll.
7 .Pek. Lantai Beton Kolam
- Beton f’c =26 MPa (Readymix)
adukan beton harus mencapai Kekuatan Tekan Beton karakteristik f’c = 26
MPa. Pasangan Lantai Beton Kolam dibuat sesuai dengan gambar baik ukuran
maupun bentuk. Semen yang digunakan adalah sama dengan semen pada syarat
pekerjaan pasangan. Pasir untuk pekerjaan beton harus pasir yang kasar dengan
gradasi tidak kurang dari diameter 0,35 mm. Pasir harus bersih dan kadar
lumpur maksimum yang terkandung 5%. Split / batu pecah yang digunakan
adalah dengan ukuran 1/2 cm sampai dengan 2/3 cm dengan tidak
memperlihatkan tanda-tanda kelapukan. Split harus bersih dari kotoran dan
lumpur. Pemadatan Beton Menggunakan Alat Pemadat Beton (Vibrator)
- Pembesian
Besi tulangan beton sebelum dipasang harus dibersihkan dari serpih-serpih, karat,
minyak, gemuk dan pelapisan yang akan merusak dan mengurangi daya rekatnya
dengan beton. Besi tulangan harus dibengkokkan/dibentuk dengan teliti sesuai
dengan bentuk dan ukuran yang tertera pada gambar kerja. besi tulangan beton
tidak boleh diluruskan atau dibengkokkan kembali dengan cara merusak bahannya.
Besi tulangan dengan bengkokan yang tidak ditunjukan dalam gambar tidak
boleh dipakai, semua batang tulangan harus dibengkokkan dalam keadaan dingin.
Pemasangan dari besi beton hanya dapat diperkenankan bila seluruh cara-cara
pengerjaanya disetujui oleh Pengawas. Sistem pemasangan, penggunaan besi
beton, ketepatan diameter dalam pembesian ini agar tetap mengikuti gambar yang
ada, Besi beton yang dipakai adalah jenis besi beton Polos Ø12, Ø8 Besi bekas
tidak boleh dipasang / dipergunakan. Kawat beton dan kawat pengikat harus
terbuat dari baja lunak dengan diameter minimal 1 mm. Besi dan kawat beton
seperti dimaksud di atas harus bebas dari kotoran-kotoran, karat, cat, minyak,
dan bahan lain yang mengurangi daya lekat terhadap beton.
- Begisting
Seluruh bahan pekerjaan bekisting menggunakan Kayu kelas III (papan) Dan
Usuk Bambu Tidak Diperbolehkan, untuk mendapatkan hasil cetakan yang
memenuhi syarat pekerjaan bekisting harus dikerjakan oleh tukang yang ahli.
Celah-celah antara papan bekisting harus cukup rapat, agar waktu mengecor
tidak ada air adukan yang lolos, sebelum mulai mengecor bagian dari dalam
bekisting harus disiram air dan dibersihkan dari kotoran. Bekisting harus
direncanakan, dilaksanakan dan diusahakan sedemikian rupa agar waktu
pengecoran dan pembongkaran tidak mengakibatkan cacat-cacat, gelombang-
gelombang maupun perubahan-perubahan bentuk, ukuran-ukuran, ketinggian-
ketinggian serta posisi daripada beton yang dicor. Penyangga-penyangga harus
diberi jarak antara, yang dapat mencegah defleksi bahan-bahan bekisting.
Bekisting serta sambungan-sambungan harus rapat, sehingga mencegah
kebocoran-kebocoran adukan selama pengecoran. Lubang-lubang permukaan
sementara harus disediakan di dalam bekisting untuk memudahkan pembersihan
METODE PEKERJAAN
- Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang Lantai Beton Kolam. dengan ketebalan yang
sesuai rencana dan telah diratakan.
- Bersihkan lokasi yang akan dipasangdari sampah atau kotoran. Pasang patok dan leveling
yang dibutuhkan sebagai pola untuk menentukan ketebalan. Bisa juga dengan terlebih
dahulu dibuat kepalaan dengan jarak per 1 m untuk leveling.
- Pengecoran diupayakan dilaksanakan 1 hari, agar menghemat waktu pelaksanaan.
- Vibrasi yang cukup selama pengecoran
- Dipadatkan Menggunakan Alat Pemadat Beton (Vibrator).
- Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit
- Digunakan beton mutu f’c = 26 MPa
- Setelah memenuhi persyaratan umur beton untuk bisa dilepas bekisting, barulah
dilakukan lepas bekisting.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pasir Cor / Beton
- split
- air
- semen PC Merk Semen Tiga Roda
- Besi Beton Polos SNI Full Sesuai Tabel Toleransi
- kawat
- Kayu kelas III (papan)
- Minyak bekisting
- kawat
- paku
Peralatan Yang Digunakan
- concrete pump
- vibrator
- meteran
- waterpass
- cangkul
- talang cor
- ember
- sendok semen
- Palu
- raskam
- benang
- selang air, dll.
8 . Pek. Box Instalasi
- Beton f’c =26 MPa (Readymix)
adukan beton harus mencapai Kekuatan Tekan Beton karakteristik f’c = 26
MPa. Pasangan Box Instalasi dibuat sesuai dengan gambar baik ukuran maupun
bentuk. Semen yang digunakan adalah sama dengan semen pada syarat pekerjaan
pasangan. Pasir untuk pekerjaan beton harus pasir yang kasar dengan gradasi
tidak kurang dari diameter 0,35 mm. Pasir harus bersih dan kadar lumpur
maksimum yang terkandung 5%. Split / batu pecah yang digunakan adalah
dengan ukuran 1/2 cm sampai dengan 2/3 cm dengan tidak memperlihatkan
tanda-tanda kelapukan. Split harus bersih dari kotoran dan lumpur. Pemadatan
Beton Menggunakan Alat Pemadat Beton (Vibrator)
- Pembesian
Besi tulangan beton sebelum dipasang harus dibersihkan dari serpih-serpih, karat,
minyak, gemuk dan pelapisan yang akan merusak dan mengurangi daya rekatnya
dengan beton. Besi tulangan harus dibengkokkan/dibentuk dengan teliti sesuai
dengan bentuk dan ukuran yang tertera pada gambar kerja. besi tulangan beton
tidak boleh diluruskan atau dibengkokkan kembali dengan cara merusak bahannya.
Besi tulangan dengan bengkokan yang tidak ditunjukan dalam gambar tidak
boleh dipakai, semua batang tulangan harus dibengkokkan dalam keadaan dingin.
Pemasangan dari besi beton hanya dapat diperkenankan bila seluruh cara-cara
pengerjaanya disetujui oleh Pengawas. Sistem pemasangan, penggunaan besi
beton, ketepatan diameter dalam pembesian ini agar tetap mengikuti gambar yang
ada, Besi beton yang dipakai adalah jenis besi beton Polos Ø12, Ø8 Besi bekas
tidak boleh dipasang / dipergunakan. Kawat beton dan kawat pengikat harus
terbuat dari baja lunak dengan diameter minimal 1 mm. Besi dan kawat beton
seperti dimaksud di atas harus bebas dari kotoran-kotoran, karat, cat, minyak,
dan bahan lain yang mengurangi daya lekat terhadap beton.
- Begisting
Seluruh bahan pekerjaan bekisting menggunakan Kayu kelas III (papan) Dan
Usuk Bambu Tidak Diperbolehkan, untuk mendapatkan hasil cetakan yang
memenuhi syarat pekerjaan bekisting harus dikerjakan oleh tukang yang ahli.
Celah-celah antara papan bekisting harus cukup rapat, agar waktu mengecor
tidak ada air adukan yang lolos, sebelum mulai mengecor bagian dari dalam
bekisting harus disiram air dan dibersihkan dari kotoran. Bekisting harus
direncanakan, dilaksanakan dan diusahakan sedemikian rupa agar waktu
pengecoran dan pembongkaran tidak mengakibatkan cacat-cacat, gelombang-
gelombang maupun perubahan-perubahan bentuk, ukuran-ukuran, ketinggian-
ketinggian serta posisi daripada beton yang dicor. Penyangga-penyangga harus
diberi jarak antara, yang dapat mencegah defleksi bahan-bahan bekisting.
Bekisting serta sambungan-sambungan harus rapat, sehingga mencegah
kebocoran-kebocoran adukan selama pengecoran. Lubang-lubang permukaan
sementara harus disediakan di dalam bekisting untuk memudahkan pembersihan
METODE PEKERJAAN
- Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang Box Instalasi. dengan ketebalan yang sesuai
rencana dan telah diratakan.
- Bersihkan lokasi yang akan dipasangdari sampah atau kotoran. Pasang patok dan leveling
yang dibutuhkan sebagai pola untuk menentukan ketebalan. Bisa juga dengan terlebih
dahulu dibuat kepalaan dengan jarak per 1 m untuk leveling.
- Pengecoran diupayakan dilaksanakan 1 hari, agar menghemat waktu pelaksanaan.
- Vibrasi yang cukup selama pengecoran
- Dipadatkan Menggunakan Alat Pemadat Beton (Vibrator).
- Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit
- Digunakan beton mutu f’c = 26 MPa
- Setelah memenuhi persyaratan umur beton untuk bisa dilepas bekisting, barulah
dilakukan lepas bekisting.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pasir Cor / Beton
- split
- air
- semen PC Merk Semen Tiga Roda
- Besi Beton Polos SNI Full Sesuai Tabel Toleransi
- kawat
- Kayu kelas III (papan)
- Minyak bekisting
- kawat
- paku
Peralatan Yang Digunakan
- concrete pump
- vibrator
- meteran
- waterpass
- cangkul
- talang cor
- ember
- sendok semen
- Palu
- raskam
- benang
- selang air, dll.
9 .Pek. Balance Tank
- Beton f’c =26 MPa (Readymix)
adukan beton harus mencapai Kekuatan Tekan Beton karakteristik f’c = 26
MPa. untuk Balance Tank dibuat sesuai dengan gambar baik ukuran maupun
bentuk. Semen yang digunakan adalah sama dengan semen pada syarat pekerjaan
pasangan. Pasir untuk pekerjaan beton harus pasir yang kasar dengan gradasi
tidak kurang dari diameter 0,35 mm. Pasir harus bersih dan kadar lumpur
maksimum yang terkandung 5%. Split / batu pecah yang digunakan adalah
dengan ukuran 1/2 cm sampai dengan 2/3 cm dengan tidak memperlihatkan
tanda-tanda kelapukan. Split harus bersih dari kotoran dan lumpur. Pemadatan
Beton Menggunakan Alat Pemadat Beton (Vibrator)
- Pembesian
Besi tulangan beton sebelum dipasang harus dibersihkan dari serpih-serpih, karat,
minyak, gemuk dan pelapisan yang akan merusak dan mengurangi daya rekatnya
dengan beton. Besi tulangan harus dibengkokkan/dibentuk dengan teliti sesuai
dengan bentuk dan ukuran yang tertera pada gambar kerja. besi tulangan beton
tidak boleh diluruskan atau dibengkokkan kembali dengan cara merusak bahannya.
Besi tulangan dengan bengkokan yang tidak ditunjukan dalam gambar tidak
boleh dipakai, semua batang tulangan harus dibengkokkan dalam keadaan dingin.
Pemasangan dari besi beton hanya dapat diperkenankan bila seluruh cara-cara
pengerjaanya disetujui oleh Pengawas. Sistem pemasangan, penggunaan besi
beton, ketepatan diameter dalam pembesian ini agar tetap mengikuti gambar yang
ada, Besi beton yang dipakai adalah jenis besi beton Polos Ø12, Ø8 Besi bekas
tidak boleh dipasang / dipergunakan. Kawat beton dan kawat pengikat harus
terbuat dari baja lunak dengan diameter minimal 1 mm. Besi dan kawat beton
seperti dimaksud di atas harus bebas dari kotoran-kotoran, karat, cat, minyak,
dan bahan lain yang mengurangi daya lekat terhadap beton.
- Begisting
Seluruh bahan pekerjaan bekisting menggunakan Kayu kelas III (papan) Dan
Usuk Bambu Tidak Diperbolehkan, untuk mendapatkan hasil cetakan yang
memenuhi syarat pekerjaan bekisting harus dikerjakan oleh tukang yang ahli.
Celah-celah antara papan bekisting harus cukup rapat, agar waktu mengecor
tidak ada air adukan yang lolos, sebelum mulai mengecor bagian dari dalam
bekisting harus disiram air dan dibersihkan dari kotoran. Bekisting harus
direncanakan, dilaksanakan dan diusahakan sedemikian rupa agar waktu
pengecoran dan pembongkaran tidak mengakibatkan cacat-cacat, gelombang-
gelombang maupun perubahan-perubahan bentuk, ukuran-ukuran, ketinggian-
ketinggian serta posisi daripada beton yang dicor. Penyangga-penyangga harus
diberi jarak antara, yang dapat mencegah defleksi bahan-bahan bekisting.
Bekisting serta sambungan-sambungan harus rapat, sehingga mencegah
kebocoran-kebocoran adukan selama pengecoran. Lubang-lubang permukaan
sementara harus disediakan di dalam bekisting untuk memudahkan pembersihan
METODE PEKERJAAN
- Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang Balance Tank. dengan ketebalan yang sesuai
rencana dan telah diratakan.
- Bersihkan lokasi yang akan dipasangdari sampah atau kotoran. Pasang patok dan leveling
yang dibutuhkan sebagai pola untuk menentukan ketebalan. Bisa juga dengan terlebih
dahulu dibuat kepalaan dengan jarak per 1 m untuk leveling.
- Pengecoran diupayakan dilaksanakan 1 hari, agar menghemat waktu pelaksanaan.
- Vibrasi yang cukup selama pengecoran
- Dipadatkan Menggunakan Alat Pemadat Beton (Vibrator).
- Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit
- Digunakan beton mutu f’c = 26 MPa
- Setelah memenuhi persyaratan umur beton untuk bisa dilepas bekisting, barulah
dilakukan lepas bekisting.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pasir Cor / Beton
- split
- air
- semen PC Merk Semen Tiga Roda
- Besi Beton Polos SNI Full Sesuai Tabel Toleransi
- kawat
- Kayu kelas III (papan)
- Minyak bekisting
- kawat
- paku
Peralatan Yang Digunakan
- Concrete Pump Standar
- vibrator
- meteran
- waterpass
- cangkul
- talang cor
- ember
- sendok semen
- Palu
- raskam
- benang
- selang air, dll.
C. PEKERJAAN PASANGAN DINDING DAN LANTAI
1. Pek. Pasangan Dinding Bata Adk 1 : 4 Dinding Pagar
- Batu bata yang dipakai pada bangunan ini, menggunakan bata yang
berkualitas baik, utuh dan tidak cacat serta bata yang dipakai harus dengan
ukuran yang sama.
- Bata merah sebelum dipasang harus direndam dahulu dalam bak atau drum air,
sampai jenuh yang harus disiapkan di lapangan.
- Pasangan dinding bata merah dipasang sesuai dengan gambar kerja yang
sudah ada dan untuk pasangan tembok bata menggunakan pasangan
setengah bata.
- Untuk pasangan tembok bata menggunakan campuran 1 PC : 4 Ps.
- Pasang profil dan benang serta unting-unting untuk acuan pasangan dinding
bata.
- Pasang dan susun bata pada area yang telah diberi tanda marking
dengan menggunakan perekat adukan.
Tenaga yang di gunakan
- Mandor
- Tukang
- Kepala Tukang
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Bata
- Semen PC Merk Semen Tiga Roda
- pasir pasang
- air
Peralatan Yang Digunakan
- water pass
- meteran
- benang
- unting-unting
- profil
- selang air
- sendok semen, dll.
2. Pek. Plesteran adk 1 : 4
Plesteran harus rata dan tegak lurus dengan ketebalan 1,5 mm. Pasir untuk pekerjaan
pasangan harus pasir yang halus dengan gradasi tidak lebih dari diameter 0,35 mm. Pasir
yang digunakan pasir pasang dan harus bersih dan kadar lumpur maksimum yang
terkandung 5%. Air yang digunakan untuk pekerjaan pasangan harus berkualitas baik
yang sama dengan kualitas dan syarat air minum yaitu tidak merwarna, tidak berasa dan
tidak berbau.
METODE PEKERJAAN :
- Pasangan dinding bata terlebih dahulu disiramair
- Dibuat kepala plesteran pada beberapabagian
- Permukaan dinding diplester kemudian diratakan dengan sipatan
Tenaga yang di gunakan
- Mandor
- Tukang
- Kepala Tukang
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- semen PC Merk Semen Tiga Roda
- pasir pasang
- air
Peralatan Yang Digunakan
- Waterpas
- Selang Air
- Jidar
- Benang
- Sendok Semen dll.
3. Pek. Pas. Acian
Acian harus rata dan tegak lurus , Semen yang digunakan untuk pekerjaan pasangan adalah
jenis semen portland Merk Tiga Roda. Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan
plesteran sudah kering. Permukaan plesteran sebelum di Aci terlebih dahulu disiram air.
Untuk memperoleh hasil Acian yang halus, setelah plesteran diberi lapisan acian semen pc,
permukaan acian sebelum mengering digosok dengan menggunakan kertas gosok
Tenaga yang di gunakan
- Mandor
- Tukang
- Kepala Tukang
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Semen pc Merk Semen Tiga Roda
- Air
Peralatan Yang Digunakan
- Waterpas
- Selang Air
- Jidar
- Benang
- Sendok Semen dll
4. Pek. Pasangan Lantai Keramik Mozaik Kolam 30x30 cm
Pekerjaan Lantai Kramik Mozaik baru boleh dilaksanakan setelah seluruh pekerjaan Cor
Lantai Kerja dan seluruh pemasangan lapisan-lapisan pada dinding selesai dikerjakan.
Keramik M o z a i k yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak retak, tidak
cacat dan tidak bernoda. Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benar
benar rata. Jarak antara unit unit pemasangan Keramik yang terpasang (lebar siar
siar), harus sama lebarnya. Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari
segala macam noda yang terjadi pada permukaan hingga betul betul bersih.
Pemasangan lantai harus dilaksanakan dengan rata / waterpass, rapi dan tidak
bergelombang. Untuk daerah-daerah tertentu, pemasangan dilaksanakan dengan
kemiringan 1% kearah lubang pembuangan (floor drain). Pada lantai yang tidak
berhubungan dengan dinding / pengakhiran bebas atau karena perbedaan tinggi dengan
lantai lainnya. Pasir untuk pekerjaan pasangan harus pasir yang halus dengan gradasi
tidak lebih dari diameter 0,35 mm.
METODE PEKERJAAN :
Tahap-tahap pekerjaan lantai keramik Mozaik 30 x 30 untuk L a n t a i Kolam Renang sebagai
berikut :
- Rendam terlebih dulu keramik di dalam air sampai jenuh sebelum dipasang.
- Buat adukan untuk pasangan keramik
- Tebar adukan secara merata untuk menghindarkan terjadi rongga.
- Pasang keramik kepalaan untuk tanda star awal pemasangan pada adukan yang
sudah ditebar dengan dengan perekat acian. Kemudian dilanjutkan pemasangan
keramik lantai lainnya dengan acuan kepalaan pasangan keramik yang telah dibuat.
- Pada saat pemasangan, tekan keramik atau pukul dengan palu karet untuk
mendapatkan permukaan lantai keramik yang rata.
- Cek kerataan permukaan dengan menggunakan waterpass.
- Selanjutnya di lanjutkan dengan pekerjaan finishing.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Keramik Mozaik 30 x 30 cm (SNI)
- semen Waterproofing Lemkra
- air
- Semen warna
Peralatan Yang Digunakan
- Sendok Semen
- Benang
- Waterpass
- Palu karet.
- Alat Bantu (balok-balok kayu, dll)
5. Pek. Pasangan Dinding Keramik Mozaik Kolam
Pekerjaan Dinding Keramik Mozaik baru boleh dilaksanakan setelah seluruh pekerjaan
Cor Lantai Kerja dan seluruh pemasangan lapisan-lapisan pada dinding selesai
dikerjakan. Keramik M o z a i k yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak
retak, tidak cacat dan tidak bernoda. Bidang pemasangan harus merupakan bidang
yang benar benar rata. Jarak antara unit unit pemasangan Keramik yang terpasang
(lebar siar siar), harus sama lebarnya. Keramik yang sudah terpasang harus
dibersihkan dari segala macam noda yang terjadi pada permukaan hingga betul betul
bersih. Pemasangan lantai harus dilaksanakan dengan rata / waterpass, rapi dan
tidak bergelombang. Untuk daerah-daerah tertentu, pemasangan dilaksanakan dengan
kemiringan 1% kearah lubang pembuangan (floor drain). Pada lantai yang tidak
berhubungan dengan dinding / pengakhiran bebas atau karena perbedaan tinggi dengan
lantai lainnya. Pasir untuk pekerjaan pasangan harus pasir yang halus dengan gradasi
tidak lebih dari diameter 0,35 mm.
METODE PEKERJAAN :
Tahap-tahap pekerjaan lantai keramik Mozaik 30 x 30 untuk Dinding Kolam Renang sebagai
berikut :
- Rendam terlebih dulu keramik di dalam air sampai jenuh sebelum dipasang.
- Buat adukan untuk pasangan keramik
- Tebar adukan secara merata untuk menghindarkan terjadi rongga.
- Pasang keramik kepalaan untuk tanda star awal pemasangan pada adukan yang
sudah ditebar dengan dengan perekat acian. Kemudian dilanjutkan pemasangan
keramik lantai lainnya dengan acuan kepalaan pasangan keramik yang telah dibuat.
- Pada saat pemasangan, tekan keramik atau pukul dengan palu karet untuk
mendapatkan permukaan lantai keramik yang rata.
- Cek kerataan permukaan dengan menggunakan waterpass.
- Selanjutnya di lanjutkan dengan pekerjaan finishing.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Keramik Mozaik 30 x 30 cm (SNI)
- semen Waterproofing Lemkra
- air
- Semen warna
Peralatan Yang Digunakan
- Sendok Semen
- Benang
- Waterpass
- Palu karet.
- Alat Bantu (balok-balok kayu, dll)
6. Pek. Dinding Luar Kolam dengan Batu Andesit Uk. 10/20
Pekerjaan Dinding Batu Andesit baru boleh dilaksanakan setelah seluruh pekerjaan Cor
dinding dan seluruh pemasangan lapisan-lapisan pada dinding selesai dikerjakan.
- Permukaan yang akan dipasang Batu Andesit harus bersih dan bebas dari
kontaminasi material yang mengandung bahan kimia.
- Batu Andesit yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak
retak, tidak cacat dan tidak bernoda.
- Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benar benar rata.
- Jarak antara unit unit pemasangan Batu Andesit yang terpasang (lebar siar
siar), harus sama lebarnya. Siar-siar harus membentuk garis garis sejajar
dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya. Untuk siar siar yang
berpotongan harus membentuk siku dan saling berpotongan tegak lurus
sesamanya.
- Siar siar diisi dengan bahan pengisi siar sesuai ketentuan dalam
persyaratan bahan, dengan warna bahan pengisi sesuai dengan warna
bahan yang dipasangnya.
- Pemotongan unit unit Batu Andesit harus menggunakan alat
pemotong khusus sesuai persyaratan dari pabrik bersangkutan.
- Batu Andesit yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam
noda yang terjadi pada permukaan hingga betul betul bersih.
- Dinding Luar Kolam yang di pasang Batu Andesit lihat pada
gambar kerja. Batu Alam Andesit Untuk Diding Pagar 10/20 yang digunakan
ukuran 10/20 cm
- Semua jenis bahan, bentuk, ukuran dan ketinggian telah ditentukan pada
gambar.
- Pemasangan Dinding Batu Andesit harus dilaksanakan dengan
rata / waterpass, rapi dan tidak bergelombang.
METODE PEKERJAAN :
Tahap-tahap pekerjaan Batu Andesit 10 x 20 untuk dinding kolam luar sebagai berikut
:
- Dinding Kolam dibersihkan dari debu/kotoran dan disiram terlebih dahulu
sebelum ditebar adukan pasangan Batu Andesit.
- Rendam terlebih dulu Batu Andesit di dalam air sampai jenuh sebelum
dipasang.
- Buat adukan untuk pasangan Batu Andesit.
- Tebar adukan secara merata untuk menghindarkan terjadi rongga.
- Pasang Batu Andesit kepalaan untuk tanda star awal pemasangan pada
adukan yang sudah ditebar dengan perekat acian. Kemudian dilanjutkan
pemasangan dinding Batu Andesit lainnya dengan acuan kepalaan pasangan
Batu Andesit yang telah dibuat.
- Pada saat pemasangan, tekan Batu Andesit atau pukul dengan palu karet
untuk mendapatkan permukaan dinding Batu Andesit yang rata.
- Cek kerataan permukaan dengan menggunakan waterpass.
- Setelah pemasangan dinding Batu Andesit selesai, biarkan beberapa saat
untuk mengeluarkan udara yang ada dalam adukan pasangan dinding Batu
Andesit
- Selanjutnya di lanjutkan dengan pekerjaan finishing.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Batu Andesit 10 x 20
- semen PC (Semen Tiga Roda)
- pasir pasang
- air
- Semen warna
Peralatan Yang Digunakan
- Sendok Semen
- Benang
- Waterpass
- Palu karet.
- Alat Bantu (balok-balok kayu, dll)
7. Pek. Pasangan Lantai Batu Andesit Selasar Kolam Uk. 10/20
Pekerjaan Lantai Batu Andesit baru boleh dilaksanakan setelah seluruh pekerjaan Cor
dinding dan seluruh pemasangan lapisan-lapisan pada dinding selesai dikerjakan.
- Permukaan yang akan dipasang Batu Andesit harus bersih dan bebas dari
kontaminasi material yang mengandung bahan kimia.
- Batu Andesit yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak
retak, tidak cacat dan tidak bernoda.
- Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benar benar rata.
- Jarak antara unit unit pemasangan Batu Andesit yang terpasang (lebar siar
siar), harus sama lebarnya. Siar-siar harus membentuk garis garis sejajar
dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya. Untuk siar siar yang
berpotongan harus membentuk siku dan saling berpotongan tegak lurus
sesamanya.
- Siar siar diisi dengan bahan pengisi siar sesuai ketentuan dalam
persyaratan bahan, dengan warna bahan pengisi sesuai dengan warna bahan
yang dipasangnya.
- Pemotongan unit unit Batu Andesit harus menggunakan alat
pemotong khusus sesuai persyaratan dari pabrik bersangkutan.
- Batu Andesit yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam
noda yang terjadi pada permukaan hingga betul betul bersih.
- Dinding Luar Kolam yang di pasang Batu Andesit lihat pada
gambar kerja. Batu Alam Andesit Untuk Diding Pagar 10/20 yang digunakan
ukuran 10/20 cm
- Semua jenis bahan, bentuk, ukuran dan ketinggian telah ditentukan pada
gambar.
- Pemasangan Dinding Batu Andesit harus dilaksanakan dengan
rata / waterpass, rapi dan tidak bergelombang.
METODE PEKERJAAN :
Tahap-tahap pekerjaan Batu Andesit 10 x 20 untuk dinding kolam luar sebagai
berikut:
- Dinding Kolam dibersihkan dari debu/kotoran dan disiram terlebih dahulu
sebelum ditebar adukan pasangan Batu Andesit.
- Rendam terlebih dulu Batu Andesit di dalam air sampai jenuh sebelum
dipasang.
- Buat adukan untuk pasangan Batu Andesit.
- Tebar adukan secara merata untuk menghindarkan terjadi rongga.
- Pasang Batu Andesit kepalaan untuk tanda star awal pemasangan pada
adukan yang sudah ditebar dengan perekat acian. Kemudian dilanjutkan
pemasangan dinding Batu Andesit lainnya dengan acuan kepalaan pasangan
Batu Andesit yang telah dibuat.
- Pada saat pemasangan, tekan Batu Andesit atau pukul dengan palu karet
untuk mendapatkan permukaan dinding Batu Andesit yang rata.
- Cek kerataan permukaan dengan menggunakan waterpass.
- Setelah pemasangan dinding Batu Andesit selesai, biarkan beberapa saat
untuk mengeluarkan udara yang ada dalam adukan pasangan dinding Batu
Andesit
- Selanjutnya di lanjutkan dengan pekerjaan finishing.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Batu Andesit 10 x 20
- semen PC (Semen Tiga Roda)
- pasir pasang
- air
- Semen warna
Peralatan Yang Digunakan
- Sendok Semen
- Benang
- Waterpass
- Palu karet.
- Alat Bantu (balok-balok kayu, dll).
8. Pek. Pas. Batu Alam Andesit Untuk Diding Pagar Uk. 10/20
Pekerjaan Dinding pagar Batu Andesit baru boleh dilaksanakan setelah seluruh
pekerjaan Cor dinding dan seluruh pemasangan lapisan-lapisan pada dinding selesai
dikerjakan.
- Permukaan yang akan dipasang Batu Andesit harus bersih dan bebas dari
kontaminasi material yang mengandung bahan kimia.
- Batu Andesit yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak
retak, tidak cacat dan tidak bernoda.
- Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benar benar rata.
- Jarak antara unit unit pemasangan Batu Andesit yang terpasang (lebar siar
siar), harus sama lebarnya. Siar-siar harus membentuk garis garis sejajar
dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya. Untuk siar siar yang
berpotongan harus membentuk siku dan saling berpotongan tegak lurus
sesamanya.
- Siar siar diisi dengan bahan pengisi siar sesuai ketentuan dalam
persyaratan bahan, dengan warna bahan pengisi sesuai dengan warna
bahan yang dipasangnya.
- Pemotongan unit unit Batu Andesit harus menggunakan alat
pemotong khusus sesuai persyaratan dari pabrik bersangkutan.
- Batu Andesit yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam
noda yang terjadi pada permukaan hingga betul betul bersih.
- Dinding Luar Kolam yang di pasang Batu Andesit lihat pada
gambar kerja. Batu Alam Andesit Untuk Diding Pagar 10/20 yang digunakan
ukuran 10/20 cm
- Semua jenis bahan, bentuk, ukuran dan ketinggian telah ditentukan pada
gambar.
- Pemasangan Dinding pagar Batu Andesit harus dilaksanakan dengan
rata / waterpass, rapi dan tidak bergelombang.
METODE PEKERJAAN :
Tahap-tahap pekerjaan Batu Andesit 10 x 20 untuk dinding kolam luar sebagai
berikut:
- Dinding Kolam dibersihkan dari debu/kotoran dan disiram terlebih dahulu
sebelum ditebar adukan pasangan Batu Andesit.
- Rendam terlebih dulu Batu Andesit di dalam air sampai jenuh sebelum
dipasang.
- Buat adukan untuk pasangan Batu Andesit.
- Tebar adukan secara merata untuk menghindarkan terjadi rongga.
- Pasang Batu Andesit kepalaan untuk tanda star awal pemasangan pada
adukan yang sudah ditebar dengan perekat acian. Kemudian dilanjutkan
pemasangan dinding Batu Andesit lainnya dengan acuan kepalaan pasangan
Batu Andesit yang telah dibuat.
- Pada saat pemasangan, tekan Batu Andesit atau pukul dengan palu karet
untuk mendapatkan permukaan dinding Batu Andesit yang rata.
- Cek kerataan permukaan dengan menggunakan waterpass.
- Setelah pemasangan dinding Batu Andesit selesai, biarkan beberapa saat
untuk mengeluarkan udara yang ada dalam adukan pasangan dinding Batu
Andesit
- Selanjutnya di lanjutkan dengan pekerjaan finishing.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Batu Andesit 10 x 20
- semen PC (Semen Tiga Roda)
- pasir pasang
- air
- Semen warna
Peralatan Yang Digunakan
- Sendok Semen
- Benang
- Waterpass
- Palu karet.
- Alat Bantu (balok-balok kayu, dll)
9. Pek. Rabat Beton Selasar Kolam K-125
Beton K-125
adukan beton harus mencapai Kekuatan Tekan Beton (K 125) untuk Rabat Beton
Selasar . Pekerjaan Rabat Beton Selasar dibuat sesuai dengan gambar baik ukuran
maupun bentuk. Semen yang digunakan adalah sama dengan semen pada syarat
pekerjaan pasangan. Pasir untuk pekerjaan beton harus pasir yang kasar dengan
gradasi tidak kurang dari diameter 0,35 mm. Pasir harus bersih dan kadar lumpur
maksimum yang terkandung 5%. Split / batu pecah yang digunakan adalah
dengan ukuran 1/2 cm sampai dengan 2/3 cm dengan tidak memperlihatkan tanda-
tanda kelapukan. Split harus bersih dari kotoran dan lumpur.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pasir Cor / Beton
- split
- air
- semen PC Merk Semen Tiga Roda
Peralatan Yang Digunakan
- concrete mixer (molen)
- vibrator
- meteran
- waterpass
- cangkul
- talang cor
- ember
- sendok semen
- Palu
- raskam
- benang
- selang air, dll.
10. Pek. Pas. Penutup Drainase Dengan Batu Andesit 20/40
- Permukaan yang akan dipasang Batu Andesit harus bersih dan bebas dari
kontaminasi material yang mengandung bahan kimia.
- Batu Andesit yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak
retak, tidak cacat dan tidak bernoda.
- Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benar benar rata.
- Jarak antara unit unit pemasangan Batu Andesit yang terpasang (lebar siar
siar), harus sama lebarnya. Siar-siar harus membentuk garis garis sejajar
dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya. Untuk siar siar yang
berpotongan harus membentuk siku dan saling berpotongan tegak lurus
sesamanya.
- Siar siar diisi dengan bahan pengisi siar sesuai ketentuan dalam
persyaratan bahan, dengan warna bahan pengisi sesuai dengan warna
bahan yang dipasangnya.
- Pemotongan unit unit Batu Andesit harus menggunakan alat
pemotong khusus sesuai persyaratan dari pabrik bersangkutan.
- Batu Andesit yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam
noda yang terjadi pada permukaan hingga betul betul bersih.
- Dinding Luar Kolam yang di pasang Batu Andesit lihat pada
gambar kerja. Batu Alam Andesit Untuk Penutup Drainase Dengan 20/40 yang
digunakan ukuran 20/40 cm
- Semua jenis bahan, bentuk, ukuran dan ketinggian telah ditentukan pada
gambar.
- Pemasangan Penutup Drainase Dengan Batu Andesit harus dilaksanakan
dengan rata / waterpass, rapi dan tidak bergelombang.
METODE PEKERJAAN :
Tahap-tahap pekerjaan Batu Andesit 20 x 40 untuk Penutup Drainase Dengan sebagai
berikut:
- Rendam terlebih dulu Batu Andesit di dalam air sampai jenuh sebelum
dipasang.
- Buat adukan untuk pasangan Batu Andesit.
- Tebar adukan secara merata untuk menghindarkan terjadi rongga.
- Pasang Batu Andesit kepalaan untuk tanda star awal pemasangan pada
adukan yang sudah ditebar dengan perekat acian. Kemudian dilanjutkan
pemasangan Batu Andesit lainnya dengan acuan kepalaan pasangan Batu
Andesit yang telah dibuat.
- Pada saat pemasangan, tekan Batu Andesit atau pukul dengan palu karet
untuk mendapatkan permukaan dinding Batu Andesit yang rata.
- Cek kerataan permukaan dengan menggunakan waterpass.
- Setelah pemasangan Batu Andesit selesai, biarkan beberapa saat untuk
mengeluarkan udara yang ada dalam adukan pasangan dinding Batu Andesit
- Selanjutnya di lanjutkan dengan pekerjaan finishing.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Batu Andesit 20 x 40
- semen PC (Semen Tiga Roda)
- pasir pasang
- air
- Semen warna
Peralatan Yang Digunakan
- Sendok Semen
- Benang
- Waterpass
- Palu karet.
- Alat Bantu (balok-balok kayu, dll)
11. Pek.Pengecetan Dinding
- Sebelum pengecatan pada Dinding terlebih dahulu bidang-bidang tersebut
dibersihkan dari kotoran yang melekat serta dibuat rata dengan cara
menggosok dengan menggunakan kertas gosok/amplas
- Setelah dalam keadaan bersih, bidang-bidang yang akan dicat
Pelapis/propan.
- Setelah cat pelapis benar-benar kering pekerjaan dilanjutkan dengan
menggosok cat pelapis hingga permukaan bidang yang akan dicat benar- benar
rata.
- Pekerjaan akhir adalah pengecatan permukaan tersebut
dilaksanakan hingga pekat dan rata.
- Pengecatan akhir berulang kali (2 atau 3 kali) sampai mencapai warna
yang dikehendaki.
- Pekerjaan-pekerjaan pengecatan dilakukan dengan kuas.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Plamur (Pelapis)
- Cat Penutup Tembok NIPPON
Peralatan Yang Digunakan
- Kertas semen/Koran
- Lakban
- Amplas
- Rol
- Kuas
- Skrap
- Kain lap
D. PEKERJAAN SANITASI
1. Pemasangan Pipa PVC Outlet Ø 1 1/2" AW
Yang dimaksud Instalasi air bersih disini adalah :
Sarana pipa untuk menyalurkan air bersih dari sumber air bersih pada lokasi
pekerjaan.Sarana pipa dari reservoir ke tiap-tiap titik pemakaian (kran, fixtures
sanitary) dengan sistim gravitasi atau dilengkapi pompa bila tekanan air
diperlukan lebih besar dari tekanan gravitasi.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pipa PVC 1 1/2" Merk Rucika
- Fitting PVC (tee, elbow, reducer,socket, flame, dll)
- Material Bantu (lem PVC, sealtape, penggantung, clamp, dll)
Peralatan Yang Digunakan
- Gergaji besi
- Gerinda Tangan
- Bor Duduk & Bor Tangan
- Gunting
- Kunci Pipa, Kunci Pas
- Tang, obeng dl
2. Pemasangan Pipa PVC Inlet Ø 1 1/2" AW
Yang dimaksud Instalasi air bersih disini adalah :
Sarana pipa untuk menyalurkan air bersih dari sumber air bersih pada lokasi
pekerjaan.Sarana pipa dari reservoir ke tiap-tiap titik pemakaian (kran, fixtures
sanitary) dengan sistim gravitasi atau dilengkapi pompa bila tekanan air
diperlukan lebih besar dari tekanan gravitasi.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pipa PVC 1 1/2" Merk Rucika
- Fitting PVC (tee, elbow, reducer,socket, flame, dll)
- Material Bantu (lem PVC, sealtape, penggantung, clamp, dll)
Peralatan Yang Digunakan
- Gergaji besi
- Gerinda Tangan
- Bor Duduk & Bor Tangan
- Gunting
- Kunci Pipa, Kunci Pas
- Tang, obeng dl
3. Pipa Pemasangan Pipa Pembuangan PVC Inlet Ø 2" AW
Yang dimaksud Instalasi air bersih disini adalah :
Sarana pipa untuk menyalurkan air bersih dari sumber air bersih pada lokasi
pekerjaan.Sarana pipa dari reservoir ke tiap-tiap titik pemakaian (kran, fixtures
sanitary) dengan sistim gravitasi atau dilengkapi pompa bila tekanan air
diperlukan lebih besar dari tekanan gravitasi.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pipa PVC 2" Merk Rucika
- Fitting PVC (tee, elbow, reducer,socket, flame, dll)
- Material Bantu (lem PVC, sealtape, penggantung, clamp, dll)
Peralatan Yang Digunakan
- Gergaji besi
- Gerinda Tangan
- Bor Duduk & Bor Tangan
- Gunting
- Kunci Pipa, Kunci Pas
- Tang, obeng dl
E. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1. Pek. Pemasangan kWh Meter Token 1 Phase (2200 Watt)
2. Pek. Pemasangan Panel Kontrol Pompa Kolam Renang
- Marking lokasi panel dengan ketinggian rata-rata di atas 180 cm
- Bobok dinding Tembok
- Pasang dynabolt
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
-Panel
-Dynabolt
Peralatan Yang Digunakan
-Bor tangan
-Kunci pas, obeng dan lain-lain
-Waterpass
3. Pek. Pemasangan Lampu Underwater
Langkah pertama yang harus Anda perhatikan dalam pemasangan lampu kolam renang
LED adalah memberi sealen pada kabel yang masuk ke lampu LED. Berikan sealen yang
cukup banyak agar bagian kabel tersebut tertutup rapat. Tujuannya ialah agar tidak ada
air yang masuk ke dalam kabel sehingga tidak menyebabkan konsleting listrik. Setelah
kabel kita beri sealen dengan sempurna, lalu anda bisa memasang lampu di kolam renang
anda di bagian tepat. Untuk memasang lampu dengan tepat, anda dapat mengebor
bagian dinding kolam renang untuk dipasang baut. Dan lampu dapat menempel dengan
kuat pada dinding kolam renang. Untuk memperoleh hasil yang terbaik, pasang lampu
LED pada kedalaman 50 – 75 cm dari permukaan air. Selanjutnya kabel lampu kita tarik
lewat dalam dinding kolam renang ataupun di bawah keramik dinding kolam renang. Agar
tidak terlihat ada kabel menempel pada dinding. Tujuannya adalah agar kabel tidak
mudah tergeser ataupun tersenggol jika ada yang sedang berenang. Setelah itu langkah
selanjutnya adalah dengan menyambung kabel di dalam tee dus. Pada sambungan kabel
jangan lupa untuk menempelkan selotip agar sambungan lebih kuat dan tidak mudah
terkena air.
Tenaga yang di gunakan
- Instalatur Listrik
- Asisten Instalatur Listrik
- Mandor
Bahan Yang Digunakan
- Lampu Underwater Lamp Led 18 Watt (LZ-UW3190B MERK LUZ LITE) + Trafo 36 Watt
2 volt (Merk LUZ LITE)
Peralatan Yang Digunakan
- Tang ampere
- Kabel ties
- Tang, Obeng
- Alat Bantu dll.
4. Pek. Pemasangan 1 m1 Kabel NYY 2 x 2.5 mm
4. PEKERJAAN PEMBUATAN DAPUR DAN BILASAN
A. PEKERJAAN TANAH DAN GALIAN
1. Pek. Galian Tanah
Pekerjaan galian dilakukan pada item pekerjaan galian tanah untuk Pondasi
yaitu pada kondisi tanah asli digali sesuai dengan gambar rencana. Galian harus
sesuai dengan gambar rencana baik mengenai ukuran lebar dan kedalaman
serta kemiringan untuk mendapatkan elevasi sesuai rencana.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Peralatan Yang Digunakan
- Cangkul
- Blancong
- Garpu
- Sekop
- Alat Bantu
2. Pek. Timbunan Kembali Bekas Galian
Pekerjaan timbunan yang dimaksud adalah menimbun tempat-tempat yang telah
ditentukan yang tanahnya berasal dari bekas galian. Timbunan ini dilakukan disisi kanan
kiri pondasi karena setelah pemasangan pondasi selesai sisi pondasi terdapat celah /
lubang bekas galian.
Tenaga yang di gunakan
- Mandor
- Pekerja
Peralatan Yang Digunakan
- Cangkul
- Sekop
3. Pek. Urugan Pasir Bawah Pondasi
Urugan pasir harus dilaksanakan/dipasang dibawah semua pekerjaan.Lantai
Dan Bawah pondasi minimal setebal 5 cm
Tenaga yang di gunakan
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pasir Urug
Peralatan Yang Digunakan
- Waterpas
- Cangkul & Sekop
B. PEKERJAAN STRUKTUR
1. Pas. Pondasi Batu Belah, Adk. 1:4
- Batu belah yang digunakan adalah jenis batu belah yang berasal dari gunung
atau dari kali yaitu jenis batu belah hitam.
- Batu belah harus benar-benar padat dan tidak memperlihatkan tanda-tanda
kelapukan.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pasir Pasang
- Batu Belah Hitam
- Semen PC Merk Semen Tiga Roda
- Air
Peralatan Yang Digunakan
- Waterpas
- Benang
- Cangkul
- Sendok Semen
- Selang air
- Ember
- Bak
- Unting-Unting
- Meteran
- Profil
2. Pek. Pasangan Sloof 15/20
- Beton f’c = 17MPa
adukan beton harus mencapai Kekuatan Tekan Beton karakteristik f’c = 17 MPa
untuk Cor Sloof 15/20. Pasangan Sloof 15/20 dibuat sesuai dengan gambar
baik ukuran maupun bentuk. Semen yang digunakan adalah sama dengan semen
pada syarat pekerjaan pasangan. Pasir untuk pekerjaan beton harus pasir yang
kasar dengan gradasi tidak kurang dari diameter 0,35 mm. Pasir harus bersih dan
kadar lumpur maksimum yang terkandung 5%. Split / batu pecah yang
digunakan adalah dengan ukuran 1/2 cm sampai dengan 2/3 cm dengan tidak
memperlihatkan tanda-tanda kelapukan. Split harus bersih dari kotoran dan
lumpur. Pemadatan Beton Menggunakan Alat Pemadat Beton (Vibrator)
- Pembesian
Besi tulangan beton sebelum dipasang harus dibersihkan dari serpih-serpih,
karat, minyak, gemuk dan pelapisan yang akan merusak dan mengurangi
daya rekatnya dengan beton. Besi tulangan harus dibengkokkan/dibentuk
dengan teliti sesuai dengan bentuk dan ukuran yang tertera pada gambar
kerja.besi tulangan beton tidak boleh diluruskan atau dibengkokkan kembali
dengan cara merusak bahannya. Besi tulangan dengan bengkokan yang
tidak ditunjukan dalam gambar tidak boleh dipakai, semua batang tulangan
harus dibengkokkan dalam keadaan dingin. Pemasangan dari besi beton
hanya dapat diperkenankan bila seluruh cara-cara pengerjaanya disetujui
oleh Pengawas. Sistem pemasangan, penggunaan besi beton, ketepatan
diameter dalam pembesian ini agar tetap mengikuti gambar yang ada,
Besi beton yang dipakai adalah jenis besi beton Polos Ø12, Ø8 Besi bekas
tidak boleh dipasang / dipergunakan. Kawat beton dan kawat pengikat
harus terbuat dari baja lunak dengan diameter minimal 1 mm. Besi dan
kawat beton seperti dimaksud di atas harus bebas dari kotoran-kotoran,
karat, cat, minyak, dan bahan lain yang mengurangi daya lekat terhadap
beton.
- Begisting
Seluruh bahan pekerjaan bekisting menggunakan Kayu kelas III (papan)
Dan Usuk Bambu Tidak Diperbolehkan, untuk mendapatkan hasil cetakan
yang memenuhi syarat pekerjaan bekisting harus dikerjakan oleh tukang
yang ahli. Celah-celah antara papan bekisting harus cukup rapat, agar
waktu mengecor tidak ada air adukan yang lolos, sebelum mulai mengecor
bagian dari dalam bekisting harus disiram air dan dibersihkan dari kotoran.
Bekisting harus direncanakan, dilaksanakan dan diusahakan sedemikian
rupa agar waktu pengecoran dan pembongkaran tidak mengakibatkan
cacat-cacat, gelombang-gelombang maupun perubahan-perubahan bentuk,
ukuran-ukuran, ketinggian- ketinggian serta posisi daripada beton yang
dicor. Penyangga-penyangga harus diberi jarak antara, yang dapat
mencegah defleksi bahan-bahan bekisting. Bekisting serta sambungan-
sambungan harus rapat, sehingga mencegah kebocoran-kebocoran adukan
selama pengecoran. Lubang-lubang permukaan sementara harus
disediakan di dalam bekisting untuk memudahkan pembersihan
METODE PEKERJAAN
- Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang Sloof 15/20. dengan ketebalan yang sesuai
rencana dan telah diratakan.
- Bersihkan lokasi yang akan dipasangdari sampah atau kotoran. Pasang patok dan
leveling yang dibutuhkan sebagai pola untuk menentukan ketebalan.Bisa juga
dengan terlebih dahulu dibuat kepalaan dengan jarak per 1 m untuk leveling.
- Tuangkan adukan Beton ke area melalui talang cor atau ember.
- Adukan Beton diratakan dengan menggunakan cangkul maupun sendok adukan/raskam
hingga ketinggian yang telah ditentukan dengan cara melaksanakan tarikan benang dari
patok level satu dengan yang lainnya.
- Lakukan Pemadatan Menggunakan Alat pemadat Beton (Vibrator).
- Bekisting disusun secara rapih berdasarkan bentuk beton yang akan di cor.
- Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit
- Digunakan beton mutu f’c = 17MPa
- Setelah memenuhi persyaratan umur beton untuk bisa di lepas bekisting, barulah
dilakukan lepas bekisting
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pasir Cor / Beton
- split
- air
- semen PC Merk Semen Tiga Roda
- Besi Beton Polos SNI Full Sesuai Tabel Toleransi
- kawat
- Kayu kelas III (papan)
- Minyak bekisting
- kawat
- paku
Peralatan Yang Digunakan
- concrete mixer (Molen).
- vibrator
- meteran
- waterpass
- cangkul
- talang cor
- ember
- sendok semen
- Palu
- raskam
- benang
- selang air, dll.
3. Pek. Pasangan Kolom Praktis 11/11
- Beton f’c = 17MPa
adukan beton harus mencapai Kekuatan Tekan Beton karakteristik f’c = 17 MPa
untuk Cor Kolom Praktis 11/11. Pasangan Kolom Praktis 11/11 dibuat sesuai
dengan gambar baik ukuran maupun bentuk. Semen yang digunakan adalah
sama dengan semen pada syarat pekerjaan pasangan. Pasir untuk pekerjaan
beton harus pasir yang kasar dengan gradasi tidak kurang dari diameter 0,35 mm.
Pasir harus bersih dan kadar lumpur maksimum yang terkandung 5%. Split /
batu pecah yang digunakan adalah dengan ukuran 1/2 cm sampai dengan 2/3
cm dengan tidak memperlihatkan tanda-tanda kelapukan. Split harus bersih dari
kotoran dan lumpur. Pemadatan Beton Menggunakan Alat Pemadat Beton
(Vibrator)
- Pembesian
Besi tulangan beton sebelum dipasang harus dibersihkan dari serpih-serpih,
karat, minyak, gemuk dan pelapisan yang akan merusak dan mengurangi
daya rekatnya dengan beton. Besi tulangan harus dibengkokkan/dibentuk
dengan teliti sesuai dengan bentuk dan ukuran yang tertera pada gambar
kerja.besi tulangan beton tidak boleh diluruskan atau dibengkokkan kembali
dengan cara merusak bahannya. Besi tulangan dengan bengkokan yang
tidak ditunjukan dalam gambar tidak boleh dipakai, semua batang tulangan
harus dibengkokkan dalam keadaan dingin. Pemasangan dari besi beton
hanya dapat diperkenankan bila seluruh cara-cara pengerjaanya disetujui
oleh Pengawas. Sistem pemasangan, penggunaan besi beton, ketepatan
diameter dalam pembesian ini agar tetap mengikuti gambar yang ada,
Besi beton yang dipakai adalah jenis besi beton Polos Ø12, Ø8 Besi bekas
tidak boleh dipasang / dipergunakan. Kawat beton dan kawat pengikat
harus terbuat dari baja lunak dengan diameter minimal 1 mm. Besi dan
kawat beton seperti dimaksud di atas harus bebas dari kotoran-kotoran,
karat, cat, minyak, dan bahan lain yang mengurangi daya lekat terhadap
beton.
- Begisting
Seluruh bahan pekerjaan bekisting menggunakan Kayu kelas III (papan)
Dan Usuk Bambu Tidak Diperbolehkan, untuk mendapatkan hasil cetakan
yang memenuhi syarat pekerjaan bekisting harus dikerjakan oleh tukang
yang ahli. Celah-celah antara papan bekisting harus cukup rapat, agar
waktu mengecor tidak ada air adukan yang lolos, sebelum mulai mengecor
bagian dari dalam bekisting harus disiram air dan dibersihkan dari kotoran.
Bekisting harus direncanakan, dilaksanakan dan diusahakan sedemikian
rupa agar waktu pengecoran dan pembongkaran tidak mengakibatkan
cacat-cacat, gelombang-gelombang maupun perubahan-perubahan bentuk,
ukuran-ukuran, ketinggian- ketinggian serta posisi daripada beton yang
dicor. Penyangga-penyangga harus diberi jarak antara, yang dapat
mencegah defleksi bahan-bahan bekisting. Bekisting serta sambungan-
sambungan harus rapat, sehingga mencegah kebocoran-kebocoran adukan
selama pengecoran. Lubang-lubang permukaan sementara harus
disediakan di dalam bekisting untuk memudahkan pembersihan
METODE PEKERJAAN
- Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang Kolom Praktis 11/11. dengan ketebalan yang
sesuai rencana dan telah diratakan.
- Bersihkan lokasi yang akan dipasangdari sampah atau kotoran. Pasang patok dan
leveling yang dibutuhkan sebagai pola untuk menentukan ketebalan.Bisa juga
dengan terlebih dahulu dibuat kepalaan dengan jarak per 1 m untuk leveling.
- Tuangkan adukan Beton ke area melalui talang cor atau ember.
- Adukan Beton diratakan dengan menggunakan cangkul maupun sendok adukan/raskam
hingga ketinggian yang telah ditentukan dengan cara melaksanakan tarikan benang dari
patok level satu dengan yang lainnya.
- Lakukan Pemadatan Menggunakan Alat pemadat Beton (Vibrator).
- Bekisting disusun secara rapih berdasarkan bentuk beton yang akan di cor.
- Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit
- Digunakan beton mutu f’c = 17MPa
- Setelah memenuhi persyaratan umur beton untuk bisa di lepas bekisting, barulah
dilakukan lepas bekisting
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pasir Cor / Beton
- split
- air
- semen PC Merk Semen Tiga Roda
- Besi Beton Polos SNI Full Sesuai Tabel Toleransi
- kawat
- Kayu kelas III (papan)
- Minyak bekisting
- kawat
- paku
Peralatan Yang Digunakan
- concrete mixer (Molen).
- vibrator
- meteran
- waterpass
- cangkul
- talang cor
- ember
- sendok semen
- Palu
- raskam
- benang
- selang air, dll.
4. Pek. Pasangan Kolom 20/20
- Beton f’c = 17MPa
adukan beton harus mencapai Kekuatan Tekan Beton karakteristik f’c = 17 MPa
untuk Cor Kolom 20/20. Pasangan Kolom 20/20 dibuat sesuai dengan gambar
baik ukuran maupun bentuk. Semen yang digunakan adalah sama dengan semen
pada syarat pekerjaan pasangan. Pasir untuk pekerjaan beton harus pasir yang
kasar dengan gradasi tidak kurang dari diameter 0,35 mm. Pasir harus bersih dan
kadar lumpur maksimum yang terkandung 5%. Split / batu pecah yang
digunakan adalah dengan ukuran 1/2 cm sampai dengan 2/3 cm dengan tidak
memperlihatkan tanda-tanda kelapukan. Split harus bersih dari kotoran dan
lumpur. Pemadatan Beton Menggunakan Alat Pemadat Beton (Vibrator)
- Pembesian
Besi tulangan beton sebelum dipasang harus dibersihkan dari serpih-serpih,
karat, minyak, gemuk dan pelapisan yang akan merusak dan mengurangi
daya rekatnya dengan beton. Besi tulangan harus dibengkokkan/dibentuk
dengan teliti sesuai dengan bentuk dan ukuran yang tertera pada gambar
kerja.besi tulangan beton tidak boleh diluruskan atau dibengkokkan kembali
dengan cara merusak bahannya. Besi tulangan dengan bengkokan yang
tidak ditunjukan dalam gambar tidak boleh dipakai, semua batang tulangan
harus dibengkokkan dalam keadaan dingin. Pemasangan dari besi beton
hanya dapat diperkenankan bila seluruh cara-cara pengerjaanya disetujui
oleh Pengawas. Sistem pemasangan, penggunaan besi beton, ketepatan
diameter dalam pembesian ini agar tetap mengikuti gambar yang ada,
Besi beton yang dipakai adalah jenis besi beton Polos Ø12, Ø8 Besi bekas
tidak boleh dipasang / dipergunakan. Kawat beton dan kawat pengikat
harus terbuat dari baja lunak dengan diameter minimal 1 mm. Besi dan
kawat beton seperti dimaksud di atas harus bebas dari kotoran-kotoran,
karat, cat, minyak, dan bahan lain yang mengurangi daya lekat terhadap
beton.
- Begisting
Seluruh bahan pekerjaan bekisting menggunakan Kayu kelas III (papan)
Dan Usuk Bambu Tidak Diperbolehkan, untuk mendapatkan hasil cetakan
yang memenuhi syarat pekerjaan bekisting harus dikerjakan oleh tukang
yang ahli. Celah-celah antara papan bekisting harus cukup rapat, agar
waktu mengecor tidak ada air adukan yang lolos, sebelum mulai mengecor
bagian dari dalam bekisting harus disiram air dan dibersihkan dari kotoran.
Bekisting harus direncanakan, dilaksanakan dan diusahakan sedemikian
rupa agar waktu pengecoran dan pembongkaran tidak mengakibatkan
cacat-cacat, gelombang-gelombang maupun perubahan-perubahan bentuk,
ukuran-ukuran, ketinggian- ketinggian serta posisi daripada beton yang
dicor. Penyangga-penyangga harus diberi jarak antara, yang dapat
mencegah defleksi bahan-bahan bekisting. Bekisting serta sambungan-
sambungan harus rapat, sehingga mencegah kebocoran-kebocoran adukan
selama pengecoran. Lubang-lubang permukaan sementara harus
disediakan di dalam bekisting untuk memudahkan pembersihan
METODE PEKERJAAN
- Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang Kolom 20/20. dengan ketebalan yang sesuai
rencana dan telah diratakan.
- Bersihkan lokasi yang akan dipasangdari sampah atau kotoran. Pasang patok dan
leveling yang dibutuhkan sebagai pola untuk menentukan ketebalan.Bisa juga
dengan terlebih dahulu dibuat kepalaan dengan jarak per 1 m untuk leveling.
- Tuangkan adukan Beton ke area melalui talang cor atau ember.
- Adukan Beton diratakan dengan menggunakan cangkul maupun sendok adukan/raskam
hingga ketinggian yang telah ditentukan dengan cara melaksanakan tarikan benang dari
patok level satu dengan yang lainnya.
- Lakukan Pemadatan Menggunakan Alat pemadat Beton (Vibrator).
- Bekisting disusun secara rapih berdasarkan bentuk beton yang akan di cor.
- Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit
- Digunakan beton mutu f’c = 17MPa
- Setelah memenuhi persyaratan umur beton untuk bisa di lepas bekisting, barulah
dilakukan lepas bekisting
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pasir Cor / Beton
- split
- air
- semen PC Merk Semen Tiga Roda
- Besi Beton Polos SNI Full Sesuai Tabel Toleransi
- kawat
- Kayu kelas III (papan)
- Minyak bekisting
- kawat
- paku
Peralatan Yang Digunakan
- concrete mixer (Molen).
- vibrator
- meteran
- waterpass
- cangkul
- talang cor
- ember
- sendok semen
- Palu
- raskam
- benang
- selang air, dll.
5. Pek. Ring Balok 15/20
- Beton f’c = 17MPa
adukan beton harus mencapai Kekuatan Tekan Beton karakteristik f’c = 17 MPa
untuk Cor Ring Balok 15/20. Pasangan Ring ABlok 15/20 dibuat sesuai dengan
gambar baik ukuran maupun bentuk. Semen yang digunakan adalah sama
dengan semen pada syarat pekerjaan pasangan. Pasir untuk pekerjaan beton
harus pasir yang kasar dengan gradasi tidak kurang dari diameter 0,35 mm. Pasir
harus bersih dan kadar lumpur maksimum yang terkandung 5%. Split / batu
pecah yang digunakan adalah dengan ukuran 1/2 cm sampai dengan 2/3 cm
dengan tidak memperlihatkan tanda-tanda kelapukan. Split harus bersih dari
kotoran dan lumpur. Pemadatan Beton Menggunakan Alat Pemadat Beton
(Vibrator)
- Pembesian
Besi tulangan beton sebelum dipasang harus dibersihkan dari serpih-serpih,
karat, minyak, gemuk dan pelapisan yang akan merusak dan mengurangi
daya rekatnya dengan beton. Besi tulangan harus dibengkokkan/dibentuk
dengan teliti sesuai dengan bentuk dan ukuran yang tertera pada gambar
kerja.besi tulangan beton tidak boleh diluruskan atau dibengkokkan kembali
dengan cara merusak bahannya. Besi tulangan dengan bengkokan yang
tidak ditunjukan dalam gambar tidak boleh dipakai, semua batang tulangan
harus dibengkokkan dalam keadaan dingin. Pemasangan dari besi beton
hanya dapat diperkenankan bila seluruh cara-cara pengerjaanya disetujui
oleh Pengawas. Sistem pemasangan, penggunaan besi beton, ketepatan
diameter dalam pembesian ini agar tetap mengikuti gambar yang ada,
Besi beton yang dipakai adalah jenis besi beton Polos Ø12, Ø8 Besi bekas
tidak boleh dipasang / dipergunakan. Kawat beton dan kawat pengikat
harus terbuat dari baja lunak dengan diameter minimal 1 mm. Besi dan
kawat beton seperti dimaksud di atas harus bebas dari kotoran-kotoran,
karat, cat, minyak, dan bahan lain yang mengurangi daya lekat terhadap
beton.
- Begisting
Seluruh bahan pekerjaan bekisting menggunakan Kayu kelas III (papan)
Dan Usuk Bambu Tidak Diperbolehkan, untuk mendapatkan hasil cetakan
yang memenuhi syarat pekerjaan bekisting harus dikerjakan oleh tukang
yang ahli. Celah-celah antara papan bekisting harus cukup rapat, agar
waktu mengecor tidak ada air adukan yang lolos, sebelum mulai mengecor
bagian dari dalam bekisting harus disiram air dan dibersihkan dari kotoran.
Bekisting harus direncanakan, dilaksanakan dan diusahakan sedemikian
rupa agar waktu pengecoran dan pembongkaran tidak mengakibatkan
cacat-cacat, gelombang-gelombang maupun perubahan-perubahan bentuk,
ukuran-ukuran, ketinggian- ketinggian serta posisi daripada beton yang
dicor. Penyangga-penyangga harus diberi jarak antara, yang dapat
mencegah defleksi bahan-bahan bekisting. Bekisting serta sambungan-
sambungan harus rapat, sehingga mencegah kebocoran-kebocoran adukan
selama pengecoran. Lubang-lubang permukaan sementara harus
disediakan di dalam bekisting untuk memudahkan pembersihan
METODE PEKERJAAN
- Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang Ring Balok 15/20. dengan ketebalan yang
sesuai rencana dan telah diratakan.
- Bersihkan lokasi yang akan dipasangdari sampah atau kotoran. Pasang patok dan
leveling yang dibutuhkan sebagai pola untuk menentukan ketebalan.Bisa juga
dengan terlebih dahulu dibuat kepalaan dengan jarak per 1 m untuk leveling.
- Tuangkan adukan Beton ke area melalui talang cor atau ember.
- Adukan Beton diratakan dengan menggunakan cangkul maupun sendok adukan/raskam
hingga ketinggian yang telah ditentukan dengan cara melaksanakan tarikan benang dari
patok level satu dengan yang lainnya.
- Lakukan Pemadatan Menggunakan Alat pemadat Beton (Vibrator).
- Bekisting disusun secara rapih berdasarkan bentuk beton yang akan di cor.
- Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit
- Digunakan beton mutu f’c = 17MPa
- Setelah memenuhi persyaratan umur beton untuk bisa di lepas bekisting, barulah
dilakukan lepas bekisting
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pasir Cor / Beton
- split
- air
- semen PC Merk Semen Tiga Roda
- Besi Beton Polos SNI Full Sesuai Tabel Toleransi
- kawat
- Kayu kelas III (papan)
- Minyak bekisting
- kawat
- paku
Peralatan Yang Digunakan
- concrete mixer (Molen).
- vibrator
- meteran
- waterpass
- cangkul
- talang cor
- ember
- sendok semen
- Palu
- raskam
- benang
- selang air, dll.
6. Pek. Cor Plat M e j a Beton T: 8 cm
- Beton f’c = 17MPa
adukan beton harus mencapai Kekuatan Tekan Beton karakteristik f’c = 17 MPa
untuk Cor Plat Meja Beton T:8 cm. Pasangan Palt Meja Beton T : 8Cm dibuat
sesuai dengan gambar baik ukuran maupun bentuk. Semen yang digunakan
adalah sama dengan semen pada syarat pekerjaan pasangan. Pasir untuk
pekerjaan beton harus pasir yang kasar dengan gradasi tidak kurang dari diameter
0,35 mm. Pasir harus bersih dan kadar lumpur maksimum yang terkandung
5%. Split / batu pecah yang digunakan adalah dengan ukuran 1/2 cm sampai
dengan 2/3 cm dengan tidak memperlihatkan tanda-tanda kelapukan. Split harus
bersih dari kotoran dan lumpur. Pemadatan Beton Menggunakan Alat Pemadat
Beton (Vibrator)
- Pembesian
Besi tulangan beton sebelum dipasang harus dibersihkan dari serpih-serpih,
karat, minyak, gemuk dan pelapisan yang akan merusak dan mengurangi
daya rekatnya dengan beton. Besi tulangan harus dibengkokkan/dibentuk
dengan teliti sesuai dengan bentuk dan ukuran yang tertera pada gambar
kerja.besi tulangan beton tidak boleh diluruskan atau dibengkokkan kembali
dengan cara merusak bahannya. Besi tulangan dengan bengkokan yang
tidak ditunjukan dalam gambar tidak boleh dipakai, semua batang tulangan
harus dibengkokkan dalam keadaan dingin. Pemasangan dari besi beton
hanya dapat diperkenankan bila seluruh cara-cara pengerjaanya disetujui
oleh Pengawas. Sistem pemasangan, penggunaan besi beton, ketepatan
diameter dalam pembesian ini agar tetap mengikuti gambar yang ada,
Besi beton yang dipakai adalah jenis besi beton Polos Ø12, Ø8 Besi bekas
tidak boleh dipasang / dipergunakan. Kawat beton dan kawat pengikat
harus terbuat dari baja lunak dengan diameter minimal 1 mm. Besi dan
kawat beton seperti dimaksud di atas harus bebas dari kotoran-kotoran,
karat, cat, minyak, dan bahan lain yang mengurangi daya lekat terhadap
beton.
- Begisting
Seluruh bahan pekerjaan bekisting menggunakan Kayu kelas III (papan)
Dan Usuk Bambu Tidak Diperbolehkan, untuk mendapatkan hasil cetakan
yang memenuhi syarat pekerjaan bekisting harus dikerjakan oleh tukang
yang ahli. Celah-celah antara papan bekisting harus cukup rapat, agar
waktu mengecor tidak ada air adukan yang lolos, sebelum mulai mengecor
bagian dari dalam bekisting harus disiram air dan dibersihkan dari kotoran.
Bekisting harus direncanakan, dilaksanakan dan diusahakan sedemikian
rupa agar waktu pengecoran dan pembongkaran tidak mengakibatkan
cacat-cacat, gelombang-gelombang maupun perubahan-perubahan bentuk,
ukuran-ukuran, ketinggian- ketinggian serta posisi daripada beton yang
dicor. Penyangga-penyangga harus diberi jarak antara, yang dapat
mencegah defleksi bahan-bahan bekisting. Bekisting serta sambungan-
sambungan harus rapat, sehingga mencegah kebocoran-kebocoran adukan
selama pengecoran. Lubang-lubang permukaan sementara harus
disediakan di dalam bekisting untuk memudahkan pembersihan
METODE PEKERJAAN
- Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang Cor Meja Beton T:8 cm. dengan ketebalan
yang sesuai rencana dan telah diratakan.
- Bersihkan lokasi yang akan dipasangdari sampah atau kotoran. Pasang patok dan
leveling yang dibutuhkan sebagai pola untuk menentukan ketebalan.Bisa juga
dengan terlebih dahulu dibuat kepalaan dengan jarak per 1 m untuk leveling.
- Tuangkan adukan Beton ke area melalui talang cor atau ember.
- Adukan Beton diratakan dengan menggunakan cangkul maupun sendok adukan/raskam
hingga ketinggian yang telah ditentukan dengan cara melaksanakan tarikan benang dari
patok level satu dengan yang lainnya.
- Lakukan Pemadatan Menggunakan Alat pemadat Beton (Vibrator).
- Bekisting disusun secara rapih berdasarkan bentuk beton yang akan di cor.
- Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit
- Digunakan beton mutu f’c = 17MPa
- Setelah memenuhi persyaratan umur beton untuk bisa di lepas bekisting, barulah
dilakukan lepas bekisting
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pasir Cor / Beton
- split
- air
- semen PC Merk Semen Tiga Roda
- Besi Beton Polos SNI Full Sesuai Tabel Toleransi
- kawat
- Kayu kelas III (papan)
- Minyak bekisting
- kawat
- paku
Peralatan Yang Digunakan
- concrete mixer (Molen).
- vibrator
- meteran
- waterpass
- cangkul
- talang cor
- ember
- sendok semen
- Palu
- raskam
- benang
- selang air, dll.
7. Pek. Plat A t ap Beton T: 10 cm
- Beton f’c = 17MPa
adukan beton harus mencapai Kekuatan Tekan Beton karakteristik f’c = 17 MPa
untuk Cor Plat A t ap Beton T: 10 cm Pasangan Palt A t ap Beton T: 10 cm
dibuat sesuai dengan gambar baik ukuran maupun bentuk. Semen yang
digunakan adalah sama dengan semen pada syarat pekerjaan pasangan. Pasir
untuk pekerjaan beton harus pasir yang kasar dengan gradasi tidak kurang dari
diameter 0,35 mm. Pasir harus bersih dan kadar lumpur maksimum yang
terkandung 5%. Split / batu pecah yang digunakan adalah dengan ukuran 1/2
cm sampai dengan 2/3 cm dengan tidak memperlihatkan tanda-tanda kelapukan.
Split harus bersih dari kotoran dan lumpur. Pemadatan Beton Menggunakan Alat
Pemadat Beton (Vibrator)
- Pembesian
Besi tulangan beton sebelum dipasang harus dibersihkan dari serpih-serpih,
karat, minyak, gemuk dan pelapisan yang akan merusak dan mengurangi
daya rekatnya dengan beton. Besi tulangan harus dibengkokkan/dibentuk
dengan teliti sesuai dengan bentuk dan ukuran yang tertera pada gambar
kerja.besi tulangan beton tidak boleh diluruskan atau dibengkokkan kembali
dengan cara merusak bahannya. Besi tulangan dengan bengkokan yang
tidak ditunjukan dalam gambar tidak boleh dipakai, semua batang tulangan
harus dibengkokkan dalam keadaan dingin. Pemasangan dari besi beton
hanya dapat diperkenankan bila seluruh cara-cara pengerjaanya disetujui
oleh Pengawas. Sistem pemasangan, penggunaan besi beton, ketepatan
diameter dalam pembesian ini agar tetap mengikuti gambar yang ada,
Besi beton yang dipakai adalah jenis besi beton Polos Ø12, Ø8 Besi bekas
tidak boleh dipasang / dipergunakan. Kawat beton dan kawat pengikat
harus terbuat dari baja lunak dengan diameter minimal 1 mm. Besi dan
kawat beton seperti dimaksud di atas harus bebas dari kotoran-kotoran,
karat, cat, minyak, dan bahan lain yang mengurangi daya lekat terhadap
beton.
- Begisting
Seluruh bahan pekerjaan bekisting menggunakan Kayu kelas III (papan)
Dan Usuk Bambu Tidak Diperbolehkan, untuk mendapatkan hasil cetakan
yang memenuhi syarat pekerjaan bekisting harus dikerjakan oleh tukang
yang ahli. Celah-celah antara papan bekisting harus cukup rapat, agar
waktu mengecor tidak ada air adukan yang lolos, sebelum mulai mengecor
bagian dari dalam bekisting harus disiram air dan dibersihkan dari kotoran.
Bekisting harus direncanakan, dilaksanakan dan diusahakan sedemikian
rupa agar waktu pengecoran dan pembongkaran tidak mengakibatkan
cacat-cacat, gelombang-gelombang maupun perubahan-perubahan bentuk,
ukuran-ukuran, ketinggian- ketinggian serta posisi daripada beton yang
dicor. Penyangga-penyangga harus diberi jarak antara, yang dapat
mencegah defleksi bahan-bahan bekisting. Bekisting serta sambungan-
sambungan harus rapat, sehingga mencegah kebocoran-kebocoran adukan
selama pengecoran. Lubang-lubang permukaan sementara harus
disediakan di dalam bekisting untuk memudahkan pembersihan
METODE PEKERJAAN
- Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang Cor Plat A t a p Beton T: 10 cm. dengan
ketebalan yang sesuai rencana dan telah diratakan.
- Bersihkan lokasi yang akan dipasangdari sampah atau kotoran. Pasang patok dan
leveling yang dibutuhkan sebagai pola untuk menentukan ketebalan.Bisa juga
dengan terlebih dahulu dibuat kepalaan dengan jarak per 1 m untuk leveling.
- Tuangkan adukan Beton ke area melalui talang cor atau ember.
- Adukan Beton diratakan dengan menggunakan cangkul maupun sendok adukan/raskam
hingga ketinggian yang telah ditentukan dengan cara melaksanakan tarikan benang dari
patok level satu dengan yang lainnya.
- Lakukan Pemadatan Menggunakan Alat pemadat Beton (Vibrator).
- Bekisting disusun secara rapih berdasarkan bentuk beton yang akan di cor.
- Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit
- Digunakan beton mutu f’c = 17MPa
- Setelah memenuhi persyaratan umur beton untuk bisa di lepas bekisting, barulah
dilakukan lepas bekisting
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pasir Cor / Beton
- split
- air
- semen PC Merk Semen Tiga Roda
- Besi Beton Polos SNI Full Sesuai Tabel Toleransi
- kawat
- Kayu kelas III (papan)
- Minyak bekisting
- kawat
- paku
Peralatan Yang Digunakan
- concrete mixer (Molen).
- vibrator
- meteran
- waterpass
- cangkul
- talang cor
- ember
- sendok semen
- Palu
- raskam
- benang
- selang air, dll.
C. PEKERJAAN PASANGAN DINDING DAN LANTAI
1. Pek. Pasangan Dinding Bata Adk 1 : 4
- Batu bata yang dipakai pada bangunan ini, menggunakan bata yang
berkualitas baik, utuh dan tidak cacat serta bata yang dipakai harus dengan
ukuran yang sama.
- Bata merah sebelum dipasang harus direndam dahulu dalam bak atau drum air,
sampai jenuh yang harus disiapkan di lapangan.
- Pasangan dinding bata merah dipasang sesuai dengan gambar kerja yang
sudah ada dan untuk pasangan tembok bata menggunakan pasangan
setengah bata.
- Untuk pasangan tembok bata menggunakan campuran 1 PC : 4 Ps.
- Pasang profil dan benang serta unting-unting untuk acuan pasangan dinding
bata.
- Pasang dan susun bata pada area yang telah diberi tanda marking
dengan menggunakan perekat adukan.
Tenaga yang di gunakan
- Mandor
- Tukang
- Kepala Tukang
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Bata
- Semen PC Merk Semen Tiga Roda
- pasir pasang
- air
Peralatan Yang Digunakan
- water pass
- meteran
- benang
- unting-unting
- profil
- selang air
- sendok semen, dll.
2. Pek. Pas. Dinding Bata Tempel Exspose Teracota
- Batu bata yang dipakai pada bangunan ini, menggunakan bata yang
berkualitas baik, utuh dan tidak cacat serta bata yang dipakai harus dengan
ukuran yang sama.
- Bata Tempel Exspose Teracota sebelum dipasang harus direndam dahulu dalam
bak atau drum air, sampai jenuh yang harus disiapkan di lapangan.
- Pasangan dinding bata merah dipasang sesuai dengan gambar kerja yang
sudah ada dan untuk pasangan tembok bata menggunakan pasangan
setengah bata.
- Untuk pasangan tembok bata Tempel Exspose Teracota menggunakan
campuran 1 PC : 4 Ps.
- Pasang profil dan benang serta unting-unting untuk acuan pasangan dinding
bata.
Tenaga yang di gunakan
- Mandor
- Tukang
- Kepala Tukang
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Bata Tempel Exspose Teracota
- Semen PC Merk Semen Tiga Roda
- pasir pasang
- air
Peralatan Yang Digunakan
- water pass
- meteran
- benang
- unting-unting
- profil
- selang air
- sendok semen, dll.
3. Pek. Urugan Pasir Bawah Lantai
Urugan pasir harus dilaksanakan/dipasang dibawah semua pekerjaan
Lantai minimal setebal 5 cm.
Tenaga yang di gunakan
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pasir Urug
Peralatan Yang Digunakan
- Waterpas
- Cangkul
- Sekop
4. Pek. Pas. Lantai Geranit 60 x 60 cm
- Pekerjaan finishing lantai baru boleh dilaksanakan setelah seluruh
pekerjaan plafond dan seluruh pemasangan lapisan-lapisan pada dinding
selesai dikerjakan.
- Permukaan yang akan dipasang Ubin Granit 60 x 60 cm harus bersih
dan bebas dari kontaminasi material yang mengandung bahan kimia.
- Ubin Granit yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak retak, tidak
cacat dan tidak bernoda.
- Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benar benar rata.
- Jarak antara unit unit pemasangan Ubin Granit yang terpasang (lebar
siar siar), harus sama lebarnya. Siar-siar harus membentuk garis garis sejajar
dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya. Untuk siar siar yang
berpotongan harus membentuk siku dan saling berpotongan tegak lurus
sesamanya.
- Pemasangan lantai harus dilaksanakan dengan rata / waterpass, rapi dan
tidak bergelombang. Untuk daerah-daerah tertentu, pemasangan dilaksanakan
dengan kemiringan 1% kearah lubang pembuangan (floor drain). Pada
lantai yang tidak berhubungan dengan dinding / pengakhiran bebas atau
karena perbedaan tinggi dengan lantai lainnya, harus dipasang ubin pinggul.
- Pemasangan lantai dilakukan diatas pasir urug (tebal 5 cm) yang telah
dipadatkan. Pemasangan lantai dilakukan dengan rata dan adukan terisi padat
(tidak boleh terdapat rongga).
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Ubin Granit 60 x 60 cm (SNI)
- semen PC Merk Semen Tiga Roda
- pasir pasang
- air
- Semen warna
Peralatan Yang Digunakan
- Sendok Semen
- Benang
- Waterpass
- Palu karet.
- Alat Bantu (balok-balok kayu, dll)
5. Pek. Pas. Dinding Geranit 60 x 60 cm
- Permukaan yang akan dipasang Ubin Granit 60 x 60 cm harus bersih
dan bebas dari kontaminasi material yang mengandung bahan kimia.
- Ubin Granit yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak retak, tidak
cacat dan tidak bernoda.
- Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benar benar rata.
- Jarak antara unit unit pemasangan Ubin Granit yang terpasang (lebar
siar siar), harus sama lebarnya. Siar-siar harus membentuk garis garis sejajar
dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya. Untuk siar siar yang
berpotongan harus membentuk siku dan saling berpotongan tegak lurus
sesamanya.
- Pemasangan dinding harus dilaksanakan dengan rata / waterpass, rapi dan
tidak bergelombang. Untuk daerah-daerah tertentu, pemasangan dilaksanakan
dengan kemiringan 1% kearah lubang pembuangan (floor drain). Pada
lantai yang tidak berhubungan dengan dinding / pengakhiran bebas atau
karena perbedaan tinggi dengan lantai lainnya, harus dipasang ubin pinggul.
- Pemasangan dinding dilakukan diatas pasir urug (tebal 5 cm) yang telah
dipadatkan. Pemasangan lantai dilakukan dengan rata dan adukan terisi padat
(tidak boleh terdapat rongga).
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Ubin Granit 60 x 60 cm (SNI)
- semen PC Merk Semen Tiga Roda
- pasir pasang
- air
- Semen warna
Peralatan Yang Digunakan
- Sendok Semen
- Benang
- Waterpass
- Palu karet.
- Alat Bantu (balok-balok kayu, dll)
6. Pek. Pas. Lantai Meja Geranit 60 x 60 cm
- Permukaan yang akan dipasang Ubin Granit 60 x 60 cm harus bersih
dan bebas dari kontaminasi material yang mengandung bahan kimia.
- Ubin Granit yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak retak, tidak
cacat dan tidak bernoda.
- Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benar benar rata.
- Jarak antara unit unit pemasangan Ubin Granit yang terpasang (lebar
siar siar), harus sama lebarnya. Siar-siar harus membentuk garis garis sejajar
dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya. Untuk siar siar yang
berpotongan harus membentuk siku dan saling berpotongan tegak lurus
sesamanya.
- Pemasangan lantai meja harus dilaksanakan dengan rata / waterpass, rapi
dan tidak bergelombang. Untuk daerah-daerah tertentu, pemasangan
dilaksanakan dengan kemiringan 1% kearah lubang pembuangan (floor
drain). Pada lantai yang tidak berhubungan dengan dinding / pengakhiran
bebas atau karena perbedaan tinggi dengan lantai lainnya, harus dipasang
ubin pinggul.
- Pemasangan lantai m e j a dilakukan diatas pasir urug (tebal 5 cm)
yang telah dipadatkan. Pemasangan lantai dilakukan dengan rata dan adukan
terisi padat (tidak boleh terdapat rongga).
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Ubin Granit 60 x 60 cm (SNI)
- semen PC Merk Semen Tiga Roda
- pasir pasang
- air
- Semen warna
Peralatan Yang Digunakan
- Sendok Semen
- Benang
- Waterpass
- Palu karet.
- Alat Bantu (balok-balok kayu, dll)
7. Pek. Pas. Dinding Batu Andesit Tiang Kolom
- Permukaan yang akan dipasang Batu Andesit harus bersih dan bebas dari
kontaminasi material yang mengandung bahan kimia.
- Batu Andesit yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak
retak, tidak cacat dan tidak bernoda.
- Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benar benar rata
- Pasang Batu Andesit kepalaan untuk tanda star awal pemasangan pada
adukan yang sudah ditebar dengan perekat acian. Kemudian dilanjutkan
pemasangan dinding Batu Andesit lainnya dengan acuan kepalaan pasangan
Batu Andesit yang telah dibuat.
- Pada saat pemasangan, tekan Batu Andesit atau pukul dengan palu karet
untuk mendapatkan permukaan dinding Batu Andesit yang rata.
- Cek kerataan permukaan dengan menggunakan waterpass.
- Setelah pemasangan dinding Batu Andesit selesai, biarkan beberapa saat
untuk mengeluarkan udara yang ada dalam adukan pasangan dinding Batu
Andesit
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Batu Andesit 10 x 20
- semen PC (Semen Tiga Roda)
- pasir pasang
- air
- Semen warna
Peralatan Yang Digunakan
- Sendok Semen
- Benang
- Waterpass
- Palu karet.
- Alat Bantu (balok-balok kayu, dll
E. PEKERJAAN PINTU DAN VENTILASI
1. Pek. Kusen Pintu dan UPVC Kamar mandi
- Kusen dibuat dari UPVC yang dipasang Sesuai Pada Gambar.
- Kusen yang Di gunakan Mengunakan UPVC, Ukuran 4 “maka semua
kusen harus sesuai bentuk dan ukurannya. Pemasangan kusen baru dapat
dilakukan setelah diadakan pemeriksaan / persetujuan dari Direksi dan
Pengawas.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- K u s e n UPVC
- Hendle Kunci
- Skrup fixer
- Karet EPDM
Peralatan Yang Digunakan
- Unting – Unting
- Waterpass
- Bor Listrik Alat Bantu dll
2. Pek. Boven UPVC Kamar mandi
- Boven dibuat dari UPVC yang dipasang Sesuai Pada Gambar.
- Boven yang Di gunakan Mengunakan UPVC, Ukuran 4 “maka semua
kusen harus sesuai bentuk dan ukurannya. Pemasangan kusen baru dapat
dilakukan setelah diadakan pemeriksaan / persetujuan dari Direksi dan
Pengawas.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- K u s e n UPVC
- Hendle Kunci
- Skrup fixer
- Karet EPDM
Peralatan Yang Digunakan
- Unting – Unting
- Waterpass
- Bor Listrik Alat Bantu dll
3.Pipa Pemasangan Pipa Pembuangan Air Hujan Ø 2" AW
- Pipa Dia 2” dapat diletakan di dalam Dak Beton Atap
- Jaringan pipa yang tegak lurus dan yang tergantung dalam bangunan di pasang
dengan klem-klem/ angker baut setiap jarak 2 m yang tertanam kuat pada
bangunan.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pipa PVC 2” Merk Rucika
- Fitting PVC (tee, elbow, reducer,socket, flame, dll)
- Material Bantu (lem PVC, sealtape, penggantung, clamp, dll)
Peralatan Yang Digunakan
- Gergaji besi
- Gerinda Tangan
- Bor Duduk & Bor Tangan
- Gunting
- Kunci Pipa, Kunci Pas
- Tang, obeng dll
F. PEKERJAAN PLAFOND
1. Pek. Plafond PVC
1). Rangka plafond
- Rangka plafond menggunakan rangka Hollow dengan ukuran hollow
20.40 (1,6 x 3,6) mm dan hollow 40.40 (3,6 x 3,6) mm
- Gambar-gambar detail, pemasangan rangka serta langit-langit /
plafond harus sesuai dengan gambar rencana.
2). Pekerjaan langit-langit
Pemasangan langit-langit menggunakan bahan Papan PVC
- Bahan papan PVC harus rata tidak melengkung, tidak cacat / pecah- pecah,
harus sesuai dengan bahan yang sudah ada dengan memberi
tahu pengawas Lapangan.
- PVC harus dipasang kuat pada rangkanya, menggunakan paku skrup 1
cm - 2,5 cm dengan jarak 10 cm
- Skrup harus masuk melebihi permukaan papan PVC.
- Bidang papan PVC satu sama lain harus rata tidak bergelombang
- Bahan plafond menggunakan papan PVC dengan tebal 8 mm
- Ukuran dan bentuk plafond sesuai dengan type yang digunakan adalah
type standard atau sesuai dengan keputusan pihak Direksi atau Pengawas
Lapangan (motif ditentukan kembali).
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Hollow 4.4 (3,6 x 3,6) (SNI)
- Hollow 2.4 (1,6 x 3,6) (SNI)
- Papan PVC (Merk SUNPLAVON)
- Skrup
- Ramset
Peralatan Yang Digunakan
- Benang/Tali tambang
- Tangga atau scafolding
- Waterpass dan selang waterpass
- Paku beton, spidol atau kapur
- Alat Bantu (balok-balok kayu, dll)
- Bor Listrik
2. List Plafond PVC
- List Plafond Menggunakan List Pvc yang ada dipasaran/toko Tidak
Diperkenankan Menggunaan List Yang Lain Tanpa Persetujuan Dari Pengawas
Lapangan.
- List yang rusak tidak diperbolehkan untuk dipergunakan.
- List dipasang keliling Bangunan Sesuai Dengan Gambar Kerja.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja-
Bahan Yang Digunakan
- List PVC (SNI)
- Skrup
Peralatan Yang Digunakan
- Benang/Tali tambang
- Tangga atau scafolding
- Waterpass dan selang waterpass
- Paku beton, spidol atau kapur
- Alat Bantu (balok-balok kayu, dll)
- Bor Listrik
3. Pek. Pek. Pas List Profil Beton GRC
- List Profil menggunakan b e t o n GRC yang merupakan prabrikasi, telah banyak
dijual ditoko-toko besi setempat.
- List Profil Beton GRC dipasang dengan waterpass
- Sebelum dipasang sebaiknya List Profil Beton GRC dicat terlebih
dahulu
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- List Profil Beton GRC 15cm
- Paku Beton
Peralatan Yang Digunakan
- Benang/Tali tambang
- Tangga atau scafolding
- Waterpass dan selang waterpass
- spidol
- Alat Bantu dll
H. PEKERJAAN PENGECATAN
1. Pek.Pengecetan Dinding Bata Tempel Exspose Teracota
- Bahan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini adalah cat emulsi
atau yang disepakati oleh pihak Direksi dan Pengawas lapangan. Pekerjaan
pengecatan ini dilaksanakan pada seluruh permukaan Dinding Pagar dan
dinding luar.
- Sebelum pengecatan pada Dinding terlebih dahulu bidang-bidang
tersebut dibersihkan dari kotoran yang melekat serta dibuat rata dengan
cara menggosok dengan menggunakan kertas gosok/amplas.
- Setelah dalam keadaan bersih, bidang-bidang yang akan dicat
Pelapis/propan.
- Setelah cat pelapis benar-benar kering pekerjaan dilanjutkan dengan
menggosok cat pelapis hingga permukaan bidang yang akan dicat benar-
benar rata.
- Pekerjaan akhir adalah pengecatan permukaan tersebut
dilaksanakan hingga pekat dan rata.
- Pengecatan akhir berulang kali (2 atau 3 kali) sampai mencapai warna
yang dikehendaki.
- Pekerjaan-pekerjaan pengecatan dilakukan dengan kuas.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Plamur (Pelapis)
- Cat Penutup Tembok Propan (SNI)
Peralatan Yang Digunakan
- Kertas semen/Koran
- Lakban
- Amplas
- Rol
- Kuas
- Skrap
- Kain lap
I. PEKERJAAN SANITASI
1.Pipa Intalasi Air kotor 3" + Acc
- Pipa – pipa Dia 3” dapat diletakan di dalam tanah,dipasang pada
kedalaman minimum 40 cm,
- Instalasi Air Kotor Padat 3” Guna Untuk Pembuangan Saluran Kloset
Duduk
- Tentukan dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.
- Pasang pipa PVC kelas AW (diameter sesuai gambar kerja) beserta gate
valve, fitting dan accessories lainnya sesuai dengan tanda yang sudah
dibuat.
- Untuk pipa yang melintasi lantai (terutama lantai dasar, maka
kedalaman pipa harus cukup, minimal 50 cm supaya tidak mudah pecah.
- Pipa yang akan disambung,bagian ujungnya harus dibersihkan dengan
ampelas supaya sambungan dapat lengket dengan kuat
- Pipa dipasang dan disambung dengan menggunakan lem perekat pipa pada
tiap sambungan dan tiap pemasangan aksesoris pipa
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pipa PVC 3” Merk Rucika
- Fitting PVC (tee, elbow, reducer,socket, flame, dll)
- Material Bantu (lem PVC, sealtape, penggantung, clamp, dll)
Peralatan Yang Digunakan
- Gergaji besi
- Gerinda Tangan
- Bor Duduk & Bor Tangan
- Gunting
- Kunci Pipa, Kunci Pas
- Tang, obeng dll
2.Pipa Instalasi Air Bersih 3/4" + Acc
- Pipa – pipa Dia 3/4" dapat diletakan di dalam tanah,dipasang pada
kedalaman minimum 10 cm.
- Tentukan dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.
- Pasang pipa PVC kelas AW (diameter sesuai gambar kerja) beserta gate
valve, fitting dan accessories lainnya sesuai dengan tanda yang sudah
dibuat.
- Untuk pipa yang melintasi lantai (terutama lantai dasar, maka
kedalaman pipa harus cukup, minimal 50 cm supaya tidak mudah pecah.
- Pipa yang akan disambung,bagian ujungnya harus dibersihkan dengan
ampelas supaya sambungan dapat lengket dengan kuat
- Pipa dipasang dan disambung dengan menggunakan lem perekat pipa pada
tiap sambungan dan tiap pemasangan aksesoris pipa
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pipa PVC 3/4" Merk Rucika
- Fitting PVC (tee, elbow, reducer,socket, flame, dll)
- Material Bantu (lem PVC, sealtape, penggantung, clamp, dll)
Peralatan Yang Digunakan
- Gergaji besi
- Gerinda Tangan
- Bor Duduk & Bor Tangan
- Gunting
- Kunci Pipa, Kunci Pas
- Tang, obeng dll
3. Pas. Floor drain + Asesories
- Floor drain di pasang di tempat – tempat sesuai dengan gambar kerja.
- Floor drain yang di pasang telah di seleksi dengan baik ,tanpa cacat dan telah di
setujui oleh pemilik pekerjaan.
- Pada tempat – tempat yang telah di pasang floor drain, penututp lantai harus
di lubangi dengan rapih,menggunkan pahat kecil dengan bentuk dan ukuran
sesuai dengan ukuran floor drain tersebut.
- Setelah floor drain terpasang, pasangan harus rapi waterpass,di bersihkan
dari noda-noda semen dan tidak ada kebocoran.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Floor drain+ assesoris Merk Toto
Peralatan Yang Digunaka
- Alat bantu
4.Pas.Kran Air Stenlis+ Acc
- Kran yang digunakan standar SNI yang ada di pasar/toko
- Kran-kran tembok di pakai yang berleher panjang dan mempunyai ring
dudukan yang harus di pasang menempel pada dinding.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Kran Air 1/2” + akssesoris
- Lem, Sealtape dll.
Peralatan Yang Digunakan
- Alat bantu
5. Pemasangan Kitchen zink
Kitchen zink beserta kelengkapannya yang di pasang adalah yang telah di seleksi
dengan baik, atau cacat lainnya dan disetujui oleh direksi lapangan.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Bak Cuci Piring Stainless Steel, SNI
Peralatan Yang Digunakan
Alat bantu
6. Pemasangan Shower Seri TX493SRS REI COLUMN (Merek Toto)
Hand Shower beserta kelengkapannya yang di pasang adalah yang telah di
seleksi dengan baik, atau cacat lainnya dan disetujui oleh direksi lapangan.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Shower Seri TX493SRS REI COLUMN (Merek Toto) Lengkap
Peralatan Yang Digunakan
Alat bantu
7. Pas. Closet Duduk TOTO CW427J SW427JP / CW 427 J SW JP TCW07S +
Aksesoris Lengkap
Untuk dudukan dasar kloset di pakai papan jenis kayu yang sederajat,
tebal 3cm dan telah di celup dalam larutan pengawet tahan air,dibentuk seperti
dasar kloset.kloset disekrup pada papan tersebut dengan sekrup kuningan.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Closet Duduk + Assesoris Merk Toto
Peralatan Yang Digunakan
Alat bantu
7. Pas. Wastafel Seri LW247CJ W/F WHITE WALL HUNG LAVATORY (Merek Toto) +
Aksesoris Lengkap
Wastafel beserta kelengkapannya yang di pasang adalah yang telah di seleksi
dengan baik,tidak ada bagian yang gompal,retak atau cacat lainnya dan disetujui
oleh direksi lapangan.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Wastafel Seri LW247CJ W/F WHITE WALL HUNG LAVATORY (Merek Toto)
+ Aksesoris Lengkap
Peralatan Yang Digunakan
Alat bantu
10. Pek. Pasangan Sepitenk lengkap
J. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1. Pek. Pas. MCB
- MCB yang digunakan 6 Ampere.
- Sebelum Memasang MCB Matikan Arus Listrik Terlebih Dahulu,
- Memasang MCB harus menentukan kabel fasa/netral untuk
Menyambung Kabel Output.
- Posisi MCB Lihat pada gambar kerja
Tenaga yang di gunakan
- Instalatur Listrik
- Asisten Instalatur Listrik
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- MCB 6 A Merk schneider
- Grid switch
- Kabel
Peralatan Yang Digunakan
- Tang
- Waterpass
- Obeng dll
2. Pas. Titik Instalasi
Pekerjaan Pasang Instalasi Kabel Listrik NYM 2 x 2,5 mm
a. Galian dan Bobokan, Pemborong harus menutup dan merapikan
kembali setiap galian dan bobokan yang dilakukan pada
konstruksi bangunan, yang disebabkan pekerjaan-pekerjaan instalasi
elektrikal. Untuk menghindari sejauh mungkin pekerjaan pembobokan
maka harus telah dipersiapkan dan dipasang dalam tahap pekerjaan
konstruksi.
b. kabel yang digunakan untuk instalasi listrik harus memenuhi
persyaratan PUIL / LMK. Semua kabel / kawat harus baru dan jelas
ditandai dengan ukurannya, jenis kabelnya, nomor dan jenis pintalannya.
Kecuali persyaratan lain, konduktor yang dipakai ialah kabel SM
dengan luas penampang yang sesuai dengan Gambar Rencana. Tidak
diperbolehkan adanya splice ataupun sambungan-sambugan kecuali
outlet, sambungan pada kabel harus dibuat secara mekanis dan harus
teguh electric dengan cara-cara Solderlees Conductor dalam membuat
Splice, konektor harus dihubungkan pada konduktor-konduktor dengan
baik sehingga semua konduktor tersambung dengan kuat dan tidak
bisa lepas oleh getaran.
c. Penyambungan Kabel Instalasi Penerangan. Semua
penyambungan kabel harus dilakukan dalam kotak-kotak penyambungan
yang khusus untuk itu (misalnya Juction Box). Pemborong harus
memberikan brosur-brosur mengenai cara-cara penyambungan yang
dinyatakan oleh Pabrik kepada Direksi
d. Penyambungan kabel yang berisolasi PVC harus diisolasi dengan
PV / Protolen yang khusus untuk listrik.
e. Kabel-kabel yang disambung sesuai dengan warna-warna atau
nama-namanya masing-masing dan harus diadakan pengetesan
tahanan isolasi sebelum dan sesudah penyambungan dilakukan. Hasil
pengetesan harus tertulis dan disaksikan oleh Direksi.
f. Setiap saluran kabel dalam bangunan dipergunakan pipa conduit
minimum 5/8” diameternya. Setiap pencabangan ataupun pengambilan
keluar harus menggunakan junction box yang sesuai dan sambungan
yang lebih dari satu harus menggunakan terminal strip didalam
junction box. Juction box yang terlihat dipakai juction box BERKER ex.
Jerman, Eropa tutup blank plate stainless steel, type star point.
g. Pada umunya kabel instalasi penerangan dan instalasi stop kontak
harus kabel inti tembaga dengan insulasi PVC, satu inci atau kabel NYY
dan untuk instalasi bawah tanah menggunakan kabel tuwisteed all
berpenampang 4 x 25 mm (SM) dan kabel tuwisteed all berpenampang 2
x 16 mm (SR).
Kode warna insulasi kabel harus mengikuti ketentuan PUIL sebagai
berikut:
1. Fasa -1 : Merah
2. Fasa -2 : Kuning
3. Fasa -3 : Hitam
4. Netral : Biru
5. Tanah (Ground) : Hijau-Kuning
Tenaga yang di gunakan
- Instalatur Listrik
- Asisten Instalatur Listrik
- Mandor
Bahan Yang Digunakan
- KabelListrik NYM 2 x 2,5 mm Merk supreme
- Las Dop
- Pipa Coudit 5/8 20mm (Dapat Di Bending)
Peralatan Yang Digunakan
- Tang ampere
- Kabel ties
- Tang, Obeng
- Alat Bantu dll.
3. Pas. Lampu Downlight LED 9 Watt (Merk Pilips)
- Penyedia harus menyiapkan tenaga ahli bidang kelistrikan yang terampil
dalam pemasangan Lampu LED
- Lampu LED yang dipasang sesuai dengan gambar kerja
- Menggunakan Lampu Downlight LED 9 Watt
- Lampu Yang Rusak / Putus Tidak Boleh Di Pasang.
Tenaga yang di gunakan
- Instalatur Listrik
- Asisten Instalatur Listrik
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Fitting Lampu
- Lampu Downlight LED 9 Watt Philps
- Isolasi
- Kabel
Peralatan Yang Digunakan
- Tang
- Obeng dll
4. Pek. Pas. Saklar Ganda Panasonic
- Jika tidak ditentukan lain, saklar-saklar tersebut bingkainya harus dipasang
rata pada tembok setinggi 150 cm diatas lantai dapat disesuiakan dengan
kebutuhan rungan. Saklar-saklar harus dipasang dalam kotak-kotak dan
ring setelannya yang standard, dilengkapi dengan tutup persegi. Sambungan-
sambungan hanya diperbolehkan antara yang berdekatan.
- Saklar dinding dari type untuk pemasangan rata dinding, type rocker dengan
rating 250 V – 10 A, Double gang .
Tenaga yang di gunakan
- Instalatur Listrik
- Asisten Instalatur Listrik
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Saklar Double Merk panasonic
- Grid switch
- Isolasi
Peralatan Yang Digunakan
- Tang
- Waterpass
- Obeng dll
5. Pek. Pas. Stop Kontak Panasonic
- Stop kontak haruslah dengan type yang memakai earthing contact dengan
rating 10 A 250 V, semua pasangan stop kontak dengan tegangan kerja 220 V
harus diberi saluran ketanah (Grounding). Stop kontak harus dipasang rata dari
atas dengan permukaan dinding dengan ketinggian 40 cm dari atas lantai yang
sudah jadi atau sesuai dengan petunjuk Direksi.
- Posisi Stop Kontak Lihat pada gambar kerja .
Tenaga yang di gunakan
- Instalatur Listrik
- Asisten Instalatur Listrik
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Stop Kontak Merk Panasonic
- Grid switch
- Isolasi
- Kabel
Peralatan Yang Digunakan
- Tang
- Waterpass
- Obeng dl
IV. PEKERJAAN PEMBUATAN SUMUR BOR
A. Persiapan Lokasi Pengeboran
Untuk memudahkan pelaksanaan pekerjaan pengeboran, sebelum mobilisasi
peralatan pengeboran dilakukan , Penyedia harus mengajukan
usulan penggunaan peralatan pengeborandan peralatan pendukung lainnya yang dibutuhkan
untuk konstruksi sumur. Setelah usulan tersebut disetujui oleh KPA/PPTK maka pekerjaan
persiapan lokasi dapat dimulai.
B. Kolam Lumpur/Bak Lumpur
Untuk pengeboran dengan cara Direct Circulation Mud Flush
Penyedia harus membuat 2(dua) kolam lumpur pada tiap lokasi, berukuran 2 m x 2 m x 1,5 m
dengan dinding dibuat miring. Penyedia Jas ajuga harus membuat kolam pengendapan ukuran 1
m x 1m x 0,75 m. Kolam-kolam tersebut dihubungkan satu dengan lainnya kelubang bor dengan
kanal berukuran lebar 0,4 m. Selama operasi pengeboran, kolam dan saluran ini harus dibersihkan
dari endapan.
C. Penyediaan Air
Untuk keperluan pekerjaan pengeboran,Penyedia diwajibkan menyediakan air dan menjamin
kelancaran dan penyediaannya. Mutu dan jumlah air yang disediakan harus sesuai dengan
kebutuhan yang ditentukan oleh Pengguna Jasa.Kebutuhan air yang dibutuhkan selama
pengeboran berlangsung, Penyedia Jasa harus memperhitungkan dan menyiapkan pembiayaan
tersebut dengan biaya sendiri.
D. Pengamanan Lokasi
Penyedia berkewajiban menjaga keamanan peralatan, pipa-pipa dan
semua perlengkapan yang terdapat dilokasi. Penyedia Jasa juga harus menjaga semua bangunan,s
aluran pipa, jalan dan semua material yang ada di lingkungan lokasi pengeboran.Danapabila
pekerjaan pengeboran sudah selesai, Penyedia wajib melakukan pembersihankembali lokasi
tersebut dan jika terjadi kerusakan maka kerusakan tersebut harus diperbaikidengan
menggunakan biaya sendiri.
E. Jenis Sumur
Sumur yang akan dikerjakan oleh Penyediaadalah jenis sumur dalam dengan mengunakan pipa-
pipa Galvanis diameter 6 inci dan 4 inci yang akan dihubungkan dengan reducer. Pipa saringan
( screen ) yang digunakan berdiameter 4 inci dipakai sebagai media untuk meluluskan air kedalam
pipa naik dan dipasang pada setiap lapisan pembawa air (akuifer) yang akan disadap.Pipa
jambang yang akan direncanakan sebagai tempat pompa akan dipasang
pada bagian atas, pipa jambang tersebut akan dihubungkan dengan pipa naik dengan sebuah
reduser, selanjutnya pipa naik akan dihubungkan dengan pipa saringan. Pada bagian bawah
dari pipa saringan akan dipasang pipa pengendap ( pocket ) yang pada diujungnya berbentuk
kerucut dengan runcing dibawah agar memudahkan saat pelaksanaan konstruksi sumur.Pada
setiap batang konstruksi yang dipasang sekurang-kurangnya harus dilengkapi dengan 1 (satu)
buah centralizer
atau perangkat yang dapat menjamin agar pipa konstruksiyang dipasang tetap selalu berdiri
ditengah lubang sumur dengan ruang anulus yang dipertahankantetap sama lebarnya disekeliing
pipa, hal tersebut dimaksudkan agar kerikil pembaut atau
gravel pack
akan dapat masuk dengan sempurna.Disekeliling (annulus) konstruksi pipa saringan dan pipa naik
akan diisi dengankerikil pembalut ( gravel pack) dari dasar lubang bor atau akuifer yang di sadap
hingga keformasi batuan yang kedap air, kecuali apabila pada bagian-bagian
tertentuterdapat lapisan batuan yang mengandung air dengan kualitas yang tidak diinginkan
harus dicor atau ditutupdengan semen agar air yang berasal dari bagian tersebut tidak
tersadap.Pada bagian atas dariruang anulus yang terisi gravel pack akan diisi oleh lempung
pembalut yang selanjutnya akandiisi oleh cor semen ( grouting cement ) hingga permukaan tanah.
F. Tahapan Pekerjaan Pengeboran
Sebelum melaksanakan pengeboranair tanah ditiap titik, Penyediaharusmemberitahukan
padaKPA/PPTK paling kurang 24 jam sebelumnya. Secara umum pekerjaan konstruksi
sumuradalah sebagai berikut:
a. Persiapan site dan persiapan pekerjaan.
b. Pemasangan mesin bor (rig up).
c. Pengeboran lubang diameter (4 inci) dari permukaan tanah sampai pada
kedalaman ±60 meter atau yang ditentukan KPA/PPTK/Pengawas Lapangan.
d. Pemasangan pipa konduktor sementara dengan diameter(4 inci).
e. Pengeboran pilot hole lubang diameter (8 ¾ inci) dari kedalaman 18 meter sampai
pada kedalaman ± 60 meter(sesuai dengan spesifikasi teknis) dan pengambilan
contoh bantuan/cutting pada tiap meter kedalaman pengeboran.
f. Pembersihan lubang bor dengan sirkulasi lumpur dan mengurangi/ menambah
material pengencer.
g. Logging RESISTIVITY dan SELF POTENTIAL atau bila perlu dengan GAMMA RAY untuk
menentukan kedalaman dan ketebalan lapisan pembawa air (akuifer).
h. Pelaksanaan air lift test / uji debit sementara lapisan pembawa air
(akuifer)jika diperlukan.
i. Pelebaran lubang bor (reaming ) dari diameter 4 inci ke 6 inci sampai kedalaman yang d irencanakan (60 meter) untuk posisi
pipa jambang, pipa naik dan screen/pipa saringan.
j. Pembersihan lubang dengan sirkulasi lumpur dari permukaan lubang hingga dasar lubang untuk
persiapan pemasangan pipa kontruksi sumur.
k. Pemasangan konstruksi pipa jambang diameter 4 inci, untuk pipa naik dan screen /pipasaringan
pipa diameter 3 inci.
l. Penempatan gravel pack kedalam rongga disekeliling pipa kontruksi.
m. Development sumur dengan Air Compressor dan/atauWater Jetting yang disertai
surging sampai bersih.
n. Pengisian semen atau grouting kedalam rongga disekeliling pipa jambang sampai
kedalaman nol meter.
o. Pelaksanaan pemompaan uji bertahap, uji debit tetap dan uji recovery
p. Pemasangan tutup sumur dan kunci dan penyemenan bagian atas yang kemudian pembersiha
n kembali lokasi pengeboran.
G. Diameter dan Kedalaman Pengeboran
Pengeboran harus dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis yaitu diameter 6
inci pada bagian atas lubang untuk pipa konduktor dan diameter 4 inci untuk
posisi pipa jambang dan pipa naik serta screen .Sesuai dengan peralatan yang dipakai,maka
berdasarkankondisi dan situasi yang dihadapi dilapangandiameter pengeboran dapat berubah
atasinstruksi Pengguna Jasa demi untuk tujuan kelancaran pekerjaan pengeboran,
pemasangan pipa, gravelpack dan lain-lain. Apabila potensi akuifer dinilai belum mencukupi
ataudisebabkan kualitas air yang tidak memenuhi syarat yang diinginkan, maka
kedalaman pengeboran dan penampang pipa dapat diubah berdasarkan pertimbangan/instruksi
Pengguna Jasa.
H. Pelebaran Lubang Sumur
Pelebaran lubang bor dilaksanakan dengan menggunakan reamer bit atau three cutter hole
opener dengan diameter 6 inci dengan dilengkapi dengan pilot bit sebagai alat bantulubang
berdiameter sama dengan lubang yang dilebarkan.
I. Berakhirnya Pengerjaan Lubang Pengeboran
Apabila lubang sudah mencapai kedalaman yang telah ditentukan maka pengeboranakan
dihentikan atas izin KPA/PPTK/Pengawas Lapangan. Kemudian lubang bor harusdicuci sampai
dengan bersih dengan mengunakan sirkulasi lumpur lebih kurang selama 4 jamsecara terus
menerus. Setelah lubang bor bersih maka kekentalan lumpur pengeboranditurunkan sampai 33
detik marsh funnel
dengan cara menambah material pengencer, laluPenyedia Jasamembersihkan sumur untuk
pelaksanaan logging.
J. Pengumpulan contoh batuan (sampel)
Contoh batuan/sampel dari formasi yang dibor harus diambil dan harus dapat mewakili litologi
setiap meter pengeboran , kemudian disimpan ke dalam botol /
kantong plastik tembus pandang dengan diberi angka meter kedalaman. Masing
masing contoh beratnya harus tidak kurang dari 1 kg dan bebas dari lumpur.
Pada masingmasing disusun pada kotak sampel tiap kotak isi 50 batuan yang dikumpulkan dan kot
ak harus membuat catatan yang tepat mengenai batas kedalaman setiap litologi yang ditembus.
K. Logging Geofisika
Logging geofisikaharus dilakukan untuk memastikan posisi kedalaman letak akuifer,terdiri dari
Resistivity Log dan Sp log dan bila diperlukan akan dipergunakan juga Gamma Ray Log yang
harus dikerjakanPenyedia Jasapada tiap sumur dibawah supervisi langsungPengguna
Jasa.Sebelumnya lubang bor yang telah selesai dikerjakan harus dicuci dengansirkulasisecukupnya
untuk menghilangkanendapan dan mencegah runtuhnya lubang bor, kekentalanlumpur bor dalam
keadaan lubang bor yang sudah bersih dari kotoran dan harusdipertahankan 33 detik marsh
funnel , sehingga memudahkan pengoperasian logging sampai pada dasar lubang bor.Logging
akan dikerjakan sepanjang lubang bor, pengambilan data logging dimulaidengan urutan dari dasar
lubang bor sampai kepermukaan tanah. Pengaturan skala-skala pada pengambilan data agar
disesuaikan dengan lebar kertas maksimum yang digunakan.
II. KONSTRUKSI SUMUR
1. Material Sumur
Material sumur yang akan dipasang untuk konstruksi sumur bor antara lain terdiri dari :
a. Pipa Galvanis diameter 6 inci
b. Pipa saringan Low Carbon Steel diameter 3 inci
c. Reduser diameter 6 inci – 4 inci
d. Centralizer diameter 6 inci
e. Centralizer diameter 3inci
f. Tutup atas dan dasar sumur (top cap dan bottom plug)
g. Kerikil Pembalut /Gravel packh. Lempung Pembalut /Clay packi. Grouting cement
2. Pemasangan Pipa Sumur
Setelah pengeboran selesai dan sesuai dengan kedalaman yang dibutuhkan, makaharus dilakukan
sirkulasi lumpur lebih kurang 4 (empat) jam atau sampai lubang bor betul- betul bersih dari sisa
cutting sesuai dengan yang dijelaskan sebelumnya. Kemudian Penyediaharus memasang pipa naik
dan pipa saringan didalam lubang bor pada posisi yang tepatsesuai dengan desain sumur yang
sudah disetujui oleh Pengguna Jasa pekerjaan.
Pipa jambang dan pipa naik serta pipa saringan yang dipasang harus berada tepat pada tengah-
tengah lubang bor dengan menggunakan centralizer yang terbuat dari besi plat atau bahan lainnya
yang disetujui oleh Pengguna Jasa yang akan dipasang setiap 6 meter. Untuk mencapai konstruksi
sumur yang baik dan benar instalasi pipa sumur akan dilaksanakan setelahsemua bahan seperti
pipa jambang, pipa naik dan screen serta gravel pack tersedia dilokasi pekerjaan.
III. PENYEMPURNAAN SUMUR
Metode yang mungkin dipilih untuk dilaksanakan adalah sebagai berikut :
a. Sirkulasi air (water flush)
b. Kompressor udara (air compresor )
c. Pipa tiup compresor ditempatkan kurang lebih pada kedalaman yang sama pada ujung jambang
sumur
IV. PEMOMPAAN UJI
a. Uji Bertahap
Tujuan dari pemompaan uji bertahap adalah untuk melakukan pemeriksaan terhadaphasil
development sumur untuk memperoleh gambaran umum tentang hubungan
debit pemompaan dan pengukuran muka air. Oleh sebab itu Penyedia Jasa
diharuskan melakukan pengamatan terhadap debit, kedalaman muka air dan kandungan
pasir dari air yang dipompa sesuai dengan yang ditentukan oleh Pengguna Jasa.
b. Uji Debit Tetap
Setelah permukaan air dalam sumur pulih dari uji penurunan bertahap makaPenyediaJasaharus
melaksanakan uji debit tetap yaitu melakukan pemompaan dengan debittetap selama 24 (Dua
puluh empat) jam secara terus menerus. Debit pemompaan ditentukanoleh KPA/PPTK/Pengawas
Lapangan berdasarkanuji pemompaan sebelumnya. Pengamananterhadap debit pemompaan
harus dilaksanakan paling tidak sekali tiap jam supaya debit pemompaan dapat
dipertahankan stabil. Selama pelaksanaan pemompaan uji debit tetap,Penyedia Jasa juga harus
melaksanakan pengukuran terhadap pH, temperatur, dan EC air yang dipompa, pengukuran dilaks
anakan paling tidak 4 kali selama pemompaan dengan kurun waktu kira-kira 24 jam.
V. ANALISA KUALITAS AIR
Pada waktu pemompaan uji ditiap sumur, Penyedia Jasaharus mengambil air sumuruntuk
dianalisa. Pengambilan contoh air dilaksanakan pada menjelang berakhirnya pemompaan air debit
tetap sebanyak 2 (dua) contoh untuk setiap sumur dengan volume masing-masing tidak kurang 1
(satu) liter. Contoh air tersebut disimpan dalam botol polyethylene yangsebelum dipakai harus
dicuci dan dibilas dengan air sumur tersebut paling tidak sebanyak 3(tiga) kali, kemudian diisi
penuh sehingga tidak ada udara yang tertinggal didalamnya, laluditutup dengan rapat pada
masing-masing jerigen dicantumkan nomor sumur, lokasi dan tanggal pengambilan air sumur
tersebut.
VI. PEMASANGAN POMPA DAN RUMAH POMPA
Pompa yang dipasang adalah pompa jenis Pompa Submersible 1 PK dengan kapasitas 45 sampai
90liter/menit, daya hisap minimal 60 meter. Untuk pengaman pompa dibuatkan rumah pompa
yang terbuat dari besi (sesuai dengan spesifikasi teknis).
VII. PEMASANGAN MENARA DAN WATER TANK
Menara (tower)disyaratkan dalam pekerjaan pengeboran air tanah adalah rangka bajadengan
tinggi 3.5 (Tiga koma lima) meter. Bahan yang digunakan adalah besi siku ukuran 50 mm x 50mm
x 4 mm sebagai tiang dan besi siku 40 mm x 40 mm x 3 mm sebagai pengikat kelilingdan silang-
silang. Penyambungan menara antar besi siku adalah dengan cara pemasangan baut yang
dihubungkan melalui plat besi dengan ukuran 17 cm x 17 cm x 5 mm. Lebar dari kaki menara
adalah 200 cm x 200 cm, sedangkan lebar kedudukan tangki air adalah 120 cmatau sesuai ukuran
kedudukan bawaan tangki (pabrik). Landasan dari kaki menara berupa corsemen dengan
ukuran 25 cm x 25 cm x 50 cm (tinggi diatas muka tanah 20 cm). Tangki airyang digunakan
terbuat dari bahan fiberglass berbentuk bola yang memiliki kapasitas sebesar 1000 liter.
VIII. PENGECATAN
Pengecatan dilakukan setelah sumur bor dan aksesorisnya selesai dikerjakan. Untuk besi
tower, pipa sumur, flange sumur, rumah pompa di cat dengan menggunakan cat minyakwarna
biru tua. Sedangkan untuk tapak cor sumur, tapak cor tower dan dudukan rumah pompa di cat
dengan menggunakan cat beton/tembok warna biru tua.
VI. PEKERJAAN LAIN-LAIN
Pada saat penyerahan pertama (PHO) oleh penyedia kepada PPK Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang seluruh pekerjaan harus sudah selesai berdasarkan kontrak dan
persetujuan dari pengawas lapangan. Seluruh sisa material pekerjaan harus di bersihkan dan di
keluarkan dari lokasi pekerjaan yang sepenuhnya menjadi tanggungjawab penyedia.