| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0012162715441000 | Rp 2,780,268,060 | 83.8 | 87.04 | - | |
| 0014556161441000 | Rp 2,785,818,060 | 63.73 | 70.65 | - | |
| 0014362461429000 | Rp 2,790,258,060 | 75.35 | 80.21 | - | |
| 0013639422062000 | - | - | - | Peserta Tidak Memenuhi Nilai Ambang Batas Masing Masing Unsur | |
| 0016779308441000 | - | - | - | - | |
Agrinas Pangan Nusantara (Persero) | 00*0**6****93**0 | - | - | - | Peserta tidak menghadiri pembuktian kualifikasi |
| 0014991798952000 | - | - | - | - | |
| 0637841131522000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT
PEKERJAAN FS/DED/Pertimbangan Teknis
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)
Di Kabupaten Nabire, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Paniai
Provinsi Papua Tengah
Tahun 2024
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) adalah jenis pembangkit listrik
yang menggunakan energi kinetik air dari sungai kecil atau aliran air lainnya untuk
menghasilkan listrik. Latar belakang dari pengembangan PLTMH adalah untuk
memanfaatkan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Maksud dan tujuan dari PLTMH adalah untuk menyediakan pasokan listrik yang stabil
dan terjangkau di daerah pedesaan atau terpencil yang sulit dijangkau oleh jaringan
listrik utama.
Manfaat dari adanya PLTMH antara lain:
1. Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang bersifat terbatas dan
berdampak buruk pada lingkungan.
2. Mendorong pengembangan ekonomi lokal dengan menciptakan lapangan kerja
baru dan meningkatkan aksesibilitas terhadap listrik.Menyediakan sumber
energi listrik yang terjangkau dan dapat diandalkan bagi masyarakat di daerah
terpencil.
3. Mengurangi emisi gas rumah kaca dan berkontribusi pada upaya mitigasi
perubahan iklim.
PLTMH merupakan solusi yang berpotensi menguntungkan secara ekonomi dan
lingkungan, serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.
Adapun langkah-langkah penting yang perlu dilakukan dalam melakukan studi
kelayakan (Feasibility Study) untuk pembangunan PLTMH antara lain:
A. Menganalisis lokasi yang potensial untuk pembangunan PLTMH, termasuk
aspek geografis, hidrologis, dan lingkungan.
B. Menghitung estimasi potensi energi yang dapat dihasilkan oleh PLTMH
berdasarkan data-data yang ada.
C. Mengevaluasi kelayakan teknis, ekonomis, lingkungan, dan sosial dari proyek
PLTMH.
D. Menyusun rencana bisnis yang mencakup investasi awal, biaya operasional,
proyeksi pendapatan, dan analisis sensitivitas.
Pada tahap detail engineering, beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan
antara lain:
A. Mendesain sistem turbin dan generator yang optimal sesuai dengan potensi air
yang tersedia.
B. Merancang saluran air, waduk, dan Sistem Pengaturan Alam (SPA) untuk
memaksimalkan pengelolaan aliran air.
C. Menyusun rencana kelistrikan yang meliputi pembangunan saluran transmisi
dan distribusi listrik.
D. Menyusun perencanaan konstruksi secara terperinci, termasuk spesifikasi
material dan peralatan yang dibutuhkan.
Sedangkan beberapa pertimbangan teknis yang perlu diperhatikan dalam
pembangunan PLTMH meliputi:
A. Keandalan dan efisiensi sistem tenaga mikro hidro yang dipilih.
B. Kesesuaian desain dengan kondisi geografis dan hidrologis lokasi proyek.
C. Pengelolaan risiko terkait perubahan cuaca dan bencana alam.
D. Kepatuhan terhadap regulasi dan standar keselamatan yang berlaku.
Semua tahapan ini sangat penting untuk memastikan bahwa pembangunan PLTMH
dilakukan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal secara berkelanjutan.