| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0032664815323000 | Rp 1,585,339,401 | - | |
Xonadia Arsitektur | 06*4**2****22**0 | Rp 1,515,323,993 | Tidak menyampaikan rencana cashflow, Tidak menyampaikan tabel perhitungan kebutuhan dan penggunaan (durasi) tenaga kerja, bahan/material dan peralatan dan Tidak menyampaikan jadwal rencana penggunaan (durasi) peralatan, bahan/material dan tenaga kerja, Pemberi sewa peralatan CV. Kaliptra Atur tidak dapat diklarifikasi karena alamat yang tercantum tidak sesuai. |
CV Salamah Swarna Indonesia | 03*3**7****25**0 | Rp 1,437,601,817 | Tidak menyampaikan rencana cashflow, Tidak menyampaikan tabel perhitungan kebutuhan dan penggunaan (durasi) tenaga kerja, bahan/material dan peralatan dan Tidak menyampaikan jadwal rencana penggunaan (durasi) peralatan, bahan/material dan tenaga kerja, |
CV Alroy Sun Jaya | 06*5**3****21**0 | - | - |
| 0017513334323000 | - | - | |
Rizka Rizky Kontruksi | 00*7**6****21**0 | - | - |
| 0032168551323000 | - | - | |
| 0019443035326000 | - | - | |
Trengginas Tirta Jaya Abadi | 00*9**3****23**0 | - | - |
CV Nusantara Konsultan | 00*7**8****56**1 | - | - |
PT Lantabur Jaya Karya | 09*7**8****23**0 | - | - |
| 0020771101321000 | - | - | |
| 0831509922105000 | - | - |
SPESIFIKASI
DAN
METODE
PEKERJAAN :
REHABILITASI SESAT AGUNG
MENGGALA KABUPATEN TULANG
BAWANG
TAHUN ANGGARAN 2024
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Pek. Bowplank dan Pengukuran Ulang
Kontraktor harus melaksanakan pengukuran untuk menentukan batas bangunan dan
penentuan peil + 0,00, dengan disaksikan dan disetujui oleh Direksi / Pengawas.
Alat-alat ukur yang dapat dipakai adalah Waterpass dilengkapi dengan papan / kaso
sebagai patok atau profil.
Bahan yang digunakan untuk bowplank kayu racuk papan dan kaso kls IV, benang
nyilon, paku, meteran ;
dan peralatan tukang lainnya.
METODE PEKERJAAN :
Pekerjaan pengkuran dilakukan menggunakan waterpass, pengukuran dilaksanakan
sekaligus membuat bouwplank. Bowplank terbuat dari papan yang bagian atasnya
dipakukan pada patok kayu persegi 5/7 cm yang tertanam dalam tanah cukup kuat.
Untuk menentukan ketinggian papan bouwplank secara rata bagian atasnya dari papan
bowplank harus di waterpass (horizontal dan siku), sedangkan untuk mengukur dari titik
As ke As antar ruangan digunakan meteran. Setiap titik pengukuran ditandai dengan
paku dan dicat dan ditulis ukuran pada papan bouwplank agar mudah di cek kembali.
Pemasangan papan bowplank dilaksanakan pada jarak 1,5 m dari As sekeliling bangunan
dan dipakukan pada patok – patok yang terlebih dahulu ditancapkan kedalam tanah.
Tenaga yang di gunakan
- Manager Pelaksanaan
- Petugas K3
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Kaso
- Benang
- Paku
Peralatan Yang Digunakan
- Meteran
- Waterpas
- Palu
- Gergaji
2. Direksi Keet dan Gudang Material
- Pada prinsipnya Kontraktor harus mengusahakan memiliki kantor atau direksi keet
dilokasi bila perlu dapat menyewa rumah yang memiliki gudangagar barang-barang
berharga lainnya terlindung dari cuaca dan keamanan bila gudang tidak tersedia
dapat dibuat gudang sementara.
- Gudang bahan dibuat dari kayu dinding triplek atau papan kayu racuk, atap seng
gelombang atau asbes sehingga dapat berfungsi dengan baik.
METODE PEKERJAAN :
- Lokasi kantor direksi di tempat yang mudah dijangkau, tidak mengganggu jalannya
pekerjaan dan harus mendapat persetujuan direksi. Lantai dari kantor direksi dan
gudang semen disarankan dirabat dengan semen untuk mengurangi kelembaban.
Direksikeet untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan. Pada direksi keet
ditempatkan perabot dan perlengkapan kantor, gambar kerja, dokumen spesifikasi
teknis, jadwal pelaksanaan dan perlengkapan SMKK.
Tenaga yang di gunakan
- Manager Pelaksanaan
- Petugas K3
- Mandor
- Pekerja
3. Pek.Pembersihan & Perapihan Lokasi Halaman Sesat Agung
- Menyiapkan Peralatan Untuk Pembersihan Gedung/Bangunan. pelaksanaan
pemberihan Bangunan Gedung mengikuti Prinsip-Prinsip Keselamatan Dan Kesehatan
Kerja (K3).
- Adapun yang dimaksud dengan pekerjaan pembersihan lapangan adalah pekerjaan
yang terdiri dari pembersihan lahan dari semua pohon, halangan- halangan, semak–
semak, sampah, dan bahan lainnya yang tidak dikehendaki atau menggangu
keberadaannya sesuai dengan yang diperintahkan oleh direksi Pekerjaan.
- Pembersihan akibat pekerjaan pembongkaran menggunakan mobil pick up dengan
sisa material yang masih bermanfaat/bernilai jual untuk dapat dikeluarkan dari lokasi
pekerjaan dan diletakan pada Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Kab. Tulang Bawang.
- Penyemprotan rumput yang ada di halaman bangunan dan halaman pagar yang
menggagu pemandangan untuk di potong dan di smeprot dengan bahan kimia.
- Pekerjaan Pembersihan Lapangan yang dilaksanakan pada Lahan existing menjadi
tanggung jawab kontraktor. Sampah, Semak-semak bekas Pembersihan harus
dibuang keluar areal lokasi segera, tanpa menumpuk/menimbun di area proyek.
- Setelah pekerjaan selesai Pelaksana harus membersihkan sisa puing – puing
bangunanmengunakan Mobil Pick up keluar dari lokasi pekerjaan.
4. Pengerokan Dan Pengamplasan Cat Lama (existing)
- Menyiapkan peralatan untuk melakukan pengerokan dan pengamplasan dinding lama
- Adapun yang di maksud pengerrokan dinding cat lam yang mengelupas dan rusak
agar di kerok dan di amplas mengunakan amplas.
- Setelah di kerok dan di amplas agar dicuci engan bersih untuk menghilangkan debu
dan sisa sisa cat yang di kerok dan di amplas
- Tunggu sampai kering permukaan dinding yang telas di cuci sebelum melakukan
pengecatan kembali
Tenaga yang di gunakan
- Manager Pelaksanaan
- Petugas K3
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Amplas
Peralatan Yang Digunakan
- Sekrap
5. PENERAPAN SMKK (K3)
Keselamatan Kerja Kontruksi adalah alat – alat perlengkapan yang wajib di gunakan untuk
melindungi dan menjaga keselamatan pekerja saat melakukan pekerjaan yang memiliki
potensi bahaya atau resiko kecelakaan kerja. Keselamatan Kerja Konstruksi (K3) yang di
gunakan harus sesuai dengan potensi bahaya dan resiko pekerjaannya sehingga efektif
melindungi pekerja sebagai pengunanya.
Berikut alat-alat yang digunakan dalam bekerja:
1. Penyiapan RKK:
- Pembuatan dokumen Rencana
- Pembuatan prosedur dan instruksi kerja
- Penyiapan formulir
2. Sosialisasi, Promosi dan Pelatihan :
- Induksi Keselamatan Konstruksi
- Spanduk (Banner)Poster himbauan pencegahan COVID-19;
- Papan Informasi K3
3. Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri :
- Topi pelindung (Safety Helmet)
- Pelindung mata (Googles,Spectades)
- Pelindung pernafasan dan mulut (Masker)
- Pelindung tangan (Safety gloves)
- Sepatu keselamatan(Safety Shoes and toe cap)
- Rompi keselamatan (Safety Vest)
4. Asuransi dan Perizinan
- Asuransi
5. Personel K3 Konstruksi
- Petugas Kontruksi
6. Fasilitas Sarana,Prasarana, dan Alat Kesehatan
- Peralatan P3K(Kotak P3K,Tandu,Obat Luka,Perban)
- Pengukur suhu badan nir-sentuh (Thermoscan )
7. Kegiatan dan Peralatan Terkait Pengendalian Resiko Keselamatan Kontruksi
- Bendera K3
- Tempat Cuci Tangan,Hand Sanitaser, Sabun dll
METODE PEKERJAAN :
Keselamatan Kerja Kontruksi adalah alat – alat perlengkapan yang wajib di gunakan untuk
melindungi dan menjaga keselamatan pekerja saat melakukan pekerjaan yang memiliki
potensi bahaya atau resiko kecelakaan kerja. Keselamatan Kerja Konstruksi (K3) yang di
gunakan harus sesuai dengan potensi bahaya dan resiko pekerjaannya sehingga efektif
melindungi pekerja sebagai pengunanya.
Berikut alat-alat yang digunakan dalam bekerja:
a. Penyiapan RKK:
- Pembuatan dokumen Rencana
- Pembuatan prosedur dan instruksi kerja
- Penyiapan formulir
-
b. Sosialisasi, Promosi dan Pelatihan :
- Induksi Keselamatan Konstruksi
- Spanduk (Banner) Poster himbauan pencegahan COVID-19;
- Papan Informasi K3
c. Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri :
- Topi pelindung (Safety Helmet)
- Pelindung mata (Googles,Spectades)
- Pelindung pernafasan dan mulut (Masker)
- Pelindung tangan (Safety gloves)
- Sepatu keselamatan(Safety Shoes and toe cap)
- Rompi keselamatan (Safety Vest)
d. Asuransi dan Perizinan
- Asuransi
e. Personel K3 Konstruksi
- Petugas K3 Kontruksi
f. Fasilitas Sarana,Prasarana, dan Alat Kesehatan
- Peralatan P3K (Kotak P3K,Tandu,Obat Luka,Perban)
- Pengukur suhu badan nir-sentuh (Thermoscan )
g. Kegiatan dan Peralatan Terkait Pengendalian Resiko Keselamatan Kontruksi
- Bendera K3
- Tempat Cuci Tangan,Hand Sanitaser, Sabun dll
6. PAPAN NAMA PROYEK
Kontraktor diharuskan membuat papan nama kegiatan yang sudah diperhitungkan didalam
penawaran sesuai dengan petunjuk Direksi / Pengawas Lapangan, yang memuat segala
informasi tentang pelaksanaan kegiatan tersebut seperti nama pekerjaan, sumber dana dan
tahun anggaran, biaya pekerjaan, pelaksana pekerjaan, waktu pelaksanaan dan lain-lain.
METODE PEKERJAAN :
Papan Nama Proyek akan dibuat dan dipasang pada awal pelaksanaan kegiatan.
Papan Nama Proyek ini dibuat dari triplek t. 6 mm dengan ukuran 100 x 120 cm, ditopang
kayu kaso (5/7) kelas 2 dengan tinggi 250 cm dari permukaan tanah dan dicat dasar warna
yang sesuai dan huruf cetak berwarna hitam yang berisi informasi mengenai cakupan
kegiatan yang akan dilaksanakan, antara lain :
- Nama Kegiatan
- Pekerjaan yang harus dilaksanakan
- Biaya pekerjaan/ nilai kontrak
- Sumber dana dan Jangka waktu
- Nama penyedian jasa
Tenaga yang di gunakan
- Pekerja
- Mandor
Bahan Yang Digunakan
- Kaso
- Triplek
- Paku
Peralatan Yang Digunakan
- Meteran
- Waterpas
- Palu
- Gergaji
7. MOBILISASI PERALATAN KERJA
Yang dimaksud dengan mobilisasi dan demobilisasi alat bantu adalah semua kegiatan
yang berhubungan dengan transportasi peralatan yang akan dipergunakan dalam
melaksanakan paket pekerjaan. Dengan memperhitungkan semua biaya yang
diperlukan dalam rangkaian kegiatan untuk mendatangkan peralatan dan
mengembalikannya nanti bila pekerjaan telah selesai ke tempat semula.
Cara Pelaksanaan
Penyediaan Peralatan dan Personil
- Penyedia Harus menyediakan peralatan dan personil sesuai dengan kebutuhan
seperti yang termuat dalam kontrak untuk menyelesaikan pekerjaan.
- Sebelum mobilisasi dilaksanakan, maka segera melaporkan kepada direksi untuk
mendapatkan persetujuan, dan bila dipandang perlu, direksi dapat meminta
tambahan peralatan maupun personil.
Program dan Pemberitahuan
- Penyedia membuat schedule mobilisasi peralatan dan personil yang dilengkapi
dengan keterangan akan jenis dan kapasitas peralatan yang akan didatangkan.
- Semua peralatan yang telah berada di lokasi pekerjaan, bila sudah tidak diperlukan,
dapat dipindahkan dari areal pekerjaan dengan seijin direksi.
8. DOKUMENTASI DAN PELAPORAN
Mempersiapkan format pelaporan progress kemajuan proyek yang disepakati dari
Konsultan MK, sehingga begitu proyek mulai berjalan, bisa dibuat laporan-laporan
yang diperlukan selama proyek. Selain itu diperlukan juga membuat laporan foto-foto
perkembangan proyek secara berkala sesuai tahapan pekerjaan di lapangan.
Sehingga semua proses pelaksanaan di lapangan terdokumentasi dengan baik dan
lengkap. Untuk kelengkapan laporan harus dibuat foto-foto dokumentasi ukuran 4 R,
dibuat sebelum pekerjaan dimulai (0%), tahap pelaksanaan(5%), hingga selesai
(100%) dan setiap kali akan melakukan
tagihan/termyn, foto dokumentasi harus selalu diambil pada posisi yang sama untuk
setiap kemajuan dan setiap bagian yang penting.
9. SHOP DRAWING DAN ASBUILT DRAWING
Pekerjaan persiapan dari segi teknis untuk memulai pekerjaan adalah dengan
mempelajari shop drawing sebagai gambar kerja untuk proses pekerjaan. Setelah
selesai pekerjaan akan di buat asbuild drawing mengacu pada kondisi aktual yang
terpasang di lapangan.
10. PENERANGAN PROYEK
Metode Pelaksanaan Penyediaan Listrik Kerja.
Listrik kerja diperlukan untuk membantu pekerjaan fabrikasi bekisting, pemotongan
besi, pompa air, penerangan kerja serta power untuk mengoperasikan alat bantu
kerja lainnya. Pengadaan listrik kerja dengan Genset/Listrik Dilokasi
Pekerjaantergantung dari efisiensinya terhadap pelaksanaan pekerjaan.
11. PENGADAAN AIR KERJA
Metode Pelaksanaan Air Kerja
Air kerja sangat diperlukan dalam menunjang pelaksanaan pekerjaan, dimana air
kerja berfungsi untuk pekerjaan dari awal sampai akhir proses pelaksanaan
dilapangan, testing comissioning dan campuran adukan pekerjaan lainnya. Air untuk
keperluan kerja ditampung dalam toren air atau drum air. Air kerja dapat juga
diperoleh dari sumber existing yang ada dengan penyambungan dan membayar
sejumlah biaya yang telah ditentukan.
II. PEKERJAAN TANAH DAN GALIAN
1. Pek. Galian Tanah pondasi
Pekerjaan galian dilakukan pada item pekerjaan galian tanah untuk pondasi, baik pondasi
menerus ataupun setempat dan saluran air hujan yaitu pada kondisi tanah asli digali untuk
dipasangan pondasi sesuai dengan gambar rencana. Galian harus sesuai dengan gambar
rencana baik mengenai ukuran lebar dan kedalaman serta kemiringan untuk mendapatkan
elevasi sesuai rencana.
METODE PEKERJAAN :
Setelah proses bouwlplank selesai, maka dilakukan pekerjaan Penggalian tanah untuk
pondasi dengan menggunakan alat manual. Kita akan melakukan penggalian ini
dengan mengikuti gambar rencana.
4Cara Pelaksanaan :
- Galian tanah harus terlebih dahulu melakukan pengukuran posisi, lebar galian.
- Galian tanah untuk pondasi batu kali menembus tiap pondasi setempat. Galian
pondasi setempat diisi kembali dengan tanah bekas galian setelah bekesting dibuka.
Timbunan galian pedestal dilakukan sampai elevasi dasar rencana galian pondasi
Footplat
- Galian tanah yang tidak dapat dipakai sebagai bahan timbunan harus dibuang ke luar
areal kerja
- Material dari hasil galian yang akan digunakan sebagai bahan timbunan harus
mendapat persetujuan dari pengawas.
- Kemudian dilakukan perataan permukaan pondasi sehingga level permukaan rata dan
sama.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Peralatan Yang Digunakan
- Cangkul
- Blancong
- Garpu
- Sekop
2. Pek Timbunan bekas galian
Pekerjaan timbunan yang dimaksud adalah menimbun tempat-tempat yang telah ditentukan
yang tanahnya berasal dari bekas galian.Timbunan ini dilakukan disisi kanan kiri pondasi
karena setelah pemasangan pondasi selesai sisi pondasi terdapat celah / lubang bekas galian.
METODE PEKERJAAN :
pekerjaan urugan tanah disini adalah penimbunan kembali bekas galian Pondasi dan
atau untuk peninggian elevasi bangunan/lantai dengan tanah bekas galian atau jenis
dan kualitas tanah yang tertentu. Material untuk setiap timbunan harus sesuai
dengan kondisi tanah yang telah disetujui oleh Pengawas setelah sampel tanah
tersebut sesuai dengan spesifikasi yang diatur dan disetujui oleh pengawas. Material
urugan bisa menggunakan tanah bekas galian jika kondisi tanahnya layak untuk
material urugan atau material luar yang diambil dari luar lokasi yang sesuai dengan
spesifikasi tanah urugan bila material bekas galian tidak memenuhi syarat sebagai
material urugan.
Cara Pelaksanaan :
- Material urugan digunakanyang telah disetujui oleh Pengawas.
- Material urugan dihampar lapis demi lapis dan apabila dibutuhkan disiram air
untuk pemadatan.
- Material timbunan yang dihampar kemudian dipadatkan dengan
menggunakan alat stamper.
- Kepadatan timbunan kemudian ditentukan sesuai spesifikasi yang diinginkan
guna memperoleh hasil pemadatan yang baik
- Ukuran dan dimensi ditentukan berdasarkan gambar.
- Pekerjaan urugan kembali dilaksanakan umumnya setelah dilakukan
pekerjaan sloof.
Tenaga yang di gunakan
- Mandor
- Pekerja
Peralatan Yang Digunakan
- Cangkul
- Sekop
3. Pek. Urugan Pasir Bawah Pondasi
Urugan pasir harus dilaksanakan/dipasang dibawah semua pekerjaan pondasi minimal
setebal 5 cm.
Sebelum pekerjaan diatasnya dilaksanakan (pondasi) lapisan pasir harus dipadatkan
dengan diberi air dan diratakan.
Pasir urug yang digunakan harus bersih dari akar-akaran dan kotoran lainnya.
METODE PEKERJAAN :
pekerjaan urugan pasir disini adalah bagian dari bawah Pondasi Penimbunan pasir harus
diperhatikan tinggi urugan dalam gambar.
Cara Pelaksanaan :
- Material pasir yang digunakan adalah pasir urug yang telah disetujui oleh
Pengawas.
- Material pasir urug dihampar Dibawah Pondasi
- Ukuran dan dimensi ditentukan berdasarkan gambar.
Tenaga yang di gunakan
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pasir Urug
Peralatan Yang Digunakan
- Waterpas
- Cangkul
- Sekop
III. PEKERJAAN PONDASI DAN PASANGAN
1. Pas. Pondasi Batu belah adk. 1 Pc : 4 Ps
- semua pekerjaan, peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan untuk pekerjaan
pasangan batu belah menggunakan batu belah hitam.Bentuk dan dimensi sesuai dengan
gambar kerja.
- Batu belah yang digunakan adalah jenis batu belah yang berasal dari gunung atau dari
kali yaitu jenis batu belah hitam.
- Batu belah harus benar-benar padat dan tidak memperlihatkan tanda-tanda kelapukan.
- Batu karang sama sekali tidak boleh digunakan sebagai pasangan pondasi.
- Semen yang digunakan untuk pekerjaan pasangan adalah jenis semen portland (PC 50
kg/zak)yang beredar di pasaran dan disahkan oleh Pemerintah dan Instansi yang
berwenang dari jenis dan merk yang sama
- Pasir untuk pekerjaan pasangan harus pasir yang halus dengan gradasi tidak lebih dari
diameter 0,35 mm.
- Pasir harus bersih dan kadar lumpur maksimum yang terkandung 5%.
- Dan syarat-syarat lain sama dengan yang digunakan untuk pekerjaan beton.
- Air yang digunakan untuk pekerjaan pasangan harus berkualitas baik yang sama dengan
kualitas dan syarat air minum yaitu tidak merwarna, tidak berasa dan titak berbau.
METODE PEKERJAAN :
Pek. Pasangan Pondasi Batu Kali
LINGKUP PEKERJAAN
Bagian Pondasi Batu Belah ini meliputi pengadaan dan pemasangan semua pondasi batu
belah sesuai dengan gambar dan persyaratan disini.
BAHAN - BAHAN
1. Batu Belah
Batu-batu harus keras dengan permukaan kasar tanpa cacat/ retak.dan cara
pengerjaannya harus dilakukan menurut cara terbaik yang dikenal disini.
2. Pasir
Galian pondasi harus diurug dengan pasir setebal 5 cm dan dipadatkan dengan alat
timbris tangan terbuat dari logam atau stamper.
3. Adukan
Adukan yang dipakai terdiri dari campuran 1semen : 4 pasir.
PEMASANGAN
Pondasi batu belah
Pekerjaan pasangan batu dilaksanakan sesuai dengan ukuran dan bentuk-bentuk
yang ditunjukkan dalam gambar. Tiap-tiap batu harus dipasang penuh dengan adukan
sehingga semua hubungan batu melekat satu sama lain dengan
sempurna.Setiap batu harus dipasang diatas lapisan adukan dan diketok ke
tempatnya hingga teguh.Adukan harus mengisi penuh rongga-rongga antar
batu untuk mendapatkan massa yang kuat dan integral di beberapa sisi luar dan
dalam.Batu yang akan dipasang dibasahi dahulu, lalu dibentuk menjadi bidang luar
yang harus sesuai dengan gambar rencana atau petunjuk Ahli. Anker/ stek
dipasang dengan cara dibungkus campuran batu kali dengan adukan 10
cm sekelilingnya, sedalam 20 cm tiap 1 m' dengan diameter anker/ stek minimum
10 mm. Yang termasuk dalam pekerjaan pondasi batu belahadalah :
- Material batu belah yang keras tidak cacat dan tidak retak.
- Air yang digunakan bersih, tawar dari bahan kimia yang dapat merusak
pondasi, asam kali atau bahan organik.
- Pasir pasang sama seperti syarat pasir beton, kadar lumpur yang boleh
dikandung maksimal 10 % dan mempunyai butiran antara 0 sampai 1 mm
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pasir Pasang
- Batu Belah
- Semen PC(SNI)
- Air
Peralatan Yang Digunakan
- Waterpas
- Benang
- Cangkul
- Sendok Semen
- Selang air
- Ember
- Bak
- Unting-Unting
- Meteran
- Profil
2. Pek. Pasangan Dinding Bata adk. 1Pc : 4Ps
- Lingkup Pekerjaan
Bagian pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, pemasangan untuk semua pasangan
bata seperti yang tertera pada gambar,yaitu pasangan dinding bata biasa.Pelaksanaan
pemasangannya harus benar-benar mengikuti garis-garis ketinggian dan bentuk-bentuk
yang terlihat pada gambar dan disebutkan dalam spesifikasi ini.
- Material :
1. Batu bata yang digunakan harus baru, terbakar keras dan tidak patah-patah.
2. Adukan yang digunakan untuk pasangan bata biasa adalah campuran 1 PC : 4 Pasir.
- Pelaksanaan
A. Pekerjaan Pasangan Dinding Tembok
- Batu bata yang dipakai pada bangunan ini, menggunakan bata yang
berkualitas baik, utuh dan tidak cacat serta bata yang dipakai harus dengan
ukuran yang sama.
- Bata merah sebelum dipasang harus direndam dahulu dalam bak atau drum
air, sampai jenuh yang harus disiapkan di lapangan.
- Pasangan dinding bata merah dipasang sesuai dengan gambar kerja yang
sudah ada dan untuk pasangan tembok bata menggunakan pasangan
setengah bata.
Perekat yang dipergunakan untuk pasangan bata adalah sebagai berikut :
o Untuk pasangan tembok bata biasa menggunakan campuran 1 PC : 4
Ps
o Hubungan kolom beton dengan pasangan bata maupun kusen diberi
angker dari besi Ø 10 mm dengan jarak maksimal 80 cm.
o Bata yang mentah, retak/tidak memenuhi syarat dan tetap terpasang
agar dibongkar dan segera digantii dengan bata yang memenuhi
syarat tersebut.
METODE PEKERJAAN :
Pasangan bata dimulai diatas sloof. Benang bantu ditarik dari profilan/kerangka bantu.
Benang ditarik biasanya pada sisi luar atau sisi dalam pasangan bata. Pemasangan bata
pada sekat RKB adalah rata as, sedangkan pemasangan atas pada sisi belakang, sisi
depan dan sisi samping adalah rata dalam, artinya kolom tidak terlihat dari dalam
ruangan (kolom hanya terlihat dari luar bangunan). Pasangan bata dilaksanakan untuk
ketinggian dibawah kusen (sekitar 120 cm di atas sloof), sampai sekeliling bangunan dan
sekat. Pemasangan bata selanjutnya dilakukan sampai level bawah balok lintel.
- TATACARA PELAKSANAN PEKERJAAN PASANGAN DINDING ½ BATA
o Persiapan
- Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pasang dinding ½
bata.
- Approval material yang akan digunakan.
- Persiapan lahan kerja.
- Persiapan material kerja, antara lain : bata, semen PC, pasir pasang dan air..
- Persiapan alat bantu kerja, antara lain : water pass, meteran, benang, unting-
unting, profil, selang air, sendok semen, dll.
o Pengukuran
- Pengukuran dengan menggunakan alat ukur waterpass.
- Juru ukur/tukang menentukan dan menandai (marking) lokasi yang akan
dipasang batu bata termasuk titik-titik kolom praktis, as dinding, ketinggian
pasangan, siku ruangan dan ketebalan dinding.
o Pelaksanaan pekerjaan pasang dinding bata ½ bata
- Pasangan bata biasa dengan menggunakan adukan 1PC : 4Psr.
- Sebelum bata dipasang terlebih dahulu direndam dalam air jenuh, agar air semen
adukan tidak terserap dalam bata yang mana akan mengakibatkan adukan
mudah rontok dan pasangan batu bata cukup kuat.
- Buat adukan untuk pasangan dinding bata.
- Pasang profil dan benang serta unting-unting untuk acuan pasangan dinding
bata.
- Pasang dan susun bata pada area yang telah diberi tanda marking dengan
menggunakan perekat adukan.
- Pemasangan bata diikuti dengan pengecoran kolom praktis.
- Cek dan periksa kesikuan/kerataan pasangan bata pada setiap ketinggian 1 m.
- Pekerjaan pasangan bata dihentikan pada ketinggian 1 m, setelah kolom praktis
dicor dan pasangan bata /kuat baru pekerjaan pemasangan bata dapat
dilanjutkan kembali
Tenaga yang di gunakan
- Mandor
- Tukang
- Kepala Tukang
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Bata
- semen PC (SNI)
- pasir pasang
- air
Peralatan Yang Digunakan
- water pass
- meteran
- benang
- unting-unting
- profil
- selang air
- sendok semen, dll.
2. Pek.Plesteran adk. 1Pc : 4 Ps
a. semua pekerjaan, dinding bata di plester lihat gambar kerja
b. Plesteran harus rata dan tegak lurus dengan ketebalan 1,5 mm.
c. Plesteran dinding dikerjakan luar dalam, sebelum diplester dinding bata harus disiram
dengan air hingga kedap.
d. Semen yang digunakan untuk pekerjaan pasangan adalah jenis semen portland (PC 50
kg/zak) yang beredar di pasaran dan disahkan oleh Pemerintah dan Instansi yang
berwenang dari jenis dan merk yang sama
e. Pasir untuk pekerjaan pasangan harus pasir yang halus dengan gradasi tidak lebih dari
diameter 0,35 mm.
f. Pasir yang digunakan pasir pasang dan harus bersih dan kadar lumpur maksimum yang
terkandung 5%.
g. Dan syarat-syarat lain sama dengan yang digunakan untuk pekerjaan beton.
h. Air yang digunakan untuk pekerjaan pasangan harus berkualitas baik yang sama dengan
kualitas dan syarat air minum yaitu tidak merwarna, tidak berasa dan tidak berbau.
METODE PEKERJAAN :
Pekerjaan plesteran dilakukan setelah pekerjaan dinding dilakukan atau dapat juga
dilakukan sehari setelah dinding dipasang. Proses pelaksanaan pekerjaan plesteran yaitu:
- Pasir pasang yang akan digunakan terlebih dahulu diayak. Hal ini untuk
menghilangkan sampah-sampah yang ada pada pasir.
- Kemudian spesi diaduk sesuai dengan kebutuhan spesi yangdiperlukan.
- Pasangan dinding bata terlebih dahulu disiramair
- Dibuat kepala plesteran pada beberapabagian
- Permukaan dinding diplester kemudian diratakan dengan sipatan
- Setelah proses plesteran selesai dilakukan barulah dapat dilakukan proses pengacian
dengan menggunakan campuran semen dan air.
- Apabila sudah kering digosok menggunakan kertas bekas sak semen hingga halus.
- Peralatan yang digunakan pada pekerjaan ini sama dengan peralatan yang digunakan
pada pekerjaan dinding.
Campuran adukan dan plester
- Perbandingan campuran dan pengetesannya dapat dilaksanakan dalam waktu 1
minggu dan tidak ada penambahan waktu lagi untukitu.
- Plester/adukan dengan campuran 1Pc : 4Ps digunakan pada daerah-daerah seluruh
dinding bata seperti ditunjukkan dalam gambar.
- Plester/ adukan harus dicampur dengan bahan “Additive” untuk mencegah keretakan
yang tidak diinginkan dan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan pengawas
Tenaga yang di gunakan
- Mandor
- Tukang
- Kepala Tukang
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- semen PC(SNI)
- pasir pasang
- air
Peralatan Yang Digunakan
- Waterpas
- Selang Air
- Jidar
- Benang
- Sendok Semen dll.
4. Pek. Pas. Acian
a. semua pekerjaan, dinding bata diaci lihat gambar kerja
b. acian harus rata dan tegak lurus
c. Acian dinding dikerjakan luar dalam, sebelum diaci Plesteran,Kolom harus disiram dengan air
hingga kedap.
d. Semen yang digunakan untuk pekerjaan pasangan adalah jenis semen portland (PC 50
kg/zak) yang beredar di pasaran dan disahkan oleh Pemerintah dan Instansi yang berwenang
dari jenis dan merk yang sama
e. Dan syarat-syarat lain sama dengan yang digunakan untuk pekerjaan beton.
f. Air yang digunakan untuk pekerjaan pasangan harus berkualitas baik yang sama dengan
kualitas dan syarat air minum yaitu tidak merwarna, tidak berasa dan titak berbau.
METODE PEKERJAAN :
- Mengajukan Request dan Check list Kepada Direksi
- Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan plesteran sudah kering (cukup umur).
- Permukaan plesteran sebelum di Acian telebih dahulu disiram air. Untuk memperoleh
hasil Acian yang halus, setelah plesteran diberi lapisan acian semen pc, permukaan
acian sebelum mengering digosok dengan menggunakan kertas gosok
Setelah pekerjaan plesteran telah selesai dan telah di cek kebenarannya maka pekerjaan
dilanjutkan dengan pekerjaan Acian.
Tahapan pekerjaan :
- Lakukan kuring pada Plesteran dengan di siram setiap hari, guna menjaga
penyusutan yangberlebihan.
- Lakukan pengacian dengan komposisi 2 Pc : 3 kapur dengan steel trower dan ratakan
dengan jidar alumunium. Pemakaian kapur juga diperuntungkan untuk menghindari
retak rambut pada permukaan dinding.
- Siram permukaan plesteran sampai dengan jenuh air sebelum pekerjaan acian.
- Untuk mengurangi pori-pori, gosok permukaan dengan kertassemen.
- Curing permukaan acian minimal 1 kali sehari dalam waktu selama 3hari
Tenaga yang di gunakan
- Mandor
- Tukang
- Kepala Tukang
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Semen pc(SNI)
- Air
Peralatan Yang Digunakan
- Waterpas
- Selang Air
- Jidar
- Benang
- Sendok Semen dll.
5. Pek. Lis profil Penebalan
- Permukaan yang akan di buat lis pofil tiang dibersihkan terlebih dahulu dari Kotoran/debu
dan disiram menggunakan air sebelum di tebar adukan.
- Profilan dikerjakan Lihat Pada Gambar Kerja, sebelum Dikerjakan Tiang harus disiram dengan
air hingga kedap.
- Pasang Benang untuk bantuan mendapatkan permukaan yang rata .
- Bentuk, Motif dan ukuran sesuai dengan gambar rencana.
- Lebar Lis Profil 10 cm
METODE PEKERJAAN :
- Permukaan yang akan di profil dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran/debu dan disiram
menggunakan air sebelum di tebar adukan.
- Profilan dikerjakan pada tiang, sebelum diprofil tiang harus disiram dengan air hingga kedap.
- Pasang Benang untuk bantuan mendapatkan permukaan yang rata.
- Semen yang digunakan adalah jenis semen portland (PC 50kg/zak) yang beredar di pasaran
dan disahkan oleh Pemerintah dan Instansi yang berwenang dari jenis dan merk yang sama
- Dan syarat-syarat lain sama dengan yang digunakan untuk pekerjaan beton.
- Air yang digunakan untuk pekerjaan pasangan harus berkualitas baik yang sama dengan
kualitas dan syarat air minum yaitu tidak merwarna, tidak berasa dan titak berbau.
- Bentuk, Motif dan ukuran sesuai dengan gambar rencana.
Tenaga yang di gunakan
- Mandor
- Tukang
- Kepala Tukang
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Semen pc SNI
- Pasir Pasang
- Air
Peralatan Yang Digunakan
- Waterpas
- Meteran
- Selang Air
- Unting – Unting
- Benang
- Sendok Semen dll.
6. Pek. Pasangan Dinding Batu Alam Dan Perbaikan
Permukaan dinding dibersihakan dari kotoran/debu dan disiram terlebih dahulu sebelum
ditebar adukan pasangan kerikil andesit/batu templek.
Pasang benang untuk pertolongan menerima pasangan permukaan dinding kerikil
andesit/batu templek yang rata dan garis siar/nat yang lurus.
Buat adukan untuk melekatkan batu alam.
Rendam batu alam terlebih dahulu dalam air.
Buat kepalaan pemasangan batu alam yang nantinya dijadikan pola untuk pemasangan
berikutnya.
Kemudian lekatkan batu alam selanjutnya pada permukaan dinding dengan pola pasangan
kepalaan kerikil andesit yang telah dibuat.
Tekan dengan tangan atau pukul dengan palu karet semoga menerima permukaan pasangan
batu alam yang rata.
Batu andesit/templek dipasang pada dinding hingga dengan ketinggian yang direncanakan,
Cek dengan waterpass untuk kerataan pemasangan batu alam.
Setelah pemasangan batu alam selesai, biarkan beberapa dikala untuk mengeluarkan udara
yang ada dalam adukan pasangan batu alam. Setelah itu gres dilanjutkan dengan pekerjaan
perapihan/finish garis siar/nat.
Pekerjaan terakhir yaitu pembersihan permukaan pasangan batu alam dari sisa adukan
semen
Tenaga yang di gunakan
- Mandor
- Tukang
- Kepala Tukang
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Semen pc SNI
- Pasir Pasang
- Air
Peralatan Yang Digunakan
- Waterpas
- Meteran
- Selang Air
- Unting – Unting
- Benang
- Sendok Semen dll.
IV. PEKERJAAN BETON BERTULANG ADK 1:2:3
1. Pek. Pasangan Beton Bertulang
a. Pekerjaan Beton Fc’17 Mpa
- adukan beton harus mencapai Kekuatan Tekan Beton karakteristik f’c =17 MPa
- Pasangan Beton dibuat sesuai dengan gambar baik ukuran maupun bentuk.
- Semen yang digunakan adalah sama dengan semen pada syarat pekerjaan pasangan.
- Pasir untuk pekerjaan beton harus pasir yang kasar dengan gradasi tidak kurang dari
diameter 0,35 mm.
- Pasir harus bersih dan kadar lumpur maksimum yang terkandung 5%.
- Split / batu pecah yang digunakan adalah dengan ukuran 1/2 cm sampai dengan 2/3 cm
dengan tidak memperlihatkan tanda-tanda kelapukan.
- Split harus bersih dari kotoran dan lumpur.
- Pemadatan Beton Menggunakan Alat Pemadat Beton
b. Pekerjaan Pembesian
- Besi tulangan beton sebelum dipasang harus dibersihkan dari serpih-serpih, karat,
minyak, gemuk dan pelapisan yang akan merusak dan mengurangi daya rekatnya dengan
beton.
- Besi tulangan harus dibengkokkan/dibentuk dengan teliti sesuai dengan bentuk dan
ukuran yang tertera pada gambar kerja.besi tulangan beton tidak boleh diluruskan atau
dibengkokkan kembali dengan cara merusak bahannya.
- Besi tulangan dengan bengkokan yang tidak ditunjukan dalam gambar tidak boleh
dipakai, semua batang tulangan harus dibengkokkan dalam keadaan dingin. Pemasangan
dari besi beton hanya dapat diperkenankan bila seluruh cara-cara pengerjaanya disetujui
oleh Pengawas.
- Sistem pemasangan, penggunaan besi beton, ketepatan diameter dalam pembesian ini
agar tetap mengikuti gambar yang ada,
- Besi beton yang dipakai adalah jenis Besi (SNI)untuk diameter sampai dengan 8 – D 13
mm sedangkan untuk diameter yang lebih dari 13 mm menggunakan jenis Besi (SNI)
dengan mutu baja minimal U 24
- Besi bekas tidak boleh dipasang / dipergunakan.
- Kawat beton dan kawat pengikat harus terbuat dari baja lunak dengan diameter minimal
1 mm.
- Besi dan kawat beton seperti dimaksud di atas harus bebas dari kotoran-kotoran, karat,
cat, minyak, dan bahan lain yang mengurangi daya lekat terhadap beton.
c. Pekerjaan Begisting
- Seluruh bahan pekerjaan bekisting menggunakan Kayu Papan Kelas III Dan Usuk Bambu
Tidak Diperbolehkan ,untuk mendapatkan hasil cetakan yang memenuhi syarat pekerjaan
bekisting harus dikerjakan oleh tukang yang ahli.
- Celah-celah antara papan bekisting harus cukup rapat, agar waktu mengecor tidak ada
air adukan yang lolos, sebelum mulai mengecor bagian dari dalam bekisting harus
disiram air dan dibersihkan dari kotoran.
- Bekisting harus direncanakan, dilaksanakan dan diusahakan sedemikian rupa agar waktu
pengecoran dan pembongkaran tidak mengakibatkan cacat-cacat, gelombang-gelombang
maupun perubahan-perubahan bentuk, ukuran-ukuran, ketinggian-ketinggian serta posisi
daripada beton yang dicor.
- Penyangga-penyangga harus diberi jarak antara, yang dapat mencegah defleksi bahan-
bahan bekisting. Bekisting serta sambungan-sambungan harus rapat, sehingga
mencegah kebocoran-kebocoran adukan selama pengecoran. Lubang-lubang permukaan
sementara harus disediakan di dalam bekisting untuk memudahkan pembersihan
METODE PEKERJAAN :
a. Pekerjaan Beton Fc’17 Mpa
Persiapan
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan Beton
Approval material yang akan digunakan.
Pengukuran
- Terlebih dahulu juru ukur melaksanakan pengukuran dengan Meteran Dan WaterPass
untuk menentukan leveling.
- Tandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang diberi warna cat
Pelaksanaan pekerjaan cor Beton
- Untuk Pondasi Footplat dibuat dengan ketebalan sesuai rencana.
- Buat adukan untuk Beton Sesuai Dengan “campuran yang direncanakan” (MIX
DESIGNED).( Fc’17 Mpa).
- Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang Beton dengan ketebalan yang sesuai
rencana dan telah diratakan.
- Bersihkan lokasi yang akan dipasang Beton dari sampah atau kotoran.
- Pasang patok dan leveling kolom yang dibutuhkan sebagai pola untuk menentukan
ketebalan. Bisa juga dengan terlebih dahulu dibuat kepalaan dengan jarak per 1 m
untuk leveling
- Tuangkan adukan Beton ke area melalui talang cor atau ember.
- Adukan Beton diratakan dengan menggunakan cangkul maupun sendok
adukan/raskam hingga ketinggian yang telah ditentukan dengan cara melaksanakan
tarikan benang dari patok level satu dengan yang lainnya.
- Lakukan Pemadatan Menggunakan Alat pemadat Beton
b. Pekerjaan Pembesian
- Besi Beton dipasang terlebih dahulu untuk semua rencana pemasangan Pondasi
Footplat. Panjang penyaluran pemasangan besi untuk bahagian pojok mengikuti
standard pemasangan besi. Sebelum besi Dinding dinaikkan, terlebih dahulu setiap
besi diukur kembali di bawah, agar tidak terlalu banyak pekerjaan pembenahan
pembesian di atas. Kegiatan pembesian yang dilakukan di atas hanyalah pekerjaan
penyambungan pada pojok dan pelurusan pemasangan besi menggunakan besi
ulir/polos.
c. Pekerjaan Bekisting
- Diasumsikan bekisting menggunakan bahan dari papan/ triplek dan perkuatan balok
kayu 5/7.
- Supaya beton yang dihasilkan tidak melengkung maka waktu membuat bekisting,
jarak sumbu tumpuan bekistingnya harus memenuhi persyaratan tertentu.
- Bekisting disusun secara rapih berdasarkan bentuk beton yang akan di cor.
- Bekisting dibentuk dengan baik dan ditunjang dengan balok agar tegak lurus tidak
miring dengan bantuan alat waterpass.
- Bekisting tidak boleh bocor
- Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit
- Paku diantara papan secara berselang-seling dan tidak segaris agar tidak terjadi
retak.
- Digunakan beton mutu Fc’17 Mpa menggunakan concrete mixer (Molen).
- Pengecoran diupayakan dilaksanakan 1 hari, agar menghemat waktu pelaksanaan.
- Vibrasi yang cukup selama pengecoran
- Pengetokan pada keliling luar bekisting
- Dipadatkan Menggunakan Alat Pemadat Beton
Pelepasan bekisting
Setelah memenuhi persyaratan umur beton untuk bisa di lepas bekisting ,barulah
dilakukan bekisting dilepasMelepas scafolding/perancah Melepas tripleks/papan cor
Perawatan beton
Menyiram beton setiap siang dan sore selama minimal 3 hari Menutupi dengan karung
basah
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pasir Cor / Beton
- Split (Batu Kerikil)
- air
- semen PC(SNI)
- Besi (SNI)
- papan /triplek
- kaso
- kawat
- paku
Peralatan Yang Digunakan
- concrete mixer (Molen)
- meteran
- waterpass
- cangkul
- talang cor
- ember
- sendok semen
- Palu
- raskam
- benang
selang air, dll.
V. PEKERJAAN KUSEN PINTU, JENDELA DAN KAYU
1. Pek. Kusen Pintu dan Jendela Kayu II
a. Kusen dibuat dari Kayu jenis yang dipasang pada setiap kusen kayu kelas II
b. Apabila kusen dibuat diluar lokasi proyek, maka semua kusen harus sesuai bentuk dan
ukurannya. Pemasangan kusen baru dapat dilakukan setelah didadakan pemeriksaan /
persetujuan dari Direksi dan Pengawas.
c. Bidang permukaan kusen yang dipasang harus rata dan waterpass, pembongkaran pekerjaan
akibat pemasangan kusen yang tidak baik menjadi resiko Pemborong.
d. Bentuk dan ukuran sesuai dengan gambar rencana
e. Posisi kusen mengikuti gambar kerja dan ukuran lihat pada gambar kerja
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Balok kayu Kelas II
- Dempul
- paku
Peralatan Yang Digunakan
- meteran
- waterpass
- Palu
- selang air, dll.
3. Pek. Pasangan Pintu Doubel Teakwood Rangka Kayu
- Daun Pintu menggunakan Tekwood 4 mm Rangka Kayu Papan Kelas II
- Setiap Daun Pintu terdapat 3 buah engsel Pintu yang dipasang sesuai dengan
kebutuhan dilapangan.
- Daun Pintu Dan Jendela yang Cacat tidak diperbolehkan digunakan
- Kusen Kayu dibuat sesuai dengan gambar kerja baik ukuran maupun bentuknya.
METODE PEKERJAAN :
- Pekerjaan pembuatan/ penyetelan dan pemasangan Daun Pintu Teakwood
Rangka Kayu, dilaksanakan oleh Pekerja Kayu yang ahli dalam bidang Kayu.
- Untuk mendapat ukuran yang tepat, tukang Kayu melakukan pengukuran Sesuai
Gambar Kerja .
- Pemasangan Daun Pintu Teakwood pada kusen Kayu harus diisi Mengunakan
Engsel Semua detail pertemuan harus halus, rata dan bersih dari goresan serta
cacat yang mempengaruhi permukaan Kayu .
- Pemasangan Lapisan Ornamen Kayu Ukir pada daun Pintu Teakwood harus rapih
dan semua detail pertemuan harus halus, rata dan bersih dari goresan serta
cacat yang mempengaruhi permukaanK Ornamen Kayu Ukir Papan
- Sambungan-sambungan vertical maupun horizontal, sambungan sudut maupun
silang, demikian juga pengkombinasian profil-profil Ornamen harus dipasang
sempurna.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Kayu Papan Kelas II
- Teawood 4 mm
- Paku
- Dempul
Peralatan Yang Digunakan
- Unting – Unting
- Waterpass
- Meteran
- Palu
- Alat Bantu dll.
4. Pek. Pasangan Daun Jendela Kayu, Kaca Polos 5 mm
- Daun Jendela menggunakan Profil KayuDan Profil Kaca 5 mm.
- Setiap daun Jendela terdapat 2 buah engsel casement yang dipasang sesuai dengan
kebutuhan dilapangan.
- Pasangan Rambuncis Jendela dipasang dengan rapih dan benar.
- DaunJeudnela yang Cacat tidak diperbolehkan digunakan
- Daun Jelndela Kaca dibuat sesuai dengan gambar kerja baik ukuran maupun
bentuknya.
METODE PEKERJAAN :
- Pekerjaan pembuatan/ penyetelan dan pemasangan daun Jendela Kaca, dilaksanakan
oleh Pekerja KAyu yang ahli dalam bidang Kayu
- Untuk mendapat ukuran yang tepat, tukang Kayu melakukan pengukuran di lapangan.
- Pemasangan daun Jendela Kaca pada kusen Kayu harus diisi karet gasket. Semua detail
pertemuan harus halus, rata dan bersih dari goresan serta cacat yang mempengaruhi
permukaan Kayu .
- Sambungan-sambungan vertical maupun horizontal, sambungan sudut maupun silang,
demikian juga pengkombinasian profil-profilKAyu harus dipasang sempurna.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Daun Jendela
- List Kaca
- Kaca Polos 5 mm
- Sealant
Peralatan Yang Digunakan
- Unting – Unting
- Waterpass
- Bor Listrik
- Alat Bantu dll
-
5. Pek. Pasangan Jalusi Kayu Atas Pintu Dan Jendela
- Jalusi menggunakan papan Kayu tebaL 2 mm.
- Setiap jalusi yang dipasang sesuai dengan kebutuhan dilapangan dan sesuai dengan gambar
kerja.
- Pasangan jalusi dipasang dengan rapih dan benar.
- Jalusi yang Cacat tidak diperbolehkan digunakan
- Jalusi dibuat sesuai dengan gambar kerja baik ukuran maupun bentuknya.
METODE PEKERJAAN :
- Pekerjaan pembuatan/ penyetelan dan pemasangan JAlusi, dilaksanakan oleh Pekerja Kayu
yang ahli dalam bidang Kayu
- Untuk mendapat ukuran yang tepat, tukang Kayu melakukan pengukuran di lapangan.
- Pemasangan Jalusi kayu pada kusen Kayu harus. detail pertemuan harus halus, rata dan
bersih dari goresan serta cacat yang mempengaruhi permukaan Kayu .
- Sambungan-sambungan vertical maupun horizontal, sambungan sudut maupun silang,
demikian juga pengkombinasian profil-profil KAyu harus dipasang sempurna.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Papan kayu kelas II
- Paku
- dempul
- Sealant
Peralatan Yang Digunakan
- Unting – Unting
- Waterpass
- Palu
- meteran
- Alat Bantu dll
6. Pek. Penutup Dinding Pemisah Gipsum 9 mm +Rangka kayu
- Bahan dasar partisi gypsum yaitu seng partisi dan gypsum tebal 9mm.
- Ukuran partisi disesuaikan dengan gambar kerja.
- Sambungan antara rangka menggunakan baut gypsum dan paku ramset.
- Finishing partisi menggunakan joint tape dan dempul
METODE PEKERJAAN :
- Pekerjaan pembuatan/ penyetelan dan pemasangan Dinding Partisi Gypsum Rangka
Kayu, dilaksanakan oleh Pekerja Kayu yang ahli dalam bidang Kayu.
- Untuk mendapat ukuran yang tepat, tukang Kayu melakukan pengukuran Sesuai
Gambar Kerja .
- Pemasangan Didnign Partisi Gypsum Dinding harus rapih dan semua detail pertemuan
harus halus, rata dan bersih dari goresan serta cacat yang mempengaruhi permukaan
Dinding Papan Gypsum
- Sambungan-sambungan vertical maupun horizontal, sambungan sudut maupun silang,
demikian juga pengkombinasian harus dipasang sempurna.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Kayu balok Kelas II
- Gypsum 9 mm
- Paku skrup
- Dempul
Peralatan Yang Digunakan
- sekrap
- Waterpass
- Meteran
- Palu
- Alat Bantu dll.
7. Pek. Dinding Papan kayu Kelas I
- Bahan dasar partisi Papan Kayu Kelas 1 yaitu kayu papan partisi tebal 2 cm dan
Kerangka Kayu Balok Kelas II ukuran balok 5 /10 cm.
- Ukuran partisi disesuaikan dengan gambar kerja.
- Sambungan antara rangka menggunakan Paku dan Lem Kayu.
- Finishing partisi menggunakan Cat Kayu dan dempul
METODE PEKERJAAN :
- Konstruksi rangka terusan pada umumnya bagian luar dan dalam dilapisi dengan papan.
Tiang-tiang menembus melalui semua tingkat bangunan. Oleh karena itu penyus
utannya sedikit dan pada dasarnya hanya tergantung dari bagian-bagian konstruksi
yang melintang. Maka bagian ini harus memenuhi syarat-syarat teknis. Konstruksi
rangka terusan pada umumnya dibuat dari papan. Sambungan-sambungan seperti pen,
gigi tunggal dan sebagainya tidak digunakan disini, sebab semua sambungan dipaku.
Untuk tiap-tiap sambungan diperlukan paling sedikit empat paku. Jarak dari tiap-tiap
tiang pada umumnya kira-kira 60 cm. Kestabilan pada arah horisontal diperoleh dari
papan kuda-kuda penopang atau dari lapisan papan-papan yang dipaku dan dipasang
diagonal. Kekuatan papan untuk rangka dinding yang bisa digunakan adalah: 5/10,
5/12, 6/12. Berbeda dengan pada konstruksi tersusun, maka pada konstruksi rangka
terusan (lajur) biasanya dipasangkan dinding papan atau susunan sirap
- Pemasangan papan dinding dengan lis pelindung (lis tempel): Papan dipaku di tengah
saja setiap 60 – 90 cm. Tebal papan 20 mm dan tidak boleh lebih dari 16 cm lebarnya.
Lis tempel berukuran 45/45 mm dengan sisi miring disekrup dengan sekrup ukuran
minimum 21/2″ pada jarak sejauh jarak papan
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Kayu balok Kelas II
- Papan Kayu kelas 1 (kayu jati)
- Paku
- Dempul
Peralatan Yang Digunakan
- Waterpass
- Meteran
- Palu
- Alat Bantu dll.
8. Pasangan engsel pintu @ 3 bh
- Setiap Daun Pintu dipasang engsel pintu masing – masing 3 bh
- Untuk Pemasangan engsel pintu, daun pintu dibagi tiga yaitu atas, tengah dan bawah
diusahakan pemasngan pada engsel yang atas .
- Kunci dipasang jangan sampai sulit dibuka atau di tutup karena biasanya pemasangan
kunci terlalu kepinggi/tepi
- Engsel Tebal 3 mm
METODE PEKERJAAN :
- Tentukan jumlah pasangan engsel (sesuai dengan tinggi pintu dan ketentuan gambar kerja)
- Tandai titik – titik pemasangan dengan menggunakan pensil.
- Berdirikan pintu, dan dalam keadaan yang rata seimbang, tandai juga pasangan engsel pada
bagian kusen tempat akan digantungkannya daun pintu serta pasang kaso kamper kering
sebagai penguat engsel.
- Kencangkan dengan menggunakan skrup semua perangkat keras engsel, dan pastikan bahwa
posisi engsel telah rapi dan benar.
- Tambahkan pin terakhir yang melekat pada bagian engsel pintu ke bagian dinding, dan
pastikan bahwa pintu dapat terbuka dan tertutup dengan bebas.
- Sebagai langkah terakhir, lumasi engsel dengan pelumas.
- Hasil pekerjaan harus mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Engsel Pintu
- skrup
Peralatan Yang Digunakan
- Palu
- Bor
- Waterpass
- Obeng dll.
9. Pasangan Kunci Pintu 2x Putar
- Setiap Daun Pintu dipasang kunci 2 x putar dengan kwalitas terbaik.
- Pemasangan Kunci daun pintu disesuikan ketingiannya.
- Kunci dipasang jangan sampai sulit dibuka atau di tutup karena biasanya pemasangan kunci
terlalu kepinggi/tepi.
METODE PEKERJAAN :
- Mengukur ketinggian kunci pintu
- Menandai pada bagian mana akan dipasangnya Kunci pintu Untuk menandai pintu gunakan
dengan pensil ataupun bolpoin agar tidak mudah hilang dan bisa terlihat saat akan dilubangi
dengan bor.
- selanjutnya yakni dengan melakukan pengeboran pada bagian pintu yang sudah ditandai
sebelumnya. Setelah dirasa cukup dan pas anda bisa mengebor pada bagian yang sudah
ditandai guna memasang pengait (baut) untuk memasangkan handle pintu pada pintu
menandai pada bagian mana akan dipasangnya handle pintu.
- Buat poros untuk memperlebar lubang bekas pengeboran pada proses sebelumnya. Ulangi
proses pengeboran ini di sisi lain dari pintu. Fungsi lubang ini nanti adalah untuk menentukan
di mana pegangan / Kunci pintu akan disisipkan dan diaplikasikan.
- Buat lubang pada bagian samping pintu dengan cara mengebornya setelah memberikan
tanda yang tepat dan benar sehingga bisa pas pada tempat yang seharusnya.
- memasukkan pengait dari pegangan pintu ke dalam lubang yang telah di bor pada sisi
samping pintu. Gunakan pensil atau bolpoin untuk menandai dan menggambar di sekitar
cover depan. Tandai dengan pola yang jelas agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan yang
dapat merusak bagian-bagian dari pintu anda.
- Gunakan pahat tajam dan palu pahat untuk membuat lubang pengait. Lakukan pahatan
secara perlahan-lahan, hati-hati, dan lakukan dengan teliti agar tidak merusak bagian-bagian
dari pintu itu sendiri. Pahat sesuai pol yang sudah ditentukan, sehingga pada saat proses
pemasangan pengait tidak kelebaran ataupun kekecilan.
- Apabila lubang pengait sudah rapi, memasukkan pengait pada lubang tersebut yang ada di
sisi pintu / cover depannya. Pastikan pengait sudah terpasang dan duduk dengan pas di
lubang pengait agar pengaitnya tidak mudah lepas. Pasang baut pada sisi atas dan bawah
pada bagian lubang yang sudah ada
- Untuk membuat pelat pada pintu, tutup pintu terlebih dahulu untuk menandai kusen dengan
memanfaatkan pengait yang sebelumnya sudah dipasang. Setelah dirasa cukup anda bisa
memasang pelatnya. Pastikan terpasang dengan baik agar tidak mudah lepas. Pasang baut
pada sisi atas dan bawah pada bagian lubang yang sudah ada..
- Masukkan dua sekrup ke dalam ke dalam lubang kecil pintu yang sebelumnya sudah di bor
dan masukkan baut ke dalam lubang yang lebih besar. Kemudian masukkan dan pasang
handle pintu ke dalam lubang yang sudah dibuat. Masukkan sekrup pada lubang yang sudah
ada. Kencangkan sekrup dan baut agar handle pintu terpasang dengan baik dan kencang.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Kunci Pintu 2x Putar
- Skrup
Peralatan Yang Digunakan
- Palu
- Bor
- Waterpass
- Obeng dll.
10. Pasangan Rambuncis jendela @ 1 Bh
- Setiap Daun Jendela kupu – kupu dipasang Rambuncis jendela masing – masing 1 bh
METODE PEKERJAAN :
- Posisi slot Rambuncis yang akan dipasang pada daun Jendela Pada Sisi Kanan Dan Sisi Kiri
- Ukur dan beri tanda dengan pensil tempat pemasangan slot Rambuncis Jendela.
- Apabila tempat pemasangan Rambuncis sudah rapi, kemudian memasukkan slot Rambuncis
pada lubang tempat pemasangan slot Rambuncis. Pasang baut pada sisi atas dan bawah
pada bagian lubang yang sudah ada.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Rambuncis jendela
- Paku skrup
Peralatan Yang Digunakan
- Palu
- Bor
- Waterpass
- Obeng dll
11. Pasangan engsel jendela @ 2 Bh
- Setiap Daun Jendela dipasang engsel Jendela masing – masing 2 bh
- Untuk Pemasangan engsel Jendela, daun Jendela dibagi Dua yaitu Samping Kanan Dan
Samping kiri,
- Engsel Tebal 3 mm Warna Stainless
METODE PEKERJAAN :
- Tentukan jumlah pasangan engsel Engsel Jendela ketentuan gambar kerja
- Tandai titik – titik pemasangan dengan menggunakan pensil.
- Berdirikan pintu, dan dalam keadaan yang rata seimbang, tandai juga pasangan engsel pada
bagian kusen tempat akan digantungkannya daun Jendela serta pasang kaso kamper kering
sebagai penguat engsel.
- Kencangkan dengan menggunakan skrup semua perangkat keras engsel, dan pastikan bahwa
posisi engsel telah rapi dan benar.
- Tambahkan pin terakhir yang melekat pada bagian engsel Jendela ke bagian dinding, dan
pastikan bahwa Jendela dapat terbuka dan tertutup dengan bebas.
- Sebagai langkah terakhir, lumasi engsel dengan pelumas.
- Hasil pekerjaan harus mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Engsel jendela
- Paku skrup
Peralatan Yang Digunakan
- Palu
- Bor
- Waterpass
- Obeng dll.
12. Tarikan pintu utama @ 2 Bh
- Setiap Daun Pintu dipasang Tarikan pintu masing – masing 2 bh Luar Dan Dalam
METODE PEKERJAAN :
- Posisi slot Tarikan pintu yang akan dipasang pada daun Pintu Pada Sisi Kanan Dan Sisi Kiri
- Ukur dan beri tanda dengan pensil tempat pemasangan slot Tarikan pintu.
- Apabila tempat pemasangan Tarikan pintu sudah rapi, kemudian memasukkan slot Tarikan
pintu pada lubang tempat pemasangan slot Tarikan pintu. Pasang baut pada sisi atas dan
bawah pada bagian lubang yang sudah ada.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Tarikan pintu Stainless
- Paku skrup
Peralatan Yang Digunakan
- Palu
- Bor
- Waterpass
- Obeng dll
VII. PEKERJAAN KERANGKA ATAP DAN PENUTUP
1. Pekerjaan pasangan atap genteng
- Atap Genteng Glazur Yang Terbuat Dari tanah liat.
- Tanah Liat yang di pakai disortir terlebih dahulu baru kemudian di cetak memakai peralatan
modern.
- Lalu, dilakukan proses pembakaran dengan suhu lebih dari 1.000 derajat Celcius.
- Nah, untuk jenis satu ini, diberikan glazur yang merupakan lapisan tipis yang dilapisi pada
permukaan keramik.
- Fungsi lapisan glazur ini untuk menutup pori-pori keramik sehingga menjadi lebih kedap air.
- Mengingat dibuat dengan teknologi tinggi, maka kepresisian dan kerapiannya atap glazur
akan terlihat lebih baik jika kamu bandingkan dengan genting tradisional
- Pemasangan harus rapi dan tidak bergelombang
- Sudut pasangan Atap Genteng glazur mengikuti gambar kerja.
METODE PEKERJAAN :
- Setelah seluruh kuda-kuda kayu dan reng terpasang dengan benar (setting) dilanjutkan
dengan pemasangan penutup atap yaitu menggunakan genteng glazur
- Sebelum penutup atap dipasang, semua kemiringan atap dan kelurusan akhiran reng serta
kuda-kuda diperiksa ulang, karena kemiringan reng dan kuda-kuda tidak sama
mengakibatkan genangan air.
- Atap dipasang tanpa terputus dari posisi nok sampai ujung melewati rangka.
- Dengan cara pemasangan atap pada bagian atas diangkat atau diungkit setelah itu
dimasukan atap pada bagian samping.
- Paku genteng pada lekukan lurus vertikal samping.
- Sambungan samping dan juga sambungan atas bawah di cek terlebih dahulu apakah sudah
benar atau belum.
- Jika sudah benar, kalian dapat memasangnya dengan mengikuti alur pemasangan yang
sudah ada.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Genteng Glazur
- Paku
Peralatan Yang Digunakan
- Benang/Tali tambang
- Tangga atau scafolding
- Waterpass dan selang waterpass
- Paku spidol atau kapur
- Alat Bantu (balok-balok kayu, dll)
- Palu
2. Pekerjaan Perbaikan kuda – kuda balok 8/12
- Kuda kuda kayu yang rusak atau rapuh diganti dengan kuda kuda balok baru 8/12
- Beri perkuatan pada kuda kuda yang kurang kuat.
- Memastikan seluruh permukaan atas ring balok dalam keadaan rata dan siku,
- dengan menggunakan selang air (waterpass) dan penyiku sebagai alat bantu.
- Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah mengikat semua bagian
- bangunan dan tersambung secara benar (monolith) dengan kolom yang ada di
- bawahnya.
- Memberi tanda posisi perletakan kuda-kuda (truss), sesuai dengan gambar
- rencana atap.
- Mengukur jarak antar kuda-kuda.
- Mengangkat kuda-kuda secara hati-hati, agar tidak mengakibatkan kerusakan
- pada rangkaian kuda-kuda yang telah selesai dirakit .
- Memastikan posisi kiri dan kanan (L-R) kuda-kuda tidak terbalik. Sisi kanan
- dan kiri kuda-kuda dapat ditentukan dengan acuan posisi saat pekerja melihat
- kuda-kuda, dengan mulut web dapat dilihat oleh pekerja. Bagian di sebelah kiri
- pekerja disebut sisi kiri, sedangkan yang berada di sebelah kanannya adalah sisi
- kanan.
- Mengontrol posisi berdirinya kuda-kuda agar tegak lurus dengan ringbalok
- menggunakan benang dan lot (unting-unting).
- Mengencangkan kuda-kuda dengan plat L (L bracket), dengan menggunakan 4
- buah screw 12 – 14 x 20 HEX.
- Mengencangkan plat L dengan ring balok menggunakan dynabolt, dan
- menambahkan balok penopang sementara, agar posisi kuda-kuda tidak berubah.
- Mengulangi langkah ke-1 sampai ke-6 untuk mendirikan semua kuda-kuda,
- sesuai dengan posisinya dalam gambar kerja.
- Memeriksa ulang jarak antar kuda-kuda dari as ke as
- Memeriksa kedataran (leveling) semua puncak kuda-kuda (Apex), dan
- memastikan garis nok memiliki ketinggian yang sama (datar).
- Memasang balok nok
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Kayu balok 8/12 kelas II
- Paku
Peralatan Yang Digunakan
- Benang/Tali tambang
- Tangga atau scafolding
- Waterpass dan selang waterpass
- Paku spidol atau kapur
- Alat Bantu (balok-balok kayu, dll)
- Palu
3. Pekerjaan pasangan Rangka Atap Kayu Kasau dan Reng
- Rangka Atap Genteng Yang Terbuat Dari kayu balok
- Untuk kerangka kayu kasau menggunakan kayu balok kelas II dengan ukuran 5/7
- Dan untuk kerangka reng kayu mengunakan kayu balok kelas II dengan ukuran 2/3.
- Kayu yang digunakan harur lurus tidak bengkok dan tidak rapuh.
- Kasau dan reng di pasang setelah perbaikan dan perkuatan kuda kuda telah selesai
- Bentuk dan ukuran sesuai ekixting atau gambar kerja yang di gunakan.
- Pemasangan harus rapi dan tidak bergelombang
- Sudut pasangan kerangka Atap mengikuti gambar kerja.
METODE PEKERJAAN :
- Setelah seluruh perbaikan dan perkuatan kuda-kuda kayu terpasang dengan benar (setting)
dilanjutkan dengan pemasangan kasau kayu dan reng kayu
- Sebelum kerangka kayu kasau dan reng kayu dipasang, semua kemiringan kuda-kuda
diperiksa ulang, karena kemiringan kasau dan reng mengikuti kuda-kuda.
- Kemudian pasang kasau balok 5/7 sesuai gambar kerja dan ekisting kuda kuda.
- Setelah kasau terpasang semua, kemudian pasang lah reng ukuran 2/3.
- Jika sudah benar, kalian dapat memasangnya dengan mengikuti alur pemasangan yang
sudah ada.
- Dan setelah kasu dan reng terpasang baru lah atap genteng.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Kayu kasau kelas II ukuran 5/7
- Kayu reng kelas II ukuran 2/3
- Paku
Peralatan Yang Digunakan
- Benang/Tali tambang
- Tangga atau scafolding
- Waterpass dan selang waterpass
- Paku spidol atau kapur
- Alat Bantu (balok-balok kayu, dll)
- Palu
4. Pek. Nok Genteng Metal
- Nok Bubungan Atap genteng glazur yang terbuat dari bahan tanah liat.
- Nok Bubungan menggunakan Nok Bubungan glazur.
- Tanah Liat yang di pakai disortir terlebih dahulu baru kemudian di cetak memakai peralatan
modern.
- Lalu, dilakukan proses pembakaran dengan suhu lebih dari 1.000 derajat Celcius.
- Nah, untuk jenis satu ini, diberikan bubungan glazur yang merupakan lapisan tipis yang
dilapisi pada permukaan keramik.
- Fungsi lapisan glazur ini untuk menutup pori-pori keramik sehingga menjadi lebih kedap air.
- Mengingat dibuat dengan teknologi tinggi, maka kepresisian dan kerapiannya atap glazur
akan terlihat lebih baik jika kamu bandingkan dengan genting tradisional
- Pemasangan harus rapi dan tidak bergelombang
- Sudut pasangan Atap Genteng glazur mengikuti gambar kerja.
METODE PEKERJAAN :
- Pemasangan Nok Bubungan ini akan dilakukan setelah pemasangan atap pada tiap – tiap
bagian selesai terpasang,dengan menggunakan bahan dan peralatan sesuai dengan
kebutuhan.
- Pemasangan Harus Tepat Dan Rapi Sesuai Yang Diisyaratkan Oleh spesifikas, rab Dan
Gambar Kerja.
- Paku Bubungan glazur pada lekukan lurus vertikal samping.
- Sambungan di cek terlebih dahulu apakah sudah benar atau belum.
- Jika sudah benar, kalian dapat memasangnya dengan mengikuti alur pemasangan yang
sudah ada.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Bubungan genteng glazur
- paku
Peralatan Yang Digunakan
- Benang/Tali tambang
- Tangga atau scafolding
- Waterpass dan selang waterpass
- spidol atau kapur
- Alat Bantu (balok-balok kayu, dll)
- Palu
5. Pek. Lisplank papan kayu
- Listplank menggunakan kayu papan 2 cm lebar 20 cm
- Lisplank dipasang dengan waterpass
- Sebelum dipasang sebaiknya listplank dicat terlebih dahulu
METODE PEKERJAAN :
• Pemasangan lisplank papan kayu
- Pertama ukur besar lisplang yang akan dipakai, memiliki tinggi 20 cm untuk panjangnya
sesuai dengan kebutuhan.
- berikan tanda pada bagian yang akan dipotong menggunakan pensil. Lanjut pada proses
pemotongan menggunakan gergaji potong.
- Papan lisplank kayu di paku pada rangka kayu menggunakan palu
- Pada sambungan papan lisplank dibuat sambungan bibir lurus.
- Setelah pemasangan Lisplank selesai, lakukan pendempulan pada setiap paku Lisplank dan
Sambungan antar Papan Lisplank,
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Listplank papn kayu kelas II
- Paku
Peralatan Yang Digunakan
- Benang/Tali tambang
- Tangga atau scafolding
- Waterpass dan selang waterpass
- spidol atau kapur
- Alat Bantu (balok-balok kayu, dll)
- Palu
- gergaji
6. Pek. Pasangan Ornamen Lisplang kayu Ukir
- Listplank ornamen menggunakan kayu papan 2 cm lebar 25 cm yang telah diukir sesuai
gambar kerja dan exisitng lispang .
- Kayu yang digunakan kayu kualitas baik tidak cacat atau rusak dan keropos
- Lisplank dipasang dengan waterpass
- Sebelum dipasang sebaiknya listplank dicat terlebih dahulu
METODE PEKERJAAN :
• Pemasangan lisplank papan kayu ukir
- Pertama ukur besar lisplang yang akan dipakai, memiliki tinggi 25 cm untuk panjangnya
sesuai dengan kebutuhan.
- berikan tanda pada bagian yang akan dipotong menggunakan pensil. Lanjut pada proses
pemotongan menggunakan gergaji potong.
- Papan lisplank kayu di paku pada rangka kayu menggunakan palu
- Pada sambungan papan lisplank dibuat sambungan bibir lurus.
- Setelah pemasangan Lisplank selesai, lakukan pendempulan pada setiap paku Lisplank dan
Sambungan antar Papan Lisplank,
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Listplank papan kayu ornamen ukir (Kayu jati)
- Paku
Peralatan Yang Digunakan
- Benang/Tali tambang
- Tangga atau scafolding
- Waterpass dan selang waterpass
- spidol atau kapur
- Alat Bantu (balok-balok kayu, dll)
- Palu
- gergaji
VIII. PEKERJAAN PLAFOND
1. Pekerjaan Plafond PVC
1). Rangka plafond
- Rangka plafond menggunakan rangka Hollow Galvalum dengan ukuran hollow 36 x 36 mm.
- Gambar-gambar detail, pemasangan rangka serta langit-langit / plafond harus sesuai dengan
gambar rencana.
2). Pekerjaan langit-langit
- Pemasangan langit-langit menggunakan bahan Papan PVC
- Bahanpapan PVC harus rata tidak melengkung, tidak cacat / pecah-pecah, harus sesuai
dengan bahan yang sudah ada dengan memberitahu pengawas Lapangan.
- PVC harus dipasang kuat pada rangkanya, menggunakan paku skrup 1 cm - 2 cm dengan
jarak 10 cm
- Skrup harus masuk melebihi permukaan papan PVC.
- Bidang papan PVC satu sama lain harus rata tidak bergelombang
- Bahan plafond menggunakan papan PVC dengan tebal 8 mm
- Ukuran dan bentuk plafond sesuai dengan type yang digunakan adalah type standard atau
sesuai dengan keputusan pihak Direksi atau Pengawas Lapangan (motif ditentukan kembali).
METODE PEKERJAAN :
1). Rangka plafond
- Setelah posisipeil plafond didapatkan, pekerjaan awal adalah pemasangan rangka hollow
pada bagian tepi untuk memperoleh titik tetap plafond.
- Dilanjutkan pemasangan rangka pembagi yang digantung keplat beton dengan
menggunakan paku beton/penggantung. Perkuatan antara rangka dengan menggunakan
sekrup.
- Penempatan jarak rangka disesuikan dengan gambar kerja.
- Setalah semua rangka terpasang, lakukan perataan (leveling) dengan menggunakan tarikan
benang, setelah itu penggantung bias dimatikan.
2). Pekerjaan langit-langit
Setelah rangka terpasang dengan benar, rata dan kuat serta instalasi ME sudah terpasang
semua, maka lembaran PVC dapat mulai dipasang.
- Untuk PVC, pertemuan diatur secara menyilang.
- Sebelum pemasangan sekrup pastikan borsekrup disesuaikan benar, sehingga kepala sekrup
hanya masuk sedikit kedalam permukaan lembaran PVC.
- Tekan jung sekrup perlahan kedalam permukaan lembaran PVC sbelum menjalankan mesin
bor untuk memasukkan sekrup.
- Sekrup berfungsi sebagai titik perkuatan dipasang pada jarak maksimal 30 cm.
- Setelah lembaran PVC terpasang semua, cek leveling permukaan plafond.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Hollow 36/36 SNI
- Papan PVC
- Skup
Peralatan Yang Digunakan
- Benang/Talitambang
- Tangga atau scafolding
- Waterpass dan selang waterpass
- Paku beton, spidol atau kapur
- Alat Bantu (balok-balok kayu, dll)
- Bor Listrik
3. List Plafond PVC
- List Plafond Menggunakan List Pvc yang ada dipasaran/toko Tidak Diperkenankan
Menggunaan List Yang Lain Tanpa Persetujuan Dari Pengawas Lapangan.
- List yang rusak tidak diperbolehkan untuk dipergunakan.
- List dipasang keliling Bangunan Sesuai Dengan Gambar Kerja.
METODE PEKERJAAN :
- Setelah plafond selesai terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan list plafond pvc. Untuk
List plafond pvc dipasang pada pertemuan antara dinding.
- Untuk List Pvc, sambungan antara pertemuan diberi textile tape dan di compound kemudian
digosok dengan ampelas untuk permukaan yang rata/flat.
- Tutup semua kepala sekrup dengan compound lalu gosok dengan ampelas halus.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- List PVC (SNI)
- Skup
Peralatan Yang Digunakan
- Benang/ Tali tambang
- Tangga atau scafolding
- Waterpass dan selang waterpass
- Paku beton, spidol atau kapur
- Alat Bantu (balok-balok kayu, dll)
- Bor Listrik
IX. PEKERJAAN PENUTUP LANTAI DAN DINDING
1. Pek. . Perbaikan Lantai Keramik
- Pekerjaan finishing lantai baru boleh dilaksanakan setelah seluruh pekerjaan plafond dan
seluruh pemasangan lapisan-lapisan pada dinding selesai dikerjakan.
- Permukaan yang akan dipasang Keramik harus bersih dan bebas dari kontaminasi material
yang mengandung bahan kimia.
- Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak retak, tidak cacat dan tidak
bernoda.
- Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benar benar rata.
- Jarak antara unit unit pemasangan Keramik yang terpasang (lebar siar siar), harus sama
lebarnya. Siar-siar harus membentuk garis garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama
dalamnya. Untuk siar siar yang berpotongan harus membentuk siku dan saling berpotongan
tegak lurus sesamanya.
- Siar siar diisi dengan bahan pengisi siar sesuai ketentuan dalam persyaratan bahan, dengan
warna bahan pengisi sesuai dengan warna bahan yang dipasangnya.
- Pemotongan Keramik harus menggunakan alat pemotong khusus sesuai persyaratan dari
pabrik bersangkutan.
- Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda yang terjadi pada
permukaan hingga betul betul bersih.
- Ruang –ruang yang di pasang Keramik lihat pada gambar kerja.Geranit yang digunakan
ukuran 40/40cm.
- Semua jenis bahan, bentuk, ukuran dan ketinggian telah ditentukan pada gambar.
- Pemasangan lantai harus dilaksanakan dengan rata / waterpass, rapi dan tidak
bergelombang. Untuk daerah-daerah tertentu, pemasangan dilaksanakan dengan kemiringan
1% kearah lubang pembuangan (floor drain). Pada lantai yang tidak berhubungan dengan
dinding / pengakhiran bebas atau karena perbedaan tinggi dengan lantai lainnya, harus
dipasang ubin pinggul.
- Pemasangan lantai dilakukan diatas pasir urug (tebal 5 cm) yang telah dipadatkan.
Pemasangan lantai dilakukan dengan rata dan adukan terisi padat (tidak boleh terdapat
rongga).
- Semen yang digunakan untuk pekerjaan pasangan adalah jenis semen portland (PC 50
kg/zak) yang beredar di pasaran dan disahkan oleh Pemerintah dan Instansi yang berwenang
dari jenis dan merk yang sama
- Pasir untuk pekerjaan pasangan harus pasir yang halus dengan gradasi tidak lebih dari
diameter 0,35 mm.
- Pasir yang digunakan pasir pasang dan harus bersih dan kadar lumpur maksimum yang
terkandung 5%.
- Air yang digunakan untuk pekerjaan pasangan harus berkualitas baik yang sama dengan
kualitas dan syarat air minum yaitu tidak merwarna, tidak berasa dan tidak berbau.
METODE PEKERJAAN :
Pelaksanaan Pemasangan Keramik 40/40
- Sebagai patokan pemasangan kita ikuti gambar rencana pemasangan yang telah dibuat
sebelumnya.
- Pemasangan Keramik kepalaan yang vertikal dan horizontal dimulai dari tengah dinding
menuju kearah pinggir
- Pasangan Keramik bagian pinggir tidak boleh terpadat potongan yang kecil, harus > ½ tegel
Geranit
- Pasangan Keramik harus mengikuti tarikan benang vertikal dan horizontal yang waterpas
dan benang
- Untuk pasangan baris pertama Keramik harus diplot dulu agar sesuai dengan gambar
rencana dan tidak terdapat potongan yang kecil dibagian pinggir
- Tiap baris pasangan Keramik nad –nadnya harus dijamin lurus dan sejajar
- Spesi pasangan harus mempergunakan campuran yang kuat dan kedap air, cara
pemasangannya spesi harus dipasang pada Keramik dulu baru ditempelkan pada dasar
dengan cara titekan dan diketok –ketok sampai dengan rata dan padat
- Pasangan spesi Keramik harus padat dan rata tidak boleh terdapat bagian yang kosong
- Sebelum pemasangan dilakukan lantai kerja maupun Keramik nya harus dibasahi air terlebih
dahulu.
- Setelah Keramik kepalaan terpasang, untuk pemasangan Keramik selanjutnya dilakukan
tegak lurus kepalaan.
- Untuk mendapatkan permukaan yang rata, pasangan Keramik tiap baris harus ditap
(diratakan) dengan jidar panjang dan diraba dengan tangan tiap sambungan nad Keramik
- Nad-nad Keramik yang diberi celah, pengisiannya dengan mengoleskan adonan semen
kental atau dengan bahan khusus
- Pertemuan nad Keramik pada pojokan harus ketemu dan sudutnya harus siku-siku dan lurus
- Pertemuan Keramik pada pojokan sebaiknya dipinggul (dibulatkan) atau dislep serong
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Keramik 40/40
- semen PC (SNI)
- pasir pasang
- air
- Semen warna
Peralatan Yang Digunakan
- Sendok Semen
- Benang
- Waterpass
- Palu karet.
- Alat Bantu (balok-balok kayu, dll)
X. PEKERJAAN SANITASI
1. Pasangan Kran Air Stainlies
- Kran yang digunakan standar SNI yang ada di pasar/took
- Ukuran keran 1/2 “
- Kran-kran tembok di pakai yang berleher panjang dan mempunyai ring dudukan yang harus
di pasang menempel pada dinding.
- Kran-kran harus di pasang pada pipa air bersih dengan kuat, siku, penempatannya harus
sesuai dengan gambar kerja.
METODE PEKERJAAN :
- Semua kan air yang dipakai sesuai dengan spesifikasi teknis.
- Ukuran disesuaikan keperluan masing-masing sesuai gambar plumbing dan brosur alat-alat
sanitair. Kran-kran tembok dipakai dengan panjang standard dan mempunyai ring dudukan
yang harus dipasang menempel pada dinding. Kran-kran yang dipasang dihalaman harus
mempunyai ulir sink di ruang saji dan dapat disambung dengan pipa leher angsa (extention).
- Stop kran yang dapat digunakan sesuai dengan spesifikasi Selanjutnya cara memasang kran
air
- Lilitkan seal tape pada drat kran yang akan dipasang. Hal ini untuk mencegah supaya
sambunga tidak bocor saat dialiri air
- Pasang Kran ke pipa searah jarum jam
- Periksalah sambungan kran dari kebocoran dengan mengaliri air pada instalasi
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Kran Air 1/2” + assesoris
- Lem, Sealtape dll.
Peralatan Yang Digunakan
- Alat bantu
2. Pekerjaan Pasangan Closet duduk
- Kloset adalah tempat buang air besar, dipasang di dalam kamarkecil. Adapun langkah-
langkah pemasangan kloset duduk adalah sebagai berikut :
- Sebagai Langkah awal adalah mempersiapkan lubang pengeluaran atau saluran kloset kearah
septictank Gunakan pipa PVC atau sejenisnya dengan ukuran 3 – 4 Inchi, gunakan kualitas
standar, misalnya Wavin atau GGG. Sebenarnya pemasangan pipa-pipa ini harus telah
disiapkan semenjak pembuatan pondasi rumah, jika membangun rumah baru. Jika belum
terpakai, tutup ujungnya dengan kantong plastik yang kuat dan tahan lama.
- Menentukan posisi kloset yang telah di tetapkan dalam gambar denah rumah, atau
mengubah posisinya dengan resiko memindahkan atau memasang pipa saluran pembuangan
baru.
- Hal penting yang harus diperhatikan adalah posisi pipa pada bagian kloset harus lebih tinggi
dari septic tank, sehingga kotoran cepat mengalir ke tempat peresapannya.
- Sebaiknya letakkan kloset pada sebelah kiri bak penampungan air,sehingga mudah Ketika
istinja’. Sediakan ruangan sebesar 80 cm persegi untuk menaruh kloset duduk. Ukuran ini
dapat lebih besar sesuai dengan ketersediaan ruang kamar mandi dan kenyamanan
seseorang yang akan menggunakanWC.
- Pemasangan kloset duduk dapat dilakukan setelah pemasangan keramik lantai kamar mandi
atau sebelumnya.Dua versi ini silakan Anda pilih mana yang lebihmudah.
- Pasang batu bata sebagai penopang dan dinding bagian bawah kloset. Gunakan adukan pasir
dan semen 3 : 1. Susun batu bata dengan rapat pada bagian pinggir atau dinding. Buat
lekukan berbentuk kotak dengan ukuran lebih kecil dari kloset sebagai penampung ke arah
lubang pipa. Dinding lubang ini harus diplester dengan adukan semen dan pasir 1 : 2,
kemudian diaci agar tidak terjadi rembesan ke pori-poritanah.
- Posisi lubang pipa dapat diletakkan di bagian depan atau bawah kloset, atau belakang.
Semua arah dapat digunakan.
- Pasang keramik terlebih dahulu agar terbentuk corak keramik yang baik. Kemudian letakkan
kloset di atasnya menggunakan aci atau adukan 1: 2. Pada bagian pinggir atau tepi kloset di
tutup dengannaad.
- Kelebihan pemasangan kloset setelah proses pasang keramik adalah Anda tidak perlu lagi
menggunakan waterpas sebagai peratanya. Dengan catatan pasangan keramik sudah datar,
atau jika pun miring sedikit, usahakan ke arah depan, dan kanan kiri rata.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Kloset duduk lengkap + assesoris
- Lem
- Sealtape dll.
Peralatan Yang Digunakan
- Alat bantu
2. Perbaikan Instalsi Air bersih dan kotor + Penyambungan
- Pipa Dia 1/2”- 2 “ yang diigunakan untuk penyambungan dapat diletakan di dalam
tanah,dipasang pada kedalaman minimum 30 cm
- Pipa yang di gunakan dengan kwalitas terbaik.
- Jaringan utama pipa di pasang melalui “shaft” yang disediakan ,jaringan pembagi yang
melalui dinding harus tertanam pada/dalam lapisan plesteran
- Jaringan pipa yang tegak lurus dan yang tergantung dalam bangunan di pasang dengan
klem-klem/ angker baut setiap jarak 2 m yang tertanam kuat pada bangunan.
METODE PEKERJAAN :
Yang dimaksud Instalasi air bersih disini adalah :
- Sarana pipa untuk menyalurkan air bersih dari sumber air bersih pada lokasi pekerjaan
- Sarana pipa dari reservoir ke tiap-tiap titik pemakaian (kran, fixtures sanitary) dengan sistim
gravitasi atau dilengkapi pompa boster bila tekanan air diperlukan lebih besar dari tekanan
gravitasi.
Urutan Pelaksanaan :
1. Pemasangan Pipa Indoor:
- Potong pipa sesuai ukuran kebutuhan.
- Pasang gantungan maupun support pipa sesuai hasil marking.
- Gunakan benang dan water pass untuk mengukur ke-lurusan pipa.
- Lakukan pekerjaan pengecatan untuk daerah sambungan pipa
- Lakukan tets tekan pipa dengan tekanan sesuai spesifikasi yang berlaku.
- Untuk pemasangan pipa di dinding, harus dikoor-dinasikan dahulu dengan pekerjaan keramik
(arsitek) dan sanitary.
- Lakukan test tekan ulang jika pipa di dinding telah terpasang.
2. Pemasangan Pipa Outdoor:
- Marking jalur pipa.
- Gali jalur pipa dengan kedalaman sesuai elevasinya.
- Sambung pipa di atas galian.
- Lakukan test tekan pipa dengan tekanan sesuai spesifikasi teknis yang berlaku.
- Beri lapisan pasir pada dasar galian.
- Turunkan pipa ke dalam galian.
- Lapis kembali galian dengan pasir.
- Urug galian.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Pipa PVC 1/2” – pipa PVC 2” untuk penyambungan
- Fitting PVC (tee, elbow, reducer,socket, flame, dll)
- Material Bantu (lem PVC, sealtape, penggantung, clamp, dll)
Peralatan Yang Digunakan
- Gergaji besi
- Gerinda Tangan
- Bor Duduk & Bor Tangan
- Gunting
- Kunci Pipa, Kunci Pas
- Tang, obeng dll
3. Pas. Wastafel Cuci Tangan + Asesories
- Wastafel yang digunakan adalah lengkap dengan segala accessorisnya.
- Wastafel dan perlengkapannya yang di pasang adalah yang telah di seleksi baik,tidak ada
bagian yang gompal, retak atau cacat lainya
- Ketinggian dan konstruksi harus sesuai dengan gambar,pemasangan harus baik,rapi,watee
pass dan di bersihkan dari semua kotoran dan noda serta penyambungan instalasi
plumbingnya tidak boleh ada kebocoran-kebocoran.
Metode Pelaksanaan:
1. Persiapan
- Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan sanitair.
- Approval material yang akan digunakan.
- Persiapan lahan kerja.
- Persiapan alat bantu kerja
2. Pengukuran
- Terlebih dahulu dilakukan pengukuran (marking area) untuk titik penempatandan elevasi
ketinggian alat sanitair.
3. Pelaksanaan pekerjaan pemasangan sanitiar
- Pelaksanaan pekerjaan pemasangan sanitair dan asseccoriesnya dapat dikerjakan bersamaan
dengan pekerjaan pengecatan atau pada saat bangunan pada tahap penyelesaian untuk
serah terima, hal ini dilakukan untuk menjaga alat-alat sanitair tersebut tidak rusak/hilang
sebelum bangunan digunakan.
- Beri tanda (marking area) untuk penempatan posisi alat sanitair.
- Pastikan posisi titik inlet untuk connect ke alat sanitair sudah terpasang sesuai dengan
gambar kerja.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Wastafel keramik
- Semen PC (SNI)
- Pasir Pasang
- Material Bantu (lem PVC, sealtape, penggantung, clamp, dll)
4. Pas. Wastafel Cuci Piring Stainless
- Wastafel yang digunakan adalah lengkap dengan segala accessorisnya.
- Wastafel dan perlengkapannya yang di pasang adalah yang telah di seleksi baik,tidak ada
bagian yang gompal, retak atau cacat lainya
- Ketinggian dan konstruksi harus sesuai dengan gambar,pemasangan harus baik,rapi,watee
pass dan di bersihkan dari semua kotoran dan noda serta penyambungan instalasi
plumbingnya tidak boleh ada kebocoran-kebocoran.
Metode Pelaksanaan:
1. Persiapan
- Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan sanitair.
- Approval material yang akan digunakan.
- Persiapan lahan kerja.
- Persiapan alat bantu kerja
2. Pengukuran
- Terlebih dahulu dilakukan pengukuran (marking area) untuk titik penempatan dan elevasi
ketinggian alat sanitair.
3. Pelaksanaan pekerjaan pemasangan sanitiar
- Pelaksanaan pekerjaan pemasangan sanitair dan asseccoriesnya dapat dikerjakan bersamaan
dengan pekerjaan pengecatan atau pada saat bangunan pada tahap penyelesaian untuk
serah terima, hal ini dilakukan untuk menjaga alat-alat sanitair tersebut tidak rusak/ hilang
sebelum bangunan digunakan.
- Beri tanda (marking area) untuk penempatan posisi alat sanitair.
- Pastikan posisi titik inlet untuk connect ke alat sanitair sudah terpasang sesuai dengan
gambar kerja.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Wastafel cuci piring Stainless
- Semen PC (SNI)
- Pasir Pasang
- Material Bantu (lem PVC, sealtape, penggantung, clamp, dll)
5. Pek. Pasang Floor Drain Stanless
- Floordrain yang digunakan standar SNI yang ada di pasar/ toko
- Floor drain di pasang di tempat – tempat sesuai dengan gambar kerja.
- Floor drain yang di pasang telah di seleksi dengan baik, tanpa cacat dan telah di setujui oleh
pemilik pekerjaan.
- Pada tempat – tempat yang telah di pasang floor drain, penututp lantai harus dilubangi
dengan rapih, menggunkan pahat kecil dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan ukuran
floor drain tersebut.
- Hubungan saringan metal dengan beton/ lantai menggunakan perekat beton kedap air.
- Setelah floor drain terpasang,pasangan harus rapi waterpass,di bersihkan dari noda-noda
semen dan tidak ada kebocoran.
METODE PEKERJAAN :
- Floor drain dan Clean out yang digunakan adalah metal verchroom, lobang dia. 2" dilengkapi
dengan siphon dan penutup berengsel untuk floor drain dan depverchron dengan draad
untuk clean out.
- Floor drain dipasang ditempat-tempat sesuai gambar untuk itu. Floor drain yang dipasang
telah diseleksi baik, tanpa cacat dan disetujui Supervisi/ Pengawas.
- Hubungan pipa metal dengan beton/ lantai menggunakan perekat beton kedap air Embeco
dan pada lapis teratas setebal 5 mm diisi dengan lem Araldit.
- Marking posisi floor drain mengikuti pola finishing lantai, pasang socket drat pada outlet pipa
air bekas I kotor untuk sambungan floor drain terhadap pipa pembuangan air bekas/ kotor.
- Pasang floor drain sesuai dengan level finshing lantai.
- Periksa/ cek kerataan dan posisi floor drain tersebut dengan menggunakan waterpas.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Floor drain+ assesoris
Peralatan Yang Digunakan
- Alat bantu
XI. PEKERJAAN INTALASI LISTRIK
1. Pek. Pasangan Instalasi kabel NYM
- Pekerjaan Pasang Instalasi Kabel Listrik NYM 3 x 2,5 mm
- Galian dan Bobokan, Pemborong harus menutup dan merapikan kembali setiap galian dan
bobokan yang dilakukan pada konstruksi bangunan, yang disebabkan pekerjaan-pekerjaan
instalasi elektrikal. Untuk menghindari sejauh mungkin pekerjaan pembobokan maka harus
telah dipersiapkan dan dipasang dalam tahap pekerjaan konstruksi.
- kabel yang digunakan untuk instalasi listrik harus memenuhi persyaratan PUIL / LMK. Semua
kabel / kawat harus baru dan jelas ditandai dengan ukurannya, jenis kabelnya, nomor dan
jenis pintalannya. Kecuali persyaratan lain, konduktor yang dipakai ialah kabel SM dengan
luas penampang yang sesuai dengan Gambar Rencana. Tidak diperbolehkan adanya splice
ataupun sambungan-sambugan kecuali outlet, sambungan pada kabel harus dibuat secara
mekanis dan harus teguh electric dengan cara-cara Solderlees Conductor dalam membuat
Splice, konektor harus dihubungkan pada konduktor-konduktor dengan baik sehingga semua
konduktor tersambung dengan kuat dan tidak bisa lepas oleh getaran.
- Penyambungan Kabel Instalasi Penerangan. Semua penyambungan kabel harus dilakukan
dalam kotak-kotak penyambungan yang khusus untuk itu (misalnya Juction Box). Pemborong
harus memberikan brosur-brosur mengenai cara-cara penyambungan yang dinyatakan oleh
Pabrik kepada Direksi
- Penyambungan kabel yang berisolasi PVC harus diisolasi dengan PV / Protolen yang khusus
untuk listrik.
- Kabel-kabel yang disambung sesuai dengan warna-warna atau nama-namanya masing-
masing dan harus diadakan pengetesan tahanan isolasi sebelum dan sesudah penyambungan
dilakukan. Hasil pengetesan harus tertulis dan disaksikan oleh Direksi.
- Setiap saluran kabel dalam bangunan dipergunakan pipa conduit minimum 5/8” diameternya.
Setiap pencabangan ataupun pengambilan keluar harus menggunakan junction box yang
sesuai dan sambungan yang lebih dari satu harus menggunakan terminal strip didalam
junction box. Juction box yang terlihat dipakai juction box BERKER ex. Jerman, Eropa tutup
blank plate stainless steel, type star point.
- Pada umunya kabel instalasi penerangan dan instalasi stop kontak harus kabel inti tembaga
dengan insulasi PVC, satu inci atau kabel NYY dan untuk instalasi bawah tanah menggunakan
kabel tuwisteed all berpenampang 4 x 25 mm (SM) dan kabel tuwisteed all berpenampang 2
x 16 mm (SR).
- Kode warna insulasi kabel harus mengikuti ketentuan PUIL sebagai berikut:
1. Fasa -1 : Merah
2. Fasa -2 : Kuning
3. Fasa -3 : Hitam
4. Netral : Biru
5. Tanah (Ground) : Hijau-Kuning
- Pemborong harus menyiapkan tenaga ahli bidang kelistrikan yang terampil.
METODE PEKERJAAN :
Pemasangan Instalasi kabel listrik
URUTAN PELAKSANAAN INSTALASI INDOOR
Masukkan kawat pancingan ke dalam pipa conduit sesuai groupnya
Tarik kabel dengan bantuan kawat pancingan tersebut
Tandai kabel sesuai group dengan lakban & spidol
Sambungan kabel banya boleh pada tee dos dan dengan las dop
Merger kabel yang telah terpasang
URUTAN PELAKSANAAN INSTALASI OUTDOOR
Marking jalur inscalasi
Tandai lokasi tiang lampu
Gali jalur yang relah demarking
Gelar Kabel Listrik NYM 3 x 2,5 mm sesuai ukuran pada shop drawing sesuai groupnya
Timbun dengan pasir
Urug galian dengan tanah kembali
METODE PEMASANGAN KABEL
KABEL PADA TRAY
- Pastikan lebar tray cukup untuk jumlah kabel yang akan dipasang
- Potong kabel dengan panjang dilebihkan 1 meter dari kebutuhan
- Tarik kabel satu per satu dengan urutan dari pinggir
- Gunakan kabel ties sebagai pengikat kabel dengan jarak 1 meter
- Kabel siap disambung dengan panel
KABEL PADA LADDER
- Pastikan lebar ladder cukup untuk jumlah kabel yang akan dipasang
- Potong kabel dengan panjang dilebihkan 1 meter dari kebutuhan
- Tarik kabel satu per satu dengan urutan dari pinggir
- Gunakan tali jika kabel akan dipasang vertical
- Gunakan kabel ties sebagai pengikat kabel dengan jarak 1 meter Kabel siap disambung
dengan panel
Tenaga yang di gunakan
- Tukang Listrik
- Kepala tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- KabelListrik NYM 3 x 2,5 mm (Merk Peraba)
- Las Dop
- Pipa Coudit
- Socet
- Klem
- Fhiser +skrup
- Flesible
- Elbow
- isolasi
Peralatan Yang Digunakan
- Tang ampere
- Kabel ties
- Tang,
- Obeng
- Gergaji besi/ pipa
- Alat Bantu dll.
2. Pek. Pas. MCB
- MCB yang digunakan 6 V.
- Sebelum Memasang MCB Matikan Arus Listrik Terlebih Dahulu,
- Memasang MCB harus menentukan kabel fasa/ netral untuk Menyambung Kabel Output.
- Posisi MCB Lihat pada gambar kerja
METODE PEKERJAAN :
- MCB yang digunakan 6 A.
- Sebelum Memasang MCB Matikan Arus Listrik Terlebih Dahulu
- Memasang MCB harus menentukan kabel fasa/ netral untuk Menyambung Kabel Output.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang Listrik
- Kepala tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- MCB 6 A ( SNI)
- Grid switch
- Kabel
-
Peralatan Yang Digunakan
- Tang
- Waterpass
- Obeng dll
3. Pek. Pas. Lampu Led 12 Watt
- Pemborong harus menyiapkan tenaga ahli bidang kelistrikan yang terampil dalam
pemasangan Lampu Led
- Lampu Led yang dipasang sesuai dengan gambar kerja
- Menggunakan Lampu LED 12 Watt
- Lampu Yang Rusak / Putus Tidak Boleh Di Pasang.
METODE PEKERJAAN :
Urutan Pelaksanaan
- Marking posisi lampu Sesuai Dengan Gambar Kerja
- Buat dudukan fitting lampu
- Pasang lampu pada dudukan Fitting Lampu
- Sambung ke instalasi/Kabel
Tenaga yang di gunakan
- Tukang Listrik
- Kepala tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Fitting Lampu
- Lampu Led 12 Watt
- Isolasi
- Kabel
Peralatan Yang Digunakan
- Tang
- Obeng dll
4 Pek. Pas. Saklar Tunggal
- Jika tidak ditentukan lain, saklar-saklar tersebut bingkainya harus dipasang rata pada tembok
setinggi 150 cm diatas lantai dapat disesuiakan dengan kebutuhan rungan. Saklar-saklar
harus dipasang dalam kotak-kotak dan ring setelannya yang standard, dilengkapi dengan
tutup persegi. Sambungan-sambungan hanya diperbolehkan antara yang berdekatan.
- Saklar dinding dari type untuk pemasangan rata dinding, type rocker dengan rating 250 V –
10 A, Singel gang .
METODE PEKERJAAN :
Urutan Pelaksanaan
- Marking jalur konduit pada dinding
- Bobok dinding bata, jangan lupa gunakan cutter
- Pasang konduit dan inbow dos
- Tunggu sampai dinding plester akhir
- Sambungkan saklar, stop kontak dengan instalasinya
- Pasang saklar Single, gunakan waterpass agar rata
Tenaga yang di gunakan
- Tukang Listrik
- Kepala tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Saklar Singgle
- Grid switch
- Isolasi
- Kabel
Peralatan Yang Digunakan
- Tang
- Waterpass
- Obeng dll
4. Pek. Pas. Saklar Ganda
- Jika tidak ditentukan lain, saklar-saklar tersebut bingkainya harus dipasang rata pada tembok
setinggi 150 cm diatas lantai dapat disesuiakan dengan kebutuhan rungan. Saklar-saklar
harus dipasang dalam kotak-kotak dan ring setelannya yang standard, dilengkapi dengan
tutup persegi. Sambungan-sambungan hanya diperbolehkan antara yang berdekatan.
- Saklar dinding dari type untuk pemasangan rata dinding, type rocker dengan rating 250 V –
10 A, Double gang .
METODE PEKERJAAN :
Urutan Pelaksanaan
- Marking jalur konduit pada dinding
- Bobok dinding bata, jangan lupa gunakan cutter
- Pasang konduit dan inbow dos
- Tunggu sampai dinding plester akhir
- Sambungkan saklar, stop kontak dengan instalasinya
- Pasang saklar Doubel, gunakan waterpass agar rata
Tenaga yang di gunakan
- Tukang Listrik
- Kepala tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Saklar Double
- Grid switch
- Isolasi
- Kabel
Peralatan Yang Digunakan
- Tang
- Waterpass
- Obeng dll
5. Stop Kontak
- Stop kontak haruslah dengan type yang memakai earthing contact dengan rating 10 A 250 V,
semua pasangan stop kontak dengan tegangan kerja 220 V harus diberi saluran ketanah
(Grounding). Stop kontak harus dipasang rata dari atas dengan permukaan dinding dengan
ketinggian 40 cm dari atas lantai yang sudah jadi atau sesuai dengan petunjuk Direksi.
- Posisi Stop Kontak Lihat pada gambar kerja .
METODE PEKERJAAN :
- Marking jalur konduit pada dinding
- Bobok dinding bata, jangan lupa gunakan cutter
- Pasang konduit dan inbow dos
- Tunggu sampai dinding plester akhir
- Sambungkan saklar, stop kontak dengan instalasinya
- Pasang Stop Kontak, gunakan waterpass agar rata
Tenaga yang di gunakan
- Tukang Listrik
- Kepala tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Stop Kontak
- Grid switch
- Isolasi
- Kabel
Peralatan Yang Digunakan
- Tang
- Waterpass
- Obeng dll
XII. PEKERJAAN PENGECATAN
1. Pekerjaan Pengecetan Dinding
- Bahan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini adalah cat emulsi atau yang disepakati oleh
pihak Direksi dan Pengawas lapangan. Pekerjaan pengecatan ini dilaksanakan pada seluruh
permukaan Dinding Pada Bangunan.
- Sebelum pengecatan pada Dinding terlebih dahulu bidang-bidang tersebut dibersihkan dari
kotoran yang melekat serta dibuat rata dengan cara menggosok dengan menggunakan kertas
gosok/amplas.
- Setelah dalam keadaan bersih, bidang-bidang yang akan dicat diplamir/cat dasar
- Setelah plamir benar-benar kering pekerjaan dilanjutkan dengan menggosok plamir hingga
permukaan bidang yang akan dicat benar-benar rata.
- Pekerjaan akhir adalah pengecatan permukaan tersebut dilaksanakan hingga pekat dan rata.
- Pengecatan akhir berulang kali (2 atau 3 kali) sampai mencapai warna yang dikehendaki.
- Pekerjaan-pekerjaan pengecatan dilakukan dengan kuas/Roll.
METODE PEKERJAAN :
Pekerjaan pengecatan dilakukan setelah pekerjaan struktur dan ME selesai dilakukan Bahan :
Dinding dalam.
- Untuk dinding-dinding dalam bangunan digunakan cat Cat ini tidak mengandung bahan-
bahan tambahan yang membahayakan lingkungan dan kesehatan penghuni, dengan lapisan
dasar Alkali Resistance Sealer warna ditentukan Perencana.
- Plamur yang digunakan adalah plamur tembok dan plamer wall Putty kualitas
Dinding Luar.
- Untuk dinding luar bangunan digunakan Cat Dengan lapisan dasar cat primer berbahan dasar
alkali resistant sealer.
- Cat luar bangunan tidak boleh di plamur, bila permukaan tidak rata/ bergelombang harus
diratakan dengan bahan / semen khusus
Syarat Pelaksanaan
Pekerjaan dinding
1. Yang termasuk pekerjaan cat dinding adalah pengecatan seluruh plesteran kolom dan balok
dan/atau bagian-bagian lain yang ditentukan gambar.
2. Pekerjaan plamur dilaksanakan dengan pisal plamur dan plat baja tipis dan lapisan plamur
dibuat setipis mungkin sampai membentuk bidang yang rata.
3.. Lapisan pengecatan dinding kolom balok dalam terdiri dari 1 (satu) lapis alkali resistance
sealer atau cat primer untuk exterior yang dilanjutkan dengan 3 (tiga) lapis emulsion dengan
kekentalan cat sebagai berikut :
- Lapis I encer ( tambahan 20 % air )
- Lapis II kental
- Lapis III encer
Metode Kerja :
- Bersihkan permukaan dinding kolom balok dari debu, kotoran dan bekas percikan plesteran
dengan kain.
- Lindungi bahan-bahan/ pekerjaan lain yang berbatasan dengan dinding kolom balok yang
akan dicat dengan kertas semen/ koran dan lakban.
- Gunakan skrap untuk memperbaiki bagian-bagian dinding kolom blok yang retak & kurang
rata dengan pilamur, kemudian tunggu sampai kering.
- Haluskan plamur yang telah kering dengan amplas hingga rata.
- Cek, apakah permukaan dinding sudah rata ?
- Jika permukaan sudah rata, maka lakukan pengecatan dasar dengan alat rol pada bidang
yang luas & dengan kuas untuk bidang yang sempit (sulit).
- Jika cat dasar tersebut sudah kering, lakukan pengecatan finish yang pertama.
- Jika cat finish yang pertamasudah kering, lakukan pengecatan finish yang kedua/ terakhir
(jumlah pelapisan cat sesuai dengan spesifikasi).
- Cek apakah pengecatan finish yang kedua/ terakhir itu sudah rata
- Apabila sudah rata, bersihkan cat-cat yang mengotori bahan-bahan/ pekerjaan lain yang
seharusnya tidak terrkena cat dengan kain lap.
d. Hasil akhir :
- Permukaan rata
- Tidak mengenai bidang lain
- Tidak mengelupas
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Plamur
- Cat dasar Tembok
- Cat Penutup Tembok (Merek jotun)
Peralatan Yang Digunakan
- Kertas semen/Koran
- Lakban
- Amplas
- Rol
- Kuas
- Skrap
- Kain lap
2. Pekerjaan Pengecetan Batu Alam
- Batu Alam yang akan dicat harus sudah bersih dari kotoran adukan dan debu.
- Kemudian dicat dengan lapisan pertama dengan campuran Thineer.
- Pengecer Cat menggunakan Thiner. Tidak dibenarkan menggunakan minyak cat atau minyak
tanah.
- Pengecatan akhir berulang kali (2 atau 3 kali) sampai mencapai warna yang dikehendaki.
- Pekerjaan-pekerjaan pengecatan dilakukan dengan Kuas.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Cat Batu Alam (coating)
Peralatan Yang Digunakan
- Kertas semen/Koran
- Lakban
- Amplas
- Rol
- Kuas
- Skrap
- Kain lap
3. Pekerjaan Pengecetan Lisplang kayu Ornamen
- Daun Pintu yang akan dicat harus sudah bersih dari kotoran dan debu.
- Daun Pintu pada Bagian-bagian yang masih kurang baik diberi dempul / plamir lagi dan
diamplas halus setelah kering.
- Setelah dicat permukaan tersebut diamplas lagi dengan amplas halus.
- Kemudian dicat dengan lapisan pertama dengan campuran Thineer.
- Pengecer Cat menggunakan Thiner. Tidak dibenarkan menggunakan minyak cat atau minyak
tanah.
- Bagian-bagian yang masih kurang baik diberi plamir lagi dan diamplas halus setelah kering.
- Pengecatan akhir berulang kali (2 atau 3 kali) sampai mencapai warna yang dikehendaki.
- Pekerjaan-pekerjaan pengecatan dilakukan dengan Kain Kasa/ Speed
Metode Kerja :
- Bersihkan permukaan Kayu dari debu, kotoran dan bekas percikan plesteran dengan kain.
- Lindungi bahan-bahan/ pekerjaan lain yang berbatasan dengan Kayu yang akan dicat dengan
kertas semen/ koran dan lakban.
- Gunakan skrap Dan Dempul untuk memperbaiki Kayu yang retak & kurang rata dengan
Dempul, kemudian tunggu sampai kering.
- Haluskan Dempul Kayu yang telah kering dengan amplas hingga rata.
- Cek, apakah permukaan Kayu sudah rata ?
- Jika permukaan sudah rata, maka lakukan pengecatan dasar dengan Kuas pada bidang yang
luas & dengan kuas untuk bidang yang sempit (sulit).
- Jika cat dasar tersebut sudah kering, lakukan pengecatan finish yang pertama.
- Jika cat finish yang pertamasudah kering, lakukan pengecatan finish yang kedua/ terakhir
(jumlah pelapisan cat sesuai dengan spesifikasi).
- Cek apakah pengecatan finish yang kedua/ terakhir itu sudah rata
- Apabila sudah rata, bersihkan cat-cat yang mengotori bahan-bahan/ pekerjaan lain yang
seharusnya tidak terrkena cat dengan kain lap.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Cat Kayu
- thiner
Peralatan Yang Digunakan
- Kertas semen/Koran
- Lakban
- Amplas
- Rol
- Kuas
- Skrap
- Kain lap
4. Pekerjaan Pengecetan Dinding Kayu Dan Pintu Jendela
- Daun Pintu yang akan dicat harus sudah bersih dari kotoran dan debu.
- Daun Pintu pada Bagian-bagian yang masih kurang baik diberi dempul /plamir lagi dan
diamplas halus setelah kering.
- Setelah dicat permukaan tersebut diamplas lagi dengan amplas halus.
- Kemudian dicat dengan lapisan pertama dengan campuran Thineer.
- Pengecer Cat menggunakan Thiner. Tidak dibenarkan menggunakan minyak cat atau minyak
tanah.
- Bagian-bagian yang masih kurang baik diberi plamir lagi dan diamplas halus setelah kering.
- Pengecatan akhir berulang kali (2 atau 3 kali) sampai mencapai warna yang dikehendaki.
- Pekerjaan-pekerjaan pengecatan dilakukan dengan Kain Kasa/Speed
Metode Kerja :
- Bersihkan permukaan Kayu dari debu, kotoran dan bekas percikan plesteran dengan kain.
- Lindungi bahan-bahan/ pekerjaan lain yang berbatasan dengan Kayu yang akan dicat dengan
kertas semen/ koran dan lakban.
- Gunakan skrap Dan Dempul untuk memperbaiki Kayu yang retak & kurang rata dengan
Dempul, kemudian tunggu sampai kering.
- Haluskan Dempul Kayu yang telah kering dengan amplas hingga rata.
- Cek, apakah permukaan Kayu sudah rata ?
- Jika permukaan sudah rata, maka lakukan pengecatan dasar dengan Kuas pada bidang yang
luas & dengan kuas untuk bidang yang sempit (sulit).
- Jika cat dasar tersebut sudah kering, lakukan pengecatan finish yang pertama.
- Jika cat finish yang pertama sudah kering, lakukan pengecatan finish yang kedua/ terakhir
(jumlah pelapisan cat sesuai dengan spesifikasi).
- Cek apakah pengecatan finish yang kedua/ terakhir itu sudah rata
- Apabila sudah rata, bersihkan cat-cat yang mengotori bahan-bahan/ pekerjaan lain yang
seharusnya tidak terrkena cat dengan kain lap.
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Cat Kayu
- thiner
Peralatan Yang Digunakan
- Kertas semen/Koran
- Lakban
- Amplas
- Rol
- Kuas
- Skrap
- Kain lap
XIII. PEKERJAAN LAIN – LAIN
1. Pasangan Huruf Timbul Stailess
- Meggunakan Bahan Plat Stailess Dengan Bentuk Dan Ukuran Sesuai Dengan Gambar.
- Tebal Stailess Min. 0,8 mm
- Untuk Pekerjaan Pembuatan Biasanya Di buat di Pabrikasi
- Dengan Ketembalan Huruf Timbul minimal 3 cm
- Plat Yang Cacat/Rusak Tidak Boleh Dipasang/ Digunakan
Metode Kerja :
- Bersihkan permukaan Yang akan di pasang huruf
- Tembel dengan paku skreup atau lem untuk pemasangan di dinding
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
2. Pasangan Siger Plat Besi
- Meggunakan Bahan Plat Besi Galvanis Dengan Bentuk Dan Ukuran Sesuai Dengan Gambar.
- Tebal Plat 1,2 mm
- Untuk Pekerjaan Pembuatan Biasanya Di buat di Pabrikasi
- Plat Yang Cacat/Rusak Tidak Boleh Dipasang/Digunakan
Metode Kerja :
- Bersihkan permukaan Yang akan di pasang huruf
- Tembel dengan paku skreup atau lem untuk pemasangan di dinding
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
3. Pekerjaan Relling Ornamen Kayu Ukir
- Meggunakan Bahan kayu balok dan kayu papan Dengan Bentuk Dan Ukuran Sesuai Dengan
Gambar.
- Ukuran balok 6/8 dan papan tebal 2 cm
- Untuk Pekerjaan Pembuatan Biasanya Di buat di worksop oleh Tukang kayu untuk di ukir
- Untuk motif Reling dan bentuk sesuai Ekisting Lapangan Atau gambar kerja
- Kayu Yang Cacat/ Rusak Tidak Boleh Dipasang/ Digunakan
- Untuk Reling Ekisting yang masih bagus dan baik agar di finishing Pengecatan
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Kayu Balok 6/8 (kayu jati)
- Kayu papan 2 cm ( kayu jati)
- Cat Kayu
- thiner
Peralatan Yang Digunakan
- Kertas semen/Koran
- Lakban
- Amplas
- Kuas
- Skrap
- Kain lap
4. Pekerjaan Ornamen Multiplek 9 mm Ukir Pintu Utama
- Meggunakan Bahan Multiplek Dengan Bentuk Dan Ukuran Sesuai Dengan Gambar.
- Ukuran tebal 9 mm
- Untuk Pekerjaan Pembuatan Biasanya Di buat di worksop oleh Tukang kayu untuk di ukir
- Untuk motif Ornamen Ukir dan bentuk sesuai Ekisting Lapangan
- Multiplek Yang Cacat/Rusak Tidak Boleh Dipasang/ Digunakan
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Multiplek 9 mm
- Cat Kayu
- thiner
Peralatan Yang Digunakan
- Kertas semen/Koran
- Lakban
- Amplas
- Kuas
- Skrap
- Kain lap
5. Pekerjaan Ornamen Kayu Papan Ukir Pembungkus Tiang Teras
- Meggunakan Bahan papan kayu Dengan Bentuk Dan Ukuran Sesuai Dengan Gambar.
- Ukuran tebal papan 2 cm lebar 25 cm tinggi 230 cm
- Untuk Pekerjaan Pembuatan Biasanya Di buat di worksop oleh Tukang kayu untuk di ukir
- Untuk motif Ornamen Ukir dan bentuk sesuai Ekisting Lapangan
- Multiplek Yang Cacat/Rusak Tidak Boleh Dipasang/ Digunakan
- Perbaiki yang rusak untuk ornamen kayu ukir Dan Finising Pengecatan
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Papan Kayu 2 cm (Kayu Jati)
- Cat Kayu
- thiner
Peralatan Yang Digunakan
- Kertas semen/Koran
- Lakban
- Amplas
- Kuas
- Skrap
- Kain lap
6. Pek. Pasangan Logo Kabupaten TULANG BAWANG
- Meggunakan Bahan Akrilic Dengan Bentuk Dan Ukuran Sesuai Dengan Gambar.
- Tebal Akrilic Min. 5 MM
- Akrilic Yang Cacat/Rusak Tidak Boleh Dipasang/ Digunakan
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Akrilik 5 mm
7. Pasangan Dinding Granit 60 x 60 untuk Plang nama
- Pekerjaan finishing lantai baru boleh dilaksanakan setelah seluruh pekerjaan plafond dan
seluruh pemasangan lapisan-lapisan pada dinding selesai dikerjakan.
- Permukaan yang akan dipasang Keramik harus bersih dan bebas dari kontaminasi material
yang mengandung bahan kimia.
- Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak retak, tidak cacat dan tidak
bernoda.
- Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benar benar rata.
- Jarak antara unit unit pemasangan Keramik yang terpasang (lebar siar siar), harus sama
lebarnya. Siar-siar harus membentuk garis garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama
dalamnya. Untuk siar siar yang berpotongan harus membentuk siku dan saling berpotongan
tegak lurus sesamanya.
- Siar siar diisi dengan bahan pengisi siar sesuai ketentuan dalam persyaratan bahan, dengan
warna bahan pengisi sesuai dengan warna bahan yang dipasangnya.
- Pemotongan Keramik harus menggunakan alat pemotong khusus sesuai persyaratan dari
pabrik bersangkutan.
- Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda yang terjadi pada
permukaan hingga betul betul bersih.
- Ruang –ruang yang di pasang Keramik lihat pada gambar kerja.Geranit yang digunakan
ukuran 60/60cm.
- Semua jenis bahan, bentuk, ukuran dan ketinggian telah ditentukan pada gambar.
- Pemasangan lantai harus dilaksanakan dengan rata / waterpass, rapi dan tidak
bergelombang. Untuk daerah-daerah tertentu, pemasangan dilaksanakan dengan kemiringan
1% kearah lubang pembuangan (floor drain). Pada lantai yang tidak berhubungan dengan
dinding / pengakhiran bebas atau karena perbedaan tinggi dengan lantai lainnya, harus
dipasang ubin pinggul.
- Pemasangan lantai dilakukan diatas pasir urug (tebal 5 cm) yang telah dipadatkan.
Pemasangan lantai dilakukan dengan rata dan adukan terisi padat (tidak boleh terdapat
rongga).
- Semen yang digunakan untuk pekerjaan pasangan adalah jenis semen portland (PC 50
kg/zak) yang beredar di pasaran dan disahkan oleh Pemerintah dan Instansi yang berwenang
dari jenis dan merk yang sama
- Pasir untuk pekerjaan pasangan harus pasir yang halus dengan gradasi tidak lebih dari
diameter 0,35 mm.
- Pasir yang digunakan pasir pasang dan harus bersih dan kadar lumpur maksimum yang
terkandung 5%.
- Air yang digunakan untuk pekerjaan pasangan harus berkualitas baik yang sama dengan
kualitas dan syarat air minum yaitu tidak merwarna, tidak berasa dan tidak berbau.
METODE PEKERJAAN :
Pelaksanaan Pemasangan Granit 60/60
- Sebagai patokan pemasangan kita ikuti gambar rencana pemasangan yang telah dibuat
sebelumnya.
- Pemasangan Keramik kepalaan yang vertikal dan horizontal dimulai dari tengah dinding
menuju kearah pinggir
- Pasangan Keramik bagian pinggir tidak boleh terpadat potongan yang kecil, harus > ½ tegel
Geranit
- Pasangan Keramik harus mengikuti tarikan benang vertikal dan horizontal yang waterpas
dan benang
- Untuk pasangan baris pertama Keramik harus diplot dulu agar sesuai dengan gambar
rencana dan tidak terdapat potongan yang kecil dibagian pinggir
- Tiap baris pasangan Keramik nad –nadnya harus dijamin lurus dan sejajar
- Spesi pasangan harus mempergunakan campuran yang kuat dan kedap air, cara
pemasangannya spesi harus dipasang pada Keramik dulu baru ditempelkan pada dasar
dengan cara titekan dan diketok –ketok sampai dengan rata dan padat
- Pasangan spesi Keramik harus padat dan rata tidak boleh terdapat bagian yang kosong
- Sebelum pemasangan dilakukan lantai kerja maupun Keramik nya harus dibasahi air terlebih
dahulu.
- Setelah Keramik kepalaan terpasang, untuk pemasangan Keramik selanjutnya dilakukan
tegak lurus kepalaan.
- Untuk mendapatkan permukaan yang rata, pasangan Keramik tiap baris harus ditap
(diratakan) dengan jidar panjang dan diraba dengan tangan tiap sambungan nad Keramik
- Nad-nad Keramik yang diberi celah, pengisiannya dengan mengoleskan adonan semen
kental atau dengan bahan khusus
- Pertemuan nad Keramik pada pojokan harus ketemu dan sudutnya harus siku-siku dan lurus
- Pertemuan Keramik pada pojokan sebaiknya dipinggul (dibulatkan) atau dislep serong
Tenaga yang di gunakan
- Tukang
- Kepala Tukang
- Mandor
- Pekerja
Bahan Yang Digunakan
- Granit 60/60
- semen PC (SNI)
- pasir pasang
- air
- Semen warna
Peralatan Yang Digunakan
- Sendok Semen
- Benang
- Waterpass
- Palu karet.
- Alat Bantu (balok-balok kayu, dll)