Pendukungan Produksi Konten Kepercayaan Terhadap Tuhan Yme Dan Masyarakat Adat Di Festival Budaya Spiritual “Yatra Tuk Jiwa” Tahun 2025 Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10237831000
Date: 4 July 2025
Year: 2025
KLPD: Kementerian Kebudayaan
Work Unit: Direktorat Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Dan Masyarakat Adat
Procurement Type: Jasa Lainnya
Method: Pengadaan Langsung
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 625,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 147,610,000
Winner (Pemenang): Core_technology
NPWP: 02*0**1****53**0
RUP Code: 59725508
Work Location: Gedung E - Jakarta Pusat (Kota)
Participants: 1
Attachment
I. Latar Belakang                                                         
                                                                            
  Budaya spiritual merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia yang berorientasi pada
  keharmonisan sosial, ekologis, dan estakologis. Ia adalah pandangan hidup yang menyatukan
  hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam, sekaligus menjadi jembatan antara masa
                                                                            
  lalu dan masa depan. Festival Budaya Spiritual merupakan ruang aktualisasi nilai-nilai tersebut,
  yang dihidupkan kembali melalui ekspresi budaya penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang
  Maha Esa dan masyarakat adat.                                             
                                                                            
  Dalam rangka mendukung pelestarian dan pengembangan budaya spiritual Nusantara,
  Kementerian Kebudayaan RI melalui Direktorat Bina Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan
                                                                            
  Masyarakat Adat, bersama Pemerintah Kabupaten Tulungagung, menyelenggarakan Festival
  Budaya Spiritual tahun 2025 dengan tema “Yatra Tuk Jiwa”.                 
                                                                            
  Untuk merekam dan menyebarluaskan nilai-nilai luhur yang muncul dari festival ini, serta
  mendokumentasikan ekspresi budaya masyarakat adat secara utuh dan menyentuh, diperlukan
                                                                            
  produksi film dokumenter sebagai media edukatif, publikatif, dan arsip kultural.
                                                                            
  II. Maksud dan Tujuan                                                     
                                                                            
  Maksud:                                                                   
                                                                            
  Sebagai sarana dokumentasi dan media diseminasi nilai-nilai luhur budaya spiritual dan kearifan
                                                                            
  lokal yang diekspresikan dalam Festival Budaya Spiritual 2025.            
  Tujuan:                                                                   
                                                                            
    1. Merekam ekspresi budaya masyarakat adat dan penghayat kepercayaan secara
                                                                            
       menyeluruh.                                                          
                                                                            
    2. Menyajikan film dokumenter bernilai edukatif, reflektif, dan komunikatif.
                                                                            
    3. Meningkatkan pemahaman publik atas pentingnya budaya spiritual.      
    4. Menjadi bagian dari upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan nasional.
                                                                            
    5. Menghasilkan materi visual untuk kampanye kebudayaan secara nasional dan
                                                                            
       internasional.                                                       
  III. Tema Film Dokumenter                                                 
                                                                            
  “Yatra Tuk Jiwa”                                                          
                                                                            
  Perjalanan suci menuju mata air dalam diri, sebagai sumber kedamaian, kesadaran, dan
  kesejatian manusia yang selaras dengan nilai spiritualitas Nusantara.     
                                                                            
                                                                            
  IV. Ruang Lingkup Kegiatan                                                
                                                                            
     1. Pra-Produksi                                                        
                                                                            
          o Penulisan naskah dan struktur naratif film                      
                                                                            
          o Riset lokasi, tema, dan narasumber                              
                                                                            
          o Koordinasi dengan penyelenggara dan komunitas                   
                                                                            
          o Penyusunan jadwal dan perencanaan teknis produksi               
     2. Produksi                                                            
                                                                            
          o Pengambilan gambar seluruh rangkaian kegiatan festival (10–13 Juli
            2025)                                                           
                                                                            
          o Dokumentasi upacara adat, kirab budaya, wayang kulit, ruwatan, sarasehan,
            ekspresi budaya, pameran dan permainan tradisional              
                                                                            
          o Wawancara dengan tokoh adat, penghayat, akademisi, dan panitia  
                                                                            
     3. Pasca Produksi                                                      
                                                                            
          o Penyuntingan visual dan audio                                   
                                                                            
          o Narasi dan penulisan subtitle (Indonesia dan Inggris)           
                                                                            
          o Penyusunan trailer dan media pendukung promosi                  
                                                                            
          o Finalisasi dan distribusi film dokumenter                       
                                                                            
                                                                            
  V. Lokasi Kegiatan                                                        
                                                                            
  Lokasi produksi mencakup titik-titik pelaksanaan festival, antara lain:   
    1. Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso                                
                                                                            
    2. Pendopo Kanjengan Kepatihan                                          
                                                                            
    3. Pendopo TB2KS Tulungagung                                            
                                                                            
    4. Makam Majan                                                          
                                                                            
    5. Alun-Alun Tulungagung                                                
                                                                            
    6. Museum Daerah Kabupaten Tulungagung                                  
                                                                            
    7. Area pintu timur Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso               
VI. Waktu Pelaksanaan                                                       
                                                                            
Juli – Agustus 2025                                                         
                                                                            
   • Pra Produksi: Juli (awal)                                              
                                                                            
   • Produksi Lapangan: 10–13 Juli 2025                                     
                                                                            
   • Pasca Produksi: Juli akhir – Agustus                                   
   • Finalisasi dan distribusi: 7 Agustus 2025                              
                                                                            
                                                                            
VII. Output                                                                 
                                                                            
   1. Film dokumenter berdurasi 15–20 menit                                 
                                                                            
   2. Trailer promosi berdurasi 1–2 menit                                   
                                                                            
   3. Paket video mentah (raw footage)                                      
                                                                            
   4. Sinopsis, poster digital, dan subtitle dua bahasa                     
                                                                            
   5. Laporan pelaksanaan kegiatan produksi                                 
                                                                            
                                                                            
                                                                            
VIII. Penutup                                                               
                                                                            
Pembuatan film dokumenter Festival Budaya Spiritual “Yatra Tuk Jiwa” adalah upaya konkret
dalam pelestarian budaya spiritual dan kearifan lokal. Film ini diharapkan menjadi media inspiratif
                                                                            
dan edukatif yang menjangkau lebih luas masyarakat Indonesia dan dunia, serta memperkuat
identitas budaya bangsa di tengah arus globalisasi.