I. Latar Belakang
Budaya spiritual merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia yang berorientasi pada
keharmonisan sosial, ekologis, dan estakologis. Ia adalah pandangan hidup yang menyatukan
hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam, sekaligus menjadi jembatan antara masa
lalu dan masa depan. Festival Budaya Spiritual merupakan ruang aktualisasi nilai-nilai tersebut,
yang dihidupkan kembali melalui ekspresi budaya penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang
Maha Esa dan masyarakat adat.
Dalam rangka mendukung pelestarian dan pengembangan budaya spiritual Nusantara,
Kementerian Kebudayaan RI melalui Direktorat Bina Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan
Masyarakat Adat, bersama Pemerintah Kabupaten Tulungagung, menyelenggarakan Festival
Budaya Spiritual tahun 2025 dengan tema “Yatra Tuk Jiwa”.
Untuk merekam dan menyebarluaskan nilai-nilai luhur yang muncul dari festival ini, serta
mendokumentasikan ekspresi budaya masyarakat adat secara utuh dan menyentuh, diperlukan
produksi film dokumenter sebagai media edukatif, publikatif, dan arsip kultural.
II. Maksud dan Tujuan
Maksud:
Sebagai sarana dokumentasi dan media diseminasi nilai-nilai luhur budaya spiritual dan kearifan
lokal yang diekspresikan dalam Festival Budaya Spiritual 2025.
Tujuan:
1. Merekam ekspresi budaya masyarakat adat dan penghayat kepercayaan secara
menyeluruh.
2. Menyajikan film dokumenter bernilai edukatif, reflektif, dan komunikatif.
3. Meningkatkan pemahaman publik atas pentingnya budaya spiritual.
4. Menjadi bagian dari upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan nasional.
5. Menghasilkan materi visual untuk kampanye kebudayaan secara nasional dan
internasional.
III. Tema Film Dokumenter
“Yatra Tuk Jiwa”
Perjalanan suci menuju mata air dalam diri, sebagai sumber kedamaian, kesadaran, dan
kesejatian manusia yang selaras dengan nilai spiritualitas Nusantara.
IV. Ruang Lingkup Kegiatan
1. Pra-Produksi
o Penulisan naskah dan struktur naratif film
o Riset lokasi, tema, dan narasumber
o Koordinasi dengan penyelenggara dan komunitas
o Penyusunan jadwal dan perencanaan teknis produksi
2. Produksi
o Pengambilan gambar seluruh rangkaian kegiatan festival (10–13 Juli
2025)
o Dokumentasi upacara adat, kirab budaya, wayang kulit, ruwatan, sarasehan,
ekspresi budaya, pameran dan permainan tradisional
o Wawancara dengan tokoh adat, penghayat, akademisi, dan panitia
3. Pasca Produksi
o Penyuntingan visual dan audio
o Narasi dan penulisan subtitle (Indonesia dan Inggris)
o Penyusunan trailer dan media pendukung promosi
o Finalisasi dan distribusi film dokumenter
V. Lokasi Kegiatan
Lokasi produksi mencakup titik-titik pelaksanaan festival, antara lain:
1. Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso
2. Pendopo Kanjengan Kepatihan
3. Pendopo TB2KS Tulungagung
4. Makam Majan
5. Alun-Alun Tulungagung
6. Museum Daerah Kabupaten Tulungagung
7. Area pintu timur Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso
VI. Waktu Pelaksanaan
Juli – Agustus 2025
• Pra Produksi: Juli (awal)
• Produksi Lapangan: 10–13 Juli 2025
• Pasca Produksi: Juli akhir – Agustus
• Finalisasi dan distribusi: 7 Agustus 2025
VII. Output
1. Film dokumenter berdurasi 15–20 menit
2. Trailer promosi berdurasi 1–2 menit
3. Paket video mentah (raw footage)
4. Sinopsis, poster digital, dan subtitle dua bahasa
5. Laporan pelaksanaan kegiatan produksi
VIII. Penutup
Pembuatan film dokumenter Festival Budaya Spiritual “Yatra Tuk Jiwa” adalah upaya konkret
dalam pelestarian budaya spiritual dan kearifan lokal. Film ini diharapkan menjadi media inspiratif
dan edukatif yang menjangkau lebih luas masyarakat Indonesia dan dunia, serta memperkuat
identitas budaya bangsa di tengah arus globalisasi.