METODE TEKNIS PELAKSANAAN
KEGIATAN : PEMBANGUNAN PRASARANA PERTANIAN
PEKERJAAN : PEMBANGUNAN SUMUR BOR DAN
INSTALASINYA
LOKASI : TERSEBAR DI WILAYAH KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
TAHUN ANGGARAN : 2025
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
Pekerjaan Persiapan adalah pekerjaan awal sebelum memulai pekerjaan konstruksi.
Pekerjaan persiapan meliputi :
1. Pengukuran dan Pematokan
Sebelum Pelaksanaan pekerjaan terlebih dahulu di lakukan pengukuran untuk menentukan Luasan
Lahan, menentukan batas-batas tapak bangunan serta sudut bangunan, ketinggian tanah. Atas
petunjuk Direksi Kontraktor membuat titik sebagai referensi sebagai acuan untuk pemasangan
bowplank untuk pekerjaan Konstruksi.
3. Pasang Papan Nama Proyek
Papan Nama dibuat sebagai informasi tentang Pelaksanaan Pekerjaan.Papan nama proyek yang
ditetapkan pada bagian depan bangunan dan dapat dilihat dengan jelas. Bahan yang digunakan
adalah papan dengan dilapisi seng yang diberi warna cat dasar putih dan diberi tulisan dengan
warna hitam. Tulisan yang tercantum berisikan data tentang : Nama Proyek, Nama Pekerjaan,
Harga Borongan, Jangka Waktu Pelaksanaan, Konsultan Pengawas / Direksi, Waktu Mulai
Pelaksanaan. Papan tersebut dipasang pada dua buah tiang kayu ukuran 5/7 cm,yang ditanam
kuat dalam tanah.
5. Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi
Selama Proyek bejalan Kontraktor Pelaksana akan selalu mengarahkan dan menyiapkan sarana
untuk Keselamatan Kerja. Kontraktor akan menyediakan Tenaga Khusus untuk mengawasi dan
mengarahkan Pekerja akan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Semua Sarana
Keselamatan akan disediakan dilapangan seperti : Helm Keselamatan, sepatu Keselamatan, Sarung
Tangan, Kacamata Keselamatan, Rompi keselamatan dan sarana lainnya demi melindungi semua
pekerja agar terhindar dari kecelakaan akibat kelalaian atau kesalahan prosedur kerja.
Seluruh Pekerja yang terlibat dalam Proyek ini harus mendapat perlindungan dan Jaminan
Kesehatan untuk itu Konntraktor Pelaksana Wajib membuat jaminan Kesehatan bekerjasama
dengan Asuransi atau BPJS sesuai dengan ketentuan dan Undang-undang yang berlaku.
6. Pembuatan Laporan dan Photo Dokumentasi
Setiap Pelaksanaan akan dibuat laporan oleh Pelaksana atau yang terlibat dalam pekerjaan ini.
Laporan dapat berupa Laporan Harian, Mingguan dan Bulanan dan semua laporan yang diperlukan
sesuai petunjuk Direksi,
Kontraktor juga akan membuat Photo Dokumentasi sebagai bahan Informasi.
Photo Dokumentasi diambil sesuai tahapan pekerjaan yaitu :
- Tahap Awal/Sebelum Pelaksanaan (0 %)
- Tahap Pelaksanaan (50 %)
- Akhir Pelaksanaan (100 %)
II. PEKERJAAN TANAH
1. Pekerjaan Galian Tanah Pondasi menerus 0 -1 meter
Yang dimaksud Galian tanah adalah galian tanah untuk Konstruksi untuk menempatkan
bangunan yang akan dilaksanakan. Adapun Langkah Kerja Pekerjaan Galian Tanah Pondasi
secara umum :
a. Tentukan Titik Lokasi yang kan digali bersama Pengawas Lapangan
b. Tentukan Dimensi Galian Sesuai dengan gambar Rencana
c. Persiapkan Alat untuk menggali : Cangkul, Sekop dan alat bantu lainnya
d. Sejumlah Tenaga Kerja/Man Power akan menggali Lubang yang telah ditentukan sesuai
denganDimensi rencana atau sampai dasar tanah keras
e. Hasil galian ditumpuk ditepi galian untuk Keperluan Timbunan Kembali apabila sudah
dipasang Pondasi batu Belah
f. Hasil dari Galian yang tidak dapat digunakan sebagai bahan untuk timbunan
kemudian di buang di luar lokasi pekerjaan dengan menggunakan truck sesuai
petunjuk Pengawas.
2. Pekerjaan Urugan Pasir
Urugan pasir padat ini biasanya dilakukan pada pekerjaan pondasi, lantai keramik atau
pekerjaan-pekerjaan bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah. Untuk mendapatkan
kualitas urugan pasir yang baik, maka perlu diikuti langkah-lanngkah sebagai berikut , disertai
contoh perhitungan kebutuhan bahan, tenaga kerja dan waktu pelaksanaan ,
a. Dump Truck akan membawa pasir Urug dari Quarry terdekat ke lokasi pekerjaan.
Pekerjaan ini menggunakan Tenaga Manusia/Man Power dibantu dengan alat bantu seperti
cangkul, sekop dll, Pasir diratakan dengan menggunakan tarikan kayu dan selalu dikontrol
ketebalan dari pasir tersebut.
b. Pasir dibasahi dengan air agar pasir benar-benar padat dan rata., Pengurugan pasir ini
pekerjakan berbarengan dengan lantai kerja.
III. PEKERJAAN PASANGAN BATU DAN PLESTERAN
1. Pasang dinding bata merah tebal ½ batu campuran 1SP :4PP
1. Pekerjaan Pasangan Bata merah
Alat : concrete mixer, Lori, Cangkul, Sekop, ember, Meteran, waterpass, scafolding dan
Bak penampung mortar, serta Alat tukang lengkap .
Bahan : semen PC, Pasir pasang, Air, batu bata, benang
Pelaksanaan :
- Approval bahan.
- Pemasangan benang sebagai acuan.
- Bahan semen PC dan pasir pasang (perbandingan sesuai dengan spesifikasi)
dimasukkan ke dalam concrete mixer kemudian diaduk selama 1-2 menit. Setelah
tercampur masukkan air ke dalam concrete mixer kemudian diaduk lagi selama 1-2
menit sampai mortar tercampur.
- Kemudian campuran mortar dituang ke dalam bak penampung.
- Rendam batu bata yang akan dipasang.
- Mortar dihampar disetiap landasan batu bata.
- Pasang bata secara silang.
- Pasangan bata mengikuti acuan benang sehingga pasangan bata lebih presisi dan rata.
- Rawat pasangan bata yang sudah selesai dengan melindungi dari sinar matahari secara
langsung, misalnya dengan menggunakan plastik atau penyiraman air.
- Mintakan pengecekan kepada pengawas lapangan, apabila disetujui dilanjutkan
dengan pekerjaan selanjutnya.
2. Plesteran dinding adk. 1SP : 4PP tebal 15 mm
Pekerjaan Plesteran adalah pekerjaan untuk menutup pekerjaan Bata Merah yaitu pada
dinding bangunan dan Pagar bangunan
a. Dinding yang akan diplester ketebalannya harus sesuai dengan gambar rencana dan
mendapat persetujuan dari Direksi.
b. Sebelum diplester Dinding harus terlebih dahulu dibasahi dengan air agar mempunyai daya
ikat yang baik. Bahan yang digunakan adalah semen,pasir dan air harus mempunyai mutu
dan kualitas yang baik.
c. Pelaksanan Plesteran harus memperhatikan kelurusan dinding dengan cara di lot
/waterpass sehingga didapat hasil yang baik, untuk itu harus dibuat patokan dengan cara
membuat Pasangan kepala plesteran dibuat jarak 1 m, dipasang tegak untuk patokan
kerataan bidang.
3. Pekerjaan Acian
Persiapan kerja Pekerjaan Acian:
1. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan acian.
2. Approval material yang akan digunakan.
3. Persiapan lahan kerja.
4. Persiapan material kerja, antara lain : MU 200
5. Persiapan alat bantu kerja, antara lain : raskam, benang, kertas gosok, dll.
Langkah kerja Pekerjaan Acian:
1. Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan plesteran sudah kering (cukup umur).
2. Permukaan plesteran sebelum di aci telebih dahulu disiram air. Untuk memperoleh hasil
acian yang halus, setelah plesteran diberi lapisan acian MU permukaan acian sebelum
mengering digosok dengan menggunakan kertas gosok.
IV. PEKERJAAN BETON
Yang dimaksud Pekerjaan Beton adalah Semua Pekerjaan Konstruksi Beton dalam hal ini
Pekerjaan Beton diperuntukkan untuk :
1. Pek. Sloof beton 10/15
2. Pek. Pondasi Tapak
3. Pek. Rabat Beton
Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan-bahan mulai dari begisting, pembesian, pencampuran
bahan-bahan, pengecoran, perbaikan, finishing dan perawatan sesuai dengan gambar rencana.
a. Pembesian
Besi yang digunakan untuk masing-masin beton sesuai dengan gambar rencana, memenuhi
syarat PBI 1971 dengan tegangan luluh besi minimum 2810 Kg/cm².
Semua Material Besi diangkut kelokasi Pekerjaan dari Gudang terdekat menggunakan Dump
Truck
Adapun Langkah Kerja Pekerjaan Pembesian secara umum :
- Persiapkan Alat kerja yaitu : Gunting Besi, pembengkok Besi, Gegep/ Kakak tua
untuk pengikat kawat
- Sejumlah Tenaga Kerja/Man Powe r akan melakukan Pemotongan Besi sesuai
dengan Panjang pada Gambar rencana
- Setiap ujung Besi dibengkokkan atau di beri hak sepanjang ± 5 cm- Rangkai Tulangan
utama Jumlah menyesuaikan pada gambar rencana, Kemudian Pasang Tulangan
bagi/cincin ɸ 6 mm dengan jarak 150 mm , lalu ikat dengan kawat
- Sambungan dilakukan secara overlap antara dua besi sepanjang minimum 48 kali
diameternya. Pembengkokan 8 kali diameter besi. Letak dan susunan penulangan hrs
sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi
- Semua ujung kawat pengikat harus dibengkok ke arah dalam (beton)
- Besi Yang telah selesai dipabrikasi dibawa kelokasi yang akan dicor untuk di setel sesuai
dengan type masing-masing. Rangkaian besi didudukan sedemikian rupa pada
cetakan/Begisting,
b. Begisting/Cetakan
Begisting harus dibuat sesuai dengan bentuk dan ukuran dari konstruksi betonnya seperti pada
gambar rencana. Bahan begisting dapat berupa papan, plywood, atau lainnya harus mendapat
persetujuan dari Direksi.
a. Persiapkan Alat Kerja berupa : Gergaji, Palu dan alat bantu pertukangan lainnya b.
Sejumlah Tenaga Kerja akan Memotong dan membentuk Begisting Balok sesuai
dengan ukuran
c. Rangkai Potongan Papan yang sudah sesuai dengan ukuran dengan cara diketam agar
dapat agar dapat menahan beban dan getaran pada saat pengecoran,
sehingga bentuk dan kedudukannya tidak berubah dan tidak cacat sesuai dengan yang
diinginkan
d. Begisting harus dipasang kokoh dengan cara diketam agar dapat menahan beban dan
getaran pada saat pengecoran, sehingga bentuk dan kedudukannya tidak berubah dan
tidak cacat sesuai dengan yang diinginkan.
c. Pengecoran
Pengecoran dilaksanakan apabila lantai kerja, Begisting dan pemasangan besi bertulang sudah
disetujui Direksi. Sebelum pengecoran semua bahan dan alat Bantu yang akan digunakan disiapkan
terlebih dahulu. Permukaan yang akan di cor harus bersih dari kotoran, gumpalan-gumpalan tanah,
debu dan bahan-bahan lain yang dapat memperlemah kekuatan Beton. Bahan-bahan yang
digunakan adalah bahan yang mempunyai kualitas yang baik seperti :
- Semen harus Type I dan tidak mengandung gumpalan yang telah mengeras/beku,
- Pasir harus bersih dan tidak mengandung Lumpur dengan diameter maks 5 mm
- Kerikil/Batu Pecah yang digunakan disesuaikan dengan ketebalan beton yang akan di cor,
untuk beton dng tebal 30 cm dipakai ukuran 1/2 , sedang untuk tebal kurang dari 30 cm
dipakai ukuran ¾.
- Air yang digunakan juga harus bersih tidak mengandung unsure-unsur Kimia,
bahan organik, garam dan kotoran lain.
adapun langkah kerja dalam pekerjaan pengecoran adalah sebagai berikut
1. Persiapkan Peralatan Pengecoran yaitu : Beton Molen, Concrete Vibrator dan alat
pertukangan
2. Persiapkan Bahan Semen, Pasir, Kerikil dan air sesuai dengan volume yang akan di cor
3. Persiapkan Tenaga Kerja/Man Power yang akan melkukan Pengecoran
4. Periksa kedudukan Besi dan Begisting agar sesuai dengan ukuran pada gembar
rencana
5. Periksa permukaan yang akan di cor harus bersih dari kotoran, gumpalan-gumpalan
tanah, debu dan bahan-bahan lain yang dapat memperlemah kekuatan Beton.
6. Buat campuran Beton di Beton Molen untuk Beton K-250 dengan Komposisi 1 Semen
: 2 Pasir : 3 Kerikil, kemudian aduk sampai rata
7. Tuangkan Campuran yang sudah dimix di beton molen kedalam kotak dolak yang sudah
disediakan, kemudian bawa ketempat yang akan dicor
8. Padatkan beton yang sudah dituang kedalam cetakan begisting dengan concrete
vibrator
9. Ratakan permukaan Balok beton sesuai dengan tinggi begisting yang terpasang
10. Untuk Bidang yang cukup Luas seperi Balok dan Plat Lantai Pengecoran
menggunakan Concrete Pump dan Ready Mix agar di capai mutu beton yang
diinginkan yaitu K-225 dan Bidang cor jadi satu kesatuan (monolit)
11. Saat Pencampuran/pengadukan harus disesuaikan dengan alat pencamur (Beton
Molen), Molen dng Kap. 0.35 M³ cukup 1 menit sesudah air dimasukkan ke mesin.
12. Untuk Truck Mixer tergantung dari jumlah putaran mixernya.
13. Pada saat pengecoran beton dipadatkan dengan vibrator/ penggetar yang mempunyai
putaran 4000-7000 Rpm. Pada saat Pengecoran diambil sample Kubus atau Silender
untuk keperluan uji mutu Beton.
4. Lantai Rabat Keliling Bangunan
Lantai Rabat Keliling Bangunan
1) Persiapan
Memobilisasi dan mengatur peralatan yang akan dugunakan pada pelaksanaan
pekerjaan.
Mengarahkan dan menugaskan personil / tenaga kerja untuk melaksanakan pekerjaan
di
lokasi pekerjaan.
Mempersiapkan bahan / material yang sesuai dengan standar yang dipersyaratkan
didalam spesifikasi teknis dan gambar kerja yang telah disetujui oleh Direksi pekerjaan.
2) Metode Pelaksanaan Lantai Kerja Beton
Untuk Lantai Rabat Keliling Bangunan dibuat dengan ketebalan sesuai rencana.
Buat adukan dengan campuran adukan 1PC : 3Psr : 5Krl.
Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang lantai Rabat sudah terdapat urugan pasir dengan
ketebalan yang sesuai rencana dan telah diratakan.
Bersihkan lokasi yang akan dipasang lantai Rabat dari sampah atau kotoran.
Pasang patok dan leveling lantai kerja yang diperlukan sebagai acuan untuk
menentukan ketebalan. Bisa juga dengan terlebih dahulu dibuat kepalaan dengan jarak per
1 m untuk leveling lantai Rabat.
Tuangkan adukan lantai kerja ke area melalui talang cor atau ember.
Adukan lantai rabat diratakan dengan menggunakan cangkul maupun sendok
adukan/raskam sampai ketinggian yang telah ditentukan dengan cara melakukan
tarikan benang dari patok level satu dengan yang lainnya.
V. PEMBORAN
1. Tipe Sumur
Sumur yang akan dikerjakan oleh Penyedia Jasa (Pihak Kedua) adalah tipe Lonjor Tunggal
(Single String) dengan menggunakan bahan konstruksi pipa PVC berstandart SNI diameter 6"
sebagai pipa jambang pompa (pump casing), dan selebihnya berdiameter 3” sampai 5"
sebagai casing dan screen bagian bawah, jika casing dan screen disusun secara kombinasi
dengan diameter yang berbeda, maka harus digunakan reduser sebagai sambungan.
Pipa saringan untuk penyadapan air tanah menggunakan pipa PVC berstandart SNI
dengan lubang saringan/cela/slot.
2. Prosedur Pekerjaan Konstruksi Sumur
Penyedia Jasa harus memberitahukan secara tertulis kepada PPK paling kurang 24 jam
sebelum memulai pekerjaan pemboran.
Pemboran akan dilakukan dengan metoda Direct Circulatian Mud Flush.
Secara umum urutan pekerjaan pemboran dan kontruksi sumur adalah sebagai berikut:
a. Persiapan jalan masuk menuju site.
b. Persiapan site, persiapan bahan dan persiapan pekerjaan.
c. Pemasangan menara bor, mesin bor, pompa lumpur dan alat bantu.
d. Pemboran lubang diameter 6" sampai akhir (sesuai dengan debit yang
dipersyaratkan dalam kontrak).
e. Pemasangan pipa produksi diameter 6", 5 ”, 4 ” 3 ” , bail plug/sumbat bawah,
reducer.
f. Pemasangan pipa jambang pompa diameter 6" sesuai dengan desain sumur.
g. Penempatan gravel pack ke dalam rongga annulus di sekeliling pipa produksi.
h. Development sumur.
i. Pemasangan tutup sumur dan kunci.
j. Pengisian semen kedalam rongga annulus di sekeliling Pipa jambang pompa.
k. Pembongkaran mesin bor.
l. Pengembalian kondisi lokasi (reklamasi) site/pembersihan site lokasi pemboran.
Jika dalam setiap langkah kegiatan di atas mengindikasikan adanya kegagalan, maka Penyedia
Jasa (Pihak Kedua) wajib melaporkan kepada PPK, selanjutnya PPK berkonsultasi dengan Tim
Teknis lainnya
2.1. Pemasangan Mesin Bor
Sebelum operasi pemboran dimulai, mesin bor harus dipasang dengan hati-hati di atas pondasi
yang kuat, datar dan stang bor tegak lurus, agar dapat memberikan hasil pemboran yang baik,
dan mencegah kerusakan mesin bor itu sendiri serta menghindari kemungkinan terjadinya
kecelakaan terhadap personil atau tenaga kerja pemboran serta diperoleh lubang bor yang
tegak dan lurus.
2.2. Metoda Pemboran
Metoda pemboran yang akan digunakan adalah metoda Direct Circulation Mud Flush.
Sirkulasi pembilas harus menggunakan lumpur Bentonite
2.3. Pengawasan Lumpur Pemboran
Selama pemboran berlangsung, apabila sirkulasi lumpur berhenti karena sebab apapun,
guna menghindari tertimbunnya mata bor dan stang bor (drill pipe) dari runtuhan atau
endapan lumpur dan lempung, maka mata bor dan stang bor harus segera diangkat,
atau digantung.
2.4. Sirkulasi pembilasan Lubang Sumur
Untuk memperoleh lubang bor dan sample batuan (cutting) yang baik maka Penyedia Jasa
(Pihak Kedua) harus melaksanakan sirkulasi pembilasan lubang bor dengan lumpur pemboran
atau sirkulasi lumpur tanpa penetrasi disetiap penyambungan stang bor.
Sirkulasi pembilasan dilakukan dengan jalan melaksanakan sirkulasi lumpur tanpa menambah
kedalaman lubang (menggantung mata bor) sampai lubang bor bersih dari material material
hancuran batuan (cutting).
Apabila terjadi mud looses atau hilangnya lumpur sirkulasi secara tiba-tiba, maka segera
diambil langkah-langkah pengamanan, diantaranya dengan segera mengangkat mata bor,
stang bor dan memberikan bahan additive yang sesuai dengan kebutuhan.
Apabila terjadi gejala keluarnya gas/uap air panas, maka harus dilakukan tindakan
pengamanan dengan menambah bahan additive yang sesuai sehingga berat jenis lumpur
meningkat dan mampu memblokir gas
2.5. Ketegak-lurusan Lubang Bor
Lubang bor harus dibuat benar-benar vertikal dan tegak lurus, hal tersebut untuk menjamin
kelancaran pemasangan pipa sumur. Apabila terdapat penyimpangan lubang bor, sehingga
menyebabkan kesulitan pemasangan pipa sumur atau menyebabkan pipa sumur tidak
dapat dipasang tegak lurus, maka Penyedia Jasa (Pihak Kedua) harus melakukan koreksi atas
biaya sendiri supaya lubang bor benar-benar vertikal dan tegak lurus, bila perlu mengganti
lubang bor baru.
Penyedia Jasa (Pihak Kedua) diwajibkan untuk melakukan checking terhadap ketegak- lurusan
lubang bor sekurangnya setiap hari, sebelum dan setelah berhentinya operasi pemboran
2.6. Berakhirnya Operasi Pemboran
Apabila pemboran lubang bor telah selesai, lubang bor harus dicuci sampai bersih dari
endapan atau cutting dengan melaksanakan sirkulasi pembilasan lumpur, paling tidak selama
4 (empat) jam secara menerus, apabila dalam waktu tersebut kondisi lumpur sirkulasi
masih belum bersih, maka waktu sirkulasi pembilasan harus ditambah sampai dicapai kondisi
lumpur dalam lubang bor sudah bersih dari cutting.
Setelah lubang bor betul-betul bersih, maka kekentalan lumpur pemboran dikurangi dengan
cara ditambah air, selanjutnya Penyedia Jasa mempersiapkan sumur untuk pelaksanaan
logging
2.9. Pembongkaran Mesin Bor
Setelah pekerjaan pemboran, Instalasi sumur dan pekerjaan lain yang memerlukan mesin bor
dinyatakan selesai, maka mesin bor beserta semua peralatan dan material yang tidak akan
dipakai lagi, harus dibongkar atau dipindahkan oleh Penyedia Jasa
VI. INSTALASI SUMUR
6.1. Material Instalasi Sumur
Material instalasi sumur yang akan dipasang untuk konstruksi sumur antara lain dapat terdiri dari
:
Pipa PVC diameter 6", 5”, 4” dan 3” SNI.
Pipa Saringan PVC – SNI diameter 5", 4” dan 3“.
Reducer PVC untuk menyambung pipa/screen yang berbeda diameternya.
Centralizer dengan diameter sesuai pipa/screen yang dipasang.
Tutup atas dan kunci, tutup dasar sumur (top cap & bottom plug).
Gravel pack 8 mm – 10 mm.
Semen Grouting.
Temporary casing.
Bahan bahan penyambung, lem mur, dan baut.
Semua bahan tersebut disediakan oleh Penyedia Jasa sesuai dalam Daftar Item
Pekerjaan
6.2. Pipa dan Saringan Sumur (Casing dan Screen Sumur)
Setelah Pemboran selesai, maka harus dilakukan sirkulasi lumpur paling tidak selama 4 (empat)
jam, atau lubang bor harus sangat bersih dari sisa contoh batuan yang dicek dengan memeriksa
lumpur bor yang sirkulasi. Penyedia Jasa kemudian harus memasang pipa dan pipa saringan ke
dalam lubang bor pada posisi yang tepat, sesuai lapisan dan tebal aquifer.
Pipa dan pipa saringan harus disambung sesuai petunjuk teknis penyambungan pipa, hingga
cukup kuat, dan diperkuat dengan pasak baut, panjang pasak baut tidak melebihi 2 kali
ketebalan pipa (menembus dua dinding pipa), tidak diperkenankan ada sisa panjang baut yang
menonjol di dalam pipa (sumur)
Pipa dan pipa saringan yang dipasang harus dijaga agar tepat berada di tengah lubang bor dengan
menggunakan centralizer (terbuat dari besi plat atau bahan lainya) yang dipasang minimal setiap
4 meter.
Penyedia Jasa harus mengukur dan mencatat dengan teliti panjang masing-masing pipa dan
pipa saringan maupun reduser sebelum diinstalasi (dipasang di dalam sumur).
Penyedia Jasa harus mempunyai perhitungan/catatan, gambar/sketsa tambah dan kurangnya
panjang pipa setelah disambung dalam sumur, sehingga diketahui panjang total pipa/screen
sebelum instalasi dan panjang total konstruksi sumur setelah instalasi. Pipa dengan sambungan
socket biasanya akan bertambah panjang, sedangkan pipa dengan sambungan sistem bell mouth
(salah satu pipa dimasukkan kedalam pipa berikutnya), panjang total setelah instalasi akan kurang
dari total panjang pipa sebelum dipasang.
Kemudian setelah diinstalasi jumlah total pemasangan casing, screen dan reducer tiap sumur
juga harus diukur ulang, untuk menghitung dengan tepat kedalaman setiap komponen
sumur dengan ketelitian pengukuran 1 cm.
Untuk mencapai konstruksi sumur yang baik dan benar, instalasi pipa sumur akan diijinkan untuk
dilaksanakan setelah bahan gravel pack tersedia dilokasi pekerjaan. gravel pack yang tersedia
harus sudah dibersihkan dan disaring sesuai ukuranya. Hal ini dilakukan agar setelah
pemasangan pipa dapat segera dilakukan pengisian gravel pack. Upaya ini dilakukan untuk
mencegah terjadinya longsoran dinding lubang sumur yang dapat menutup saringan sumur.
Sebelum gravel pack tersedia di lokasi pekerjaan dilarang melaksanakan konstruksi sumur.
6.3. Gravel Pack
Penyedia Jasa harus menyediakan gravel pack. Gravel pack tersebut terdiri dari batuan keras,
tidak mengandung batu gamping atau batuan gampingan, tidak mengandung batu apung,
lempung dan batu lempung, lumpur dan batu lumpur, tidak mengandung bahan-bahan organik,
ranting kayu, rumput dan semacamnya, bentuk butirnya membulat dan ukuran butirnya
bergradasi
Setelah pemasangan pipa sumur selesai dan sesuai dengan yang direncanakan maka gravel pack
dengan ukuran yang telah ditentukan dimasukkan ke dalam rongga di luar pipa sumur di dalam
lubang bor (ruang anulus).
Dalam proses pengisian gravel pack, sirkulasi lumpur bor harus tetap dijalankan, kekentalan
lumpur bor dikurangi. Pengisian gravel pack dilaksanakan hati-hati dengan menggunakan wadah
(ember kecil). Pipa konstruksi sumur harus terbungkus rata dan padat oleh gravel pack mulai
dari dasar lubang sumur sampai pada kedalaman 10 m dari permukaan tanah asli.
Penyedia Jasa harus selalu membuat catatan dan perhitungan volume gravel pack yang
telah dimasukkan, tiap saat harus di check dengan mengukur posisi kedalaman gravel pack
dalam lubang anulus. Setelah pengisian gravel dinyatakan cukup, maka
penyempurnaan/development sumur dapat dimulai.
Pada kasus pemboran sumur yang menjumpai zona mud loose, pengisian gravel pack dihentikan
setidaknya 3 (tiga) meter (atau lebih, tergantung kondisi formasi batuanya) dibawah zona mud
loose, kemudian pada zona mud loose ditutup semen, atau campuran semen dengan bentonite,
atau ditutup dengan lempung impermeable (kedap air), setebal sampai 3 meter diatas zona
mud loose, baru kemudian dilanjutkan pengisian gravel pack. Zona mud loose harus dipastikan
posisinya dengan berdasarkan data log pemboran (penetration log), lithologi log atau deskripsi
batuan dan logging geofisika (electric logging).
VII. PENGISIAN SEMEN
Setelah development sumur selesai, pipa konduktor sementara dicabut, ruang anulus antara lubang
bor dengan pipa jambang harus diisi semen, mulai kedalaman 10 m atau mulai permukaan gravel pack
sampai ke permukaan tanah
X. PEMASANGAN TUTP
Apabila Uji Pemompaan telah selesai dilaksanakan, Penyedia Jasa harus memasang tutup sumur
lengkap dengan kuncinya, untuk mencegah material-material asing masuk ke dalam sumur atau
pemaksaan membuka sumur secara tidak sah
XI. LAPORAN
Penyedia Jasa harus membuat laporan harian, mingguan dan bulanan kepada PPK, mengenai material
yang digunakan, pekerjaan yang telah dan akan dilaksanakan, termasuk kedalaman pemboran,
gambar konstruksi, , Uji Pemompaan dan data lain yang dibutuhkan PPK.
Setiap sumur selesai dibuat, Penyedia jassa wajib membuat gambar gambar As Build Drawing yang
harus diserahkan kepada PPK.
Setelah pekerjaan selesai pada akhir kontrak, Penyedia Jasa harus membuat laporan pekerjaan yang
akan diserahkan pada PKK.
Kegiatan pekerjaan pembuatan sumur harus didokumentasikan dengan foto-foto yang diambil untuk
masing-masing sumur. Pengambilan foto tiap sumur harus meliputi :
1. Saat sumur dalam kondisi 0 % .
2. Saat mata bor akan dioperasikan.
3. Saat pemboran mencapai 50 %
4 Pemasangan tutup sumur atau
kondisi 100%.
Foto harus dicetak rangkap 1 (satu) dan dibuat album yang dilengkapi dengan penjelasan tiap
lembar foto.