Pembangunan Sumur Boran Dan Instalasinya (Poktan Tani Sehat, Desa Sidorejo, Kec. Sidomulyo)

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10446864000
Date: 5 October 2025
Year: 2025
KLPD: Kab. Lampung Selatan
Work Unit: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Dan Perkebunan
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Pengadaan Langsung
Contract Type: Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 135,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 135,000,000
Winner (Pemenang): CV Paksi Marga
NPWP: 742136781323000
RUP Code: 60948328
Work Location: Poktan Tani Sehat, Desa Sidorejo, Kec. Sidomulyo - Lampung Selatan (Kab.)
Participants: 1
Attachment
METODE   TEKNIS  PELAKSANAAN                            
                                                                         
                                                                         
 KEGIATAN          : PEMBANGUNAN PRASARANA PERTANIAN                     
 PEKERJAAN        : PEMBANGUNAN  SUMUR BOR DAN                           
                    INSTALASINYA                                         
 LOKASI            : TERSEBAR DI WILAYAH KABUPATEN LAMPUNG SELATAN       
 TAHUN ANGGARAN   : 2025                                                 
                                                                         
 I. PEKERJAAN PERSIAPAN                                                  
                                                                         
 Pekerjaan Persiapan adalah pekerjaan awal sebelum memulai pekerjaan konstruksi.
 Pekerjaan persiapan meliputi :                                          
                                                                         
 1. Pengukuran dan Pematokan                                             
   Sebelum Pelaksanaan pekerjaan terlebih dahulu di lakukan pengukuran untuk menentukan Luasan
   Lahan, menentukan batas-batas tapak bangunan serta sudut bangunan, ketinggian tanah. Atas
   petunjuk Direksi Kontraktor membuat titik sebagai referensi sebagai acuan untuk pemasangan
                                                                         
   bowplank untuk pekerjaan Konstruksi.                                  
                                                                         
 3. Pasang Papan Nama Proyek                                             
   Papan Nama dibuat sebagai informasi tentang Pelaksanaan Pekerjaan.Papan nama proyek yang
   ditetapkan pada bagian depan bangunan dan dapat dilihat dengan jelas. Bahan yang digunakan
   adalah papan dengan dilapisi seng yang diberi warna cat dasar putih dan diberi tulisan dengan
   warna hitam. Tulisan yang tercantum berisikan data tentang : Nama Proyek, Nama Pekerjaan,
   Harga Borongan, Jangka Waktu Pelaksanaan, Konsultan Pengawas / Direksi, Waktu Mulai
                                                                         
   Pelaksanaan. Papan tersebut dipasang pada dua buah tiang kayu ukuran 5/7 cm,yang ditanam
   kuat dalam tanah.                                                     
                                                                         
 5. Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi                          
   Selama Proyek bejalan Kontraktor Pelaksana akan selalu mengarahkan dan menyiapkan sarana
   untuk Keselamatan Kerja. Kontraktor akan menyediakan Tenaga Khusus untuk mengawasi dan
   mengarahkan Pekerja akan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Semua Sarana
   Keselamatan akan disediakan dilapangan seperti : Helm Keselamatan, sepatu Keselamatan, Sarung
                                                                         
   Tangan, Kacamata Keselamatan, Rompi keselamatan dan sarana lainnya demi melindungi semua
   pekerja agar terhindar dari kecelakaan akibat kelalaian atau kesalahan prosedur kerja.
                                                                         
    Seluruh Pekerja yang terlibat dalam Proyek ini harus mendapat perlindungan dan Jaminan
    Kesehatan untuk itu Konntraktor Pelaksana Wajib membuat jaminan Kesehatan bekerjasama
    dengan Asuransi atau BPJS sesuai dengan ketentuan dan Undang-undang yang berlaku.
                                                                         
                                                                         
                                                                         
   6. Pembuatan Laporan dan Photo Dokumentasi                            
    Setiap Pelaksanaan akan dibuat laporan oleh Pelaksana atau yang terlibat dalam pekerjaan ini.
    Laporan dapat berupa Laporan Harian, Mingguan dan Bulanan dan semua laporan yang diperlukan
    sesuai petunjuk Direksi,                                             
    Kontraktor juga akan membuat Photo Dokumentasi sebagai bahan Informasi.
    Photo Dokumentasi diambil sesuai tahapan pekerjaan yaitu :           
                                                                         
    - Tahap Awal/Sebelum Pelaksanaan (0 %)                               
    - Tahap Pelaksanaan (50 %)                                           
    - Akhir Pelaksanaan (100 %)                                          
 II. PEKERJAAN TANAH                                                     
                                                                         
    1. Pekerjaan Galian Tanah Pondasi menerus 0 -1 meter                 
                                                                         
                                                                         
      Yang dimaksud Galian tanah adalah galian tanah untuk Konstruksi untuk menempatkan
      bangunan yang akan dilaksanakan. Adapun Langkah Kerja Pekerjaan Galian Tanah Pondasi
      secara umum :                                                      
      a. Tentukan Titik Lokasi yang kan digali bersama Pengawas Lapangan 
      b. Tentukan Dimensi Galian Sesuai dengan gambar Rencana            
      c. Persiapkan Alat untuk menggali : Cangkul, Sekop dan alat bantu lainnya
                                                                         
      d. Sejumlah Tenaga Kerja/Man Power akan menggali Lubang yang telah ditentukan sesuai
         denganDimensi rencana atau sampai dasar tanah keras             
      e. Hasil galian ditumpuk ditepi galian untuk Keperluan Timbunan Kembali apabila sudah
         dipasang Pondasi batu Belah                                     
      f. Hasil dari Galian yang tidak dapat digunakan sebagai bahan untuk timbunan
         kemudian di buang di luar lokasi pekerjaan dengan menggunakan truck sesuai
         petunjuk Pengawas.                                              
                                                                         
    2. Pekerjaan Urugan Pasir                                            
    Urugan pasir padat ini biasanya dilakukan pada pekerjaan pondasi, lantai keramik atau
    pekerjaan-pekerjaan bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah. Untuk mendapatkan
    kualitas urugan pasir yang baik, maka perlu diikuti langkah-lanngkah sebagai berikut , disertai
    contoh perhitungan kebutuhan bahan, tenaga kerja dan waktu pelaksanaan ,
                                                                         
    a. Dump Truck akan membawa pasir Urug dari Quarry terdekat ke lokasi pekerjaan.
      Pekerjaan ini menggunakan Tenaga Manusia/Man Power dibantu dengan alat bantu seperti
                                                                         
      cangkul, sekop dll, Pasir diratakan dengan menggunakan tarikan kayu dan selalu dikontrol
      ketebalan dari pasir tersebut.                                     
    b. Pasir dibasahi dengan air agar pasir benar-benar padat dan rata., Pengurugan pasir ini
      pekerjakan berbarengan dengan lantai kerja.                        
                                                                         
                                                                         
                                                                         
  III. PEKERJAAN PASANGAN BATU DAN PLESTERAN                             
                                                                         
  1. Pasang dinding bata merah tebal ½ batu campuran 1SP :4PP            
                                                                         
   1. Pekerjaan Pasangan Bata merah                                      
    Alat : concrete mixer, Lori, Cangkul, Sekop, ember, Meteran, waterpass, scafolding dan
         Bak penampung mortar, serta Alat tukang lengkap .               
    Bahan : semen PC, Pasir pasang, Air, batu bata, benang               
    Pelaksanaan :                                                        
     - Approval bahan.                                                   
     - Pemasangan benang sebagai acuan.                                  
     - Bahan semen PC dan pasir pasang (perbandingan sesuai dengan spesifikasi)
       dimasukkan ke dalam concrete mixer kemudian diaduk selama 1-2 menit. Setelah
        tercampur masukkan air ke dalam concrete mixer kemudian diaduk lagi selama 1-2
        menit sampai mortar tercampur.                                   
     -  Kemudian campuran mortar dituang ke dalam bak penampung.         
     -  Rendam batu bata yang akan dipasang.                             
     -  Mortar dihampar disetiap landasan batu bata.                     
     -  Pasang bata secara silang.                                       
     -  Pasangan bata mengikuti acuan benang sehingga pasangan bata lebih presisi dan rata.
     - Rawat pasangan bata yang sudah selesai dengan melindungi dari sinar matahari secara
       langsung, misalnya dengan menggunakan plastik atau penyiraman air.
     -  Mintakan pengecekan kepada pengawas lapangan, apabila disetujui dilanjutkan
        dengan pekerjaan selanjutnya.                                    
    2. Plesteran dinding adk. 1SP : 4PP tebal 15 mm                      
                                                                         
      Pekerjaan Plesteran adalah pekerjaan untuk menutup pekerjaan Bata Merah yaitu pada
      dinding bangunan dan Pagar bangunan                                
      a. Dinding yang akan diplester ketebalannya harus sesuai dengan gambar rencana dan
        mendapat persetujuan dari Direksi.                               
      b. Sebelum diplester Dinding harus terlebih dahulu dibasahi dengan air agar mempunyai daya
        ikat yang baik. Bahan yang digunakan adalah semen,pasir dan air harus mempunyai mutu
        dan kualitas yang baik.                                          
      c. Pelaksanan Plesteran harus memperhatikan kelurusan dinding dengan cara di lot
        /waterpass sehingga didapat hasil yang baik, untuk itu harus dibuat patokan dengan cara
        membuat Pasangan kepala plesteran dibuat jarak 1 m, dipasang tegak untuk patokan
        kerataan bidang.                                                 
                                                                         
                                                                         
    3. Pekerjaan Acian                                                   
                                                                         
      Persiapan kerja Pekerjaan Acian:                                   
      1. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan acian.    
      2. Approval material yang akan digunakan.                          
      3. Persiapan lahan kerja.                                          
      4. Persiapan material kerja, antara lain : MU 200                  
      5. Persiapan alat bantu kerja, antara lain : raskam, benang, kertas gosok, dll.
      Langkah kerja Pekerjaan Acian:                                     
                                                                         
      1. Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan plesteran sudah kering (cukup umur).
      2. Permukaan plesteran sebelum di aci telebih dahulu disiram air. Untuk memperoleh hasil
        acian yang halus, setelah plesteran diberi lapisan acian MU permukaan acian sebelum
        mengering digosok dengan menggunakan kertas gosok.               
                                                                         
  IV. PEKERJAAN BETON                                                    
   Yang dimaksud Pekerjaan Beton adalah Semua Pekerjaan Konstruksi Beton dalam hal ini
   Pekerjaan Beton diperuntukkan untuk :                                 
                                                                         
   1. Pek. Sloof beton 10/15                                             
   2. Pek. Pondasi Tapak                                                 
   3. Pek. Rabat Beton                                                   
   Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan-bahan mulai dari begisting, pembesian, pencampuran
                                                                         
   bahan-bahan, pengecoran, perbaikan, finishing dan perawatan sesuai dengan gambar rencana.
    a. Pembesian                                                         
      Besi yang digunakan untuk masing-masin beton sesuai dengan gambar rencana, memenuhi
      syarat PBI 1971 dengan tegangan luluh besi minimum 2810 Kg/cm².    
      Semua Material Besi diangkut kelokasi Pekerjaan dari Gudang terdekat menggunakan Dump
                                                                         
      Truck                                                              
      Adapun Langkah Kerja Pekerjaan Pembesian secara umum :             
        -  Persiapkan Alat kerja yaitu : Gunting Besi, pembengkok Besi, Gegep/ Kakak tua
         untuk pengikat kawat                                            
      -  Sejumlah Tenaga Kerja/Man Powe r akan melakukan Pemotongan Besi sesuai
                                                                         
         dengan Panjang pada Gambar rencana                              
      -  Setiap ujung Besi dibengkokkan atau di beri hak sepanjang ± 5 cm- Rangkai Tulangan
         utama Jumlah menyesuaikan pada gambar rencana, Kemudian Pasang Tulangan
                                                                         
         bagi/cincin ɸ 6 mm dengan jarak 150 mm , lalu ikat dengan kawat 
      -  Sambungan dilakukan secara overlap antara dua besi sepanjang minimum 48 kali
         diameternya. Pembengkokan 8 kali diameter besi. Letak dan susunan penulangan hrs
         sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi               
      -  Semua ujung kawat pengikat harus dibengkok ke arah dalam (beton)
      -  Besi Yang telah selesai dipabrikasi dibawa kelokasi yang akan dicor untuk di setel sesuai
                                                                         
         dengan type masing-masing. Rangkaian besi didudukan sedemikian rupa pada
         cetakan/Begisting,                                              
                                                                         
                                                                         
  b. Begisting/Cetakan                                                   
    Begisting harus dibuat sesuai dengan bentuk dan ukuran dari konstruksi betonnya seperti pada
    gambar rencana. Bahan begisting dapat berupa papan, plywood, atau lainnya harus mendapat
    persetujuan dari Direksi.                                            
                                                                         
      a. Persiapkan Alat Kerja berupa : Gergaji, Palu dan alat bantu pertukangan lainnya b.
      Sejumlah Tenaga Kerja akan Memotong dan membentuk Begisting Balok sesuai
                                                                         
        dengan ukuran                                                    
      c. Rangkai Potongan Papan yang sudah sesuai dengan ukuran dengan cara diketam agar
        dapat agar dapat menahan beban dan getaran pada saat pengecoran, 
        sehingga bentuk dan kedudukannya tidak berubah dan tidak cacat sesuai dengan yang
        diinginkan                                                       
      d. Begisting harus dipasang kokoh dengan cara diketam agar dapat menahan beban dan
                                                                         
        getaran pada saat pengecoran, sehingga bentuk dan kedudukannya tidak berubah dan
        tidak cacat sesuai dengan yang diinginkan.                       
                                                                         
  c. Pengecoran                                                          
    Pengecoran dilaksanakan apabila lantai kerja, Begisting dan pemasangan besi bertulang sudah
    disetujui Direksi. Sebelum pengecoran semua bahan dan alat Bantu yang akan digunakan disiapkan
    terlebih dahulu. Permukaan yang akan di cor harus bersih dari kotoran, gumpalan-gumpalan tanah,
    debu dan bahan-bahan lain yang dapat memperlemah kekuatan Beton. Bahan-bahan yang
    digunakan adalah bahan yang mempunyai kualitas yang baik seperti :   
                                                                         
    - Semen harus Type I dan tidak mengandung gumpalan yang telah mengeras/beku,
    - Pasir harus bersih dan tidak mengandung Lumpur dengan diameter maks 5 mm
    - Kerikil/Batu Pecah yang digunakan disesuaikan dengan ketebalan beton yang akan di cor,
                                                                         
      untuk beton dng tebal 30 cm dipakai ukuran 1/2 , sedang untuk tebal kurang dari 30 cm
      dipakai ukuran ¾.                                                  
    - Air yang digunakan juga harus bersih tidak mengandung unsure-unsur Kimia,
      bahan organik, garam dan kotoran lain.                             
      adapun langkah kerja dalam pekerjaan pengecoran adalah sebagai berikut
     1. Persiapkan Peralatan Pengecoran yaitu : Beton Molen, Concrete Vibrator dan alat
         pertukangan                                                     
     2. Persiapkan Bahan Semen, Pasir, Kerikil dan air sesuai dengan volume yang akan di cor
                                                                         
     3. Persiapkan Tenaga Kerja/Man Power yang akan melkukan Pengecoran  
     4. Periksa kedudukan Besi dan Begisting agar sesuai dengan ukuran pada gembar
        rencana                                                          
     5. Periksa permukaan yang akan di cor harus bersih dari kotoran, gumpalan-gumpalan
        tanah, debu dan bahan-bahan lain yang dapat memperlemah kekuatan Beton.
                                                                         
      6. Buat campuran Beton di Beton Molen untuk Beton K-250 dengan Komposisi 1 Semen
        : 2 Pasir : 3 Kerikil, kemudian aduk sampai rata                 
      7. Tuangkan Campuran yang sudah dimix di beton molen kedalam kotak dolak yang sudah
        disediakan, kemudian bawa ketempat yang akan dicor               
      8. Padatkan beton yang sudah dituang kedalam cetakan begisting dengan concrete
                                                                         
        vibrator                                                         
      9. Ratakan permukaan Balok beton sesuai dengan tinggi begisting yang terpasang
      10. Untuk Bidang yang cukup Luas seperi Balok dan Plat Lantai Pengecoran
        menggunakan Concrete Pump dan Ready Mix agar di capai mutu beton yang
        diinginkan yaitu K-225 dan Bidang cor jadi satu kesatuan (monolit)
                                                                         
      11. Saat Pencampuran/pengadukan harus disesuaikan dengan alat pencamur (Beton
        Molen), Molen dng Kap. 0.35 M³ cukup 1 menit sesudah air dimasukkan ke mesin.
      12. Untuk Truck Mixer tergantung dari jumlah putaran mixernya.     
      13. Pada saat pengecoran beton dipadatkan dengan vibrator/ penggetar yang mempunyai
        putaran 4000-7000 Rpm. Pada saat Pengecoran diambil sample Kubus atau Silender
                                                                         
        untuk keperluan uji mutu Beton.                                  
    4. Lantai Rabat Keliling Bangunan                                    
      Lantai Rabat Keliling Bangunan                                     
                                                                         
      1) Persiapan                                                       
        Memobilisasi dan mengatur peralatan yang akan dugunakan pada pelaksanaan
         pekerjaan.                                                      
        Mengarahkan dan menugaskan personil / tenaga kerja untuk melaksanakan pekerjaan
         di                                                              
          lokasi pekerjaan.                                              
        Mempersiapkan bahan / material yang sesuai dengan standar yang dipersyaratkan
         didalam spesifikasi teknis dan gambar kerja yang telah disetujui oleh Direksi pekerjaan.
                                                                         
      2) Metode Pelaksanaan Lantai Kerja Beton                           
        Untuk Lantai Rabat Keliling Bangunan dibuat dengan ketebalan sesuai rencana.
        Buat adukan dengan campuran adukan 1PC : 3Psr : 5Krl.            
        Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang lantai Rabat sudah terdapat urugan pasir dengan
         ketebalan yang sesuai rencana dan telah diratakan.              
        Bersihkan lokasi yang akan dipasang lantai Rabat dari sampah atau kotoran.
        Pasang patok dan leveling lantai kerja yang diperlukan sebagai acuan untuk
                                                                         
         menentukan ketebalan. Bisa juga dengan terlebih dahulu dibuat kepalaan dengan jarak per
         1 m untuk leveling lantai Rabat.                                
        Tuangkan adukan lantai kerja ke area melalui talang cor atau ember.
        Adukan lantai rabat diratakan dengan menggunakan cangkul maupun sendok
         adukan/raskam sampai ketinggian yang telah ditentukan dengan cara melakukan
         tarikan benang dari patok level satu dengan yang lainnya.       
                                                                         
                                                                         
                                                                         
 V. PEMBORAN                                                             
    1. Tipe Sumur                                                        
      Sumur yang akan dikerjakan oleh Penyedia Jasa (Pihak Kedua) adalah tipe Lonjor Tunggal
      (Single String) dengan menggunakan bahan konstruksi pipa PVC berstandart SNI diameter 6"
      sebagai pipa jambang pompa (pump casing), dan selebihnya berdiameter 3” sampai 5"
      sebagai casing dan screen bagian bawah, jika casing dan screen disusun secara kombinasi
                                                                         
      dengan diameter yang berbeda, maka harus digunakan reduser sebagai sambungan.
      Pipa saringan untuk penyadapan air tanah menggunakan pipa PVC berstandart SNI
      dengan lubang saringan/cela/slot.                                  
                                                                         
    2. Prosedur Pekerjaan Konstruksi Sumur                               
      Penyedia Jasa harus memberitahukan secara tertulis kepada PPK paling kurang 24 jam
      sebelum memulai pekerjaan pemboran.                                
      Pemboran akan dilakukan dengan metoda Direct Circulatian Mud Flush.
      Secara umum urutan pekerjaan pemboran dan kontruksi sumur adalah sebagai berikut:
      a. Persiapan jalan masuk menuju site.                              
                                                                         
      b. Persiapan site, persiapan bahan dan persiapan pekerjaan.        
      c. Pemasangan menara bor, mesin bor, pompa lumpur dan alat bantu.  
      d. Pemboran lubang diameter 6" sampai akhir (sesuai dengan debit yang
        dipersyaratkan dalam kontrak).                                   
      e. Pemasangan pipa produksi diameter 6", 5 ”, 4 ” 3 ” , bail plug/sumbat bawah,
        reducer.                                                         
                                                                         
      f. Pemasangan pipa jambang pompa diameter 6" sesuai dengan desain sumur.
      g. Penempatan gravel pack ke dalam rongga annulus di sekeliling pipa produksi.
      h. Development sumur.                                              
      i. Pemasangan tutup sumur dan kunci.                               
      j. Pengisian semen kedalam rongga annulus di sekeliling Pipa jambang pompa.
      k. Pembongkaran mesin bor.                                         
      l. Pengembalian kondisi lokasi (reklamasi) site/pembersihan site lokasi pemboran.
                                                                         
                                                                         
    Jika dalam setiap langkah kegiatan di atas mengindikasikan adanya kegagalan, maka Penyedia
    Jasa (Pihak Kedua) wajib melaporkan kepada PPK, selanjutnya PPK berkonsultasi dengan Tim
    Teknis lainnya                                                       
                                                                         
      2.1. Pemasangan Mesin Bor                                          
      Sebelum operasi pemboran dimulai, mesin bor harus dipasang dengan hati-hati di atas pondasi
      yang kuat, datar dan stang bor tegak lurus, agar dapat memberikan hasil pemboran yang baik,
      dan mencegah kerusakan mesin bor itu sendiri serta menghindari kemungkinan terjadinya
      kecelakaan terhadap personil atau tenaga kerja pemboran serta diperoleh lubang bor yang
      tegak dan lurus.                                                   
                                                                         
      2.2. Metoda Pemboran                                               
      Metoda pemboran yang akan digunakan adalah metoda Direct Circulation Mud Flush.
      Sirkulasi pembilas harus menggunakan lumpur Bentonite              
                                                                         
      2.3. Pengawasan Lumpur Pemboran                                    
                                                                         
      Selama pemboran berlangsung, apabila sirkulasi lumpur berhenti karena sebab apapun,
      guna menghindari tertimbunnya mata bor dan stang bor (drill pipe) dari runtuhan atau
      endapan lumpur dan lempung, maka mata bor dan stang bor harus segera diangkat,
      atau digantung.                                                    
                                                                         
      2.4. Sirkulasi pembilasan Lubang Sumur                             
      Untuk memperoleh lubang bor dan sample batuan (cutting) yang baik maka Penyedia Jasa
      (Pihak Kedua) harus melaksanakan sirkulasi pembilasan lubang bor dengan lumpur pemboran
      atau sirkulasi lumpur tanpa penetrasi disetiap penyambungan stang bor.
                                                                         
      Sirkulasi pembilasan dilakukan dengan jalan melaksanakan sirkulasi lumpur tanpa menambah
                                                                         
      kedalaman lubang (menggantung mata bor) sampai lubang bor bersih dari material material
      hancuran batuan (cutting).                                         
                                                                         
      Apabila terjadi mud looses atau hilangnya lumpur sirkulasi secara tiba-tiba, maka segera
      diambil langkah-langkah pengamanan, diantaranya dengan segera mengangkat mata bor,
      stang bor dan memberikan bahan additive yang sesuai dengan kebutuhan.
                                                                         
      Apabila terjadi gejala keluarnya gas/uap air panas, maka harus dilakukan tindakan
      pengamanan dengan menambah bahan additive yang sesuai sehingga berat jenis lumpur
      meningkat dan mampu memblokir gas                                  
                                                                         
      2.5. Ketegak-lurusan Lubang Bor                                    
                                                                         
      Lubang bor harus dibuat benar-benar vertikal dan tegak lurus, hal tersebut untuk menjamin
      kelancaran pemasangan pipa sumur. Apabila terdapat penyimpangan lubang bor, sehingga
      menyebabkan kesulitan pemasangan pipa sumur atau menyebabkan pipa sumur tidak
      dapat dipasang tegak lurus, maka Penyedia Jasa (Pihak Kedua) harus melakukan koreksi atas
      biaya sendiri supaya lubang bor benar-benar vertikal dan tegak lurus, bila perlu mengganti
                                                                         
      lubang bor baru.                                                   
                                                                         
      Penyedia Jasa (Pihak Kedua) diwajibkan untuk melakukan checking terhadap ketegak- lurusan
      lubang bor sekurangnya setiap hari, sebelum dan setelah berhentinya operasi pemboran
      2.6. Berakhirnya Operasi Pemboran                                  
      Apabila pemboran lubang bor telah selesai, lubang bor harus dicuci sampai bersih dari
      endapan atau cutting dengan melaksanakan sirkulasi pembilasan lumpur, paling tidak selama
      4 (empat) jam secara menerus, apabila dalam waktu tersebut kondisi lumpur sirkulasi
      masih belum bersih, maka waktu sirkulasi pembilasan harus ditambah sampai dicapai kondisi
                                                                         
      lumpur dalam lubang bor sudah bersih dari cutting.                 
                                                                         
      Setelah lubang bor betul-betul bersih, maka kekentalan lumpur pemboran dikurangi dengan
      cara ditambah air, selanjutnya Penyedia Jasa mempersiapkan sumur untuk pelaksanaan
      logging                                                            
                                                                         
      2.9. Pembongkaran Mesin Bor                                        
      Setelah pekerjaan pemboran, Instalasi sumur dan pekerjaan lain yang memerlukan mesin bor
      dinyatakan selesai, maka mesin bor beserta semua peralatan dan material yang tidak akan
      dipakai lagi, harus dibongkar atau dipindahkan oleh Penyedia Jasa  
                                                                         
 VI. INSTALASI SUMUR                                                     
    6.1. Material Instalasi Sumur                                        
    Material instalasi sumur yang akan dipasang untuk konstruksi sumur antara lain dapat terdiri dari
                                                                         
    :                                                                    
      Pipa PVC diameter 6", 5”, 4” dan 3” SNI.                           
      Pipa Saringan PVC – SNI diameter 5", 4” dan 3“.                    
      Reducer PVC untuk menyambung pipa/screen yang berbeda diameternya. 
      Centralizer dengan diameter sesuai pipa/screen yang dipasang.      
      Tutup atas dan kunci, tutup dasar sumur (top cap & bottom plug).   
                                                                         
      Gravel pack 8 mm – 10 mm.                                          
      Semen Grouting.                                                    
      Temporary casing.                                                  
      Bahan bahan penyambung, lem mur, dan baut.                         
                                                                         
    Semua bahan tersebut disediakan oleh Penyedia Jasa sesuai dalam Daftar Item
    Pekerjaan                                                            
                                                                         
    6.2. Pipa dan Saringan Sumur (Casing dan Screen Sumur)               
    Setelah Pemboran selesai, maka harus dilakukan sirkulasi lumpur paling tidak selama 4 (empat)
                                                                         
    jam, atau lubang bor harus sangat bersih dari sisa contoh batuan yang dicek dengan memeriksa
    lumpur bor yang sirkulasi. Penyedia Jasa kemudian harus memasang pipa dan pipa saringan ke
    dalam lubang bor pada posisi yang tepat, sesuai lapisan dan tebal aquifer.
                                                                         
    Pipa dan pipa saringan harus disambung sesuai petunjuk teknis penyambungan pipa, hingga
    cukup kuat, dan diperkuat dengan pasak baut, panjang pasak baut tidak melebihi 2 kali
    ketebalan pipa (menembus dua dinding pipa), tidak diperkenankan ada sisa panjang baut yang
                                                                         
    menonjol di dalam pipa (sumur)                                       
                                                                         
    Pipa dan pipa saringan yang dipasang harus dijaga agar tepat berada di tengah lubang bor dengan
    menggunakan centralizer (terbuat dari besi plat atau bahan lainya) yang dipasang minimal setiap
    4 meter.                                                             
                                                                         
    Penyedia Jasa harus mengukur dan mencatat dengan teliti panjang masing-masing pipa dan
    pipa saringan maupun reduser sebelum diinstalasi (dipasang di dalam sumur).
    Penyedia Jasa harus mempunyai perhitungan/catatan, gambar/sketsa tambah dan kurangnya
    panjang pipa setelah disambung dalam sumur, sehingga diketahui panjang total pipa/screen
    sebelum instalasi dan panjang total konstruksi sumur setelah instalasi. Pipa dengan sambungan
    socket biasanya akan bertambah panjang, sedangkan pipa dengan sambungan sistem bell mouth
    (salah satu pipa dimasukkan kedalam pipa berikutnya), panjang total setelah instalasi akan kurang
    dari total panjang pipa sebelum dipasang.                            
                                                                         
                                                                         
    Kemudian setelah diinstalasi jumlah total pemasangan casing, screen dan reducer tiap sumur
    juga harus diukur ulang, untuk menghitung dengan tepat kedalaman setiap komponen
    sumur dengan ketelitian pengukuran 1 cm.                             
                                                                         
    Untuk mencapai konstruksi sumur yang baik dan benar, instalasi pipa sumur akan diijinkan untuk
    dilaksanakan setelah bahan gravel pack tersedia dilokasi pekerjaan. gravel pack yang tersedia
                                                                         
    harus sudah dibersihkan dan disaring sesuai ukuranya. Hal ini dilakukan agar setelah
    pemasangan pipa dapat segera dilakukan pengisian gravel pack. Upaya ini dilakukan untuk
    mencegah terjadinya longsoran dinding lubang sumur yang dapat menutup saringan sumur.
                                                                         
    Sebelum gravel pack tersedia di lokasi pekerjaan dilarang melaksanakan konstruksi sumur.
                                                                         
    6.3. Gravel Pack                                                     
    Penyedia Jasa harus menyediakan gravel pack. Gravel pack tersebut terdiri dari batuan keras,
    tidak mengandung batu gamping atau batuan gampingan, tidak mengandung batu apung,
    lempung dan batu lempung, lumpur dan batu lumpur, tidak mengandung bahan-bahan organik,
    ranting kayu, rumput dan semacamnya, bentuk butirnya membulat dan ukuran butirnya
    bergradasi                                                           
                                                                         
    Setelah pemasangan pipa sumur selesai dan sesuai dengan yang direncanakan maka gravel pack
                                                                         
    dengan ukuran yang telah ditentukan dimasukkan ke dalam rongga di luar pipa sumur di dalam
    lubang bor (ruang anulus).                                           
                                                                         
    Dalam proses pengisian gravel pack, sirkulasi lumpur bor harus tetap dijalankan, kekentalan
    lumpur bor dikurangi. Pengisian gravel pack dilaksanakan hati-hati dengan menggunakan wadah
    (ember kecil). Pipa konstruksi sumur harus terbungkus rata dan padat oleh gravel pack mulai
                                                                         
    dari dasar lubang sumur sampai pada kedalaman 10 m dari permukaan tanah asli.
                                                                         
    Penyedia Jasa harus selalu membuat catatan dan perhitungan volume gravel pack yang
    telah dimasukkan, tiap saat harus di check dengan mengukur posisi kedalaman gravel pack
    dalam lubang anulus. Setelah pengisian gravel dinyatakan cukup, maka 
    penyempurnaan/development sumur dapat dimulai.                       
                                                                         
                                                                         
    Pada kasus pemboran sumur yang menjumpai zona mud loose, pengisian gravel pack dihentikan
    setidaknya 3 (tiga) meter (atau lebih, tergantung kondisi formasi batuanya) dibawah zona mud
    loose, kemudian pada zona mud loose ditutup semen, atau campuran semen dengan bentonite,
    atau ditutup dengan lempung impermeable (kedap air), setebal sampai 3 meter diatas zona
    mud loose, baru kemudian dilanjutkan pengisian gravel pack. Zona mud loose harus dipastikan
    posisinya dengan berdasarkan data log pemboran (penetration log), lithologi log atau deskripsi
    batuan dan logging geofisika (electric logging).                     
                                                                         
 VII. PENGISIAN SEMEN                                                    
 Setelah development sumur selesai, pipa konduktor sementara dicabut, ruang anulus antara lubang
 bor dengan pipa jambang harus diisi semen, mulai kedalaman 10 m atau mulai permukaan gravel pack
 sampai ke permukaan tanah                                               
 X. PEMASANGAN TUTP                                                      
 Apabila Uji Pemompaan telah selesai dilaksanakan, Penyedia Jasa harus memasang tutup sumur
 lengkap dengan kuncinya, untuk mencegah material-material asing masuk ke dalam sumur atau
 pemaksaan membuka sumur secara tidak sah                                
                                                                         
 XI. LAPORAN                                                             
                                                                         
 Penyedia Jasa harus membuat laporan harian, mingguan dan bulanan kepada PPK, mengenai material
 yang digunakan, pekerjaan yang telah dan akan dilaksanakan, termasuk kedalaman pemboran,
 gambar konstruksi, , Uji Pemompaan dan data lain yang dibutuhkan PPK.   
                                                                         
 Setiap sumur selesai dibuat, Penyedia jassa wajib membuat gambar gambar As Build Drawing yang
 harus diserahkan kepada PPK.                                            
                                                                         
 Setelah pekerjaan selesai pada akhir kontrak, Penyedia Jasa harus membuat laporan pekerjaan yang
 akan diserahkan pada PKK.                                               
                                                                         
 Kegiatan pekerjaan pembuatan sumur harus didokumentasikan dengan foto-foto yang diambil untuk
 masing-masing sumur. Pengambilan foto tiap sumur harus meliputi :       
                                                                         
 1. Saat sumur dalam kondisi 0 % .                                       
 2. Saat mata bor akan dioperasikan.                                     
                                                                         
 3. Saat pemboran mencapai 50 %                                          
 4 Pemasangan tutup sumur atau                                           
   kondisi 100%.                                                         
                                                                         
Foto harus dicetak rangkap 1 (satu) dan dibuat album yang dilengkapi dengan penjelasan tiap
lembar foto.
Tenders also won by CV Paksi Marga
Authority
16 September 2022Pembangunan Pagar Dan Landscape StmmKementerian Komunikasi Dan InformatikaRp 3,500,000,000
1 July 2021Revitalisasi Situs Taman Purbakala Pugung Raharjo Tahap IIKementerian Pendidikan dan KebudayaanRp 2,000,000,000
11 September 2023Penataan Sts Monitoring Hf CangkuduKementerian Komunikasi Dan InformatikaRp 1,464,254,000
25 June 2021Pekerjaan Land Development Kandang Kampus Bandongan UntidarKementerian Pendidikan dan KebudayaanRp 1,200,000,000
29 April 2021Pekerjaan Taman Metrologi (Tender Ulang)Kementerian PerdaganganRp 1,000,000,000
14 October 2022Pekerjaan Pengurukan Tanah, Saluran, Dan Paving BlokKementerian Agraria dan Tata Ruang/BPNRp 991,432,000
31 August 2016Pengadaan Meja Guru 1/2 Biro (Mb-6)Kota Bandar LampungRp 660,000,000
13 September 2019Pembangunan Rth Sidototo (Lanjutan)Pemerintah Daerah Kabupaten PesawaranRp 600,000,000
9 September 2025Pembangunan Spam Komunal Kampung Terbanggi Mulya Kecamatan Bandar MataramKab. Lampung TengahRp 500,000,000
7 October 2016Pelaksanaan Pembangunan Konstruksi Sumur Bor Instalasi Air Minum / Air Bersih Di Desa Way Harong Kecamatan Way LimaKabupaten PesawaranRp 315,000,000