Arta Sarana Utama | 08*9**4****25**0 | Rp 494,144,000 |
CV Aqiles Karya | 02*0**9****22**0 | Rp 513,696,000 |
PT Cipta Hidup Rukun | 03*0**8****47**0 | - |
CV Fayan Jaya | 03*7**1****22**0 | - |
| 0316877182922000 | - | |
| 0024844367924000 | - | |
| 0858088172922000 | - | |
| 0939776886922000 | - | |
CV Humbaindo | 0819298779922000 | - |
Putri Lestari Abadi.CV | 10*1**1****94**0 | - |
| 0650019516813000 | - | |
CV Gracia | 0023324809922000 | - |
CV Solusi Pratama | 06*4**5****22**0 | - |
| 0709024970922000 | - | |
| 0860802057922000 | - |
URAIAN SINGKAT
Belanja Barang untuk Dijual/Diserahkan kepada Masyarakat Pakan dan ternak Ayam
(Timor) / (Sumba)
Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu provinsi dengan prevalensi
stunting tertinggi di Indonesia, dengan angka yang masih jauh di atas rata-rata nasional.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, NTT menempati posisi
kedua dengan prevalensi stunting tertinggi di Indonesia, yaitu 37,9%, yang kemudian
mengalami penurunan menjadi 35,5% pada tahun 2024. Beberapa faktor yang
menyebabkan tingginya angka stunting di NTT antara lain terbatasnya akses terhadap
makanan bergizi, air bersih, layanan kesehatan, serta rendahnya tingkat pendidikan,
khususnya di kalangan ibu. Kurangnya pemahaman tentang pola asuh, gizi, dan
kesehatan anak juga menjadi faktor yang berkontribusi terhadap permasalahan ini.
Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi kesehatan individu, tetapi juga potensi
pembangunan sumber daya manusia di masa depan, karena anak yang mengalami
stunting cenderung memiliki kemampuan belajar yang lebih rendah serta berisiko
mengalami penyakit kronis di usia dewasa.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Peternakan
Provinsi NTT berupaya menurunkan angka stunting melalui pemberdayaan ekonomi,
sosial, dan budaya dengan melakukan pengembangan Ayam Kampung Unggul
Balitbangtan (Ayam KUB) di tiga kabupaten dengan prevalensi stunting tertinggi, yaitu
Kabupaten Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Sumba Barat.
Sasaran penerima manfaat dari kegiatan / pekerjaan ini adalah 96 kelompok tani
ternak (480 orang) masyarakat dan kelompok tani ternak di Kabupaten Timor Tengah
Selatan, Timor Tengah Utara, dan Sumba Barat (masing-masing kabupaten sebanyak
160 orang / 32 kelompok), di mana setiap kelompok menerima 25 ekor ayam KUB (5
jantan dan 20 betina) dan 100 kg pakan ayam KUB.
Pelaksanaan pekerjaan ini dibiayai oleh DPA Dinas Peternakan Provinsi Nusa
Tenggara Timur, dengan waktu pelaksanaan pekerjaan ini adalah pekerjaan harus
dilaksanakan paling lama selama 180 Hari Kalender di Tahun Anggaran 2025.