| Administrative Score (SA) | ||||
|---|---|---|---|---|
| 0017418096723000 | Rp 199,261,650 | 72.5 | 78 | |
| 0813311297801000 | - | - | - | |
| 0814433561804000 | - | - | - | |
| 0754279073805000 | - | - | - | |
| 0021368428723000 | - | - | - | |
CV Pola Jaya Engineering | 09*0**0****23**0 | - | - | - |
CV Nazah Abdi Perkasa | 0907800990723000 | - | - | - |
| 0930018171723000 | - | - | - | |
CV Thaniaberkahkonstruksi | 05*0**3****23**0 | - | - | - |
| 0607205267723000 | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PELAKSANAAN PEKERJAAN
1. PENDEKATAN TERHADAP PERMASALAHAN
Dalam menyiapkan/menyediakan fasilitas pelabuhan, konsistensi antara
pemahaman Kerangka Acuan Kerja (KAK), lingkup pekerjaan serta
layanan, rencana kerja, tenaga ahli, organisasi dan fasilitas penunjang
harus terjadi dengan baik, guna mendapatkan kelengkapan dokumen
Perencanaan Pengembangan Pelabuhan Sungai Sekitang Sei Menggaris,
sehingga pekerjaan peningkatan dapat dilaksanakan dengan baik dan
lancar.
2. PEKERJAAN PERSIAPAN.
Pekerjaan persiapan teknis dan administrasi harus dilakukan oleh
Konsultan sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan, meliputi langkah –
langkah yang akan dilakukan berupa penyusunan rencana kerja yang
mencakup :
a. Penjelasan maksud dan tujuan pekerjaan secara rinci / detail;
b. Metodologi pelaksanaan pekerjaan ;
c. Membuat program kerja yang berisi Uraian Kegiatan Pekerjaan,
Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan (Time Schedule) dalam bentuk
barchart, Network Plainning, Susunan Tenaga Ahli yang akan
dilibatkan dalam pelaksanaan pekerjaan, Struktur Organisasi
Pelaksanaan Pekerjaan, Perlengkapan / Peralatan yang akan
dipergunakan untuk pelaksanaan pekerjaan ;
3. PEKERJAAN PERENCANAAN.
Pekerjaan Penyusunan Perencanaan Pengembangan Pelabuhan Sungai
Sekitang Sei Menggaris yang dilakukan oleh pihak penyedia jasa harus
memperhatikan standar/spesifikasi teknis yang ada dengan disertai
perhitungan/asumsi yang dapat diterima.
4. PENDEKATAN TEKNIK
Dalam merencanakan suatu Fasilitas pelabuhan penyedia jasa perlu
melakukan pendekatan teknis yang membutuhkan integrasi diberbagai
bidang dan tingkat keahlian yang benar dan berkualitas (Qualified),
dengan mengutamakan produk dalam negeri dalam perencanaannya.
5. INVENTARISASI DATA DAN INFORMASI
a. Pekerjaan Persiapan.
1). Inventarisasi dan kompilasi data sekunder yang diperlukan
untuk pelaksana pekerjaan ini, meliputi :
a). Data Topografi dan Bathimetri, berupa :
- Peta Topografi lokasi;
- Data Bathimetri;
- Data Tanah (Sondir)
b). Dokumen/hasil studi yang terkait dengan perencanaan
konstruksi sipil.
c). Data Harga satuan daerah setempat yang meliputi harga
bahan, upah dan unit pekerjaan konstruksi.
2). Data Primer yang diperlukan, meliputi :
a). Pengukuran Topografi
Pengukuran Topografi dimaksudkan untuk memetakan
keadaan dan situasi dengan ketelitian yang dapat
dipertanggung jawabkan, sesuai dengan cakupan studi
yang dilaksanakan, meliputi :
- Orientasi Lapangan
Orientasi lapangan dimasudkan untuk pengenalan lebih
jauh tentang kondisi areal survey, mengempulkan
berbagai informasi tentang keadaan lapangan yang akan
di survey peserta perubahan – perubahan yang ditemui
di lapangan sebagai masukan dalam penyempurnaan
peta rencana kerja.
- Pemasangan Patok Tetap (Bench Mark)
Jumlah Bench Mark (BM) yang akan dipasang minimum
adalah 2 (dua) buah termasuk untuk staking out landas
pacu dengan notasi yang telah disepakati bersama dan
dipasang pada lokasi yang sesuai dengan rencana
perletakan BM yang telah ditentukan diatas peta
dasar.Bench Mark berukuran (1,00 x0,30 x 0,30) m3
dibuat dari campuran beton, diberi kerangka besi
ditengah-tengahnya, dipasangi baut dan diberi
nomor/kode pengenal.Bench Mark ditanam 0,75 m
sehingga bagian yang berada diatas permukaan tanah
0,25 m. BM ditanam di tempat yang aman dan mudah di
dicari dan dipasang sesuai dengan tempat yang telah
direncanakan pada tahap persiapan.
- Pengukuran Koordinat (Kerangka Dasar Horizontal)
Pengukuran koordinat titik Bench Mark (BM) dilakukan
dengan menggunakan peralatan Electronic Total Stasion
(ETS) atau Global Positioning System (GPS) Geodetik
yang diikatkan pada titik – titik kerangka dasar horizontal
nasional terdekat atau Bench Mark (BM) eksisting yang
telah ditetapkan oleh BAKOSURTANAL, BPN atau instansi
lain yang dapat dipertanggung jawabkan akurasi datanya
(apabila ada).
- Pengamatan Azimut
Pengamatan Asimuth dilakukan dengan menggunakan
peralatan Electronic Total Stasion (ETS) atau Global
Positioning System (GPS) Geodetik yang diikatkan pada
titik-titik kerangka dasar hirizontal nasional terdekat atau
Bench Mark (BM) eksisting yang telah ditetapkan oleh
BAKOSURTANAL, BPN atau instansi lain yang dapat
dipertanggung jawabkan akurasi datanya melalui
pengamatan sekurang-kurang 1 (satu) jam (apabila ada).
b). Survey Bathimetri
Pengukuran bathimetri minimal seluas kebutuhan lapangan
dilakukan pada lokasi dan sekitar rencana pelabuhan dan
bertujuan untuk mendapatkan peta situasi wilayah perairan
pada lokasi rencana pembangunan pelabuhan.
c). Survey Hidro-oseanografi
- Pengamatan pasang surut
Maksud pengamatan pergerakan pasang surut adalah untuk
menentukan kedudukan air tertinggi, duduk tengah dan air
terendah yang dicapai maupun kedudukan LWS.
- Pengukuran arus
d). Survey dan penyelidikan tanah di lokasi pekerjaan
Pekerjaan survey penyelidikan tanah berupa
penelitian di lapangan dan di laboratorium adalah
untuk mengetahui struktur dan jenis tiap lapisan tanah
dibawah permukaan, dimana hasil pekerjaan penyelidikan
tanah ini dimaksud sebagai data yang akan dipergunakan
untuk melaksanakan konstruksi yang akan dibangun dilokasi
bersangkutan. Hasil tersebut harus memadai sebagai bahan
analisa perencanaan dan perhitungan:
- Perencanaan sistem pondasi;
- Analisa daya dukung tanah (bearing capacity) untuk deep
dan shallow foundation;
- Analisa penurunan/Settlement;
- Analisa perbaikan tanah/soil improvement;
- Perencanaan retaining wall dan analisa slip circle.
Kegiatan yang dilakukan pada saat survey penyelidikan tanah
antara lain:
- Boring sebanyak 2 titik
- Sondir darat sebanyak 2 titik
- Uji lapangan Undisturbed dan disturbed soil
- Uji Laboratorium Undisturbed dan disturbed soil:
e). Dokumentasi berupa foto dan video yang diambil dari darat
dan udara Penentuan titik koordinat dalam setiap
pengukuran menggunakan peralatan global positioning
system (GPS) teliti yang sudah tervalidasi untuk
menghindari penyimpangan hasil survey dan kondisi riil
lapangan.
f. Permintaan Data Produktivitas Angkutan Laut dan Angkutan
Sungai .
b. Penyusunan Perencanaan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam analisis ini meliputi :
1). Pekerjaan Pendahuluan, meliputi :
a). Data dan konsep perencanaan
- Data perencanaan;
- Standar dan peraturan yang digunakan.
b). Analisa Pekerjaan Tanah
- Penyiapan dan Pembersihan Lahan;
- Rencana Ketinggian Rencana (Leveling);
- Volume Galian dan Timbunan;
- Sumber Material.
2). Rancangan Teknik, meliputi :
a). Panjang Dermaga dengan Profil memanjang dan melintang
sungai;
b). Konstruksi Dermaga;
c). Struktur Dermaga dan Trestle;
d). PembangunanTerminal dan Ruang Tunggu di lingkungan
dermaga;
e). Drainase termasuk Gorong-Gorong/Box Culvert.
c. Prakiraan Kebutuhan Biaya
Prakiraan biaya pembangunan agar dibuat secara rinci disesuaikan
dengan pentahapan pembangunan yang optimal berdasarkan
kebutuhan operasional dan standar harga satuan rupiah, bahan dan
peralatan terakhir yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah setempat
dan/atau satuan harga pasar yang berlaku.