| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0024027500302000 | Rp 9,880,544,089 | - | |
| 0027582931302000 | Rp 9,926,912,286 | Jenis, Kapasitas, Komposisi dan Jumlah Peralatan yang disampaikan tidak memenuhi persyaratan Dokumen Pemilihan | |
| 0024026775302000 | Rp 9,905,214,824 | Jenis, Kapasitas, Komposisi dan Jumlah Peralatan yang disampaikan tidak memenuhi persyaratan Dokumen Pemilihan | |
| 0624992251302000 | Rp 9,896,057,215 | Jenis, Kapasitas, Komposisi dan Jumlah Peralatan yang disampaikan tidak memenuhi persyaratan Dokumen Pemilihan | |
| 0829279074326000 | - | - | |
| 0027589068302000 | - | - | |
CV Bintang Samudra | 00*9**7****06**0 | - | - |
| 0025245580307000 | - | - | |
| 0395814197302000 | - | - |
PEMERINTAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
Komplek Perkantoran Pemkab OKU Selatan Jl. Serasan Seandanan No. 18 Muaradua
LINGKUP PEKERJAAN ( KAK )
PENGAWASAN PEMBANGUNAN JALAN TRANS LUBAR -
KARANG AGUNG KECAMATAN SIMPANG
Program : Program Penyelenggaraan Jalan
Kegiatan : Penyelenggaraan Jalan Kabupaten atau Kota
Sub Kegiatan : Rekonstruksi Jalan
Paket Pekerjaan : Preservasi Ruas Jalan Kota Batu - Heni Arong
Kecamatan Warkuk Ranau Selatan
Lokasi : Kecamatan Warkuk Ranau Selatan
Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan
Pagu Anggaran : Rp.10.000.000.000,00- (Sepuluh Miliyar Rupiah)
TAHUN ANGGARAN 2025
RUANG LINGKUP
URAIAN
a. Secara Khusus spesifikasi yang digunakan pada kegiatan ini adalah :
PEKERJAAN
➢ Galian Biasa
➢ Penyiapan Badan Jalan
➢ Lapis Fondasi Agregat Kelas B
➢ Lapis Fondasi Bawah Beton Kurus
➢ Perkerasan Beton Semen
➢ Beton Struktur
➢ Pasangan Batu Belah
b. Secara Umum Spesifikasi yang digunakan merunut spesifikasi Umum
2018 yang dikeluarkan oleh Dirjen Bina Marga berupa ketentuan
mengenai;
➢ Penggunaan peralatan yang diperlukan
➢ Penggunaan Tenaga Kerja
➢ Metode kerja/ Prosedur pelaksanaan pekerjaan
➢ Perhitungan prestasi pekerjaan untuk pembayaran
➢ Pembuatan laporan dan dokumentasi
➢ Penerapan manajemen K3 Konstruksi (Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
Pekerjaan cor jalan adalah proses pembuatan lapisan beton pada
permukaan jalan untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanannya
terhadap beban lalu lintas dan cuaca. Pekerjaan ini melibatkan beberapa
tahapan, mulai dari persiapan lokasi, pemasangan bekisting, pengecoran
beton, hingga perawatan dan pengujian.
Berikut adalah uraian singkat tahapan pekerjaan cor jalan:
1. Pekerjaan Persiapan:
Survey dan Pengukuran: Melakukan survei lokasi untuk menentukan
elevasi, kelandaian, dan dimensi jalan. Memasang patok referensi dan
bouwplank sebagai acuan ketinggian dan lebar pengecoran.
Pembersihan Lokasi: Membersihkan area pengecoran dari segala jenis
material organik, sampah, dan benda lain yang dapat mengganggu
proses pengecoran.
Persiapan K3: Memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi
pekerja dan melakukan briefing keselamatan sebelum memulai
pekerjaan.
2. Pekerjaan Cor Beton Jalan:
Pemasangan Bekisting: Memasang bekisting (cetakan) sesuai dengan
bentuk dan dimensi jalan yang direncanakan.
Pengendalian Kualitas Beton: Memastikan kualitas beton yang digunakan
sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan, termasuk pengujian slump.
Pengecoran Beton: Menuangkan adukan beton ke dalam bekisting secara
merata dan memadatkan beton untuk menghilangkan rongga udara.
Perawatan Beton: Melakukan perawatan beton, seperti penyiraman air
secara teratur, untuk memastikan beton mencapai kekuatan yang optimal.
3. Pekerjaan Akhir:
Pembongkaran Bekisting: Membongkar bekisting setelah beton mencapai
kekuatan yang cukup untuk menahan beban sendiri.
Pengujian Mutu Beton: Melakukan pengujian mutu beton untuk
memastikan kekuatan dan kualitasnya sesuai dengan standar yang
berlaku.
Pembersihan Akhir: Membersihkan area proyek dari sisa-sisa material
dan peralatan.
Pekerjaan cor jalan yang baik akan menghasilkan jalan beton yang kuat,
awet, dan mampu menahan beban lalu lintas dengan baik.
Pekerjaan galian tanah
Berikut adalah uraian singkat mengenai pekerjaan galian tanah untuk
penurunan kelandaian:
1. Persiapan:
Pembersihan Lahan:
Area yang akan digali harus dibersihkan dari sampah, tumbuhan, dan
material lain yang tidak diinginkan.
Penandaan:
Lokasi galian ditandai sesuai dengan gambar rencana dan elevasi yang
diinginkan.
Pemeriksaan Kondisi Tanah:
Kondisi tanah diperiksa untuk mengetahui jenis tanah, potensi masalah
(seperti air tanah tinggi), dan kebutuhan alat bantu (seperti pompa air
untuk drainase).
2. Pelaksanaan Galian:
Penggalian:
Tanah digali sesuai dengan kedalaman dan bentuk yang telah ditentukan
dalam desain.
Pembentukan Kelandaian:
Tanah digali dengan membentuk kemiringan atau kelandaian yang
diinginkan.
Penanganan Tanah Galian:
Tanah hasil galian yang memenuhi syarat dapat digunakan untuk
penimbunan kembali di area lain, sedangkan tanah yang tidak memenuhi
syarat harus dibuang ke lokasi pembuangan yang telah ditentukan.
Pengamanan Lokasi:
Selama proses penggalian, area kerja harus diamankan untuk mencegah
kecelakaan kerja dan memastikan keselamatan pekerja.
Drainase:
Jika diperlukan, sistem drainase sementara (seperti pompa air) harus
dipasang untuk mengalirkan air yang mungkin terkumpul selama
penggalian.
3. Pengurugan (jika diperlukan):
Penimbunan:
Tanah hasil galian yang memenuhi syarat dapat digunakan untuk
menimbun area lain yang membutuhkan ketinggian tertentu, sesuai
dengan desain.
Pemadatan:
Tanah urugan dipadatkan secara berlapis untuk memastikan kepadatan
yang cukup dan mencegah penurunan tanah di kemudian hari.
4. Penyelesaian:
Perataan: Permukaan tanah hasil galian dan timbunan diratakan sesuai
dengan elevasi yang diinginkan.
Pembersihan Lokasi: Area kerja dibersihkan dari sisa-sisa material dan
puing-puing.
Pekerjaan galian tanah untuk penurunan kelandaian ini memerlukan
perencanaan yang matang, pelaksanaan yang hati-hati, dan pengawasan
yang ketat untuk memastikan hasil pekerjaan sesuai dengan standar yang
ditetapkan dan aman untuk digunakan.