Rekonstruksi/Peningkatan Struktur Jalan Agropolitan

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10068231000
Date: 5 August 2025
Year: 2025
KLPD: Kota Palembang
Work Unit: Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Gabungan Lumsum dan Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 1,857,772,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 1,857,518,000
Winner (Pemenang): CV Raja Concrete Nusantara
NPWP: 02*8**2****01**0
RUP Code: 57659168
Work Location: Kecamatan Gandus - Palembang (Kota)
Participants: 3
Applicants
CV Raja Concrete Nusantara
02*8**2****01**0Rp 1,846,579,197
CV Way Sulam
09*9**5****01**0-
0031940869301000-
Attachment
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN                            
                                                                            
                Rekonstruksi/Peningkatan Struktur Jalan Agropolitan         
                                                                            
                                                                            
A. Pekerjaan pendahuluan                                                    
                                                                            
   Uraian singkat pekerjaan pada kegiatan ini meliputi Pekerjaan pendahuluan yang terdiri dari :
                                                                            
   1.  Pekerjaan pengukuran                                                 
                                                                            
       Pekerjaan pengukuran dilakukan setelah turunnya Surat Perintah Kerja (SPK) yang telah
                                                                            
       ditandatangani olek PPK kegiatan tersebut. Pekerjaan pengukuran ini dilakukan bersama
                                                                            
       dengan pihak pembei pekerjaan yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota
       Palembang                                                            
                                                                            
                                                                            
       Tujuan dari pengukuran ini adalah untuk menentukan titik tetap permulaan dan akhir
       pekerjaan di lokasi pekerjaan.                                       
                                                                            
                                                                            
   2.  Pembersihan lapangan                                                 
       Sebelum pekerjaan dimulai, lokasi pekerjaan harus dilakukan pembersihan untuk membuang
                                                                            
       benda-benda yang dapat menggangu proses pengerjaan dan agar hasil pekerjaan tersebut
                                                                            
       dapat maksimal. Contohnya misalnya pembersihan sampah-sampah plastik atau rumput liar
       yang ada di lokasi yang akan di cor agar hasilnya rapi dan bagus.    
                                                                            
                                                                            
   3.  Pengadaan direksi keet                                               
       Pengadaaan direksi keet digunakan untuk tempat penyimpanan bahan dan peralatan kerja,
                                                                            
       dimana direksi keet tersebut disewa didekat lokasi pekerjaan         
                                                                            
   4.  Pembuatan papan nama proyek.                                         
                                                                            
       Pembuatan papan nama proyek diperuntukkan untuk mengetahui lokasi pekerjaan dan
                                                                            
       identitas pekerjaan.                                                 
                                                                            
B. Pekerjaan Tanah dan Geosintetik                                          
                                                                            
   Pekerjaan Penyiapan Badan Jalan                                          
                                                                            
   Pekerjaan penyiapan badan jalan adalah tahapan awal dalam pembangunan atau perbaikan jalan,
                                                                            
   yang meliputi persiapan permukaan tanah dasar atau perkerasan jalan lama untuk menerima lapisan
   berikutnya (seperti lapis pondasi atau perkerasan aspal). Pekerjaan ini mencakup beberapa langkah,
                                                                            
   termasuk pembersihan, penggalian (jika diperlukan), penggaruan, pemadatan, dan pemeliharaan
                                                                            
   permukaan sesuai dengan standar yang ditentukan                          
                                                                            
                                                                            
C. Pekerjaan Perkerasan Jalan                                               
                                                                            
   1. Pekerjaan Lapis Pondasi Agregat Kelas A                               
       Pekerjaan ini harus meliputi pemasokan, pemrosesan, pengangkutan, penghamparan,
       pembasahan dan pemadatan agregat di atas permukaan yang telah disiapkan dan telah
       diterima sesuai dengan detail yang ditunjukkan dalam Gambar          
                                                                            
                                                                            
       Material LPA diangkut dengan menggunakan dump truk, pemuatan menggunakan wheel
       loader, jarak hauling diatur sedemikian rupa (memeprhatikan faktor gembur dari hasil
                                                                            
       percobaan pelaksanaan) sehingga penghamparan dapat dilaksanakan efektif dan efisien.
                                                                            
       Penghamparan menggunakan motor grader, tebal hamparan sesuai hasil percobaan
                                                                            
       pelaksanaan, dilaksanakan selebar rencana, perapian hamparan dilaksanakan dengan tenaga
                                                                            
       manusia dengan peralatan sesuai keperluan lapangan.                  
                                                                            
       Selama proses penghamparan dilakukan control kadar air, sehingga akan dihasilkan kadar air
                                                                            
       optimal pada saat pemadatan dilaksanakan.                            
                                                                            
       Dimensi dan kelandaian permukaan dilaksanakan sesuai dengan gambar rencana. Pemadatan
                                                                            
       menggunakan vibrator roller (berat 8-12 ton), dilaksanakan mulai dari bagian yang rendah
                                                                            
       berangsur-angsur menuju bagian yang lebih tinggi, jumlah lintasan sesuai dengan hasil
       percobaan pelaksanaan.                                               
                                                                            
                                                                            
       Pemadatan dihentikan jika diyakini telah tercapai kepadatan yang disyaratkan
                                                                            
   2.  Lapis Pondasi bawah Beton Kurus (Ready Mix K-125)                    
                                                                            
       Sebelum memulai pekerjaan beton ready mix, pondasi bawah harus sudah siap baik kepadatan
       maupun permukaannya. Penyedia Jasa harus mengirimkan rancangan campuran (mix design)
                                                                            
       untuk masing-masing mutu beton yang akan digunakan sebelum pekerjaan pengecoran
                                                                            
       dimulai, lengkap dengan hasil pengujian bahan dan hasil pengujian percobaan campuran
       beton di laboratorium berdasarkan kuat tekan beton untuk umur 7 dan 28 hari, kecuali
                                                                            
       ditentukan untuk umur-umur yang lain oleh direksi pekerjaan. Kecuali ditentukan lain
                                                                            
       rancangan campuran harus memiliki standar deviasi rencana (S) antara 2,5 MPa sampai 8,5
       MPa. Proporsi bahan dan berat penakaran hasil perhitungan harus memenuhi criteria teknis
                                                                            
       utama, kecelakaan (workability), kekuatan (strength), dan keawetan (durability). Untuk jenis
                                                                            
       pekerjaan beton yang lain, sifat-sifat mekanik beton selain kuat tekan juga penting untuk
       diketahui. Penyedia jasa wajib menyerahkan data tersebut kepada Direksi Pekerjaan
                                                                            
       Lapis Pondasi Bawah Beton Kurus (Lean Concrete Subbase) yang dilaksanakan sesuai dengan
                                                                            
       ketebalan dan bentuk penampang melintang seperti yang ditunjukkan dalam Gambar.
       Material yang digunakan harus memenuhi spesifikasi pekerjaan Perkerasan Beton semen.
                                                                            
       Pekerjaan Lapis Pondasi Bawah Beton Kurus menggunakan Beton dengan Mutu K-125.
                                                                            
   3.  Perkerasan Beton Semen (Ready Mix K-350, Dowel+Tie Bar)              
                                                                            
       Sebelum memulai pekerjaan beton ready mix, pondasi bawah harus sudah siap baik kepadatan
                                                                            
       maupun permukaannya. Penyedia Jasa harus mengirimkan rancangan campuran (mix design)
       untuk masing-masing mutu beton yang akan digunakan sebelum pekerjaan pengecoran
       dimulai, lengkap dengan hasil pengujian bahan dan hasil pengujian percobaan campuran
                                                                            
       beton di laboratorium berdasarkan kuat tekan beton untuk umur 7 dan 28 hari, kecuali
                                                                            
       ditentukan untuk umur-umur yang lain oleh direksi pekerjaan. Kecuali ditentukan lain
                                                                            
       rancangan campuran harus memiliki standar deviasi rencana (S) antara 2,5 MPa sampai 8,5
       MPa. Proporsi bahan dan berat penakaran hasil perhitungan harus memenuhi criteria teknis
                                                                            
       utama, kecelakaan (workability), kekuatan (strength), dan keawetan (durability). Untuk jenis
                                                                            
       pekerjaan beton yang lain, sifat-sifat mekanik beton selain kuat tekan juga penting untuk
       diketahui. Penyedia jasa wajib menyerahkan data tersebut kepada Direksi Pekerjaan
                                                                            
                                                                            
       Pengujian kuat tekan beton umur 7 hari dari hasil campuran percobaan harus mencapai
       kekuatan minimum 90 % dari nilai kuat tekan beton rata-rata yang ditargetkan dalam
                                                                            
       rancangan campuran beton (mix design) umur 7 hari. Bilamana hasil pengujian beton berumur
                                                                            
       7 hari dari campuran percobaan tidak menghasilkan kuat tekan beton yang diisyaratkan, maka
       Penyedia Jasa harus melakukan penyesuaian campuran dan mencari penyebab ketidak
                                                                            
       sesuaian tersebut.Pemborong diwajibkan menyediakan buku harian selama proyek ini
                                                                            
       berlangsung gunanya untuk mencatat kejadian dan kegiatan seahari –hari serta keadaan cuaca
       dan lain – lainnya. Untuk pekerjaan cor beton ready mix yang menggunakan mutu beton
                                                                            
       K.300.                                                               
                                                                            
       Lapisan bawah yang kedap air terdisi dari lembaran plastik yang kedap air. Ukuran tebal dapat
                                                                            
       dikonsultasikan kepada pengawas lapangan.                            
                                                                            
       Seluruh beton yang digunakan dalam pekerjaan harus memenuhi kuat tekan dan slump yang
                                                                            
       dibutuhkan. Beton yang tidak memenuhi persyaratan slump tersebut boleh digunakan untuk
                                                                            
       pelat – pelat perkerasan beton jalan.                                
                                                                            
       Beton tersebut harus merupakan jenis yang memiliki sifat kemudahan pengerjaan yang sesuai
                                                                            
       untuk mencapai pemadatan penuh dengan instalasi yang digunakan.      
                                                                            
       kontraktor harus memberitahukan direksi pekerjaan paling sedikit 24 jam sebelum memulai
                                                                            
       pengecoran beton. Pemberitahuan harus meliputi lokasi, kondisi pekerjaan, mutu beton dan
       tanggal serta waktu percampuran beton.                               
                                                                            
                                                                            
       Seluruh bahan –bahan yang dipergunakan (batu bata, semen, pasir, batu koral, besi beton dan
       air ) harus berkwalitas baik menurut ketentuan yang ada dan harus dari segala kotoran atau
                                                                            
       bahan kimia yang dapat merusak konstruksi tersebut.                  
                                                                            
       Bila digunakan ruji (dowel), maka harus dipasang sejajar dengan permukaan dan garis sumbu
                                                                            
       perkerasan beton, dengan memakai penahan atau perlengkapan logam lainnya yang dibiarkan
                                                                            
       tertinggal dalam perkerasan. Ujung dowel harus dipotong dengan rapi agar permukaannya
       rata. Bagian setiap dowel yang diberi pelumas sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar,
       harus dilapisi sampai merata dengan bahan aspal atau bahan pelumas yang disetujui, agar
                                                                            
       bagian dowel tersebut tidak ada melekat pada beton. Penutup (selubung) dowel yang disetujui
                                                                            
       Pengawas Pekerjaan, harus dipasang pada setiap batang dowel hanya digunakan dengan
                                                                            
       sambungan ekspansi. Penutup atau selubung tersebut harus berukuran pas dengan dowel dan
       ujungnya yang tertutup harus kedap air.                              
                                                                            
                                                                            
       Sebagai pengganti rakitan dowel pada sambungan kontraksi, batang dowel bisa diletakkan
       dalam seluruh ketebalan perkerasan dengan perlengkapan mekanik yang disetujui Pengawas
                                                                            
       Pekerjaan.                                                           
                                                                            
       Sebelum menghampar beton, toleransi alinyemen dari masing-masing dowel pada lokasi
                                                                            
       manapun sebagaimana yang diukur pada rakitan dowel haruslah ± 2 mm untuk dua per tiga
                                                                            
       jumlah dowel dalam sambungan, ± 4 mm untuk satu dari sisa sepertiga jumlah dowel dalam
       sambungan, dan ± 2 mm antar dowel yang berdampingan dalam arah vertikal maupun
                                                                            
       horisontal. Pada saat pengecoran posisi dowel harus bisa dijamin tidak berubah.
                                                                            
       Penutup Sambungan (Sealing Joint)                                    
                                                                            
                                                                            
       Sambungan harus ditutup, dengan bahan penutup yang memenuhi Pasal 5.3.2.9) dari
       Spesifikasi ini, segera mungkin setelah periode perawatan beton berakhir dan sebelum
                                                                            
       perkerasan dibuka untuk lalu lintas, termasuk peralatan Penyedia Jasa.
                                                                            
       Bahan penutup (joint sealer) yang digunakan pada setiap sambungan harus memenuhi detail
                                                                            
       yang ditunjukan dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan Pengawas Pekerjaan.
                                                                            
       Bahan penutup yang digunakan secara panas harus diaduk selama pemanasan untuk
                                                                            
       mencegah terjadinya pemanasan setempat yang berlebihan. Penuangan harus dilakukan
                                                                            
       sedemikian hingga bahan penutup tersebut tidak tumpah pada permukaan beton yang
       terekspos. Setiap kelebihan bahan penutup pada permukaan beton harus segera disingkirkan
                                                                            
       dan permukaan perkerasan dibersihkan. Penggunaan pasir atau bahan lain sebagai bahan
                                                                            
       peresap terhadap bahan penutup ini tidak diperkenankan.              
                                                                            
D. Pekerjaan Struktur                                                       
                                                                            
   Pekerjaan Pasangan Batu                                                  
   Pekerjaan pasangan batu adalah pekerjaan pasangan batu kali dengan menggunakan campuran semen
                                                                            
   pasir yang dibentuk sesuai dengan gambar dan spesifikasi teknis. Pemilihan material batu kali yang
   berkualitas, pembuatan adukan yang tepat, dan teknik pemasangan yang benar untuk memastikan
                                                                            
   kekuatan dan stabilitas pondasi.                                         
   Batu kali yang digunakan harus bersih, keras, dan tidak porous. Ukuran batu berkisar antara 15 cm
                                                                            
   hingga 20 cm, dengan bentuk yang memungkinkan saling mengunci saat dipasang. Pasir yang digunakan
   harus pasir beton, bersih, tajam, dan mengandung lumpur tidak lebih dari 5%. Semen yang digunakan
   harus semen tipe I dan disimpan dengan baik agar tidak menggumpal. Perbandingan campuran adukan
   biasanya 1:4 (semen:pasir) untuk pasangan dan 1:2:3 (semen:pasir:kerikil) untuk beton. Adukan harus
                                                                            
   tercampur rata dan memiliki konsistensi yang baik untuk memastikan ikatan yang kuat antara batu dan
   spesi. Pemasangan Batu kali disusun dengan adukan, memastikan tidak ada rongga yang terisi penuh.
                                                                            
   Batu harus dipukul agar terikat kuat dengan adukan. Lapis pertama pasangan batu kali diawali dengan
   menghamparkan adukan setebal 3-5 cm, kemudian susun batu dengan jarak 2-3 cm dan pukul agar
                                                                            
   terikat kuat. Batu kali disusun dengan saling mengunci dan mengisi celah antar batu dengan adukan.
   Setelah pasangan selesai, lakukan plesteran pada bagian atas pasangan batu kali dan permukaan yang terlihat.
                                                                            
                                                                            
E. Pekerjaan Marka Jalan Termoplastik                                       
                                                                            
   Pekerjaan marka jalan termoplastik meliputi persiapan, aplikasi, dan penyelesaian. Persiapan
                                                                            
   meliputi pembersihan permukaan jalan dan penandaan awal (pre-marking). Aplikasi melibatkan
   peleburan cat termoplastik, pemanasan, dan penyemprotan ke permukaan jalan, diikuti dengan
                                                                            
   penyebaran butiran kaca. Terakhir, penyelesaian melibatkan pemeriksaan kualitas dan perapihan
                                                                            
   Pembersihan Lahan: Area jalan yang akan diberi marka harus dibersihkan dari kotoran, debu,
   minyak, dan material lain yang dapat mengganggu daya rekat cat. Permukaan jalan juga harus
                                                                            
   kering. Penandaan Awal (Pre-marking): Menggunakan tali dan kapur, tentukan garis-garis marka
                                                                            
   sesuai dengan desain yang telah disetujui. Penandaan ini berfungsi sebagai panduan saat proses
   pengecatan. Peleburan Cat: Cat termoplastik berbentuk padat dipanaskan dalam ketel leleh panas
                                                                            
   hingga mencair pada suhu yang ditentukan (biasanya 180-210°C). Pengecatan: Cat yang sudah
                                                                            
   mencair diaplikasikan ke permukaan jalan menggunakan mesin marka jalan yang telah disesuaikan.
                                                                            
   Mesin ini memastikan aplikasi yang merata dan sesuai dengan desain, Penyebaran Butiran Kaca
   (Glass Beads): Segera setelah cat diaplikasikan, butiran kaca ditebarkan di atasnya. Butiran kaca ini
                                                                            
   berfungsi untuk meningkatkan retro-reflektivitas marka, sehingga lebih terlihat di malam hari.
                                                                            
                                                                            
F. Pekerjaan lain – lain                                                    
                                                                            
   Pekerjaan lain – lain hanya meliputi uji petik lapangan, dimana lokasi pekerjaan harus bersih dan
                                                                            
   melakukan Asbuilt Drawing.                                               
                                                                            
                                           PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN         
                                          DINAS PU DAN PENATAAN RUANG       
                                                KOTA PALEMBANG              
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                            Ir. LANDRI, ST., MM., IPM       
                                            NIP. 19850930 201001 1 011