Gujirama | 0027972595306000 | Rp 497,002,650 |
| 0719777633301000 | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN KONSTRUKSI JALAN ASPAL
Pemeliharaan Jalan Lebung Permai RT.014 RW.005 Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-
Alang Lebar, Kota Palembang
Uraian Pekerjaan
Pekerjaan konstruksi jalan aspal merupakan salah satu bentuk upaya Pemerintah Kota Palembang dalam
meningkatkan konektivitas dan kualitas infrastruktur transportasi perkotaan. Penelitian ini menyajikan
dokumen spesifikasi teknis yang disusun berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2 dan
regulasi teknis terkini. Fokus kajian mencakup bahan konstruksi, peralatan, proses pelaksanaan, dan
metode pengendalian mutu untuk pekerjaan lapis perekat (tack coat), Laston Lapis Antara (AC-BC),
serta Laston Lapis Aus (AC-WC) pada ruas Jalan Lebung Permai sepanjang 131 meter dengan lebar 6
meter. Hasil menunjukkan bahwa implementasi metode pelaksanaan berbasis kendali mutu dan
keselamatan kerja dapat menghasilkan permukaan perkerasan yang memenuhi kepadatan ≥98% dari
kepadatan maksimum Marshall dengan mutu pelayanan jalan yang optimal.
Kata Kunci: perkerasan aspal, spesifikasi teknis, metode pelaksanaan, AC-BC, AC-WC, Bina Marga
2018.
1. Pendahuluan
Transportasi jalan memiliki peranan vital dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas
ekonomi di wilayah perkotaan. Kota Palembang sebagai pusat kegiatan ekonomi di Sumatera Selatan
memerlukan infrastruktur jalan yang andal, nyaman, dan berkeselamatan. Kegiatan pemeliharaan jalan
Lebung Permai RT.014 RW.005 di Kelurahan Talang Kelapa Kecamatan Alang-Alang Lebar
dilaksanakan berdasarkan kebijakan Pemerintah Kota Palembang melalui Program APBD Perubahan
Tahun Anggaran 2025.
Tujuan utama pekerjaan ini adalah meningkatkan kualitas permukaan jalan melalui penerapan lapis
perkerasan beraspal dengan standar mutu nasional, serta menjamin pelaksanaan konstruksi sesuai
prosedur keselamatan dan efisiensi pelaksanaan.
2. Tinjauan Teknis dan Dasar Hukum
Kegiatan ini mengacu pada:
• Peraturan Menteri PUPR Nomor 14 Tahun 2020 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa
Konstruksi melalui Penyedia.
• Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2, Divisi 6: Pekerjaan Perkerasan Aspal.
• SNI 06-2432-1991 (Emulsi Aspal Kationik) dan SNI 06-2456-1991 (Aspal Keras Penetrasi
60/70).
• AASHTO M20, M208, dan ASTM D1559 (Marshall Method).
Dasar pelaksanaan kegiatan adalah DPA-SKPD Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Palembang Tahun
Anggaran 2025 dengan pagu sebesar Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah).
3. Metodologi Pelaksanaan
3.1 Lokasi dan Kondisi Umum
Proyek berlokasi di Jalan Lebung Permai RT.014 RW.005 Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-
Alang Lebar. Panjang jalan yang dikerjakan adalah 131 meter dengan lebar efektif 6 meter (luas total
786 m²). Fungsi ruas jalan ini adalah sebagai penghubung antara Jalan Lebung Permai dengan Jalan
Soekarno Hatta.
3.2 Rencana Kegiatan
Pelaksanaan pekerjaan mencakup:
1. Mobilisasi dan Demobilisasi Peralatan.
2. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
3. Pekerjaan Lapis Perekat (Tack Coat).
4. Pekerjaan Laston Lapis Antara (AC-BC) setebal 6 cm.
5. Pekerjaan Laston Lapis Aus (AC-WC) setebal 4 cm.
6. Pengujian lapangan, as-built drawing, dan pelaporan hasil akhir.
Durasi pelaksanaan ditetapkan selama 25 hari kalender dengan masa pemeliharaan 180 hari setelah
PHO.
4. Spesifikasi Teknis dan Bahan Konstruksi
4.1 Lapis Perekat (Tack Coat)
• Fungsi: Mengikat lapisan lama dengan lapisan baru.
• Bahan: Aspal emulsi tipe RS-1 atau CSS-1h sesuai SNI 06-2432-1991.
• Kadar aplikasi: 0,3 – 0,5 liter/m².
• Metode: Permukaan dibersihkan dan disemprot menggunakan asphalt distributor hingga kondisi
tacky sebelum pelapisan AC-BC.
4.2 Laston Lapis Antara (AC-BC)
• Ketebalan nominal: 6 cm.
• Agregat kasar: Batu pecah mesin dengan abrasi ≤30% (Los Angeles).
• Aspal keras: Penetrasi 60/70 (SNI 06-2456-1991).
• Produksi campuran: Dilakukan di AMP dengan suhu campuran keluar 145–165°C.
• Kepadatan lapangan: ≥98% dari kepadatan Marshall.
4.3 Laston Lapis Aus (AC-WC)
• Ketebalan nominal: 4 cm.
• Agregat: Batu pecah bersih, bebas lempung dan bahan organik.
• Aspal keras: Penetrasi 60/70.
• Suhu hampar: Minimal 140°C.
• Kepadatan hasil akhir: ≥98% kepadatan maksimum Marshall.
5. Metode Pelaksanaan
5.1 Persiapan Lapangan
Permukaan lama dibersihkan menggunakan air compressor dan blower hingga bebas dari debu, minyak,
atau partikel lepas. Elevasi dan kemiringan diperiksa berdasarkan gambar rencana.
5.2 Pelaksanaan Lapisan Aspal
• Lapis Perekat: Disemprot merata menggunakan asphalt sprayer dengan kadar 0,3–0,5 liter/m².
• AC-BC: Campuran panas dihampar menggunakan asphalt finisher, dipadatkan berurutan
dengan tandem roller, PTR, dan finisher roller hingga mencapai kepadatan 98%.
• AC-WC: Dihampar di atas AC-BC setelah penyemprotan perekat, kemudian dipadatkan dengan
pola dan alat serupa.
5.3 Pengendalian Mutu
Pengujian dilakukan meliputi:
• Stabilitas dan flow Marshall,
• Kepadatan lapangan,
• Ketebalan aktual (core test),
• Kandungan aspal dan gradasi agregat.
Semua hasil uji harus memenuhi Job Mix Formula (JMF) yang telah disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
6. Peralatan Kunci
Tabel 1 menampilkan daftar peralatan utama yang digunakan.
Jenis Peralatan Kapasitas Fungsi Utama
Asphalt Mixing Plant ≥ 40 ton/jam Produksi campuran aspal
Asphalt Finisher Hopper 3 ton Penghamparan campuran
Tandem Roller 6–8 ton Pemadatan awal dan akhir
Pneumatic Tire Roller 8–10 ton Pemadatan antara
Asphalt Distributor 1000 liter Penyemprotan lapis perekat
Dump Truck 8–12 m³ Transportasi campuran
Jenis Peralatan Kapasitas Fungsi Utama
Compressor 4000–6000 L/min Pembersihan permukaan
7. Hasil dan Pembahasan
Pelaksanaan pekerjaan aspal berdasarkan spesifikasi ini mampu menghasilkan lapisan perkerasan yang
padat dan homogen. Penggunaan kontrol suhu yang tepat di AMP dan lapangan menjadi faktor dominan
dalam keberhasilan mutu. Kepadatan hasil uji mencapai lebih dari 98% Marshall, menunjukkan bahwa
metode pelaksanaan dan pengendalian mutu berjalan efektif sesuai standar Bina Marga 2018.
8. Kesimpulan
Dokumen spesifikasi teknis ini menggambarkan standar pelaksanaan pekerjaan jalan aspal yang
mengacu pada ketentuan nasional, dengan pendekatan sistematis dan berbasis pengendalian mutu.
Implementasi metode pelaksanaan sesuai prosedur menghasilkan kualitas jalan yang memenuhi standar
kekuatan, ketahanan, dan keamanan.
Palembang, 2 November 2025
Ditetapkan oleh
Pejabat Pembuat Komitmen
Ir. Muhamad Taufik Costarico, ST., MT
Daftar Pustaka
1. Kementerian PUPR. (2018). Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2 – Divisi 6 Pekerjaan
Perkerasan Aspal.
2. Badan Standardisasi Nasional. (1991). SNI 06-2432-1991: Emulsi Aspal Kationik.
3. Badan Standardisasi Nasional. (1991). SNI 06-2456-1991: Aspal Keras Penetrasi 60/70.
4. AASHTO M20 & M208. Standard Specification for Asphalt Cements and Emulsified Asphalt.
5. ASTM D1559. Resistance to Plastic Flow of Bituminous Mixtures Using Marshall Apparatus.